Anda di halaman 1dari 43

BUKU INFORMASI

MENGOPERASIKAN DAN MERAWAT


ALAT PEMADAM API RINGAN

KIN.KL.12.014.01

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI


KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN
Jl.Widya Chandra VIII No.34 Kebayoran Baru - Jaksel
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
----------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------
2
BAB I PENDAHULUAN

4
A. Tujuan Umum

4
B. Tujuan Khusus

4
BAB II MENGIDENTIFIKASI JENIS DAN TIPE ALAT PEMADAM API RINGAN

5
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi Jenis Dan Tipe
Alat Pemadam Api Ringan

5
1. Posisi-Posisi Penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

7
2. Jenis dan Tipe Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang Tersedia

8
3. Cara Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan

13
4. Jenis-jenis api/kebakaran yang sesuai dengan APAR
yang digunakan

16

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 2 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

5. Bahan aktif APAR dan masa kadaluarsa

17
6. Prosedur pemeriksaan rutin bahan aktif APAR

18
7. Kondisi APAR yang siap digunakan

20
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi Jenis Dan Tipe
Alat Pemadam Api Ringan

20
C. Sikap Kerja dalam Mengidentifikasi Jenis Dan Tipe Alat Pemadam Api
Ringan

21
BAB III MEMILIH DAN MENGOPERASIKAN ALAT PEMADAM API RINGAN

22
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Memilih Dan Mengoperasikan Alat
Pemadam Api Ringan

22
1. Alat Pelindungan Diri (APD) dalam pengoperasian APAR

22
2. Jenis-jenis api berdasarkan bau, asap, warna nyala, dan
penampakan lainnya

23
3. Cara membersihkan, memeriksa kondisi APAR, dan menyiapkan
APAR untuk pengisian kembali bahan aktif
26
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Memilih Dan Mengoperasikan Alat
Pemadam Api Ringan
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 3 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

27

C. Sikap Kerja dalam Memilih Dan Mengoperasikan Alat Pemadam


Api Ringan
--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------
27
BAB IV MERAWAT ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)

28
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Merawat Alat Pemadam
Api Ringan
--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------
28
1. Cara membersihkan APAR dan membebaskan lingkungan
sekitarnya dari benda-benda lain yang tidak berfungsi
-------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------
28
2. Cara mencatat, memberi label dan melaporkan APAR yang
mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi
atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan
29
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Merawat Alat Pemadam Api
Ringan

30
C. Sikap Kerja dalam Merawat Alat Pemadam Api Ringan

30
BAB V MENGGANTI BAHAN AKTIF ALAT PEMADAM API RINGAN

31
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengganti Bahan Aktif
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 4 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Alat Pemadam Api Ringan


-----------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------
31
1. Ciri-ciri bahan aktif APAR yang mendekati batas
kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi atau menunjukkan
tanda-tanda mencurigakan

31
2. Cara mengganti bahan aktif yang diragukan kondisinya
----------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
32
3. Cara memberi label tanggal pengisian atau pemeriksaan dan
nama petugas pelaksana pada APAR yang baru diganti
atau diperiksa bahan aktifnya

34
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengganti Bahan
Aktif Alat Pemadam Api Ringan

34
C. Sikap kerja yang diperlukan dalam mengganti bahan aktif alat
pemadam api ringan (APAR)
34

DAFTAR PUSTAKA
35
a. Dasar Perundang-undangan
---------------------------------------------------------------------------------------
35
b. Buku Referensi
---------------------------------------------------------------------------------------
35
c. Referensi Lainnya

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 5 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

---------------------------------------------------------------------------------------
35
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN
38
A. Daftar Peralatan/Mesin
--------------------------------------------------------------------------------------
---38
B. Daftar Bahan
--------------------------------------------------------------------------------------
---38
LAMPIRAN
39
Lampiran 1 Form Data (Report Sheet)---------------------------------------------- 40
DAFTAR PENYUSUN
41

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 6 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu mengoperasikan
dan merawat Alat Pemadam Api Ringan
B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi mampu
mengoperasikan dan merawat Alat Pemadam Api Ringan ini guna memfasilitasi
peserta didik sehingga pada akhir pembelajaran diharapkan memiliki kemampuan
sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi jenis dan tipe alat pemadam api ringan yang meliputi posisi-
posisi penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR); jenis dan tipe APAR yang
tersedia; cara menggunakan APAR; jenis-jenis api yang sesuai dengan APAR
yang digunakan; bahan aktif di dalam APAR dan masa kadaluarsa; prosedur
pemeriksaan rutin bahan aktif APAR dan kondisi APAR yang siap digunakan.
2. Memilih dan mengoperasikan alat pemadam api ringan yang meliputi Alat
Pelindung Diri (APD) dalam pengoperasian APAR; jenis-jenis api berdasarkan
bau, asap, warna nyala, dan penampakan lainnya; cara membersihkan,
memeriksa kondisi APAR, dan menyiapkan APAR untuk pengisian kembali bahan
aktif.
3. Merawat alat pemadam api ringan yang meliputi cara membersihkan APAR dan
membebaskan lingkungan sekitarnya dari benda-benda lain yang tidak berfungsi;
Ciri-ciri APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 7 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan; Cara mencatat, memberi label


dan melaporkan APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan
fungsi atau menunjukkan tanda-tanda.
4. Mengganti bahan aktif APAR yang meliputi ciri-ciri bahan aktif APAR yang mendekati
batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan ;
cara mengganti bahan aktif yang diragukan kondisinya; Cara memberi label tanggal pengisian
atau pemeriksaan dan nama petugas pelaksana pada APAR yang baru diganti atau diperiksa
bahan aktifnya

BAB II
MENGIDENTIFIKASI JENIS DAN TIPE ALAT PEMADAM API RINGAN
YANG TERSEDIA

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi Jenis dan Tipe Alat


Pemadam Api Ringan yang Tersedia
Api terjadi dari suatu reaksi kimia yang terjadi antara bahan bakar, panas dan
oksigen yang diikuiti oleh pengeluaran cahaya dan panas. Keberadaan dan
keseimbangan ketiga unsur tersebut merupakan syarat mutlak untuk menghasilkan
api. Karena api terbentuk dari reaksi ketiga unsur tersebut, maka hubungan ketiga
unsur tersebut dapat digambarkan secara berantai membentuk sebuah segitiga yang
dikenal dengan istilah Segitiga Api

Gambar 1. Segitiga Api

Jadi segitiga api adalah sebuah skema sederhana untuk membantu memahami
elemen-elemen utama penyebab terjadinya api/kebakaran. Bentuk segitiga yang
mempunyai tiga sisi menggambarkan bahwa api/kebakaran dalam proses terjadinya
membutuhkan tiga unsur utama, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas.
Faktor pertama yang dibutuhkan untuk menyalakan api adalah bahan bakar. Bahan
bakar ini dapat berbentuk padat, cair, atau gas. Beberapa contoh bahan bakar
adalah:
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 8 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

