Anda di halaman 1dari 10

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT UNTUK

MATAK ULIAH TANAMAN OBAT PADA MATERI METABOLIT


SEKUNDER DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU

Safnila1, Ibnu Hajar2, Desti3

Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Islam Riau


Jln. Kaharuddin Nasution No 113. Kode Pos: 28284 Pekanbaru – Riau, Indonesia
E-mail : syafnila.ila@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran power point untuk matakuliah
Tanaman Obat pada materi metabolit sekunder di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas
Islam Riau dengan menggunakan model pengembangan Plomp (2010) yang terdiri dari tahapan
penelitian awal dan tahap prototype. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling,
dan jumlah sampel 30 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Islam
Riau yang telah mengambil matakuliah Tanaman Obat Tahun Pembelajaran 2017/2018.
Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui kegiatan tahapan penelitian awal (analisis
kebutuhan) sampai dengan tahap prototipe yaitu validasi dari para ahli (ahli materi, ahli media dan
ahli pembelajaran), selain itu dilakukan juga uji kelayakan terbatas dengan menggunakan angket
respon mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan metode skala dengan modifikasi Likert. Hasil
penelitian berupa rancangan produk media pembelajaran power point dalam bentuk prototipe
berupa Compact Disc (CD) pada materi Metabolit Sekunder untuk Matakuliah Tanaman Obat.
Hasil validasi gabungan oleh ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran menunjukkan bahwa
media pembelajaran power point yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses
pembelajaran dengan rata-rata persentase sebesar 94,44%. Media pembelajaran Tanaman Obat yang
dikembangkan ini juga mendapat tanggapan sangat baik dari mahasiswa dengan rata-rata persentase
92,73% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa telah
diperoleh produk berupa prototipe yaitu media pembelajaran power point untuk Matakuliah
Tanaman Obat pada materi Metabolit Sekunder yang sangat layak digunakan dalam proses
pembelajaran.

Kata kunci: Pengembangan, Power point, Tanaman Obat, Metabolit Sekunder


ABSTRACT
This study aims to develop power point learning media for Medicinal Plants subject in secondary
metabolite material in Biology Education Department of Islamic University of Riau by using Plomp
development model (2010) consisting of initial research stage and prototype stage. Determination of
samples used purposive sampling techniques and 30 students of Biology Education in Islamic
University of Riau who has taken Medicinal Plants subject in year 2017/2018. The data in this
research is obtained through the activity of the initial research stage (requirement analysis) until
prototype stage that experts validation (material expert, media expert and learning expert), and the
feasibility test by using questionnaire of student response to instructional media has been done.
Data analysis technique used the scale method with Likert modification. The result of research is
the prototype of power point learning media in prototype form in the form of Compact Disc (CD)
on Secondary Metabolite material for Medicinal Plants Subject. The result of joint validation by
material experts, media experts and learning experts shows that the developed power point learning
media is very feasible to be used in the learning process with an average percentage of 94.44%.
Medicinal learning media of Medicinal Plants that developed this also get very good response from
student with average percentage 92,73% with very good category. Based on the results of the study
concluded that the product has been obtained in the form of prototype power point learning media
for the Medicinal Plants Subject on Secondary Metabolite material that is very suitable to be used in
the learning process.

