Anda di halaman 1dari 22

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com DISUSUN OLEH — AMALDO FIRJARAHADI TANE — PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page 1
KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com DISUSUN OLEH — AMALDO FIRJARAHADI TANE — PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page 1
KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com DISUSUN OLEH — AMALDO FIRJARAHADI TANE — PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page 1
KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com DISUSUN OLEH — AMALDO FIRJARAHADI TANE — PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page 1

DISUSUN OLEH

AMALDO FIRJARAHADI TANE

KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com DISUSUN OLEH — AMALDO FIRJARAHADI TANE — PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page 1
KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com DISUSUN OLEH — AMALDO FIRJARAHADI TANE — PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page 1

KODE: 116

1.

KODE: 116 1. www.amaldoft.wordpress.com  MATERI: STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR  Di soal diketahui

www.amaldoft.wordpress.com

MATERI: STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

Di soal diketahui bahwa unsur A memiliki nomor atom 16. Ingat, bahwa jumlah neutron suatu unsur dan ionnya bernilai sama, yang membedakannya hanyalah nomor atom (Z) atau jumlah proton atau jumlah elektron.

Ion A 2- punya 18 elektron dalam bentuk anion (ion negatif) karena suatu unsur dalam bentuk ion negatif menangkap elektron sebanyak faktor valensi ion yang

ditangkapnya.

Sebanyak 2 elektron yang ditangkap dari unsur A berada pada tingkat subkulit terendah, yaitu subkulit s. Jadi, konfigurasi elektron ion A 2- kelebihan 2 elektron pada subkulit s terakhirnya (terluar):

16 A = 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6

16 A 2- = 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2

2.

JAWABAN: E

2 2 p 6 3 s 2 3 p 6 4 s 2 2.  JAWABAN:

MATERI: KIMIA ORGANIK

Dalam senyawa organik untuk membentuk suatu orbital hibrida dibentuk oleh dua buah ikatan kimia, yaitu ikatan sigma (σ) dan ikatan pi (π). Materi ini biasanya ada di bagian stereokimia kimia organik.

Ikatan sigma adalah ikatan kimia yang paling sering terdapat pada atom senyawa organik berikatan tunggal. Biasanya berbentuk tetrahedral (AX 4 ) dengan sudut 109,5°. Ikatan ini terbentuk akibat tumpang tindih orbital-orbital di sekelilingnya sehingga jika ditinjau akan tergambar secara horizontal seperti pada gambar di samping.

jika ditinjau akan tergambar secara horizontal seperti pada gambar di samping. PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page
jika ditinjau akan tergambar secara horizontal seperti pada gambar di samping. PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page
jika ditinjau akan tergambar secara horizontal seperti pada gambar di samping. PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017 Page

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

Berbeda dengan ikatan pi, yaitu ikatan kimia kovalen yang dua cuping orbital atom yang berlektron tunggal bertumpang tindih

dengan dua cuping orbital atom lainnya yang juga berelektron tunggal. Hanya terdapat satu bidang simpul dari orbital yang melewati dua inti atom. Pada gambar di samping, ikatan pi memiliki bidang tegak lurus dengan atom yang terikat sehingga tergambarkan secara vertikal.

atom yang terikat sehingga tergambarkan secara vertikal.  Nah, senyawa organik di soal memiliki gugus fungsi

Nah, senyawa organik di soal memiliki gugus fungsi nitril (CN). Dalam kimia organik, senyawa nitril sering diawali kata ―siano‖. Namun, dalam kimia anorganik, senyawa nitril digantikan dengan nama sianida. Perbedaannya adalah nitril tidak beracun seperti sianida. Nah, struktur asetonitril seperti yang tertera di soal dan

Nah, struktur asetonitril seperti yang tertera di soal dan gambar di samping mengandung sebuah ikatan rangkap

gambar di samping mengandung sebuah ikatan rangkap tiga antar atom C dan nitrogen serta ikatan tunggal antaratom C. Atom C yang ditengah terikat oleh dua buah atom lainnya, yaitu atom N dan atom

C.

Karena tiap atom nitrogen membentuk ikatan kovalen dengan atom C lainnya, maka hanya ada 2 buah orbital, yaitu orbital s dan p, yang membentuk sudut 180° untuk meminimumkan gaya tolak-menolak antarelektron sehingga membentuk sebuah ikatan sigma dan dua buah ikatan pi.