- Padat : kayu, kertas, kain dan lain-lain


- cair : bensin, minyak tanah, spritus dan lain-lain
- gas : gas alam, asetilen, hidrogen dan lain-lain
Faktor kedua yang dibutuhkan untuk menimbulkan api adalah kehadiran oksigen.
Jumlah oksigen sangat menentukan kadar atau keaktifan api terhadap suatu benda.
Kadar oksigen yang kurang dari 12% tidak akan menimbulkan api/kebakaran. Udara
di sekitar kita mengandung 21% oksigen. Sehingga, selalu tersedia jumlah oksigen
yang cukup untuk menimbulkan api atau kebakaran. Oksigen yang digunakan untuk
menimbulkan api tidak selalu berasal dari udara namun dapat juga berasal bahan
yang bersifat oksidator yaitu bahan yang dapat menyediakan oksigen karena
molekul-molekulnya mengandung oksigen.
Faktor ketiga yang dibutuhkan untuk membuat api adalah panas/temperatur yang
mencukupi. Harus cukup panas untuk bisa menimbulkan api. Panas disebabkan oleh
suatu sumber penyulut (source of ignition). Sepercik api seringkali mampu
mencukupi semua itu. Jumlah panas minimum ini disebut temperatur penyulutan
sebagai temperatur penyulutan (temperatur ignition). Sumber penyulutan yang
paling umum adalah :
 Api terbuka, seperti korek api, kompor atau sebatang rokok yang sedang menyala
 Permukaan yang panas, seperti hotplate dan permukaan tungku atau pipa uap
 Percikan listrik, seperti arus pendek
 Percikan yang dihasilkan oleh listrik statis, seperti sambaran petir
 Percikan yang dihasilkan karena adanya gesekan mekanis, seperti ketika sedang
menggiling atau menggerinda
 Panas yang dihasilkan oleh reaksi eksoterm, seperti reaksi antara kalsium karbida
dan air
Berdasarkan konsep segitiga api, maka prinsip pemadaman api/kebakaran adalah
menghilangkan satu atau dua dari ketiga faktor tersebut dengan cara :
 Cara penguraian, adalah sistem pemadaman dengan cara memisahkan/
menjauhkan benda-benda yang dapat terbakar. Contohnya, bila terjadi kebakaran
dalam gudang tekstil, yang terdekat dengan sumber api harus segera
dibongkar/dimatikan.

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 9 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

 Cara pendinginan, adalah sistem pemadaman dengan cara menurunkan panas.


Contoh, penyemprotan air (bahan pokok pemadam) pada benda yang terbakar.
Cara isolasi, adalah sistem pemadaman dengan cara mengurangi kadar oksigen (O 2)
pada lokasi sekitar benda- benda terbakar. Sistem ini disebut juga dengan sistem
lokalisasi, yaitu dengan membatasi/menutupi benda-benda yang terbakar agar tidak
bereaksi dengan O2, misalnya menutup benda-benda yang terbakar dengan karung
yang dibasahi air.
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: Per.04/Men/1980
Tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan, pada
Pasal 1 disebutkan bahwa alat pemadam api ringan ialah alat yang ringan serta mudah
dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran.
Penggunaan alat ini memerlukan berbagai pengetahuan mulai mengenai posisi-posisi
penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jenis dan tipe APAR yang tersedia, cara
menggunakan APAR, jenis-jenis api yang sesuai dengan APAR yang digunakan, bahan
aktif di dalam APAR dan masa kadaluarsa, prosedur pemeriksaan rutin APAR, sampai
pada pengetahuan mengenai kondisi APAR yang siap digunakan.
1. Posisi-Posisi Penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: Per.04/Men/1980
Tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan,
pada Pasal 4 sampai dengan Pasal 10 disebutkan ketentuan posisi-posisi
penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai berikut:
a. Setiap satu kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi
yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi
dengan pemberian tanda pemasangan
b. Tinggi pemberian tanda pemasangan tersebut adalah 125 cm dari dasar lantai
tepat di atas satu atau kelompok alat pemadam api ringan yang bersangkutan
c. Penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan
penggolongan kebakaran
d. Penempatan antara alat pemadam api yang satu dengn lainnya atau kelompok
satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain
oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja
e. Semua tabung alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah.
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 10 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

f. Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati
sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat.
g. Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung
pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan kontruksi penguat
lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti ( box) yang tidak dikunci
h. Lemari atau peti (box) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus
diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.
i. Sengkang atau konstruksi penguat lainnya tidak boleh dikunci atau digembok
atau diikat mati.
j. Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman ( safety glass) harus disesuaikan
dengan besarnya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti
(box) sehingga mudah dikeluarkan.
k. Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian
paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai
kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih
rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak
kurang dari 15 cm dari permukaan lantai.
l. Alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat
dimana suhu melebihi 49 ºC atau turun sampai 4 ºC kecuali apabila alat
pemadam api ringan tersebut dibuat khusus unutk suhu diluar batas tersebut.
m. Alat pemadam api ringan yang ditempatkan di alam terbuka harus dilindungi
dengan tutup pengaman.

2. Jenis dan Tipe Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang Tersedia
Efektifitas pemadaman api tergantung pengetahuan mengenai jenis-jenis alat
pemadam api serta kelas-kelas api. Pengetahuan tersebut akan memudahkan
dalam pemilihan APAR yang sesuai untuk suatu kelas kebakaran. Jenis-jenis alat
kebakaran secara umum terbagi empat yaitu :
1. Alat pemadam api yang dirakit secara tetap pada bangunan / gedung (fixed
fire extinguishing system), misalnya hydrant system dan sprinkler system.
2. Alat pemadam api yang dirakit secara tetap pada kendaraan ( fixed mobile fire
appliances), misalnya truk pemadam kebakaran (fire truck).
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 11 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Gambar 2. Hidran

Gambar 3. Fire sprinkler

Gambar 4. Mobil pemadam kebakaran

3. Alat pemadam api ringan, alat pemadam api berbentuk tabung yang mudah
dioperasikan oleh satu orang dan mudah dijinjing.

Gambar 5. Tabung pemadam kebakaran

4. Alat Pemadam Api Sederhana / Simple Fire extinguisher

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 12 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Alat pemadam api sederhana yang dapat digunakan antara lain pasir dan
kain/karung yang basah. Pemadam api sederhana ini ditutupkan pada nyala
api sehingga penyediaan oksigen dihentikan. Alat pemadam api yang prinsip
kerjanya sama dengan kain/karung basah adalah selimut pemadam kebakaran
(fire blanket). Selimut pemadam kebakaran terbuat dari bahan fiber glass
yang bersifat agak lemas. Selimut pemadam kebakaran yang terbuat dari
asbes tidak digunakan lagi karena dapat menimbulkan penyakit jika terhirup
seratnya.
a. Jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berdasarkan bahan aktifnya ada beberapa
jenis. Jenis APAR tersebut sebagai berikut :
1. Jenis air (water)
Sejak dulu air digunakan untuk memadamkan kebakaran dengan hasil yang
memuaskan (efektif dan ekonomis) karena harganya relatif murah, pada
umumnya mudah diperoleh, aman dipakai, mudah disimpan dan
dipindahkan. APAR jenis air terdapat dalam bentuk stored pressure type
(tersimpan bertekanan) dan gas cartridge type (tabung gas). Sangat baik
digunakan untuk pemadaman kebakaran kelas A.
2. Jenis Busa (foam)
Jenis busa adalah bahan pemadam api yang efektif untuk kebakaran awal
minyak. Biasanya digunakan dari bahan tepung aluminium sulfat dan
natrium bicarbonat yang keduanya dilarutkan dalam air. Hasilnya adalah
busa yang volumenya mencapai 10 kali lipat. Pemadaman api oleh busa
merupakan sistem isolasi, yaitu untuk mencegah oksigen untuk tidak ikut
dalam reaksi.
3. Jenis tepung kimia kering (dry chemical powder)
Bahan pemadam api serbuk kimia kering ( Dry Chemical Powder) efektif
untuk kebakaran kelas B dan C, bisa juga untuk kelas A. Tepung serbuk
kimia kering berisi dua macam bahan kimia, yaitu: Sodium Bicarbonate dan
Natrium Bicarbonate. Gas CO2 atau nitrogen sebagai pendorong khusus
untuk pemadaman kelas D (logam) seperti magnesium, titanium,

