Anda di halaman 1dari 55

Paradigma

Kesehatan Lingkungan
Okky Assetya Pratiwi, SKM, MKM
MK Dasar Kesehatan Lingkungan- Institut Kesehatan Indonesia
25 September 2018
Review

• Kesehatan?
• Lingkungan?
• Kesehatan Lingkungan?
Kesehatan

• WHO
Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental &
sosial yg tdk hanya berarti suatu keadaan yg
bebas dari penyakit & kecacatan

• UU No.23/1992
Keadaan sejahtera dari badan, jiwa, & sosial
yg memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial & ekonomis
Lingkungan

• Soemarwoto (1982)
Jumlah semua benda dan kondisi yg ada dalam
ruang yg kita tempati yg mempengaruhi
kehidupan kita

• UU No.23/1997
Kesatuan ruang dg semua benda, daya, keadaan
& mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia
& perilakunya yg mempengaruhi kelangsungan
peri kehidupan & kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya
Kesehatan Lingkungan

• WHO
Suatu keseimbangan ekologi yg harus ada antara
manusia & lingkungan agar dapat menjamin keadaan
sehat dari manusia

• Achmadi, U.F (1987,1991,2005,2008)


Hubungan interaktif antara komponen lingkungan yg
memiliki potensi bahaya kesehatan dg berbagai
variabel kependudukan seperti umur, perilaku,
kepadatan, status genetika, dll, serta melakukan
identifikasi, mengukur, menganalisis potensi bahaya
tsb, dan mencari upaya pengendaliannya
Paradigma Kesehatan Lingkungan

• Menggambarkan hubungan interaksi antara komponen


lingkungan yg memiliki potensi bahaya penyakit
dengan manusia.
• Pathogenesis Penyakit

Paradigma
= Teori
kesehatan
lingkungan Simpul

(Achmadi, U.F, 2013)


Penyakit dalam perspektif genetik

• Kejadian penyakit hakekat nya hanya ada 2


komponen kelompok variabel penentu:
lingkungan dan kependudukan
• Kependudukan: distribusi status genetik
• Abad 21: Genomic public health
• Formasi genetik di pengaruhi lingkungan
• Kelainan genetik, congenital
INDONESIA
Population: 245,452,739
( Indonesian Bureau of Statistic)

Wilayah adm, ecosystem dn


lingkungan
Local specific
Umar-Fahmi Achmadi
Jan - 2010
FKM Univ Indonesia
Piramida kondisi kesehatan masyarakat dalam
perspektif penderitaan penyakit

sakit

Sub klinik

Subtle (samar)

S E H A T, 80%-90%?
Equilibrium State

HOST (PERSON)
AGENT Age, race, sex, habit,
Biological, chemical, physical, Genetic, personality,
Mechanical, Nutrient Defense mechanism

ENVIRONMENT
Biological, chemical, physical
Mechanical, nutrient, social, psychologic
An-equilibrium state

Host
Agent
Agent

Host
Agent Host

Environment Environment
Environment
Interaksi aktivitas manusia dengan Lingkungan fisik, kimia dan biologi

Tingkat dan kealamian aktifitas manusia

SEHAT

Lingkungan fisik dan kimia Lingkungan biologi

Our planet, our health, WHO 1992


Teori Simpul

• Achmadi, U.F (2014)


1 2 3 4

Sumber Sakit
Media
Agen Komunitas ↑↓
Transmisi
Penyakit Sehat

Agen Penyakit

5
Lingkungan Strategis/Politik, Iklim,
Topografi, Suhu, dll
Teori Simpul (Dasar)
Model kejadian penyakit berbasis lingkungan
Manajemen
Peny. B.L.

•Udara
•Air
Komunitas Sakit
Sumber •Pangan (Perilaku, umur
Penyakit •Vektor Gender) Sehat
Penular
•Manusia

Agent Penyakit
5
Global warming/topografi

Simpul 1 2 3 4
Jan - 2010 Umar-Fahmi Achmadi
FKM Univ Indonesia
Teori simpul
Patogenesis penyakit
Upaya Preventif Upaya Kuratif
Manajemen
Penyakit

•Udara
•Air
Komunitas Sakit
Sumber •Pangan (Perilaku, umur
Agen Sehat
penyakit
•Vektor Gender, genome)
Penular
•Manusia
Studi PROSPEKTIF P.B.L.
Agent Penyakit
5
Institusi Lintas sektor/politik,

