Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kemajuan teknologi telah membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia, berbagai

peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki

fungsi dan penyimpangan pada organ tubuh manusia. Apakah yang dimaksud dengan alat optik?

Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya menggunakan benda optik,

seperti: cermin, lensa, serat optik atau prisma. Prinsip kerja dari alat optik adalah dengan

memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya. Pemantulan cahaya adalah

peristiwa pengembalian arah rambat cahaya pada reflektor. Pembiasan cahaya adalah peristiwa

pembelokan arah rambat cahaya karena cahaya melalui bidang batas antara dua zat bening yang

berbeda kerapatannya.

Jenis alat optik yang akan kita pelajari dalam konteks ini adalah mata.

Alat Optik Alami Adalah Mata. Kita hidup didunia ini merupakan berkah dari Tuhan maha pencipta,

dan kita dijadikan manusia ini merupakan makhluk yang paling sempurna. Kita juga diberi Panca

indra yang dapat kita fungsikan sesuai keguanaannya masing-masing, salah satunya adalah mata

yang berguna sebagai alat optik alami .

Rumusan Masalah

1. Apa itu fungsi mata?

2. Apa saja bagian-bagian mata?

3. Bagaimana pembentukan bayangan Pada Mata

4. Apa jenis-jenis cacat mata?

5. Bagaimana daya akomodasi mata?


Tujuan

1. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi mata

2. Agar mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian mata

3. Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana pembentukan bayangan Pada Mata

4. Agar mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis cacat mata

5. Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana daya akomodasi mata


BAB II

PEMBAHASAN

A. Fungsi Mata

Fungsi Mata Sebagai Alat Optik, karena mata merupakan salah satu contoh alat optik, karena

dalam pemakaiannya mata membutuhkan berbagai benda-benda optik seperti lensa.

B. Bagian-bagian Mata

1. Alis, yaitu rambut-rambut halus yang terdapat diatas mata. Alis berfungsi mencegah

masuknya air atau keringat dari dahi ke mata.

2. Bulu Mata, yaitu rambut-rambut halus yang terdapat di tepi kelopak mata. Bulu mata

berfungsi untuk melindungi mata dari benda asing.

3. Humor berair (Cairan berair) berfungsi menghasilkan cairan pada mata

4. Humor/badan bening Humor Badan Bening ini terletak dibelakang lensa. Bentuknya berupa

Zat transparan seperti jeli (agar-agar). Fungsi humor (badan bening) adalah untuk

meneruskan cahaya dari lensa mata ke retina(selaput jala).

5. Kelenjar Air Mata, Kelenjar air mata terletak dibagian dalam kelopak mata. Kelenjar air

mata berfungsi untuk menghasilkan cairan yang disebut air mata. Air Mata berguna untuk

mencaga bola mata agar tetap basah. Selain itu air mata berguna untuk membersihkan mata

dari benda asing yang masuk kemata sehingga mata tetap bersih.

6. Kelenjar Lakrima (Air mata)

Kelenjar air mata (lakrima) berfungsi Menghasilkan air mata untuk membasahi mata yang

beguna menjaga kelembapan mata, membersihakan mata dari debu dan membunuh bibit

penyakit yang masuk kedalam mata.


7. Kelopak Mata

Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah. Bagian ini untuk membuka dan

meutup mata. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata bagian depan dari benda-

benda asing dari luar. Benda-benda tersebut misalnya debu, asap, dan goresan. Kelopak mata

juga berfungsi untuk menyapu permukaan bola mata dengan cairan. Selain itu juga untuk

mengatur intensitas cahaya yang masuk kemata.

8. Konjungtiva adalah membran tipis pelindung (lapisan jaringan) pada mata. Konjungtiva

berfungsi sebagai membran pelindung pada mata.

