Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.

E DENGAN MASALAH
KEPERAWATAN UTAMA RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI WISMA SADEWA
RSJ PROF.DR.SOEROJO MAGELANG

A. PENGKAJIAN
I. Identitas
1. Identitas pasien I
Nama : Tn. E
Umur : 42 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SMA
Status perkawinan : Bercerai(duda)
Alamat : Bojonegoro,Kedu temanggung
Pekerjaan : Tidak bekerja
Tanggal masuk : 29 Mei 2019
No RM :00-00-xxxx

2. Identiatas penanggung jawab


Nama : Ny.E
Umur : 62 Tahun
Agama : Islam
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Bojonegoro, Kedutemanggung
Hubungan dengan pasien : Ibunya

II. ALASAN MASUK


Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. Soerojo Magelang karena satu setengah
bulan yang lalu klien menggamuk ,merusak kaca mobil , memukul orang lain , mudah
tersinggung , klien pernah melakukan tindakan anarkis memukul orang lain, dan tindakan
aniyaya fisik sebagai pelaku mencekik ibunya , klien mudah tersinggung jika ada omong
yang tidak enak di dengar.
III. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu?
[√] Ya [ ] Tidak
Penjelasan:
Klien pernah menggalami gangguan jiwa dan masuk rumah sakit jiwa sebanyak tujuh
belas kali
2. Pengobatan sebelumnya
[ ] Berhasil [√] Kurang berhasil [ ] Tidak berhasil
Penjelasan:
Klien pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya tetapi kurang berasil yaitu klien
pernah dirawat di panti PANGRUKTI MULYO REMBANG dan pernah dirawat RSJ
SOLO kurang lebih satu bulan .

Pelaku Korban Saksi


3. Aniaya fisik th th th
Aniaya th th th
Seksual th th th
Penolakan th th th
Kekerasan dalam keluarga th th th
Tindakan Kriminal 1(satu) th th th
Penjelasan:
Klien pernah menjadi pelaku kekerasan kurang lebih satu tahun yaitu mencekik ibunya
karena omongan ibunya menyinggung perasaan klien.
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
[ ] Ya [√ ] Tidak
Penjelasan:
Didalam anggota keluarga klien tidak pernah ada yang mengalami gangguan jiwa .
5.Adakah pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan?
(Perceraian/Perpisahan/konflik dsb?)
Penjelasan:
Ada, yaitu klien bercerai dengan istrinya dan memiliki tiga orang anak kandung yang
semuanya sudah menikah tetapi tidak tinggal satu rumah dengan klien.

IV. FAKTOR PRESIPITASI


 Klien pernah putus obat selama dua bulan
V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

KETERANGAN :
: laki laki
1. : perempuan
X : meninggal
: pasien
---- : tinggal serumah

