Anda di halaman 1dari 30

Gangguan Disosiasi

Andi Suheyra Syauki


Department of psychiatry
Faculty of Medicine
Hasanuddin University

1 11/7/2018
Pendahuluan
 Reaksi Disosiasi adalah pemisahan satu atau lebih komponen sistem
kepribadian dari lain-lainnya.
 Proses pemisahan ini dimulai sebagai suatu pertahanan ego, sebagai
suatu usaha memisahkan sesuatu yang membangkitkan kecemasan,
dengan tujuan memberi jarak terhadap kecemasan tsb.
 Tapi pemisahan ini menyebabkan kerusakan ego, sebagai gangguan
hubungan dengan sekelilingnya.
 Pada disosiasi yang ringan pasien merasa tidak akrab dengan
tempatnya, peristiwa dan bahkan terhadap diri menjadi tidak akrab
 Pada disosiasi yang lebih berat pasien merasa dunianya menjadi
asingnya dan merasa dirinya di alam mimpi

2 11/7/2018
Disosiasi Normal
 Digunakan untuk lari dari ketegangan emosional yang
berat atau kecemasan
 Bersifat sementara
 Dampak dari berita buruk atau malapetaka
 Segala sesuatunya secara tiba-tiba menjadi asing dan
berbeda, tidak alami, jauh, tak nyata, berkabut atau
terlalu jelas dan nyata.
 Contoh : dreamlike state, amnesia massive

3 11/7/2018
Disosiasi Abnormal
 Disosiasi yang terlalu kuat, bertahan lama atau lepas dari
kendali diri.
 Bila menyebabkan pemisahan dari sekitarnya yang benar-
benar mengganggu hubungan dengan objek disekitarnya.
 Perasaan keterasingan dan depersonalisasi dan
berkembang sebagai pertahanan terhadap kecemasan,
sebagai usaha membuang jauh peristiwa yang tak dapat
diterima atau bencana yang hebat, usaha menyangkali
kenyataan.
 Bentuk kecemasan perpisahan yang memburuk dari
kecemasan yang sebenarnya.

4 11/7/2018
Definisi Disosiasi
Reaksi Disosiasi adalah suatu usaha untuk melarikan diri dari
ketegangan atau kecemasan melalui pemisahan beberapa
bagian dari fungsi kepribadian dari lainnya.
Nampak sebagai : (1) bentuk segala yang akrab menjadi
asing, (2) penarikan diri dari dunia nyata ke dunia fantasi,
(3) amnesia yang luas dimana individu melupakan
kebanyakan atau seluruh masa lalunya (amnesia massive,
fugue, multiple personality)

5 11/7/2018
Macam-macam disosiasi
Dibedakan dalam tiga kelompok :
1. Estrangement, termasuk depersonalisasi, menunjukkan usaha
meniadakan kenyataan, keakraban, kepemilikan terhadap
sesuatu, tempat, orang, peristiwa, dan situasi.
2. Dreamlike state, keadaan dimana seseorang agak melupakan
sekelilingnya. Contohnya : fugue, sleepwaking/somnabulisme,
hysterical convulsive, trance.
3. Massive amnesia, mengeluarkan seseorang dari masa lalunya
sendiri, dan menghilangkan nya dari identitas dirinya, mereka
membagi kepribadiannya menjadi dua atau lebih kepribadian
semu dan tidak sempurna. Contohnya : Multiple Personality
(Kepribadian Ganda)

6 11/7/2018
Estrangement
 Suatu manifestasi dari dissosiasi yang mencoba lari dari
ketegangan emosional berlebihan dan kecemasan yang tercipta dari
suatu pemisahan dalam sistem kepribadian.
 Suatu perasaan yang tidak dikenal dan tak terpengaruh dari suatu
pengalaman yang akrab / dikenal dimana pasien menemukan
kesulitan memikulnya.
 Jika berkembang berhubungan dengan objek, orang, peristiwa atau
situasi, disebut object estrangement
 Jika berkembang berhubungan dengan tubuh seseorang, bagian
tubuh atau body image, disebut somatic estrangement.
 Jika berkembang berhubungan dengan diri atau image diri (self-
image), disebut self estrangement atau depersonalisasi.

7 11/7/2018
Dreamlike States
 relatif jarang terjadi.
 Contohnya : somnambulisme / sleepwalking, trans dan
stupor psikogenik.
 Pada somnabulisme terlihat matanya terbuka lebar, tapi
kenyataannya tidak ada kontak yang normal dengan
lingkungannya.
 Pada somnabulisme kesadarannya berubah.
 Pada somnabulisme dapat menceritakan pengalamannya dalam
tidurnya. .
 Pasien psikogenik trans atau stupor biasanya tidak dapat
menceritakan pengalamannya.

