Anda di halaman 1dari 10

HUBUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PENDERITA

MENURUT HUKUM ISLAM

I. Pandangan Islam tentang Kesehatan

Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan, baik kesehatan fisik dan mental,
maupun kesehatan lingkungan. Hal ini dapat kita ketemukan dalam Al Qur’an dan Sunnah
Nabi, yang merupakan sumber hukum Islam dan menjadi pedoman hidup (way of life) bagi
seluruh umat Islam.

Ajaran Islam yang berkenaan dengan kesehatan dapat dibagi menjadi tiga macam,
ialah:

A. Melarang perbuatan-perbuatan yang dapat membahayakan kesehatan dirinya dan/atau


orang lain/masyarakat (preventif), antara lain:

1. Larangan (haram) melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita di luar
nikah (zina/prostitusi), sebab bisa menimbulkan penyakit kelamin dan AIDS.
Perhatikan Al Qur’an Surat Al Isra’ ayat 32Dan janganlah kamu mendekati zina;
Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.

‫س ِبيال‬ َ ‫شةً َو‬


َ ‫سا َء‬ َ ‫اح‬ ِّ ِ ‫َوال ت َ ْق َربُوا‬
ِ َ‫الزنَا ِإنَّهُ َكانَ ف‬

2. Larangan (haram) melakukan homoseksual, sebab bisa menimbulkan AIDS pula.


Perhatikan Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 80-81 yang artinya ;

(80) Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala Dia
berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu[551],
yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" (81)
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka),
bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

[551] Perbuatan faahisyah di sini Ialah: homoseksual sebagaimana diterangkan dalam ayat 81 berikut.

3. Larangan melakukan hubungan seksual dengan istrinya dalam keadaan


menstruasi, sebab darah menstruasi mengandung bakteri (microbes) yang bisa
mengganggu kesehatan yang bersangkutan. Perhatikan Al Qur’an Surat Al Baqoroh
ayat 232

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, Maka janganlah
kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya[146],
apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf. Itulah yang
dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari
kemudian. itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui.

[146] Kawin lagi dengan bekas suami atau dengan laki-laki yang lain.

4. Larangan kawin antara pria dan wanita yang sangat erat hubungan darah/nasab,
sebab bisa menyebabkan cacat keturunannya fisik dan/atau mentalnya. Perhatikan Al
Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 23 yang artinya ;

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan
kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al
Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang
yang benar.

[31] Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran
Al Quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan
bahasa karena ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad s.a.w.

5. Larangan makan bangkai, darah, babi, hewan yang disembelih untuk disajikan
kepada berhala, minum minuman keras, ganja, narkotika, dan sebagainya, dan makan
minuman yang melampaui batas. Sebab semuanya itu dapat merusak kesehatan
jasmani, rohani, dan akidah. Perhatikan Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 3 dan 90 dan
Surat Al A’raf ayat 30 yang artinya ;

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan)


yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh,
yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan
(diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan
anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa
untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan
takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama
bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat
dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[394] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-
aam ayat 145.

[395] Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang
ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih
sebelum mati.

[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka
akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah
anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan:
lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan
dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan
sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak
panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan
sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak
panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

[397] Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir
yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika
terpaksa.

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,


(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah Termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka
akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah
anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan:
lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan
dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan
sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak
panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan
sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak
panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi
mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain
Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

6. Larangan kencing, berak, dan buang segala macam kotoran atau limbah pabrik di
sungai, jalan-jalan, dan tempat-tempat untuk umum/berteduh, demi menghindari
pencemaran lingkungan yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.
Perhatikan Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 11, Ar Ruum ayat 41 dan Hadits-hadits
Nabi.

ْ ‫ض قَالُوا ِإنَّ َما نَحْ نُ ُم‬


َ‫ص ِلحُون‬ ْ ‫ َو ِإذَا قِي َل لَ ُه ْم ال ت ُ ْف ِسد ُوا فِي‬ALBAQARAH
ِ ‫األر‬

Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka


bumi[24]". mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan
perbaikan."
[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda,
melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang
Islam.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

B. Menyuruh (wajib) atau menyarankan (sunnah) yang mempunyai dampak positif,


yakni mencegah penyakit dan menyegarkan/menyehatkan jasmani dan rohani, antara lain:

1. Perintah (wajib) berwudlu untuk setiap mengerjakan sholat dengan cara


membersihkan muka, telinga, hidung (menghisap air), mulut (menyikat gigi dan
berkumur), tangan dan kaki paling sedikit 5 kali sehari semalam. Perhatikan Al
Qur’an Surat Al Baqarah ayat 83 dan Hadits-hadits Nabi .. َ ‫الزكَاة‬ َّ ‫وأَقِي ُموا ال‬..
َّ ‫صالةَ َوآتُوا‬ َ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu
menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat,
anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik
kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak
memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu
berpaling.

2. Perintah sholat 5 kali sehari semalam dengan gerakan-gerakan gimnastik.


Perhatikan Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 43, Al Isra’ ayat 78 dan Hud ayat 115

dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[44].