Keywords: Development, power point, Medicinal Plants, Secondary Metabolites

PENDAHULUAN proses belajar yang terjadi pada diri anak


Pendidikan merupakan suatu proses dengan demikian, dalam pendidikan antara
dalam rangka mempengaruhi siswa agar proses dan hasil belajar harus berjalan
dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin seimbang.
terhadap lingkungannya dan dengan Berdasarkan Undang-Undang No. 2
demikian akan menimbulkan perubahan Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan
dalam dirinya yang memungkinkannya Nasional menjelaskan bahwa pendidikan
untuk berfungsi secara adikuat dalam nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan
kehidupan masyarakat (Hamalik, 2013: 3). bangsa dan mengembangkan manusia
Selanjutnya menurut Sanjaya (2010: 2) Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang
bahwa proses pendidikan yang terencana beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang
diarahkan untuk mewujudkan suasana Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki
belajar dan proses pembelajaran, hal ini pengetahuan dan keterampilan, kesehatan
berarti pendidikan tidak boleh jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap
mengesampingkan proses belajar, akan dan mandiri serta rasa tanggung jawab
tetapi bagaimana memperoleh hasil atau kemasyarakatan dan kebangsaan. Selanjutnya
dalam Undang-Undang tentang Sistem khususnya dalam proses pembelajaran.
Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Menurut Rosenberg (2004) dalam Sutopo
Pasal 3 juga dijelaskan bahwa Pendidikan (2012: 17) dengan berkembangnya
Nasional bertujuan untuk berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam
potensi peserta didik agar menjadi manusia proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan ke penampilan (2) dari ruang kelas ke di mana
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, dan kapan saja (3) dari kertas ke “online” atau
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi saluran (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
warga negara yang demokratis serta kerja (5) dari waktu siklus ke waktu nyata
bertanggung jawab. (real team). Selanjutnya menurut Chole dan
Teknologi Informasi dan Komunikasi Chan dalam Sutopo (2012: 18) teknologi
(TIK) atau Information and Communication komputer digunakan sebagai media
Technologies (ICT) adalah teknologi yang pendidikan yang memiliki keuntungan sebagai
mencakup seluruh peralatan teknis untuk berikut: (1) meningkat perhatian dan
memproses dan menyampaikan informasi. konsentrasi siswa pada materi pembelajaran,
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi (2) meningkatkan motivasi siswa untuk
informasi dan teknologi komunikasi. belajar, (3) menyesuaikan materi dengan
Teknologi informasi meliputi segala hal yang kemampuan belajar siswa, (4) mengurangi
berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai penggunaan waktu penyampaian materi, (5)
alat bantu, manipulasi dan pengelolaan membuat pembelajaran lebih menyenangkan.
informasi. Sedangkan teknologi komunikasi Salah satu hasil teknologi yang dapat
adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan digunakan sebagai media pembelajaran adalah
penggunaan alat bantu untuk memproses dan dengan menggunakan power point, yang
mentransfer data dari satu perangkat ke merupakan program untuk membuat dan
lainnya. Dengan demikian, teknologi mengolah presentasi interaktif yang
informasi dan teknologi komunikasi adalah menawarkan kemudahan dan banyak
dua buah konsep yang tidak terpisahkan digunakan saat ini. Dengan power point anda
(Sutopo, 2012: 1). dapat membuat lembar kerja persentasi mulai
Perkembangan Teknologi Informasi dari membuat slide, memformat teks,
dan Komunikasi (TIK) telah memberikan mengatur desain presentasi, menambahkan
pengaruh terhadap dunia pendidikan objek audio-video, mengolah transasi slide
hingga menggunakan animasi (Anggraini, lebih ke aspek biokimia, sehingga materi
2012). tersebut di anggap sulit oleh mahasiswa/i.
Hamalik dalam Arsyad (2014: 19) Media pembelajaran berbentuk multimedia
mengemukakan bahwa pemakaian media atau berbasis IT sangat diperlukan di Prodi
pembelajaran dalam proses belajar mengajar Biologi, karena media seperti itu sangat
dapat mengembangkan keinginan dan minat inovatif dan berkembang sesuai era saat ini.
yang baru, membangkitkan motivasi dan Selama ini pembelajaran Tanaman Obat
