Anda di halaman 1dari 6

Kemampuan untuk mengestimasi return suatu individual sekuritas merupakan hal

yang sangat penting dan diperlukan oleh investor. Oleh karena itu kehadiran Capital
Asset Pricing Model (CAPM) yang dapat digunakan untuk mengestimasi return
suatu sekuritas dianggap sangat penting di bidang keuangan. CAPM merupakan
abstraksi dari dunia nyata dan didasarkan dari beberapa asumsi yang
disederhanakan. Asumsi ini benar-benar menyederhanakan beberapa masalah
bahkan menjadi kurang realistis. Bagaimanapun, asumsi-asumsi tersebut membuat
CAPM dapat lebih ditelusuri ditinjau dari sudut pandang matematis. CAPM
mengasumsikan:

1. Investor bergantung pada dua factor dalam pembuatan keputusannya: pengembalian dan
varians.
2. Investor berpikiran rasional, cenderung menghindari resiko dan memilih metode diverifikasi
portfolio Markowitz.
3. Investor melakukan investasi pada periode waktu yang sama.
4. Investor memiliki pengharapan yang sama terhadap aktiva.
5. Ada investasi bebas resiko dan investor dapat meminjam dan memberikan pinjaman pada
tingkat suku bunga bebas resiko.
6. Pasar modal memiliki persaingan sempurna dan tidak ada biaya transaksi maupun pungutan
lain.
Dalam teori portfolio Markowitz diasumsikan bahwa investor membuat keputusan
investasi berdasarkan dua parameter ; pengembalian yang diharapkan dan varians
pengembalian. Teori ini juga disebut model dua parameter. Investor penghindar
resiko yang membuat keputusan berdasarkan dua parameter (pengembalian yang
diharapkan dan varians) sebaiknya membentuk portfolio yang efisien :
menggunakan kombinasi dari portfolio pasar dan suku bunga bebas resiko.
Berdasarkan hasil ini, dapat diturunkan suatu model yang menunjukkan cara
penetapan harga aktiva berisiko.

MODEL PENETAPAN HARGA AKTIVA MODAL (CAPM)


Sejauh ini diketahui investor penghindar resiko yang membuat keputusan
berdasarkan dua parameter (pengembalian yang diharapkan dan varians)
sebaiknya membentuk portfolio yang efisien : menggunakan kombinasi dari portfolio
pasar dan suku bunga bebas resiko. CAPM merupakan teori ekonomi yang
menjabarkan hubungan antara resiko dan pengembalian diharapkan, atau dengan
kata lain, merupakan model penetapan harga sekuritas beresiko. CAPM
menyatakan bahwa satu-satunya resiko yang dinilai oleh investor adalah resiko
sistematis, karena resiko ini dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Intinya, CAPM
menyatakan bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan dari suatu portfolio atau
sekuritas sama dengan suku bunga sekuritas bebas resiko ditambah premi resiko.
Premi resiko pada CAPM merupakan hasil dari jumlah resiko dikali resiko harga
pasar.

Model Pasar
CAPM menyebutkan bahwa hanya ada satu factor mempengaruhi pengembalian
sekuritas, pasar. Hubungannya, terkadang disebut model pasar (atau model indeks
pasar) dapat dinyatakan sbb :

Rit = αi + βi Rmt + εit


dimana Rit = pengembalian atas aktiva i, selama periode t
Rmt = pengembalian portfolio pasar selama periode t
αi = symbol yang menunjukkan komponen pengembalian bukan pasar aktiva i
βi = symbol yang menghubungkan perubahan pengembalian aktiva I terhadap
perubahan dalam portfolio pasar.
εit = symbol terhadap kesalahan acak yang merefleksikan resiko unik yang
berhubungan dengan menanamkan modal dalam suatu aktiva.

