Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT

RUMAH SAKIT RIZANI PAITON


Jl. Raya Surabaya Situbondo km 135 Sumberrejo Paiton Probolinggo
Telp. (0335) 773444 Fax. (0335) 774556
e-mail : rizani.rs@gmail.com
I. LATAR BELAKANG

Gigi merupakan satu kesatuan dengan anggota tubuh kita yang lain. Kerusakan pada gigi
dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh lainnya, sehingga akan mengganggu aktivitas
sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat merusak gigi adalah makanan dan minuman, yang mana
ada yang menyehatkan gigi dan ada pula yang merusak gigi. Upaya kesehatan gigi perlu ditinjau
dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanganan kesehatan
gigi termasuk pencegahan dan perawatan. Namun sebagian besar orang mengabaikan kondisi
kesehatan gigi secara keseluruhan. Perawatan gigi dianggap tidak terlalu penting, padahal
manfaatnya sangat vital dalam menunjang kesehatan dan penampilan (Pratiwi, 2007).

Mulut bukan hanya untuk pintu masuknya makanan dan minuman, tetapi fungsi mulut
lebih dari itu dan tidak banyak orang mengetahui. Mulut merupakan bagian yang penting dari
tubuh kita dan dapat dikatakan bahwa mulut adalah cermin dari kesehatan gigi karena banyak
penyakit umum mempunyai gejala-gejala yang dapat dilihat dalam mulut. Pada umumnya
keadaan kebersihan mulut anak lebih buruk dan anak lebih banyak makan makanan dan minuman
yang menyebabkan karies dibanding orang dewasa. Anak-anak umumnya senang gula-gula,
apabila anak terlalu banyak makan gula-gula dan jarang membersihkannya, maka gigi-giginya
banyak yang mengalami karies (Machfoedz dan Zein, 2005).

Masalah utama dalam rongga mulut anak adalah karies gigi. Gigi berlubang atau karies
gigi adalah proses kerusakan gigi yang dimulai dari permukaan gigi atau enamel menuju ke dalam
gigi atau dentin. Proses tersebut terjadi karena sejumlah factor di dalam mulut yang berinteraksi
satu sama lain. Masyarakat umumnya cenderung beranggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat
karena akan diganti dengan gigi tetap. Sehingga, hal ini menyebabkan keadaan gigi susu saat
diperiksakan di klinik sudah parah dan anak berisiko menderita sakit gigi dengan segala macam
komplikasi yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada masa sekarang, kasus kerusakan gigi pada anak telah meningkat secara dramatis di
dunia. Diperkirakan bahwa 90% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar
orang dewasa pernah menderita karies. Prevalensi karies tertinggi terdapat di Asia dan Amerika
Latin. Prevalensi terendah terdapat di Afrika. Di Amerika Serikat, karies gigi merupakan penyakit
kronis anak-anak yang sering terjadi dan tingkatnya 5 kali lebih tinggi dari penyakit asma. Karies
merupakan penyebab patologi primer atas penanggalan gigi pada anak-anak dan sekitar 29%-59%
orang dewasa dengan usia lebih dari 50 tahun mengalami karies.

Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat
perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat gigi. Menurut data terbaru yang
dikeluarkan Departemen Kesehatan dari riskesdas (riset kesehatan dasar) tahun 2007, sekitar 72
persen penduduk Indonesia mempunyai pengalaman karies (gigi berlubang) dan 46,5 diantaranya
merupakan karies aktif yang belum dirawat. Dalam hal kebiasaan menggosok gigi, sebanyak 91
persen penduduk usia 10 tahun ke atas telah melakukannya setiap hari, namun hanya tujuh persen
yang menggosok gigi dua kali di waktu yang benar, yaitu sesudah makan pagi dan sebelum tidur
malam. Hasil riset juga menunjukkan hanya 7,3 % penduduk yang dinilai telah menggosok gigi
dengan benar. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 juga memperlihatkan data
memprihatinkan bahwa sebanyak 89% anak-anak di bawah usia 12 tahun mengalami karies atau
gigi berlubang. Dengan kata lain hanya 11% anak Indonesia yang terbebas dari karies. Secara rata-
rata penduduk Indonesia memiliki angka PTI (besarnya keinginan seseorang untuk menambal
giginya dalam usaha mempertahankan gigi tetap) sangat rendah, yaitu hanya sebesar 1,6%

Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita di Indonesia adalah penyakit jaringan
penyangga gigi dan karies gigi. Secara umum kesehatan mulut dan gigi telah mengalami
peningkatan pada abad terakhir tetapi prevalensi terjadinya karies gigi pada anak tetap merupakan
masalah klinik yang signifikan. Karies gigi masih perlu mendapat perhatian karena hingga dewasa
ini penyakit tersebut masih menduduki urutan tertinggi dalam masalah penyakit gigi dan mulut
termasuk pada anak.

