Anda di halaman 1dari 15

DESKRIPSI JURNAL

Judul jurnal : Shared Vision: A Development Tool For Organizational Learning

Pengarang : Siu Loon Hoe

Judul publikasi : Development & Learning in Organizations

Volume : 21

Edisi :4

Halaman : Hlm. 12-13

Tahun publikasi : 2007

Penerbit : Emerald Group Publishing Limited

Tempat publikasi : Bradford

Negara publikasi : United Kingdom

Subyek publikasi : Business and Economic, Management

ISSN : 1447777282

1
RANGKUMAN JURNAL

“Shared Vision: A Development Tool For Organizational Learning”

(Visi Bersama: Alat Pengembangan Untuk Pembelajaran Organisasi)

Siu Loon Hoe

hoesl@graduated.uwa.edu.au or hoesl@alumni.nus.edu.sg

Program Studi Manajemen, Universitas Australia Selatan, Crawley, Australia

Abstrak: Literatur perilaku dan manajemen organisasi telah mendapatkan banyak perhatian
pada proses dan teknologi dalam pembelajaran organisasi. Ada penelitian terkait pengaruh
visi bersama tentang pembelajaran organisasi. Tujuan jurnal ini adalah untuk menyoroti
pentingnya visi bersama sebagai alat pengembangan untuk membangun kemampuan belajar
organisasi. Jurnal ini menawarkan pandangan tentang bagaimana pemimpin dapat
menggunakan visi bersama untuk mengembangkan kemampuan belajar organisasi.
Mempraktikkan manajer dapat membantu mempromosikan pembelajaran organisasi dengan
visi bersama sebagai panduan tentang apa yang harus dipelajari dari lingkungan internal dan
eksternal. Jurnal ini memberikan kontribusi pada literatur pembelajaran dan kepemimpinan
organisasi yang ada dengan memperkenalkan gagasan tentang visi bersama yang
mempromosikan pembelajaran organisasi.

Latar Belakang

Visi bersama mengacu pada gambaran yang jelas dan umum tentang keadaan masa
depan yang diinginkan yang oleh anggota organisasi dengan mengidentifikasikan diri mereka
sendiri - yang pada dasarnya merupakan visi yang telah diinternalisasi oleh anggota
organisasi. Hal ini juga merupakan posisi yang disetujui secara universal dan diharapkan
bahwa organisasi akan mempertimbangkannya. Visi bersama berkaitan erat dengan
pembelajaran organisasi yang telah sering diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang
mempengaruhi kegiatan penyuluhan pengetahuan dan penyebaran pengetahuan.

2
Kenapa Harus Visi bersama?

Visi bersama dimaksudkan untuk menghasilkan tujuan organisasi yang jelas dan
mendorong perubahan yang diperlukan dalam organisasi sehingga dapat mencapai hasil yang
diinginkan di masa depan. Hal ini merupakan tanggapan atas pertanyaan, “Apa yang ingin
kita ciptakan?” [Baker dan Sinkula (1999)]. Mencatat pula bahwa aspek kritis dari visi
bersama adalah bahwa ketika diketahui dan dipahami secara universal, organisasi tersebut
merasa satu tujuan dan satu arah. Visi bersama membantu menciptakan rasa kesamaan dalam
organisasi dan memberikan koherensi terhadap beragam aktivitas. Orang yang benar-benar
memiliki visi bersama akan terhubung dan terikat oleh aspirasi yang sama. Selain itu, visi
bersama memberikan panduan tentang apa yang harus dilestarikan dan apa yang harus diubah.
Hal ini adalah aspek penting dalam lingkungan yang berubah dengan cepat dimana karyawan
perlu membedakan antara apa yang perlu diubah dan apa yang tetap menjadi status quo1.
Tanpa visi bersama, individu cenderung tidak berbagi hasil organisasi yang diinginkan.
Individu cenderung tidak tahu apa harapan dan tujuan organisasi.

