Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA dalam tabel periodik. Disebut
mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi). Gas ini mempunyai
sifat lengai, tidak reaktif, dan susah bereaksi dengan bahan kimia lain. Gas mulia juga
merupakan golongan kimia yang unsur-unsurnya memiliki elektron valensi luar penuh.
Unsur-unsurnya adalah He (Helium), Ne (Neon), Ar (Argon), Kr (Kripton)
Xe (Xenon), dan Rn (Radon) yang bersifat radioaktif.
Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang memiliki
kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk
monoatomik karena sifat stabilnya. Unsur-unsur yang terdapat dalam gas mulia yaitu
Helium (He), Neon (Ne), Argon(Ar), Kripton(Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn). Gas-gas ini
pun sangat sedikit kandungannya di bumi.
Gas Mulia terdapat dalam atmosfer bumi, untuk Helium terdapat di luar
atmosfer. Helium dapat terbentuk dari peluruhan zat radioaktif uranium dan thorium.
Semua unsur - unsur gas mulia terdiri dari atom -atom yang berdiri sendiri. Unsur gas
mulia yang terbanyak di alam semesta adalah Helium (banyak terdapat di bintang)
yang merupakan bahan bakar dari matahari. Radon amat sedikit jumlahnya di atmosfer
atau udara. Dan sekalipun ditemukan akan cepat berubah menjadi unsur lain, karena
radon bersifat radio aktif. Dan karena jumlahnya yang sangat sedikit pula radon disebut
juga sebagi gas jarang.

B. Rumusan Masalah

Masalah yang kami bahas dalam makalah gas mulia ini adalah :
1) Definisi gas mulia.
2) Sejarah gas mulia
3) Sifat-sifat gas mulia
4) Pembuatan gas mulia.
5) Senyawa pada gas mulia
6) Kegunanan Gas mulia

1
C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan disusunnya makalah ini adalah:
1) Menjelaskan definisi gas mulia
2) Menjelaskan sejaran penemuan unsur gas mulia
3) Menjelaskan sifat fisi dan sifat kimia gas mulia
4) Menjelaskan pembuatan dan senyawa pada gas mulia
5) Menjelaskan kegunaan gas mulia

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Gas Mulia

Gas mulia adalah grup elemen kimia dengan sifat-sifat yang sama: di kondisi
standar, they semua tidak berbau, tidak berwarna, dan monoatomik dengan reaktivitas
yang sangat rendah. Mereka ditempatkan di grup 18 (8A) dari tebel periodike
(sebelumnya dikenal dengan grup 0). 6 gas mulia tersebut terdapat di alam dengan
bentuk helium (He), neon (Ne), argon (Ar), krypton (Kr), xenon (Xe), dan radon yang
bersifat radioaktif (Rn). sejauh ini, 3 atom dari grup selanjutnya, ununoctium (Uuo)
telah berhasil disintesis di supercollider, tapi sangat sedikit yang diketahui mengenai
elemen ini karena jumlah yang dihasilkan sangat sedikit dan memiliki waktu paruh
hidup yang sangat pendek .
Sifat-sifat gas mulia bisa dijelaskan dengan baik dengan teori modern tentang
struktur atom: valensi elektron kulit luar mereka dianggap "penuh", memberi mereka
sedikit sekali kesempatan untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia, dan hanya beberapa
ratus senyawa yang telah disiapkan. Titik didih dan titik leleh gas mulia mempunyai
nilai yang dekat, berbeda kurang dari 10 °C (18 °F); yang mengakibatkan mereka
berbentuk cairan dalam jangkauan suhu yang pendek.
Neon, argon, krypton, dan xenon are didapatkan dari udara mengunakan metode
mencairkan/mengembunkan gas dan penyulingan bagian. Helium biasanya terpisah dari
gas alami, dan radon biasanya diisolasi dari penguraian radioaktif dari elemen radium
yang terurai. Gas mulia mempunyai beberapa aplikasi penting di industri seperti
penerangan, pengelasan, dan perjalanan angkasa luar. Gas prnapasan Helium-oksigen
biasanya digunakan oleh penyelam laut dalam yang biasanya lebih dari 180 kaki (55 m)
untuk menjaga penyelam dari oksigen toxemia, efek berbahaya dari oksigen dalam
tekanan tinggi, dan nitrogen narcosis, efek narkotik yang membingungkan dari nitrogen
di udara melebihi tekanan biasa. After setelah bahaya yang ditimbulkan hidrogen atas
mudah meledaknya elemen tersebut, gas tersebut diganti dengan helium.

Berikut ini adalah asal-usul mana unsur-unsur Gas Mulia yang diambil dari bahasa
Yunani, yaitu:
1. Helium à ήλιος (ílios or helios) = Matahari
2. Neon à νέος (néos) = Baru
3. Argon à αργός (argós) = Malas
4. Kripton à κρυπτός (kryptós) = Tersembunyi
5. Xenon à ξένος (xénos) = Asing
6. Radon (pengecualian) diambil dari Radium

3
B. Sejarah Gas Mulia

Sejarah gas mulia awal dari penemuan Cavendish pada tahun 1785. Cavendish
menemukan sebagian kecil bagian udara (kurang dari 1/200 bagian) sama sekali tidak
bereaksi walaupun sudah melibatkan gas-gas atmosfer.
Pada tahun 1894, seorang ahli kimia Inggris bernama Lord Raleigh dan Sir
William Ramsay mengidentifikasi zat baru yang terdapat dalam udara. Sampel udara
yang sudah diketahui mengandung nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida dipisahkan.
Ternyata dari hasil pemisahan tersebut, masih tersisa suatu gas yang tidak reaktif (inert).
Gas tersebut tidak dapat bereaksi dengan zat-zat lain sehingga dinamakan argon (dari
bahasa Yunaniargos yang berarti malas). Empat tahun kemudian Ramsay menemukan
unsur baru lagi, yaitu dari hasil pemanasan mineral kleverit. Dari mineral tersebut
terpancar sinar alfa yang merupakan spektrum gas baru. Spektrum gas tersebut serupa
dengan garis-garis tertentu dalam spektrum matahari. Untuk itu, diberi
nama helium (dari bahasa Yunani heliosberarti matahari). Nama Helium sendiri
merupakan saran dari Lockyer dan Frankland.Pada saat ditemukan, kedua unsur ini
tidak dapat dikelompokkan ke dalam golongan unsur-unsur yang sudah oleh
Mendeleyev karena memiliki sifat berbeda. Kemudian Ramsey mengusulkan agar unsur
tersebut ditempatkan pada suatu golongan tersendiri, yaitu terletak antara golongan
halogen dan golongan alkali. Untuk melengkapi unsur-unsur dalam golongan tersebut,
pada tahun 1898 Ramsey dan Travers terus melakukan penelitian dan akhirnya
menemukan lagi unsur-unsur lainnya, yaitu neon (ditemukan dengan cara mencairkan
udara dan melakukan pemisahan dari gas lain dengan penyulingan bertingkat),kripton,
dan xenon (ditemukan dalam residu yang tersisa setelah udara cair hampir menguap
semua / hasil destilasi udara cair). Pada tahun 1900 Radon ditemukan oleh Friedrich
Ernst Dorn, yang menyebutnya sebagai pancaran radium. William Ramsay dan Robert
Whytlaw-Gray menyebutnya sebagai niton serta menentukan kerapatannya sehingga
mereka menemukan Radon adalah zat yang paling berat di masanya (sampai sekarang).
Nama Radon sendiri baru dikenal pada tahun 1923. Radon amat sedikit jumlahnya di
atmosfer atau udara. Dan sekalipun ditemukan akan cepat berubah menjadi unsur lain,
karena radon bersifat radioaktif. unsur gas mulia terbanyak di alam semesta
adalah helium(pada bintang-bintang) karena Helium merupakan bahan bakar dari
matahari.
Pada masa itu, golongan tersebut merupakan kelompok unsur-unsur yang tidak
bereaksi dengan unsur-unsur lain (inert) dan diberi nama golongan unsur gas mulia.
Di tahun 1898, Huge Erdmann mengambil nama Gas Mulia (Noble Gas) dari
bahasa Jerman Edelgas untuk menyatakan tingkat kereaktifan Gas Mulia yang sangat
rendah. Nama Noble dianalogikan dari Noble Metal (Logam Mulia), emas, yang
dihubungkan dengan kekayaan dan kemuliaan.
Para ahli zaman dahulu yakin bahwa unsur-unsur gas mulia benar-benar inert.
Pendapat ini dipatahkan, setelah pada tahun 1962, Neil Bartlett, seorang ahli kimia dari
Kanada berhasil membuat senyawa xenon, yaitu XePtF6. Sejak itu, berbagai senyawa