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 13 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

zarcanium, dan lain-lain digunakan metal-dry-powder yaitu campuran dari


Sodium, Potasium dan Barium Chloride.
4. Jenis karbon dioksida (CO2)
Bahan pemadam jenis CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B
(minyak) dan C ( listrik ). Berfungsi untuk mengurangi kadar oksigen dan
efektif untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di dalam ruangan
(indoor) pemadaman dengan menggunakan gas arang ini dapat mengurangi
kadar oksigen sampai di bawah 12 %.

5. Jenis halon
APAR jenis halon efektif untuk menanggulangi kebakaran jenis cairan
mudah terbakar dan peralatan listrik bertegangan (kebakaran kelas B dan
C). Bahan pemadaman api gas halon biasanya terdiri dari unsur-unsur kimia
seperti : chlorine, flourine, bromide dan iodine. Macam-macam halon antara
lain:
a. Halon 1211 terdiri dari unsur Carbon (C), Fuorine (F), Chlorine (Cl),
Bromide (Br). Halon 1211 biasa disebut Bromochlorodifluormethane dan
lebih populer dengan nama BCF.
b. Halon 1301 terdiri dari unsur Carbon (C), Fuorine (F) dan Bromide (Br)
sehingga Halon 1301 juga disebut Bromotrifluormethane atau BTM.
Setelah ditemukannya lubang pada lapisan Ozone atmosfir bumi oleh
The British Artic Survey Team (1982), dimana salah satu unsur yang
merusak ozone tersebut adalah gas halon, maka sesuai perjanjian
Montreal (Montreal Protocol – Canada) gas halon tidak boleh diproduksi
terhitung 1 Januari 1994. Halon 1301 memiliki potensi merusak lapisan
ozone sebesar 16%.
Adapun selain merusak lapisan ozone, beberapa dampak negatif dari
unsur pembentuk halon antara lain :
 Fuorine non-metal, sangat reaktif dan mudah bereaksi dengan unsur
lain
 Chlorine, merupakan gas sangat beracun. Bila bercampur dengan air
membentuk asam kolrida. Merupakan elemen yang sangat reaktif
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 14 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

serta bersifat oksidator. Dapat menimbulkan bahaya ledakan bila


tercampur turpentine, ether, gas amonia, hidrocarbon, hidrogen dan
bubuk metal. Bila bereaksi dengan asetilen menimbulkan akibat yang
sangat hebat.
 Bromide, pada temperatur ruang bisa melepas uap berbahaya.
Cairannya bisa menimbulkan bahaya terbakar bila kontak langsung
dengan kulit. Bersifat oksidator dan dapat menimbulkan bahaya
kebakaran pada bahanbahan terbakar bila terjadi kontak.
 Iodine, berwarna ungu gelap, bentuk padatan akan menyublim
dengan cepat serta melepas uap beracun dan dapat bereaksi dengan
bahan oksidator. Tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam
alkohol sebagai obat antiseptik.

(a) (b) (c)

(d) (e)
Gambar 6. Jenis-jenis APAR (a) air, (b) busa, (c) serbuk kering, (d) CO 2 dan (e) Halon

b. Tipe Alat Pemadam Api Ringan


Berdasarkan letak gas pendorong pada tabung, alat pemadam api ringan
(APAR) mempunyai dua tipe konstruksi. Kedua tersebut sebagai berikut :
1. Tipe Cartridge, suatu tipe APAR yang bahan pemadamnya didorong keluar
oleh gas bertekanan yang dilepas dari tabung gas. Bahan pemadam
terpisah dengan gas penekan. Gas penekannya adalah CO 2

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 15 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Gambar 7. Pemadam tipe Cartridge

2. Tipe stored pressure, suatu pemadam yang bahan pemadamnya didorong


keluar oleh gas kering tanpa bahan kimia aktif atau udara kering yang
disimpan bersama dengan tepung pemadamnya dalam keadaan
bertekanan.

Gambar 8. Pemadam tipe stored pressure

3. Cara Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan


a. Cara menggunakan APAR
Sebelum mengoperasikan alat pemadam api ringan (APAR), sebaiknya
mengenal terlebih dahulu bagian-bagian APAR tersebut. Adapun bagian-bagian
APAR dapat dilihat pada gambar ini.

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 16 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Gambar 9. Bagian-bagian APAR

Alat pemadam api ringan (APAR) umumnya memiliki cara kerja yang hampir
sama. Di dalam bahasa Inggris terdapat singkatan untuk memudahkan
mengingat cara menggunakan alat pemadam api ringan, yaitu PASS
1. P = PULL the pin (tarik pin hingga segel terputus/terlepas)
2. A = AIM at the base of the fire (arahkan nozzle pada bagian dasar/pusat
api)
3. S = SQUEEZE the lever (tekan handle/pegangan untuk menyemprotkan isi
tabung APAR)
4. S = SWEEP from side to side (Sapukan dari semua sisi menutup daerah
terbakar dengan media)

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 17 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Gambar 10. Petunjuk Penggunaan APAR

Cara menggunakan APAR busa/Foam Fire Extinguisher


Busa adalah bahan pemadam yang efektif untuk memadamkan kebakaran Kelas A
dan B. Busa yang digunakan adalah campuran natrium bicarbonate dengan
aluminium sulfat, keduanya dilarutkan kedalam air hasilnya suatu busa yang
volumenya mencapai 10 kali volume campuran. Cara penggunaannya, dengan
membalikkan tabung pemadam seperti gambar dibawah ini agar bahan-bahannya
tercampur dan segera arahkan nosel ke benda yang terbakar.