8 11/7/2018
Massive Amnesia
 Bentuk kharakteristik disosiasi yang sebenarnya
 Massive Amnesia dibedakan atas :
(1). Massive Amnesia without fugue,
(2) Massive Amnesia with fugue dan
(3) Dissociated personalty (Kepribadian Dissosiatif).

9 11/7/2018
Dinamika dan latar belakang
perkembangan

 Disosiasi bertujuan untuk mempertahankan secara


keseluruhan integrasi ego dengan pengurangan rentang ego,
dengan penyisihan beberapa fungsi ego.
 Penyisihan dengan cara penyangkalan kenyataan atau
keakraban terhadap sesuatu yang dirasa untuk pemisahan
dari segmen besar fungsi integrasi kepribadian secara social,
sebagai cintih dissosiasi dari kepribadian.
 Semua disosiasi mempunyai imbangan normal

1
11/7/2018
0
 Ditunjukkan dalam pengalaman yang biasa terhadap
keterasingan dan depersonalisasi.
 Timbul akibat dari stress external atau internal yang hebat, dan
dibawah keadaan yang sangat monoton atau kehilangan.
 Kenyataannya reaksi dissosiasi kesemuanya memiliki imbangan
normal tentunya tidak membuat mereka normal.
 Dissosiasi sebagai pernyataan patologik yang berlebih-lebihan
dan penggunaan yang tidak efektif dari mekanisme pertahanan
pada setiap manusia yang berada dalam organisasi ego
unconscious.

1
11/7/2018
1
Gangguan Depersonalisasi
Definisi :
Gangguan Depersonalisasi adalah gangguan dissosiasi menetap,
dengan episode berulang dari perasaan lepas dari diri dan badan
seseorang, perasaan seperti mesin atau ada dalam suatu mimpi.
Etiologi
Faktor pencetus stres berat, ansietas, dan depresi.
Epidemiologi
Gangguan ini jarang,. lebih sering pada wanita, jarang pada usia
diatas 40 an bersifat intermittent (sebentar-sebentar).

1
11/7/2018
2
Gangguan Depersonalisasi
Gambaran Klinik
1. Perasaan keterasingan yang menetap dan berulang-ulang
mengenai diri.
2. Pasien menyadari dan terganggu oleh keterasingan dari
kenyataan.
3. Uji realitas normal.
4. Penyimpangan perasaan terhadap waktu dan ruang.
5. Anggota badan dirasakan terlalu besar atau terlalu kecil.
6. Derealisasi.
7. Orang lain mungkin tampak seperti robot.
8. Pusing, depresi, obsesi, ansietas dan preokupasi somatik biasanya
terjadi.

1
11/7/2018
3
Gangguan Depersonalisasi
Diagnosa Banding
1. Gangguan mood.
2. Skizofrenia,
3. Penyalah gunaan zat psikoaktif.
4. Tumor otak dan,
5. Gangguan kejang.
Perjalanan penyakit dan Prognosis
Onset tiba-tiba dan cenderung kronis.
Penatalaksanaan
 Pengobatan tergantung gejala yang mendasari.
 Bila ansietas dapat diberikan anti ansietas
 psikoterapi supportif dan terapi berorientasi tilikan.

1
11/7/2018
4
Kesurupan (Trance)
Definisi
Kesurupan atau trance adalah suatu perubahan kesadaran yang ditandai oleh
tanggapan yang berkurang atau secara selektif yang mengarah pada rangsangan
lingkungan. Pada anak-anak ini mungkin terjadi akibat penganiayaan atau trauma
fisik. Keadaan kesurupan atau trance merupakan suatu bentuk disosiasi yang
aneh dan tidak sempurna.
Etiologi
Etiologi dari gangguan ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi agama pada
beberapa kebudayaan diakui pada kenyataannya bahwa pada praktek konsentrasi
mungkin dapat menyebabkan berbagai fenomena disosiasi seperti gangguan
halusinasi paralisis dan gangguan sensorik lain. Hypnosa juga mungkin
mengakibatkan keadaan trance pada diri sendiri, tetapi kadang-kadang
memperpanjang keadaan trance.

