Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

FUNDAMENTAL OF CHEMISTRY

PENGENALAN LABORATORIUM, KEAMANAN LABORATORIUM


INSTRUMEN LABORATORIUM

Disusun Oleh :
Ratana Subha Putri Kalyani
NIM : 472019021

PROGRAM STUDI GIZI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laboratorium merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk
melakukan suatu percobaan dan penelitian yang disebut dengan praktikum.
Dalam sebuah praktikum, praktikan harus mengetahui nama alat, cara
penggunaan alat, dan fungsi alat yang akan digunakan sesuai dengan tujuan
percobaan.
Dalam praktikum, tidak akan lepas dari kemungkinan bahaya dari
berbagai bahan kimia. Oleh karena itu praktikan perlu memahami
keselamatan kerja dalam laboratorium dan mengetahui simbol sifat bahan –
bahan kimia di laboratorium, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Pada saat selesai melakukan suatu praktekum akan ada sisa limbah.
Limbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil
reaksi berbagai larutan kimia dalam suatu percobaan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah agar praktikan
memahami dan mengetahui nama, fungsi, dan cara penggunaan alat- alat
laboratorium. Membuat praktikan lebih berhati- hati dalam melakukan
percobaan, sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat kecil.
Kemudian tahu tentang cara penanganan limbah laboratorium.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Alat – alat laboratorium merupakan alat yang dibutuhkan dalam proses


penelitian. Dalam praktikum, pengenalan alat- alat laboratorium akan
dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing –masing alat
tersebut (Sunarto, 2009).
Dalam laboratorium, sangat banyak bahan- bahan berbahaya. Oleh
karena itu, harus berhati-hati dalam melakukan kegiatan dalam laboratorium
(Seran, 2011)
Saat bekerja di laboratorium, selain menjaga keselamatan diri, kita juga
memperlakukan alat dan bahan secara aman. Hal ini di maksudkan untuk
menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, perlu
diketahui cara yang benar dalam memperlakukan alat dan bahan yang
dipakai dalam laboratorium (Basir, 2012).
Pada saat selesai melakukan suatu praktikum akan ada sisa limbah.
Limbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil
reaksi berbagai larutan kimia dalam suatu percobaan. Apabila limbah
laboratorium tidak di tangani, maka akan berdampak pada lingkungan jika
dibuang tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu.
BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu & Tempat


Praktikum dilaksanakan pada hari Jum’at, 20 September 2019, pukul
11.00- 13.00 WIB di Laboratorium Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana.

3.2 Alat
Peralatan yang diamati yaitu, cawan petri, beaker glass, elenmeyer,
tabung reaksi, gelas ukur, pembakar spirtus, corong gelas, batang pengaduk,
strirer, hot plate, aluminium foil, pipet tetes, pipet ukur & pilius, pinset,
mortar & alu, labu takar, buret & statif, desikator, waterbath, lemari asam,
rak tabung reaksi, kaki tiga & bunsen, apatula, penjepit tabung reaksi,
timbangan digital.

3.3 Metode
Metode dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium adalah
dengan mendengarkan serta memperhatikan asisten yang sedang
menjelaskan simbol- simbol bahan kimia berbahaya, cara penanganan limbah
laboratorium dan mengenalkan alat –alat laboratorium. Kemudian menulis
fungsi dari alat –alat laboratorium di buku panduan praktikum sesuai dengan
apa yang dijelaskan asisten dan memdokumentasikan alat laboratorium
tersebut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.1.1 Tabel Pengamatan Bahan kimia


No Simbol Nama Bahan Kimia
1. - HCL 03, TNT

2. - Kalium, hidrogen peroksida

3. - Minyak terpentil

4.
- Minyak terpentil,

5. - Metanol, benzena

6. - Metanol, benzena
7. - NaOH , C5H5OH

8. - NaOH , C5H5OH

9.
- H2SO4, sodium hiroksida

10. - Timah klorida, limbah pabrik

4.1.2 Tabel Pengamatan Alat- alatLaboratorium


No Nama Alat Gambar Fungsi
1. Cawan petri Untuk membiakkan sel

2. Beaker Glass
Tempat untuk menyimpan
dan membuat larutan

3. Elenmeyer Untuk mencampur larutan

Untuk mencampur,
4. Tabung Reaksi memanaskan larutan

5. Gelas Ukur Untuk mengukur volume


larutan

6. Pembakar Untuk memanaskan


spirtus

7. Untuk memasukkan atau


Corong Gelas memindahkan larutan dari
satu tempat ke tempat lain
dengan proses penyaringan