Kurangnya fokus organisasi yang dipahami secara universal menurunkan motivasi


belajar. Konsep “Shared Vision” merupakan fondasi penting bagi pembelajaran proaktif
karena memberikan arahan dan fokus untuk belajar. Hal ini, pada kesempatannya, mendorong
energi, komitmen, dan tujuan di antara anggota organisasi. Visi bersama membantu
mengklarifikasi arahan organisasi tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus
dipelajari. Nonaka dan Takeuchi (1995) berpendapat bahwa niat organisasi mendorong
proses penciptaan pengetahuan. Tujuan ini biasanya berbentuk strategi perusahaan, elemen
yang paling penting adalah visi bersama.

Ada hubungan yang kuat antara visi bersama dan kinerja organisasi. Berdasarkan
wawancara mendalam dengan para eksekutif senior dari spektrum industri AS yang luas,
Calantone et al. (2002), menemukan bahwa visi bersama memiliki efek positif pada inovasi
sebuah organisasi, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja organisasi. Visi bersama juga
mempengaruhi kinerja organisasi yang diukur dengan pertumbuhan penjualan, keuntungan,
lapangan kerja dan kekayaan bersih.

3
1Status quo: 'keadaan tetap sebagaimana keadaan sekarang atau sebagaimana keadaan sebelumnya'.
Pembelajaran Organisasi

Dalam pembelajaran organisasi, konsistensi dalam tujuan dan pencapaian tujuan dapat
ditingkatkan melalui visi bersama. Beberapa ilmuwan sejauh mengatakan bahwa visi bersama
merupakan prasyarat dalam mengembangkan kemampuan belajar organisasi. Hal ini karena
visi bersama membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dengan
menyelaraskan berbagai aktivitas menuju tujuan bersama. Meskipun pembelajaran adaptif
dimungkinkan tanpa adanya penglihatan bersama, pembelajaran generatif hanya terjadi bila
sekelompok orang berusaha mencapai sesuatu yang sangat penting bagi mereka.

Visi bersama membantu menginspirasi karyawan dengan gambaran yang meyakinkan,


konsisten, dan jelas tentang apa yang mereka inginkan. Dalam lingkungan yang ambigu dan
tidak pasti, bahkan jika karyawan termotivasi untuk belajar, sulit untuk mengetahui apa yang
harus dipelajari. Dengan visi bersama, mengelola melalui labirin kepentingan yang saling
bertentangan dalam sebuah organisasi menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan stres.
Oleh karena itu, memberdayakan masyarakat menuju visi kolektif merupakan ciri utama
pembelajaran organisasi.

Keuntungan Visi bersama

Visi bersama sangat penting dalam pembelajaran organisasi karena memberikan


panduan umum mengenai kebutuhan pengetahuan. Arah yang luas ini membantu menentukan
jenis pengetahuan yang dibutuhkan dan jenis kegiatan perolehan pengetahuan dan diseminasi
pengetahuan yang harus didorong. Misalnya, jika visi organisasi adalah untuk memperluas
secara internasional, maka anggota dapat dipandu untuk memperoleh dan menyebarkan lebih
banyak informasi mengenai pasar luar negeri. Visi bersama juga akan memastikan bahwa
hanya pengetahuan yang relevan diperoleh dan kemudian disebarkan ke dalam organisasi
untuk mencapai tujuan bisnis. Jika karyawan memiliki visi bersama, maka proses akuisisi dan
diseminasi pengetahuan dapat mentolerir beberapa inefisiensi. Hal ini karena visi bersama
membantu menetapkan garis besar strategi pengembangan dan membiarkan rincian spesifik
muncul nanti. Setiap tindakan mungkin tidak tepat sasaran, namun semua tindakan akan
diarahkan ke arah yang benar.

Manfaat lain dari memiliki visi bersama adalah karyawan di seluruh organisasi dapat
membuat keputusan yang sinergis dengan hasil bisnis organisasi. Tidak perlu menjalankan

4
keputusan dalam rantai komando karena setiap karyawan memiliki gagasan yang jelas
mengenai hasil strategis organisasi tersebut. Oleh karena itu, visi bersama menggantikan
bentuk kontrol lainnya sebagai penggerak konsistensi tujuan dalam organisasi.

