Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

STRUMA

Pembimbing :
Dr. Aplin Ismunanto, Sp. B

Disusun Oleh :

Stephanie Maria Embula

11.2018.128

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

PERIODE 15 JULI 2019- 21 SEPTEMBER 2019

RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA DR. ESNAWAN ANTARIKSA


LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kasus dengan judul :


Struma
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Kepaniteraan Klinik
Ilmu Bedah RSAU Esnawan Antariksa periode 15 Juli 2019- 21 September 2019

Disusun Oleh :
Stephanie Maria Embula
11.2018.128

Telah diterima dan disetujui oleh dr. Aplin Ismunanto, Sp. B selaku dokter
penguji Departemen Ilmu Bedah RSAU dr. Esnawan Antariksa

Jakarta, September 2019

dr. Aplin Ismunanto, Sp. B


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
LEMBAR PENILAIAN

Nama Stephanie Maria Embula


NIM 112018128
Tanggal September 2019

Judul kasus Struma

Skor
Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
Kemampuan Analisis

Penguasaan Teori
Referensi
Bentuk Referat Tertulis

Cara Penyajian

Total

Nilai %= (Total/25)x100%

Keterangan : 1 = sangat kurang (20%), 2 = kurang (40%), 3 = sedang (60%), 4 = baik (80%),
dan 5 =sangat baik (100%)

Komentar penilai

Nama Penilai Paraf/Stempel

dr. Aplin Ismunanto, Sp.B


BAB I
PENDAHULUAN
Struma adalah pembesaran kelenjar tiroid yang disebabkan oleh
penambahan jaringan kelenjar tiroid itu sendiri. Pembesaran kelenjar tiroid ini
ada yang menyebabkan perubahan fungsi pada tubuh dan ada juga yang tidak
mempengaruhi fungsi. Struma merupakan suatu penyakit yang sering ditemui
sehari- hari, dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang teliti, struma dengan
atau tanpa kelainan fungsi metabolism dapat didiagnosis secara tepat.1

Survey epidemiologi untuk struma endemik sering ditemukan di daerah


pegunungan seperti pegunungan Alpen, Himalaya, Bukit Barisan dan daerah
pegunungan lainnya. Untuk struma toksika prevalensinya 10 kali lebih sering
pada wanita disbanding pria. Pada wanita ditemukan 20- 27 kasus dari 1.000
wanita, sedangkan pria 1- 5 dari 1.000 pria.

Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Tiroid


Kelenjar tiroid terdiri dari tiga lobus yaitu lobus dextra, lobus sinistra dan
isthmus yang terletak dibagian tengah. Kadang- kadang dapat ditemukan bagian
keempat yaitu lobus piramidalis yang letaknya diatas isthmus agak ke kiri dari
garis tengah. Lobus ini merupakan sisa jaringan embrional tiroid yang masih
tertinggal.1
Kelenjar tiroid mempunyai berat sekitar 25- 30 gram dan terletak antara
tiroide dan cincin trakea keenam. Seluruh jaringan tiroid dibungkus oleh suatu
lapisan yang disebut true capsule.

Vaskularisasi kelenjat tiroid berasal dari :


1. A. Tiroidea superior yang merupakan cabang dari A. Carotis Externa
2. A. Tiroidea inferior yang merupakan cabang dari A. Subclavia
3. A. Tiroidea Ima yang merupakan cabang dari Arcus Aorta
Saraf yang melewati tiroid adalah Nervus Rekurens. Saraf ini terletak di dorsal
tiroid sebelum masuk ke laring.

b. Fisiologi hormone tiroid antara lain :


1. meningkatkan kecepatan metabolism
2. efek kardiogenik
3. simpatogenik
4. pertumbuhan dan sistem saraf

Pembahasan
Pembesaran kelenjar tiroid atau struma diklasifikasikan berdasarkan efek
fisiologisnya, klinis, dan perubahan bentuk yang terjadi. Struma dapat dibagi
menjadi :
1. Struma Toksik, yaitu struma yang menimbulkan gejala klinis pada tubuh,
berdasarkan perubahan bentuknya dapat dibagi lagi menjadi
a. Difusa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid meliputi seluruh lobus,
seperti yang ditemukan pada grave’s disease.2