Simpul StudiIklim, topografi, suhu dll


RETROSPEKTIF, misalnya kecacatan
1 2 3 4
Prof Umar-Fahmi Achmadi, Dep KL FKMUI
Simpul 1: Sumber Penyakit
• Sumber penyakit adalah titik yang secara
konstan mengeluarkan atau meng”emisikan”
agents penyakit
• Agents penyakit adalah komponen lingkungan
yang dapat menimbulkan gangguan penyakit
melalui kontak secara langsung atau melalui
media perantara (yang juga komponen
lingkungan)
Agen Penyakit
• Makhluk hidup, zat, bahan, substansi atau
kekuatan fisik yang memiliki potensi untuk
menimbulkan kelainan fisik dan/atau fungsi
sebagian tubuh atau seluruhnya serta satu
atau lebih organ tubuh manusia.
Klasifikasi Agen
• Agen Penyakit Fisik
- Bising, Radiasi, Panas, Getaran

• Agen Penyakit Kimia


- Pestisida, Cadmium, Merkuri, CO,
Nox

• Agen Penyakit Biologi


- Mikroorganisme patogen:
parasit, bakteri, virus, protozoa,
jamur
Agents penyakit
• Mikro organisme : virus, bakteri,parasit, jamur,
plasmodium dll
• Bahan toxic : pestisida, bahan pencemar udara
seperti NOx, CO, methane, SO2, pencemar air
seperti Cd, Hg, bahan organik dll
• Energi yang diradiasikan : radiasi, ultraviolet,
kebisingan, panas dll
• Satu atau lebih agents penyakit berada dalam
media transmisi, udara, air, pangan, serangga
atau manusia
• Kecenderungan perubahan faktor risiko
Februari, 2010 Umar Fahmi Achmadi, FKMUI
Agent bahan kimia toksik
KERACUNAN MERKURI
 DILOKASI PETI  HILIR
inorganic mercury org dn inorg
sbg sumber (hulu) mercury
potensi risiko pada
waterways dn
produk pertanian
(sumber air
perkotaan)
Faktor yang Mempengaruhi Agen Penyakit
• Suhu
• Kelembaban
• Pencahayaan
• Kecepatan Angin
• Media Transmisi
Simpul 2: Media Transmisi Penyakit
• Udara
• Air
• Tanah/Pangan
• Binatang/serangga (Vektor)
• Manusia/Langsung
Media transmisi tidak akan memiliki potensi
penyakit kalau didalamnya tidak mengandung
bibit penyakit atau agent penyakit
Simpul 3: Perilaku Pemajanan
(Behavioural Exposure)
• Perilaku pemajanan adalah jumlah kontak antara
manusia dengan komponen lingkungan yang
mengandung potensi bahaya penyakit
• Agent penyakit dengan atau tanpa menumpang
komponen lingkungan lain, masuk ke dalam tubuh
melalui satu proses “hubungan interaktif”
• Hubungan interaktif antara komponen lingkungan
dengan penduduk berikut perilakunya, dapat diukur
dalam konsep yang disebut sebagai perilaku
pemajanan
Biomarker (Penanda biologis Suatu Pajanan)
Substansi Biomarker
Carbon Monoksida COHb dalam darah
Cadmium Cadmium dalam urin
Timbal Timbal dalam darah
Methyl-mercury (dalam ikan) Mercuri dalam rambut
PCP PCP dalam Urin
Minuman beralkohol Ethanol dalam pernapasan
Larutan organik Metabolit dalam urin
VOCs VOCs dalam udara terhirup
Asap tembakau Continine dalam urin
Simpul 4: Penyakit
• Penyakit merupakan “out come” hubungan
interaktif antara penduduk dengan lingkungan
yang memiliki potensi bahaya gangguan
kesehatan
• Dapat terjadi kelainan bentuk, kelainan fungsi,
kelainan genetik, sebagai hasil interaksi
dengan lingkungan fisik dan sosial
FAKTOR YG MEMPENGARUHI
SEHAT-SAKIT
Menurut GORDON & LE RICH

A. PEJAMU (HOST)
Segala faktor yang terdapat pada diri manusia yang
mempengaruhi timbulnya penyakit

B. BIBIT PENYAKIT (AGENT)


Substansi atau elemen yang kehadiran atau
ketidakhadirannya dapat menyebabkan atau
menggerakkan timbulnya penyakit