9. Lapisan Koroid (lapisan tengah)Lapisan koroid atau lapisan tengah terletak diantara sklera

dan retina, berwarna cokelat kehitaman sampai hitam. Lapisan tengah(lapisan koroid)

berfungsi memberi nutrisi pada retina luar. sedang warna gelap koroid berfungsi untuk

mencegah pemantulan sinar. Lapisan yang amat gelap juga berfungsi mencegah berkas

cahaya dipantulkan di sekeliling mata.

10. Retina (Selaput Jala)


Retina berfungsi sebagai layar dalam menangkap bayangan benda, di tempat ini terdapat

simpul-simpul syaraf optik. Retina merupakan lapisan terdalam dari dinding bola mata.

Retina mengandung sel-sel reseptor yang peka terhadap cahaya. Bagian yang sangat peka

terhadap cahaya pada retina disebut bintik kuning (fovea). Bagian yang tidak peka terhadap

cahaya dan merupakan tempat keluarnya saraf mata menuju otak disebut bintik buta.

Bagian-Bagian Retina Mata

Bagian retina mata terdiri dari sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus), dimana kedua

bagian ini berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik yang berjalan di

sepanjang serabut syaraf.

Struktur Fisik dan Anatomi Retina Manusia

Struktur retina manusia yaitu 72% seperti bola dengan diameter sekitar 22 mm. Pada bagian

tengah retina terdapat cakram optik, yang dikenal dengan titik buta (blind spot) karena tidak

adanya fotoreseptor di daerah itu. Cakram optik terlihat sebagai area oval berwarna putih

berukuran 3 mm².

urutan lapisan-lapisan retina mata tersebut ke arah kornea:

 Retinal pigment epithelium (RPE)

 Lapisan fotoreseptor segmen dalam dan luar (Rods/Cones)

 Membran limitans eksterna, yaitu lapisan yang membatasi bagian dalam fotoreseptor

dari inti selnya

 Lapisan luar inti sel fotoreseptor

 Lapisan luar plexiformis, pada bagian makular ini dikenal sebagai Lapisan serat Henle

(Fiber layer of Henle).

 Lapisan dalam badan inti


 Lapisan dalam plexiformis

 Lapisan sel ganglion, yaitu lapisan yang terdiri dari inti sel ganglion dan merupakan

asal dari serat saraf optik.

 Lapisan serat saraf, yaitu lapisan yang mengandung akson-okson sel ganglion yang

berjalan menuju ke nervus opticus.

 Membran limitans interna, yaitu tempat sel-sel Műller berpijak.

Jenis Penyakit Retina

Penyakit retina adalah gangguan pada bagian retina di dalam mata yang berpengaruh buruk

terhadap penglihatan seseorang. Gejala penyakit retina diantaranya pandangan kabur seperti

ada bintik terapung atau sarang laba-laba yang menghalangi penglihatan atau terganggunya

lapangan pandang tepi.

Berikut ini jenis-jenis penyakit pada retina, diantaranya yaitu:

Retinopati diabetik, yaitu komplikasi dari diabetes melitus yang mengakibatkan kerusakan

pada pembuluh darah retina. Kondisi ini membuat retina bengkak atau terdapat kapiler

darah tidak nomal yang pecah sehingga padangan menjadi kabur atau terganggu.

 Retinitis pigmentosa, yaitu penyakit degeneratif yang berpengaruh pada retina. Adanya

perubahan respons retina terhadap cahaya membuat kemampuan penderita dalam melihat

semakin berkurang seiring waktu, tapi tidak akan buta sepenuhnya.

 Degenerasi Makula, yaitu kerusakan pada pusat retina, sehingga membuat pandangan

menjadi kabur atau ada bagian yang tidak terjangkau penglihatan. Ada dua jenis
degenerasi makula, yaitu degenerasi kering dan basah. Gejala awal biasanya dimulai

dengan bentuk kering, lalu berkembang menjadi basah pada satu atau kedua mata.

 Lubang Makula, yaitu defek kecil pada bagian makula yang terbentuk karena tarikan

abnormal antara retina dan vitreus atau karena adanya cedera pada mata.

