Anda di halaman 1dari 3

NAMA:ERMITA BERUTU(3182111017)

KELAS:PPKN REG B 2018

KONSEPTUALISASI HAM

1)PENGERTIAN DAN ISTILAH HAM

 PENGERTIAN HAM

Indonesia adalah negara multikultural yang menjamin Hak Asasi Manusia


(HAM) seluruh rakyat Indonesia. Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah
dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Hak
Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan
anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara,
hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat
dan martabat manusia

ISTILAH HAM

Hak Asasi Manusia berasal sari 3 kata yakni Hak , Asasi dan manusia .Pengertian
ketiga kata tersebut ialah : Etimologi “hak” berasal dari bahasa Arab haqq yang
merupakan bentuk tunggal dari kata huquq. Istilah haqq diambil dari akar kata
haqqa, yahiqqu, haqqaan yang berarti “benar”, “nyata”, “pasti”, “tetap”, dan “wajib”
Etimologi “asasi” berasal dari bahasa Arab asasy yang merupakan bentuk tunggal dari
usus yang berasal dari akar kata assa, yaussu, asasaan yang berarti “membangun”,
“mendirikan”, dan “meletakkan”. krn itu asasi adl sgl sesuatu yg bersifat mendasar &
fundamental yg selalu melekat pd objeknya.Etimologi “manusia” berasal dari bahasa
Indonesia manu yang berarti Umat ,ciptaan tuhan yang berakal budi.

 HAKIKAT HUKUM HAM

Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok
orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian
yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau
mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh
Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh
penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang
berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).

 PENDIDIKAN HAM

Pendidikan HAM (human rights education) secara sederhana dapat diartikan sebagai
mendidik setiap individu untuk dapat memperjuangkan hak-haknya sekaligus untuk
dapat menghargai hak-hak orang lain. Sang individu diharapkan dapat membangun
suatu ‘budaya hak asasi manusia’ dan peduli dengan pembangunan sosial, budaya,
dan politik masyarakatnya, serta mengarahkan pembangunan tersebut ke arah
keadilan (MOE Taiwan, 2003)

 LITERASI HAM

Literasi diartikan kemampuan memahami dalam membaca sesuatu, yg dimaksud


literasi ham ini , berarti kemampuan seseorang untuk mengerti dan memahami hak
hak asasi manusia , seperti beragama , memiliki pendapat, hak hidup, bersosialisasi
dll.

 METODOLOGI PENELITIAN HAM

Cenderung merupakan penelitian yuridis normatif,karena yang menjadi unit of


analysis dalam penelitian ini adalah gagasan dan konsep.Dalam konteks ini adalah
bagaimana proses konseptualisasi HAM dalam pasal-pasal konstitusi yang pernah
berlaku di Indonesia.,yang menjadi titik penelitian ada pada taraf sinkronisasi dari
peraturan perundang-undangan secara vertical maupun horizontal.Dan pendekatan
menggunakan bahan hukum primer,sekunder dan tersier.Selain itu penelitian ini
bersifat deskriptif analitis yang sengaja menggambarkan secara objektif isi seluruh
UUD yang pernah di Indonesia dalam kaitannya dengan materi Hak Asasi Manusia.

 DIMENSI HUKUM HAM

Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari
Yunani yaitu : Ontos : being, dan Logos. Logis Jadi ontology adalah teori tentang
keberadaan sebagai keberadaan. Atau bisa juga ilmu tentang yang ada. Secara istilah
ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada yang merupakan
realiti baik berbentuk jasmani atau kongkrit maupun rohani atau abstrak.

Istilah ontologi pertama kali diperkenalkan oleh rudolf Goclenius pada tahun 1936 M,
untuk menamai hakekak yang ada bersifat metafisis. Dalam perkembangannya
Christian Wolf (1679-1754) membagi metafisika menjadi dua, yaitu metafisika umum
dan khusus..

Epistemologi sering disebut sebagai teori pengetahuan. Secara etimologi, istilah


epistemologi berasal dari kata Yunani episteme yang artinya pengetahuan, dan logos
yang artinya ilmu atau teori.Menurut Achmadi epistemologi disebut sebagai teori
pengetahuan yang secara umum membicarakan mengenai sumber-sumber,
karakteristik, dan kebenaran pengetahuan.Muzairi dalam Bakhtiar menyebutkan
Epistemologi atau teori pengetahuan ialah cabang filsafat yang berurusan dengan
hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dan dasar-dasar serta
pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani yang berarti nilai dan logos
yang berarti teori. Dengan demikian maka aksiologi adalah “teori tentang nilai”
(Amsal Bakhtiar, 2004: 162). Aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan
dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh (Jujun S. Suriasumantri, 2000:
105). Menurut Bramel dalam Amsal Bakhtiar (2004: 163) aksiologi terbagi dalam tiga
bagian: Pertama, moral conduct, yaitu tindakan moral yang melahirkan etika; Kedua,
esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan, Ketiga, sosio-political life, yaitu
kehidupan sosial politik, yang akan melahirkan filsafat sosio-politik.