Anda di halaman 1dari 2

1 Prinsip ALARA (as low as reasonably achievable) atau prinsip “serendah mungkin yang dapat dicapai”

adalah prinsip untuk - 3 - mempertahankan paparan radiasi serendah mungkin yang dapat dicapai di
bawah batas dosis, konsisten dengan tujuan dilaksanakannya kegiatan yang telah diberi izin, dengan
mempertimbangkan perkembangan teknologi, dan aspek sosio-ekonomi dalam kaitannya dengan
pemanfaatan tenaga nuklir. Terbagi menjadi tiga. (Badan and Tenaga, 2009)

Prinsip pertama adalah prinsip justifikasi

Prinsip ini mewajibkan dokter gigi untuk membandingkan maanfaat yang diperoleh dan resiko bahaya
yang diterima dalam membuat radiografi gigi. Dokter gigi harus mengidentifikasi situasi di mana paparan
diagnostik memberi manfaat kepada pasien lebih besar daripada risiko bahaya yang akan
diterima.(Woroprobosari, 2016)

Prinsip ke dua adalah prinsip optimasi.

Prinsip ini menyatakan bahwa dokter gigi harus menggunakan segala cara untuk mengurangi paparan
yang tidak perlu kepada pasien mereka dan diri sendiri. Filosofi proteksi radiasi sering disbut sebagai
prinsip ALARA (serendah mungkin yang bisa dicapai). ALARA menyatakan bahwa eksposur radiasi
pengion harus dijaga serendah mungkin yang bisa dicapai tetapi tetap mampu memberikan gamabran
radiografi yang representatif, dengan turut mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial.
(Woroprobosari, 2016)

Prinsip ke tiga adalah bahwa pembatasan dosis.

Batas dosis yang digunakan pada eksposur pekerja dan masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada
individu yang terkena dosis sangat tinggi. Batas dosis tidak digunakan pada individu yang terpapar untuk
tujuan diagnostik atau terapeutik. (Woroprobosari, 2016)

2 Proteksi Radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pengaruh Radiasi yang merusak
akibat Paparan Radiasi.(Badan and Tenaga, 2011)

Proteksi radiasi internal dengan demikian dapat dilakukan dengan menutup jalan masuk ke dalam
tubuh, atau dengan menghalangi kemungkinan diteruskannya radioaktivitas dari sumber ke manusia.
Upaya penghalangan dapat dilakukan pada sumber - dengan cara menutup atau mengikat sumber,
dengan mengendalikan lingkungan - dengan menggunakan ventilasi dan rancangan ruangan yang baik,
atau pada manusianya sendiri - dengan menggunakan pakaian pelindung dan peralatan pelindung lain
seperti respirator. (Hiswara, 2015)

Proteksi radiasi eksternal adalah upaya proteksi terhadap segala macam sumber radiasi yang berada di
luar tubuh manusia, dan dapat dilakukan dengan menggunakan satu atau beberapa teknik berikut, yaitu
membatasi waktu pajanan, memperbesar jarak dari sumber, dan menggunakan penahan
radiasi.(Hiswara, 2015)

Badan, K. and Tenaga, P. (2009) ‘PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4
TAHUN 2009 TENTANG DEKOMISIONING REAKTOR NUKLIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA’.
Badan, K. and Tenaga, P. (2011) ‘PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 8
TAHUN 2011 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DALAM PENGGUNAAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI
DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL’.
Hiswara, E. (2015) Buku pintar proteksi dan keselamatan radiasi di rumah sakit.
Woroprobosari*, N. R. (2016) ‘60 efek stokastik radiasi sinar-x dental pada ibu hamil dan janin’, 3, pp.
60–66.