[44] Yang dimaksud Ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: tunduklah
kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.

َّ ‫ار َكعُوا َم َع‬


َ‫الرا ِكعِين‬ ْ ‫الزكَاة َ َو‬ َّ ‫َوأَقِي ُموا ال‬
َّ ‫صالةَ َوآتُوا‬

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan
(dirikanlah pula shalat) subuh[865]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh
malaikat).

[865] Ayat ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. tergelincir matahari untuk
waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya.

Dan bersabarlah, karena Sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-


orang yang berbuat kebaikan.

3. Perintah puasa selama sebulan dalam bulan Ramadlon setiap tahun untuk
kesehatan jasmani dan rohani. Perhatikan Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

4. Anjuran (sunnah) sholat tengah malam (tahajud) untuk mendekatkan diri kepada
Allah dan menghilangkan stres yang merupakan sumber penyakit. Perhatikan Al
Qur’an Surat Al Isra’ ayat 79

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu
ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat
yang Terpuji.

5. Anjuran menutup makanan dan minuman terutama di malam hari

6. Anjuran berolah raga, misalnya jalan kaki, jogging/berlari, berenang, panahan,


dan pacuan kuda. Perhatikan Hadits Nabi.

C. Menyuruh (wajib) orang yang sakit berobat untuk mengobati penyakitnya,

sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

َ ‫ض ْع دَا ًء اِالَّ َو‬


‫ض َع لَهُ دَ َوا ًء‬ َ َ‫تَدَ ُاو ْوا ِعبَادَهللاِ فَإِ َّن هللاَ تَعَالَى لَ ْم ي‬
.‫اح ٍد ا َ ْل َه َر ُم‬
ِ ‫َغيْر دَاءٍ َو‬
Berobatlah kamu, hai hamba-hamba Allah! Sebab sesungguhnya Allah tidak
membuat penyakit kecuali membuat pula obatnya, selain satu penyakit, ialah sakit
tua. (Hdits Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

Menurut Islam, bahwa melakukan ajaran Islam tentang kesehatan yang termasuk
kategori A dan B di atas, yang Xbersifat preventif itu adalah lebih
diutamakan/didahulukan daripada macam C yang bersifat kuratif. Sebab selain orang
tidak mengalami penderitaan, juga biasanya jauh lebih murah.

II. Hubungan antara Petugas Kesehatan dengan Penderita

Islam sangat menghargai tugas kesehatan, karena tugas ini adalah tugas kemanusiaan
yang sangat mulia, sebab menolong sesama manusia yang sedang menderita. Dan menurut
Islam, hubungan antara petugas kesehatan dengan pasien adalah sebagai hubungan penjual
jasa dengan pemakai jasa, sebab si pasien dapat memanfaatkan ilmu, keterampilan, keahlian
petugas kesehatan, sedangkan petugas kesehatan memperoleh imbalan atas profesinya berupa
gaji atau honor. Karena itu terjadilah akad ijarah antara kedua belah pihak, ialah suatu akad,
dimana satu pihak memanfaatkan barang, tenaga, pikiran, keterampilan, dan keahlian pihak
lain/dengan memberikan imbalannya. Dan sebagai akibat dari hubungan antara petugas
kesehatan dengan pasien itu timbullah hak dan kewajiban pada kedua belah pihak. Dan
sesuai dengan asas keadilan hukum yang sangat dijaga oleh Islam, maka antara hak-hak dan
kewajiban-kewajiban kedua belah pihak harus seimbang sesuai dengan posisinya masing-
masing. Makin besar tanggungjawabnya, makin besar pula hak dan kewajibannya seperti
halnya hak dan kewajiban antara suami dan istri, dimana tanggungjawab si suami lebih besar
daripada tanggung jawab si istri, maka logis dan adillah kalau hak dan kewajiban si suami
lebih banyak daripada hak dan kewajiban si istri. Demikian pula hak dan kewajiban petugas
kesehatan lebih banyak daripada hak dan kewajiban pasien, karena tanggung jawab petugas
kesehatan sangat besar, ialah keselamatan jiwa dan raga pasiennya. Perhatikan Al Qur’an
Surat Al Baqarah ayat 238 dan An Nisa’ ayat 34 tentang kedudukan, hak dan kedudukan
suami istri;

ٌ‫ظات‬َ ِ‫صا ِل َحاتُ قَانِت َاتٌ َحاف‬ َّ ‫ض َو ِب َما أ َ ْنفَقُوا ِم ْن أ َ ْم َوا ِل ِه ْم فَال‬
ٍ ‫ض ُه ْم َعلَى بَ ْع‬ َّ َ‫اء ِب َما ف‬
َّ ‫ض َل‬
َ ‫َّللاُ بَ ْع‬ ِ ‫س‬َ ِِّ‫لر َجا ُل قَ َّوا ُمونَ َعلَى الن‬ِّ ِ
ُ َ ُ َ َ ْ َ
‫اجعِ َواض ِْربُوه َُّن فإِن أط ْعنَك ْم فال تَ ْبغوا‬ ِ ‫ض‬ ْ ْ ُ َ ُ ُ ُ
َ ‫َّللاُ َوالالتِي ت َ َخافونَ نشوزَ ه َُّن ف ِعظوه َُّن َواه ُج ُروه َُّن فِي ال َم‬ َ
َّ ‫ب بِ َما َح ِفظ‬ ِ ‫ِل ْلغَ ْي‬
ً ‫َّللاَ َكانَ َع ِليًّا َك ِب‬
‫يرا‬ َ ‫ َعلَ ْي ِه َّن‬ANNISA
َّ ‫س ِبيال ِإ َّن‬

