Anda di halaman 1dari 4

NAMA : JUNI ATIA INTAN SARI

NIM : 3183311021

KELAS : PPKn Reg-B

MATA KULIAH : HUKUM HAK ASASI MANUSIA


Instrumen HAM Internasional

Instrumen HAM Internasional adalah instrumen atau peraturan tentang HAM yang
berlaku mendunia. Semua negara yang sudah mengakuinya harus melaksanakan semua
yang disepakati. Instrumen dibuat atas dasar kesepakatan bersama dalam rapat
Internasional. Intrumen HAM internasional sama dengan asas-asas perjanjian
internasional, nantinya akan berkaitan degan instrumen HAM negara-negara lain di dunia.
Dengan kata lain, intrumen internasional adalah pedoman penyelenggraan HAM secara
umum hampir semua negara di dunia.

 Piagam PBB

Piagam PBB ini merupakan deklarasi pendirian PBB, tahun 1945. Ditanda
tangani oleh lima puluh anggota asli PBB tepatnya tanggal 26 Juni 1945. Kemudian
dianggap sebagai berdirinya Perserikatan Bangsa-Banga adalah 24 Oktober 1945t,
karena lima anggota pendiri, yaitu Republik Tiongkok(RRC) , Uni Sovyet, Britania
Raya (Inggris), dan Amerika Serikat baru selesai meratifikasi di negaranya masing-
masing. Negara-negara tersebut saat ini mempunyai fungsi dewan keamanan PBB
yang mempunyai hak veto.Piagam PBB dianggap sebagai insrumen HAM yang
pertama di dunia dan cakupan internasional dan diakui banyak negara. Meskipun
isinya masih umum dan tidak spesifik menjelaskan HAM, namun piagam ini ditanda
tangani dengan mengakui kedaulatan banyak negara di dunia. Di mana
kemerdekaan merupakan salah satu bagian dari HAM. Pasal 6 Piagam PBB sendiri
menyatakan bahwa dewan sosial dan ekonomi akan membentuk panitia-panitia di
lapangan ekonomi dan sosial untuk memajukan hak asasi manusia dan panitia-
panitia lainnya jika diperlukan untuk menjalankan tugasnya.

 Universal Declaration of Human Rights

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia resmi ditanda tangani oleh banyak
bangsa tanggal 10 Desember 1948. Hal ini merupakan puncak perjuangan para
aktivis HAM dunia, setelah Piagam Magna Charta tahun 1212 dan Piagam PBB yang
menandai berdirinya organisasi internasional terbesar di dunia.Pernyataan dalam
deklarasi yang disusun oleh Eleanor Roosevelt, sebagai ketua wanita pertama komisi
HAM di PBB, berisi 30 pasal yang mencakup seluruh hak asasi manusia, termasuk
hak asasi pribadi, hak anak-anak, dan hak wanita. Kekurangan dari deklarasi ini
adalah belum mencekup terbentuknya lembaga hukum yang menangani seandainya
terjadi pelanggaran di suatu negara. Selain itu, deklarasi tidak mengikat secara
negara-negara yang mengakuinya.

Instrumen HAM atau Konvensi Internasional yang Sudah Diratifikiasi


telah disebutkan di atas bahwa deklarasi internasional atau hukum internasional
mengenai HAM belum sepenuhnya mempunyai kekuatan hukum bagi negara yang sudah
mengakuinya. Tetapi deklarasi internasional adalah pedoman bagi pelaksanaan HAM di
tiap negara. Khususnya negara yang termasuk anggota perserikatan Bangsa-
Bangsa.Indonesia sendiri mengakui semua hukum internasional tentang Ham dengan cara
meratifikasinya. Ratifikasi biasanya ditegaskan dalam bentuk Tap MPR dan dalam bentuk
UU. Beberapa instrumen HAM Internasional yang sudah diratifikasi, antara lain :

Konvensi internasional tentang anti apartheid yang banyak terjadi dalam bidang
olahraga. Anti apartheid adalah politik yang membedakan hak antara orang yang berkulit
putih dengan berkulit berwarna, khususnya kulit hitam. Konvensi diratifikasi dengan
Keputusan Presiden Nomor 43 tanggal 26 Mei 1993.Konvensi Internasional tentang
penghapusan segala bentuk diskriminasi atau perbedaan hak dan kewajiban terhadap
perempuan dibandingkan laki-laki tahun 1979. Konvensi ini diratifikasi dengan Undang-
Undang Nomor 7 tanggal 27 Juli 1984.Konvensi tentang pemberian hak-hak politik kepada
wanita, agar wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam parlemen di negaranya,
tahun 1953. Konvensi ini diratifikasi oleh Indonesia dengan UU Nomor 68 tanggal 17 Juli
1998.Konvensi internasional tentang dilarangnya penyiksaan dan perlakuan merendahkan
martabat manusia lainnya, meskipun orang tersebut adalah penjahat atau tawanan perang.
Konvensi ini diratifikasi oleh Indonesia dengan UU Nomor 5 tanggal 28 September
1998.Konvensi internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi ras, yang
masih terjadi di banyak negara. Konvensi ini diratifikasi dengan UUu Nomor 29 tanggal 25
mei 1999.