4
gas mulia berhasil dibuat. Dan akhirnya istilah untuk menyebut zat-zat telah berganti.
Yang awalnya disebut gas inert (lembam) telah berganti menjadi gas mulia yang berarti
stabil atau sukar bereaksi. Senyawa gas mulia yang ditemukan pertama kali adalah
XePtF6.
Kelimpahan di Alam
Semua unsur gas mulia terdapat di udara, kecuali radon yang merupakan unsur
radioaktif. Unsur gas mulia yang paling banyak terdapat di udara adalah argon yang
merupakan komponen ketiga terbanyak dalam udara setelah nitrogen dan
oksigen. Unsur-unsur Gas Mulia, kecuali Radon, melimpah jumlahnya karena terdapat
dalam udara bebas. Argon terdapat di udara bebas dengan kadar 0,93%, Neon 1,8×10-
3
%, Helium 5,2×10-4%, Kripton 1,1×10-4%, dan Xenon 8,7×10-6%. Helium adalah unsur
terbanyak jumlahnya di alam semesta karena Helium adalah salah satu unsur penyusun
bintang. Helium diperoleh dari sumur-sumur gas alam di Texas dan Kansas (Amerika
Serikat). Helium dapat terbentuk dari peluruhan zat radioaktif uranium dan thorium.
Udara mengandung gas Mulia (Ar, Ne, Xe, dan Kr) walaupun dalam jumlah yang
kecil, gas mulia di Industri di peroleh sebagai hasil samping dalam Industri pembuatan
gas nitrogen dan O2.

C. Sifat-sifat Gas Mulia

Sifat-Sifat Umum :
 Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.
 Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2
 Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom)

Gas mulia merupakan unsur gas pada suhu kamar dan mendidih hanya beberapa
derajat di atas titik cairnya. Jari-jari, titik leleh serta titik didih gasnya bertambah seiring
bertambahnya nomor atom. Sedangkan energi pengionnya berkurang.
Berikut merupakan beberapa sifat dari gas mulia.

Tabel 1. Sifat-sifat Gas Mulia


Gas Nomor Titik Leleh Titik Didih Energi Ionisasi Jari-jari Atom
Mulia Atom (˚C) (˚C) (kJ/mol) (Angstrom)
He 2 -272,2 -268,9 2738 0,50
Ne 10 -248,7 -245,9 2088 0,65
Ar 18 -189,2 -185,7 1520 0,95
Kr 36 -156,6 -152,3 1356 1,10
Xe 54 -111,9 -107,1 1170 1,30
Rn 86 -71 -62 1040 1,45

5
Dari tabel diatas dapat dilihat jari – jari atom yang kecil (dalam satu golongan,
semakin keatas semakin kecil) mempunyai energi ionisasi besar artinya elektronnya
sangat sukar dilepaskan, elektron terluar relatif lebih tertarik ke inti atom. Oleh sebab
itu, atom-atom gas mulia sangat sukar untuk bereaksi. Dari atas ke bawah jari – jari
atom makin besar, energi ionisasinya makin kecil atau makin mudah melepaskan
elektron, sehingga gas mulia dari atas ke bawah makin reaktif.
Kestabilan unsur-unsur golongan gas mulia dan semakin besarnya harga energi
ionisasi suatu atom menyebabkan unsur-unsur gas mulia sukar membentuk ion
(terionisasi), artinya sukar untuk melepas elektron agar berubah jadi ion positif. Selain
itu makin besar ukuran sebuah atom, makin mudah melepas elektron kulit terluarnya,
karena jaraknya makin jauh dari intinya yang bermuatan positif.
Kereaktifan gas mulia akan berbanding lurus dengan jari-jari atomnya, jadi
kereaktifan gas mulia akan bertambah dari He ke Rn hal ini disebabkan pertambahan
jari-jari atom yang mengakibatkan gaya tarik inti atom terhadap elektron kulit terluar
berkurang, sehingga lebih mudah melepaskan diri dan ditarik oleh atom lain. Tetapi gas
mulia adalah unsur yang tidak reaktif karena memiliki konfigurasi elektron yang sudah
stabil, hal ini didukung kenyataan bahwa gas mulia di alam selalu berada sebagai atom
tunggal atau monoatomik. Tetapi bukan berarti gas mulia tidak dapat bereaksi, hingga
sekarang gas mulia periode 3 ke atas (Ar, Kr, Xe, Rn) sudah dapat berreaksi dengan
unsur yang sangat elektronegatif seperti Flourin dan Oksigen. Sampai saat ini, senyawa
gas mulia yang sudah dapat bereaksi dengan zat lain adalah xenon dan kripton,
sedangkan helium, neon, dan argon masih sangat stabil.
Titik didih dan titik leleh unsur-unsur gas mulia lebih kecil dari pada suhu kamar
0
(25 C atau 298 K) sehinga seluruh unsur gas mulia berwujud gas. Karena kestabilan
unsur-unsur gas mulia, maka di alam berada dalam bentuk monoatomik.Titik leleh dan
titik didih unsur – unsur gas mulia perbedaannya sangat sedikit misalnya Neon meleleh
pada suhu -2490C dan mendidih pada suhu -2460C karena gaya tarik atom – atom gas
mulia sangat kecil.
Adapula hal penting yang menyebabkan gas mulia amat stabil yaitu konfigurasi
elektronnya. Elektron valensi gas mulia sudah memenuhi kaidah Duplet untuk He dan
kaidah Oktet untuk Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn. Konfigurasi elektron gas mulia (kecuali He)
berakhir pada ns2 np6. Konfigurasi tersebut merupakan konfigurasi elektron yang stabil,
sebab semua elektron pada kulitnya sudah berpasangan. Oleh sebab itu, tidak
memungkinkan terbentuknya ikatan kovalen dengan atom lain. Energi ionisasi yang
tinggi menyebabkan gas mulia sukar menjadi ion positif dan berarti sukar membentuk
senyawa secara ionik.