Faktor di dalam mulut (faktor dalam) yang berhubungan langsung dengan terjadinya proses
karies atau gigi berlubang antara lain struktur gigi, morfologi gigi, susunan dari gigi geligi di
rahang, derajat keasaman air ludah (saliva), kebersihan mulut dan frekuensi makan makanan
manis. Faktor tersebut berinteraksi, berkaitan dan mempunyai urutan besar peranan tertentu. Selain
itu ada beberapa faktor luar sebagai faktor penyebab dan penghambat yang berhubungan tidak
langsung dengan proses terjadinya gigi berlubang (karies), antara lain usia, jenis kelamin, suku
bangsa, letak geografis, tingkat ekonomi, kultur sosial serta pengetahuan, sikap dan perilaku
terhadap pemeliharaan kesehatan gigi. Penyebab tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut
pada umumnya karena faktor perilaku dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang belum merata.
Selain itu penyebab utama terjadinya kerusakan gigi berawal dari bagaimana pola hidup manusia
itu sendiri. Sebab, tanpa adanya perawatan dan perhatian khusus kepada gigi memperbesar
kemungkinan kerusakan gigi sejak dini. Pola hidup yang tidak sehat seperti sering mengkonsumsi
rokok, teh, atau kopi, juga menjadi salah satu penyebab kerusakan gigi.

Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan cara yang tepat untuk
mengubah perilaku hidup yang tidak sehat itu, serta dapat membantu dalam masalah perawatan
gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Dengan adanya penyuluhan ini dapat memberikan edukasi
mengenai kesehatan gigi dan mulut serta memberikan motivasi kepada masyarakat
tentang merawat dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. Disamping sebagai upaya promotif
dan preventif bagi masyarakat yang terkena maupun yang belum

II. TUJUAN

A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit diharapkan peserta penyuluhan dapat


memahami tentang Kesehatan Gigi dan Mulut.

B. Tujuan Intruksional Khusus

Setelah proses penyuluhan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut, diharapkan peserta mampu :

1. Menjelaskan pengertian kesehatan gigi dan mulut secara benar.


2. Menjelaskan bagian-bagian mulut dan gigi
3. Menjelaskan fungsi gigi.
4. Menjelaskan tips merawat gigi anak
5. Memperagakan cara menggosok gigi dengan benar.
6. Menjelaskan membersihkan gigi menggunakan pasta gigi.
7. Menjelaskan flossing (benang gigi)
8. Menjelaskan cara menjaga dan menghindari kerusakan gigi
9. Menjelaskan makanan yang baik untuk gigi dan mulut

III. MATERI

Dalam penyuluhan, materi yang disampaikan adalah :

1. Pengertian kesehatan gigi dan mulut.


2. Bagian -bagian mulut dan gigi
3. Fungsi gigi
4. Tips merawat gigi anak
5. Cara menggosok gigi dengan benar.
6. Membersihkan gigi menggunakan pasta gigi.
7. Flossing (benang gigi)
8. Cara menjaga dan menghindari kerusakan gigi
9. Makanan yang baik untuk gigi dan mulut

IV. METODE

1. Ceramah dan Tanya jawab


2. Kegiatan penyuluhan

No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran Media


Kegiatan

1. Pembukaan 5 menit a. Mengucapkan salam Menjawab salam Kata-kata/


b. Memperkenalkan diri kalimat
Mendengarkan dan
c. Menyampaikan tentang
menyimak
tujuan pokok materi
d. Meyampakaikan pokok Bertanya mengenai
pembahasan perkenalan dan tujuan
e. Kontrak waktu jika ada yang kurang
jelas

