Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS BUNIWANGI
Jl. Raya Cibungur No.2 Desa Buniwangi Telp.(0266)490624
Email : uptdpuskesmasbuniwangi@yahoo.co.id Surade-43179

KERANGKA ACUAN
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UPTD PUSKESMAS BUNIWANGI

I. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat karena yang berpengaruh terhadap kualitas
sumber daya manusia. Program kesehatan masyarakat lebih
mengutamakan upaya – upaya preventif dan promotif yang proaktif,
tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif yang sering disebut
dengan paradigma sehat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah
satu strategi untuk mempercepat tercapainya program pembangunan
kesehatan. Model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi
kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan.
Faktor-faktor internal dan eksternal komunitas pada level anggota
masyarakat, institusi masyarakat, kepemimpinan masyarakat, dan
akses informasi kesehatan memiliki peran penting dalam pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan. Pemberdayaan masyarakat adalah
sebagai subjek sekaligus objek dari sistem kesehatan. Dalam dimensi
kesehatan, pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh
masyarakat (dengan atau tampa campur tangan pihak luar) untuk
memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang
secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan
masyarakat.
Kesehatan adalah sumber daya kehidupan bukan hanya obyek
untuk hidup. Kesehatan adalah suatu konsep yang positif yang tidak
dapat dilepaskan dari sosial dan kekuatan personal, sehingga
promosikesehatan tidak hanya bertanggung jawab pada sektor
kesehatan saja, melainkan juga gaya hidup untuk lebih sehat.
Tujuan akhir dari pemberdayaan masyarakat adalah
memandirikan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan personal,
dan atau aksi dan norma sosial, dan atau kebijakan publik dan
pelaksanaan organisasi dalam kerangka pemberdayaan di bidang
kesehatan. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dapat melalui survey
PHBS, Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga dan Refreshing Kader
Posyandu. Sebagai kegiatan yang bersifat komprehensif, tentunya harus
diikuti dengan kualitas rekam jejak kegiatan ataus isteminformasi yang
dapat diandalkan.
Kegiatan tersebut juga harus mempunyai indikator – indikator
yang berkualitas sebagai referensi dalam meningkatkan upaya
pemberdayaan masyarakat. Indikator keberhasilan ditentukan dengan
upaya kompehensif terhadap pelaksanaan kegiatan di masyarakat yang
aplilabel dan terukur, yang disusun berdasarkan data – data
pelaksanaan kegiatan dan sudah barang tentu merupakan modal untuk
penilaian kinerja di bidangtersebut.
Untuk menilai kualitas kinerja diperlukan upaya analisis hasil
kegiatan berdasarkan capaian – capaian kinerja yang selama ini telah
dilakukan, yang diaplikasikan dalam dokumen.

II. LATAR BELAKANG


Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat adalah melalukan Survey
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangga.
PHBS rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota
rumah tangga agar sadar, mau, dan mampu mempraktekkan PHBS
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah
resikonya terjadi penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit
serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. PHBS rumah
tangga merupakan salah satu indikator dalam pencapaian Millenium
Development Goals (MDGs) melalui pencegahan peningkatan angka
kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi pada anggota
keluarga. Pada tahun 2016 prosentase rumah tangga sehat ..........,
rumah tangga tidak sehat ........ Berdasarkan Renstra Kemenkes 2010 –
2014 bahwa target rumah tangga yang ber PHBS sebesar ........
Sedangkan berdasarkan capaian diatas baru mencapai ..........
Upaya pemberdayaan bersumber daya masyarakat (UKBM) dapat
melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu merupakan jenis
upaya pemberdayaan masyarakat yang dikoordinasi oleh kader
kesehatan. Oleh karena itu peran kader kesehatan sangat dibutuhkan
dalam memberdayakan masyarakat. Strata posyandu madya
sebesar ......, purnama sebesar ........ %. Evaluasi Pelaksanaan Desa
Siaga merupakan . Pengembangan Desa Siaga merupakan bagian dari
pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan untuk
Kabupaten danKota. Tercapainya Indonesia Sehat dan target-target
indikator dalam Millenium Development Goals (MDGs) sebagian besar
ditentukan oleh tercapainya indikator-indikator dalam SPM pada tingkat
desa dan kelurahan. Pelaksanaan dan pengembangan Desa Siaga
merupakan tanggung jawab pimpinan dan perangkat pemerintahan
Desa dan pemerintahan Kelurahan melalui Forum Kesehatan Desa
(FKD). Oleh karena itu diperlukan pembinaan sampai dengan evaluasi
dalam hal pengembangan Desa Siaga secara berkelanjutan. Strata Desa
Siaga Pratama sebesar ......., Desa Siaga Madya sebesar ..............

