Anda di halaman 1dari 6

Nama : Iftitah Nabiilah Ramadhani

NIM : 33101900032

SGD : 5

Judul : Jangan Menggunakan Alat Ukur Sembarangan!!!

Learning Issues
1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran? (Forum)
JAWAB:
Pengukuran adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menyatakan suatu sifat dalam
bilangan yang dinyatakan dalam satuan dengan cara membandingkan dengan suatu
besaran baku atau standar.
SUMBER:
Modul, Tim. (2019). Modul 2: Basic Pharmaceutical Science. Semarang: School of
Pharmacy Faculty of Medicine Islamic Sultan Agung University.

2. Apa yang dimaksud dengan satuan? (Forum)


JAWAB:
Satuan adalah suatu simbol atau pernyataan yang menjelaskan mengenai jenis besaran
yang dapat dijadikan pembanding pada saat melakukan pengukuran.
SUMBER:
Abdullah, Mikrajuddin. (2016). Fisika Dasar 1. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.

3. Apa tujuan dari pengukuran? (Forum)


JAWAB:
Tujuan dari pengukuran adalah untuk mengetahui data secara pasti seperti panjang, lebar,
jari-jari, diameter, ketebalan suatu barang yang diukur atau seperti suhu, waktu, intensitas
cahaya, arus listrik, dll.
SUMBER:
Abdullah, Mikrajuddin. (2016). Fisika Dasar 1. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.

4. Apa saja contoh dari alat-alat ukur? (Trias)


JAWAB:
Contoh-contoh dari alat-alat ukur adalah :
 Alat pengukuran panjang: mistar, jangka sorong, mikrometer skrup
 Alat pengukuran massa: neraca lengan, neraca dua lengan, neraca elektronik
 Alat pengukuran waktu: arloji, jam dinding, stopwatch
 Alat pengukuran volume: tabung silinder, gelas ukur
SUMBER:
Abdullah, Mikrajuddin. (2016). Fisika Dasar 1. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.

5. Apa saja jenis-jenis dari satuan ukur? (Sasmita)


JAWAB:
Jenis-jenis dari satuan ukur adalah:
 Satuan Pokok : Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus (A),
Intensitas Cahaya (Cd), Jumlah Zat (mol).
 Satuan Turunan : Energi dan Usaha (Joule), Daya (watt), Tekanan (Pascal),
Frekuensi (Hertz), dll.
SUMBER:
Ramlawati, H. Hamka L.,Sitti Saenab, Sitti Rahma Yunus. (2017). BAB 1 Satuan
dan Pengukuran. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAANDIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN, 2.

6. Apa saja satuan panjang dari alat ukur? (Fathin)


JAWAB:
Satuan panjang dari alat ukur adalah kilometer (km), hektometer (hm), dekameter (dam),
meter (m), desimeter (dm), sentimeter (cm), dan milimeter (mm).
SUMBER:
Mas Titing Sumarti dan Siti Kamsiyati. 2009. Asyiknya Belajar Matematika untuk
SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukun Departemen Pendidikan Nasional.

7. Apa saja satuan ukur dari suhu? (Sasmita)


JAWAB:
Satuan ukur dari suhu adalah Celcius (C), Kelvin (K), Fahrenheit (F), Reamur (R).
SUMBER:
Ambara, I. M. (2016). KONVERSI SUHU . PROGRAM S1 FARMASI KLINIS
INSTITUT ILMU KESEHATAN MEDIKA PERSADA BALI , 1.

8. Apa saja satuan ukur dari berat? (Habibah)


JAWAB:
Satuan alat ukur dari berat adalah kilogram (kg), hektogram (hg), dekagram (dag), gram
(g), desigram (dg), sentigram (cg), dan miligram (mg).
SUMBER:
Mas Titing Sumarti dan Siti Kamsiyati. 2009. Asyiknya Belajar Matematika untuk
SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukun Departemen Pendidikan Nasional.

9. Apa kegunaan dari alat ukur? Jelaskan! (Naufal)


JAWAB:
Kegunaan alat ukur adalah untuk menenentukan nilai dari variable yang diukur. Jenisnya
seperti:
a. Alat ukur massa untuk mengukur massa dari suatu benda.
b. Alat ukur waktu untuk mengukur waktu dari suatu benda.
c. Alat ukur panjang untuk mengukur pandang dari suatu benda.
d. Alat ukur luas untuk mengukur luas dari suatu benda.
e. Alat ukur suhu untuk mengukur suhu dari suatu benda.
f. Alat ukur kecepatan untuk mengukur kecepatan dari suatu benda.
g. Alat ukur tekanan udara untuk mengukur tekanan udara.
h. Alat ukur cahaya untuk mengukur cahaya.
SUMBER:
Rosana, D. (2014). Alat Ukur Besaran Fisis Lanoratorium IPA dan Kalibrasi Alat
Ukur. Pelatihan Laboratorium IPA Direktorat PSMP, (pp. 1-11).