Penjelasan:
a. Sistem komunikasi:
Klien mengatakan akrab dengan seluruh kelurgaa yang ada di rumahnya terutama ibunya
Klien menjalin komunikasi yang baik dengan keluarganya. Klien lebih cenderung
menceritakan masalahnya ke ibunya
b. Pola asuh keluarga:
Klien mengatakan terbuka dengan keluarganya. Klien diasuh oleh kedua orang tua nya
c. Pola pengambilan keputusan:
Di dalam keluarga klien yang mengambil keputusan yaitu ayahnya.
Klien tinggal satu rumah bersama kedua orangtua dan neneknya. Klien adalah anak
kedua dari tiga bersaudara. Klien sudah bercerai dengan istrinya dan mempunyai tiga
anak yaitu perempuan semua. Klien lebih dekat dengan ibunya. Di dalam keluarga klien
yang mengambil keputusan yaitu ayahnya.
2. Konsep Diri
a. Citra tubuh
Klien menyukai semua anggota tubuhnya, namun yang paling disukai yaitu anggota
tubuh atas(hidung) sebab hidung klien mancung.Dan tidak ada anggota tubuhnya yang
dibenci. Sebab klien mensyukuri bentuk tubuhnya yang sekarang.
b. Identitas Diri
Klien seorang laki – laki berumur 42 tahun. Klien berkulit sawo matang berambut
pendek berwarna hitam beruban. Klien mengatakan bahwa dirinya adalah laki-laki
seutuhnya, puas dengan jenis kelaminnya.
c. Peran Diri
Klien berperan sebagai duda, mempunyai tiga anak yaitu perempuan semua, Klien
membantu ibunya berladang di sawah , dan merawat neneknya di rumah. Klien terlibat
dalam kegiatan rehabilitasi seperti kegiatan nyablon dan kegiatan religious yaitu kegiatan
rebana dan pengajian.
d. Ideal Diri
Klien ingin cepat pulang tetapi keluraganya belum menjemputnya sampai saat ini. Dan
klien belum bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhannya karena masih dirawat di Rumah
Sakit Jiwa Soerojo Magelang.
e. Harga Diri
Klien mengatakan tidak berguna karena merasa malu tidak bisa membantu orang tuanya
di rumah.
Masalah Keperawatan : Gangguan Konsep Diri:Harga Diri Rendah
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti :
klien mengatakan orang paling berarti adalah ibunya
b. Peran serta dalam kegiatan masyarakat / kelompok :
Kegiatan gotong royong dalam pembuatan jalan menuju pemakaman di rumah.
Selama di ruangan rumah sakit klien ikut serta dalam kegiatan menyapu ruangan,
mencuci pirig sehabis makan dan membereskan temapt tidur.Sealin itu, klien terlihat
akrab dengan semua temannya.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Klien tidak ada hambatan dalam hubungan dengan orang lain.
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan dia beragama islam dan klien menganggap penyakitnya sebagai ujian
dari allah untuk meningkatkan ketaqwaannya terhadap Tuhan(Allah).
b. Kegiatan Ibadah
Klien mengatakan menjalankan sholat 5 waktu secara teratur baik dirumah maupun saat
dirungan. Aktif dalam mengikuti kegiatan spiritual seperti mengaji, mengikuti pengajian
VI. STATUS MENTAL
a. Penampilan
Klien berpakain rapi. Rambut tersisir dan bersih. Rambut lurus beruban, gigi tampak
putih bersih. Kuku pendek dan bersih. Tidak ada bau badan.Tidak ada cacat fisik
b. Pembicaraan
Klien dapat memulai pembicaraan yang sesuai topik.intonasi tinggi ketika pembicaraan
menyinggung perasaan, bicara koheren serta mendominasi pembicaraan.
c. Aktivitas motorik
Klien tampak tegang , mata melotot.
d. Alam perasaan
Klien mengatakan perasaan jengkel karena ingin segera pulang.
e. Afek
Labil, emosi mudah berubah.
f. Interaksi selama wawancara
Klien kurang kooperatif, mudah tersinggung saat diwawancara, intonasi meninggi,
kontak mata tajam, menjawab pertanyaan dengan intonasi tinggi.
g. Persepsi
Klien tidak memiliki gangguan persepsi.
h. Proses pikir
Klien tidak memiliki gangguan proses pikir.
i. Isi pikir
Tidak ada gangguan isi pikir
j. Tingkat Kesadaran
Orientasi waktu, tempat dan keadaan dengan baik dengan bukti Klien mengetahui klien
menyadari berada di wisma sadewa RSJ Magelang, mampu mengetahui hari, tanggal dan
jam yang sesuai keadaan, Klien menyadari berada di wisma sadewa RSJ Soerojo
Magelang.
k. Memori
Jangka pendek : Klien mengatakan dapat mengingat dan mengetahui semua
temannya di wisma
Jangka menengah : Klien mampu menceritakan TAK yang sudah diberikan
Jangka Panjang : Klien mengatakan ingat pernah di rawat di Panti Pangrukti Mulyo
Rembang dan pernah juga di rwat di RSJ Solo
l. Tingkat konsentrasi dan berhitung data
Klien mampu berhitung dan berkonsentrasi dengan bukti menghitung jari lengkap dengan
urut.
m. Kemampuan penilaian
Klien mampu mengambil keputusan yang sederhana dengan bantuan orang lain. Seperti
memilih mandi dulu sebelum makan atau makan dulu sebelum mandi.
n. Daya tilik diri
Klien mengetahu bahwa klien sedang di rawat di RSJ Soerojo Magelang untuk
mendapatkan pengobatan yang optimal.

