Anda di halaman 1dari 10

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH JAMBI
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA

SURAT PENETAPAN
NOMOR : Kep / / I / 2014

tentang

KEBIJAKAN KESELAMATAN KERJA, KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN BENCANA


(K3 ) RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

KEPALA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

Menimbang : a. Bahwa upaya penyelenggaraan kegiatan K3 di Rumah Sakit


Bhayangkara Jambi bertujuan untuk rnelindungi seluruh karyawan
dari penyakit akibat kerja, mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi
karyawan, mitra kerja, pasien beserta keluarganya, pengunjung dan
warga sekitar rumah sakit serta memantapkan kewaspadaan dan
kesiapan menghadapi terjadinya bahaya kebakaran dan
kewaspadaan bencana didalam maupun dilluar lingkungan rumah
sakit.
b. Bahwa kegiatan K3 di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi dilakukan
secara komprehensif, serentak, terinteregrasi, serta berkelanjutan
oleh masing-masing unit terkait dan terkoordinasi oleh Panitia K3RS
yang dibentuk oleh Kepala Rumah Sakit bhayangkara Jambi
c. Bahwa untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam butir
(b) diatas, diperlukan suatu pedoman pengorganisasian Panitia
K3RS.
d. Bahwa agar pedoman pengorganisasian Panitia K3RS tersebut
agar memiliki kekuatan hukum perlu ditetapkan melalui Surat
Keputusan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Mengingat : 1. Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Peraturan Menkes RI No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
3. Peraturan MENKES No. 986/Menkes/Per/XI/1992 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri kesehatan No. 373 tentang standar profesi
sanitarian
5. Keputusan Menteri Kesehatan No. 876 tentang pedoman teknis
Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan
6. UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana.

Memperhatikan Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan bencana

MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. (1)Penyusunan organisasi pelaksana K3,(2)Fungsi organisasi K3
lengkap dengan susunan keanggotaan dan uraian tugasnya,(3)
tentang fungsi organisasi pelaksana K3,(4)Cakupan Program K3
2. Mengamanatkan kepada Panitia K3RS yang dibentuk untuk
bertanggung jawab terhadap pemantauan dan mengevaluasi
pelaksanaan Pedoman K3RS serta membuat ketentuan lainnya
yang terkait dengan kebijakan tersebut pada point Pertama.
3. Mengamanatkan kepada segenap Staf Rumah Sakit
Bhayangkara jambi agar mempertahankan kebijakan dan
pedoman tersebut pada point Pertama diatas dalam memberikan
pelayanan kepada pasien dan segala aspek yang
memungkinkan terjadinya masalah K3 di Rumah Sakit
Bhayangkara jambi..
4. Keputusan ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak
tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan dilakukan
penyempurnaan dan atau evaluasi sekurang-kurangnya sekali
dalam masa 2 tahun.Keputusan ini berlaku untuk jangka waktu 3
(tiga) tahun sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan
dilakukan penyempurnaan dan atau evaluasi sekurang-
kurangnya sekali dalam masa 2 tahun.
5. Bila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini,
akan ditinjau kembali sesuai dengan Perundangan Kesehatan
yang ada dan kemampuan Rumah Sakit Bhayangkara jambi.

Ditetapkan di : Jambi
pada Tanggal : Januari 2014
KEPALA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

Dr.WAHONO EDHI P., Sp.PD


KOMISARIS POLISI NRP 78020928

I. PENYUSUNAN ORGANISASI PELAKSANA K-3 ( TIM/PANITIA K3 )


 STRUKTUR TERLAMPIR
Lampiran II : Surat Keputusan
Kepala Rumah Sakit
Bhayangkara Jambi
Nomor : SK/. / I /2014
Tanggal : 18 Januari 2014
Tentang : Susunan Panitia PK3RS

SUSUNAN PANITIA KESELAMATAN KERJA, KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN


BENCANA ( PK3RS) RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

I.Ketua Tim K3RS : dr. Zaitun Rahmawati


II.Wakil Ketua PK3RS : Asneni
III.Sekretaris : Munawarah
IV. Koordinator
1. Koordinator Peralatan Non Medik, : Fred Joyneri
Bangunan Fisik, Listrik, dan Air
2. Koordinator Pengembangan Sanitasi : Safrizal
Lingkungan dan Limbah Rumah Sakit
3. Koordinator Penanggulangan Bahaya : Oktarico
Kebakaran dan Bencana
4. Koordinator Pelayanan Kesehatan : Dr.Mario Nataputra
Kerja & Pencegahan Penyakit Akibat
Kerja
5. Koordinator Bidang Pendidikan dan : Erlina
Latihan
V. Unsur Pendukung
1. Unit Medis : dr. Trihastuti Megawati
2. Unit Pelayanan : Febri Dora
3. Satuan Pengaman : Piket dan Provost
4. Kepala Instalasi :
 Instalasi IGD : dr. Deddy Haryanto
 Instalasi Watlap : Rita Desliana
 Instalasi Watlan : Winda Elisa
 Instalasi Gizi : Ruslan lubis
5. Kepala Ruangan :
 Rawat Inap Bawah : Etin Irsabarini
 Rawat Inap Bawah : Jani Anggraini
 Kebidanan : Jelita Siregar
 ICU : Eko Sutrisno
 Labor : Irna Nakasima D
 IGD : Noviarita
 OK : Sesmita
 Rontgen : Safrizal
6. Seksi Pemeliharaan Sarana : Ir. Fredy
7. Seksi Hygiene dan Sanitasi : Hendri Susilo
8. Sub Bag Rekam Medik : Riama Sihombing

Lampiran III : Surat Keputusan Kepala


Rumah Sakit Bhayangkara
Jambi
Nomor : SK/. / I /2014
Tanggal : 18 Januari 2014
Tentang : Susunan Panitia PK3RS

 URAIAN TUGAS PANITIA KESELAMATAN KERJA, KEBAKARAN DAN


KEWASPADAAN BENCANA ( PK3RS) RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

A. Ketua
1. Tugas Umum
a. Memimpin Panitia Keselamatan Kerja, Kebakaran dan kewaspadaan
bencana Rumah Sakit ( PK3RS ) sesuai ketetapan yang berlaku dan
kebijakan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara jambi.
b. Memimpin Panitia Keselamatan Kerja, Kebakaran dan kewaspadaan
bencana Rumah Sakit ( PK3RS ) secara efektif dan efisien.
c. Memimpin Panitia Keselamatan Kerja Rumah Sakit ( PK3RS ) dengan
memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia.
d. Memimpin Panitia Kesehatan Keselamatan Kerja Rumah Sakit untuk
mencapai tujuan PK3RS Rumah Sakit Bhayangkara jambi. yang telah
ditetapkan.

2. Tugas Khusus
a. Memimpin, mengkoordinir, membina dan mengawasi kegiatan Panitia
K3RS agar dapat berhasil guna dan berdaya guna
b. Melaksanakan kegiatan yang bersifat ekstren organisasi
c. Memimpin setiap pertemuan K3RS
d. Membuat perencanaan kegiatan Panitia K3RS.
e. Mengevaluasi hasil kegiatan Panitia K3RS.
f. Membuat laporan secara berkala dan pertanggung jawaban tertulis
tahunan kepada Kepala Rumah Sakit
g. Melaksanakan tugas sebagai anggota Panitia K3RS .

3. Hak
a. Mendapat informasi dari Instalasi terkait K3RS.
b. Mendapat dukungan kerjasama dari Instalasi terkait K3RS.

4. Wewenang
e. Memberikan saran kepada Kepala tentang K3RS di Rumah Sakit
Bhayangkara jambi.
f. Memberikan saran kepada semua pihak di Rumah Sakit Bhayangkara
jambi.

5. Tanggung jawab
Bertanggung jawab kepada Kepala tentang tugasnya.

B. Sekretaris
1. Tugas Umum
Memimpin tugas pelaksanaan kesekretariatan pada umumnya.

2. Tugas Khusus
g. Membuat undangan rapat dan notulen Panitia Kesehatan Keselamatan
Kerja Rumah Sakit Bhayangkara jambi.
h. Mengelola administrasi surat Panitia Keselamatan Kerja, Kebakaran dan
Kewaspadaan Bencana (K3 ) Rumah Sakit Bhayangkara jambi.
i. Mengkoordinasi informasi dan data yang berhubungan dengan kegiatan
Panitia Kesehatan Keselamatan Kerja ( K3 ) Rumah Sakit Bhayangkara
jambi.

3. Hak
a. Mendapat informasi dari Instalasi terkait K3RS
b. Mendapat dukungan kerjasama dari Instalasi terkait K3RS

4. Wewenang
a. Memberi saran kepada Kepala tentang K3RS
b. Memberikan saran kepada semua pihak di Rumah Sakit Bhayangkara
jambi tentang K3RS.

5. Tanggung jawab
Bertanggung jawab kepada Kepala tentang tugasnya.

C. Koordinator-koordinator
1. Koordinator Peralatan non Medik, Bangunan dan Fisik dan Kebakaran
a. Tugas Pokok
 Membantu sebagian tugas pokok Ketua Panitia K3RS dalam bidang
peralatan non medic, bangunan fisik dan kebakaran.

b. Fungsi
 Untuk menyelenggarakan tugas pokok dimaksud koordinator K3
peralatan non medik, bangunan fisik dan kebakaran mempunyai
fungsi :
1) Pengawasan pemeliharaan peralatan non medik.
2) Mengkoordinir pengurusan ijin operasional peralatan non
medik dan ijin operasional bangunan IMB.
3) Pengawasan struktur dan arsitektur bangunan fisik.
4) Mengkoordinasi penyelenggaraan pencegahan dan
pengendalian kebakaran.