rangsangan kegiatan belajar siswa, dan dilakukan dengan media power point yang
bahkan membawa pengaruh-pengaruh ditampilkan oleh dosen di depan kelas. Media
psikologis terhadap siswa. Penggunaan media power point yang biasa digunakan belum
pembelajaran pada tahap orientasi interaktif karena masih dalam bentuk power
pembelajaran akan sangat membantu point biasa sehingga perlu dikembangkan
keaktifan proses pembelajaran dan media yang lebih menarik dan interaktif yang
penyampaian pesan serta isi pelajaran itu. dapat mempermudah serta mampu membuat
Selain membangkitkan motivasi dan minat mahasiswa lebih semangat dan antusias dalam
siswa, media pembelajaran juga dapat proses pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti
membantu siswa meningkatkan pemahaman, memilih media power point karena power
menyajikan data dan memadatkan informasi. point merupakan media yang praktis,
Di Program Studi Pendidikan Biologi penyajian materi dengan kombinasi warna,
terdapat matakuliah wajib dan matakuliah animasi, suara, dan masih banyak lagi.
pilihan yang diikuti oleh mahasiswa/i. Berdasarkan latar belakang masalah
Matakuliah wajib harus diikuti oleh yang telah diuraikan di atas, maka peneliti
mahasiswa/i disetiap semester berdasarkan merumuskan judul sebagai berikut:
ketetapan Kurikulum. Sedangkan matakuliah “Pengembangan Media Pembelajaran Power
pilihan merupakan matakuliah yang diikuti point untuk Matakuliah Tanaman Obat pada
berdasarkan minat dari mahasiswa/i. Salah Materi Metabolit Sekunder di Program Studi
satu matakuliah pilihan yang ada di Program Pendidikan Biologi FKIP UIR”.
Studi Pendidikan Biologi adalah matakuliah
METODOLOGI PENELITIAN
Tanaman Obat. Dalam matakuliah Tanaman
Obat terdapat materi metabolit sekunder, Metode penelitian yang digunakan
dimana kajian materi metabolit sekunder ini adalah Penelitian dan Pengembangan atau
Research and Development (R&D). Tabel 4. Kisi-kisi Lembar Validasi Media
Pembelajaran oleh Ahli Materi
Penelitian dan Pengembangan atau Reseach
and Development adalah metode penelitian No Aspek Jumlah No Indikator
yang Butir Ite
yang digunakan untuk menghasilkan produk Dinilai Lembar m
tertentu, dan menguji kelayakan produk Validasi
Kesesuaian
tersebut. R&D bertujuan untuk menghasilkan 1 Pembel 3 1,2, materi
ajaran 3 dengan
produk dalam berbagai aspek pembelajaran tujuan
dan pendidikan, yang biasanya produk pembelajar
an
tersebut diarahkan untuk memenuhi Kejelasan
petunjuk
kebutuhan tertentu (Sugiyono, 2013: 407).
belajar
Penelitian dan pengembangan dengan pada
proses
menggunakan model Plomp terdiri dari 4 belajar
mengguna
tahapan yaitu: (1) Penelitian Pendahuluan
kan media
(Pleminary Research), (2) Tahap Prototipe Kerunutan
materi
(Prototyping Stage), (3) Tahap Penilaian Penggunaa
(Assassment Stage), dan (4) Dokumentasi dan 2 Materi 3 4,5, n bahasa
6 Keakurata
Refleksi Sistematis (Systematic Reflection and n materi
Kesesuaian
Documentation). Karena keterbatasan waktu evaluasi
dan biaya, dalam mengembangkan media dengan
materi
pembelajaran Powerpoint ini, peneliti hanya metabolit
sekunder
akan melalui 2 tahap dari model Plomp yaitu
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Niati (2016)
Penelitian Pendahuluan (Pleminary Research)
dan Tahap Prototipe (Prototyping Stage).
Tabel 5. Kisi-kisi Lembar Validasi Media
Instrumen penelitian merupakan alat Pembelajaran oleh Ahli Media
bantu yang digunakan oleh peneliti untuk No Aspek Jumlah No Indikator
mengumpulkan data penelitian dengan cara yang Butir Ite
Dinilai Lembar m
melakukan pengukuran (Widoyoko, 2016: Validasi
Tampilan
51). Intsrumen yang digunakan pada
judul
penelitian ini yaitu lembar validasi ahli dan Kesesuaian
1 Tampil 9 1,2, tata letak
angket respon mahasiswa. an 3,4, tiap slide
5,6, Kualitas
7,8, tampilan
9 layar No Aspek Jumlah No Indikator
Ketebacaa yang Butir Ite
n teks Dinilai Lembar m
Penggunaa Validasi
n tombol gambar
Komposisi Kualitas
warna video
Kualitas Sound
gambar effect
Kualitas Kesesuaian
video materi
Sound 2 Pembel 3 10,1 dengan
effect ajaran 1,12 tujuan
Penggunaa pembelajar
n tombol an
2 Progra 3 10,1 Kejelasan Kejelasan
m 1,12 petunjuk petunjuk
penggunaa penggunaa
n media n media
Kualitas Kerunutan
interaksi materi
media 3 Materi 2 13,1 Penggunaa
dengan 4 n bahasa
pengguna Penyajian
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Niati (2016) materi
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Niati (2016)