Berdasarkan konfigurasi elektron atom nitrogen ( 7 N) di bawah ini, setelah hibridisasi (pembastaran) atom C yang terikat rangkap tiga dengan atom N terikat pada subkulit sumbu p x (warna merah) sementara sumbu p y dan p z (warna hijau) tempat terjadinya ikatan rangkap tiga.

p z (warna hijau) tempat terjadinya ikatan rangkap tiga.  Dikarenakan pada pembastaran di atas terikat

Dikarenakan pada pembastaran di atas terikat pada sebuah subkulit s dan sebuah subkulit p (yaitu p x ), maka tipe hibridisasinya adalah sp.

JAWABAN: E

p (yaitu p x ), maka tipe hibridisasinya adalah sp .  JAWABAN: E PEMBAHASAN SBMPTN
p (yaitu p x ), maka tipe hibridisasinya adalah sp .  JAWABAN: E PEMBAHASAN SBMPTN

KODE: 116

3.

KODE: 116 3.  MATERI: STOIKIOMETRI  Di soal diketahui dan ditanya data:  Volume NH

MATERI: STOIKIOMETRI

Di soal diketahui dan ditanya data:

Volume NH 4 I = 40 mL

[NH 4 I] = 0,5 M

Massa MI = 4,70 gram

A r M = … ?

www.amaldoft.wordpress.com

Untuk mendapatkan nilai massa atom relatif M bisa didapatkan dari konsep mol, yaitu membagi massa MI yang terbentuk dengan mol MI yang terbentuk, lalu nanti dicari lagi dengan konsep massa molekul relatif (M r ).

Nilai M r senyawa MI bisa kita dapatkan dengan reaksi stoikiometri setara di bawah ini, lalu membandingkan koefisiennya:

MNO 3 (aq) + NH 4 I (aq) MI (s) + NH 4 NO 3 (aq)

Mol NH 4 I = 0,04 L x 0,5 M = 0,02 mol

Mol MI (ditanya) = koefisien MI (ditanya) x mol NH 4 I (diketahui) koefisien NH 4 I (diketahui) 1 x 0,02 mol

=

1

= 0,02 mol MI

Dalam 4,7 gram senyawa MI dengan jumlah mol 0,02 mol bisa dipastikan dengan konsep mol bahwa massa molekul relatif (M r ) senyawa tersebut adalah 235

sehingga nilai A r M adalah:

M r MI = A r M + A r I 235 = A r M + 127 A r M = 108

Dalam tabel periodik, unsur M yang dimaksud adalah unsur Ag.

JAWABAN: C

 Dalam tabel periodik, unsur M yang dimaksud adalah unsur Ag.  JAWABAN: C PEMBAHASAN SBMPTN
 Dalam tabel periodik, unsur M yang dimaksud adalah unsur Ag.  JAWABAN: C PEMBAHASAN SBMPTN

KODE: 116

4.

KODE: 116 4.  MATERI: STOIKIOMETRI  Di soal diketahui dan ditanya data:  n Ba(OH)

MATERI: STOIKIOMETRI

Di soal diketahui dan ditanya data:

n Ba(OH) 2 = 7,5 mmol = 0,0075 mol

Volume H 3 PO 4 = 50 mL

[H 3 PO 4 ] = 0,15 M

[H 3 PO 4 ] akhir = … M ?

www.amaldoft.wordpress.com

Untuk mendapatkan konsentrasi asam fosfat setelah reaksi, kita dapat menggunakan konsep MBS (Mula-mula, Bereaksi, Sisa). Nantinya pasti ada senyawa bagian

reaktan yang bertindak sebagai pereaksi pembatas. Perhatikan skema reaksi berikut!

n H 3 PO 4 = 0,05 L x 0,15 M = 0,0075 mol

3Ba(OH) 2 (s)

+

2H 3 PO 4 (aq)

Ba 3 (PO 4 ) 2 (aq)

+

6H 2 O (l)

M

0,0075 mol

0,0075 mol

-

-

B

-0,0075 mol

-0,005 mol

+0,005 mol

+0,005 mol

S

-

0,0025 mol

+0,005 mol

+0,005 mol

Tersisa sebanyak 0,0025 mol asam fosfat pada label ―S‖, sehingga banyaknya konsentrasi asam fosfat setelah reaksi adalah konsentrasi dalam volume total reaktan yang digunakan:

[H 3 PO 4 ] akhir = n H 3 PO 4 akhir volume reaktan

JAWABAN: D

= 0,0025 mol 0,05 L = 0,05 M

3 PO 4 akhir volume reaktan  JAWABAN: D = 0,0025 mol 0,05 L = 0,05
3 PO 4 akhir volume reaktan  JAWABAN: D = 0,0025 mol 0,05 L = 0,05

KODE: 116

5.