Instrumen HAM Nasional

Indonesia sendiri sejak baru merdeka pada dasarnya sudah mengakui hak asasi
manusia. Ini dapat dilihat dalam pokok pikiran Pembukaan UUD 1945 yang juga
merupakan contoh lengkap instrumen HAM. Pengakuan terhadap hak asasi tersebut telah
disebutkan pada alinea pertama yang menyatakan bahwa kemerdekaan ialah hal segla
bangsa. Selanjutnya juga tertera dalam alinea keempat yang dikenal sebagai tujuan
pembangunan nasional dan perwujudan nilai Pancasila bidang politik. Namun, berdasarkan
beberapa Hukum Internasional tentang HAM yang sudah diratifikasi, ada beberapa
intrumen HAM di Indonesia selain yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu ;

 Isi dan Batang Tubuh UUD 1945

Dalam isi dan batang tubuh UUD 1945 Indonesia sudah secara lengkap dan
terperinci mengatur HAM, misalnya tentang :

1. Hak atas persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, persamaan


pendidikan dan penghidupan yang layak. Semuanya tercantum dalam Pasal
27 ayat 1 dan 2 UUD 1945.

2. Hak untuk berserikat dan berkumpul, hak untuk mempertahankan hidup dan
penghidupan, hak untuk kelangsungan hidup, hak untuk pemenuhan
kebutuhan sadar, hak untuk memperjuangkan haknya, hak atas jaminan dan
kepastian hukum, hak untuk bekerja dan mendapat imbalan, hak
memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan, hak memilih
tempat tinggal, hak untuk sejahtera lahir batin, dan sebagainya. Semua hak
tersebut diatur dalam pasal 28 A hingga pasal 28 J UUD 1945.

3. Hak dalam memilih agama dan kepercayaannya dan beribadah menurut


kepercayaan tersebut terdapat dalam Pasal 29 UUD 1945.

4. Hak dan kewajiban membela negara terdapat dalam pasal 30 UUD 1945

5. Hak mendapatkan pengajaran yang layak terdapat dalam pasal 31 UUD 1945

6. Hak untuk memajukan kebudayaan nasional, khususnya yang akan


memajukan kesejahteraan bersama, terdapat dalam pasal 32 UUD 1945.

7. Hak terhadap ekonomi dan cabang-cabang produksi yang datur oleh negara,
terdapat dalam pasal 33 UUD 1945.

 Tap MPR

Tap MPR umumnya berisi tentang penjelasan atau hal penting yang tidak terdapat
dalam UUD 1945. Salah satu Tap MPR yang diterbitkan tentang HAM adalah Nomor
XVII tahun 1998. Isi dari Tap MPR tersebut, antara lain :

1. Memberi pemahaman kepada masyarakat luas tentang hak asasimanusia

2. Memberi ijin untuk meratifikasi berbagai konvensi HAM Internasional

Dalam ketetapan MPR ini mecakup 10 hak, yaitu hak untuk berkeluarga, hak
mengembangkan diri, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak atas kebebasan
informasi, hak kaemanan, hak kesejahteraan, hak atas menjalankan kewajiban, dan
hak atas perlindungan.

 Undang-Undang

Undang-undang yang paling elngkap tentang Ham adalah UU nomor 39 tahun


199. Undang-Undang ini berisi tentang pengakuan terhadap berbagai konvensi
internasional tentang HAM, tentang Ham dalam UUD 1945, dan HAM dalam Tap
MPR. Selanjutnya, Undang-Undang ini mengatur berbagai hak yang belum diatur
secara detil oleh instrumen HAM lain, seperti hak-hak wanita dan hak-hak anak.

 Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden.

Ada berbagai contoh instrumen HAM di Indonesia yang mencakup peraturan


pemerintah dan Keputusan Presiden. Salah satunya yang disebutkan di atas, yaitu
Kepres dan Perpu yang meratifikasi sejumlah konvensi internasional. Perpu dan
Kepres ini pada dasarnya mengatur pelaksanan HAM di Indonesia dan lembaga-
lembaga yang menjalankan tugas tersebut.