Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Lingkungan merupakakn segala sesuatu yang ada dalam alam semesta terdiri
dari beberapa komponen yaitu komponen abiotik, biotik dan kultural
(Sembel S., 2015). Lingkungan juga diartikan sebagai kombinasi antara kondisi
fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti tanah, air, energi surya,
mineral serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun yang hidup
dilautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia, seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut (Carson W., 1962).
Berdasarkan UU No. 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup
menjelaskan bahwa Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua
benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Penggunaan lingkungan fisik berpengaruh terhadap peningkatan jumlah
penduduk, perkembangan perkotaan yang juga mempengaruhi semakin
beragamnya aktivitas manusia dalam memgelola lingkungan. Aktivitas masyarakat
yang semakin beragam memberikan sumbangsi dalam menghasilkan timbulan
berbagai jenis sampah yang semakin beragam. Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2008, Sampah merupakan bahan buangan dari kegiatan rumah
tangga, komersial, industri atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia
lainnya. Berdasarkan SNI T-13-1999 sampah adalah limbah yang bersifat padat
dari zat organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus
dikelola agar tidak membahayakan lingkungan. Penimbunan sampah tanpa
dilakukan pengeloaan lanjutan memberikan potensi besar terhadap pencemaran
yang berpotensi menjadi penyebab kerusakan lingkungan sehingga perlunya
pengelolaan lingkungan.
Kerusakan lingkungan menjadi isu penting yang di bahas saat ini, tidak hanya
terjadi di Indonesia tetapi juga terjadi di seluruh dunia. Salah satu contoh masalah

- 1 -
lingkungan yang menjadi permasalahan global yaitu pengelolaan sampah.
Pengelolaan sampah didefinisikan sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh
dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Penanganan sampah saat ini hampir seluruh pengelolaan sampah berakhir di
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga menyebabkan beban TPA menjadi
sangat berat, selain diperlukan lahan yang cukup luas juga diperlukan fasilitas
perlindungan lingkungan yang sangat mahal. Semakin banyaknya jumlah sampah
yang dibuang ke TPA salah satunya disebabkan belum dilakukannya upaya
pengurangan volume sampah secara sungguh-sunguh sejak dari sumbernya
(Faizah, 2008). Perlunya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya memberiakan
kontribusi bantuan bagi pemerintah dalam pengelolaan sampah selain itu
memberikan sumbangsi dalam pelestarian lingkungan dengan pengelolaan
sampah yang ramah lingkungan dapat dilakukan dari berbagai jenis sumber
kegiatan yang menimbulkan sampah.
Salah satu kegiatan yang memberikan kontribusi sampah adalah kegiatan
pariwisata. Kegiatan pariwisata merupakan kegiatan rekreasi di luar domisili
untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain (Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan). Kegiatan wisata telah
menjadi industri terbesar di dunia yang mampu menambah devisa negara dalam
jumlah yang besar, selain itu kegiatan wisata alam yang di lakukan di alam dapat
memberikan dampak kerusakan terhadap komponen lingkungan kawasan wisata,
salah satu faktor penyebabnya adalah sampah yang di hasilkan dari kegiatan
wisata tersebut.
Kegiatan wisata terdapat berbagai aktifitas manusia baik itu penduduk lokal,
pedagan dan wisatawan. Aktivitas yang dilakukan secara langsung dan tidak
langsung menyebabkan adanya timbulan sampah pada kawasan tersebut tiap
harinya, bila kondisi ini tidak segera diperhatikan maka akan dapat mengancam
kawasan wisata tersebut sehingga perlunya pengelolaan sampah pada kawasan
wisata (Masjhoer M. M., 2010). Pengelolaan sampah pada kawasan wisata
dilakukan bertujuan untuk mencegah dan menguragi dampak dari pencemaran
yang disebabkan oleh sampah yang dapat merusak lingkungan dan mengurangi
nilai estetika dari kawasan wisata tersebut. Selain itu, tujuan yang hendak dicapai