2. Pelaksanaan 35 menit a. Penyampaian Materi Mendengarkan dan LCD


menyimak
b. Menjelaskan bagian-
bagian mulut dan gigi
c. Menjelaskan fungsi Bertanya mengenai hal- Leaflet
gigi. hal yang belum jelas dan
d. Menjelaskan tips
merawat gigi anak dimengerti
e. Memperagakan cara
menggosok gigi
dengan benar.
f. Menjelaskan
membersihkan gigi
menggunakan pasta
gigi.
g. Menjelaskan flossing
(benang gigi)
h. Menjelaskan cara
menjaga dan
menghindari
kerusakan gigi
i. Menjelaskan
makanan yang baik
untuk gigi dan mulut
j. Tanya Jawab

h. Memberikan
kesempatan pada
peserta untuk bertanya

3. Penutup 5 menit a. Melakukan evaluasi Sasaran dapat menjawab Kata-kata/


b. Menyampaikan tentang pertanyaan yang kalimat
kesimpulan materi diajukan
c. Mengakhiri pertemuan
Mendengar
dan menjawab salam
Memperhatikan

Menjawab salam

VI. ALAT / MEDIA / SUMBER

A. Alat

Alat yang digunakan dalam Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut ini adalah:
1. LCD
2. Laptop
3. Layar
4. Mikrofon

B. Media

1. Leaflet
2. Slide

C. Sumber

Djuwita, I dan Sridadi. 1993.Pendidikan kesehatan gigi . Jakarta: Departemen

Kesehatan.

Herijulianti, dkk. 2002. Pendidikan kesehatan gigi. Jakarta: EGC.

Stoll, F. A, dkk. 1972 Dental health education.. Philadelphia: Lea & Febiger.

VII. SASARAN

Pasien dan keluarga pasien di ruang arafah mina

VIII. WAKTU

1. Hari, tanggal : 15 Agustus 2017


2. Jam :

IX. TEMPAT

Ruang arafah mina RS Rizani


LAMPIRAN 1

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

I. PENGERTIAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan
kesehatan gigi dan mulut pada anak. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu proses
pendidikan yang timbul atas dasar kebutuhan kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk
menghasilkan kesehatan gigi dan mulut yang baik dan meningkatkan taraf hidup.

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik sehat secara jasmani dan
rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua menginginkan anaknya bisa tumbuh dan
berkembang secara optimal, hal ini dapat dicapai jika tubuh mereka sehat. Kesehatan gigi dan
mulut adalah suatu keadaan dimana gigi dan mulut berada dalam kondisi bebas dari adanya bau
mulut, kekuatan gusi dan gigi yang baik, tidak adanya plak dan karang gigi, gigi dalam keadaan
putih dan bersih, serta memiliki kekuatan yang baik

Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal, maka harus dilakukan perawatan
secara berkala. Perawatan dapat dimulai dari memperhatikan diet makanan, jangan terlalu banyak
makanan yang mengandung gula dan makanan yang lengket. Pembersihan plak dan sisa makanan
yang tersisa dengan menyikat gigi, teknik dan caranya jangan sampai merusak struktur gigi dan
gusi. Pembersihan karang gigi dan penambalan gigi yang berlubang oleh dokter gigi, serta
pencabutan gigi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Kunjungan berkala ke dokter gigi
hendaknya dilakukan teratur setiap enam bulan sekali baik ada keluhan ataupun tidak ada keluhan..
Dengan perawatan yang tepat pada gigi, maka akan dapat menghindari berbagai masalah gigi dan
gusi seperti gigi berlubang dan karang gigi serta masalah bau mulut

II. FUNGSI GIGI DAN MANFAAT MENGGOSOK GIGI

A. Fungsi Gigi

Secara histologis, jaringan gigi dan mulut berasal dari mesoderm dan ektoderm, yang memiliki
3 fungsi utama yaitu,

1. Pengunyahan (mastikasi) yang meliputi, memotong, merobek, dan melumat.


2. Keindahan (estetika)
3. Berbicara (phonetic).

Macam –macam gigi beserta fungsinya

Gigi Seri (Incisivus)


Gigi ini letaknya berada di depan, dan berfungsi untuk memotong makanan (mastikasi).
Jumlahnya ada 8, dengan pembagian 4 berada di rahang atas dan 4 berada di rahang bawah. Gigi
seri susu mulai tumbuh pada bayi usia 4 – 6 bulan, kemudian diganti dengan gigi seri permanen
pada usia 5 – 6 tahun pada rahang bawah dan pada usia 7 – 8 tahun pada rahang atas.

