Anda di halaman 1dari 8

A.

PEMBAHASAN
Setelah melakukan percobaan dan nilai reboun (R) telah dikonversi serta di koreksi, kami
mendapatkan kuat tekan beton sebagai barikut :
1. setiap titik rata-rata kolom
321.77  379.51  399.03
 825.29
3

2. setiap titik rata-rata slup


322.04  228.55  294.57
 648.78
3

3. setiap titik rata-rata tangga


460  452.04  436.86
 1.057.66
3

B. SYARAT DAN KETENTUAN


Menurut SNI 03-4269-1996 tentang Metode pengujian Kuat tekan elemen struktur
Beton dengan Alat Hammer test tipe N dan NR:
Bahwa dalam pengetesan beton dilapangan membutuhkan Hammer test ini karena
tidak mungkin membawa contohan beton di lapangan untuk kemudian di bawa ke
laboratorium.

Tabel nilai kuat tekan dengan Hammer Test

Correction for inclination angle


Rebound
Upwards Downwards
value Rz
+90 +45 -45 -90
10 2,400 3,200
11 2,410 3,220
12 2,420 3,240
13 2,430 3,260
14 2,440 3,280
15 2,450 3,300
16 2,460 3,320
17 2,470 3,340
18 2,480 3,360
BAB V

PEMERIKSAAN BAJA

PENGUJIAN KUAT TARIK BAJA

A. MAKSUD DAN TUJUAN

Setelah melaksanakan praktikum diharapkan dapat :

1. Menentukan tegangan leleh

2. Menentukan kekuatan tarik baja beton

Kekuatan tarik baja beton adalah gaya tarik tiap satuan luas penampang yang
menyebabkan baja beton putus.

B. ALAT DAN BAHAN

1.1 ALAT

 Timbangan
 Penggaris
 Kaliper
 Selotip / isolasi
 Mesin uji tarik
- mesin uji tarik dapat menarik batang percobaan dengan kecepatan merata dan
dapat diatur, sehingga kecepatan naiknya tegangan tidak melebihi 1 kg/mm2tiap
detik
- ketelitian pembacaan sebaiknya sampai 1/10 kali beban maksimum menurut
skala penunjuk beban pada mesin uji tarik.
1.2 BAHAN

Baja deform atau baja polos


C. PROSEDUR PELAKSANAAN PERCOBAAN

a. Mengukur batang baja (sekitar 300-400 mm) dan kemudian menimbangnya.


b. Menetapkan panjang ukur, l0 = 10 x de

c. Menandai batang baja yang telah ditimbang dan diukur pada kedua ujungnya dengan
selotip, hingga l0 tepat sama dengan 10 kali diameternya.

d. Menjepi1t batang baja yang telah disiapkan tersebut tepat pada bagian yang telah ditandai
pada kedua ujungnya.

e. Menarik batang baja yang telah dijepit dan kemudian mencatat beban yang
mengakibatkan batang tersebut leleh atau putus. (Biasanya pada alat mesin uji tarik telah
dilengkapi dengan alat pembuat grafik hubungan antara beban dengan perpanjangan
berdasarkan skala tertentu).

Menarik benda uji dengan kecepatan tarik 1 kg/mm2 tiap detik dan kemudian mengamati
kenaikan beban dan kenaikan panjang yang terjadi sampai benda uji putus.

f. Menyambung dan mengukur panjangbatang baja yang putus sebagai panjang setelah
putus (l1).

D. HASIL PERCOBAAN
Kode Dia. F F
Lo ∆Lu Elongation Ơ yield Ơ max
No Benda Pengujian yield max
(mm) (mm) (%) (N/mm2) (N/mm2)
Uji (mm) (kN) (kN)
403.14 624.87
1 D. 13 7,95 40.32 11 27.28 20 31

( Tabel V-1. Hasil Uji Tarik Baja)

Keterangan :

1 N/mm2 = 1Mpa ; 1 Mpa ekivalen dengan 10 kg/cm2

Lo = panjang mula-mula ;regangan minimal 18%


F yield = gaya leleh ; f max = gaya ultimate ; Ơ yield = tegangan leleh ; Ơ max = tegangan
ultimate

E . SYARAT DAN KETENTUAN

Mutu menurut PBI 1971 N.I.-2

Mutu Sebutan Tegangan leleh


karakteristik (σ au) atau
tegangan karakteristik
yang memberikan
regangan tetap 0,2%
(σ0,2) (kg/cm2)

U – 22 Baja Lunak 2200

U – 24 Baja Lunak 2400

U – 32 Baja Sedang 3200

U – 39 Baja Keras 3900

U – 48 Baja Keras 4800

( tabel V-2. Syarat dan ketentuan Menurut PBI 1971.N.-2)

F. PEMBAHASAN
G. 1. Elongution (Regangan)
Lu (mm)
A. Elongation D13 =
Lo (mm)
11
= 40.32
x 100% = 27,28 %

2. Tegangan Leleh (Ơ yield )

F yield x 1000
0,25 x𝜋 D2
A. σyield D 13 =
=
20 x 1000

0,25 x𝟑. 𝟏𝟒𝒙(7.59x7.59)


= 403.14 N/mm2

3. Tegangan Ultimate (Ơ yield )


F max x 1000
A. σyield D 13 = 0,25 x𝜋 D2

= 31 x 1000

2
0,25 x 3,14 x (7.95)
= 624.87 N/mm2

H. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan dan pembahasan di atas didapatkan :

Hasil tegangangan baja leleh σyieldD 13 =403.14 N/mm2 , berdasarkan `syarat PBI 1971 N.I.-
2 hasil tersebut menunjukkan bahwa baja tersebut termasuk baja keras dengan mutu U-39
karna lebih dari 3900 kg/cm2.

H. SARAN

1. Dalam percobaan, pratikan harus teliti dalam membaca kaliper dan gaya yang bekerja
pada mesin UTM.

2. Baja sebaiknya jangan diletakkan di sembarang tempat atau disimpan di tempat


tertentu,agar tidak mengalami kerusakan.
I. LAMPIRAN

 Data analisa pengujian tarik baja


 Grafik pengujian tarik baja
 Gambar Cad Baja
 Gambar Pengujian tarik Baja
 Gambar jenis-jenis baja

J. DAFTAR PUSTAKA

PBI 1971 N.I.-2

k. Dokumentasi

Gambar 1. Hasil Percobaan


Gambar 2. Hasil Percobaan

Gambar 3. Hasil Percobaan Gambar 4. Ha