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


a. Makanan
Klien makan 3 kali sehari menghabiskan porsi. Setelah makan klien merapikan alat dan
tempat makan. Mencuci piring dan gelas
b. BAB/BAK
Klien BAB kali sehari dan BAK 4-5 kali sehari di kamar mandi. Setelah BAB dan BAK
membersihkan kamar mandi
c. Mandi
Klien mampu mandi secara mandiri 2 kali sehari dengan membersihkan seluruh tubuh
dengan sabun mandi, membersihkan gigi dengan sikat gigi dan pasta gigi.
d. Berpakain dan berhias
Klien mampu memakai pakaian sendiri dan setelah mandi klien berhias diri( sisiran)
e. Istirahat tidur
Klien tidur sehari 5-7 jam pada malam hari dan tidur siang pada pukul 14 .00 dengan
durasi 2 jam
f. Penggunaan obat
Klien minum obat dengan bantuan minimal yaitu dibantu oleh perawat.
g. Pemeliharaan kesehatan
Bila klien sakit klien meminum obat dari perawat. Setelah pulang dari RSJ klien akan
minum obat secara rutin dan control secara teratur
h. Kegiatan dalam rumah
Diharapkan setelah pulang dari RSJ klien mampu merapikan rumah secara mandir,
mampu berinteraksi dengan masyarakat lebih sering,
i. Kegiatan diluar rumah
Klien pernah mengikuti kegiatan positif seperti membangun jembatan, membuat dan
membuat jalan enuju pemakaman. Setelah pulang klien berkeinginan dapat bersosialisasi
dan menyalurkan tenaga dalam kegiatan dalam kegiatan gotong royong lainnya
VIII. MEKANISME KOPING
a. Maladaptive
Klien marah-marah jika ada masalah dan berusaha mencederai orang lain.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif
IX. ASPEK MEDIS
Diagnosa Medis : F20.0(Skizofrenia Paranoid)
Terapi Medik :
1) Respiridon 2 mg/12 jam
2) Hexymer 2 mg/12 jam
3) Clozapine 25 mg/24 jam

X. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


a. Resiko Perilaku Kekerasan
b. Gangguan konsep diri:harga diri rendah
c. Koping individu tidak efektif
XI. ANALISA DATA

Tanggal/Jam Data Fokus Masalah Paraf


Keperawatan
Sabtu, 15 DS: TIM
Juni 2019 1. Klien mengatakan rasanya ingin
10.00 WIB mukul orang lain saat marah
2. Klien mengatakan di rumah
pernah mencekik ibunya dan
menonjok ayahnya serta memiliki
keinginan untuk memukul orang Resiko Perilaku
lain Kekerasan
3. Klien mengatakan di ruangan
pernah menonjok Tn.S sampai
bibirnya berdarah
DO:
1. Klien mudah tersinggung dan
apabila tersinggung matanya
mulai melotot
2. afek labil
3. Intonasi tinggi
4. kurang kooperatif

Sabtu, 15 DS:
Juni 2019 1. Klien mengatakan tidak berguna
10.00 WIB karena merasa malu tidak bisa Gangguan konsep
membantu orang tuanya di rumah diri:harga diri rendah TIM
DO:
1. Klien tampak membanding-
bandingkan dirinya dengan orang
lain

Sabtu, 15 DS:
Juni 2019 1. Klien mengatakan marah-marah
10.00 WIB jika ada masalah dan berusaha
mencederai orang lain. Koping Individu
DO: tidak efektif
1. Klien tampak tegang saat
menceritakan masalahnya TIM
2. Emosi labil
3. Intonasi tinggi

XII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


a. Resiko Perilaku Kekerasan
b. Gangguan konsep diri:harga diri rendah
c. Koping individu tidak efektif