Model pasar menyatakan bahwa pengembalian sekuritas tergantung dari


pengembalian portfolio pasar dan sampai sejauh mana daya tanggap sesuai yang
diukur oleh beta (β). Selain itu, penegmbalian juga bergantung pada kondisi yang
unik bagi perusahaan sebagaimana diukur oleh εit.
Garis Pasar Sekuritas
Capital Market Line (CML) menunjukkan kondisi keseimbangan dimana
pengembalian yang diharapkan dari portfolio aktiva merupakan fungsi linier
pengembalian yang diharapkan portfolio pasar. Hubungan langsung yang sama juga
berlaku bagi pengembalian diharapkan sekuritas :

E(Ri) = (Rf) + {(E(Rm) – (Rf)) / SD(Rm)} SD(Ri)………………….(1)


Hubungan resiko garis pengembalian bagi sekuritas tunggal disebut garis pasar
sekuritas (security market line = SML). Seperti halnya CML, pengembalian
diharapkan dari suatu aktiva sama dengan suku bunga resiko bebas ditambah nilai
resiko harga pasar dan jumlah resiko dalam sekuritas.
Versi lain mengenai hubungan SML menggunakan beta dari sekuritas, dapat dilihat
dari persamaan (2). Dalam portfolio dengan diversifikasi yang baik, resiko unik
dapat dihilangkan.

Var(Ri) = var (Rm)………………………………………..(2)


Dan deviasi standar

SD(Ri) = βi SD(Rm)
Maka,

βi = SD(Ri) / SD(Rm)
Jika beta dimasukkan ke dalam persamaan (1) akan diperoleh versi beta dari SML
atau CAPM yaitu :

E(Ri) = Rf + βi[E(Rm)-Rf]
Persamaan ini menyatakan bahwa, berdasarkan asumsi-asumsi CAPM,
pengembalian yang diharapkan atas satu aktiva merupakan fungsi linier positif dari
indeks resiko sistematis yang dinyatakan oleh beta. Semakin tinggi beta, semakin
tinggi pengembalian yang diharapkan. Perhatikan bahwa beta merupakan satu-
satunya penentu yang diharapkan suatu aktiva.

SML dan Resiko Pasar


Pada ekuilibrium, pengembalian yang diharapkan dari satu sekuritas terletak pada
SML dan bukan CML. Hal ini adalah benar karena tingkat resiko tidak sistematis
yang tinggi pada 1 sekuritas yang dapat didiversifikasi dari portfolio sekuritas. Satu-
satunya resiko yang dihadapi investor adalah resiko pasar. Maka, dua aktiva
dengan resiko sistematis yang sama akan memiliki pengembalian yang diharapkan
yang sama besarnya. Pada ekuilibrium, hanya portfolio efisien yang terletak pada
SML maupun CML. Pernyataan ini tidak sesuai dengan kenyataan bahwa alat ukur
resiko sistematis, beta, hampir sepenuhnya benar sebagai indeks dari kontribusi
suatu sekuritas terhadap resiko sistematis dari portfolio sekuritas yang terdiversifiksi
dengan baik.

Memperkirakan Beta
Beta merupakan indeks resiko sistematis suatu aktiva atau suatu portfolio aktiva.
Beta mengukur sensitivitas pengembalian aktiva terhadap pengembalian portfolio
pasar. Oleh karena itu, beta suatu aktiva atau portfolio aktiva dapat secara langsung
dibandingkan dengan portfolio pasar yang terdiversifikasi dengan baik.

Memperkirakan Beta Historis


Beta historis dihitung dari serangkaian waktu observasi baik pada pengembalian
aktiva maupun pengembalian portfolio pasar. Hubungan yang diasumsikan ini
disebut garis karakteristik dan bukan merupakan model keseimbangan dalam
menilai pengembalian diharapkan namun lebih merupakan penjabaran dta historis.
Teknik statistic yang digunakan adalah analisa regresi yang memperkirakan
hubungan antara dua variable. Dalam hal ini, kedua variable tersebut, pengembalian
aktiva dan pengembalian portfolio pasar. Dalam memperkirakan beta, portfolio
pasar diwakili oleh beberapa indeks pasar saham.