Gambar 11. Penggunaan APAR busa

Cara menggunakan APAR serbuk kering/Dry powder fire extinguisher


Serbuk kimia kering adalah bahan pemadam serbaguna yang dapat memadamkan
api atau kebakaran kelas A, B dan C
Cara penggunaannya :
1. Angkat tabung dari tempatnya
2. Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
3. Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
4. Lepas pen pengaman.
5. Pegang corong, arahkan corong ke atas
6. Tekan tangkai penekannya
7. Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai, bawalah alat tersebut ketempat
terjadinya kebakaran.
8. Arahkan corong/nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
9. Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran
padam.
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 18 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

10. Jangan melawan arah angin.


Dalam mengoperasikan APAR perlu dipertimbangkan beberapa hal berikut ini :
 Posisi harus membelakangi arah angin.
 Pastikan ruang gerak cukup untuk mendekati api.
 Bergerak merunduk.
 Selalu bersiap dan sigap untuk mundur ke belakang menghindari api. Berhati-
hatilah terhadap sambaran balik api.
 Selalu memadamkan api dengan jarak maksimum antara tabung APAR
mengarah langsung ke api. Perlu diingat setiap jenis alat pemadam api ringan
memiliki kemampuan jangkauan yang berbeda.
 Ada APAR yang perlu dibalik terlebih dahulu sebelum dipergunakan, supaya media
isi APAR yang sudah lama tidak dipergunakan bisa beroperasi dengan optimal.

4. Jenis-jenis api/kebakaran yang sesuai dengan APAR yang digunakan


Setiap jenis bahan yang terbakar memiliki karakteristik yang berbeda, karena itu harus
dibuat prosedur yang tepat dalam melakukan tindakan pemadaman, dan jenis media
yang diterapkan harus sesuai dengan karakteristiknya dan mengacu pada standar.
Klasifikasi jenis kebakaran terdapat dua versi standar yang sedikit agak berbeda.
Menurut standar Inggris yaitu LPC ( Loss Prevention Comittee), klasifikasi
kebakaran ditetapkan kedalam lima kelas yaitu kelas A, B, C, D, E. Sedangkan
standar Amerika NFPA (National Fire Prevention Association) menetapkan
klasifikasi menjadi empat kelas yaitu kelas A, B, C, D.
Klasifikasi kebakaran menurut sistem Inggris yang berlaku di Eropa dan Australia
dibedakan menjadi lima kelas. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kelas A : kebakaran atau api yang terjadi pada bahan bakar padat, seperti;
kayu, kain, kertas, kapuk, karet, plastik dan lain sebagainya.
2. Kelas B : kebakaran atau api yang terjadi pada bahan bakar cair, seperti;
bensin, minyak tanah, spirtus, solar, avtur (jet fuel) dan lain sebagainya.
3. Kelas C : kebakaran atau api yang terjadi pada bahan bakar gas, seperti; LPG,
LNG, metana dan lain sebagainya.
4. Kelas D : kebakaran atau api yang terjadi pada bahan bakar logam atau metal,
seperti; magnesium, titanium, aluminium, dan lain sebagainya.
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 19 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

5. Kelas E : kebakaran atau api yang terjadi karena kegagalan fungsi peralatan listrik.
Klasifikasi kebakaran di Indonesia mengacu standar di NFPA, yang dimuat dalam
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No : Per.04/Men/1980 tanggal
14 April 1980. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kebakaran Kelas A
Kebakaran yang terjadi pada bahan bakar padat selain logam, seperti; kayu,
kain, kertas, kapuk, karet, plastik dan lain sebagainya.
2. Kebakaran Kelas B
Kebakaran yang terjadi pada bahan bakar cair dan gas, seperti; bensin, minyak
tanah, spirtus, solar, avtur (jet fuel), LPG, LNG, metana dan lain sebagainya.
3. Kebakaran Kelas C
Kebakaran yang terjadi karena kegagalan fungsi peralatan listrik.
4. Kebakaran Kelas D
Kebakaran yang terjadi pada bahan bakar logam atau metal, seperti;
magnesium, titanium, aluminium, dan lain sebagainya.

Tabel 1: Klasifikasi kebakaran dan APAR yang sesuai

Alat pemadam api


yang sesuai

Air Busa Serbuk Gas CO2 halon


Kelas A : Kayu, kertas, kain,
   X 
plastik, sampah dan lain-lain
Kelas B : Bahan cair yang
mudah terbakar tak larut air X    
(minyak)
Kelas B : Bahan cair yang
mudah terbakar yang larut
X    
dalam air : aseton, alkohol dan
lain-lain
Kelas C : Listrik X X   
Kelas D : Logam mudah
X X   
terbakar
Keterangan :
 = sesuai
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 20 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

X = tidak sesuai

5. Bahan aktif APAR dan masa kadaluarsa


Bahan aktif APAR mempunyai masa kadaluarsa yang berbeda-beda berdasarkan
jenis bahan aktif. Masa kadaluarsa bahan aktif sebagai berikut:
a. Bahan aktif tepung aluminium sulfat dan natrium bicarbonat yang digunakan
pada APAR jenis busa mempunyai masa kadaluarsa 2 (dua) tahun.

b. Sodium bikarbonat yang digunakan pada APAR jenis tepung kimia kering dan
menggunakan gas CO2 atau nitrogen sebagai pendorong dan campuran dari
sodium, potasium dan barium chloride yang digunakan juga pada APAR jenis
tepung kimia kering memiliki masa kadaluarsa bahan aktif 1 tahun.
c. Chlorine, flourine, bromide dan iodine yang digunakan untuk APAR jenis halon
memiliki masa kadaluarsa bahan aktif 3 tahun.
d. Karbondioksida (CO2) yang digunakan pada APAR jenis CO2 memiliki masa
kadaluarsa bahan aktif 1 tahun.

6. Prosedur pemeriksaan rutin bahan aktif APAR


Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No:
Per.04/Men/1980 Tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharan Alat
Pemadam Api Ringan, pada Bab III Pasal 11 sampai dengan Pasal 14 disebutkan
bahwa prosedur pemeriksaan rutin bahan aktif APAR adalah sebagai berikut:
a. Setiap alat pemadam api ringan harus diperiksa 2 (dua) kali dalam setahun,
yaitu:
1) Pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan
2) Pemeriksaan dalam jangka 12 (dua belas) bulan
b. Pemeriksaan jangka 6 (enam) bulan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Untuk alat pemadam api ringan cairan atau asam soda, diperiksa dengan
cara mencampur sedikit larutan sodium bicarbonat dan asam keras diluar
tabung, apabila reaksinya cukup kuat, maka alat pemadam api ringan
tersebut dapat dipasang kembali;

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 21 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

2) Untuk alat pemadam api ringan jenis busa diperiksa dengan cara
mencampur sedikit larutan sodium bicarbonat dan aluminium sulfat diluar
tabung, apabila cukup kuat, maka alat pemadam api ringan tersebut dapat
dipasang kembali;
3) Untuk alat pemadam api ringan hydrocarbon berhalogen kecuali jenis
tetrachlorida diperiksa dengan cara menimbang, jika beratnya sesuai
dengan aslinya dapat dipasang kembali;
4) Untuk alat pemadam api jenis carbon tetraklorida diperiksa dengan cara
melihat isi cairan didalam tabung dan jika memenuhi syarat dapat dipasang
kembali.
5) Untuk alat pemadam api jenis karbon dioksida (CO2) harus diperiksa
dengan cara menimbang serta mencocokkan beratnya dengan berat yang
tertera pada alat pemadam api tersebut, apabila terdapat kekurangan
berat sebesar 10% tabung pemadam api itu harus diisi kembali sesuai
dengan berat yang ditentukan.
c. Pemeriksaan jangka 12 (dua belas) bulan untuk semua alat pemadam api
yang menggunakan tabung gas, selain dilakukan seperti pemeriksaan jangka 6
(enam) bulan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menurut ketentuan
berikut ini :
1) Untuk alat pemadam api jenis cairan dan busa dilakukan pemeriksaan
dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga supaya tabung
dalam posisi berdiri tegak, kemudian diteliti sebagai berikut:
 isi alat pemadam api harus sampai batas permukaan yang telah
ditentukan;
 untuk jenis cairan busa yang dicampur sebelum dimasukkan larutannya
harus dalam keadaan baik;
 untuk jenis cairan busa dalam tabung yang dilak, tabung harus masih
dilak dengan baik;
 tabung gas bertekanan harus terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya.
2) Untuk alat pemadam api jenis hidrocarbon berhalogen dilakukan
pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 22 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

