Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM DASAR ELEKTRONIKA

PENYEARAH GELOMBANG MENGGUNAKAN


CENTRE TAPPED (CT)

NAMA :

NIM :

LABORATOTIUM TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2013
PRAKTIKUM
DASAR ELEKTRONIKA Q
No. Dokumen 052.731.403.00
Tgl. Efektif
PERCOBAAN III

PRAKTIKUM PENYEARAH GELOMBANG


MENGGUNAKAN CENTRE TAPPED (CT)

TUJUAN

Setelah melaksanakan percobaan ini, anda diharapkan dapat :

1. Memahami prinsip kerja penyearah gelombang penuh.

2. Memahami pangeruh kapasitor penghalus.

3. Membandingkan penyearah gelombang penuh dengan penyearah


setengah gelombang.

Nama Fungsi Paraf


Dibuat oleh Kepala Laboratorium Teknik Elektro
Disetujui oleh Kepala Prodi Teknik Elektro

PECOBAAN III

Modul Praktikum Dasar Elektronika


Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 2
PRAKTIKUM TEOREMA SUPERPOSISI

I. Tujuan

Setelah melaksanakan percobaan ini, anda diharapkan dapat :

4. Memahami prinsip kerja penyearah gelombang penuh.

5. Memahami pangeruh kapasitor penghalus.

6. Membandingkan penyearah gelombang penuh dengan penyearah


setengah gelombang.

II. Pendahuluan

Pada bagian ini yang lalu telah dibahas sifat-sifat penyearah


setengah gelombang. Dengan menggunakan 4 buah dioda yang disusun
dengan cara tertentu akan diperoleh penyearah gelombang penuh.
Penyearah gelombang penuh ini memiliki beberapa keunggulan dengan
penyearah setangah gelombang. Karena itu pada bagian ini akan dibahas
sifat-sifat penyearah gelombang menggunakan centtre tapped (CT) dan
istilah-istilah yang berhubungan dengannya.

III. Peralatan

Utama : Papan plug-in

Sumber tegangan AC CT 2 dioda 1N4002

Penghambat 1kΩ

Kapasitor 1µF/35V dan 10µF/35V

Pendukung : Multimeter digital

Osiloskop

IV. Langkah Kerja

Modul Praktikum Dasar Elektronika


Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 3
1. Proses Penyearahaan Gelombang menggunakan centre tapped

a. Siapkan papan plug-in, sumber tegangan AC, 2 buah dioda


1N4002, penghambat 1kΩ, multimeter digital dan osiloskop.

b. Dengan keadaan sumber tegangan AC mati, rangkai Gambar 3.1


pada papan plug-in.

Gambar 3.1

c. Hidupkan sumber tegangan AC.

d. Dengan menggunakan mulltimeter digital yang diatur untuk


pengukuran AC, ukur tegangan pada titik A, kemudian isikan
hasilnya pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1

Hasil pengukuran
Hasil pengukuran multimeter
osiloskop
Pengukuran Pengukura
Pengukuran Nilai puncak
x√2 n xπ
VA (volt) - - 11,99 V 16 V
VB (volt) - - 10,17 V 14,6 V

e. Dengan menggunakan multimeter digital yang diatur pada


pengukuran DC ukur tegangan di titik B, kemudian isikan pada
Tabel 3.1.

Modul Praktikum Dasar Elektronika


Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 4
f. Dengan mnggunakan osiloskop yang diatur pada opengukuran DC,
hubungkan Ch.1 ke titik A dan Ch.2 ke titik B. Tempatkan pembacaan
Ch.1 pada bagian atas tampilan osiloskop dan Ch.2 pada bagian bawah.
Sket gambar yang tampak pada Grafik 1 dan isikan hasil pengamatan
ppada Tabel 3.1.

g. Matikan sumber tegangan AC.

h. Lengkapi Tabel 3.1.

i. Terlihat dari pengamatan bahwa bagian negatif sinyal AC sudah


diubah menjadi positif, sedangkan bagian positif tetap ada.

2. Pengaruh Kapasitor Penghalus

a. Siapkan kapasitor 1µF/35V, kapasitor elektrolit 10µF/35V, dan


penghambat 1kΩ.

b. Dengan masih menggunakan rangkaian seperti gambar 3.1,


tambahkan kapasitor pada bagian rangkaian sepertii yang
dinyatakan dengan garis putus-putus.

c. Hubungkan multimeter yang telah diatur pada pengukuran DC


dengan titik B.

d. Hidupkan sumber tegangan AC dan sket sinyal yang tampak pada


osiloskop pada Grafik 3.2.

Modul Praktikum Dasar Elektronika


Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 5
e. Lihat hasil pengukuran multimeter dan isikan pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2

Pengukuran Pengukuran
Kapasitor Hambatan osiloskop multimeter
No
(µF) (Ω) Vr puncak-puncak Tegangan Rata-rata
(volt) (DC) (volt)
1 1 µF/35 V 1 kΩ 14,6 V 10,17 V
2 1 µF/35 V 4,7 kΩ 10,5 V 11,54 V
3 10 µF/35 V 1 kΩ 7V 12,8 V
4 10 µF/35 V 4,7 kΩ 2,5 V 14,83 V

f. Terlihat pada hasil pengukuran bahwa degan menggunakan


kapasitor hasil penyearah mendekati sinyal DC. Tampak masih
terdapat sisa-sisa gelombang pada titik B. Sinyal ini disebut riak
(ripple) dan dinyatakan besarnya oleh tegangan riak (Vr). Untuk
mengukur besarnya tegangan riak tersebut maka dilakukan
prosedur percobaan berikut.

g. Atur pengukuran untuk h.2 osiloskop pada pembacaan AC.

h. Atur tegangan puncak ke puncak riak titik B dan isikan hasilnya


pada Tabel 3.2.

i. Matikan sumber tegangan AC.

j. Tukar kapasitor 1µF/35V dengan 10µF/35V.

k. Lihat hasil pengukuran titik B osiloskop dan mulltimeter digital,


kemudian catat hasilnya pada Tabel 3.2.

Modul Praktikum Dasar Elektronika


Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 6
l. Matikan sumber tegangan AC.

m. Tukar penghambat 1kΩ dengan penghambat 4,7kΩ.

n. Lihat hasil pengukuran titik B pada osiloskop dan multimeter


digital, kemudian catat hasilnya pada Tabel 3.2.

o. Matikan sumber tegangan AC.

p. Lepaskan penghambat 4,7kΩ.

q. Lihat hasil pengukuran titik B pada osiloskop dan multimeter


digital, kemudian catat hasilnya pada Tabel 3.2.

r. Ubah pengatran Ch.2 osiloskop menjadi pengukuran DC.


Tempatkan Ch.1 pada bagian atas tampilan osiloskop dan Ch.2 di
bawahnya.

s. Sket gambar yang tampak pada osiloskop pada Grafik 3.3.

V. Tugas

Buatlah Kesimpulan dari hasil percobaan di atas?

Modul Praktikum Dasar Elektronika


Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 7
Modul Praktikum Dasar Elektronika
Laboratorium Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Page 8