- 2 -
dari penerapan konsep pengelolaan sampah adalah minimalisasi sampah dan
peningkatan kualitas lingkungan hidup. Pencapaian tujuan tersebut dicapai
melalui berbagai kegiatan mulai dari kegiatan produksi oleh pelaku usaha,
kegiatan konsumsi oleh masyarakat, kegiatan pengendalian produk dengan konsep
kemasan dan produk ramah lingkungan oleh pemerintah, kegiatan pemanfaatan
pengolahan dan pembuangan akhir sampah. Semua kegiatan tersebut dilakukan
dalam rangka interaksi subsistem pengelolaan sampah, yaitu Peraturan
perundangan, sistem dan mekanisme peran masyarakat, sistem pengawasan,
sistem pemanfaatan teknologi, sistem pendanaan, sistem dan mekanisme
penyelesaian permasalahan sampah.
Konsep pengelolaan sampah adalah mencegah timbulan sampah secara
maksimal dan memanfaatkan sampah secara maksimal serta menekan dampak
negatif sekecil-kecilnya dari aktifitas pengolahan sampah. Konsep dasar
pengelolaan sampah selalu diarahkan pada pencapaian tujuan melalui hierarki
kegiatan pengelolaan sampah. Sehingga untuk mengetahui dan berupaya
mengatasi permasalahn sampah di kawasan wisata maka perlunya kajian
pengelolaan sampah di kawasan wisata untuk menjaga dan meningkatkan nilai
kualitas lingkungan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan tetap
mempertahankan fungsi lingkungan tersebut sebagai kawasan wisata.
1.2. Perumusan Masalah

Keindahan alam di Indoensia begitu bervariasi untuk dinikmati, berbagai


tempat wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan dari wisata
pegunungan hingga keindahan bawah laut. Salah satu destinasi wisata yang ada di
Indonesia adalah Wisata Tamborasi yang terletak di Pulau Sulewesi bagian
Tenggara. Persisnya Wisata Tamborasi terletak di Desa Tamborasi, Kecamatan
Wolo Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara yang memiliki keindahan alam yang
dapat dinikmati yaitu dua ekosistem didalam kawasan wisata tersebut yaitu sungai
dengan panjang 20 m yang terletak di bibir garis pantai dan merupakan sungai
terpendek di Indonesi dan kedua terpendek di dunia, selain sungai Tamborasi
kawasan wiasata Tamborasi juga memiliki ekosistem pantai dengan panorama
pasir putih dan laut yang biru sehingga banyak di minati oleh pengunjung untuk
berswafoto, berenang dan menyelam. Sungai tamborasi dilihat sekilas menyerupai

- 3 -
danau tetapi dengan adanya air yang mengalir ke pantai menandakan bahwa ini
adalah sungai dengan sumber mata air dari yang keluar dari dua himpitan batuan.
Keunikan dari perpaduan dua ekosistem yang ada di kawasan Wisata Tamborasi
tersebut sehingga menarik minat banyak pengunjung yang berkunjung di kawasan
Wisata Tamborasi, baik pengunjung dari wilayah Kabupaten Kolaka maupun dari
luar wilayah Kabupaten Kolaka.

Peningkatan jumlah pengunjung di kawasan Wisata Tamborasi sehingga


pihak pengelola meningkatkan sarana dan prasarana di kawasan wisata
Tamborasi, seperti menyediakan Gazebo sebagai tempat istirahat, kamar mandi
dan beberapa warung tenda penjaja makanan. Peningkatan jumlah pengungjung
juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah dimana kawasan Wisata
Tamborasi selalu memiliki pengunjung setiap harinya karena terletak pada lokasi
yang stategis dan mudah dijangkau. Tamborasi terletak di perbatasan wilayah
Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Utara di mana Tamborasi berada pada
sisi kanan bahu jalan utama lintas provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi
Selatan sehingga kawasan Wisata Tamborasi juga banyak dimanfaatkan oleh
pengemudi yang sedang melakukan perjalan sebagai sarana tempat peristirahatan.