6
Berikut adalah konfigurasi elektron gas mulia

Tabel 2. Konfigurasi elektron gas mulia

Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron


He 2 1s2
Ne 10 [He] 2s2 2p6
Ar 18 [Ne] 3s2 3p6
Kr 36 [Ar] 4s2 3d10 4p6
Xe 54 [Kr] 5s2 4d10 5p6
Rn 86 [Xe] 6s2 5d10 6p6

Karena konfigurasi elektronnya yang stabil gas mulia juga biasa digunakan untuk
penyingkatan konfigurasi elektron bagi unsur lain.

contoh :
Br = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p5
menjadi
Br = [Ar] 4s2 3d10 4p5

Dua elektron dari He membuat subkulit s menjadi penuh dan unsur-unsur gas
mulia yang lain pada kulit terluarnya terdapat 8 elektron karena kulit terluarnya telah
penuh maka gas mulia bersifat stabil dan tidak reaktif. Jadi afinitas elektronnya
mendekati nol.

D. Pembuatan Gas Mulia

1. Gas Helium
Helium (He) ditemukan terdapat dalam gas alam di Amerika Serikat. Gas helium
mempunyai titik didih yang sangat rendah, yaitu -268,8˚C sehingga pemisahan gas
helium dari gas alam dilakukan dengan cara pendinginan sampai gas alam akan mencair
(sekitar -156˚C) dan gas helium terpisah dari gas alam.

2. Gas Argon, Neon, Kripton, dan Xenon


Udara mengandung gas mulia argon (Ar), neon (Ne), krypton (Kr), dan xenon
(Xe) walaupun dalam jumlah yang kecil. Gas mulia di industri diperoleh sebagai hasil
samping dalam industri pembuatan gas nitrogen dan gas oksigen dengan proses destilasi
udara cair.
Pada proses destilasi udara cair, udara kering (bebas uap air) didinginkan sehingga
terbentuk udara cair. Pada kolom pemisahan gas argon bercampur dengan banyak gas
oksigen dan sedikit gas nitrogen karena titik didih gas argon (-189,4˚C) tidak jauh beda
dengan titik didih gas oksigen (-182,8˚C). Untuk menghilangkan gas oksigen dilakukan

7
proses pembakaran secara katalitik dengan gas hidrogen, kemudian dikeringkan untuk
menghilangkan air yang terbentuk. Adapun untuk menghilangkan gas nitrogen,
dilakukan cara destilasi sehingga dihasilkan gas argon dengan kemurnian 99,999%. Gas
neon yang mempunyai titik didih rendah (-245,9˚C) akan terkumpul dalam kubah
kondensor sebagai gas yang tidak terkonsentrasi (tidak mencair).
Gas kripton (Tb = -153,2˚C) dan xenon (Tb = -108˚C) mempunyai titik didih yang
lebih tinggi dari gas oksigen sehingga akan terkumpul di dalam kolom oksigen cair di
dasar kolom destilasi utama. Dengan pengaturan suhu sesuai titik didih, maka masing-
masing gas akan terpisah.
Semua unsur gas mulia terdapat di udara, kecuali Radon(Rn) yang hanya terdapat
sebagai isotop radioaktif berumur pendek, yang diperoleh dari peluruhan radio aktif
atom radium.
Unsur radon (Rn) yang merupakan
88
Ra226 → 86Rn222 + 2He4

E. Pembentukan Senyawa Pada Gas Mulia

Gas Mulia adalah gas yang sudah memiliki 8 elektron valensi dan memiliki
kestabilan yang tinggi. Tetapi gas mulia pun masih dapat bereaksi dengan atom lain.
Karena sebenarnya tidak semua sub kuit pada gas mulia terisi penuh.
Contoh:
Ar : [Ne] 3s2 3p6
Sebenarnya atom Ar masih memiliki 1 Sub kulit yang masih kosong yaitu sub kulit d
jadi
Ar : [Ne] 3s2 3p6 3d0
jadi masih bisa diisi oleh atom-atom lain.
Sampai dengan tahun 1962, para ahli masih yakin bahwa unsur-unsur gas mulia
tidak bereaksi. Kemudian seorang ahli kimia kanada bernama Neil Bartlet berhasil
membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas mulia dan unsur lain, yaitu XePtF6.
Keberhasilan ini didasarkan pada reaksi:
PtF6 + O2 → (O2)+ (PtF6)-
PtF6 ini bersifat oksidator kuat. Molekul oksigen memiliki harga energi ionisasi
1165 kJ/mol, harga energi ionisasi ini mendekati harga energi ionisasi unsur gas mulia
Xe = 1170 kJ/mol.
Atas dasar data tersebut, maka untuk pertama kalinya Bartlet mencoba
mereaksikan Xe dengan PtF6 dan ternyata menghasilkan senyawa yang stabil sesuai
dengan persamaan reaksi:
Xe + PtF6 → Xe+(PtF6)-
Setelah berhasil membentuk senyawa XePtF6, maka gugurlah anggapan bahwa
gas mulia tidak dapat bereaksi. Kemudian para ahli lainnya mencoba melakukan

8
penelitian dengan mereaksikan xenon dengan zat-zat oksidator kuat, diantaranya
langsung dengan gas flourin dan menghasilkan senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6.
Reaksi gas mulia lainnya, yaitu krypton menghasilkan senyawa KrF2. Radon dapat
bereaksi langsung dengan F2 dan menghasilkan RnF2. Hanya saja senyawa KrF2 dan
RnF2bersifat (tidak stabil).
Tabel 3. Beberapa senyawaan Xenon
Tingkat Senyawaan Bentuk Titik Didih Struktur Tanda-tanda
Oksidasi (˚C)
II XeF2 Kristal tak 129 Linear Terhidrolisis menjadi
berwarna Xe + O2; sangat larut
dalam HF
Kristal tak 117
IV XeF4 Segi-4
berwarna Stabil
VI XeF6 Kristal tak 49,6 Oktahedral Stabil
berwarna terdistorsi
Padatan Archim.
Cs2XeF8 Stabil pada 400˚
kuning Antiprisma
XeOF4 Cairan tak Piramid
berwarna -46 segi-4 Stabil
XeO3
Piramidal Mudah meledak,
Kristal tak
berwarna higroskopik; stabil
dalam larutan
VIII XeO4 Gas tak Tetrahedral Mudah meledak
berwarna
Garam tak
XeO6 4- Oktahedral Anion- anion HXeO63-,
berwarna H2XeO62-, H3XeO6-
ada juga

Senyawa gas mulia He dan Ne sampai saat ini belum dapat dibuat mungkin karena
tingkat kestabilannya yang sangat besar. Gas-gas ini pun sangat sedikit kandungannya
di bumi. dalam udara kering maka akan ditemukan kandungan gas mulia sebagai berikut
: Helium = 0,00052 %; Neon = 0,00182 %; Argon = 0,934 %; Kripton = 0,00011 %;
Xenon = 0,000008; Radon = Radioaktif*