1
11/7/2018
5
Kesurupan (Trance)
Gambaran Klinik dan Diagnosa
Keadaan ini biasanya dijumpai pada pertemuan spiritual. Individu yang menjadi
medium pada pertemuan ini masuk dalam keadaan disosiatif. Selama periode ini
seseorang dari alam arwah mengambil alih kesadarannya dan mempengaruhi
pikiran dan bicaranya.
Dalam pedoman diagnostik PPDGJ - III gangguan ini ditandai dengan adanya :
1. Kehilangan sementara aspek penghayatan akan identitas diri dan kesadaran
terhadap lingkungan. Pada beberapa kejadian, individu berperilaku seakan-
akan ia dikuasai oleh kepribadian lain, kekuatan gaib, malaikat atau
“kekuatan lain”
2. Bersifat “involunter” (diluar kemauan individu), bukan aktivitas yang biasa,
dan bukan kegiatan keagamaan ataupun budaya.
3. Tidak ada penyebab organik (misalnya, epilepsi lobus temporalis,cedera
kepala, intoksikasi zat psikoaktif) dan bukan bagian dari gangguan jiwa
tertentu.

1
11/7/2018
6
Kesurupan (Trance)
Penatalaksanaan :
1. Farmakoterapi
Biasanya keadaan ini akan hilang dengan sendirinya dan kembali
seperti sebelumnya
Benzodiazepin digunakan bila ada kecemasan atau ketegangan
motorik
2. Psikoterapi
Psikoterapi berorientasi tilikan digunakan untuk mengerti prinsip-
prinsip dinamik dan konflik yang mendasari gejala.
Terapi perilaku digunakan untuk menginduksi relaksasi .

1
11/7/2018
7
Fugue Psikogenik
Definisi
Fugue Psikogenik adalah kehilangan secara tiba-tiba ingatan yang
berat berhubungan dengan perjalanan, sering kali jauh dari rumah,
dan mengambil identitas baru.
Epidemiologi .
Jarang terjadi, lebih sering mengikuti bencana dan peperangan,
tidak ada perbedaan seks ratio dan onset umur.
Etiologi
Predisposisi pengguna alkohol berat, kepribadian histrionik,
ambang, dan schizoid.
Dicetuskan oleh trauma emosional.

1
11/7/2018
8
Fugue Psikogenik
Gambaran klinik
Tiba-tiba kehilangan ingatan yang berhubungan dengan
maksud tertentu, perjalanan tanpa kebingungan, sering
kali untuk jangka waktu yang diperpanjang. Kehilangan
ingatan yang menyeluruh untuk kehidupan masa lalu
tanpa kehilangan kesadaran..Assumsi tampak normal,
identitas baru tidak aneh. Kebingungan dan disorietasi
dapat terjadi.

1
11/7/2018
9
Fugue Psikogenik
Perjalanan penyakit
Biasanya singkat, dapat berakhir dalam beberapa bulan dan
perjalanan yang jauh.
Sembuh secara sempurna dan cepat, beberapa dapat berulang.
Diagnosa banding
1. Gangguan Mental Organik
2. Epilepsi Lobus Temporalis
3. Amnesia Psikogenik
4. Malingering
Penatalaksanan
Hipnosis, wawancara amytal,

2
11/7/2018
0
Amnesia Psikogenik
Definisi :
Amnesia Psikogenik adalah kehilangan tiba-tiba ingatan pribadi
yang penting dengan kapasitas belajar materi yang baru
dipertahan. Tidak ada bukti etiologi organic.
Gambaran klinik :
 Kehilangan ingatan yang tiba-tiba biasanya dicetuskan oleh trauma
emosional.
 Pasien siap siaga dan sadar terhadap kehilangan.
 Amnesia terbatas pada peristiwa jangka pendek.
 Kesadaran berkabut.

2
11/7/2018
1
Epidemiologi :
Gangguan ini merupakan gangguan dissosiasi yang paling sering. Lebih
sering mengikuti suatu bencana atau selama perang. Wanita lebih
sering daripada laki-laki, remaja dan dewasa muda.
Etiologi :
Dicetuskan oleh trauma emosional dan tanpa penyebab organik.
Laboratorium dan tes psikologik .
Harus disingkirkan kemungkinan gangguan organik dengan
pemeriksaan laboratorium klinik rutin sesuai indikasi. Wawancara
dengan amytal dapat menolong untuk membedakan antara organik dan
amnesia psikogenik, pasien amnesia organik cenderung lebih buruk
dibawah pengaruh amytal, dan pasien amnesia psikogenik dapat
kembali ingatannya.