 Robekan retina, penyakit retina ini dapat terjadi pada penyusutan vitreus, yaitu jaringan

berbentuk gel di bagian dalam bola mata, sehingga lapisan di bagian belakang bola mata

tertarik. Pada area ini terdapat retina, yang bisa ikut tertarik dan robek, jika tarikan cukup

besar.

 Ablasi retina, yaitu terjadi pada robekan retina, di mana ada rembesan cairan melalui

celah robekan dan mendorong retina terangkat dari jaringan penyangganya. Kondisi ini

ditunjukkan dengan kemunculan cairan di bawah retina.

 Retinoblastoma, yaitu kanker mata langka yang umumnya terdiagnosis pada usia anak.

 Epiretinal membrane, yaitu jaringan parut halus, terlihat seperti membran transparan

tipis yang berkerut dan menempel di atas retina. Membran ini menyebabkan tarikan pada

retina, sehingga pandangan menjadi kabur atau meliuk.

11. Iris atau Selaput pelangi adalah daerah berbentuk gelang pada mata yang dibatasi oleh

pupil dan sklera (bagian putih dari mata). Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke

dalam mata dengan mengubah ukuran pupilnya.

12. Lensa

Lensa adalah bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada

retina.Lensa terletak ditengah bola mata, dibelakang anak mata(pupil) dan selaput

pelangi(iris). Fungsi utama lensa adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang

masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina(selaput jala). Dengan demikian mata dapat

melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai kemampuan untuk menfokuskan jetuhnya
cahaya. Fungsi lensa yang lain juga untuk membentuk bayangan pada retina yang bersifat

nyata, terbalik dan diperkecil.

13. Otot-otot bersilia

Otot-otot bersilia berfungsi Mengatur bentuk lensa. Otot siliar berfungsi untuk mengatur

daya akomodasi mata.

14. Pupil (anak mata)Pupil berupa celah yang berbentuk lingkaran terdapat ditengah-tengah

iris . Pupil berfungsi sebagai tempat untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yangmasuk

kedalam mata. Pupil juga Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. Pupil

merupakan tempat lewatnya cahaya menuju retina.

15. Saraf Optik (saraf mata)Saraf Mata berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang

telah diterima. Rangsang cahaya tersebut diteruskan kesusunan saraf pusat yang berada di

otak. dengan demikian kita dapat melihat suatu benda. Saraf Optik atau saraf mata juga

berfungsi Mengirim informasi visual ke otak atau meneruskan informasi tentang kuat

cahaya dan warna ke otak.

16. Selaput Bening (Kornea)

Kornea adalah bagian mata yang melindungi permukaan mata dari kontak dengan udara

luar. Selaput Bening(Kornea) sangat penting bagi ketajaman penglihatan kita. Fungsi

utama selaput bening (kornea) adalah meneruskan cahaya yang masuk kemata. Kornea

merupakan bagian mata yang dapat disumbangkan untuk penyembuhan orang dari

kebutaan. Selaput Bening (kornea) juga berfungsi sebagai pelindung mata bagian dalam.

Kornea mata terdiri dari 3 (tiga) lapisan, yaitu:

Epitelium(ephitelium)

Epitelium (ephitelium) adalah lapisan terluar kornea. Epitelum berfungsi untuk mencegah

masuknya benda asing, serta menyerap oksigen dan nutrisi dari air mata.
Stroma

Stroma adalah lapisan kornea yang terletak setelah epitelium. Stroma merupakan lapisan

tengah paling tebal dan tersusun atas air dan protein sehingga berbentuk padat dan elastis.

Endotelium(endothelium)

Endotelium (endothelium) adalah lapisan kornea yang terletak di belakang stroma. Lapisan

Endotelium kornea ini berfungsi untuk memompa kelebihan cairan pada stroma.

