Anda di halaman 1dari 27

S A R A S WAT I

DIREKTUR PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

Workshop PIS-PK
Jakarta, 17 September 2019
S L I D E 2
S L I D E 3
POKOK MASALAH KESEHATAN

KOMPETENSI FASYANKES

SARANA, SISTEM
SUMBER DAYA
PRASARANA &
MANUSIA AKREDITASI PEMBIAYAAN PELAYANAN
ALAT
& RUJUKAN

KOMPETENSI
MANAJERIAL

PERIZINAN LISENSI-
LINTAS SEKTOR SERTIFIKASI
PROGRAM INDONESIA SEHAT

PILAR 3 STANDAR
PILAR 2 PELAYANAN
PILAR 1 PENGUATAN JAMINAN
PARADIGMA KESEHATAN MINIMAL
PELAYANAN
SEHAT KESEHATAN NASIONAL
(JKN)
GERAKAN
MASYARAKAT
HIDUP SEHAT
(GERMAS)
1. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang dalam lingkungan hidup yang sehat agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang optimal melalui terciptanya perilaku hidup sehat sehingga terwujud
bangsa yang mandiri, maju dan sejahtera
2. Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan dalam meningkatkan PENDEKATAN
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya KELUARGA

Arah pembangunan kesehatan nasional saat ini bergerak dari kuratif


ke promotif dan preventif sesuai kondisi dan kebutuhan
Fokus Pembangunan Prioritas Nasional:
Peningkatan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing
PENYELARASAN VISI-MISI DAN JANJI PRESIDEN
Bidang Kesehatan: 2 Program Aksi; 9 Visi-Misi; 16 Janji
ProgramAksi1.1
Mengembangkan SistemJaminanGizi dan Tumbuh KembangAnak
(Menurunkan Stunting)
ProgramAksi1.2
Mengembangkan Reformasi Sistem Kesehatan, dengan target
investasi manusia di bidang kesehatan

Daftar Visi-Misi/Janji Sumber Pencantuman dalam RPJMN 2020-2024


(Teknokratik)
Mengukur perubahan perilaku
Program Indonesia masyarakat untuk hidup sehat
Narasi Bab 4 (strategi): optimalisasi
Sehat dengan
Janji penguatan pelayanan kesehatan dasar sehingga diperoleh
Pendekatan Keluarga melalui pendekatan keluarga SDM unggul
(PIS-PK)

Indikator Renstra:
S L I D E 6
Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan
cakupan 100% intervensi keluarga.
PIS-PK mewujudkan
Deklarasi ASTANA

Primary health care and health services


that are high quality, safe,
comprehensive, integrated,
accessible, available and
affordable for everyone and
everywhere, provided with Pendekatan keluarga
01 Innovative adalah salah satu cara
compassion, respect and dignity by
Puskesmas untuk UKM UKP
health professionals who are well-
meningkatkan jangkauan
trained, skilled, motivated and
sasaran & mendekatkan
committed
/meningkatkan akses
pelayanan kesehatan di Total
wilayah kerjanya dengan Coverage
mendatangi keluarga
STANDAR PELAYANAN MINIMAL

Acuan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan


kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.

Adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang


merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga
negara secara minimal

Berfungsi sebagai instrumen untuk memperkuat pelaksanaan Performance


Based Budgeting

Pencapaian target lebih diarahkan kepada kinerja Pemda (Kepala Daerah)


dengan konsekuensi yang diatur pada UU 23 tahun 2014
Sumber : Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal
Permendagri No. 100 tahun 2018 tentang Penerapan standar pelayanan minimal
Permenkes Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
PELAYANAN DASAR

Pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar


Warga Negara

Jenis pelayanan dalam rangka Ukuran kuantitas dan kualitas


penyediaan barang dan/atau barang dan/atau jasa kebutuhan
jasa kebutuhan dasar yang dasar, serta pemenuhannya secara
berhak diperoleh oleh setiap minimal dalam Pelayanan Dasar
Warga Negara secara minimal sesuai standar teknis agar hidup
secara layak

Sumber : Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal
9
Permendagri No. 100 tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal
SPM DAN PIS-PK

*) Dapat ditambahkan indikator sesuai masalah lokal


PIS-PK DALAM MEWUJUDKAN CAPAIAN SPM

PERUBAHAN IKS

HASIL PENINGKATAN
TERCAPAINYA
KUNJUNGAN KUALITAS
SPM
KELUARGA PELAYANAN

• DATA SASARAN RIIL • INTERVENSI LANJUT


EVIDENCE BASED
S L I D E 1 2
EVALUASI IMPLEMENTASI PIS-PK TINGKAT PUSKESMAS
SAMPAI DENGAN AGUSTUS 2019: 2.724 PUSKESMAS (14 PROVINSI; 146 KAB/KOTA)