Peningkatan jumlah pengunjung terbanyak juga terjadi pada saat hari raya,
tahun baru dan hari besar lainnya. Peningkatan jumlah pengunjung di kawasan
Wisata Tamborasi juga memberikan sumbangsi terhadap peningkatan volume
sampah yang dihasilkan dari aktivitas wisatawan di kawasan wisata tersebut dan
dapat merusak lingkungan dan mengurangi nilai estetika dari kawasan Wisata
Tamborasi.

Berdasarkan uraian latar belakang dan permasalahan penelitian di atas, maka


dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian berikut ini.
(1) Bagaimanakah karakteristik persampahan di kawasan Wisata Tamborasi
Kabupaten Kolaka?
(2) Bagaimanakah pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pengelola kawasan
Wisata Tamborasi?
(3) Bagaimanakah strategi dan kebijakan pengelolaan sampah di kawasan Wisata
Tamborasi?

- 4 -
Oleh karena itu penting artinya untuk dilakukan penelitian dengan judul: “Kajian
Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Tamborasi Kabupaten Kolaka
Sulawesi Tenggara”.

1.3. Keaslian Penelitian

Penelitian-penelitian terdahulu yang dapat dijadikan referensi sekaligus


sebagai perbandingan untuk menunjukkan keaslian penelitian ini disajikan dalam
Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Perbandingan Penelitian yang Dilaksanakan dengan Penelitian Terdahulu

Peneliti, Tahun,
No Judul Penelitian, Tujuan Utama Metode Hasil Penelitian
Judul Publikasi
1. Faizah, 2008 Memperoleh gambaran Metode yang Hasil penelitian ditarik tiga
mengenai bagaimana digunakan dalam kesimpulan. Pertama, pilot
Pengelolaan pengelolaan sampah penelitian ini adalah project pengelolaan sampah
Sampah Rumah rumah tangga berbasis deskriptif kualitatif, rumah tangga berbasis
Tangga Berbasis Masyarakat dan yakni penelitian yang masyarakat di Gondolayu Lor,
Masyarakat menginventarisir bermaksud Kota Yogyakarta berjalan
(Studi Kasus di problematika pada mendeskripsikan secara baik dengan prinsip
Kota Yogyakarta) pengelolaan sampah suatu fenomena. 3R (reduce, reuse, recycle)
rumah tangga Pengumpulan dan berhasil mengurangi
Tesis berbasis masyarakat. datanya volume sampah yang dibuang
Magister Program menggunakan teknik ke TPSS hingga 70%.
Studi Ilmu wawancara, Kedua, model pengelolaan
Lingkungan, kuesioner, observasi, sampah rumah tangga
Pascasarjana, dan dokumentasi. Uji berbasis masyarakat dengan
Universitas keabsahan datanya prinsip 3R merupakan solusi
Diponegoro, memakai metode paradigmatik. Ketiga,
Semarang triangulasi. Datanya problematika utama dalam
dianalisis secara pelaksanaan model ini adalah
deskriptif-kualitatif. bagaimana mengubah
paradigma “membuang
sampah” jadi “memanfaatkan
sampah”.
2. Sahil J. Dkk., Menganalisis Metode penelitian ini Hasil penelitian menunjukkan
2016 pengelolaan sampah meruoakan bahwa, pengelolaan
yang ada di Kota penelitian deskriptif persampahan di Kota ternate
Sistem Ternate dengan dengan belum cukup baik, beberapa
Pengelolaan dan perkembangan menggunakan faktor yang mempengaruhui
Upaya penduduk yang metode analisis data sistem pengelolaan sampah di
Penanggulangan semakin meningkat dan distribusi frekuensi Kelurahan Dufa-Dufa masih
Sampah di meningkatnya jenis dengan dilakukan mengalami permasalahan
Kelurahan Dufa- aktivitas masyarakat analisis terhadap yakni budaya sikap dan
Dufa Kota yang menyebabkan sistem pengelolaan perilaku masyarakat,
Ternate peningkatan volume sampahan di timbunan dan karakteristik
sampah dan tidak Kelurahan DufaDufa. sampah, serta sarana
Jurnal terkangkutnya sampah pengumpulan, pengangkutan,
BioedukasiI ISSN ke TPA sehingga pengelolaan dan pembuangan
:2301-4678 Vol 4 menyebabkan akhir sampah.
No (2) Maret lingkungan kurang
2016 bersih.

