Anda di halaman 1dari 5

TUGAS RUTIN GEOGRAFI KEPENDUDUKAN DAN DEMOGRAFI

“KOMPOSISI PENDUDUK”

Dosen Pengampu : Dra. Novida Yenny

Oleh:

KELOMPOK 2:

Angeli Oktavia Siregar

Christine Elizabeth Sinaga

Enjelita Simarmata

Jean Maxris

Saurina Septiani Sitanggang

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
A. KOMPOSISI PENDUDUK

Komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan


pengelompokkan penduduk menurut karakteristik-karakteristik yang sama. Bermacam-macam
komposisi penduduk dapat dibuat berdasarkan:

1. Umur
2. Jenis kelamin
3. Status perkawinan
4. Tingkat pendidikan
5. Pekerjaan
6. Bahasa
7. Agama
8. Pendapatan
9. Etnis
10. Tempat tinggal
11. Kewarganegaraan

Pengelompokkan penduduk berdasarkan ciri-ciri tertentu dapat diklasifikasikan sebagai


berikut :
a. BIOLOGIS, meliputi umur dan jenis kelamin.
b. SOSIAL meliputi tingkat pendidikan, status perkawinan, dan sebagainya.
c. EKONOMI meliputi lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, dan
sebagainya.
d. GEOGRAFIS berdasarkan tempat tinggal, daerah perkotaan, pedesaan, propinsi,
kabupaten, dan sebagainya.
1. Komposisi Penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin

Komposisi penduduk yang sering digunakan untuk analisis perencanaan pembangunan


adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.yang merupakan karakteristik
penduduk yang pokok. Kantor Menteri Negara Kependudukan/ Kepada BKKBN dalam
mempersiapkan alat-alat kontrasepsi membutuhkan data pasangan usia subur. Kantor Menteri
Tenaga Kerja dalam usaha pengadaan pasaran kerja membutuhkan data jumlah angkatan kerja
yang sedang mencari pekerjaan. Kantor Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membutuhkan data
penduduk usia sekolah dalam merencanakan wajib belajar.

2. Komposisi Penduduk berdasarkan Ciri Sosial


Meliputi antara lain tingkat pendidikan penduduk, status perkawinan, dan sebagainya.
a. Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan, tercermin pada :
1) Kepandaian membaca dan menulis (Literacy)
Penduduk dikatakan dapat membaca dan menulis jika mereka dapat membaca dan
menulis surat/ kalimat sederhana; membaca dan menulis huruf Braile; orang cacat yang
pernah bisa membaca dan menulis.
2) Tingkat pendidikan yang ditamatkan
Yang dimaksud dengan ”tamat” adalah mereka yang meninggalkan sekolah setelah
mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi sampai akhir dengan mendapat tanda tamat/
ijazah, baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta.
b. Komposisi Penduduk menurut Status Perkawinan
Berdasarkan status perkawinannya, penduduk berumur 10 tahun ke atas dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1. Belum kawin
2. Kawin
3. Cerai
4. Duda atau Janda
B. PIRAMIDA PENDUDUK

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan pada sebuah
grafik yang disebut PIRAMIDA PENDUDUK. Penggambaran suatu piramida penduduk
dimulai dengan menggambarkan dua garis yang saling tegak lurus. Garis yang vertikal
menggambarkan umur penduduk mulai dari nol lalu naik. Kenaikan ini dapat tahunan, dapat pula
dengan jenjang lima tahunan. Sumbu horisontal menggambarkan jumlah penduduk tertentu baik
secara absolut maupun relatif (dalam persen). Pemilihan skala perbandingan pada sumbu
horisontal ini sangat tergantung dari jumlah penduduk dalam persentase tertentu dari jumlah
penduduk yang terdapat pada tiap golongan umur di sumbu vertikal. Pada bagian kiri sumbu
vertikal dapat digambarkan jumlah penduduk laki-laki, dan di bagian kanan digambarkan jumlah
penduduk perempuan.

Sering pada tabel komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin terdapat
kelompok penduduk yang tidak diketahui umurnya, kelompok ini sering disebut dengan
kelompok “not stated”(NS). Penduduk NS ini tidak dapat digambarkan dalam piramida
penduduk. Jika jumlah penduduk yang tergolong kategori ini sedikit dibandingkan dengan
jumlah penduduk seluruhnya, maka kelompok penduduk ini dapat disebarkan ke kelompok-
kelompok umur yang lain dengan menggunakan teknik pro-rating.

Pro-rating dikerjakan dengan dua cara :

1. Mengalikan masing-masing kelompok penduduk menurut umur dengan faktor pengali k


yang dapat dicari dengan rumus :
jumlah seluruh penduduk
k
jumlah seluruh penduduk  NS

2. Jumlah penduduk kelompok umur tertentu ditambah dengan hasil perkalian proporsi
penduduk kelompok umur di atas dengan jumlah seluruh penduduk dengan jumlah
penduduk NS.
Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, karakteristik
penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi tiga kelompok :
a. Ekspansif;

 Jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda.


 Tipe ini umumnya terdapat di negara-negara yang mempunyai angka kelahiran dan
angka kematian tinggi.
 Tipe ini terdapat pada negara-negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang
cepat akibat dari masih tingginya angka kelahiran dan sudah mulai menurunnya
angka kematian.
 Negara-negara yang termasuk tipe ini : Indonesia, Malaysia, Philipina, India, Costa
Rica, dan Nigeria.
b. Konstruktif;

 Jika penduduk yang berada dalam kelompok termuda jumlahnya sedikit.


 Tipe ini terdapat di negara-negara dimana angka kelahiran turun dengan cepat, dan
angka kematiannya rendah.
 Contoh : Jepang, dan negara-negara di Eropa Barat, misal Swedia, dan Spanyol.
c. Stasioner;

 Jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama, kecuali pada
kelompok umur tertentu.
 Tipe ini terdapat pada negara-negara yang mempunyai tingkat kelahiran dan tingkat
kematian rendah.
 Contoh : terdapat pada negara-negara Eropa, misalnya Jerman, dan negara Amerika
Serikat (Gambar 4).