Anda di halaman 1dari 15

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Kondisi Sekarang
Pemakaian alat pelindung diri merupakan salah satu upaya untuk
menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja bagi petugas. Alat pelindung diri
seperti diantaranya sarung tangan, masker, kacamata pelindung,
apron/celemek, serta sepatu tertutup merupakan alternative tindakan
pencegahan bagi petugas dalam melindungi diri dari resiko penularan penyakit
selama berinteraksi dengan pasien. Alat pelindung diri harus digunakan pada
saat melakukan tindakan yang berisiko misalnya kontak dengan darah pasien,
sekret, lendir, kulit yang tidak utuh, dan benda yang terkontaminasi dengan
pasien.
Keselamatan pasien adalah kunci penting bagi setiap fasilitas kesehatan
terutama dalam kepentingan akreditasinya sebagai standar mutu atas pelayanan
dan kinerjanya. Pemakaian alat pelindung diri merupakan salah satu upaya
untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja. Petugas
kesehatan sangat berisiko tertular penyakit infeksi dalam melaksanakan
tugasnya. Ada beberapa unit pelayanan yang sangat rentan terhadap
penyebaran infeksi, seperti IGD, poli umum, poligigi, ruang bersalin, dan
laboratorium.

B. Identifikasi Isu
Melalui masa perkenalan dan orientasi dalam pelaksanaan tugas selama kurang
lebih 4 bulan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka
diperoleh isu berupa “Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri
(APD) pada petugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Benyamin Guluh
Kolaka”.

17
C. Analisis Dampak Core Issue
Core Issue pada aktualisasi ini yaitu “Optimalisasi penggunaan alat
pelindung diri (APD) pada petugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit
Benyamin Guluh Kolaka”. Adapun dampak dari isu tersebut jika tidak
dilakukan akan menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja bagi petugas maupun pasien.

D. Gagasan Pemecahan Isu


Gagasan pemecahan isu dari dampak yang dapat ditimbulkan dari isu diatas
sekaligus menjadi judul aktualisasi yakni: “Optimalisasi penggunaan alat
pelindung diri (APD) pada petugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit
Benyamin Guluh Kolaka”. Gagasan pemecahan isu ini akan dilakukan dengan
melakukan beberapa kegiatan seperti melakukan konsultasi dengan atasan
tentang mekanisme pelaksanaan kegiatan, melakukan koordinasi dengan teman
sejawat terkait hasil konsultasi dengan pimpinan, melakukan sosialisasi kepada
petugas IGD mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD),
membuat media pendidikan edukasi dan evaluasi kegiatan dan pelaporan.

C. Analisis Isu
1. AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematik dan Layak)
Alat analisis kriteria isu yang digunakan dalam penulisan rancangan
aktualisasi ini adalah alat analisis AKPL (Aktual {Sedang Terjadi},
Kekhalayakan {menyangkut hidup orang banyak}, Problematik {masalah
mendesak untuk dipecahkan}, Layak {Logis, pantas, realistis untuk di
bahas}).

18
Tabel 3.1
Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AKPL dan USG
Bobot Keterangan
5 Sangat Kuat Pengaruhnya
4 Kuat Pengaruhnya
3 Sedang Pengaruhnya
2 Kurang Pengaruhnya
1 Sangat Kurang Pengaruhnya

Tabel 3.2
Tabel Analisis Kriteria Isu Menggunakan APKL
No ISU A P K L Jmlh Rank
Belum optimalnya upaya pencegahan
1 4 4 3 4 15 2
infeksi nosokomial
Kurang optimalnya penggunaan alat
2 4 5 4 5 18 1
pelindung diri (APD) pada petugas di IGD
Belum optimalnya kegiatan operan
3 4 3 3 3 13 3
perawat pada saat pergantian shift di IGD
Belum optimalnya pendokumentasian
4 4 3 3 2 12 4
keperawatan

Dari Analisis Kriteria isu dengan alat analisis AKPL tersebut diatas lalu
diambil tiga nilai tinggi yaitu:
a. Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas di
IGD. (Nilai: 18)
b. Belum optimalnya upaya pencegahan infeksi nosokomial. (Nilai: 15)
c. Belum optimalnya kegiatan operan perawat pada saat pergantian shift di
IGD. (Nilai: 13)
Dari kriteria isu yang mendapat ranking tiga besar tersebut kemudian
dilakukan analisis lanjutan yaitu analisis kualitas isu dengan alat analisis USG.

