Anda di halaman 1dari 3

Pengendalian merupakan tahap yang sangat menentukan dari sebuah proses

manajemen. Ada bebarapa jenis pengendalian yakni :

1. Pengendalian Umpan Maju ( Mengantisipasi masalah sebelum terjadi)

Pengendalian jenis ini membutuhkan berbagai standar kualitas dan kuantitas


yang layak dari berbagai masukan (input). Misalnya : sumber daya manusia,
material, modal, mesin. Sumber daya informasi juga sangat dibutuhkan oleh
manajer dalam menentukan sumber daya yang mana saja yang diperlukan
untuk memenuhi standar yang ditetapkan sehingga terhindar dari masalah
potensial.

2. Pengendalian berjalan atau bersamaan ( Mengelola masalah pada saat


terjadi )

Pengendalian ini membutuhkan standar perilaku, kegiatan serta pelaksanaan


dari aktivitas secara layak. Sumber informasi utama bagi pengendalian jenis
ini ialah hasil observasi dari first line manager. Tindakan perbaikan (korektif)
ditujukan pada perbaikan kualitas serta kuantitas sumber daya dan operasi.

3. Pengendalian umpan balik (Mengelola masalah setelah terjadi)

Pengendalian jenis ini membutuhkan standar kualitas dan kuantitas yang


layak dari keluaran yang diharapkan (output). Informasi ini harus
mempresentasikan karakteristik dari keluaran. Berbeda halnya dengan
pengendalian jenis sebelumnya, para manajer disini mengambil tindakan
korektif untuk memperbaiki masukan serta operasi bukan pada standar
keluarannya saja. Misalnya : degan memperbaiki proses produksi keitka
banyak produk yang dikembalikan oleh konsumen karena cacat ataupun
rusak.

1. Pengendalian Tindakan

Pengendalian tindakan merupakan bentuk pengendalian yang paling


langsung mempengaruhi perilaku karyawan, dengan cara memastikan
karyawan bertindak sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi.
Pengendalian tindakan memiliki 4 bentuk dasar yaitu :

 Pembatasan perilaku
Pembatasan perilaku merupakan bentuk paksaan dari pengendalian
tindakan. Dalam pembatasan ini karyawan dibatasi untuk melakukan
hal yang tidak seharusnya. Pembatasan dapat dilakukan secara
administratif maupun fisik.
Contoh pembatasan fisik : penggunaan kunci, password dan
pembatasan akses. Contoh pembatasan administratif : pembatasan
kewenangan pengambilan keputusan tertentu.
 Penilaian Pratindakan
Penilaian pratindakan dilakukan saat proses perencanaan dari
tindakan karyawan yang dikendalikan. Dengan penilaian atas rencana
tersebut kemudian diputuskan menyetujui atau tidak rencana tersebut.
Penilai juga dapat meminta untuk memodifikasi rencana atau meminta
mengubah rencana, sebelum melakukan persetujuan kembali.
Misalnya : Persetujuan biaya, penilaian anggaran.

 Akuntabilitas tindakan
Akuntabilitas tindakan yang dimaksud adalah meminta karyawan untuk
bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan.
Untuk mengimplementasi akuntabilitas tindakan diperlukan :
1. Mendefinisikan tindakan yang dapat diterima dan tidak diterima
2. Mengkomunikasikannya kepada karyawan
3. Mengamati dan melacak apa yang terjadi
4. Memberi penghargaan atas tindakan yang baik dan memberi
hukuman atas tindakan yang salah
(namun seringkali akuntabilitas lebih dikaitkan dengan hukuman
dibanding reward)

 Redudansi
Redudansi dilakukan dengan menugaskan lebih banyak karyawan atau
peralatan untuk mengerjakan tugas melebihi yang dibutuhkan, atau
paling tidak menyediakan karyawan cadangan dengan tujuan
meningkatkan kemungkinan hasil dari yang ditugaskan lebih
memuaskan

2. Pengendalian hasil

Pengendalian Hasil merupakan sistem pengendalian yang memfokuskan


pada hasil dari suatu kegiatan untuk mencapai tujuan dari organisasi.
Pengendalian hasil digunakan untuk mengendalikan perilaku karyawan pada
berbagai tingkatan organisasi.misalnya : Penghargaan terhadap seorang
karyawan karena memberikan penghargaan kepada karyawan dapat
memotivasi karyawan agar menghasilkan kinerja yang baik.

3. Pengendalian personel & lingkungan

Pengendalian personel berusaha untuk membangun kecenderungan


karyawan untuk mengendalikan/memotivasi dirinya sendiri. Tujuan dari
pengendalian personel :

 Memastikan karyawan mengetahui apa yang diinginkan perusahaan


 Memastikan tiap karyawan dapat bekerja dengan baik, dan memiliki
kemampuan dan sumberdaya yang cukup untuk melaksanakan
pekerjaan mereka dengan baik

 Meningkatkan kemungkinan tiap karyawan melaksanakan pengawasan


pada dirinya sendiri
Pengendalian personel dapat diterapkan dengan cara :

 Seleksi dan penempatan


Seleksi dan penempatan melihat dari pendidikan, pengalaman,
kesuksesan di masa lampau dan kepribadian serta kemampuan sosial,
seringkali juga mengecek catatan kriminal para pelamar kerja.

 Pelatihan
Menyediakan informasi yang berguna mengenai tindakan atau hasil
apa yang diekspektasikan dan bagaimana tugas harus dikerjakan

 Desain pekerjaan dan persediaan sumber daya yang dibutuhkan


Desain pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi karyawan yang
telah direkrut. Sumberdaya kepada jenis pekerjaan tertentu harus
tersedia, contohnya informasi, peralatan, persediaan, dukungan staff,
bantuan pembuatan keputusan, atau kebebasan dari interupsi