Tabel 6. Kisi-kisi Lembar Validasi Media


Pembelajaran oleh Ahli Tabel 7. Kisi-kisi Angket Respon Mahasiswa
Pembelajaran terhadap Media Pembelajaran

No Aspek Jumlah No Indikator No Aspek Jumlah No Indikator


yang Butir Ite yang Butir Ite
Dinilai Lembar m Dinilai Lembar m
Validasi Validasi
Tampilan Tampilan
judul judul
Kesesuaian Letak
tata letak tombol,
1 Tampil 9 1,2, tiap slide 1 Tampil 7 1,2, teks dan
an 3,4, Kualitas an 3,4, gambar
5,6, tampilan 5,6, Desain
7,8, layar 7 backgroun
9 Keterbacaa d
n teks Keterbacaa
Penggunaa n teks
n tombol Penggunaa
Komposisi n tombol
warna Tampilan
Kualitas gambar
Kualitas a. Pengambilan sampel dilakukan pada
video
Saya mahasiswa FKIP Biologi UIR yang telah
merasa mempelajari materi metabolit sekunder
2 Pembel 2 8, 9 tertarik dan
ajaran termotivasi pada matakuliah Tanaman Obat.
jika belajar
dengan b. Jumlah mahasiswa yang menjadi sampel
mengguna sebanyak 30 orang baik laki-laki maupun
kan media
pembelajar perempuan.
an ini
Teknik analisis data menggunakan
Saya
memahami modifikasi metode skala Likert. Tanggapan
isi media
3 Materi 2 10, Bahasa respon yang berupa data kuantitatif,
11 yang dinyatakan dalam bentuk rentang jawaban
digunakan
Penyajian mulai dari 1 = Jika tidak ada deskriptor yang
materi
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Niati (2016) muncul, 2 = Jika yang muncul hanya 1
deskriptor, 3 = Jika yang muncul hanya 2
Teknik pengambilan sampel yang deskriptor, 4 = Jika ketiga deskriptor muncul.
digunakan dalam penelitian ini yaitu Selanjutnya dibuat persentase sehingga dapat
purpose sampling. Hal ini dilakukan dengan ditarik sebuah kesimpulan seberapa layak
cara mengambil subjek bukan berdasarkan media pembelajaran tersebut digunakan.
atas strata, random, atau daerah tetapi Perhitungan persentase tingkat
didasarkan atas adanya tujuan tertentu. kelayakan media pembelajaran menggunakan
Riduwan (2015: 20) menjelaskan bahwa metode yang dicontohkan oleh Akbar (2013:
purposive sampling dikenal juga dengan 158).
sampling pertimbangan ialah teknik 𝑇𝑆𝑒
Vma = 𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
sampling yang digunakan peneliti jika 𝑇𝑆𝑒
Vme = 𝑥 100%
peneliti mempunyai pertimbangan- 𝑇𝑆ℎ
𝑇𝑆𝑒
pertimbangan tertentu didalam pengambilan Vp = 𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
sampelnya atau penentuan sampel untuk 𝑇𝑆𝑒
Vs = 𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
tujuan tertentu. Berdasarkan hal ini maka
Keterangan:
penentuan sampel yang dilakukan oleh Vma = Validasi kelayakan ahli materi
Vme = Validasi kelayakan ahli media
Peneliti adalah sebagai berikut:
Vp = Validasi kelayakan ahli
pembelajaran
Vs = Validasi mahasiswa Tabel 14. Hasil Validasi Media Pembelajaran
TSh = Total skor maksimal yang oleh Ahli Materi
diharapkan N Aspek yang Persentase Tingkat
TSe = Total skor empiris (hasil uji o Dinilai Kelayakan Kelayakan
kelayakan dari validator) (%)
1 Pembelajaran 91,67 Sangat
layak
Sedangkan analisis dilanjutkan
2 Materi 100,00 Sangat
menurut Akbar dalam Hera, dkk, (2014: 225) layak
Rata-rata validasi 95,83 Sangat
dengan menggunakan perhitungan validasi materi layak
gabungan dengan rumus: Sumber: Data oleh Peneliti
b. Ahli Media
V1+V2+V3
V= =….% Penilaian validator ahli media
3
terhadap media pembelajaran Tanaman Obat
Keterangan: pada materi metabolit sekunder meliputi dua
V = Validasi gabungan aspek yaitu tampilan dan program. Hasil
V1 = Validasi ahli 1
V2 = Validasi ahli 2 Penilaian Validator dapat dilihat pada Tabel
V3 = Validasi ahli 3 16 sebagai berikut:
Tabel 16. Hasil Validasi Media Pembelajaran
HASIL DAN PEMBAHASAN Tanaman Obat oleh Ahli Media