19
2. USG (Urgency, Seriousness and Growth)
Penentuan kualitas isu dilakukan dengan menggunakan alat analisis USG
(Urgency {seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti}, Seriousness {seberapa serius isu itu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan}, Growth {seberapa besar
kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani sebagaimana
mestinya.}).

Tabel 3.3
Tabel Analisis Kualitas Isu Menggunakan USG
Penilaian Kriteria
No JML Rank
Masalah U S G
1 Kurang optimalnya penggunaan alat
pelindung diri (APD) pada petugas di 5 4 5 14 1
IGD.
2 Belum optimalnya upaya pencegahan
4 4 4 12 2
infeksi nosokomial.
3 Belum optimalnya kegiatan operan
3 4 4 11 3
perawat pada saat pergantian shift di IGD

Berdasarkan penentuan kualitas isu menggunakan dengan alat analisis isu


USG maka tergambar ranking tertinggi yang merupakan isu final yang perlu
dicairkan pemecahan masalahnya : Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung
diri (APD) pada petugas di IGD.

20
D. Matriks Rancangan Aktualisasi

Jabatan/Unit Kerja : Perawat Ahli Pertama / IGD RS. Benyamin Guluh Kolaka.
Identifikasi Isu : 1. Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas di IGD.
2. Belum optimalnya upaya pencegahan infeksi nosokomial.
3. Belum optimalnya kegiatan operan perawat pada saat pergantian shift di IGD
Isu yang diangkat : Kurang optimalnya penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas di IGD RS. Benyamin Guluh Kolaka
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas di IGD RS. Benyamin Guluh
Kolaka
Tabel 3.4
Tabel Rancangan Aktualisasi
KETERKAITAN KONTRIBUSI PENGUATAN
TAHAPAN
NO KEGIATAN OUTPUT/HASIL SUBTANSI MATA TERHADAP VISI NILAI
KEGIATAN
PELATIHAN MISI ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan a. Melakukan a. Pimpinan Akuntabilitas Melakukan pelaporan Dengan melakukan
konsultasi dengan pertemuan dengan memahami rencana Dalam melakukan suatu dan konsultasi, saya pelaporan dan
atasan tentang pimpinan kegiatan kegiatan dibutuhkan akan mendukung konsultasi tentang
mekanisme b. Mengkonsultasikan b. Persetujuan perencanaan strategis, terwujudnya visi dan mekanisme
pelaksanaan rencana kegiatan melakukan rencana yang outputnya dalam misi organisasi yaitu : pelaksanaan
kegiatan atau gagasan kegiatan bentuk surat Visi kegiatan sesuai
c. Meminta bimbingan c. Pimpinan rekomendasi kegiatan Menjadi rumah sakit dengan tata nilai
dan arahan terhadap memberikan yang telah disetujui yang memberikan Profesional
rencana kegiatan bimbingan dan pimpinan sebagai dasar pelayanan kesehatan Kerjasama
arahan untuk melakukan kesehatan berkualitas Ramah dan
21
d. Mencatat hasil d. Catatan /rekaman kegiatan dan profesional santun
pertemuan dan tentang arahan Misi
bimbingan dari bimbingan Nasionalisme Meningkatkan kualitas
pimpinan (demokratis) SDM sesuai dengan
Kebebasan untuk perkembangan ilmu
mengutarakan pendapat pengetahuan dan
kepada atasan teknologi yang beretika

Etika Publik (sopan


santun)
Pada saat menemui
atasan berperilaku
sopan dan santun serta
mendengarkan secara
seksama tentang
mekanisme pelaksanaan
kegiatan

Komitmen Mutu
(efektif)
Efektif dalam
melakukan koordinasi
dengan atasan tentang
kegiatan yang akan
dilakukan