2
11/7/2018
2
Psikodinamika :
Kehilangan ingatan diyakini sekunder dari konflik psikologik.
mekanisme pertahanan yang digunakan denial dan dissosiasi
Diagnosa Banding
1. Gangguan Mental Organik, tidak berhubunga dengan stres, lebih
sering pada
2. Malingering, dengan sadar memalsukan kehilangan ingatan untuk
tujuan sekunder.
Perjalanan penyakit dan prognosis
Dapat hilang tiba-tiba dan beberapa kasus dapat berulang kembali
Penatalaksanaan
Hipnosis,
barbiturat jangka pendek (amytal),
psikoterapi (individual, kelompok, supportif dan berorientasi tilikan)

2
11/7/2018
3
Gangguan Kepribadian Ganda
Merupakan suatu gangguan disosiasi kronik dan kompleks yang
ditandai adanya dua atau lebih kepribadian yang khas pada
seseorang, dan hanya satu yang tampil untuk setiap saat. Masing-
masing kepribadian tersebut memiliki ingatan, perilaku dan
kesenangan sendiri-sendiri, yang mungkin sangat berbeda dengan
kepribadian premorbidnya.

2
11/7/2018
4
2
11/7/2018
5
Etiologi :
Trauma masa kanak-kanak sebagai faktor pencetus.
Putnam dkk, melaporkan 97 % pasien mengalami trauma masa kanak-
kanak yang sangat bermakna.
Adapun jenis traumanya termasuk penganiayaan seksual (83%),
perzinaan (68 %), penyiksaan fisik (75 %), dan 45 % melaporkan
menyaksikan kematian dengan kekerasan pada masa kanak-kanak.

Epidemiologi
Dimulai sejak masa kanak-kanak,
Baru datang untuk mendapatkan pelayanan medis setelah usia diatas 20
tahunan atau awal 30 tahunan.
3-9 kali lebih sering dijuampai pada wanita daripada pria

2
11/7/2018
6
Gangguan Kepribadian Ganda
Gambaran Klinis
1. Didapatkannya paling tidak dua kerpibadian yang berkembang secara penuh,
dimana masing-masing memiliki ingatan, pola perilaku dan hubungan sosial
yang khas. Dalam bentuk yang lazim dengan dua kepribadian, salah satu
biasanya lebih dominan dari yang lain yang disebut kepribadian “alternans”.
Kepribadian alternans ini menurut Putnam dkk, biasanya adalah anak-anak (85
% kasus). Perubahan dari kepribadiaan ke lainnya pada mulanya terjadi
mendadak dan berkaitan erat dengan peristiwa traumatik. Selanjutnya
seringkali terbatas pada adanya peristiwa yang penuh stres atau traumatik.
2. Gangguan ini juga biasanya disertai gejala-gejala lain seperti cemas, depresi,
somatoform, perilaku destruktif, fobia, dan halusinasi, dan gejala-gejala
schneiderian tingkat pertama.
3. Pengalaman yang sering dialami oleh pasien dengan gangguan ini,adalah
mendengarkan kepribadian alternans yang berbicara kepadanya atau
mengadakan pembicaraan dalam kepalanya.

2
11/7/2018
7
Gangguan Kepribadian Ganda
Laboratorium dan Tes Psikologik
Wawancara amytal dan hypnosis dapat menolong menjelaskan diagnosis. Pada beberapa
penelitian positron emission tomography (PET) scans dan aliran darah otak ternyata
berbeda diantara beberapa kepribadian yang berbeda pada orang yang sama.
Psikodinamika
Penganiayaan psikologik dan fisik yang berat (paling sering seksual) pada anak-anak dapat
menyebabkan amat membutuhkan untuk menjauhkan diri dari horror dan kenyerian.
Kebutuhan untuk menjauh menyebabkan perpecahan aspek-aspek yang berbeda dari
kepribadian yang asli. Setiap kepribadian mengekspresikan beberapa kebutuhan emosi
dan keadaan yang penting misalnya kemarahan, seksualitas, keelokan, kompetensi,
dimana kepribadian yang asli tidak terekspresikan
Diagnosa Banding
1. Skizofrenia
2. Malingering
3. Gangguan Kepribadian Ambang

2
11/7/2018
8
Gangguan Kepribadian Ganda
Perjalanan Penyakit Dan Prognosa
Gangguan dissosiasi yang paling berat dan kronis, kesembuhan tidak
sempurna
Penatalaksanaan
1. Farmakoterapi
Tidak ada terapi definitif untuk gejala “inti” dari gangguan ini. Obat-
obatan yang telah dicobakan meliputi antidepresi, lithium,
carbamazepin, dan golongan benzodiazepin.
2. Psikoterapi
Psikoterapi untuk memperbaiki kemampuan fungsional pasien.Yang
diberikan adalah psikoterapi berorientasi dinamik dan hipnoterapi.

2
11/7/2018
9
Terima Kasih

3
11/7/2018
0