10. Bagaimana mengonversi satuan? (Naufal)


JAWAB:
Mengonversi satuan menggunakan tangga atau tabel konversi.
Contoh: 10 km dikonversikan menjadi meter turun tiga tangga sehingga menjadi 10.000m
SUMBER:
Ainiyah, K. (2018). Bedah Fisika Dasar. Yogyakarta: Deegublish.

11. Bagaimana sistem dalam pengukuran? (Forum)


JAWAB:

Sistem pengukuran adalah suatu proses memasukkan atau (input) yaitu berupa alat ukur
untuk menghasilkan (output) data pengukuran sesuai dengan variable yang diukur.
SUMBER:
Koes Sulistiadji dan Joko Pitoyo. (2009). Alat Ukur dan Instrumen Ukur. Staf
Perekayasa pada BBP Mektan,Serpong, 6.

12. Bagaimana cara penggunaan mistar yang benar? (Ai)


JAWAB:
Cara menggunakan mistar yang benar adalah:
a. Mengkalibrasikan mistar sebelum digunakan
b. Memulai dari ujung benda yang akan diukur dengan titik nol
c. Menandai penggaris dimana ujung benda tersebut berakhir
d. Titik akhir itulah yang merupakan panjang suatu benda
SUMBER:
Pandiangan, P. (n.d.). Pengukuran dan Sistem Satuan dalam Fisika. Fisika dasar 1,
21-22.

13. Bagaimana memilih alat ukur yang baik? (Devi)


JAWAB:
Cara memilih alat ukur yang baik adalah memilih alat ukur yang memiliki angka
ketidakpastian relative yang kecil. Karena semakin kecil angka ketidakpastian relative
maka semakin tinggi mutu, hasil, dan ketelitian yang dihasilkan oleh alat ukur.
SUMBER:
Modul, Tim. (2019). Modul 2: Basic Pharmaceutical Science. Semarang: School of
Pharmacy Faculty of Medicine Islamic Sultan Agung University.

14. Bagaimana cara menghindari kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan pada saat
pengukuran? (Sasmita)
JAWAB:
Cara menghindari kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan pada saat melakukan
pengukuran adalah melakukan pengukuran berulang (lebih dari satu) dan melakukan
kalibrasi alat sebelum digunakan.
SUMBER:
Herayanti L, Arsyam B., Rafika R., Ridwan S. (2014). Dasar Pengukuran dan
Ketidakpastian. Pendidikan Fisika, 2-3.

15. Bagimana cara mengukur dengan presisi yang tepat? (April)


JAWAB:
Cara mengukur menggunakan presisi yang tepat adalah:
a. Melakukan kalibrasi sebelum menggunakan alat ukur tersebut
b. Mengetahui apa saja kegunaan dari alat ukur yang akan digunakan
c. Mengetahui dan memahami bagaimana cara untuk menggunakan alat tersebut yang
baik dan benar.
SUMBER:
Fitrya, Neneng, dkk. (2017). Pentingnya Akurasi dan Presisi Alat Ukur dalam
Rumah Tangga. Jurnal Untuk Mu negeRI 1(2), 61-63.

16. Mengapa presisi alat dan akurasi harus dipertimbangkan? (Devi)


JAWAB:
Presisi dan Akurasi harus dipertimbangkan karena akurasi digunakan untuk mengukur
kinerja alat dan presisi yang berfungsi untuk memerika apakah hasil dari pengukuran
tepat atau tidak.
SUMBER:
Modul, Tim. (2019). Modul 2: Basic Pharmaceutical Science. Semarang: School of
Pharmacy Faculty of Medicine Islamic Sultan Agung University.