8.
Batang Untuk mengaduk
Pengaduk

Untuk menghomogenkan
9. Strirer suatu larutan

Untuk memanaskan larutan


10. Hot Plate

11. Aluminium Foil Melindungi/penutup larutan,


benda, atau zat

Untuk mengambil larutan


12 Pipet Tetes dalam jumlah tetes

13. Pipet ukur dan Membantu mengambil


Pilius larutan yang berbahaya

14. Pinset Untuk mengambil organisme

15. Mortar dan Alu Untuk menghaluskan bahan

16. Labu Takar Untuk membuat atau


mengencerkan larutan
dengan ketelitian yang tinggi

17. Buret & Statif Untuk titrasi dengan persisi


yang tinggi

18. Desikator
Untuk menyimpan bahan
yang harus bebas air

19. Waterbath Untuk menstabilkan suhu

20. Lemari Asam Untuk mencampur dan


menyimpan bahan kimia yang
berbahaya

21. Rak tabung Untuk menempatkan tabung


reaksi reaksi

22. Untuk menahan beaker ketika


Kaki tiga & proses pemanasan
kawat kasa menggunakan pemanas
bunsen atau pemanas spirtus

23. Untuk mengambil bahan


Spatula serbuk

Penjepit tabung
24. reaksi Untuk mengambil atau
menjepit tabung reaksi

25. Timbangan Untuk membantu mengukur


digital berat bahan yang nantinya
akan digunakan sebelum
melakukan percobaan
4.2 Pembahasan

4.2.1 Bahan- bahan kimia


No Simbol Bahaya Jenis Bahaya
1. Dapat menimbulkan Eksplosif
ledakan

2.
Dapat menimbulkan Pengoksidasi
kebakaran jika kontak
dengan panas

3.
Zat yang sangat mudah Mudah terbakar
terbakar

4.
Zat yang sangat mudah Mudah terbakar
terbakar

5. Dapat menyebabkan Toksin


keracunan

6. Sangat beracun Toksin

7. Dapat menyebabkan Iritant


inflamsi jika kontak
dengan kulit secara
langsung
8. Dapat menyebabkan Iritant
inflamsi jika kontak
dengan kulit secara
langsung

9. Dapat menyebabkan Korosif


kerusakan total pada
jaringan hidup

10. Berbahaya untuk


lingkungan

4.2.2 Alat- alat Laboratorium


cawan petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat
dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel.
Gelas beker adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk
mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan.
Elenmeter adalah jenis labu laboratorium yang berbentuk kerucut,
leher silinder, dan dilengkapi dengan dasar yang dasar.
Tabung reaksi adalah gelas yang berbentuk tabung, terbuat dari kaca
atau plastik, terbuka dibagian atasnya.
Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume cairan. Alat ini
memiliki bentuk silinder dan setiap garis penanda pada gelas ukur mewakili
jumlah cairan yang telah terukur.
Pembakar spirtus adalah sebuah peralatan yang menghasilkan nyala
api gas tunggal yang terbuka, yang digunakan untuk memanaskan, sterilisasi,
dan pembakaran.
Corong gelas adalah sebuah benda berbentuk kerucut dengan bentuk
lubang diujung benda yang leber, dan lubang sempit.
Batang pengaduk merupakan sebuah alat laboratoriun yang
digunakan untuk mencampur bahan kimia dan cairan.
Hot plate adalah alat yang digunakan untuk memanaskan campuran
yang ditempatkan ke dalam elenmeyer atau gelas beker.
Aluminium foil adalah salah satu hasil produksi yang berbahan
aluminium, dan digunakan untuk membungkus benda, larutan.
Pipet tetes adalah jenis pipet yang berupa pipa kecil terbuat dari
plastik atau kaca dengan ujung bawahnya agak meruncing dengan ujung
atasnya ditutupi karet.
Pipet ukur adalah alat yang digunakan untuk mengambil larutan
dengan ukuran tertentu.
Pinset berfungsi untuk menjepit, baik benda kecil atau jaringan. Dalam
hal ini, pinset menggantikan fungsi jari manusia misalnya karena benda
sangat kecil ntuk dipegang.
Mortar dan alu digunakan untuk menggiling bahan, mortar terbuat
dari bahan yang tahan panas sehingga dapat digunakan untuk bahan yang
telah dipanaskan.
Buret adalah paralatan laboratorium berbentuk silinderyang memilki
garis ukur dan sumbat keran pada bagian bawahnya. Digunakan untuk
meneteskan sejumlah reagen cair dalam percobaan yang memerlukan
presesi, contohnya seperti eksperimen titrasi.
Desikator merupakan wadah yang terbuat dari bahan gelas kedap
udara dan mengandung desikan yang berfungsi menghilangkan air dan
kristal hasil pemurnian. Biasa disebut juga dengan bejana tertutuo berisi zat
pengering untuk mengeringkan zat- zat lain, seperti asam sulfat, kalsium
klorida, atau gel silika, dan untuk menyimpan zat dalam keadaan kering (PT
Anugrah Niaga Mandiri, 2019).
Waterbath adalah oven atau bisa disebut penagas airyang fungsi
utamanya untuk menstabilkan suhu yang constan.
Lemari asam dalam laboratorium sangat dibutuhkan karena berguna
untuk menyimpan zat kimia yang bersifat asam atau basa kuat yang mudah
menguap.
Rak tabung reaksi yaitu tempat untuk meletakkan tabung reaksi yang
berjumlah banyak. Rak tabungini dibuat dari bahan kayu (admin, 2019).
Kaki tiga dalam laboratorium adalah besi yang mempunyaii 3 kaki
yang memiliki fungsi sebagai penahan kawat kasa dan penyangga ketika
proses pemanasan (Salamadian, 2017).
Penjepit tabung reaksi terbuat dari kayu dan digunakan untuk
menjepit tabung reaksi disaat proses pemanasan (Salamadian, 2017).