22
Anti Korupsi
(disiplin)
Disiplin waktu dalam
melakukan konsultasi
kepada atasan

WoG
Melakukan koordinasi
dengan kepala ruangan
sehingga kegiatan dapat
berjalan dengan baik.
2. Melakukan a. Melakukan a. Terjadinya Akuntabilitas Dengan melakukan Dengan melakukan
koordinasi dengan koordinasi dengan kesepakatan Dengan terinputnya koordinasi dengan koordinasi dengan
teman sejawat rekan sejawat dengan rekan hasil kesepakatan teman sejawat terkait teman sejawat
terkait hasil sejawat dalam menjadi salah satu hasil konsultasi dengan terkait hasil
konsultasi dengan memberikan bentuk pimpinan saya akan konsultasi dengan
pimpinan pelayanan kepada pertanggungjawaban mendukung pimpinan sesuai
pasien dalam pelayanan terwujudnya dengan tata nilai
b. Membahas rencana b. Adanya Visi Profesional
kegiatan kesepakatan dalam Nasionalisme Menjadi rumah sakit Tanggung jawab
mencapai hasil Didalam rapat setiap yang memberikan Kerja sama
rencanakegiatan orang memiliki hak pelayanan kesehatan Ramah dan
yang akan untuk mengeluarkan kesehatan berkualitas santun
dilaksanakan pendpatnya sesuai dan profesional
c. Mencatat hasil c. Terinputnya hasil dengan aspirasinya Misi :
kegiatan kesepakatan tanpa paksaan dan tentu Menciptakan
dengan teman setiap orang harus lingkungan kerja yang
sejawat mengenai menghargai setiap sehat, aman, nyaman

23
hal-hal yang perlu pendapat dan saran dan harmonis guna
diperhatikan dan yang disampaikan mendukung
yang akan penyembuhan pasien
dilaksanakan Etika Publik
Dengan melakukan
koordinasi berarti
sesama teman sejawat
saling menghargai
komunikasi,dan kerja
sama
Komitmen Mutu
(efektivitas)
Kegiatan koordinasi
dilakukan untuk
mencapai tujuan

WoG
Adanya kerja sama
akan memperkuat
dalam pelayanan
administrasi
3. Melakukan a. Meminta izin Petugas IGD Akuntabilitas Dengan melakukan Dengan melakukan
sosialisasi kepada kepada atasan untuk mengetahui dan (tanggung jawab) sosialisasi kepada sosialisasi kepada
petugas IGD melakukan mampu Kewajiban petugas IGD mengenai petugas IGD
mengenai pentingnya sosialisasi mengaplikasikan SOP pertanggungjawaban pentingnya penggunaan mengenai
penggunaan alat penggunaan APD dan yang harus dicapai alat pelindung diri pentingnya
pelindung diri (APD) b. Memberikan SOP 6 langkah cuci dalam kegiatan (APD) saya akan penggunaan alat
penjelasan kepada tangan, sosialisasi mendukung pelindung diri

24
petugas tentang SOP Nasionalisme terwujudnya (APD) sesuai
penggunaan APD Berkerja keras dalam Visi dengan tata nilai
melakukan sosialisasi Menjadi rumah sakit Profesional
c. Melakukan dalam rangka yang memberikan Tanggung jawab
sosialisasi tentang tercapainya target yang pelayanan kesehatan Kerja sama
penggunaan APD diinginkan kesehatan berkualitas Visioner
dan profesional
Etika publik Misi :
(sopan santun) Meningkatkan kualitas
Menjujung tinggi etika SDM sesuai dengan
dan sopan santun pada perkembangan ilmu
saat meminta izin pengetahuan dan
kepada atasan untuk teknologi yang beretika
melaksanakan
sosialisasi tentang SOP

Komitmen mutu
(efektif)
Bekerja secara efektif
dalam melakukan
sosialisasi mengenai
SOP penggunaan APD

Anti korupsi
(mandiri)
Dalam melaksanakan
sosialisasi tentang SOP
penggunaan APD tidak

25
melimpahkan kepada
orang lain

Manajemen ASN,
Menjadikan petugas
yang profesional dalam
memberikan pelayanan
kepada pasien

WoG
Melakukan koordinasi
dengan kepala ruangan
dan petugas jaga
sehingga kegiatan dapat
berjalan dengan baik.

Pelayanan Publik
Melakukan sosialisasi
kepada petugas
mengenai penggunaan
alat pelindung diri
adalah bentuk
pelayanan publik.
Dimana petugas
memiliki partisipatif
dan responsive terhadap
pentingnya penggunaan
APD.