- 5 -
Lanjutan Tabel 1.1.

Peneliti, Tahun,
No Tujuan Utama Metode Hasil Penelitian
Judul Penelitian
3. Wahyudi, 2013 Tujuan penelitian Teknik analisis Kebijakan yakni prioritas
mengetahui menggunakan metode utama adalah pengembangan
Sistem karakteristik distribusi frekuensi dan subsistem kelembagaan dan
Pengelolaan sampah dan analisis kualitatif subsistem hukum dan
Sampah system berdasarkan standar peraturan, prioritas kedua
Perkotaan di pengelolaannya. normatif, teknik adalah pengembangan
Kota Bima Menyusun rencana sampling menggunakan subsistem teknik operasional
pengembangan simple random pengelolaan sampah dan
Tesis sistem pengelolaan sampling dengan 75 prioritas ketiga adalah
Magister Teknik sampah perkotaan responden. peningkatan peran serta
Sistem, UGM di Kota Bima. masyarakat. Konsep
Penelitian ini pengembangan sistem
menggunakan pengelolaan sampah perkotaan
pendekatan di Kota Bima dengan
rasional. memaksimalkan pemanfaatan
sampah mampu mengurangi
sampah yang masuk ke TPA
sebesar 46,23% dan
penghematan lahan TPA seluas
4,26 Ha.

4. Purwanigsi D. W., Mendeskripsikan Penelitian ini bersifat Pengelolaan sampah yang ada
2014 pelaksanaan kualitatif dengan di Kota Ternate belum berjalan
pengelolaan menggunakan dengan baik, karena masih ada
Pengelolaan sampah oleh Dinas rancangan penelitian kendala dalam pelaksanaan
Sampah di Kota Kebersihan Kota studi kasus. Lokasi pengelolaan sampah dari tahap
Ternate Provinsi Ternate Provinsi penelitian di Dinas perencanaan,
Maluku Utara Maluku Utara dan Kebersihan Kota pengorganisasian, pelaksanaan
dampak yang Ternate Provinsi dan pengawasan. Kendala yang
Tesis ditimbulkan dari Maluku Utara. Subjek dihadapi yaitu armada
Magister Ilmu pengelolaan penelitian diambil pengangkut sampah yang tidak
Kesehatan sampah di Kota secara purposive sebanding dengan jumlah
Masyarakat, UGM Ternate Provinsi sampling. Data sampah, ketidaksesuaian buku
Maluku Utara. dikumpulkan melalui petunjuk/prosedur tetap
wawancara mendalam pengelolaan sampah dengan
(indepth interview), kondisi di Kota Ternate,
pengamatan langsung di pelaksanaan pengelolaan
lapangan (observation) sampah di Kota Ternate belum
dan check list. sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No. 81 Tahun 2012
karena pada prosesnya belum
ada pemilahan sampah dari
sumber sampah dan pengawas
pengelolaan sampah di
lapangan tidak sebanding
dengan petugas kebersihan.
Dampak kesehatan lingkungan
yang ditimbulkan dari
pelaksanaan pengelolaan
sampah di Kota Ternate yaitu
karena lokasi TPA Buku Deru-
Deru jauh dari pemukiman
maka sejauh ini masyarakat

- 6 -
Lanjutan Tabel 1.1.