supaya tabung dalam posisi berdiri tegak, kemudian diteliti menurut


ketentuan sebagai berikut;
 isi tabung harus terisi dengan berat yang telah ditentukan;
 tabung gas bertekanan harus terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya.
3) Untuk alat pemadam api ringan jenis tepung kering ( dry chemical)
dilakukan pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan
dijaga supaya tabung dalam posisi berdiri tegak dan kemudian diteliti
menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
 isi tabung harus sesuai dengan berat yang telah ditentukan dan tepung
keringnya dalam keadaan tercurah bebas tidak berbutir;
 tabung gas bertekanan harus terisi penuh, sesuai dengan kapasitasnya
yang diperiksa dengan cara menimbang.
d. Petunjuk cara-cara pemakaian alat pemadam api ringan harus dapat dibaca
dengan jelas.

7. Kondisi APAR yang siap digunakan


Sebelum APAR digunakan, kondisi APAR harus dalam keadaan baik. Adapun
kondisi APAR yang baik dan siap digunakan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Jarum pada pressure gauge berada pada zona hijau (15 – 20 bar)
b. Segel APAR belum terbuka
c. Bagian luar tabung, handle dan label dipastikan tidak terdapat lubang atau
cacat karena karat
d. Kondisi selang tidak dalam keadaan retak, patah, bocor, buntu dan tidak
menunjukkan tanda-tanda kerusakan lainnya
e. APAR jenis halon beratnya tidak mengalami perubahan dalam masa
penyimpanannya
f. APAR sudah terisi dengan bahan aktif yang belum mencapai masa kadaluarsa
g. Kondisi bahan aktif dalam tabung tidak membeku (khusus APAR jenis tepung
kimia)
h. Lingkungan sekitar APAR bersih dan bebas dari benda-benda lain yang tidak
berfungsi

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 23 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

B. Keterampilan yang diperlukan dalam mengidentifikasi jenis dan tipe alat


pemadam api ringan yang tersedia
a. Mengidentifikasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada posisi-posisi yang
ditentukan
b. Melakukan pemeriksaan rutin bahan aktif APAR mengikuti instruksi kerja
c. Mengidentifikasi kondisi APAR yang siap digunakan

C. Sikap Kerja dalam mengidentifikasi jenis dan tipe alat pemadam api ringan
yang tersedia
a. Mengidentifikasi sesuai dengan ketentuan
b. Mengikuti instruksi kerja dalam pemeriksaan rutin bahan aktif APAR
c. Mengikuti instruksi kerja

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 24 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

BAB III
MEMILIH DAN MENGOPERASIKAN ALAT PEMADAM API RINGAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam memilih dan mengoperasikan alat


pemadam api ringan
1. Alat Pelindungan Diri (APD) dalam pengoperasian APAR
APD adalah seperangkat alat yang digunakan untuk melindungi sebagian atau
seluruh tubuh dari potensi bahaya atau kecelakaan kerja. APD merupakan suatu alat
yang dipakai tenaga kerja dengan maksud menekan atau mengurangi resiko
masalah kecelakaan akibat kerja yang akibatnya dapat timbul kerugian bahkan
korban jiwa atau cedera. Pekerjaan sebagai petugas pemadam kebakaran
merupakan pekerjaan yang berat dan membutuhkan pemakaian alat pelindung diri
pada setiap operasi pemadaman ataupun penyelamatan. Alat pelindung diri yang
diperlukan oleh petugas pemadam kebakaran harus meliputi peralatan berikut ini :
a. Peralatan pelindung kepala, mata, dan muka
Pelindung mata dan muka diperlukan jika bahaya-bahaya yang terjadi dapat
mengakibatkan cedera pada mata atau muka. Peralatan ini harus sesuai
dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Selama melaksanakan operasi
pemadaman, petugas pemadam kebakaran harus menggunakan helm yang
kuat dalam memberikan perlindungan baik dari kejatuhan benda, pukulan
atau tusukan benda tajam. Helm tersebut dilengkapi dengan penutup telinga
dan tali pengikat dagu yang dilengkapi dengan sistem suspensi. Helm harus
kedap air, tidak mudah terbakar, atau meleleh, dan tidak boleh terbuat dari
bahan penghantar arus listrik agar dapat menangkal bahaya terkena arus
listrik. Peralatan pelindung jenis ini harus dipakai selama pelaksanaan operasi
pemadaman kebakaran.
b. Peralatan pelindung tubuh
Para petugas pemadam kebakaran harus melindungi tubuh mereka dari
kemungkinan sambaran kobaran api. Selama menjalankan tugas, setiap
petugas pemadam kebakaran seharusnya menggunakan jas lengan panjang
dan celana panjang yang terbuat dari bahan kapas atau serat yang tahan
terhadap nyala api.
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 25 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

c. Sepatu dan pelindung kaki


Petugas pemadam kebakaran sebaiknya menggunakan sepatu boot panjang
yang dipadukan dengan celana panjang yang terbuat dari bahan tahan panas
untuk melindungi kaki dari kemungkinan tertusuk benda tajam, terkena cairan
kimia yang merusak kulit, atau kejatuhan benda yang keras dan berat.
d. Peralatan pelindung tangan
Petugas pemadam kebakaran yang menggunakan sarung tangan akan
terhindar dari kemungkinan risiko tertusuk benda tajam dan perembesan
panas atau cairan/bahan kimia yang bersifat merusak.
e. Alat bantu pernafasan
Penggunaan alat bantu pernafasan bertekanan positif (Positive Pressure-SCBA)
sangat dianjurkan bagi petugas pemadam kebakaran, khususnya bagi mereka yang
harus memasuki ruangan-ruangan tertutup dan mencari korban. Salah satu alasan
penggunaan alat bantu pernafasan ini adalah karena berkurangnya oksigen dan
terkontaminasinya udara dengan gas beracun di dalam ruangan yang terbakar.
f. Peralatan dan kelengkapan lainnya
Ada 2 jenis peralatan yang telah dikembangkan untuk membantu petugas
pemadam kebakaran agar dapat bekerja dengan lebih aman, yaitu sistem
keselamatan sinyal diri (Personal Alert Safety System/PASS) dan detektor
karbon monoksida (CO Detector).