Gangguan fungsi endotelium bisa menyebabkan stroma penuh dengan cairan sehingga

menyebabkan penglihatan kabur.

17. Sklera/selaput putih Sklera atau selaput putih terletak di lapisan luat. SkleraLapisan luar

yang keras / keras. Lapisan ini berwarna putih, kecuali dibagian depan yaitu tidak

berwarna atau bening. Lapisan Sklera berwarna putih terdiri atas serabut kolagen yang

tidak teratur dan tidak berpembuluh darah, kecuali bagian episklera. Lapisan sklera

berfungsi melindungi bola mata. Sklera bagian mata depan tampak bergelembung dan

transparan disebut kornea. Iris adalah selaput tipis yang berfungsi untuk mengatur

kebutuhan cahaya dalam pembentukan bayangan.

18. Suspensor LigamenSuspensor Ligamen berfungsi menjaga lensa agar selalu pada

tempatnya.

C. Pembentukan bayangan Pada Mata

Secara sederhana sebagai alat optik mata membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil

pada retina. Pemfokusan dilakukan dengan mengubah jarak fokus lensanya. Benda akan nampak

jelas jika bayangan tepat jatuh pada permukaan retina. Adapun tahap-tahap terbentuknya

bayangan pada mata yaitu sebagai berikut :


cahaya masuk ke dalam mata melalui lubang pupil, pertama cahaya menembus kornea, aqueous

humor, lensa, dan viterus humor sehingga bayangan jatuh tepat pada retina. Kemudian retina

membentuk impuls yang dijalarkan ke saraf otak II , lalu ke otak untuk di interpretasikan sebagai

penglihatan.

Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut

retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan disampaikan ke

otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak dan memberikan kesan melihat

benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek dengan jelas apabila bayangan benda

(bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.

Jangkauan penglihatan mata:

Kemampuan penglihatan manusia terbatas pada jangkauan tertentu atau disebut jangkauan

penglihatan yaitu daerah di depan mata yang dibatasi oleh dua buah titik. Titik terjauh (punctum

remotum disingkat PR) dan titik terdekat (punctum proximum disingkat PP).

PR adalah titik terjauh didepan mata, dimana benda masih nampak dengan jelas. PP adalah titik

terdekat didepan mata, dimana benda masih nampak dengan jelas.

Objek akan nampak jelas jika objek berada pada jangkauan penglihatan, dan objek tidak akan

nampak dengan jelas jika objek ada diluar jangkauan penglihatan (terlalu dekat dengan mata

atau terlalu jauh dari mata).

D. Cacat Mata

Cacat mata terjadi karena jangkauan penglihatan berubah. Hal ini diakibatkan oleh kemampuan daya

akomodasi mata yang berubah. Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mengubah

jarak fokusnya agar bayangan jatuh di retina mata. Berikut ini akan diuraikan berbagai jenis cacat

mata yang di dasarkan pada kemampuan daya akomodasinya.

1. Cacat Mata Miopi (Rabun Jauh)


Cacat mata miopi terjadi jika pada penglihatan tak berakomodasi bayangan jatuh di depan

retina, hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi sangat pipih (terlalu cembung).

Agar dapat melihat jelas benda yang jauh maka perlu dibantu dengan lensa divergen (lensa

cekung). Lensa divergen adalah lensa yang dapat menyebarkan berkas cahaya.

Berikut ini adalah bagan pembentukan bayangan pada cacat mata miopi sebelum dan sesudah

memakai lensa.

Keterangan gambar:

Gambar sebelum memakai kaca mata. Cahaya yang berasal dari tempat jauh (diluar

jangkauan penglihatan) oleh lensa mata dibiaskan di depan retina sedang cahaya dari

tempat dekat (dalam jangkauan penglihatan) tepat dibiaskan di retina. Gambar sesudah

memakai kaca mata. Lensa negatif mengubah arah rambat cahaya sejajar menjadi menyebar

sehingga seolah-olah cahaya berasal dari daerah jangkauan penglihatan.


Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang

jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik

jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki

titik jauh tak berhingga).

Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan

(memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu

lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina. Miopi dikoreksi menggunakan

lensa negative Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan

(memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut

sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.

2. Cacat Mata Hipermetropi (Rabun Dekat)

Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek

yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak

hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal

(PP > 25 cm). Hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif. Prinsip dasarnya adalah

lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal

menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan

jelas.

Berikut ini adalah bagan pembentukan bayangan pada hipermetropi sebelum dan sesudah

memakai lensa.
Keterangan gambar:

Gambar sebelum memakai kaca mata: Berkas cahaya dari jarak baca normal (cahaya

kuning) akan dibiaskan oleh lensa mata di belakang retina, berkas cahaya baru akan

dibiaskan tepat di retina jika benda lebih jauh dari jarak baca normal (yaitu titik dekatnya)

Gambar sesudah memakai kaca mata: lensa positif mengubah arah rambat cahaya yang

berasal dari jarak baca normal seolah-olah berasal dari titik dekatnya (PP), kemudian

lensa mata mengubah arah rambat cahaya ini menuju retina.

Cacat mata hipermetropi terjadi jika penglihatan pada jarak baca normal mengakibatkan

bayangan dari lensa mata jatuh di belakang retina, hal ini karena lensa mata tidak dapat

menjadi sangat cembung (terlalu pipih). Agar dapat melihat jelas benda-benda pada jarak

baca normal (Sn) maka cacat mata ini perlu dibantu dengan menggunakan

lensa konvergen (lensa cembung). Lensa konvergen adalah lensa yang dapat mengumpul

berkas cahaya.
3. Cacat Mata Presbiopi

Cacat mata presbiopi (mata tua atau rabun dekat dan rabun jauh diakibatkan karena

melemahnya daya akomodasi) terjadi karena bayangan jatuh di belakang retina pada saat

melihat dekat dan bayangan jatuh di depan retina pada saat melihat jauh, hal ini terjadi karena

daya akomodasi lensa mata lemah. Agar dapat melihat jelas baik benda yang dekat maupun

yang jauh maka perlu dibantu dengan menggunakan gabungan lensa cembung (konvergen)

dan cekung (divergen). Cacat mata ini sering juga dikenal dengan nama cacat mata tua.

Dengan menggunakan cara sebagaimana pada cacat miopi dan cacat hipermetropi, ukuran

lensa dapat diketahui.

4. Astigmatisma (mata silindris)

Astigmatisma disebabkan karena kornea mata tidak berbentuk sferik (irisan bola), melainkan

lebih melengkung pada satu bidang dari pada bidang lainnya. Akibatnya benda yang berupa

titik difokuskan sebagai garis.

Mata astigmatisma juga memfokuskan sinar-sinar pada bidang vertikal lebih pendek dari

sinar-sinar pada bidang horisontal. Astigmatisma ditolong/dibantu dengan kacamata silindris.

Astigmatisme atau mata silindris merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena

lengkung kornea mata yang tidak merata. Kelainan refraksi ini bisa mengenai siapa saja tanpa

peduli status sosial, umur dan jenis kelamin.

Bola mata dalam keadaan normal berbentuk seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang

masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina (area sensitif mata). Pada orang astigmatisme,

bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata

sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat

akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. Disamping itu, bayangan yang agak

jauh akan tampak kabur dan bergelombang.


Apa yang menyebabkan astigmatisme?

Astigmatisme umumnya diturunkan dan sering muncul sejak anak anak. Selain itu,

astigmatisme juga bisa disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kornea, kebiasaan

membaca yang buruk dan kebiasaan menggunakan mata untuk melihat objek yang terlalu

dekat.

Apa saja keluhan penderita astigmatisme?