KODE: 116 5.  MATERI: STOIKIOMETRI  Di soal diketahui dan ditanya data: www.amaldoft.wordpress.com  Jenis

MATERI: STOIKIOMETRI

Di soal diketahui dan ditanya data:

www.amaldoft.wordpress.com

Jenis tabung = isokhorik (volume tetap) dan isotermis (suhu tetap)

m H 2 = 6 gram

P o = 12 atm

P 1 = 40 atm

Massa gas total = … gram?

Gas yang dimaksud di soal mungkin adalah jenis gas ideal. Berdasarkan persamaannya di bawah ini, nilai V adalah konstan sehingga bisa dihilangkan, begitu juga dengan nilai R karena sebuah tetapan, dan nilai T juga konstan karena

suhu pada soal tidak berubah sehingga disebut juga kondisi isotermis. PV = nRT P = n Tekanan = jumlah mol

Perbandingan tekanannya bukanlah tekanan awal dan akhir (tekanan total), tetapi

perbandingan tekanan sebelum di tambah gas Ne dan saat tekanan setelah ditambah gas Ne atau dengan kata lain tekanan masing-masing gas.

Tekanan total = tekanan awal + tekanan akhir 40 atm = 12 atm + tekanan akhir

Tekanan akhir = tekanan gas Ne = 28 atm

Cukup perbandingan antara tekanan banding mol, yang nantinya didapatkan massa gas Ne yang ditambahkan, sebagai berikut.

P o gas H 2 = P t gas Ne

n H 2 n Ne

12

atm = 6 gram/2

n Ne = 7 mol

28

atm

n Ne

Dalam 7 mol gas Ne (A r = 20) terdapat massanya 140 gram

Jadi, massa gas totalnya adalah 140 gram (Ne) + 6 gram (H 2 ) atau 146 gram

JAWABAN: D

gas totalnya adalah 140 gram (Ne) + 6 gram (H 2 ) atau 146 gram 
gas totalnya adalah 140 gram (Ne) + 6 gram (H 2 ) atau 146 gram 

KODE: 116

6.

KODE: 116 6.  MATERI: TERMOKIMIA  Di soal diketahui dan ditanya data:  m LiCl

MATERI: TERMOKIMIA

Di soal diketahui dan ditanya data:

m LiCl = 4,25 gram

Volume H 2 O = 365,75 mL

ΔH h = -37 kJ/mol

ΔT = (27,5 25)°C = 2,5°C

c LiCl = … J/g.°C ?

www.amaldoft.wordpress.com

Di soal tertera bahwa kalorimeter sederhana tersebut kapasitas kalornya diabaikan, artinya kalorimeter tersebut berjenis kalorimeter yang terbuat dari styrofoam dengan kondisi isobarik. Jenis kalorimeter ini nilai kalor kalorimeter (q kal ) dianggap nol karena tidak menyerap panas. Besarnya harga entalpi bisa ΔH h dianggap sama

dengan negatif kalor larutan (q lar ):

ΔH f = - (q lar + q kal ) ΔH f = - (q lar + 0) ΔH f = - q lar = - (m lar . c lar . ΔT)

Nilai entalpi pelarutan LiCl bernilai -37 kJ untul 1 mol LiCl, namun kita memerlukan ΔH h LiCl untuk 4,25 gram!

n

LiCl = 4,25 gram/42,5 = 0,1 mol

ΔH h LiCl (1) = n LiCl (1)

ΔH h LiCl (2)

n LiCl (2)

-37 kJ = 1 mol

 

x 0,1 mol

 

x

= -3,7 kJ

= -3700 J

Cari nilai kalor jenis LiCl!