2. Jenis-jenis api berdasarkan bau, asap, warna nyala, dan penampakan


lainnya
a. Jenis api berdasarkan bau
 Apabila bahan yang terbakar berbau seperti kertas terbakar, maka bahan
tersebut mengandung serat selulosa
 Apabila bahan yang terbakar berbau menyengat seperti asam cuka, maka
bahan tersebut mengandung serat rayon asetat
 Apabila bahan yang terbakar berbau seperti rambut yang terbakat, maka
bahan tersebut mengandung protein
 Apabila bahan yang terbakar berbau seperti plastik terbaka, maka bahan
tersebut mengandung poliamida, poliester, poliakrilat

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 26 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

 Apabila bahan yang terbakar berbau seperti karet, maka bahan tersebut
mengandung poli isoprena
b. Jenis api berdasarkan warna nyala
 Api berwarna merah/ kuning ini biasanya bersuhu dibawah 1000 oC. Api
jenis ini termasuk api yang kurang panas.
 Api berwarna biru merupakan api yang mungkin sering kita jumpai. Api ini
biasanya dilihat pada nyala kompor gas. Rata-rata suhu api yang berwarna
biru kurang dari 2000 oC. Api ini berbahan bakar gas dan mengalami
pembakaran sempurna.
 Api berwarna putih merupakan api paling panas yang diketahui. Warna
putih dikarenakan suhunya melebihi 2000 oC.
 Api berwarna hijau menunjukkan bahan bakar mengandung tembaga sulfat

Gambar 12. Nyala api berbahan bakar tembaga sulfat

 Api berwarna kuning menunjukkan bahan bakar mengandung natrium


klorida atau natrium karbonat

Gambar 13. Nyala api berbahan bakar natrium klorida atau natrium karbonat

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 27 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

 Api berwarna biru menunjukkan bahan bakar mengandung tembaga


klorida

Gambar 14. Nyala api berbahan bakar tembaga klorida

 Api berwarna putih menunjukkan bahan bakar mengandung magnesium


sulfat

Gambar 15. Nyala api berbahan bakar tembaga klorida

c. Jenis api berdasarkan warna asap


Benda – benda yang terbakar kadang-kadang tidak dapat dikenali karena
terhalang oleh asap tebal yang ditimbulkan. Namun dengan melihat warna
asapnya, dapat diperkirakan jenis benda yang terbakar. Misalnya:
 Warna asap hitam dan tebal, maka kemungkinan bahan bakarnya berupa
aspal, karet, plastik, minyak, atau benda-benda lain yang mengandung
minyak.
 Bila warna asap coklat kekuning-kuningan, kemungkinan benda yang
terbakar adalah film, bahan film, dan benda-benda lain yang mengandung
asam sulfat.
 Sedangkan bila warna asapnya putih kebiru-biruan, biasanya berasal dari
benda-benda yang mengandung fosfor.

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 28 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

3. Cara membersihkan, memeriksa kondisi APAR, dan menyiapkan APAR


untuk pengisian kembali bahan aktif
a. Cara membersihkan tabung APAR
Bersihkan tabung dari debu, air, maupun korosi. Caranya gosok tabung
dengan kain basah hingga tak ada lagi debu, lalu gosok lagi dgn kain kering.
Setelah itu oleskan sedikit solar pada tabung secara merata, lalu akhiri dengan
penggosokan menggunakan kain kering.
b. Cara memeriksa kondisi APAR yang telah digunakan
Semua alat pemadam api ringan sebelum diisi kembali harus dilakukan
pemeriksaan dan kemungkinan harus dilakukan tindakan sebagai berikut :
 Isinya dikosongkan secara normal;
 Setelah seluruh isi tabung dialihkan keluar, katup kepala dibuka dan
tabung serta alat-alat diperiksa. Ketentuan ini berlaku untuk alat pemadam
api jenis carbon dioxida (CO2).
Apabila dalam pemeriksaan alat-alat tersebut terdapat cacat yang
menyebabkan kurang amannya alat pemadam api dimaksud, maka harus
segera diadakan pemeriksaan. Bagian dalam dan luar tabung, harus diperiksa
untuk memastikan bahwa tidak terdapat lubang-lubang atau cacat karena
karat. Cacat tabung yang terjadi akibat kelemahan konstruksi, maka alat
pemadam api harus diuji kembali dengan tekanan. Ulir tutup kepala harus
diberi gemuk tipis, gelang tutup ditempatkan kembali dan tutup kepala
dipasang dengan mengunci sampai kuat.
Apabila gelang tutup terbuat dari karet, harus dijaga agar gelang tidak terkena
gemuk. Selanjutnya tanggal, bulan dan tahun pengisian, harus dicatat pada
badan alat pemadam api ringan tersebut. Alat pemadam api ringan
ditempatkan kembali pada posisi yang tepat.
c. Cara menyiapkan APAR untuk pengisian kembali bahan aktif
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sudah terpakai sedikit atau banyak
harus dilakukan pengisian ulang agar dapat berfungsi kembali dengan
kemampuan optimal. Untuk melakukan pengisian kembali bahan aktif diawali
dengan penyiapan tabung pemadam. Adapun langkah-langkah penyiapan
tabung untuk pengisian kembali adalah sebagai berikut :

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 29 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

 Lakukan pemeriksaan APAR untuk mengetahui kondisi bahan aktifnya apakah


sudah kadaluarsa/diragukan kondisinya
 Bersihkan bagian luar tabung APAR dari karat atau pengotor lainnya
 Bawa tabung ke tempat penggantian bahan aktif
 Keluarkan bahan aktif APAR sebelumnya
 Bersihkan sisa bahan aktif pada tabung APAR
 Beri label bahwa tabung siap untuk diisi kembali

B. Keterampilan yang diperlukan dalam memilih dan mengoperasikan APAR

1. Menggunakan APD sesuai dengan ketentuan pengoperasian APAR

2. Mengidentifikasi jenis api melalui bau, asap, warna nyala, dan penampakan
lainnya

3. Memilih APAR yang sesuai dengan jenis api

4. Mengoperasikan APAR dengan cara yang tepat dan benar mengikuti ketentuan

5. Membersihkan, memeriksa kondisi APAR, dan menyiapkan APAR untuk pengisian


kembali bahan aktif

C. Sikap Kerja dalam memilih dan mengoperasikan APAR

1. Mengikuti ketentuan perusahaan dalam mengenakan APD

2. Mengikuti semua prosedur sesuai dengan instruksi

3. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan melaksanakan sesuai dengan SOP

4. Menggunakan APD dan mengikuti ketentuan penggunaan APD

5. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti instruksi kerja

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 30 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

BAB IV
MERAWAT ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam merawat alat pemadam api ringan


(APAR)
1. Cara membersihkan APAR dan membebaskan lingkungan sekitarnya
dari benda-benda lain yang tidak berfungsi
Tabung pemadam dibersihkan dari debu, air, maupun korosi. Caranya gosok
tabung dengan kain basah hingga tak ada lagi debu, lalu gosok lagi dgn kain
kering. Setelah itu oleskan sedikit solar pada tabung secara merata, lalu akhiri
dengan penggosokan menggunakan kain kering. Untuk memastikan tabung
APAR mudah dilihat, dijangkau, mudah dicapai maka lokasi sekitar tempat
pemasangan tabung harus bebas dari benda-benda yang dapat menggangu.