Gigi Taring (Caninus)

Posisi gigi ini terletak pada sudut mulut, di sebelah gigi seri, dan merupakan gigi yang
paling panjang dalam rongga mulut. Fungsinya adalah untuk mengoyak makanan. Jumlahnya ada
4, dengan pembagian 2 ditiap rahang, 1 di kiri dan 1 di kanan. Gigi susu caninus ini diganti dengan
gigi caninus permanen pada usia 11 – 13 tahun.

Gigi Geraham Kecil (Premolar)

Gigi ini jumlahnya 8, dengan pembagian 4 ditiap rahang, 2 di kiri dan 2 di kanan. Gigi ini
hanya ada pada gigi dewasa, dan letaknya berada di belakang caninus. Tumbuh pada usia 10 – 11
tahun dan menggantikan posisi dari gigi molar susu. Bersama gigi molar, gigi ini berfungsi untuk
melumatkan makanan.

Gigi Geraham (Molar)

Gigi molar susu berjumlah 8 seperti gigi premolar, kemudian lepas pada usia 10 – 11 tahun
dan digantikan oleh gigi premolar. Sedangkan gigi molar permanen tumbuh di belakang gigi
premolar setelah gigi molar susu lepas dan digantikan oleh gigi premolar. Jumlah dari gigi molar
permanen adalah 12, dengan pembagian 6 di tiap rahang, 3 di tiap sisi kanan dan kiri. Gigi molar
permanen inilah yang paling sering berlubang dan menyebabkan keluhan.

B. Manfaat Menggosok Gigi

1. Supaya gigi tetap bersih.


2. Untuk menambah percaya diri karena memiliki gigi putih, bersih, dan senyum yang sehat.
3. Agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut.
4. Dapat berfungsi dengan baik.

C. Tips merawat gigi

1. Menggosok gigi batita sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi namun cukup digosok
dengan sikat gigi yang sesuai dengan usia anak.
2. Memakai sikat lidah, lidah bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri yang dapat
menyebabkan bau mulut.
3. Untuk anak batita diusahakan berkumur menggunakan air yang sudah masak karena anak
belum begitu mahir berkumur yang di khawatirkan anak menelan air dan pasta gigi.
III. TANDA DAN GEJALA GIGI BERLUBANG

1. Tanda Gigi Berlubang

Tanda-tanda gigi mulai berlubang adalah dimulai dengan munculnya plak putih seperti kapur
pada permukaan gigi. Selanjutnya, warnanya akan berubah menjadi cokelat, kemudian mulai
membentuk lubang. Spot kecokelatan yang buram menunjukkan proses demineralisasi yang
sedang aktif. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dini timbulnya
lubang.

2. Gejala Gigi Berlubang

Apabila kerusakan telah mencapai dentin (dentin merupakan bentuk pokok dari gigi yang
melindungi daerah akar gigi), biasanya mengeluh sakit atau timbul ngilu setelah makan atau
minum manis, asam, panas atau dingin.

Gejala gigi berlubang umumnya, adalah sakit gigi, gigi menjadi sensitif setelah makan atau
minum manis, asam, panas, atau dingin. Terlihat atau terasa adanya lubang pada gigi, nanah di
sekitar gigi, nyeri ketika menggigit dan bau mulut (Halitosis).

IV. PENYEBAB TERJADINYA KERUSAKAN GIGI

Ada empat hal utama yang menyebabkan kerusakan gigi, yaitu :

1. Ada penyakit dan gangguan tertentu pada gigi yang dapat mempertinggi faktor risiko
terkena karies. Amelogenesis imperfekta, dapat timbul pada 1 dari 718 hingga 14.000
orang. Disamping itu, ada penyakit dimana enamel tidak terbentuk sempurna.
Dentinogenesis imperfekta adalah ketidaksempurnaan pembentukan dentin. Pada
kebanyakan kasus, gangguan ini bukanlah penyebab utama dari karies.
2. Anatomi gigi juga berpengaruh pada pembentukan karies. Celah atau alur dalam gigi dapat
menjadi lokasi perkembangan karies. Karies juga sering terjadi pada tempat yang sering
terselip sisa makanan.
3. Mulut merupakan tempat berkembangnya banyak bakteri, namun hanya sedikit bakteri
penyebab karies, yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Khusus untuk karies akar,
bakteri yang sering ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus, Actinomyces viscosus,
Nocardia spp, dan Streptococcus mutans.
4. Tingkat frekuensi gigi terkena dengan lingkungan yang kariogenik dapat memengaruhi
perkembangan karies. Setelah seseorang mengonsumsi makanan mengandung gula, maka
bakteri pada mulut dapat memetabolisme gula menjadi asam dan menurunkan pH. PH
dapat menjadi normal karena dinetralkan oleh air liur dan proses sebelumnya telah
melarutkan mineral gigi.