Kesimpulan

Visi bersama menetapkan garis besar strategi pengembangan dan membiarkan rincian
spesifik bermunculan. Arah yang luas ini sangat penting karena memberikan panduan umum
kepada anggota organisasi mengenai pengetahuan yang akan diperoleh dan disebarluaskan.
Visi bersama juga menyediakan titik acuan dimana ada keragaman sudut pandang. Oleh
karena itu, visi bersama sangat penting untuk pembelajaran organisasi karena memberikan
fokus dan energi untuk belajar berlangsung.

5
REVIEW JURNAL

“Shared Vision: A Development Tool For Organizational Learning”

(Visi Bersama: Alat Pengembangan Untuk Pembelajaran Organisasi)

Aldella Putri Saraswati (155030700111007)

carolinaaldella3026@gmail.com

Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi,
Universitas Brawijaya

Pengertian Pembelajaran Organisasi

Pembelajaran Organisasi atau Learning Organization adalah tempat dimana


anggotanya belajar menggali dan memahami nilai, praktek, dan menciptakan visi bersama
secara terus menerus sebagai bagian dari tim pembelajaran suatu sistem.
Pembelajaran Organisasi adalah organisasi yang memiliki komitmen untuk
menciptakan suasana yang saling menghargai, saling menghormati dan saling menerima satu
sama lain. Dengan suasana kondusif seperti itu, semua anggota kelompok dan organisasi
secara keseluruhan berada dalam gerak dan dinamika tumbuh kembang bersama. (Maturana,
1998)
Pembelajaran Organisasi didasarkan atas beberapa ide dan prinsip yang integral
kedalam struktur organisasi. Dr. Peter Senge (1999) dalam hal ini menyebutkan bahwa inti
dari Organisasi Pembelajar adalah Disiplin Kelima (The Fifth Discipline), yang akan
memungkinkan organisasi untuk belajar, berkembang, dan berinovasi yakni Personal Mastery,
Mental Models, Team Learning, Systems Thinking, dan Shared Vision.

Pengertian Visi Bersama

Visi adalah halvital dalam pembelajaran organisasi sebab hal ini menyediakan fokus
dan energi untuk pembelajaran. Proses belajar individu tidak akan menjamin terjadinya
organisasi pembelajar, jika tidak ada komitmen bersama tentang masa depan yang ingin
dicapai bersama. Mereka harus sadar bahwa tanpa ada organisasi (tindakan kolektif –

6
bersinergi), pencapaian visi atau perjuangan pribadi akan sulit untuk dicapai. Melalui
tindakan kolektif visi pribadi tersebut lebih realistis untuk dicapai.

Shared Vision adalah satu dari empat inti disiplin yang diidentifikasi oleh Peter Senge
yang diperlukan untuk membangun organisasi. Shared vision bukan suatu ide, tetapi lebih
dari kekuatan hati manusia yang menghasilkan kekuatan. Menggerakkan individu untuk
mencapai tujuan. Menghubungkan setiap orang menghimpun kekuatan bersama.
Visi Bersama atau Shared Vision adalah terbangunnya komitmen anggota organisasi
untuk mengembangkan visi bersama, serta sama-sama merumuskan strategi untuk mencapai
visi tersebut. Visi bersama adalah gambaran masa depan yang ideal yang dibentuk anggota
organisasi berdasarkan visi pribadi/individu. Visi bersama adalah milik bersama karena
semua anggota turut andil dalam perumusan dan pembentukannya.

Membangun visi bersama, terkadang tidak menyelesaikan banyak masalah itu sendiri;
melainkan menciptakan suatu lingkungan di mana orang-orang yakin bahwa mereka
merupakan bagian dari suatu komunitas umum. Saat ini banyak pemimpin yang berusaha
untuk mencapai komitmen dan fokus yang muncul bersama visi yang dibagikan secara tulus.
Sayangnya masih banyak yang beranggapan bahwa sebuah visi merupakan tugas pemimpin
tertiggi.