C. LINGKUNGAN (ENVIRONMENT)
Adalah agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh-
pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan
perkembangan suatu organisme

27
PEJAMU
MEKANISME PERTAHANAN TUBUH
A. UMUM
- Lini pertama : kulit, mukosa, kuku,
rambut
- Lini kedua : tonsil, hepar, lien
B. KHUSUS
- Cellullar : antibodi, pagositosis
- Humoral
C. HERD IMMUNITY ; kekebalan
karena mayoritas penduduk kebal
Simpul 5: Supra Sistem
• Variabel iklim, topografi, temporal, dan
suprasystem
• Keputusan politik seperti kebijakan makro yg
bisa memengaruhi semua simpul
• Variabel ini harus diperhitungkan dalam setiap
upaya analisis kejadian penyakit
RUANG LINGKUP KESEHATAN
LINGKUNGAN
-Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup
kesehatan lingkungan, yaitu :1
Penyediaan Air Minum
Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
Pembuangan Sampah Padat
Pengendalian Vektor
Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta
manusia
Higiene makanan, termasuk higiene susu
Pengendalian pencemaran udara
Pengendalian radiasi
RUANG LINGKUP KESEHATAN
LINGKUNGAN
Kesehatan kerja
Pengendalian kebisingan
Perumahan dan pemukiman
Aspek kesling dan transportasi udara
Perencanaan daerah dan perkotaan
Pencegahan kecelakaan
Rekreasi umum dan pariwisata
Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan
keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan
penduduk
Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin
lingkungan.
Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam
Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8,
yaitu :3

•Penyehatan Air dan Udara


•Pengamanan Limbah padat/sampah
•Pengamanan Limbah cair
•Pengamanan limbah gas
•Pengamanan radiasi
•Pengamanan kebisingan
•Pengamanan vektor penyakit
•Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti
keadaan pasca bencana
•—-
SASARAN KESEHATAN LINGKUNGAN
—-Menurut Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992, Sasaran dari
pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut :3

•Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-


usaha yang sejenis
•Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis
•Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis
•Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang
digunakan untuk umum
•Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti
lingkungan yang berada dlm keadaan darurat, bencana
perpindahan penduduk secara besar2an, reaktor/tempat yang
bersifat khusus.
PENYEBAB MASALAH

• Dinamika Penduduk
• Pemanfaatan & Pengelolaan Sumber Daya yang
kurang bijaksana
• Pemanfaatan teknologi yang berorientasi pasar
• Dampak negatif yang sering timbul dari kemajuan
ekonomi yang seharusnya positif
• BenturanTata ruang
MASALAH-MASALAH KESEHATAN
LINGKUNGAN DI INDONESIA
Air Bersih
—-Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-
hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat
diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah air yang
kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung
diminum.

—-Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai


berikut :
Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l,
Kesadahan (maks 500 mg/l)
Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml
air)
•Pembuangan Kotoran/Tinja
•—-Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan
syarat sebagai berikut :2,5
•Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
•Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata
air atau sumur
•Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
•Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
•Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar
diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
•Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
•Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.
•Kesehatan Pemukiman
•—-Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut
:2,6
•Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup,
terhindar dari kebisingan yang mengganggu
•Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota
keluarga dan penghuni rumah
•Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan
air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan
hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari
pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup
•Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar
maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah
roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.
•4.
•Pembuangan Sampah
•—-Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor
/unsur, berikut:6
•Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah
penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis,
iklim, musim, dan kemajuan teknologi

•Penyimpanan sampah
•Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
•Pengangkutan
•Pembuangan

•—-Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui


hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan
masalah-masalah ini secara efisien.
•Serangga dan Binatang Pengganggu
•—-Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut
sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk
penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk Culex
sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis.

• Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang


rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan
dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M (menguras
mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD,
Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah
penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.

•—-Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan
penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit
penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis
dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab.

42
Makanan dan Minuman
—-Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan,
jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan
dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang
disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel).

—-Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan


meliputi :6
Persyaratan lokasi dan bangunan
Persyaratan fasilitas sanitasi
Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
Persyaratan pengolahan makanan
Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
Persyaratan peralatan yang digunakan

—-
Indoor air pollution

44
Outdoor air pollution

45
Chemical safety

46
Children's environmental health

47
Global environmental change

48
Electromagnetic fields

49
Ionizing radiation

50
Quantifying environmental health
impacts

51
Ultraviolet radiation

52
Water, sanitation and health

53
Permasalahan Sampah Jakarta
TERIMA KASIH