Selain empat faktor di atas, terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan karies, yaitu :

1. Air liur dapat menjadi penyeimbang lingkungan asam pada mulut. Terdapat keadaan
dimana air liur mengalami gangguan produksi, seperti pada diabetes mellitus.
2. Obat-obatan seperti antihistamin dan antidepresan dapat memengaruhi produksi air liur.
Terapi radiasi pada kepala dan leher dapat merusak sel pada kelenjar liur.
3. Penggunaan tembakau juga dapat mempertinggi risiko karies. Tembakau adalah faktor
yang signifikan pada penyakit periodontis, seperti dapat menyusutkan gusi. Dengan gusi
yang menyusut, maka permukaan gigi akan terbuka. Sementum pada akar gigi akan lebih
mudah mengalami demineralisasi.
4. Karies botol susu adalah pola lubang yang ditemukan di anak-anak pada gigi susu. Gigi
yang sering terkena adalah gigi depan di rahang atas, namun kesemua giginya dapat terkena
juga. Sering muncul pada anak-anak yang tidur dengan cairan yang manis (misalnya susu)
dengan botolnya. Sering pula disebabkan oleh seringnya pemberian makan pada anak-anak
dengan cairan manis.
5. Ada juga karies yang merajalela atau karies yang menjalar ke semua gigi. Tipe karies ini
sering ditemukan pada pasien dengan xerostomia, kebersihan mulut yang buruk,
pengonsumsi gula yang tinggi, dan pengguna metamfetamin karena obat ini membuat
mulut kering. Bila karies yang parah ini merupakan hasil karena radiasi kepala dan leher,
ini mungkin sebuah karies yang dipengaruhi radiasi.

V. CARA PERAWATAN GIGI DAN MULUT YANG TEPAT

1. Lakukan dengan cara yang tepat, pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut dan
rapat. Kemudian, terapkan cara menyikat gigi yang benar, yaitu menyikat dari arah gusi ke
ujung gigi dengan gerakan berulang dan tidak terlalu keras.
2. Disiplin, segala sesuatu yang dilakukan secara rutin akan memberikan perubahan yang
berarti. Rajin menyikat gigi dengan cara yang benar dan di waktu yang tepat yaitu minimal
dua kali sehari yaitu sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.
3. Batasi mengkonsumsi makanan manis, makanan yang manis dan lengket mudah melekat
pada gigi yang bilamana tidak langsung dibersihkan akan membentuk plak dan akhirnya
menyebabkan kerusakan gigi. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyikat gigi
segera setelah mengonsumsi makan tersebut.
4. Pasta gigi pilihan dengan perpaduan bahan alami dan ilmiah, pemilihan pasta gigi yang
tepat juga membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pasta gigi yang mengandung
perpaduan bahan alami (jeruk nipis, garam dan daun sirih) untuk merawat kesehatan gigi
dan mulut secara alami, dan bahan ilmiah (kalsium dan fluoride) sebagai perlindungan
maksimum agar gigi tidak mudah berlubang.
5. Periksa gigi secara rutin, jagalah kebersihan gigi dan mulut dengan memeriksakan
kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali dengan catatan
rutin.

VI. LANGKAH LANGKAH MENGGOSOK GIGI DENGAN BENAR

Kunci utama kebersihan gigi adalah menyikat gigi dengan benar secara teratur. Berikut adalah
cara menyikat gigi yang benar:

1. Tempatkan sikat pada sudut 45° terhadap gusi.


2. Lakukan gerakan menyikat ringan dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
3. Lakukan hal yang sama di bagian dalam dan bagian luar gigi.
4. Sikat bagian permukaan gigi geraham yang Anda gunakan untuk mengunyah.
5. Sikat bagian dalam gigi depan secara vertikal dan ringan dengan gerakan atas ke bawah.
6. Sikat setidaknya dua kali sehari dan jika mungkin setelah makan.
7. Menyikat gigi setidaknya selama tiga menit.
8. Jangan menyikat gigi segera setelah makan makanan atau minuman yang asam. Efek
gabungan dari asam dan menyikat dapat menggerus email gigi.