1. Visi Bersama : sebagai wahana untuk membangun makna

Suatu strategi yang sukses untuk membangun sebuah visi bersama akan
dibangun berdasarkan beberapa prinsip utama:

 setiap organisasi mempunyai suatu nasib, tujuan mendalam yang


mengekspresikan alasan eksistensi organisasi.
 Petunjuk-petunjuk untuk memahami tujuan yang lebih dalam dari suatu
organisasi sering kali bisa ditemukan dalam aspirasi-aspirasi para
pedirinya dan dalam alasan-alasan mengapa industrinya muncul.
 Tidak semua visi itu sama.
 Mempunyai pemahaman bersama tentang tujuan yang mendasarinya.
Untuk menjadi lebih sadar akan tujuan organisasi, bertanyalah kepada
anggota organisasi dan belajarlah untuk mendengarkan jawabannya.

7
 Inti dari pembangunan visi bersama adalah tugas mendesain dan
mengembangkan proses-proses yang berkelanjutan.
 Mempunyai gambaran yang jelas tentang visi yang sejajar dengan kondisi
saat ini.

Pada hakikatnya disiplin visi bersama ini terfokus pada pembangunan makna
bersama, secara potensial dimana makna bersama ini tidak ada sebelumnya. Makna
bersama merupakan suatu pemahaman bersama tentang apa yang penting, dan
mengapa. Membangun visi bersama bisa menjadi suatu cara yang efektif untuk
menyuarakan ”gagasan-gasan penuntun” suatu organisasi.

2. Jaringan dan Komunitas

Infrastruktur – infastruktur yang sedang bermunculan yang memungkinkan


pembangunan visi bersama didasarkan pada sikap yang memandang sebuah
organisasi sebagai suatu set komunitas yang saling tumpang tindih yang terbentuk di
atas makna bersama. Jika organisasi dipandang sebagai suatu komunitas, maka para
pemimpin akan memperlakukan anggota-anggota sebagai sukarelawan yang telah
memilih untuk memberikan waktu mereka pada perusahaan.

3. Visi, Nilai-Nilai, Tujuan, Sasaran

Visi merupakan suatu komponen dari aspirasi-aspirasi penuntun organisasi.


Inti dari prinsip-prinsip penuntun terseburt adalah pemahaman tentang tujuan dan
nasib bersama, termasuk semua komponen-komponen seperti:

 Visi

Suatu visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan yang coba
diciptakan, yang diuraikan dalam tata bahasa yang seakan-akan terjadi
sekarang. Karena sifatnya yang kasat mata dan langsung, suatu visi
memberikan bentuk dan arah pada masa depan organisasi.

 Nilai-nilai

8
Kata nilai berasal dari kata kerja dalam bahasa Perancis valoir, yang
berarti “bernilai”. Kata ini secara bertahap mengembangkan suatu
hubungan keberanian dan kelayakan. Nilai-nilai menguraikan bagaimana
cara kita mengejar visi.

 Tujuan atau Misi

“Misi” berasal dari bahasa latin mittere, yang berarti “melemparkan,


melepasakan atau mengirim”. Kata “tujuan” juga berasal dari bahasa
latin “proponere” yang berarti “menyatakan”. Kata misi dan tujuan
merupakan alasan fundamental untuk keberadaan organisasi.

 Sasaran

Setiap upaya visi bersama tidak hanya memerlukan suatu visi yang
luas, namun juga sasaran yang spesifik dan dapat direalisasikan. Sasaran-
sasaran menyatakan apa yang akan dilakukan oleh orang-orang sesuai
dengan komitmen.

Dalam membangun visi bersama, dibarengi dengan perenungan yang terus


menerus tengan masalah-masalah yang ada, maka tentu saja hal ini dapat membantu
untuk mendapatkan aspirasi-aspirasi baru yang membuka wawasan pengetahuan.