Massa larutan pada persamaan kimia di atas adalah massa air yang bisa

didapatkan dari massa jenis (ρ) air:

ρ = massa air volume air 1 g/mL = massa air/365,75 mL m lar = 365,75 gram

massa air volume air 1 g/mL = massa air/365,75 mL  m l a r =
massa air volume air 1 g/mL = massa air/365,75 mL  m l a r =

KODE: 116

ΔH h = - q lar = - (m lar . c lar . ΔT) -3700 J = - (365,75 gram . c lar . (2,5°C)) c lar = 4,0 J/g.°C (pembulatan)

7.

JAWABAN: D

c l a r = 4,0 J/g.°C (pembulatan) 7.  JAWABAN: D www.amaldoft.wordpress.com  MATERI: LAJU

www.amaldoft.wordpress.com

MATERI: LAJU & ORDE REAKSI DAN PELURUHAN RADIOAKTIF

Soal ini bisa dikerjakan 2 buah cara. Pertama, dengan konsep laju dan orde reaksi satu; dengan bantuan kalkulator. Kedua, dengan konsep peluruhan radioaktif; tanpa kalkulator. Ingat, bahwa peluruhan radioaktif tergolong laju reaksi orde satu karena hanya bergantung pada jumlah nuklida radioaktif yang bereaksi.

CARA 1 (Konsep laju dan orde reaksi):

1) Dalam laju reaksi orde satu dikenal persamaan kimia yang didapatkan dari pengintegralan matematis hingga akhirnya didapatkan rumus di bawah ini. Nah, penjabaran lengkap dari mana rumus ini berasal bisa kalian cari di internet, ya. In [A] t = In [A] 0 kt … (persamaan a) t 1/2 = In 2 … (persamaan b)

k

2) Dari persamaan (b) di atas kita sudah dapat mencari nilai waktu paruh (t 1/2 ) zat

A, dengan mencari terlebih dahulu nilai k (tetapan laju reaksi) pada persamaan (a) sebagai berikut. (In dibaca logaritma natural)

In [A] t = In [A] 0 kt kt = In [A] 0 In [A] t kt = In [A 0 /A t ]

3)

k.(120 hari) = In [A 0 /A 0 /32]

120k = In [32] 120k = 3,465 k = 0,028875

Nilai In 32 sekitar 3,465

Cari nilai waktu paruh zat A!

t 1/2 = In 2

Nilai In 2 sekitar 0,693

k

t 1/2 =

0,693

0,028875

.

= 24 hari

= In 2  Nilai In 2 sekitar 0,693 k t 1 / 2 = 0,693
= In 2  Nilai In 2 sekitar 0,693 k t 1 / 2 = 0,693

KODE: 116

CARA 2 (Konsep peluruhan radioaktif):

www.amaldoft.wordpress.com

1)

Persamaan kimia peluruhan radioaktif adalah sebagai berikut.

2)

(N t /N 0 ) = (1/2) t/t1/2 dengan, N t = massa zat akhir N 0 = massa zat awal t = waktu awal reaksi t 1/2 = waktu paruh Cari nilai waktu paruh zat A! (N t /N 0 ) = (1/2) t/t1/2 (N o /32/N 0 ) = (1/2) 120 hari/t/12 (1/132) = (1/2) 120 hari/t1/2 t 1/2 = 24 hari

8.

JAWABAN: D

/ t 1 / 2 t 1 / 2 = 24 hari 8.  JAWABAN: D

MATERI: KESETIMBANGAN KIMIA

Dalam tabung tertutup bevolume 1 L terjadi reaksi seperti pada soal dengan komposisi konsentrasi masing-masing zat diketahui saat kesetimbangan. Nah, dari sini kita bisa mendapatkan jumlah mol masing-masing zat sebagai berikut.

[NO]= [Cl 2 ] = [NOCl] = n (NO , Cl 2 , dan NOCl) volume (L)

2 M = n (NO, Cl 2 , dan NOCl) 1 L

n (NO, Cl 2 , dan NOCl) = 2 mol

Untuk mencari ke arah mana sistem kesetimbangan bergeser, kita dapat mencari data tetapan kesetimbangan kedua (Q c ). Nanti data Q c ini dibandingkan dengan data K c reaksi kesetimbangan awal, yaitu:

1)

Jika Q c < K c reaksi bergeser ke arah kanan

2)

Jika Q c = K c reaksi tidak bergeser

reaksi bergeser ke arah kanan 2) Jika Q c = K c reaksi tidak bergeser PEMBAHASAN
reaksi bergeser ke arah kanan 2) Jika Q c = K c reaksi tidak bergeser PEMBAHASAN

KODE: 116

3) Jika Q c > K c reaksi bergeser ke arah kiri

Cari dahulu nilai K c awal reaksi!