N Aspek yang Persentase Tingkat
Validasi dilakukan oleh Peneliti o Dinilai Kelayakan Kelayakan
dimulai pada bulan Desember 2017 sampai (%)
1 Tampilan 94,44 Sangat
dengan bulan Februari 2018. Hasil validasi layak
media pembelajaran power point untuk 2 Program 91,67 Sangat
layak
matakuliah Tanaman Obat materi metabolit Rata-rata validasi 93,05 Sangat
sekunder adalah sebagai berikut: media layak
Sumber: Data oleh Peneliti
a. Ahli Materi
c. Ahli Pembelajaran
Validasi media pembelajaran oleh
Penilaian validator ahli pembelajaran
ahli materi dilihat dari dua aspek yaitu aspek
terhadap media pembelajaran Tanaman Obat
pembelajaran dan aspek materi. Hasil
pada materi metabolit sekunder meliputi tiga
validasi media pembelajaran power point
aspek yaitu tampilan, pembelajaran dan
oleh ahli materi disajikan pada Tabel 14
materi. Hasil Penilaian Validator dapat
dibawah ini.
dilihat pada Tabel 18 sebagai berikut:
Tabel 18. Hasil Validasi Media Pembelajaran Pembelajaran dilakukan dengan
Tanaman Obat oleh Ahli
menampilkan media pembelajaran kepada
Pembelajaran
N Aspek yang Persentase Tingkat mahasiswa, kemudian mahasiswa akan
o Dinilai Kelayakan Kelayakan
memberikan penilaian pada angket penilaian
(%)
1 Tampilan 91,67 Sangat media pembelajaran yang diberikan oleh
layak
Peneliti. Hasil uji coba terbatas mahasiswa
2 Pembelajaran 91,67 Sangat
layak terhadap Media Pembelajaran yang
3 Materi 100 Sangat
layak
dikembangkan Peneliti diperoleh dengan
Rata-rata validasi 94,44 Sangat rata-rata 92,73% yang termasuk kategori
pembelajaran layak
“Sangat Baik”.
Sumber: Data oleh Peneliti
Setelah didapatkan penilaian dari
KESIMPULAN
ketiga validator, dilakukan perhitungan untuk
a. Produk media pembelajaran power point
mendapatkan validasi gabungan yang dapat
untuk matakuliah Tanaman Obat pada
dilihat pada Tabel 19 berikut ini:
materi metabolit sekunder telah berhasil
Tabel 19. Hasil Validasi Gabungan
N Validasi Ahli Persentase Tingkat disusun. Proses pengembangan media
o Kelayakan Kelayakan
pembelajaran meliputi tahap: Tahap
(%)
1 Materi (FW) 95,83 Sangat penelitian pendahuluan (preliminary
layak
research) dan Tahap prototipe
2 Media (YAK) 93,05 Sangat
layak (Prototyping Stage).
3 Pembelajaran 94,44 Sangat
b. Penilaian media pembelajaran power
(SA) layak
Rata-rata validasi 94,44 Sangat point untuk matakuliah Tanaman Obat
gabungan layak
pada materi metabolit sekunder yang
Sumber: Data oleh Peneliti
dikembangkan sangat layak berdasarkan
d. Data Hasil Uji Coba Terbatas pada kriteria kelayakan menurut penilaian
Mahasiswa validator. Berdasarkan hasil validasi dari
Uji coba Media Pembelajaran validator (ahli materi, ahli media dan ahli
dilakukan dengan diujicobakan pada 30 pembelajaran) sudah sangat layak untuk
orang mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP digunakan.
UIR yang telah mengambil matakuliah c. Media pembelajaran power point untuk
Tanaman Obat. Penilaian Media matakuliah Tanaman Obat pada materi
metabolit sekunder mendapat tanggapan Muhammadiyah Banda Aceh. Jurnal
Edubio Tropika. Vol 2. Hal 225.
sangat baik dari mahasiswa. Hal ini dapat
dilihat dari rata-rata respon mahasiswa Niati. 2016. Pengembangan Media
Pembelajaran Power Point
sebesar 92,73% dengan kriteria sangat Terintegrasi dengan Imtaq pada
baik. Materi Pokok Struktur dan Fungsi
Organ pada Sistem Pernapasan untuk
d. Setelah melakukan validasi dan uji coba Siswa Kelas XI SMA/MA. Skripsi.
kelayakan terbatas maka pengembangan FKIP UIR. Pekanbaru.
media pembelajaran power point untuk Riduwan. 2015. Dasar-dasar Statistika.
matakuliah Tanaman Obat pada materi Bandung: Alfabeta