2. Koordinator Pengembangan Sanitasi Lingkungan dan Limbah Rumah


Sakit
a. Tugas Pokok
 Membantu sebagian pokok Ketua Panitia K3RS di bidang
Pengembangan Sanitasi Lingkungan.
b. Fungsi
 Untuk menyelenggarakan tugas pokok dimaksud koordinator
pengembangan sanitasi dan lingkungan mempunyai fungsi :
1) Penyelenggaraan pengawasan kebersihan rumah sakit.
2) Penyelenggaraan pengawasan penyediaan air bersih.
3) Penyelenggaraan pengawasan pengolahan limbah cair, padat
dan gas
4) Penyelenggaraan pengawasan penyehatan makanan dan
minuman.
5) Penyelenggaraan pengawasan pengendalian binatang serangga,
lalat dan tikus.
6) Penyelenggaraan pengawasan sterilisasi peralatan, ruangan dan
bahan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan.
7) Penyelenggaraan pengawasan program penyehatan lingkungan.
3. Koordinator Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
a. Tugas Pokok
 Membantu sebagian tugas pokok Ketua Panitia K3RS di bidang
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana di Rumah
Sakit Bhayangkara jambi.

a. Fungsi
a. Penanggulangan Kebakaran Dengan tugas kewajiban Sbb :

1) Membantu Kepala Rumah Sakit dan Ketua Akreditasi Rumah Sakit


dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan upaya
pencegahan dan pengendalian penanggulangan kebakaran.
2) Membuat pedoman/petunjuk teknis umum dan khusus, tanda-tanda
peringatan, dan lainnya yang memuat upaya-upaya pencegahan
dan pengendalian penanggulangan bahaya kebakaran Rumah
Sakit Bhayangkara jambi.
3) Mengusahakan pencegahan/mengurangi kecelakaan, kebakaran,
peledakan, kebocoran gas, dan lain-lain.
4) Melakukan pembinaan untuk menumbuhkan kesadaran petugas
akan pentingnya penanggulangan kebakaran.
5) Melaksanakan pelatihan dan penyuluhan kepada seluruh personel
rumah sakit dalam pengendalian keadaan kebakaran dengan
bekerjasama dengan instansi iuar (Dinas Pemadam Kebakaran)
yang disertai dengan simulasi termasuk evakuasi.
6) Bertanggungjawab dan melaksanakan kegiatan penanggulangan
kebakaran Kebakaran kecil dan Kebakaran Besar ( Pangawas
bagian Keamanan Besar ) yang terdiri dari :
1. Tim Pemadam.

- Mengetahui apakah api bisa dipadamkan dengan tabung APAR


atau Hydrant.
- Mengetahui dengan pasti letak alat pemadam kebakaran.
- Mengambil alih dan membawa alat pemadam kebakaran ketempat
kejadian.
- Berusaha memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan
(APAR) dan Hydrant, Hydrant dipergunakan setelah listrik
dipadamkan.
- Melokalisir area kebakaran dengan manyingkirkan barang-barang
yang mudah terbakar, menutup jendela-jendela dan pintu agar api
tidak menjalar ke area lain.
- Cegah / melarang orang-orang yang bukan petugas Keselamatan
Kebakaran mendekati lokasi api hanya untuk menyelamatkan
barang-barangnya.
- Bila tidak mampu menguasai api, keluar dari lokasi api dengan
cepat, segera menghubungi Pos Jaga / Piket.
- Melaporkan tindakan dan hasilnya kepada Kepala Jaga.
2. Tim Evakuasi.
- Memerintahkan semua karyawan agar segera keluar gedung
dengan tertib.
- Memimpin pelaksanaan Evakuasi.
- Usahakan orang-orang keluar dengan cepat (jalan lari).
- Perintahkan wanita-wanita untuk melepas sepatu hak tingginya.
- Pimpin evakuasi dan berkumpul dilokasi masing-masing yang telah
ditentukan.
- Segera dievaluasi jumlah mereka, bersama-sama dengan Kepala
pelaksana Keselamatan Kebakaran Lantai.
- Jaga ketat jangan sampai ada yang berusaha masuk ke gedung
atau meninggalkan kelompok, sebelum ada instruksi lebih lanjut.