9
Tabel 4. contoh Reaksi dan cara pereaksian pada gas mulia

Gas Mulia Reaksi Nama senyawa yang Cara pereaksian


terbentuk
Ar(Argon) Ar(s) + HF → HArF Argonhidroflourida Senyawa ini dihasilkan
oleh fotolisis dan matriks
Ar padat dan stabil pada
suhu rendah
Kr(Kripton) Kr(s) + F2 (s) → KrF2 (s) Kripton flourida Reaksi ini dihasilkan
dengan cara
mendinginkan Kr dan
F2pada suhu -1960C lalu
diberi loncatan muatan
listrik atau sinar X
Xe(g) + F2(g) → XeF2(s) XeF2 dan XeF4 dapat
diperoleh dari pemanasan
Xe(g) + 2F2(g) → XeF4(s) Xenon flourida Xe dan F2pada tekanan 6
atm, jika jumlah peraksi
Xe(g) + 3F2(g)→ XeF6(s) F2 lebih besar maka akan
diperoleh XeF6
XeF6(s) + 3H2O(l) → Xenon oksida XeO4 dibuat dari reaksi
Xe(Xenon)
XeO3(s) +6HF(aq) disproporsionasi(reaksi
6XeF4(s) + 12H2O(l) → dimana unsur pereaksi
2XeO3(s) + 4Xe(g) + yang sama sebagian
3O(2)(g) + 24HF(aq) teroksidasi dan sebagian
lagi tereduksi) yang
kompleks dari larutan
XeO3 yang bersifat
alkain
Rn(Radon) Rn(g) + F2(g) → RnF Radon flourida Bereaksi secara spontan.

Fluorida XeF2, XeF4, dan XeF6 diperoleh dengan mereaksikan xenon dengan
flouor dalam kuantitas yang makin bertambah. Dalam senyawa-senyawa ini, xenon
mempunyai bilangan oksidasi genap +2, +4, dan +6, yang khas bagi kebanyakan
senyawaan xenon. Fluorida-fluorida adalah lahan permulaan untuk mensintesis
senyawaan xenon lainnya.
Satu-satunya produk yang diperoleh bila krypton bereaksi dengan fluor adalah
difluoridanya, KrF2. Tak dikenal lain-lain keadaan oksidasi selain +2. Dari kira-kira
selusin senyawaan krypton yang dikenal, semuanya merupakan garam kompleks yang
diturunkan dari KrF2. Karena radon bersifat radioaktif dan mempunyai waktu paruh
empat hari, kekimiawiannya sukar dipelajari. Namun, eksistensi radon fluorida, baik
yang mudah menguap maupun yang tak mudah menguap, telah didemonstrasikan.

10
F. Kegunaan Gas Mulia

1) Helium
Helium merupakan zat yang ringan dan tidak mudah terbakar, Helium biasa
digunakan untuk mengisi balon udara, dan helium yang tidak reaktif digunakan
untuk mengganti nitrogen untuk membuat udara buatan yang dipakai dalam
penyelaman dasar laut. Para penyelam bekerja pada tekanan tinggi. Jika
digunakan campuran nitrogen dan oksigen untuk membuat udara buatan,
nitrogen yang terisap mudah terlarut dalam darah dan dapat menimbulkan
halusinasi pada penyelam. Oleh para penyelam, keadaan ini disebut “pesona
bawah laut”. Ketika penyelam kembali ke permukaan, (tekanan atmosfer) gas
nitrogen keluar dari darah dengan cepat. Terbentuknya gelembung gas dalam
darah dapat menimbulkan rasa sakit atau kematian. Helium yang berwujud cair
juga dapat digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang
sangat rendah.
2) Neon
Neon biasanya digunakan untuk pengisi bola lampu neon. Selain itu juga neon
dapat digunakan untuk berbagi macam hal seperti indicator tegangan tinggi, zat
pendingin, penangkal petir, dan mengisi tabung televisi.
3) Argon
Argon digunakan dalam las titanium pada pembuatan pesawat terbang atau
roket. Argon juga digunakan dalam las stainless steel dan sebagai pengisi bola
lampu pijar karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten) yang panas.
4) Kripton
Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan
rendah. Krypton juga digunakan dalam lampu kilat untuk fotografi kecepatan
tinggi.
5) Xenon
Xenon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh
bakteri) dan pembuatan tabung elektron.
6) Radon
Radon dapat digunakan dalam terapi kanker karena bersifat radioaktif. Namun
demikian, jika radon terhisap dalam jumlah banyak, malah akan menimbulkan
kanker paru-paru. Radon juga dapat berperan sebagai sistem peringatan gempa,
karena bila lempengan bumi bergerak kadar radon akan berubah sehingga bisa
diketahui bila adanya gempa dari perubahan kadar radon.

G. Proses Ekstraksi Gas Mulia

Di alam, gas mulia berada dalam bentuk monoatomik karena bersifat tidak reaktif.
Oleh karena itu, ekstraksi gas mulia umumnya menggunakan pemisahan secara fisis.
Pengecualian adalah radon yang diperoleh dari peluruhan unsure radioaktif.

11
1. Ektraksi Helium dari Gas Alam
Gas alam mengandung hidrokarbon dan zat seperti CO2 uap air, He dan pengotor
lainnya. Untuk mengekstraksi He dari gas alam, digunakan proses pengembunan. Pada
tahap awal, CO2 dan uap air terlebih dahulu dipisahkan (hal ini karena pada proses
pengembunan, CO2 dan uap air dapat membentuk padatan yang menyebabkan
peyumbatan pipa). Kemudian gas alam diembunkan pada suhu dibawah suhu
pengembunan hidrokarbon tetapi diatas suhu pengembunan He dengan demikian, di
peroleh produk berupa campuran gas yang mengandung ~50% He, N2, dan pengotor
lainnya. Selanjutnya, He di murnikan dengan proses antara lain :

- proses kriogenik (menghasilkan dingin)


Campran gas diberi tekanan, lalu didinginkan dengan cepat agar N2 mengembun
sehingga dapat dipisahkan. Sisa campuran dilewatkan melalui arang teraktivasi yang
akan menyerap pengotor sehingga di peroleh He yang sangat murni.

- proses adsorpsi
Campuran gas dilewatkan melalui bahan penyerap yang secara selektif menerap
pengotor. Proses ini mennghasilkan He dengan kemurnian 99,997% atau lebih

2. Ekstraksi He, Ne, Ar, Kr dan Xe dari udara


Proses yang digunakan disebut teknologi pemisahan udara. Pada tahap awal,
CO2 dan uap air dipisahkan terlebuh dahulu. Kemudian, udara di embunkan dengan
pemberian tekanan ~200 atm di ikuti pendinginan cepat. Sebagian besar udara akan
membentuk fase cair dengan kandungan gas mulia yang lebih banyak, yakni ~60% gas
mulia (Ar, Kr, Xe) dan sisanya ~30% O2 dan 10% N2. Sisa udara yang mengandung He
dan Ne tidak mengembun karena titik didih kedua gas tersebut sangat rendah.