Makna Visi Bagi Organisasi

Visi bagi organisasi seharusnya memiliki makna tersendiri yang dapat menunjukkan
arah dan tujuan organisasi tersebut. Makna visi tersebut, sebagai berikut:

1. Memberi nilai tambah bagi kehidupan organisasi, baik secara individu, kelompok,
maupun keseluruhan organisasi.
2. Menciptakan angkatan kerja organisasi untuk bergerak maju untuk menuju masa
depan yang baik.
3. Mengatasi ketakutan akan kegagalan usaha yang mengarah pada kemajuan dan
perbaikan masa datang.

9
4. Menantang setiap memapanan dan status quo yang merugikan kelangsungan
hidup organisasi.

Skema Shared Vision

Berikut skema Visi Bersama dengan penjelasan, sebagai berikut:

Gambar 1. Skema Shared Vision (sumber: penulis)

1. Esensi
 Esensi terbagi menjadi dua bagian, yaitu kesamaan tujuan dan
kemitraan
2. Prinsip
 Prinsip terbagi menjadi 2 jenis, yaitu visi bersama sebagai hologram
dan komitmen vs penyesuaian.
3. Praktek
 Praktek menempati skema terbawah dengan porsi lebih banyak
dibandingkan pada tahap esensi dan prinsip, yaitu proses visionisasi
dan pengakuan realita saat ini.

10
Ciri Shared Vision

Berikut ialah ciri-ciri visi bersama:

1. Mengilhami
2. Jelas menantang, tetapi realistik
3. Berorientasi pada manusia
4. Bersifat jangka panjang, tapi tidak kaku
5. Menyatakan masa depan yang menjanjikan
6. Mewujudkan kekuatan
7. Berorientasi pada perubahan
8. Memberi pedoman bukan peraturan, memberi kebebasan tapi terarah
9. Singkat, sederhana, dan mudah diingat
10. Sesuai nilai-nilai organisasi
11. Terkait dengan kebutuhan
12. Bersifat mendorong
13. Tidak terbatas waktu
14. Mendeskripsikan yang ideal

Proses Terbentuknya Shared Vision

Gambar 2. Proses Shared Vision (sumber: penulis)

11
Berikut penjelasan proses terjadinya visi bersama:

1. Personal Vision
 Visi pertama kali diungkapkan/diidekan oleh seorang individu
2. Individual Vision
 Kemudian visi tersebut dicoba dipraktekkan dan ditelusuri teorinya, mulai dari
kelebihan dan kelemahan visi tersebut.
3. Shared Vision
 Setelah itu, visi tersebut dibagikan pada anggota organisasi lainnya, dikaji,
kemudian disahkan/tidak-disahkan tergantung makna visi dan ciri visinya
berdasarkan tahap/kronologis pembahasannya(dibahas pada subbab
berikutnya).

Kronologis/Tahap Perumusan Visi Bersama

Gambar 3. Tahap Perumusan Visi Bersama (sumber: penulis)

Berikut tahap perumusan visi bersama:

1. Telling
Menyampaikan ide/gagasan visinya kepada seluruh anggota organisasi.
2. Selling

12
Mulai mempromosikan ide/gagasannya agar menarik minat dan memiliki ‘daya beli’
bagi anggota organisasi.
3. Testing
Melakukan percobaan terhadap visi, dengan cara pengkajian dan praktek.
4. Consulting
Mengkonsultasikan hasil percobaan tersebut untuk mengetahui layak atau tidak-
layaknya ide/gagasan tersebut untuk diterima sebagai visi.
5. Co-creating
Melakukan pembuatan ulang ide/gagasan tersebut agar dikemas menjadi lebih
menarik, namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai ide/gagasan aslinya.