2. Ciri-ciri APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan


fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan
Adapun ciri-ciri APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan
fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan adalah sebagai berikut:
a. Tabung dan bagian lain yang terbuat dari logam
berkarat
b. Pegas dan pen valve bengkok atau patah
c. Jarum pada pressure gauge berada di luar zona hijau
d. Segel tidak dalam keadaan utuh
e. Tutup tabung tidak dapat terpasang dengan rapat
f. Selang, corong, klem/penjepit selang pemadam rusak
atau hilang
g. Khusus APAR jenis halon mengalami perubahan berat
h. Bahan aktif APAR mencapai masa kadaluarsa
i. Kondisi bahan aktif dalam tabung membeku (khusus
APAR jenis tepung kimia)
j. Batas kadaluarsa APAR dapat dilihat pada label

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 31 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

3. Cara mencatat, memberi label dan melaporkan APAR yang mendekati


batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi atau menunjukkan
tanda-tanda mencurigakan
a. Hal-hal yang harus dicatat dalam proses pencatatan mengenai kondisi APAR
yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi atau
menunjukkan tanda-tanda mencurigakan adalah sebagai berikut:
 Waktu pemeriksaan
 Lokasi APAR yang diperiksa
 Jenis APAR yang diperiksa
 Kode inventaris APAR yang diperiksa
 Kondisi APAR yang diperiksa meliputi batas kadaluarsa, kegagalan fungsi
dan tanda-tanda mencurigakan lainnya
 Petugas pemeriksa
b. Hal-hal yang harus ditulis dalam label mengenai kondisi APAR yang mendekati
batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi atau menunjukkan tanda-
tanda mencurigakan adalah sebagai berikut:
 Waktu pemeriksaan
 Kode inventaris APAR yang diperiksa
 Kondisi APAR yang diperiksa meliputi batas kadaluarsa, kegagalan fungsi
dan tanda-tanda mencurigakan lainnya
 Petugas pemeriksa
c. Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan mengenai kondisi APAR yang
mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan fungsi atau menunjukkan
tanda-tanda mencurigakan adalah hasil pemeriksaan yang telah dicatat
sebelumnya dan diserahkan kepada pihak yang berwenang. Adapun hal-hal
yang harus dilaporkan adalah sebagai berikut:
 Waktu pemeriksaan
 Lokasi APAR yang diperiksa
 Jenis APAR yang diperiksa
 Kode inventaris APAR yang diperiksa
 Kondisi APAR yang diperiksa meliputi batas kadaluarsa, kegagalan fungsi
dan tanda-tanda mencurigakan lainnya
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 32 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

 Jumlah APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan


fungsi dan tanda-tanda mencurigakan lainnya
 Petugas pemeriksa

B. Keterampilan yang diperlukan dalam merawat alat pemadam api ringan


(APAR)

1. Menempatkan APAR sesuai dengan ketentuan

2. Membersihkan APAR dan membebaskan lingkungan sekitarnya dari benda-benda


lain yang tidak berfungsi

3. Memeriksa kondisi mekanis, dan bahan aktif APAR

4. Mencatat, memberi label dan melaporkan APAR yang mendekati batas kadaluasa,
mengalami kegagalan fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan

C. Sikap kerja yang diperlukan dalam merawat alat pemadam api ringan
(APAR)

1. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti ketentuan perusahaan

2. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti ketentuan

3. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti SOP pemeriksaan berkala

4. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti instruksi kerja

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 33 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

BAB V
MENGGANTI BAHAN AKTIF ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam mengganti bahan aktif alat pemadam


api ringan (APAR)
1. Ciri-ciri bahan aktif APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami
kegagalan fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan
Adapun Ciri-ciri bahan aktif APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami
kegagalan fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan adalah sebagai
berikut:
a. Untuk alat pemadam api ringan cairan atau asam soda, campuran sedikit
larutan sodium bicarbonat dan asam keras diluar tabung menghasilkan reaksi
tidak cukup kuat.

b. Untuk alat pemadam api ringan jenis busa campuran sedikit larutan sodium
bicarbonat dan aluminium sulfat diluar tabung, menghasilkan reaksi yang tidak
cukup kuat.

c. Untuk alat pemadam api ringan hidrokarbon berhalogen kecuali jenis


tetraklorida berat tidak sesuai dengan aslinya saat dilakukan penimbangan

d. Untuk alat pemadam api jenis hydrocarbon berhalogen dilakukan pemeriksaan


dengan membuka tutup kepala, tabung gas tidak terisi penuh sesuai dengan
kapasitasnya.

e. Untuk alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) terdapat kekurangan berat
sebesar lebih dari 10% berat semula

f. Untuk alat pemadam api jenis cairan dan busa pada saat pemeriksaan dengan
membuka tutup kepala, isi alat pemadam api tidak sampai batas permukaan
yang telah ditentukan

g. Untuk alat pemadam api ringan jenis tepung kering (dry chemical) dilakukan
pemeriksaan dengan membuka tutup kepala, isi tabung tidak sesuai dengan
berat yang telah ditentukan dan tepung keringnya dalam keadaan berbutir;
tabung gas tidak terisi penuh, tidak sesuai dengan kapasitasnya

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 34 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Jika setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan bahan aktif yang sesuai dengan
ciri-ciri di atas, maka bahan aktif tersebut diragukan kondisi untuk
penggunaannya dan disarankan tidak digunakan kembali serta harus dilakukan
pengisian ulang bahan aktifnya.

2. Cara mengganti bahan aktif yang diragukan kondisinya


Standar kegiatan pengisian ulang alat pemadam api ringan diatur dalam
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 1980. Setiap
tabung alat pemadam api ringan harus diisi kembali dengan ketentuan sebagai
berikut :
 Untuk asam soda, busa, bahan kimia, harus diisi setahun sekali.
 Untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi 2 (dua) tahun
sekali.
 Untuk jenis tabung gas hidrokarbon berhalogen (halon), tabung harus diisi 3
(tiga) tahun sekali.
 Untuk jenis lainnya diisi selambat-lambatnya 5 (lima) tahun sekali.
Semua alat pemadam api ringan sebelum diisi kembali harus dilakukan
pemeriksaan dan kemungkinan harus dilakukan tindakan sebagai berikut :
 Isinya dikosongkan secara normal.
 Setelah seluruh isi tabung dialihkan keluar, katup kepala dibuka dan tabung
serta alat-alat diperiksa.
 Tanggal, bulan dan tahun pengisian, harus dicatat pada badan alat pemadam
api ringan tersebut.

Alat pemadam api ringan jenis cairan dan busa diisi kembali dengan cara:
 Bagian dalam dari tabung alat pemadam api jenis cairan dan busa harus
dicuci dengan air bersih.
 Saringan, bagian dalam tabung, pipa pelepas isi dalam tabung dan alat-alat
ekspansi tidak boleh buntu atau tersumbat.
 Pengisian ulang tidak boleh melewati tanda batas yang tertera.
 Setiap melakukan pelarutan yang diperlukan, harus dilakukan dalam bejana
yang tersendiri.
 Larutan sodium bicarbonat atau larutan lainnya yang memerlukan
penyaringan, pengisian dilakukan dengan cara menuangkan larutan ke dalam
tabung melalui saringan.
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 35 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

 Timbel penahan alat lainnya untuk menahan asam atau larutan garam asam
ditempatkan kembali ke dalam tabung.
 Timbel penahan yang agak longgar harus diberi lapisan tipis/petroleum jelly
sebelum dimasukan.
 Tabung gas bertekanan harus diisi dengan gas atau udara sampai pada batas
tekanan kerja, kemudian ditimbang sesuai dengan berat isinya termasuk
lapisan zat pelindung.