Selanjutnya, Ar, Kr dan Xe dalam udara cair dipisahkan menggunakan proses,


antara lain :
- proses adsorpsi.
Pertama, O2 dan N2 dipisahkan terlebih dahulu menggunakan reaksi kimia. O2 di
reaksikan dengan Cu panas. Lalu N2 direaksikan dengan Mg. sisa campuran (Ar, Xe dan
Kr) kemudian akan di adsorpsi oleh arang teraktivasi. Sewaktu arang dipanaskan
perlahan, pada kisaran suhu tertentu setiap gas akan terdesorpsi atau keluar dari arang.
Ar di peroleh pada suhu sekitar -80˚C, sementara Kr dan Xe pada suhu yang lebih
tinggi.

- Proses distilasi fraksional.


Proses ini menggunakan kolom distilasi fraksional bertekanan tinggi. Prinsip pemisahan
adalah perbedaan titk didih zat. Karena titik didih N2 paling rendah, maka N2 lebih dulu
dipisahkan. Selanjutnya Ar dan O2 dipisahkan. Fraksi berkadar 10% Ar ini lalu
dilewatkan melalui kolom distilasi terpisah di mana diperoleh Ar dengan kemurnian

12
~98% (Ar dengan kemurnian 99,9995% masih dapat diperoleh dengan proses lebih
lanjut). Sisa gas, yakni He dan Kr, dipisahkan pada tahapan distilasi selanjutnya.

3. Ekstraksi Rn dari Peluruhan Unsur Radioaktif


Radon diperoleh dari peluruhan panjang unsur radioaktif U-238 dan peluruhan
langsung Ra-226. Rn bersifat radioaktif dan mempunyai waktu paro yang pendek yakni
3,8 hari sehingga cenderung cepat meluruh menjadi unsure lain. Radon belum
diproduksi secara komersial.

13
BAB III

UNSUR UNSUR GAS MULIA

A. Helium

Helium (He) adalah unsur kimia yang tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak
beracun, hampir inert, monatomik, dan merupakan unsur pertama pada seri gas mulia
dalam tabel periodik dan memiliki nomor atom 2. Titik didih dan titik leburnya
merupakan yang terendah dari unsur-unsur lain dan ia hanya ada dalam bentuk gas
kecuali dalam kondisi "ekstrem". Kondisi ekstrem juga diperlukan untuk menciptakan
sedikit senyawa helium, yang semuanya tidak stabil pada suhu dan tekanan standar.
Helium memiliki isotop stabil kedua yang langka yang disebut helium-3. Sifat dari
cairan varitas helium-4; helium I dan helium II; penting bagi para periset yang
mempelajari mekanika kuantum (khususnya dalam fenomena superfluiditas) dan bagi
mereka yang mencari efek mendekati suhu nol absolut yang dimiliki benda (seperti
superkonduktivitas).
Dalam Jagad Raya modern hampir seluruh helium baru diciptakan dalam proses fusi
nuklir hidrogen di dalam bintang. Di Bumi, unsur ini diciptakan oleh peluruhan
radioaktif dari unsur yang lebih berat (partikel alfa adalah nukleus helium). Setelah
penciptaannya, sebagian darinya terkandung di udara (gas alami) dalam konsentrasi
sampai 7% volume. Helium dimurnikan dari udara oleh proses pemisahan suhu rendah
yang disebut distilasi fraksional. Pada 1868, astronom Prancis Pierre Janssen
mendeteksi pertama kali helium sebagai signatur garis spektral kuning yang tak
diketahui dari cahaya dari gerhana matahari. Sejak itu kandungan helium besar banyak
ditemukan di ladang gas alam di Amerika Serikat, yang merupakan penyedia gas
terbesar.
Helium memiliki titik lebur paling rendah di antara unsur-unsur dan banyak
digunakan dalam riset suhu rendah (cyrogenic) karena titik leburnya dekat dengan 0
derajat Kelvin. Juga, unsur ini sangat vital untuk penelitian superkonduktor.
Dengan menggunakan helium cair, Kurti dkk. beserta yang lainnya telah berhasil
mencapai suhu beberapa mikrokelvin dengan proses adiabatic demagnitization nukleus
tembaga.
Helium memiliki sifat-sifat unik lainnya, yaitu sebagai satu-satunya benda cair yang
tidak bisa diubah bentuknya menjadi benda padat hanya dengan menurunkan suhu.
Unsur ini tetap dalam bentuknya yang cair sampai 0 derajat Kelvin pada tekanan
normal, tetapi akan segera berbentuk padat jika tekanan udara dinaikkan. 3He dan 4He
dalam bentuk padat sangat menarik karena keduanya dapat berubah volume sampai
30% dengan cara memberikan tekanan udara.
Specifikasi panas helium sangat tinggi. Berat jenis gas helium pada titik didih
normal juga sangat tinggi. Molekul-molekul gasnya mengembang dengan cepat ketika
dipanaskan ke suhu ruangan. Sebuah bejana yang diisi dengan gas helium pada 5 dan 10

14
Kelvin harus diperlakukan seakan-akan berisikan helium cair karena perubahan tekanan
yang tinggi yang berasal dari pemanasan gas ke suhu ruangan.
Secara normal, helium memiliki 0 valensi, tapi ia juga memiliki tendensi untuk
menggabungkan diri dengan unsur-unsur lainnya. Cara membuat helium difluorida telah
dipelajari dan senyawa HeNe dan ion-ion He+ dan He+ + juga telah diteliti.
Ada 7 isotop helium yang diketahui: helium cair (He-4) yang muncul dalam dua
bentuk: He-4I dan He-4II dengan titik transisi pada 2.174K. He-4I (di atas suhu ini)
adalah cair, tetapi He-4II (di bawah suhu tersebut) sangat berbeda dari bahan-bahan
kimia lainnya. Helium mengembang ketika didinginkan, konduktivitas kalornya sangat
tinggi, dan konduksi panas atau viskositasnya tidak menuruti peraturan-peraturan
biasanya.

Keterangan umum Helium

 Nama, Lambang, Nomor atom : helium, He, 2


 Deret kimia : gas mulia
 Golongan, Periode, Blok : 18, 1, s
 Penampilan : tak berwarna
 Massa atom : 4,002602(2) g/mol
 Konfigurasi elektron : 1s2
 Jumlah elektron tiap kulit :2
 Fase : gas
 Massa jenis : (0 °C; 101,325 kPa) 0,1786 g/L
 Titik lebur : (pada 2,5 MPa) 0,95 K(-272,2 °C, -458,0 °F)
 Titik didih : 4,22 K (-268,93 °C, -452,07 °F)
 Kalor peleburan : 0,0138 kJ/mol
 Kalor penguapan : 0,0829 kJ/mol
 Kapasitas kalor : (25 °C) 20,786 J/(mol·K)
 Struktur kristal : heksagonal atau bcc
 Energi ionisasi : pertama: 2372,3 kJ/mol. kedua: 5250,5 kJ/mol
 Jari-jari atom (terhitung) : 31 pm
 Jari-jari kovalen : 32 pm
 Jari-jari Van der Waals : 140 pm
 Konduktivitas termal : (300 K) 151,3 mW/(m·K)
 Isotop : iso NA waktu paruh DM DE
 (MeV) DP : 3He 0,000137%*
He stabil dengan 1 neutron
4He 99,999863%* He stabil dengan 2 neutron

