Anda di halaman 1dari 2

1.

Farmakodinamik
a. Onset of Action (Mula kerja)
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar efektif minimal (MEC) mulai kerja adalah
waktu dimana obat mulai memasuki plasma dan berakhir sampai mencapai konsentrasi efek
minimum.
 Intravena : 30-60”
 Intramuskular : 10-20’
 Sublingual : 3-5’
 Subkutan : 15-30’
 Rektal : 5-30’
 Oral : 30-90’

b. Duration of Action
Adalah waktu yang menunjukkan lamanya kadar efektif dipertahankan dalam darah.
Duration of action tergantung pada beberapa faktor :
 Jumlah absolut obat yang diberikan
 Sediaan farmasi
 Reversibilitas aksi obat
 Paruh obat
 Kemiringan kurva konsentrasi-respons
 Aktivitas metabolit
 Pengaruh penyakit terhadap eliminasi obat

c. Site of action
Site of action atau tempat kerja obat merupakan reseptor dimana setiap molekul target yang
harus diikat oleh obat supaya obat tersebut dapat menghasilkan efek yang spesifik. Ada
empat target utama tempat kerja obat, yaitu:
1. Reseptor
Suatu alat indra dari sistem komunikasi yang mengoordinasi fungsi-fungsi sel tubuh
dan yang menjadi pembawa pesan kimiawi adalah hormon dan neurotransmitter
2. Kanal ion
Selain kanal ion bergerbang ligan yang membuka bila reseptor nya diduduki dan
diaktifkan oleh suatu agonis, terdapat pula kanal ion lain yang merupakan tempat kerja
obat
3. Enzim
Pada umumnya, obat merupakan analog substrat yang merupakan inhibitor kompetitif
dari enzim tersebut, tetapi terdapat pula obat-obat yang menghambat enzim secara
non-kompetitif, atau sebagai false substrate dan mengalami transformasi enzimatik
membentuk suatu produk abnormal
4. Molekul pembawa
Untuk transpor ion-ion dan molekul senyawa organik supaya dapat melewati membran
sel, umumnya diperlukan suatu protein pembawa. Hal ini disebabkan oleh seringnya
molekul dan ion tersebut bersifat polar dan kurang larut dalam lipid. Terdapat banyak
pembawa, seperti pembawa untuk transpor glukosa dan asam amino ke dalam sel
untuk transpor ion-ion dan molekul-molekul organik oleh tubuli ginjal untuk transpor
Natrium dan ion Kalsium keluar sel serta untuk ambilan neurotransmitter prekursor atau
ambilan neurotransmitter itu sendiri ke ujung saraf.

Dapus

Staf Pengajar Dapartemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2008. Kumpulan
Kuliah Farmakologi. Jakarta; EGC.

Staf Pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Kumpulan Kuliah
Farmakologi Edisi 2. hal. 44-48