Alat pemadam api ringan jenis hidrokarbon berhalogen harus diisi kembali
dengan cara:
 Untuk tabung gas bertekanan, harus diisi dengan gas atau udara kering
sampai batas tekanan kerjanya.
 Tabung gas bertekanan diatas harus ditimbang dan lapisan cat pelindung
dalam keadaan baik.
 Jika digunakan katup atau pen pengaman, katup atau pen pengaman tersebut
harus sudah terpasang sebelum tabung dikembalikan pada kedudukannya.
Alat pemadam api ringan jenis tepung kering (dry chemical) harus diisi dengan
cara:
 Dinding tabung, mulut pancar (nozzle) dan tepung kering (dry chemical) yang
melekat dibersihkan.
 Ditiup dengan udara kering dan kompressor.
 Bagian sebelah dalam dari tabung harus diusahakan selalu dalam keadaan
kering.
 Untuk tabung gas bertekanan harus ditimbang dan lapisan cat perlindungan
harus dalam keadaan baik.
 Katup atau pen pengaman harus sudah terpasang sebelum tabung
dikembalikan pada kedudukannya.

3. Cara memberi label tanggal pengisian atau pemeriksaan dan nama


petugas pelaksana pada APAR yang baru diganti atau diperiksa bahan
aktifnya
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sudah diganti atau diperiksa bahan aktif
diberikan label. Pada label tersebut tertulis tanggal pemeriksaan, tanggal
pengisian, nama petugas pelaksana dan tanggal pengisian berikutnya. Bahan label
tersebut terbuat dari kertas berwarna yang tahan air dan diberi perekat pada
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 36 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

bagian belakangnya. Ukuran panjang label sekitar setengah lingkaran dan lebar
sekitar 70% dari panjang label. Keterangan pada label ditulis dengan jelas
menggunakan spidol tinta permanen.

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam mengganti bahan aktif alat pemadam


api ringan (APAR)
1. Ciri-ciri bahan aktif APAR yang mendekati batas kadaluarsa, mengalami kegagalan
fungsi atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan
2. Cara mengganti bahan aktif yang diragukan kondisinya
3. Cara memberi label tanggal pengisian atau pemeriksaan dan nama petugas
pelaksana pada APAR yang baru diganti atau diperiksa bahan aktifnya

C. Sikap kerja yang diperlukan dalam mengganti bahan aktif alat pemadam
api ringan (APAR)
1. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti ketentuan perusahaan
2. Menggunakan pakaian kerja (APD) dan mengikuti instruksi kerja

DAFTAR PUSTAKA

A. Dasar Perundang-undangan
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per-04/MEN/1980 tentang
Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia nomor


per.08/men/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 37 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

B. Buku Referensi
1. SKKNI Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
2. PT. Petrokimia Gresik, 2002. Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.
Gresik: PT. Petrokimia Gresik.

C. Majalah atau Buletin


1. –

D. Referensi Lainnya
Anonim. Alat Pelindung Diri (APD). jurnaalk3.com/alat-pelindung-diri-apd.html

Anonim. Pedoman Pemilihan dan Penggunaan APD. jurnaalk3.com/pedoman-


pemilihan-dan-penggunaan-apd.html

Anonim. Jenis-jenis api berdasarkan warna, suhu dan bahannya.


http://ilmuk3.blogspot.com/2010/09/jenis-jenis-api-berdasarkan.html

Anonim. Uji pembakaran. http://serattekstil.blogspot.com/2010/03/uji-pembakaran.html

Anonim. Cara memeriksa APAR. darmawansaputra.com/2015/01/cara-memeriksa-


APAR.html

Anonim. Tips pemadam 8 kriteria alat pemadam. www.gunnebo-


indolokbaktiutama.com /2013/03/tips-pemadam-8-kriteria-alat-pemadam.html

Dalil SA, Oja Sutiarno, Keselamatan Kerja Dalam Tata Bengkel, Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan, Departemen P dan K, Jakarta , 1982

Djulia Onggo, Ph.D, 2002. Keselamatan Kerja di Laboratorium, Bandung : Tim


Keselamatan Kerja Departemen Kimia ITB, Bandung.
Nana Sukmana Kusuma. Teknik pemadaman api. http://nanasukmana-firefighter.
blogspot.com/2011/04/teknik-pemadaman-api.html

Satriyo, Adi Puguh. Sekilas tentang Alat pemadam kebakaran otomatis , Puslitbang
Iptekhan Balitbang Dephan, Jakarta

Suparni Setyowati Rahayu & Sari Purnavita, 2008. Kimia Industri untuk SMK ,
Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen
Pendidikan Nasional.

Tim TPLK (Level I), 2008. Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Bandung :
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 13 Bandung.
Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 38 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 39 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN

A. Daftar Peralatan

No. Nama Peralatan Keterangan

1. Laptop, infocus, laser pointer Untuk di ruang teori

2. Printer

3. Peralatan gelas

4. Peralatan non gelas

5. Hand tools (Mekanik Hand Tools)

6. Buku Pedoman

7.

B. Daftar Bahan

No. Nama Bahan Keterangan


1. Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, Setiap peserta
buku penilaian)
2. Kertas HVS A4
3. Spidol whiteboard
4. Tinta printer
5. Bensin
6. Gemuk
7. Bahan aktif APAR
8. Bahan kimia
9.

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 40 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

LAMPIRAN

REPORT SHEET

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 41 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

DATA PENGUJIAN/PENGUKURAN : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api


Ringan
MEREK DAN JENIS APAR : ………………………………………………………………..
NAMA PESERTA PELATIHAN : ………………………………………………………………..
………………………………………………………………..
………………………………………………………………..
TANGGAL : ………………………………………………………………..

KONDISI TINDAKAN
HASIL SPESIFIKSI
NO NAMA KOMPONEN PEMERIKSAAN/ PEDOMAN LA TIDAK
PENGUKURAN BERSIH
REPARASI SETEL GANTI
YAK LAYAK KAN

Memeriksa kondisi
1
luar tabung APAR

memeriksa mulut
2
corong APAR

memeriksa selang
3
APAR

4 memeriksa tuas APAR

memeriksa kunci
5
pengaman

memeriksa indikator
6
pengaman

7 memeriksa label

memeriksa kondisi
8
bahan aktif APAR

Tanda Tangan Tanda Tangan


Instruktur Peserta

....................................... .......................................

DAFTAR PENYUSUN MODUL


Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 42 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Kimia Industri Sub Bidang Produktif KIN.KL.12.014.01

NO. NAMA PROFESI

1. Saharuddin Guru SMK-SMTI Makassar

2. Yessi Rahmayani Guru SMK-SMTI Padang

3. Erliana Prasticha Guru SMK-SMTI Banda Aceh

Judul Modul : Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan Halaman: 43 dari 43
Buku Informasi Versi: 2015