Pemanfaatan Helium-3
Jika suatu saat manusia benar-benar berhasil membangun koloni di Bulan, sumber
energi adalah salah satu masalah yang harus terpenuhi. Para ilmuwan dari badan
antariksa berbagai negara tengah menyiapkan bahan bakar yang diambil dari bahan
galian di perut Bulan. Bahan bakar yang dimaksud adalah helium-3, salah satu isotop
unsur gas. Helium-3 secara teori dapat dipakai sebagai bahan baku pembangkit listrik

15
tenaga nuklir. Proses konversi menjadi listrik bahkan lebih ramah lingkungan daripada
reaktor nuklir di Bumi karena hanya menghasilkan sedikit limbah.
Penggunaan Helium-3 berbeda dengan Uranium. Pembangkit listrik tenaga nuklir
yang menggunakan uranium dilakukan melalui reaksi fisi, di mana inti atom dibelah-
belah menjadi lebih kecil untuk melepaskan energi. Sementara Helium-3 dapat dipakai
alam reaksi fusi di mana, inti atom-atomnya yang bertabrakan membentuk inti atom
baru lebih besar dan melepaskan energi.
"Ia merupakan sumber energi yang lebih bersih dan aman daripada bahan bakar
nuklir," ujar Gerald Kulcinski, direktur Institut Teknolog Fusion di Universitas
Winconsin, Madison, AS. Sekitar 40 ton Helium-3 cukup untuk memasok kebutuhan
energi di seluruh AS selama setahun.
Helium-3 sangat jarang ditemukan di Bumi namun banyak terkandung dalam tanah
Bulan. Sejumlah negara yang telah memulai program eksplorasi Bulan seperti China,
Rusia, dan India menjadikan Helium-3 sebagai target sumber energi masa depan untuk
program ruang angkasanya.
Namun, membangun reaktor fusi lebih sulit daripada reaksi fisi karena menbutuhkan
energi awal yang sangat besar. Belum ada satu pun reaktor fusi yang beroperasi di
Bumi. Baru satu prototip yang tengah dibangun, yakni fasilitas yang diberi nama ITER
(International Thermonuclear Experimental Reactor) di Cadarache, Perancis. Reaktor
percobaan tersebut baru akan beroperasi mulai 2016 dan mulai menghasilkan energi 20
tahun kemudian. bahan baku yang digunakan di sana bukan Helium-3 melainkan
deuterium dan tritium.

B. Neon

Neon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan
nomor atom 10. Neon termasuk kelompok gas mulia
yang tak berwarna dan lembam (inert). Zat ini memberikan pendar khas kemerahan
jika digunakan di tabung hampa (vacuum discharge tube) dan lampu neon. Sifat ini
membuat neon terutama dipergunakan sebagai bahan pembuatan lampu-lampu dan
tanda iklan.

16
Keterangan umum neon

Nama, Lambang, Nomor atom : neon, Ne, 10


Deret kimia : gas mulia
Golongan, Periode, Blok : 18, 2, p
Penampilan : tak berwarna
Massa atom : 20.1797(6) g/mol
Konfigurasi elektron : 1s2 2s2 2p6
Jumlah elektron tiap kulit : 2, 8
Fase : gas
Massa jenis : (0 °C; 101,325 kPa) 0.9002 g/L
Titik lebur : 24.56 K (-248.59 °C, -415.46 °F)
Titik didih : 27.07 K (-246.08 °C, -410.94 °F)
Titik tripel : 24.5561[1] K, 43 kPa[2]
Titik kritis : 44.4 K, 2.76 MPa
Kalor peleburan : 0.335 kJ/mol
Kalor penguapan : 1.71 kJ/mol
Kapasitas kalor : (25 °C) 20.786 J/(mol·K)
Struktur Kristal : kubus pusat badan
Bilangan oksidasi : tak ada data
Energi ionisasi(detil) : ke-1: 2080.7 kJ/mol
ke-2: 3952.3 kJ/mol
ke-3: 6122 kJ/mol
Jari-jari atom (terhitung) : 38 pm
Jari-jari kovalen : 69 pm
Jari-jari Van der Waals : 154 pm
Sifat magnetic : nirmagnetik
Konduktivitas termal : (300 K) 49.1 mW/(m·K)
Kecepatan suara : (gas, 0 °C) 435 m/s
Nomor CAS : 7440-01-9
Isotop : 20Ne 90.48% Ne stabil dengan 10 neutron
21Ne 0.27% Ne stabil dengan 11 neutron
22Ne 9.25% Ne stabil dengan 12 neutron

C. Argon

Argon adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ar dan nomor
atom 18. Asal nama Argon adalah yang malas, tidak aktif, diambil dari bahasa yunani
yang juga merupakan ciri-ciri dari argon yang susah untuk beraksi. Gas mulia ke-3, di
periode 8, argon

Metode Cavendish untuk mengisolasi Argon.


Gas-gas diletakkan di test-tube (A) yang diberdirikan di atas alkali lemah dalam jumlah
yang besar (B), dan arus dialirkan di kawat diisolasi oleh tube kaca yang berbentuk U
(CC) yang melewati cairan dan memutari mulut dari test-tube. Ujung dari Platinum
dalam (DD) dari kabel itu mendapat arus dari batere dari lima sel Grove dan gulungan

17
Ruhmkorff berukuran sedang. Argon juga digunakan untuk pemadam api khusus untuk
menghindari kerusakan peralatan. Argon digunakan karena argon merupakan salah satu
gas mulia yang paling murah.

Keterangan umum argon

Nama, Lambang, Nomor atom : argon, Ar, 18


Deret kimia : gas mulia
Golongan, Periode, Blok : 18, 3, p
Penampilan : tak berwarna
Massa atom : 39,948(1) g/mol
Konfigurasi elektron : [Ne] 3s2 3p6
Jumlah elektron tiap kulit : 2, 8, 8
Fase : gas
Massa jenis : (0 °C; 101,325 kPa) 1,784 g/L
Titik lebur : 83,80 K (-189,35 °C, -308,83 °F)
Titik didih : 87,30 K (-185,85 °C, -302,53 °F)
Kalor peleburan : 1,18 kJ/mol
Kalor penguapan : 6,43 kJ/mol
Kapasitas kalor : 25 °C) 20,786 J/(mol·K)
Struktur Kristal : kubus pusat muka
Bilangan oksidasi :0
Elektronegativitas data : tak tersedia (skala Pauling)
Energi ionisasi : pertama 1520,6 kJ/mol
ke-2: 2665,8 kJ/mol
ke-3: 3931 kJ/mol
Jari-jari atom : 71 pm
Jari-jari atom (terhitung) : 71 pm
Jari-jari kovalen : 97 pm
Jari-jari Van der Waals : 188 pm
Sifat magnetik : nonmagnetik
Konduktivitas termal : (300 K) 17,72 mW/(m·K)
Kecepatan suara : (gas, 27 °C) 323 m/s