2404 320
PELATIHAN

2522 202
PERSIAPAN
987;
36,23%
KUNJUNGAN KELUARGA DAN 2590 134
INTERVENSI AWAL
1737;
2141 583
ANALISIS IKS AWAL 63,77%

1349 1375
INTERVENSI LANJUT

818 1906
ANALISIS PERUBAHAN IKS

sudah belum
0 1000 2000 3000

Sudah Melaksanakan Belum Melaksanakan


PIS-PK DAN PROGRAM
PISPK PROGRAM

Hasil kunjungan keluarga Setiap sasaran dipastikan sesuai standar program

 Sasaran sesuai program, dicatat di sistem


 Sasaran yang tidak sesuai program pencatatan dan pelaporan program.
dikeluarkan.  Segera diberikan tidak lanjut sesuai program
 Sasaran sesuai program, dipertahankan dan sesuai intervensi lanjut terintegrasi LP-LS
segera diintervensi lanjut (Pengobatan, KIE lebih lanjut, perbaikan
pelayanan)

Dilakukan Edit informasi kesehatan sasaran


setelah perbaikan kondisi sasaran sesuai Program mencapai target yang ditetapkan
program dan DO PISPK
AKSES RAW DATA PIS-PK

MENGUNDUH RAW DATA


Puskesmas dapat mengunduh raw data
hasil kunjungan keluarga dengan
menggunakan akun admin Puskesmas
MANFAAT
• Puskesmas memperoleh data base by name by
address individu/ keluarga bermasalah kesehatan
untuk intervensi lanjut
• Puskesmas mendapatkan data sasaran riil sebagai
sasaran SPM (life cycle dan masalah penyakit)
• Puskesmas dapat mencocokkan dengan data
program
• Mengaitkan capaian PIS-PK dengan capaian
program, misalnya persalinan di fasyankes dengan
S L I D E 1 5
Hb0, IMD (apakah terjadi miss opportunity)
CONTOH PEMANFAATAN HASIL KUNJUNGAN
KELUARGA DALAM PENGUATAN PROGRAM
HASIL KUNJUNGAN KELUARGA DATA KOHORT IBU
Tim Pembina Keluarga Koordinator KIA

JUMLAH IBU
Teridentifikasi
JUMLAH IBU
KELURAHAN KELURAHAN 10 orang ibu hamil di
HAMIL HAMIL
desa Kenangan,
MAWAR 1 MAWAR 1 Flamboyan, Bougenvile,
MELATI 3 MELATI 3 dan Dahlia belum
KENANGA 5 KENANGA 2 dilakukan ANC
KAMBOJA 0 KAMBOJA 0
ANGGREK 2 ANGGREK 2
FLAMBOYAN 4 FLAMBOYAN 1
BOUGENVILE 3 BOUGENVILE 1 Intervensi Lanjut
ASOKA 0 ASOKA 0
bagi Ibu Hamil
MATAHARI 3 MATAHARI 3
DAHLIA 2 oleh Petugas KIA
DAHLIA 4
Grand Total 25 Grand Total 15
INTEGRASI PROGRAM DALAM INTERVENSI LANJUT
Contoh Masalah Indikator TB
Pemeriksaan BTA pada suspek
Jika hasil positif: berikan pengobatan dan
investigasi kontak

Mengubah tingkat Program TB


kemandirian keluarga
Kolaborasi dgn pj Pemeriksaan status gizi
program, dokter, kesling Perke pada penderita TB
Gizi
dan gizi dlm penanganan smas
kasus tsb.

Kesling

Pemeriksaan kondisi
tempat tinggal  rumah
sehat
PERCEPATAN PENINGKATAN IKS
Penderita hipertensi berobat teratur
1 Keluarga mengikuti KB
Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
Ibu bersalin di faskes

Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap Tidak ada anggota keluarga yang merokok

Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan Keluarga mempunyai akses terhadap air
bersih
Pertumbuhan dan Perkembangan balita
Keluarga mempunyai akses atau
dipantau tiap bulan
menggunakan jamban sehat
Penderita TB Paru berobat sesuai standar
Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes

dilakukan updating data setiap tahunnya karena Indikator yang ada di setiap keluarga, jika bermasalah
terdapat perubahan sasaran indikator dan segera dilakukan intervensi akan berdampak
signifikan terhadap IKS
18
ANALISIS HASIL INTERVENSI LANJUT
JUMLAH KELUARGA PERSENTASE KELUARGA
1200 70,00%
1042 58,18%
999
1000 60,00% 56,98%

50,00%
800

40,00%
600
21,83%
455 30,00% 25,95%
391 19,99%
400 358
299 20,00% 17,06%

200
10,00%

0 0,00%
KELUARGA SEHAT KELUARGA KELUARGA TIDAK KELUARGA SEHAT KELUARGA KELUARGA TIDAK
PRASEHAT SEHAT PRASEHAT SEHAT
Juni 2018 Juni 2019 Juni 2018 JUNI 19
Keluarga Sehat, Pra Dan Tidak Sehat Puskesmas Arut Selatan 2018-2019
S L I D E 2 0
SEBARAN PUSKESMAS LOKUS PIS-PK

9.993 Puskesmas menjadi lokus sejak


ditetapkannya Permenkes Nomor 39 Tahun
2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga (PIS-PK), tahun 2019 merupakan
tahun keempat.

Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/85/2017


Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/42/2018
Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/190/2019
100%

10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%

0%
58,87%
86,66%
35,85%
85,84%
47,83%
80,33%
27,55%
77,45%
44,51%
76,45%
20,77%
74,00%
29,29%
72,08%
27,16%
71,76%
36,37%
70,67%
35,24%
70,29%
34,41%
70,14%
33,27%
69,67%
27,03%
69,55%
17,80%
66,71%
24,70%
64,01%
22,50%
63,84%
26,69%
62,45%
20,90%
62,18%
22,16%
62,03%
22,93%
61,31%
Sumber: Aplikasi Keluarga Sehat Agustus 2018 dan 2019 (Dashbord KS untuk Prov. DKI Jakarta); Jumlah KK sumber dari e-monev STBM

24,40%
59,47%
17,86%
58,35%
17,09%
57,83%
INTERVENSI AWAL NASIONAL

29,17%
57,79%
19,37%
57,61%
19,82%
53,72%
15,61%
51,96%
8,07%
44,03%
TREN PERSENTASE KUNJUNGAN KELUARGA DAN

10,09%
22,35%

38,59%
9,47%
38,50%
6,81%
INDONESIA

36,76%
2,17%
27,36%
60,56%
Agustus 2018 Agustus 2019

2019

7,05%
18,45%
NASIONAL

3,06%
17,49%
NASIONAL
2019

DKI JAKARTA 0,339


0,370

BALI 0,292
0,360

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 0,281


0,310

ACEH 0,242
0,260

KEPULAUAN RIAU 0,233


0,260

KALIMANTAN TIMUR 0,264


0,230

KALIMANTAN UTARA 0,219


0,220

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 0,176


0,210

SULAWESI SELATAN 0,197


0,210

SULAWESI UTARA 0,173


0,210

JAWA TENGAH 0,188


0,200

JAWA TIMUR 0,164


0,180

KALIMANTAN SELATAN 0,179


0,180

SUMATERA SELATAN 0,192


0,180

GORONTALO 0,159
0,170
0,161

Sumber: Aplikasi Keluarga Sehat Agustus 2018 dan Dashboard Indikator Keluarga Sehat, Agustus 2019
KALIMANTAN TENGAH 0,170

BANTEN 0,126
0,160

BENGKULU 0,161
0,160

JAWA BARAT 0,138


0,150
NASIONAL

SULAWESI BARAT 0,142


0,150

SULAWESI TENGAH 0,142


0,150

SUMATERA BARAT 0,125


0,150

JAMBI 0,111
0,140

NUSA TENGGARA BARAT 0,149


0,140
INDEKS KELUARGA SEHAT (IKS)

PAPUA 0,148
0,140

SUMATERA UTARA 0,122


0,140

LAMPUNG 0,12
0,130

MALUKU UTARA 0,128


0,130

PAPUA BARAT 0,127


0,130

RIAU 0,125
0,16

0,130

SULAWESI TENGGARA 0,147


0,130
0,142
23

KALIMANTAN BARAT 0,120


INDONESIA

NUSA TENGGARA TIMUR 0,126


0,120
0,18
Agustus 2018 Agustus 2019

MALUKU 0,085
0,100
12 INDIKATOR
12 INDIKATOR KELUARGA SEHAT
NASIONAL
Keluarga mempunyai akses sarana air bersih 94,08%
95,51%
Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap 91,60%
91,66%
Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat 88,35%
90,97%
Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan 87,75%
86,93%
Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan 86,69%
86,39%
Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif 80,72%
79,40%
Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) 51,77%
44,55%
Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan… 50,22%
47,25%
Anggota keluarga tidak ada yang merokok 43,55%
44,35%
Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan… 38,14%
15,78%
Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan… 36,07%
34,72%
Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur 24,39%
23,80%
0% 20% 40% 60% 80% 100%

Agustus 2019 Agustus 2018


Sumber: Aplikasi Keluarga Sehat Agustus 2018 dan Dashboard Indikator Keluarga Sehat, Agustus 2019
S L I D E 2 5
HARAPAN STRATEGI PERCEPATAN

1. Mendorong akselerasi intervensi lanjut terhadap hasil kunjungan


keluarga secara terintegrasi lintas program dan lintas sektor di setiap
tingkatan.
2. Memanfaatkan hasil kunjungan keluarga dalam menyelesaikan
masalah terutama yang terkait indikator KS di tingkat Puskesmas
sesuai tahapan manajemen Puskesmas serta pada setiap tingkatan.
3. Mendorong daerah mengupdate informasi hasil kunjungan keluarga
sesuai DO dan hasil intervensi yang telah diberikan.
4. Mendorong pemenuhan pelayanan kesehatan dasar didukung
dengan peningkatan kompetensi faskes melalui pemenuhan sarana
prasarana SDM, alat kesehatan, farmasi dan sistem rujukan.