Peneliti, Tahun,
No Tujuan Utama Metode Hasil Penelitian
Judul Penelitian
tidak merasa terganggu
dengan aktivitas di TPA.
5. Nurcahya D., Tujuan penelitian Metode yang digunakan Terdapat faktor-faktor yang
2010 ini adalah untuk dalam penelitian ini menyebabkan implementasi
mengetahui adalah deskriptif analisis kebijakan tentang Pengelolaan
Strateg implementasi dengan pendekatan Sampah Dalam Mewujudkan
Implementasi kebijakan tentang kualitatif dengan analisis Kesehatan Lingkungan di
Kebijakan pengelolaan studi kasus. Metode Kabupaten Kuningan belum
Pengelolaan sampah dalam deskriptif digunakan terwujud. Hal ini ditandai
Sampah dalam mewujudkan dengan tujuan untuk dengan anggaran untuk
Mewujudkan kesehatan mendapatkan gambaran pengelolaan sampah biasanya
Kesehatan lingkungan di dari masing-masing mendapat bobot prioritas paling
Lingkungan di Kabupaten faktor dalam rendah dibandingkan dengan
Kabupaten Kuningan belum implementasi kebijakan program-program lain sehingga
Kuningan terlaksana dengan tentang pengelolaan hanya kawasan perkotaan yang
optimal. sampah untuk tertangani, egoistis kultur yang
Disertasi mewujudkan kesehatan berkembang di masyarakat
Doktor Ilmu lingkungan di Kabupaten dikarenakan belum adanya
Sosial, Program Kuningan. Sedangkan kejelasan pemahaman petugas
Pascasarjana, pendekatan kualitatif Dinas Lingkungan Hidup
Universitas dipilih dengan Kabupaten Kuningan dan
Pasundan pertimbangan bahwa masyarakat KSM TPS 3R
pendekatan ini dalam pengelolaan sampah,
diharapkan dapat belum ada mekanisme insentif
untuk desa-desa/masyarakat
diperoleh data yang
yang bekerja sama dalam
sebenar-benarnya dan
peningkatan efektivitas/
mampu mengkaji
efisiensi penyelenggaraan
masalah penelitian
pelayanan publik bidang
secara mendalam
persampahan, dan lemahnya
sehingga dapat diperoleh
penegakkan hukum dalam
hasil yang diharapkan. rangka penyadaran masyarakat
agar tidak membuang sampah
sembarangan secara dipaksa
menggunakan punishment.

6. Imran G., 2012 Mendeskripsikan Penelitian ini Permasalahan masalah


permasalahan menggunkan sampah di RW 01 Kelurahan
Perencanaan sampah, faktor- pendekatan kualitatif Pulau Panggang disebabkan
Pengelolaan faktor yang dengan jenis deskriptif. oleh faktor perilaku sebagai
Sampah dengan memperngaruhi bagian dari faktor manusia
Pendekatan permasalahan dan sosial, serta faktor
Partisipatif (Studi sampah dan lingkungan, teknologi,
Kasus di RW Satu menyusun finansial dan fisik sebagai
Kelurahan Pulau rencana program bagian dari faktor non
Panggang pengelolaan manusia. mempertimbangkan
Kabupaten sampah di RW 1 aset komunitas warga RW 01
Kepulauan Seribu) Kelurahan Pulau maka diusulkan tiga program
Panggang. besar yaitu : Program
Tesis Membuang Sampah pada
Program Tempatnya, Program
Pascasarjana Ilmu Peningkatan Kerjasama
Kesejahteraan antara stakeholders dan
Sosial, UI Program Pemanfaatan
Sampah Plastik.

- 7 -
Lanjutan Tabel 1.1.