Penderita astigmatisme yang belum diobati akan sering mengeluh sakit kepala, kelelahan

pada mata dan kabur saat melihat benda berjarak dekat maupun jauh. Jika mengalami gejala

tersebut dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya anda segera ke dokter mata untuk melihat

kemungkinan terjadinya astigmatisme.

Bagaimana mengobati astigmatisme?

Hampir semua derajat astigmatisme dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Pada

penderita derajat ringan bahkan tidak memerlukan koreksi sama sekali selama astigmatisme

itu tidak disertai dengan rabun jauh atau rabun dekat.

Kaca mata untuk penderita astigmatisme menggunakan lensa silinder. Pilihan lain untuk

mengobati astigmatisme adalah dengan operasi, namun tindakan ini sangat terggantung dari

kondisi pasien. Operasi dilakukan dengan menggunakan laser untuk memperbaiki lengkung

kornea.

5. Buta warna

Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan

warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya

merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga

buta warna.
6. Katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata.

Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan

Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Katarak penanganannya harus

dilakukan pembedahan atau operasi. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak

air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa

akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi

buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya

ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.Pada banyak kasus,

penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit katarak banyak terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia. Hal ini berkaitan

dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari.

Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya

penyakit katarak.

E. Daya Akomodasi Mata.

Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot siliar untuk menebalkan atau memipihkan

kecembungan lensa mata yang disesuaikan dengan dekat atau jauhnya jarak benda yang dilihat.

Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu :

1. titik dekat mata (punctum proximum) adalah jarak benda terdekat di depan mata yang

masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm

s/d 20cm (untuk anak-anak) dan berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut

juga jarak baca normal.

2. titik jauh mata (punctum remotum) adalah jarak benda terjauh di depan mata yang masih

dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah “tak terhingga”.
Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung

agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh,

lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Sistem Mata, pembentukan bayangan nyata, diperkecil,dengan perubahan jarak titik Fokus

lensa mata untukmenghasilkan bayangan yang jelas (terfokus) pada retina.Apabila lensa mata

tidak mampu lagi menyesuaikan jarakbayangan agar terbentuk dengan jelas (terfokus),

karenaperubahan jarak titik fokusnya yang terbatas, kondisi inidisebut cacat mata. Untuk dapat

melihat dengan normaldapat ditolong dengan kacamata yang sesuai ukuranlensanya.

Ada sebuah peribahasa: Silap mata pecah kepala, yang memiliki arti mata dipakai untuk

melihat dan manusia harus selalu awas, cermat, dan berhati-hati. Karena kurang awasnya diri

akan mengakibatkan diri salah melihat dan sangat memungkinkan terjadi sebuah kecelakaan

(kesusahan atau kerugian). Maksud hati adalah janganlah gunakan mata hanya untuk melihat

tapi juga untuk mengetahui keadaan sekitarmu.

3.2. Saran

Tips-tips untuk memelihara mata:

 Sering-sering melihat pemandangan yang hijau dengan merelaksasi otot mata. Jika tak ada

yang hijau tak apa, lihatlah sesuatu dengan titik terjauh.

 Sering mengedipkan mata dengan tujuan menghindari mata menjadi kering.

 Banyak makan makanan yang bervitamin A (mengandung karoten) contohnya wortel.

 Jangan membaca dalam jarak yang dekat.

 Mengisitirahatkan mata sejenak jika lelah akibat lamanya membaca atau kurangnya

pencahayaan.

 Pijatan lembut pada kelopak mata.


DAFTARPUSTAKA

http://fisikafitri.wordpress.com/2010/12/07/alat-optik-2/

http://sidikpurnomo.net/alat-alat-optik.html

http://tugino230171.wordpress.com/2011/08/19/indera-penglihat-pada-manusia/

http://www.e-dukasi.net/

http://aktifisika.wordpress.com/2009/01/30/alat-optik/

http://aiirm59.blogspot.com/2012/05/makalah-alat-optik-mata.html