Anda di halaman 1dari 2

Menop ause

Menopause merupakan perdarahan haid yang terakhir dan


berhentinya siklus menstruasi. Menurut WHO menopause merupakan
penghentian secara permanen akibat hilangnya aktifitas folikular
ovarium
dan 12 bulan amenorea secara berturut-turut.Sekitar 10% wanita
berhenti
menstruasi pada usia 40 tahun dan 5% tidak berhenti menstruasi
sampaiusia 60 tahun. Bagian klimakterium menopause dimulai
denganfase
pramenopause dan sesudah menopause disebut dengan fase
pascamenopause(who,2016) World Health Organization [Internet].
Bulettin of the world health
otganization. 2016. Tersedia pada: http://www.who.int/publications/en/

Premenopause
Premenopause merupakan peristiwa yang di alami oleh setiap wanita
rentang usia 40 tahun dan memasuki fase klimakterik. Fase ini
ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, dengan perdarahan haid
yang memanjang dan jumlah darah haid yang relative
banyak.Perubahan endrokrinologik yang terjadi adalah berupa fase
folikuler yang memendek, kadar esterogen dan dan sekitar 3-4 tahun
sebelum premenopause kadar FSH mulai meningkat dan produksi
esterogen, inhibin dan progesteron ovarium menurun setelah usia 40
tahun.
Dampak dari perubahan tersebut dapat menimbulkan
meunculnya gejala yang sering dikeluhkan wanita premenopause
.
Sekitar 80% - 90% wanita pra-menopause merasakan adanya masalah,
10-30 % diantaranya mempunyai keluhan dan masalah yang berat
dapat mengganggu aktifitas sehari-hari sehingga membutuhkan
pertolongan medis serta perawatan(erlangga,2006) Heffner L. Sistem
reproduksi [Internet]. Edisi kedua. Jakarta: Penerbit
Erlangga; 2006
Etiologi genetik penyakit osteoartritis belum diketahui sepenuhnya.
Sebelumnya, osteoartritis diakui sebagai nyeri sendi non inflamasi.
Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa proses inflamasi berperan
dalam patogenesis osteoartritis (Loeser, 2009; Banks, 2010). Inflamasi
merupakan hal yang biasa terjadi pada jaringan sinovial pasien OA dan
dikarakterisasi oleh adanya infiltrasi dari sel imun dan sekresi sitokin.
Sitokin pro inflamasi terlibat sebagai mediator potensial dalam penyakit
ini (Steinmeyer, 2004).