Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

BISNIS/USAHA:
BUDIDAYA IKAN LELE (PEMBESARAN)
I. ASPEK PRODUKSI
Usaha/budidaya penetasan lele sangkuriang berawal dari pemilihan indukan lele,
yaitu bagaimana melakukan pemilihan atas induk lele akan menentukan kualitas dari
larva/bibit (anakan) lele dimana hanya induk lele yang berkualitas baik yang akan
menghasilkan
larva/bibit (anakan) lele
dengan hasil yang baik
pula.

Satu paket induk lele


sangkuriang terdiri dari
10 betina dan 5 jantan
seharga Rp 800.000
per paket. setiap ekor induk
lele sangkuriang bisa menghasilkan 70.000–100.000 ekor benih.

Berdasarkan data yang diperoleh dari www.repulika.co.id bahwa untuk wilayah


Jabodetabek , kebutuhan akan lele sebesar 80 ton perhari tetapi pasokan yang tersedia
baru bisa sekitar 12 ton. Dengan Asumsi 8 (delapan) atau 9 (Sembilan) ekor
perkilogram, maka kebutuhan pasokan/persediaan benih (anakan) lele yang harus
disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peternak tersebut diperkirakan sebagai berikut :

Tabel 1. Kebutuhan Pasar dan Rencana Produksi (ekor)

Tahun Permintaan Penawaran Peluang Rencana


Produksi
2013 267.666.666 40.150.000 227.516.666 3.600.000 *
2014 307.816.666 44.165.000 263.651.666 3.600.000
2015 338.598.333 48.581.500 290.016.833 3.400.000
2016 372.458.166 53.439.650 319.018.516 3.500.000
2017 409.703.983 58.783.615 350.920.368 3.200.000
*Asumsi rencana produksi tersebut setelah dikurangi 10 % mortalitas
Berdasarkan survey yang dilakukan, usaha/budidaya penetasan lele sangkuriang
telah banyak dilakukan oleh peternak lainnya yang tergabung dalam satu kelompok
usaha. Tabel dibawah ini menunjukkan hasil produksi yang dilakukan oleh peternak
lele lain (pesaing) yaitu sebagai berikut

Tabel 2. Produksi Peternak Lain (Pesaing)

Tahun Peternak A Peternak B Peternak C Peternak D


2013 2.550.000 3.000.000 2.750.000 4.500.000
2014 2.700.000 3.000.000 2.720.000 4.500.000
2015 2.700.000 3.200.000 2.880.000 4.250.000
2016 2.700.000 3.200.000 2.700.000 4.250.000
2017 3.000.000 3.500.000 2.700.000 4.250.000

Benih ikan (anakan) lele sangkuriang mempunyai kelebihan dibandingkan


dengan lele jenis lainnya yang ada di pasaran seperti lele dumbo. Kelebihan benih
lele sangkuriang tersebut diantaranya :

1. Pertumbuhan lele cepat

2. Daya Tahan terhadap penyakit lebih kuat


3. Pakan lebih sedikit

Ikan lele jenis sangkuriang bisa masyarakat dapatkan di pasar-pasar tradisonal


sampai dengan pusat-pusat perbelanjaan bertarap kelas atas seperti di mal-mal.
Peningkatan permintaan Ikan lele terutama jenis sangkuriang ini tentunya didasarkan
pada kandungan/nilai gizi yang terdapat didalamnya. Beberapa manfaat ikan lele
tersebut diantaranya : Kandungan protein ikan Lele sangat tinggi, sekitar 20 persen.
Ditambah lagi kandungan minyak takjenuhnya juga tinggi. Sehingga sangat mendukung
metabolisme dalam tubuh, daging ikan Lele bisa merangsang perkembangan otak
anak.Karena Kandungan gizi daging ikan Lele sangat tinggi serta banyak mengandung
vitamin A, lemak dalam daging ikan mengandung Poli asam Lemak Tidak Jenuh
(PUFA) yang terdiri dari Omega-3 dan Omega-6, lemak Tidak Jenuh (PUFA) tidak
disintesa tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan, lemak Ikan Lele dapat
menurunkan LDL (Low Density Lipid) Kolesterol dalam Plasma Darah, selain itu,
kandungan lemaknya jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau daging ayam,
ikan Lele hanya mengandung lemak 2 gram saja.(per 100 gr) Ini jauh lebih rendah di
bandingkan sapi 14 dan ayam.

II. ASPEK PEMASARAN


Budidaya penetasan ikan lele jenis sangkuriang mempunyai potensi yang sangat
besar dan prospek yang menjanjikan/menggiurkan tidak kalah dengan usaha budidaya
hewan lainnya seperti kambing maupun sapi, terutama jika dilihat dari
kemampuan/daya beli masyarakat untuk membeli lauk pauk yang bernilai gizi tinggi
walaupun semua kebutuhan lauk pauk bias didapat/tersedia di pasar-pasar.

Perkembangan harga-harga lauk pauk terutama daging seperti daging ayam


maupun daging sapi yang semakin melambung tinggi membuat masyarakat semakin
menjerit karena sulit rasanya bagi mereka terutama konsumen dengan penghasilan
menengah ke bawah untuk bisa mendapatkannya. Oleh karena itu, demi mencukupi
kebutuhan akan gizi keluarga maka permintaan akan ikan lele semakin meningkat dari
tahun ke tahun. Peningkatan permintaan akan lauk pauk jenis lele ini tentunya harus
dibarengi dengan stock atau persediaan benih ikan (anakan) lele yang semakin
meningkat pula.