ARTINYA "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
Allah telah melebihkan, sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan
karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka
Wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri, ketika suaminya
tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu kuatirkan
nusyuz-nya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka
mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
Sesungguhnya, Allah Maha Tinggi, lagi Maha Besar." – (QS.4:34)

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk


Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.

[152] Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. ada
yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan shalat wusthaa ialah shalat Ashar.
menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu
dikerjakan dengan sebaik-baiknya.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah
melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan
karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu
Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika
suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. wanita-wanita
yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah
mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka
mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292].
Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

[289] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.

[290] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya
dengan baik.
[291] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri
seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

[292] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan


pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat
barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah
dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila
cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

Di bawah ini sedikit ilustrasi tentang hak dan kewajiban antara petugas kesehatan
dengan pasien, antara laing:

A. Hak dan Kewajiban Petugas Kesehatan

1. Kewajiban-kewajibannya

a. Melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah jabatan

b. Memberikan pelayanan yang baik (teliti, ramah, komunikatif, dan tidak


diskriminatif) terhadap pasien

c. Menetapkan tarif yang dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,


mengusahakan pengobatan yang murah yang masih cukup efektif, terutama bagi
pasien yang lemah sosial ekonominya. Karena itu sangatlah bijaksana bahwa
pemerintah telah mengharuskan semua dokter membuat resep obat generik

d. Mengusahakan keringanan biaya perawatan dan pengobatan bagi pasien yang


benar-benar tidak/kurang mampu

e. Bertanggungjawab atas kematian/penderitaaan dan kerugian pasien yang


benar-benar disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian petugas kesehatan

f. Melindungi pasien dari sasaran propaganda agama lain

g. Menyampaikan amanat/wasiat pasien yang meninggal kepada keluarga/ahli


warisnya yang tidak sempat mendampingi saat wafatnya

h. Membantu mengusahakan pemakaman jenazah secepat mungkin, baik yang


tidak diketahui identitasnya maupun yang diurus oleh keluarganya

i. Menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan ajaran agama.


Misalnya; abortus, menstrual regulation (MR), atau euthanasia, baik dengan jalan
memberi obat suntik atau minuman yang dapat mempercepat kematian pasien,
atau dengan cara tidak memberikan obat-obatan yang diperlukan untuk kesehatan
pasien, sekalipun atas desakan pasien sendiri.
2. Hak-haknya

a. Mendapatkan imbalan berupa gaji, honor dan lain-lain yang layak sesuai
dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien

b. Mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah dan masyarakat atas


dedikasi dan penemuan ilmiah dalam bidang kesehatan/kedokteran

c. Mendapatkan perlindungan hukum atas profesinya

d. Melindungi pasien dari ancaman luar terhadap keselamatan jiwanya dan


akidah/agamanya

e. Menolak pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran agamanya.

B. Hak dan Kewajiban Pasien

1. Kewajiban-kewajibannya

a. Membayar biaya konsultasi, pengobatan, perawatan sesuai dengan tarif resmi


yang telah ditetapkan

b. Mempercayai dan mematuhi semua perintah, nasihat dan peraturan yang


diberikan oleh petugas kesehatan, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam

c. Menerangkan dengan sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya, apa yang
dideritanya dan apa maksudnya.

2. Hak-haknya

a. Mendapatkan pelayanan yang baik/manusiawi dari petugas kesehatan

b. Mendapatkan perlindungan dari ancaman luar terhadap keselamatan jiwa dan


akidah/agamanya

c. Menuntut tanggung jawab petugas kesehatan atas musibah yang menimpanya,


apabila terjadi musibah itu karena kesalahan atau kelalaian petugas kesehatan

d. Menolak pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.


DAFTAR PUSTAKA

https://sites.google.com/site/stikeshusada/agama/hbungan-petugas-kesehatan-dg-pasien
TUGAS KELOMPOK

MAKALAH HUBUNGAN ANTARA PETUGAS KESEHATAN DENGAN


PASIEN DAN KESEHATAN MENURUT HUKUM ISLAM

KELOMPOK 6 :

1. AL MUFIDAH
2. BAIQ WARDIYATUN HUSNA
3. EMA PUSPITASARI
4. MEGA AFRIANI
5. LISA JANNATULLAILI
6. USWATUN HASANAH

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM
JURUSAN GIZI
TAHUN 2014 - 2015