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terlaksananya program pemberdayaan masyarakat di tingkat
Puskesmas dengan menerapkan langkah-langkah kegiatan sesuai
ketentuan yang berlaku pada sumber anggaran
2. Tujuan Khusus :
a. Terlaksananya kegiatan refreshing kader posyandu melalui
peningkatan ketrampilan kaderdan tim pokjanal posyandu
b. Terlaksananya kegiatan survey PHBS
c. Meningkatnya strata posyandu pratama dan madya menjadi
purnama
d. Terlaksananya pengembangan Desa Siaga melalui pertemuan
pemantapan tim Desa Siaga di Tingkat Kabupaten dan Pembinaan
Forum Kesehatan Desa (FKD)
e. Terbentuknya Desa Siaga Aktif Strata Purnama
f. Meningkatnya Jumlah Desa Siaga Strata Pratama menjadi madya.

IV. TATA NILAI PROGRAM DAN TATA HUBUNGAN LINTAS PROGRAM


DAN LINTAS SEKTORAL
“IDAMAN”
I : Inofatif
D : Dinamis
A : Amanah
M : Mandiri
A : Adil
N : Nyaman

V. KEGIATAN POKONDAN RINCIAN KEGIATAN


1. Kegiatan pokok : Peningkatan strata posyandu
Rincian kegiatan :
a. Pertemuan pengembangan pokjanal posyandu
b. Refreshing kader posyandu di tingkat puskesmas
2. Kegiatan pokok : survey PHBS
Rincian kegiatan :
a. Pertemuan tim PHBS Tingkat Puskesmas
b. Pelaksanaan Survey PHBS
3. Kegiatan Pokok : Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga
Rincian kegiatan :
a. Pertemuan pemantapan Tim Desa Siaga
b. Pembinaan Forum Kesehatan Desa (FKD)

VI. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Refreshing Kader Posyandu dilakukan melalui pertemuan dengan
metode ceramah, tanya jawab, role play, dan diskusi.
2. Survey PHBS Dilakukan melalui :
a. Pertemuan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi
b. Survey dengan metode survey ke setiap rumah tangga dengan
instrumen
PHBS
c. Pengolahan dan analisis data hasil survey PHBS secara deskriptif
3. Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga, dilakukan melalui pertemuan
dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi

VII. SASARAN
1. Refreshing Kader Posyandu
a. Pertemuan Refreshing : masing-masing 10 Kader Posyandu
Pratama dan Madya, Kader PKK sebanyak 10 pada masing-masing
starta tersebut
b. Tim Pokjanal : 4 orang dalam tim pokjanal (pokja 1 s/d 4)
2. Survey PHBS
a. Pertemuan tim PHBS Tingkat Puskesmas : 5 kader kesehatan dari
setiap dusun
b. Pelaksanaan Survey PHBS : 5 kader kesehatan dari setiap dusun
3. Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga : tim FKD di setiap desa

VIII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan BULAN
Ja Fe Ma Ap Me Ju Ju Ag Se Ok No De
n b r r i n l s p t v s
1. Refresing
Kader V
Posyandu
2. Survey
V
PHBS
3. Evaluasi V V V V
pelaksan
aan desa
siaga

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Evaluasi terhadap ketepatan pelaksanaan waktu kegiatan
a. Waktu : setiap bulan
b. Pelaksana
1) Kepala Puskesmas
2) Penanggungjawab program
c. Dokumen laporan yang berisi : notulen, rencana tindak lanjut,
rekomendasi, hasil olah dan analisis data, laporan evaluasi (laporan
hasil kegiatan) ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan. (format
laporan terlampir)
X. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN :
a. Waktu :
1) Setiap akhir pelaksanaan kegiatan
2) Tribulan ke-empat
b. Pelaksana
1) Kepala Puskesmas
2) Penanggungjawab program