Peneliti, Tahun,
No Tujuan Utama Metode Hasil Penelitian
Judul Penelitian
7. Artiningsih A., Tujuan penelitian: Metode yang pengelolaan sampah rumah
2008 (1) memperoleh digunakan dalam tangga yang berbasis
gambaran proses penelitian ini adalah masyarakat di Sampangan
Peran Serta perencanaan dan deskriptif kualitatif, dan Jomblang dapat
Masyarakat pengelolaan sampah yaitu penelitian yang mereduksi timbulan
dalam rumah tangga berbasis bermaksud sampah yang dibuang ke TPA,
Pengelolaan masyarakat, mendeskripsikan namun belum optimal
Sampah Rumah (2)menginventarisir fenomena yang dilaksanakan baik dalam
Tangga(Studi tantangan dan peluang terjadi dilokasi pemilahan dan atau dalam
Kasus di dalam pengelolaan penelitian. Teknik pengomposan karena
Sampangan dan sampah rumah tangga, pengumpulan data keterbatasan sarana dan
Jomblang, Kota (3) mengajukan usulan meliputi wawancara, prasarana. Komposisi
Semarang) pengelolaan sampah kuesioner, observasi timbulan sampah di Jomblang
berbasis masyarakat. dan dokumentasi, terdiri dari: sampah organik
Tesis sedangkan analisis 50.75%, plastik 17.14%,
Program Magister data menggunakan kertas 19.42%, kaca/logam
Ilmu Lingkungan, teknik deskriptif 12,70%, sedangkan di
Universitas kualitatif. Sampangan terdiri dari:
Diponegoro sampah organik 49.52%,
Plastik 18.06%, kertas
19.29%,
kaca/logam 12,52 %. Sampah
organik yang dimanfaatkan
menjadi kompos akan
mengurangi timbulan
sampah maupun mengurangi
beban lingkungan, sedangkan
hasil pemilahan selain dapat
mengurangi timbulan
sampah juga dapat dijual atau
dikelola sehingga dapat
menambah pendapatan.
8. Akbar M., 2009 Tujuan penelitian ini Metode yang Volume sampah yang
adalah untuk digunakan dalam dibuang oleh masyarakat
Desain Pengelolaan menganalis volume penelitian ini adalah setiap harinya adalah
Sampah di Kota sampah yang di metode survey. berkisar sekitar 77,7 m3/hari
Tanah Grogot hasilkan di Tanah Metode ini dengan volume sampah yang
Kabupaten Paser Grogot, menentukan dipilih mengingat terlayani hanya sekitar
kebutuh sarana dan penelitian untuk 69,7 m3/hari. Penyelesaian
Tesis prasarana daam membuat deskriptif permasalahan sampah yang
Program Studi pengelolaan sampah, pengelolaan sampah, tidak terlayani maka
Pengelolaan Menganalisis kebutuhan gambaran diusulkan penambahan
Sumber Daya Alam petugas dalam secara sistematis, sarana dan prasarana
dan Lingkungan pengelolaan sampah faktual dan akurat pengelolaan sampah, seperti :
Program dan sistem mengenai sistem bak sampah, gerobak sampah
Pascasarjana, organisasi yang pengelolaan sampah dan truk pengangkut sampah.
Universitas digunakan dan di Tanah Jumlah pekerja yang
Lambung menentukan peta Grogot. dibutuhkan sebanyak 18
Mangkurat kepadatan sampah dan orang. Pengelolaan sampah
Banjarbaru posisi TPS. hanya dilakukan oleh dinas
yang terkait yang
bertanggung jawab terhadap
pengelolaan, masyarakat
membuang sampah hanya di
sekitar TPS dan tidak
membuang sampah pada
waktu yang telah
ditentukan.

- 8 -
Lanjutan Tabel 1.1.
No Peneliti, Tahun, Tujuan Utama Metode Hasil Penelitian
Judul Penelitian
9. Rizal M., 2011 Tujuan penelitian Teknik analaisis data Hasil penelitian mendapatkan
ini adalah dilakukan dengan bahwa pengelolaan
Analisis mengetahui membagi data hasil persampahan di Kota
Pengelolaan pelaksanaan survey ke dalam dua tipe Donggala sudah cukup baik.
Persampahan pengelolaan sampah variabel yaitu variabel Beberapa faktor yang
Perkotaan (Sudi di Kota Donggala bebas (X) dan variabel mempengaruhi pengelolaan
Kasus Pada serta mengetahui tidak bebas (Y). sampah di Kota Donggala
Kelurahan Boya faktor faktor yang adalah partisipasi
Kecamatan Banawa mempengaruhi masyarakat, tingkat
Kabupaten pengelolaan sampah pendidikan staf dan jumlah
Donggala) di Kota Donggala. tenaga kebersihan

