Anda di halaman 1dari 6

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Aritmia adalah variasi variasi di luar irama normal jantung berupa

kelainan pada kecepatan, keteraturan, tempat asal impuls, atau urutan aktivasi,

dengan atau tanpa adanya penyakit jantung struktural yang mendasari. (Kamus

Kedokteran Dorland)

Berdasarkan definisi tersebut, maka kondisi yang tergolong sebagai aritmia

adalah laju dengan frekuensi terlalu cepat

> 100x / menit atau frekuensi terlalu

lambat < 60x / menit , irama yang tidak teratur, irama yang berasal bukan dari

nodus SA ( Sinoatrial Node ), maupun adanya hambatan impuls supra atau

intraventrikular. 1

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Laurentia Mihardja pada tahun

2007, prevalensi penyakit jantung di Indonesia pada populasi usia 15 tahun ke

atas adalah 9,2%, dimana 5,9 % diantaranya mengalami gejala aritmia. 2

Adanya aritmia dapat menyebabkan beberapa kondisi yang berakibat fatal,

seperti cardiac arrest , kegagalan organ-organ lain ( otak, ginjal, paru, hati ),

stroke ( terutama pada aritmia jenis atrial fibrilasi). 3

Timbulnya aritmia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti hipertensi,

diabetes, adanya kelainan jantung bawaan, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

1

2

Selain itu, aritmia dapat pula disebabkan oleh adanya gangguan tiroid. 4

Terdapat 2 tipe gangguan tiroid yaitu hipotiroidisme dan hipertiroidisme yang

dapat

dibedakan

melalui

manifestasi

klinik

yang

timbul

dan

pemeriksaan

laboratorium kadar T 3 , T 4 , dan TSH serum.Gangguan tiroid diketahui dapat

mengakibatkan perubahan pada kontraktilitas jantung, fungsi diastolik, konsumsi

oksigen miokard, curah jantung dan tekanan darah, tahanan vaskular sistemik, dan

gangguan irama jantung. 5

Penelitian yang dilakukan oleh Faizel Osman mengatakan bahwa hormon

tiroid

memiliki

miokardium

dan

hubungan

secara

mempengaruhi

langsung

dan

tidak

sistem

saraf

otonom

langsung

terhadap

pada

jantungyang

menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung. Dua jenis aritmia yang paling

sering ditimbulkan oleh keadaan hipertiroid adalah atrial fibrilasi (10-15%)dan

gangguan

irama supraventrikular. 6

Penelitian

yang

dilakukan

oleh

Christian

Selmer

menyatakan bahwa atrial fibrilasi dapat pula disebabkan oleh hipotiroid,

namun

memiliki

resiko

yang

lebih

rendah

dibanding

atrial

fibrilasi

akibat

hipertiroid. 7

Penelitian-penelitian tersebut belum menelitijenis gangguan irama jantung

selain atrial fibrilasi. Selain itu, penelitian-penelitian tersebut dilakukan di luar

negeri sehingga memungkinkan adanya perbedaan ketika penelitian dilakukan di

Indonesia.

3

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan

uraian

latar

belakang

yang

telah

dirumuskan masalah sebagai berikut :

disampaikan,

maka

Bagaimanakah gambaran gangguan irama jantung yang disebabkan karena

hipertiroid ?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dibahas, maka tujuan penelitian yang

diambil, yaitu :

Mendapatkan informasi tentang gambaran gangguan irama jantung yang

disebabkan karena hipertiroid.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan daat diperoleh dari hasil penelitian adalah :

a. Memberikan

informasi

mengenai

gambaran

gangguan

irama

jantung

yang

disebabkan

karena

hipertiroid

sehingga

mampu

digunakan

sebagai

sumbangan

teoritis,

metodologis,

maupun

praktis untuk pengetahuan.

b. Memberikan informasi bagi pelayanan kesehatan tentang gambaran

gangguan

irama

jantung

yang

disebabkan

karena

hipertiroid

sebagai

masukan

bagi

para

klinisi

dalam

pengelolaan

suatu

penyakit.

4

c. Memberikan

informasi

kepada

masyarakat

luas

agar

mampu

mengetahui

tentang

gambaran

gangguan

irama

jantung

yang

disebabkan

karena

hipertiroid

sehingga

dapat

memperluas

wawasan dan ilmu pengetahuan.

d. Memberikan informasi bagi peneliti yang dapat digunakan sebagai

pedoman

pemikiran

untuk

penelitian-penelitian

selanjutnya

sehingga penelitian dapat berkembang lebih baik.

5

1.5

Keaslian Penelitian

Tabel 1. Keaslian Penelitian

 

No

Penulis

Metode Penelitian

Hasil

1.

Osman Faizel, Michael

D

Gammage, Michael C Sheppard,

 

Hipertiroid menyebabkan gangguan irama supraventrikular, di mana 10-15% merupakan jenis atrial fibrilasi 6

Jayne A Franklyn.

Cardiac

Dysrhythmias and Thyroid Dysfunction - The Hidden Menace? . The Journal of Clinical

Observasional

Endocrinology & Metabolism

.

2013;

2.

 

Observasional

Selmer Christian, Jonas Bjerring Olesen, Morten Lock Hansen, Jesper Lindhardsen, Anne-Marie Schjerning Olsen, Jesper Clausager Madsen, Jens Faber, Peter Riis Hansen, Ole Dyg Pedersen, Christian Torp-Pedersen, Gunnar Hilmar Gislason. The Spectrum of Thyroid Disease and Risk of New Onset Atrial Fibrillation: A Large Population Cohort Study. BMJ Publishing Group. 2012;

Resiko terjadinya atrial fibrilasi akan meningkat berbanding terbalik dengan kadar TSH serum 7

6

Penelitian yang diteliti merupakan penelitian baru, yang berbeda dengan

penelitian sebelumnya. Perbedaan tersebut adalah :

a. Penelitian sebelumnya hanya meneliti gangguan irama jenis atrial

fibrilasi saja. Pada penelitian ini meneliti gambaran gangguan

irama

jantung

apa

hipertiroid .

saja

yang

dapat

diperoleh

pada

penderita