Beta historis diprkirakan dengan menggunakan model pasar sbb :

rit = αi + βi rmt + εit


dimana rit = pengembalian aktiva i,selama periode t
rmt = pengembalian portfolio pasar selama periode t
αi = symbol yang menunjukkan komponene bukan pasar dari pengembalian aktiva i
βi = symbol yang menghubungkan perubahan pengembalian aktiva I dengan
perubahan dalam portfolio pasar.
εit = symbol yang menunjukkan kesalahan acak rata-rata hitung (mean) 0
Persamaan diatas sering disebut garis karakteristik sekuritas.
Di bawah ini adalah ringkasan hasil regresi :

Perusahaan Alfa Beta Koefisien Pen


IBM -1,08 0,57 0,15
Wallgreen 0,68 1,11 0,38

Disini hanya akan dilaporkan hasil-hasil pengujian. Alfa, IBM dan Wallgreen tidak
terlalu jauh dari 0. Beta kedua perusahaan cukup besar, yang berarti terdapat
hubungan antara pengembalian setiap saham dan pengembalian S & P 500.
Koefisien penentu menunjukkan kekuatan hubungan yang ada. Sebagai contoh,
beta historis suatu portfolio yang terdiri dari 30 % saham IBM (w1) dan 70 % saham
Wallgreen (w2) adalah:

0,30 (0,57) + 0,70 (1,11) = 0,95

Stabilitas Beta
Masalah yang paling serius dalam memperkirakan beta saham kenyataan bahwa
beta bersifat tidak stabil, yaitu koefisien beta seringkali mengalami perubahan.
Sedikitnya terdapat dua penyebab ketidakstabilan beta. Pertama, adalah kesalahan
perkiraan statistik, biasanya berhubungan dengan jangka waktu dimana
pengembalian diukur (harian, bulanan, atau tiga bulanan). Misalkan pengembalian
bulanan dapat dihitung selama lima tahun terakhir, maka terdapat 60 observasi
pengembalian baik bagi indeks pasar maupun saham. Pengembalian juga dapat
dihitung secara mingguan. Teori tidak menyebutkan jangka waktu perhitungan
pengembalian yang sebaiknya digunakan. Teori juga tidak menyebutkan jumlah
tertentu dari observasi, kecuali pernyataan bahwa semakin banyak observasi akan
menghasilkan ukuran beta yang dapat lebih diandalkan. Penelitian menunjukkan
adanya hubungan antara pengembalian saham dengan kecepatan reaksi terhadap
informasi baru, dimana saham-saham perusahaan besar umumnya bereaksi lebih
cepat. Oleh karena itu, terdapat ketidakseimbangan atau kebiasaan jangka waktu
yang digunakan dalam memperkirakan beta. Beta portfolio saham relative lebih
stabil daripada beta suatu saham. Penyebab lain ketidakstabilan beta adalah
penggunaan beta sebagai indeks tunggal resiko sistematis. Oleh karena itu, beta
yang digunakan sebagai alat ukur harus sering diperbaharui.

Beta Dasar / Fundamental


Gagasan dasar dari beta fundamental adalah, di samping sebagai alat ukur
kovarians historis aktiva dengan pasar, penyebab resiko sistematis lainnya
berhubungan dengan karakteristik dasar perusahaan. Rosenberg dan rekan
sejawatnya pada BARRA (perusahaan konsultan) membuat beberapa perubahan
terhadap variable-variabel dalam persamaan awalnya. Versi terbaru meliputi 58
variabel yang dikelompokkan ke dalam 13 kategori. Kelompok tersebut adalah
perubahan pada pasar, kesuksesan, ukuran perusahaan, kegiatan perdagangan,
pertumbuhan, rasio P/E, rasio nilai buku terhadap harga, perbedaan pendapatan,
pengungkit keuangan, pendapatan asing, intensitas tenaga kerja, hasil dan
kapitalisasi rendah.

Referensi:
Douglas Hearth. 2004. Contemporary Investments: Security and Portfolio Analysis.

ZVI Bodie, Alex Kane, Alan J. Marcus. 2009. Investments