Jurnal SMARTek,
Vol. 9 No. 2. Mei
2011: 155 – 172.
10. Razack A. et al., Tujuan penelitian Metode yang digunakan Hasil dan analisis limbah
2009 ini adalah melihat dalam penelitian ini padat yang dihasilkan dan
hubungan adalah metode survei dikumpulkan di kota Jalingo
An Appraisal of perkembangan dengan mengumpulkan menyiratkan bahwa
Solid Waste perkotaan dengan data skunder dan data meskipun peningkatan
Generation and tingkat pengelolaan primer serta melakukan populasi, mengubah gaya
Management in limbah di Kota observasi, wawancara hidup dan konsumsi. Metode,
Jalingo City, Nigeria Jalingo, Nigeria. pada Lembaga yang cara pengumpulan sampah
terkait dengan dan tenaga kerja yang
Jurnal Lingkungan pengelolaan limbah. Data bertanggung jawab untuk
dan Ilmu Bumi yang dikumpulkan evakuasi sampah di kota
www.iiste.org ISSN dilakukan analisis belum dilakukan secara
2224-3216 (Paper) regresi sederhana dan optimal sejak pergantian
ISSN 2225-0948 ANOVA untuk milenium baru. Badan ini
(Online) Vol. 3, menentukan apakah ada bertanggung jawab untuk
No.9, 2013 perbedaan atau tidak di pengelolaan limbah (Taraba
Department of kondisi saat survei dan Kementerian Lingkungan
Urban and Regional data yang didapatkan. Hidup) telah memburuk di
Planning, School of melaksanakan tugas mereka
Environmental dan tingkat politik belum juga
Technology, Federal membantu masalah. Ada
University of banyak hambatan untuk
Technology, Minna, limbah pengelolaan sampah
Nigeria di Jalingo mulai dari
manajemen yang tidak efektif
dan tidak efisien untuk sikap
orang-orang dalam praktek
pengelolaan sampah di kota.
Sumber: Telaah Pustaka dan Perumusan (2019)

Berdasarkan telaah pustaka hasil-hasil penelitian terdahulu, maka dapat


dirumuskan perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian terdahulu, baik
ditinjau dari obyek material maupun formal, sekaligus sebagai batasan terhadap
obyek kajian dan lingkup analisis dalam penelitian ini. Penelitian Faizah (2008)
melakukan penelitian pengelolaan lingkungan dengan meninjau tiga aspek yaitu
aspek pertaman pilot project pengelolaan sampah berbasis masyarakat, aspek
kedua pengelolaan sampah masyarakat berbasis sitem 3R dan aspek ketiga
perubahan paradigma masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian Hapsari

- 9 -
(2010), menganalisis pengelolaan sampah dengan pendekatan sistem, yaitu dari
segi input, proses, dan output dalam pengelolaan sampah. Penelitian Masjhoer
(2011), pengelolaan sampah di tinjau dari persebaran jenis dan volume sampah di
kawasan wisata. Penelitian Basuki malukan penelitian pengukuran tingkat
kesadaran masyarakat kampung Jogoyudan dan membandingakan dengan tingkat
kesadaran masyarakat kampung Ratmakan dalam melakukan pengelolaan sampah
berdasarkan tingkat umur, pendidikan dan penghasilan.

Penelitian lain yaitu penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi dan


Purwaningsi melakukan penelitian pengelolaan lingkungan yang ditinjau dari
standar nomatif pengelolaan sampah dalam mengembangkan subsistem
kelembagaan dan subsistem hukum serta peraturan mengenai pengelolaan
sampah. Umumnya kajian-kajian pengelolaan sampah banyak dilakukan dengan
melihat kondisi fisik lingkungan dengan menggunaka metode analisis deskriptif.
Penelitian oleh Faizah (2008), dan Purwanngsi (2014), dengan metode deskriptif
dengan menggunakan rancangan studi dan deskriptif kualitatif untuk
mendeskripsikan suatu fenomena lingkungan. Sementara penelitian mengenai
analisa dan kajian pengelolaan sampah untuk mengetahui sebaran dan timbunan
sampah dilakukan oleh Hapsari (2010) di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan
Masjhoer (2011) di pantai parangtritis. Kedua penelitian ini lebih menekankan
pada sistem dan metode pengelolaan sampah berdasarkan jenis dan sebaran
sampah serta kesadaran pengelolaan sampah oleh pihak-pihak pengelola untuk
menciptakan lingkungan yang leih bersih dan sehat.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti kali ini dipandang lebih