K c = [Cl 2 ] [NO] 2 . [NOCl] 2

=

[2] [2] 2

[2] 2

= 2

.

Nah, mari kita periksa seluruh obsein!

www.amaldoft.wordpress.com

a) Tidak bergeser jika ditambahkan 1 mol NOCl dan 1 mol NO

n NO (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

n Cl 2 (penambahan) = 2 mol + 0 mol = 2 mol

n NOCl (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

Q c = [Cl 2 ] [NO] 2 [NOCl] 2

= [2] [3] 2 [3] 2

= 2

Q c = K c , jadi reaksi tidak bergeser. (BENAR)

b) Bergeser ke kanan jika ditambahkan 1 mol NOCl dan 1 mol NO

n NO (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

n Cl 2 (penambahan) = 2 mol + 0 mol = 2 mol

n NOCl (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

Q c = [Cl 2 ] [NO] 2 [NOCl] 2

= [2] [3] 2 [3] 2

= 2

Q c = K c , jadi reaksi tidak bergeser. (SALAH)

c) Bergeser ke kiri jika ditambahkan 1 mol NOCl dan 1 mol NO

n NO (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

n Cl 2 (penambahan) = 2 mol + 0 mol = 2 mol

n NOCl (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

Q c = [Cl 2 ] [NO] 2 [NOCl] 2

= [2] [3] 2 [3] 2

= 2

Q c = K c , jadi reaksi tidak bergeser. (SALAH)

[3] 2 [3] 2 = 2  Q c = K c , jadi reaksi tidak
[3] 2 [3] 2 = 2  Q c = K c , jadi reaksi tidak

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

d) Bergeser ke kiri jika ditambahkan 2 mol NOCl dan 1 mol NO

n NO (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

n Cl 2 (penambahan) = 2 mol + 0 mol = 2 mol

n NOCl (penambahan) = 2 mol + 2 mol = 4 mol

Q c = [Cl 2 ] [NO] 2 [NOCl] 2

= [2] [3] 2 [4] 2

= 1,125

Q c < K c , jadi reaksi bergeser ke kanan. (SALAH)

e) Tidak bergeser jika ditambahkan 2 mol NOCl dan 1 mol NO

n NO (penambahan) = 2 mol + 1 mol = 3 mol

n Cl 2 (penambahan) = 2 mol + 0 mol = 2 mol

n NOCl (penambahan) = 2 mol + 2 mol = 4 mol

Q c = [Cl 2 ] [NO] 2 [NOCl] 2

= [2] [3] 2 [4] 2

= 1,125

Q c < K c , jadi reaksi bergeser ke kanan. (SALAH)

9.

JAWABAN: A

jadi reaksi bergeser ke kanan. ( SALAH ) 9.  JAWABAN: A  MATERI: SIFAT KOLIGATIF

MATERI: SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Besar massa molekul relatif (M r ) senyawa M 2 X dapat dicari menggunakan persamaan kimia tekanan osmosis:

dengan, M = molaritas

Π = MRTi

R

= tetapan gas (L.atm/mol.K)

T

= suhu (K)

i = faktor Van’t Hoof

= MRTi R = tetapan gas (L.atm/mol.K) T = suhu (K) i = faktor Van’t Hoof
= MRTi R = tetapan gas (L.atm/mol.K) T = suhu (K) i = faktor Van’t Hoof

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

Cari nilai faktor Van’t Hoof! Ingat, bahwa elektrolik kuat terdisosiasi sempurna sehingga nilai derajat ionisasi (α) bernilai 1!

M 2 X

2M + + 1X 2-

(warna merah = n = banyak ion)

i = 1 + (n 1)α

i = 1 + (3 1)1

i = 3

Cari nilai M r M 2 X!

Π = MRTi Π = g . 1000 . R . T . i M r . V (mL) 9 atm = 15 gram . 1000 . 0,082 L.atm/mol.K . (27 + 273) K . 3 M r M 2 X . 1000 mL

10.