metabolit sekunder layak untuk Sanjaya, W. 2010. Strategi Pembelajaran


Berorientasi Standar Proses
digunakan. Pendidikan. Jakarta: Kencana

Sugiyono. 2013. Penelitian Pendidikan


DAFTAR PUSTAKA (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&d). Bandung: Alfabeta.
Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat
Sutopo, A. H. 2012. Teknologi Informasi dan
Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja
Komunikasi dalam Pendidikan.
Rosdakarya Offset.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Anggraini, Y. 2012. Penerapan Media
Undang-undang RI No. 2 Tahun 1989
Powerpoint untuk Meningkatkan
tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Kemampuan Mengenal Huruf Vokal
(Diakses tanggal 9 Februari 2017).
Bagi Anak Tunarungu. Jurnal Ilmiah
Pendidikan Khusus. 1 (1). Hlm. 211- Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003
224. http: tentang Sistem Pendidikan Nasional.
ejurnal.unp.ac.ic.id/index.php/jupekh (Diakses tanggal 9 Februari 2017).
u. (Diakses 4 April 2017).
Widoyoko, E. P. 2016. Teknik Penyusunan
Arsyad, A. 2014. Media Pembelajaran. Instrumen Penelitian. Yogyakarta:
Jakarta: Rajawali Pers. Pustaka Belajar.
Hamalik, O. 2013. Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Hera, Rufa. Khairil. dan Hasanuddin. 2014.


Pengembangan Handout
Pembelajaran Embriologi Berbasis
Kontekstual pada Perkuliahan
Perkembangan Hewan untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep
Mahasiswa di Universitas