komprehensif, baik dari sisi obyek material sebagai sasaran penelitian maupun
obyek formal penelitian yang berupa metode analisisnya.
(a) Obyek material yang menjadi tujuan dan sasaran penelitian ini, di samping
untuk mengkaji pengelolaannya sesuai dengan UU No. 18 tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sampah, UU No. 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan lingkungan
hidup dan Peraturan Daerah kabupaten Kolaka tahun 2018 tentang
pengelolaan sampah yang mengatur mengenai standar pengelolaan sampah
dan pengelolaan lingkungan hidup untuk mencegah kerusakan lingkungan
dengan menerapkan pengelolaan berdasarkan kebijakan pemerintah

- 10 -
sehingga dilakukan kajian pengelolaan sampah di kawasan wisata Tamborasi
kabupaten Kolaka.
(b) Kelebihan penelitian ini dari penelitian sebelumnya terletak pada metode
analisis dalam perumusan strategi pengendalian kerusakan tanah, yaitu
dengan melakukan observasi pengelolaan sampah berdasarkan penyesuaian
pengelolaan yang dilukan oleh pihak pengelola dan kebijakan pemerintah
untuk pengelolaan sampah khususnya di kawasan wisata serta peran
keterlibatan masyarakat sebagai pengunjung dan pedagang dalam
pengelolaan sampah. Selanjutnya, hasil dari analisis tersebut di deskripsikan
untuk mengetahui karakteristik persebaran sampah dari cara pembungan
dan pengelolaan sampah untuk merumuskan strategi dan kebijakan
pengelolaan sampah di kawasan wisata Tamborasi untuk menjaga
kelestarian dan fungsi pemanfaat lingkungan secara berkelanjutan serta
mempertahankan nilai estetika yang di manfaat oleh kawasan wisata
tersebut.
1.4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah dan batasan obyek maupun lingkup kajian


penelitian yang didukung oleh konsep teori yang ada, maka tujuan penelitian ini
adalah:
(1) mengkaji karakteristik persampahan di kawasan Wisata Tamborasi
Kabupaten Kolaka;
(2) mengkaji sistem pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pengelola kawasan
Wisata Tamborasi; dan
(3) merumuskan strategi dan kebijakan pengelolaan sampah di kawasan Wisata
Tamborasi.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dapat ditinjau dari aspek akademik maupun praktis
implementatif, seperti diuraikan berikut ini.

(1) Secara akademik, hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan atau
membangun terapan pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan pada setiap
kawasan, baik itu perkotaan, perumahan, tempat umum ataupun kawasan wisata

- 11 -
yang menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi dan estetika sehingga perlu di
lestarikan dan di jaga lingkunganya dalam aspek biotik dan abiotik; serta
pengembangan dan implementasi keilmuan lingkungan sosial dan budaya dalam
rangka mengkaji kearifan budaya masyarakat dalam praktek pengelolaan sampah
dan pengendalian dampak yang ditimbulkan oleh sampah untuk mendukung
lingkungan secara berkelanjutan dan kelestarian fungsi lingkungan.
(2) Secara praktis implementatif, hasil temuan dari penelitian ini tentunya diharapkan
dapat dipakai sebagai kerangka dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan
dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara umum, dan menjadi
pijakan atau pedoman dalam pengelolaan sampah berbasis 3R untuk mencegah
permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah yang di
hasilkan dari aktivitas sehari-hari, dan kearifan budaya masyarakat dalam
pengelolaan sampah yang berbasis ramah lingkungan.

- 12 -