D. Kripton

Kripton adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Kr
dan nomor atom 36. Kripton , seperti gas mulia lainnya, dapat digunakan di fotografi.
Cahaya kripton mempunyai banyak garis-garis spektral, satuan resmi meter di dapat dari
panjabng satu garis spektral jingga-merah dari kripton-86.
Kripton juga merupakan salah satu produk dari pembelahan uranium. Kripton
ditemukan oleh Sir William Ramsay dan Morris Travers di residu yang tersisa dari
penguapan hampir semua komponen di udara. William Ramsay dihadiahi nobel kimia
pada 1904 untuk penemuan beberapa gas mulia, termasuk kripton. Konsentrasi kripton
di atmosfer bumi yaitu sekitar 1 ppm. Ia dapat diekstrak dari udara cair melalui

18
penyulingan sebagian. Kripton berguna dalam flash pemotretan berkecepatan tinggi.
Gas kripton jugadicampurkan dengan gas lain untuk membuat plang bersinar yang
berwarna hijau kekuningan .
Kripton dicampur dengan Argon sebagai gas pengisi lampu fluorescent hemat
energi. Ini menggurangi tegangan dan daya yang dipakai.. Sayangnya, ini juga
mengurangi terangnya lampu dan menambah harganya. Harga kripton 100 kali harga
argon. Kripton mempunyai peran pentind dalam membuat dan penggunaan laser kripton
florida. Laser ini penting dalam penelitian energi fusi nuklir di eksperiman perbatasan.
Laser itu memiliki keseragaman sinar yang tinggi, panjang gelombang yang pendek.
sinar laser Kripton juga sering digunakan di lampu disko dan pengobatan mata.

Keterangan umum kripton

Nama, Lambang, Nomor atom : krypton, Kr, 36


Deret kimia : gas mulia
Golongan, Periode, Blok : 18, 4, p
Penampilan : tak berwarna
Massa atom : 8(2) g/mol
Konfigurasi elektron : [Ar] 3d10 4s2 4p6
Jumlah elektron tiap kulit : 2, 8, 18, 8
Fase : gas
Massa jenis : (0 °C; 101,325 kPa) 3.749 g/L
Titik lebur : 115.79 K (-157.36 °C, -251.25 °F)
Titik didih : 119.93 K (-153.22 °C, -243.8 °F)
Titik kritis : 209.41 K, 5.50 MPa
Kalor peleburan : 1.64 kJ/mol
Kalor penguapan : 9.08 kJ/mol
Kapasitas kalor : (25 °C) 20.786 J/(mol·K)
Struktur Kristal : cubic face centered
Bilangan oksidasi :2
Elektronegativitas : 3.00 (skala Pauling)
Energi ionisasi (detil) : ke-1: 1350.8 kJ/mol
: ke-2: 2350.4 kJ/mol
: ke-3: 3565 kJ/mol
Jari-jari atom (terhitung) : 88 pm
Jari-jari kovalen : 110 pm
Jari-jari Van der Waals : 202 pm
Sifat magnetik : nonmagnetik
Konduktivitas termal : (300 K) 9.43 mW/(m·K)
Kecepatan suara : (gas, 23 °C) 220 m/s
Kecepatan suara : (liquid) 1120 m/s
Nomor CAS : 7439-90-9

19
E. Xenon

Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa atom
relatif 131,29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak ada rasanya. Xenon
diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk mengisi lampu sorot,
dan lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik gelembung yang dipergunakan
oleh ahli fisika untuk mempelajari partikel sub-atom.
Xenon digunakan di alat penghasil cahaya yang disebut xenon flash lamps, yang
digunakan di lampu sorot fotografi dan lampu stroboscopic untuk mengeksitasi medium
yang aktif di laser which yang kemudian menghasilkan cahaya koheren. dan digunakan
juga di lampu bakterisidal. Xenon juga diketahui merupakan gas mulia pertama yang
berhasil dibuat senyawanya, yaitu Xe[PtF6] atau Xenon hexafluoroplatinate. Laser
berkedudukan pertama, ditemukan pada 1960 dipompa oleh lampu flash xenon, dan
laser digunakan untuk menyalakan batas inerti fusi juga dipompa oleh lampu sorot
xenon.
Xenon juga digunakan untuk fotografi bawah laut Lampu lengkung xenon untuk
fotografi bawah laut menghasilkan sinar dengan intesitas konstan 5,600 a.u. (1 a.u.=10-
8
cm.). Dengan Kamera 16mm yang tahan air dipasang di ujung depan torpedo. tren
yang paling signifikan adalah desain dan keadaan peralatan spesial ini untuk para
amatir . Lampu lengkung xenon juga terbukti dapat mencegah kebutaan dari diabetis
retinopati. Prosesnya adalah menghancurkan pembuluh darah di mata yang telah
membuat perdarahan di vitreous dan seiring waktu, pembuluh darah baru akan
menggantikannya

Keterangan umum xenon

Nama, Lambang, Nomor atom : xenon, Xe, 54


Deret kimia : gas mulia
Golongan, Periode, Blok : 18, 5, p
Penampilan : berwarna
Massa atom : 131.293(6) g·mol−1
Konfigurasi elektron : [Kr] 5s2 4d10 5p6
Jumlah elektron tiap kulit : 2, 8, 18, 18, 8
Fase : gas
Massa jenis : (0 °C, 101.325 kPa) 5.894 g/L
Titik lebur : 161.4 K (−111.7 °C, −169.1 °F)
Titik didih : 165.03 K (−108.12 °C, −162.62 °F)
Titik kritis : 289.77 K, 5.841 MPa

F. Radon

Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn
dan nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif.
Radon terbentuk dari penguraian radium. Radon juga gas yang paling berat dan