M r M 2 X = 123

JAWABAN: B

2 X . 1000 mL 10. M r M 2 X = 123  JAWABAN: B

MATERI: LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

Di soal diketahui dan ditanya data:

K a HOBr = 1 x 10 -9

pH = 10

[HOBr]/[OBr - ] = … ?

Senyawa asam hipobromit adalah senyawa asam lemah dengan rumus kimia HOBr atau HBrO. Nah, asam lemah ini dalam larutan NaOBr atau NaBrO membentuk suatu sistem larutan penyangga (buffer) karena terdiri dari komponen asam lemah HBrO dan basa konjugasi BrO - yang bersifat basa.

Besarnya perbandingan [HOBr] banding [OBr - ] bisa didapatkan dari reaksi ionisasi asam hipobromit karena konsep dasar dari nilai K a atau tetapan ionisasi asam pada larutan adalah kesetimbangan kimia. HOBr (aq) H + (aq) + OBr - (aq)

pH = 10 maka, [H + ] = 1 x 10 -10

⇌ H + (aq) + OBr - (aq)  pH = 10 maka, [H + ]
⇌ H + (aq) + OBr - (aq)  pH = 10 maka, [H + ]

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

Ingat, dalam kesetimbangan konsentrasi (K c ) yang dimasukkan adalah zat dalam fase larutan dan gas. Pada kondisi reaksi di atas, semua zat dapat dimasukkan ke dalam persamaan tetapan ionisasi asam (K a ) sebagai berikut. K a = [H + ] [OBr - ] [HOBr] 1 x 10 -9 = [1 x 10 -10 ] [OBr - ] [HOBr] [HOBr] = 1 x 10 -1 [OBr - ]

11.

JAWABAN: D

[HOBr] = 1 x 10 - 1 [OBr - ] 11.  JAWABAN: D  MATERI:

MATERI: KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (K sp )

Nilai data K sp dapat memprediksi seberapa banyak maksimum jumlah zat dapat larut dalam sebuah pelarut, dengan pemisalan setiap konsentrasi zat berwujud larutan (aq) dan gas (g) adalah s.

Cari besar kelarutan PbSO 4 ! PbSO 4 (s) 1Pb 2+ (aq) + 1SO 4 2- (aq)

Kelarutannya dengan konsep kesetimbangan:

K sp = [Pb 2+ ] [SO 4 2- ] 1,6 x 10 -8 = [s] [s] s = 1,265 x 10 -4

Kelarutannya dengan rumus cepat (banyak ion ditandai warna merah pada reaksinya):

s = pangkat 10 dari nilai K sp banyak ionnya

= -8

2

= -4

Cari besar kelarutan PbI 2 ! PbI 2 (s)

1Pb 2+ (aq) + 2I - (aq)

Kelarutannya dengan konsep kesetimbangan:

K sp = [Pb 2+ ] [I - ] 2

Kelarutannya dengan konsep kesetimbangan: K s p = [Pb 2 + ] [I - ] 2
Kelarutannya dengan konsep kesetimbangan: K s p = [Pb 2 + ] [I - ] 2

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

7,1 x 10 -9 = [s] [2s] 2 s = 1,922 x 10 -3 Kelarutannya dengan rumus cepat (banyak ion ditandai warna merah pada reaksinya):

s = pangkat 10 dari nilai K sp banyak ionnya

= -9

3

= -3

Dari uraian di atas sudah dapat disimpulkan bahwa kelarutan senyawa PbI 2 lebih besar daripada senyawa PbSO 4 , dipandang dari kelarutannya pada konsep kesetimbangan maupun rumus cepat.

Obsein B memiliki jawaban yang salah karena kelarutan PbSO 4 lebih kecil dibanding kelarutan PbI 2 , artinya PbSO 4 sukar larut sementara PbI 2 mudah larut. Jadi, tidak mungkin dong anion SO 4 2- ditambahkan lebih banyak, toh PbSO 4 sudah pasti sukar larut dan kalau ditambahkan lagi malah menjadi lebih sukar larut. Jadi, harus dibutuhkan anion I - lebih banyak agar PbI 2 yang semula mudah larut menjadi sukar larut akibat lewat batas maksimum jumlah zat terlarut PbI 2 yang ditambahkan.