Kesesuaian Teori

Penulis menyatakan setuju dengan pendapat Siu Loon Hoe. Seperti yang dijelaskan
pada rangkuman(hlm. 4), Siu Loon Hoe menyatakan “Jika karyawan memiliki visi bersama,
maka proses akuisisi dan diseminasi pengetahuan dapat mentolerir beberapa inefisiensi. Hal
ini karena visi bersama membantu menetapkan garis besar strategi pengembangan dan
membiarkan rincian spesifik muncul nanti. Setiap tindakan mungkin tidak tepat sasaran,
namun semua tindakan akan diarahkan ke arah yang benar.”

Hal ini dirasa benar karena dengan adanya visi yang sama dan searah, maka proses
jalannya pengetahuan antaranggota organisasi dapat berjalan lancar dengan adanya toleransi
perbedaan sudut pandang dalam menyampaikan ide/gagasannya. Visi bersama juga
membantu menekankan pada tiap anggota bahwa mereka saling bekerjasama untuk mencapai
tujuan organisasi, meskipun dengan bidangnya masing-masing.

“Setiap tindakan mungkin tidak tepat sasaran, namun semua tindakan akan diarahkan
ke arah yang benar.” Hal ini menyatakan bahwa mungkin setiap langkah yang organisasi
ambil atau keputusan yang diambil oleh organisasi tidak selamanya selalu tepat sasaran atau
selalu sesuai dengan ekspektasi kebutuhan anggotanya, namun tindakan-tindakan itu dapat
mengarahkan organisasi menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena
organisasi bersifat dinamis dimana akan ada banyak perubahan dalam internal organisasinya
sesuai dengan keadaan-keadaan yang ada saat ini, mulai dari keadaan biasa sampai dengan
keadaan genting.

13
Kelebihan dan Kelemahan Jurnal

Penulis merasa jurnal ini masih belum sepenuhnya menjelaskan secara detail terkait
visi bersama dan pembelajaran organisasi. Hal ini terbukti dengan penulis menemukan
banyak sekali sumber-sumber informasi di media internet terkait hal-hal yang tidak
disebutkan oleh pembuat jurnal tersebut, seperti skema shared vision, ciri shared vision,
makna visi dalam organisasi, proses terbentuknya shared vision dan proses/tahap perumusan
shared vision(lihat hlm. 9-12).

Jurnal ini sudah cukup membuka wawasan bahwa pembelajaran organisasi dapat
dihubungkan dengan adanya visi bersama dan pentingnya visi bersama bagi pembelajaran
organisasi. Siu Loon Hoe juga telah memberikan contoh visi bersama, seperti: apabila sebuah
organisasi ingin membuka ranah organisasinya go international, maka tiap anggotanya harus
memiliki kesamaan visi agar tujuan organisasi tersebut dapat tercapai.

Dapat disimpulkan bahwa visi bersama dapat menunjang pengetahuan terhadap


pembelajaran organisasi dan dapat menyatukan anggota organisasi dengan satu tujuan yang
searah. Dengan adanya visi bersama, anggota organisasi dapat belajar dan membekali diri
dengan adanya satu tujuan yang searah untuk mewujudkan misi organisasi dalam
pembelajaran organisasi. Oleh karena itu, visi bersama sangat penting untuk pembelajaran
organisasi karena memberikan fokus dan energi untuk belajar berlangsung.

14
REFERENSI

Sudiro. 2010. Building Shared Vision: Membangun Visi Bersama – Fokus dan Energi
Belajar. Melalui http://eprints.undip.ac.id/5746/1/BUILDING_SHARED_VISION_-
_SUDIRO.pdf diakses 20 Desember 2017

Andrian Yusman. 2016. Visi Bersama. Melalui


http://andrianyusmanfkm.blogspot.co.id/2016/03/visi-bersama.html diakses 20
Desember 2017

Senge, P.M. (1990). The Fifth Discipline: The Art & Practice The Learning
Organization. New York: Currency Doubleday.

Senge, P.M., Kleiner, A., Roberts, C., Ross, R., & Smith, B.(1995). The Fifth Discipline
Fieldbook: Strategies And Tools For Building A Learning Organization. London:
Nicholas Brealey.

15