26
4. Membuat media a. Melakukan a. Adanya saran dan Akuntabilitas Dengan membuat Dengan membuat
pendidikan edukasi konsultasi dengan rpersetujuan Dengan memasang media pendidikan media pendidikan
atasan dan rekan tentang pengadaan media poster maka edukasi (poster tentang edukasi (poster
kerja terkait poster poster didapatkan nilai penggunaan APD) saya tentang
yang akan dibuat transparansi akan mendukung penggunaan APD)
b. Membuat poster b. Adanya poster Visi sesuai dengan tata
terkait dengan Nasionalisme Menjadi rumah sakit nilai
penggunaan APD Menggunakan bahasa yang memberikan Tanggung jawab
c. Melakukan c. Terjalin kerjasama yang baik dan mudah pelayanan kesehatan Kerja sama
koordinasi dengan dengan dimengerti dalam poster kesehatan berkualitas Transparan
penanggung jawab penanggung jawab yang dibuat dan profesional
ruangan untuk ruangan Misi :
menentukan lokasi Etika Publik Meningkatkan kualitas
pemasangan poster Memasang poster dan kuantitas sarana
yang telah dibuat edukasi menjadi salah dan prasarana rumah
d. Memasang poster di d. Poster telah satu pertanggugjawaban sakit
area rumah sakit terpasang kinerja kepada
publikmengenai
rencana aktualisasi
yang telah dibuat
sebelumnya

Komitmen Mutu
Poster edukasi sebagai
inovasi untuk
mempermudah petugas
dalam mengingat SOP
yang telah

27
disosialisasikan
sebelumnya

Anti Korupsi
Bekerja keras dalam
membuat poster untuk
mencapai target dari
rancangan aktualisasi
5. Evaluasi kegiatan a. Melakukan a. Terdapatnya hasil Akuntabilitas Dengan adanaya Dengan adanaya
dan pelaporan observasi observasi yang (tanggung jawab) evaluasi kegiatan dan evaluasi kegiatan
dapat dijadikan Melakukan observasi pelaporan diharapkan dan pelaporan
pembanding antara merupakan suatu sesuai dengan visi sesuai dengan tata
sebelum dan bentuk tanggung jawab rumah sakit nilai
sesudah dilakukan yang hasilnya harus Visi Profesional
kegiatan. dapat Menjadi rumah sakit Tanggung jawab
b. Menganalisis b. Tedapatnya dipertanggungjawabkan yang memberikan Kerja keras
kendala-kendala masukan dalam dengan baik pelayanan kesehatan Visioner
yang terjadi pada perbaikan kegiatan kesehatan berkualitas
kegiatan kedepannya Nasionalisme (bekerja dan profesional
terutama masalah keras) Misi
kendala yang Bekerja keras dalam Memberikan pelayanan
dihadapi mengevaluasi kegiatan kesehatan menyeluruh
c. Membuat laporan c. Adanya hasil sehingga output yang sesuai kebutuhan pasien
hasil evaluasi pelaporan evaluasi dihasilkan (SOP) dapat dan keluarga
kegiatan yang telah memberikan
dilaksanakan kemudahan dalam
penggunaan APD

28
Etika publik
(pencapaian hasil)
Dalam melaksanakan
evaluasi kegiatan
diutamakan pencapaian
hasilnya(SOP) sehingga
dapat mendorong
kinerja pegawai
maupun anggota dewan
itu sendiri

Komitmen mutu
(efektif)
Dengan menganalisa
kendala yang terjadi
maka terdapat masukan
dalam perbaikan
kegiatan sehingga mutu
pelayanan dapat
ditingkatkan

Anti Korupsi (displin)


Mengevaluasi kegiatan
dalam hal ini Menyusun
laporan kegiatan secara
tepat waktu serta tidak
menunda-nunda

29
Tabel 3.5 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN
Oktober 2019 November 2019
No Kegiatan
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Melakukan
konsultasi
dengan atasan
1
tentang
mekanisme
pelaksanaan
kegiatan
Melakukan
koordinasi
dengan teman
2 sejawat terkait
hasil konsultasi
dengan
pimpinan
Melakukan
sosialisasi
3
kepada petugas
IGD
Membuat
media
4.
pendidikan
edukasi
Evaluasi
5. kegiatan dan
pelaporan

Keterangan Waktu Pelaksanaan

30
36