3. Tim Penyelamat.
- Sebelum pelaksanaan evakuasi orang-orang cacat, wanita-wanita
hamil, orang-orang berpenyakit langsung segera dibantu untuk
keluar gedung.
- Jika terjadi pakaian seseorang terbakar maka “Fire Blanket” harus
diselimutkan pada nyala api tersebut dan memerintahkan orang
tersebut untuk berguling-guling dalam blanket diatas lantai agar api
cepat padam.
- Jika P3K gagal, segera hubungi Rumah Sakit terdekat
/ambulance/dokter.
- Menghitung jumlah karyawan dan melaporkan kepada kepala
Pelaksana Keselamatan Kebakaran.

4. Tim Pengaman.
- Mengamankan area kebakaran agar jangan dimasuki orang-orang
yang tidak bertanggung jawab.
- Mengamankan lokasi penampungan korban.

5. Petugas Pintu Depan:

- Menutup pintu masuk dan melarang kendaraan masuk


- Menuntun/menyediakan jalur untuk unit mobil Pemadam
Kebakaran dan Aparat Keamanan.
- Melarang orang-orang yang tidak berkentingan memasuki area dan
mengeluarkan kendaraan yang akan keluar.
- Memberitahu petugas Dinas Pemadam Kebakaran tentang lokasi
terjadinya kebakaran dan jalan yang terdekat menuju lokasi
tersebut.

b. Kewaspadaan Bencana Dengan tugas kewajiban sebagai berikut:

1) Didalam rumah sakit.


Kewaspadaan bencana didalam rumah sakit
2) Diluar rumah sakit.
 Mengkoordinasi dan melaksanakan penanggulangan
bencana dengan baik dan benar bagi seluruh personel dari
unit kerja terkait pada saat terjadi bencana baik di dalam
maupun di luar rumah sakit dengan Petunjuk Pelaksanaan
atau SOP Kewaspadaan Bencana Rumah Sakit Bhayangkara
Jambi
4. Koordinator Pelayanan Kesehatan Kerja, Pencegahan Penyakit Akibat
Kerja & Kecelakaan Kerja

a. Tugas Pokok
 Membantu sebagian tugas pokok Ketua Panitia K3RS di bidang
kegiatan pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat
kerja dan kecelakaan kerja melalui pendekatan health promotion,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
b. Fungsi
 Untuk menyelenggarakan tugas pokok dimaksud, coordinator
pelayanan kesehatan kerja di bidang pencegahan penyakit akibat
kerja dan kecelakaan kerja mempunyai fungsi :
1) Pengawasan pelaksanaan program kesehatan kerja di bidang
pencegahan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja di
Rumah Sakit.
2) Pembinaan kesehatan kerja di bidang pencegahan penyakit
akibat kerja dan kecelakaan kerja di Rumah Sakit.
3) Pemantauan kesehatan kerja di bidang penyakit akibat kerja dan
kecelakaan kerja di Rumah Sakit.
4) Evaluasi kesehatan kerja di bidang penyakit akibat kerja dan
kecelakaan kerja di Rumah Sakit.

5. Koordinator bidang Diklat


 Memimpin, mengkoordinir, membina dan mengawasi kegiatan pendidikan dan
pelatihan agar dapat berhasil guna dan berdaya guna

6. Unsur Pendukung PK3RS


a) Membantu Pelaksanaan Program K3RS
b) Membantu Mobilisasi ketika terjadi bencana

II. FUNGSI ORGANISASI PELAKSANA K3


1. Mengumpulkan dan mengolah seluruh data dan informasi serta permasalahan
yang berhubungan dengan K3.
2. Membantu Karumkit mengadakan dan meningkatkan upaya promosi K3,
pelatihan dan penelitian K3 di RS
3. Pengawasan terhadp pelaksanaan program K3
4. Memberika saran dan petimbangan berkaitan dengan tindakan korektif
5. Koordinasi dengan unit-unit lain yang menjadi anggota K3 RS
6. Memberi nasehat tentang manajemen K3 ditempat kerja control bahaya
mengeluarkan peraturan dan inisiatif pencegahan.
7. Investigasi dan melaporkan kecelakaan dan merekomendasikan sesuai
kegiatannya.
8. Berpartisipasi dalam perencanaan pembelian peralatan baru, pembangunan
gedung dan proses.
III. CAKUPAN PROGRAM K3 RUM

1. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN BENCANA


2. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KEBAKARAN
3. PROGRAM KEAMANAN PASIEN, PENGUNJUNG, DAN PETUGAS
4. PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BAGI PEGAWAI
5. PROGRAM PENGELOLAAN BARANG BAHAN BERBAHAYA (B3)
6. PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA
7. PROGRAM SANITASI RUMAH SAKIT
8. PROGRAM SERTIFIKASI DAN KALIBRASI, SARANA PRASARANA DAN PERALATAN
9. PROGRAM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT, CAIR DAN GAS
10. PROGRAM DIKLAT K3 (PELATIHAN DAN SIMULASI KEJADIAN)
11. PROGRAM PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DAN PELAPORAN DATA