20
berbahaya bagi kesehatan. Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,8 hari dan digunakan
dalam radioterapi. Radon dapat menyebabkan kanker paru paru, dan bertanggung jawab
atas 20.000 kematian di Uni Eropa setiap tahunnya.
Radon tidak mudah bereaksi secara kimia, tetapi beradioaktif, radon juga adalah gas
alami (senyawa gas terberat adalah tungsten heksaflorida, WF6). Pada suhu dan tekanan
ruang, radon tidak berwarna tetapi apabila didinginkan hingga membeku, radon akan
berwarna kuning, sedang kan radon cair berwarna merah jingga.
Penumpukan gas Radon secara alamiah di atsmosfir bumi terjadi amat perlahan
sehingga air yang menyentuh udara bebas terus kehilangan Radon karena proses
“Volatilisasi. Air bawah tanah mempunyai kandungan Radon lebih tinggi di bandingkan
air permukaan.
Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik.
Radon tersebut di peroleh dengan pemompaan dari sumber Radium dan disimpan
daloam tabung kecil yang disebut ‘’benih’’ atau ‘’jarum’’. Radon sudah jarang di
gunakan lagi namun, mengingat rumah sakit sekarang bisa mendapatkan benih dari
‘’supplier’’ yang menghasilkan benih dengan tingkat peluruhan yang dikehendaki.
biasanya digunakan kobalt dan caesium yang tahan selama beberapa tahun, sehingga
lebih praktis ditinjau dari segi logistik. Karena peluruhannya yang cukup cepat. radon
juga digunakan dalam penyelidikan hidrologi yang mengkaji interaksi antara air bawah
tanah, anak sungai dan sungai. Peningkatan radon dalam anak sungai atau sungai
merupakan petunjuk penting bahwa terdapat sumber air bawah tanah
Nama radon berasal dari radium. Radon ditemukan pada tahun 1900 oleh Friedrich
Ernst Dorn, yang menggelarnya sebagai pancaran radium. Pada tahun 1908 William
Ramsay dan Robert Whytlaw-Gray, yang menamakannya niton (dari bahasa latin nitens
berarrti "yang berkilauan"; simbol Nt), mengisolasinya, menenentukan kepadatannya
dan mereka menemukan bahwa Radon adalah gas paling berat pada masa itu (dan
sampai sekarang). Semenjak 1923 unsur 87 ini disebut Radon.
Rata rata, terdapat satu molekul radon dalam 1 x 1021 molekul udara. Radon dapat
di temukan di beberapa mata air dan mata air panas. Kota Misasa, Jepang, terkenal
karena mata airnya yang kaya dengan radium yang menghasilkan radon.
Radon dibebaskan dari tanah secara alamiah, apalagi di kawasan bertanah di Granit.
Radon juga mungkin dapat berkumpul di ruang bawah tanah dan tempat tinggal
(Namun ini juga bergantung bagaimana rumah itu di rawat dan ventilasinya) Uni Eropa
mennentukan bahwa batas aman kandungan radon adalah 400 Bq/[[meter]3 untuk
rumah lama, dan 200 Bq/m3 untuk rumah baru. ‘’Environmental Protection Agency’’
Amerika mennyarankan untuk melakukan tindakan segera bagi semua rumah dengan
kepekatan Radon melebihi 148 Bq/m3 (diukur sebagai4 pCi/L). Hampir satu rumah
setiap 15 di A.S. mempunyai kadar radon yang tinggi menurut statistik (U.S. Surgeon
General) dan EPA mencadangkan agar semua rumah diuji bagi radon. Sejak 1985 di
Amerika, jutaan rumah telah diuji kandungan radonnya.
Pengujian menunjukkan bahwa flor dapat bereaksi dengan radon dan membentuk
senyawa radon florida. Senyawa radon klathrat juga pernah di temukan.

21
Diketahui ada dua puluh Isotop radon yang diketahui. Yang paling stabil adalah Rn-
222 yang merupakan produk sampingan dari peluruhan radium-236, Rn-222
mempunyai waktu parah 3,823 hari (330.307,2 detik) dan memancarkan partikel alpha.
Rn-220 adalah produk sampingan dari peluruhan thorium dan disebut thoron. Waktu
paruhnya 55.6 dan juga memancarkan sinar Alfa. Radon-219 diturunkan dari actinium.
Radon adalah gas karsinogen. Radon adalah bahan beradioaktif dan harus ditangai
secara hati-hati. Adalah sangat berbahaya untuk menghirup unsur ini karena Radon
menghasilkan partikel alpha.
Radon juga menghasilkan hasil peluruhan berbentuk padat, dan akibatnya,
cenderung membentuk debu halus yang mudah memasuki jalur udara dan melekat
permanen dalam jaringan paru-paru, menghasilkan paparan lokal yang parah. Ruang di
mana radium, aktinium, atau thorium disimpan perlu diangin-anginkan dengan baik
agar tidak terakumulasi dalam udara. Akumulasi radon berpontensi mengancam
kesehatan dalam tambang uranium dan timah hitam. Pengumpulan radon dalam rumah
juga merupakan suatu penemuan yang cukup baru dan kebanyakan penyakit kanker
paru-paru dikaitkan dengan pengumpulan radon setiap tahun. Radon dalam rumah
dianggarkan menyebabkan kematian akibat kanker paru-paru sekitar 21,000 orang
setiap tahun di U.S. Radon adalah penyebab utama kanker paru-paru di U.S. hari ini.

Keterangan umum radon

Nama, Lambang, Nomor atom : radon, Rn, 86


Deret kimia : gas mulia
Golongan, Periode, Blok : Blok 18, 6, p
Penampilan : tak berwarna
Massa atom : (222) g/mol
Konfigurasi electron : [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p6
Jumlah elektron tiap kulit : 2, 8, 18, 32, 18, 8
Fase : gas
Titik lebur : 202 K (-71 °C, -96 °F)
Titik didih : 211,3 K (-61,7 °C, -79,1 °F)
Kalor peleburan : 3,247 kJ/mol
Kalor penguapan : 18,10 kJ/mol
Kapasitas kalor : (25 °C) 20,786 J/(mol·K)
Struktur Kristal : kubus pusat muka
Bilangan oksidasi :0
Elektronegativitas data : tidak tersedia (skala Pauling)
Energi ionisasi : pertama: 1037 kJ/mol
Jari-jari atom (terhitung) : 120 pm
Jari-jari kovalen : 145 pm
Sifat magnetik : nonmagnetik
Konduktivitas termal : (300 K) 3,61 mW/(m·K)

22
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang memiliki
kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk
monoatomik karena sifat stabilnya. Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat
stabil, berfasa gas pada suhu ruang dan bersifat inert (sukar bereaksi dengan unsur
lain). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia.
Gas mulia adalah grup elemen kimia dengan sifat-sifat yang sama: di kondisi
standar, mereka semua tidak berbau, tidak berwarna, dan monoatomik dengan
reaktivitas yang sangat rendah. Mereka ditempatkan di grup 18 (8A) dari tebel periodik
(sebelumnya dikenal dengan grup 0), yaitu helium (He), neon (Ne), argon (Ar), krypton
(Kr), xenon (Xe), dan radon yang bersifat radioaktif (Rn).
Sifat-sifat gas mulia bisa dijelaskan dengan baik dengan teori modern tentang
struktur atom: valensi elektron kulit luar mereka dianggap "penuh", memberi mereka
sedikit sekali kesempatan untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia, dan hanya beberapa
ratus senyawa yang telah disiapkan. Titik didih dan titik leleh gas mulia mempunyai
nilai yang dekat, berbeda kurang dari 10 °C (18 °F); yang mengakibatkan mereka
berbentuk cairan dalam jangkauan suhu yang pendek. Jari-jari atom unsur-unsur Gas
Mulia dari atas ke bawah semakin besar karena bertambahnya kulit yang terisi elektron.
Energi Ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil karena gaya tarik inti atom terhadap
elektron terluar semakin lemah. Afinitas Elektron unsur-unsur Gas Mulia sangat kecil
sehingga hampir mendekati nol. Titik didih unsur-unsur Gas Mulia berbanding lurus
dengan kenaikan massa atom.

B. Saran

Saran yang kami dapat berikan bagi pembaca yang ingin membuat makalah tentang
“Kimia Unsur” ini, untuk dapat lebih baik dari makalah yang kami buat ini ialah dengan
mencari lebih banyak referensi dari berbagai sumber, baik dari buku maupun dari
internet, sehingga makalah anda akan dapat lebih baik dari makalah ini. Mungkin hanya
ini saran yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

23