17. Bagaimana cara mengukur diameter dan ketebalan dari obat berbentuk tablet? (Iftitah)
JAWAB:
Cara mengukur diameter dan ketebalan dari obat berbentuk tablet menggunakan
mikrometer adalah
a. Membuka pengunci mikrometer
b. Membuka rahang dengan cara memutar skala putar
c. Meletakkan benda yang diukur pada rahang
d. Memutar kembali skala putar hingga rapat
e. Memutar kunci micrometer
f. Menghitung skala yang ditunjukkan pada mikrometer
SUMBER:
Nugrahani, Ilma, dkk. (2015). Karakteristik Granul dan Tablet Propanolol HCl
dengan Metode Granulasi Peleburan

18. Jelaskan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan pada saat melakukan pengukuran!
(Habibah)
JAWAB:
Kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan pada saat melakukan pengukuran adalah:
a. Pernyimpangan akibat perbedaan pada objek yang diukur. Hal tersebut dapat diatasi
dengan menyamakan objek yang akan diukur.
b. Perbedaan situasi pada saat pengukuran, dapat diatasi dengan cara menganalisis
persamaan dan perbedaan suatu objek.
c. Perbedaan alat yang digunakan akan menyebabkan perbedaan pengukuran bahkan
menggunakan objek yang sama.
SUMBER:
Keongholic. (2017). Kesalahan Dalam Pengukuran. Makalah, 1.

19. Mengapa penggunaan alat ukur harus benar dan tepat? (Devi)
JAWAB:
Karena agar hal-hal yang tidak diinginkan atau kesalahan dalam mengukur suatu objek.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat berupa kesalahan pegas, kesalahan gesekan,
kesalahan paralaks, kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol yang dapat menyebabkan
ketidakpastian.
SUMBER:
Modul, Tim. (2019). Modul 2: Basic Pharmaceutical Science. Semarang: School of
Pharmacy Faculty of Medicine Islamic Sultan Agung University.

20. Mengapa kesalahan dalam melakukan pengukuran menjadi hal yang krusial dalam
praktikum? (Bayu)
JAWAB:
Kesalahan dalam melakukan pengukuran menjadi hal yang kruisal dalam praktikum
karena hal tersebut berpengaruh dengan data yang dihasilkan. Akan terjadi
penyimpangan gambaran data, data tidak bisa memberikan hasil yang akurat, tingkat
ketelitian rendah dan yang sebagainya.
SUMBER:
Keongholic. (2017). Kesalahan Dalam Pengukuran. Makalah, 1.

21. Apa manfaat dari kalibrasi? (Farah)


JAWAB:
Manfaat dari kalibrasi adalah agar alat yang akan digunakan memiliki keakuratan
sehingga dapat menghasilkan data pengukuran yang benar. Juga mengetahui adanya
seberapa besar perbedaan nilai yang sebenarnya atau nilai benar dengan nilai yang diukur
oleh pengamat
SUMBER:
Istirohah, T. (2016). Studi Analisis Ketidakpastian Hasil Kalibrasi Timbangan dan
Mistar Terhadap Keberterimaan Pengujian Gramatur Kertas. Jurnal
selulosa 6(2), 96.

22. Kapan kita melakukan kalibrasi? (Neva)


JAWAB:
Kalibrasi dilakukan secara periodical atau rutin, minimal 6 bulan sekali dan pada saat alat
pertam kali akan digunakan.
SUMBER:
Sholihah, Fuji Maranti. (2016). Teknik Kalibrasi Timbangan Elektronik
Menggunakan Metode CSIRO. Jurnal Ilmiah Teknosains 2(2). 126-129

23. Bagaimana cara untuk mengkalibrasi? (Forum)


JAWAB:
a. Menyiapkan alat ukur yang akan dikalibrasi.
b. Memeriksa bagaimana kondisi ruangan, meliputi suhu, tekanan, dan kelembapan
c. Memeriksa kondisi fisik dari alat ukur
d. Melakukan pengukuran secara berulang
e. Menghitung simpangan baku
SUMBER:
Istirohah, T. (2016). Studi Analisis Ketidakpastian Hasil Kalibrasi Timbangan dan
Mistar Terhadap Keberterimaan Pengujian Gramatur Kertas. Jurnal
selulosa 6(2), 96.

24. Apa perbedaan metode dan system? (Habibah)


JAWAB:
a. Metode adalah cara-cara atau pendekatan melalui tindakan yang bertujuan untuk
mencapai tujuan.
b. Sistem adalah unsur-unsur yang beraturan dan saling behubungan sehingga dapat
menghasilkan suatu totalitas.
SUMBER:
Kamus Besar Bahasa Indonesia. http://kbbi.web.id. [diakses pada 16 Oktober]
(online)