4.2.2 Penangana Limbah Laboratorium


Sisa limbah bahan kimia dibuang kedalam tempat yang telah
disediakan dan tidak diperkenakan dibuang melaluo saluran pembuangan
air. Limbah cair yang tidak larut dalam air masik dalam kategori limbah
beracun yang harus dikumpulkan dalam botol penampungan, botol
penampung harus tertutup dan diberi label yang jelas meliputi jenis limbah.
Limbah cair yang tidak berbahaya dapat langsung dibuang tetapi harus
diencerkan terlebih dahulu.
Limbah zat organik harus dibuang secara terpisah pada tempat yang
tersedia.
Limbah padat seperti kertas saring, lakmus, korek api, masker, sarung
tangan, atau pecahan kaca, harus dibuang terpisah ke dalam tempat sampah
khusus, tidak melalui saluran pembuangan air karena dapat menyebabkan
penyumbatan.
BAB V
KESIMPULAN

Alat yang digunakan dalam praktikum adalah, cawan petri, beaker


glass, elenmeyer, tabung reaksi, gelas ukur, pembakar spirtus, corong gelas,
batang pengaduk, strirer, hot plate, aluminium foil, pipet tetes, pipet ukur &
pilius, pinset, mortar & alu, labu takar, buret & statif, desikator, waterbath,
lemari asam, rak tabung reaksi, kaki tiga & bunsen, apatula, penjepit tabung
reaksi, timbangan digital. Masing – masing alat praktikum memiliki fungsi
dan penggunaan yang berbeda- beda.
Selama melakukan kegiatan percobaan, praktikan dituntut untuk selalu
waspada, khususnya ketika menggunakan bahan kimia berbahaya. Zat kimia
berbahaya biasanya di beri simbol tertentu sebagai tanda peringatan dengan
makna seperti : korosif. Mudah terbakar, beracun, pengoksidasi, iritan,
mudah meledak, berbahaya dalam lingkungan air dan harmful.
DAFTAR PUSTAKA

aL_FiCry fALihi :): Laporan Praktikum “Pengenalan Alat- alat Laboratorium”


http://alfichry.blogspot.com/2016/11/v-
behavioururdefaultvmlo.html?m=1

(DOC) Laporan Praktikum Kimia Pengenalan Alat- alat Laboratorium I Maju


Loebis – Academia.edu
http://www.academia.edu/9031440/LAPORAN_PRAKTIKUM_KIMIA_PE
NGENALAN_ALAT-ALAT_LABORATORIUM

Laporan Keselamatan Kerja di Laboratorium


https://id.scribd.com/doc/1828971177/LAPORAN-KESELAMATAN-
KERJA-DI-LABORATORIUM-doc