Budidaya penetasan ikan lele jenis sangkuriang yang dilakukan sampai saat ini
hanya terbatas untuk memenuhi/mensuplai kebutuhan para peternak lele yang ada di
wilayah bogor sebagai sentra produksi ikan lele Jawa Barat.

III. ASPEK KEUANGAN

I. Perkiraan Biaya Produksi

Usaha budidaya penetasan ikan lele jenis sangkuriang membutuhkan


berbagai jenis biaya baik yang sifatnya biaya tetap maupun biaya variable. Biaya-
biaya tersebut dapat dirinci sebagai berikut :
Tabel 3. Biaya Produksi (Rp)

No Uraian Biaya Tahun 1 2 3 4 5


Biaya
1 Biaya Tetap
Sewa Lahan 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
Kolam plastik pemijahan 3.000.000 0 0 0 0
20 @150.000
Kolam platik penetasan 10 3.500.000 0 0 0 0
@ 350.000
Kolam plastik sortir 30 9.000.000 0 0 0 0
@300.000
Drum plastik 5 1.000.000 0 0 0 0
@ 200.000
Alat-alat perikanan 2 200.000 0 0 0 0
@100.000
Jumlah Biaya Tetap 21.700.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
2 Biaya variable
Bibit Lele 1.600.000 0 0 0 0
2 paket @800.000
Pakan cacing 1/5 5.600.000 5.600.000 5.600.000 5.600.000 5.600.000
X 2 X 10 X 20 x 2
@35.000
Pakan pellet 8.100.000 8.100.000 8.100.000 8.100.000 8.100.000
¼ x 2 x 30 x 30 x 2 @
9.000
Tenaga Kerja Tetap 6.000.000 6.000.000 6.000.000 6.000.000 6.000.000
Obat-obatan 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000
Jumlah Biaya Tetap 21.800.000 20.200.000 20.200.000 20.200.000 20.200.000

Total Biaya 43.500.000 25.700.000 25.700.000 25.700.000 25.700.000

1. Perkiraan Laba Rugi dan Arus Dana (Rp)

Berdasarkan aspek kebutuhan pasar dan rencana produksi (pada table 1)


yang kemudian dikombinasikan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, maka dapat
disusun perkiraan laba/rugi sebagai berikut:
Tabel 4. Laba/rugi (Rp)

No Uraian / Tahun Tahun 1 2 3 4 5


1 Volume 3.600.000 3.600.000 3.400.000 3.500.000 3.200.000
Penjualan
Harga perekor 175 175 200 200 200

Penerimaan 630.000.000 630.000.000 680.000.000 700.000.000 640.000.000


Penjualan

2 Biaya Biaya 43.500.000 25.700.000 25.700.000 25.700.000 25.700.000


3 Laba Kotor 586.500.000 604.300.000 654.300.000 674.300.000 614.300.000

Penyusutan
4 (garis lurus 5 3.340.000 3.340.000 3.340.000 3.340.000 3.340.000
tahun)
Laba sebelum
5 bunga & pajak 583.160.000 600.960.000 650.960.000 670.960.000 610.960.000
(EBIT)
6 Bunga 15%
7 Pajak 10 % 58.316.000 60.096.000 65.096.000 67.096.000 61.096.000
8 Laba Bersih 524.844.000 540.864.000 585.864.000 603.864.000 549.864.000
9 Arus dana kas 528.184.000 544.204.000 589.204.000 607.204.000 553.204.000
(4 +8)
10 BEP (Q) 14 24 25 26 24
11 Payback Periode 136.4
12 Net Present 21.6
value
13 Internal Rate of 28
Return
1. Perkiraan Kebutuhan Modal (Rp)

Tabel 5. Kebutuhan modal(Rp)

No Keterangan Modal Sendiri Modal Hibah Total


Modal Investasi
1. Sewa lahan 3.000.000 2.000.000 5.000.000
2. Drum plastik 1.000.000 1.000.000
3. Alat-alat perikanan 200.000 200.000
4 Kolam plastic 5.500.000 10.000.000 15.500.000
Total modal investasi 8.700.000 13.000.000 21.700.000
Modal kerja
5 Bibit lele 1.600.000 1.600.000
6 Pakan cacing 5.600.000 5.600.000
7 Pakan pellet 8.100.000 8.100.000
8 Tenaga kerja tetap 2.600.000 3.400.000 6.000.000
9 Obat-obatan 500.000 500.000
Total modal kerja 9.800.000 12.000.000 21.800.000
Total investasi 18.500.000 25.000.000 43.500.000

1. ANALISIS KELAYAKAN
Atas dasar perhitungan yang telah dilakukan terutama pada perhitungan
laba/rugi, usaha budidaya penetasan ikan lele jenis sangkuriang sudah menghasilkan
keuntungan dari tahun pertama sampai tahun kelima. Hal ini dikarenakan setiap kali
penetasan, jumlah larva (anakan) yang dihasilkan sangat banyak. Dengan
memperhatikan kebutuhan masyarakat akan ikan lele jenis sangkuriang yang sangat
tinggi yang berdampak pada kebutuhan akan larva (anakan) dari peternak yang tinggi
pula, sehingga usaha ini mempunyai potensi yang besar di masa depan. Maka usaha
ini layak untuk dijalankan terutama untuk mendapat dukungan dalam permodalan.