JAWABAN: E

12.

zat terlarut PbI 2 yang ditambahkan.  JAWABAN: E 12.  MATERI: KIMIA ORGANIK  Ingat,

MATERI: KIMIA ORGANIK

Ingat, jika sebuah senyawa organik dioksidasi dengan KMnO 4 , K 2 Cr 2 O 7 , dan CrO 3 maka akan terjadi penambahan atom O pada bagian unsur lebih reaktif yang terikat pada senyawa tersebut. Bisa saja, ada unsur yang memiliki kereaktifan yang hampir sama (misal kereaktifan unsur A dalam wujud logam dan unsur B wujud nonlogam)

sama (misal kereaktifan unsur A dalam wujud logam dan unsur B wujud nonlogam) PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA
sama (misal kereaktifan unsur A dalam wujud logam dan unsur B wujud nonlogam) PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

kedua-duanya sama-sama mengalami oksidasi. Nah, hal ini berlaku pada soal ini, di mana terdapat gugus aldehid (CHO) dan alkohol (OH). Kedua-duanya hampir reaktif sehingga jika dioksidasi kedua gugus tersebut akan teroksidasi menghasilkan gugus yang baru, begitu pula nantinya menghasilkan senyawa yang baru.

Di bawah ini adalah skema oksidasi senyawa tersebut! 1) Ketika senyawa tersebut dioksidasi oleh KMnO 4 akan terjadi penambahan atom O pada kedua gugus fungsi, yaitu aldehid dan alkohol. Penambahan atom O pada gugus alkohol diletakkan pada atom H yang terdekat dari gugus alkohol, sedangkan penambahan atom O pada gugus aldehid dilakukan pada atom H yang terikat oleh gugus aldehid. Agar lebih paham perhatikan skema!

oleh gugus aldehid. Agar lebih paham perhatikan skema! 2) Senyawa pada bagian produk reaksi (1) di

2) Senyawa pada bagian produk reaksi (1) di atas mengandung dua buah gugus alkohol (OH) akibatnya kurang stabil. Untuk mencapai kestabilan, senyawa tersebut harus mengalami reaksi dehidrasi atau pelepasan gugus H 2 O (ditandai dengan coretan cokelat reaksi di bawah). Gambar di bawah ini menunjukkan skemanya. Mengapa atom O yang berikatan rangkap dengan C tetap berada di tempat gugus alkohol (OH) pada senyawa awalnya dan bukan di tempat gugus alkohol satunya lagi? Hal ini dipengaruhi oleh letak gugus fungsi utama (yaitu alkohol OH) pada senyawa yang akan dioksidasi tadi. Sementara pada bagian penambahan atom O satunya lagi, terlihat terbentuk gugus asam karboksilat (COOH) dan tidak perlu pelepasan gugus air di sini karena gugus asam karboksilat memang sudah stabil.

pelepasan gugus air di sini karena gugus asam karboksilat memang sudah stabil. PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017
pelepasan gugus air di sini karena gugus asam karboksilat memang sudah stabil. PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017
pelepasan gugus air di sini karena gugus asam karboksilat memang sudah stabil. PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

Dari kedua skema di atas, hasil oksidasi senyawa tersebut menghasilkan struktur yang mempunyai gugus fungsi keton dan asam karboksilat.

13.

JAWABAN: B

gugus fungsi keton dan asam karboksilat. 13.  JAWABAN: B  MATERI: REAKSI REDOKS  Untuk

MATERI: REAKSI REDOKS

Untuk mencari apakah sebuah reaksi termasuk reaksi redoks atau bukan, dapat dicari melalui biloks tiap-tiap unsur.

1)

2Al(OH) 3 Al 2 O 3 + 3H 2 O

Biloks Al = +3 (Al(OH) 3 ) +3 (Al 2 O 3 ) = bukan reduksi atau oksidasi

Bukan merupakan reaksi redoks. (SALAH)

2)

CaCO 3

CaO + CO 2

Biloks Ca = +2 (CaCO 3 ) +2 (CaO) = bukan reduksi atau oksidasi

Biloks C = +4 (CaCO 3 ) +4 (CO 2 ) = bukan reduksi atau oksidasi

Bukan merupakan reaksi redoks. (SALAH)

3)

MnSiO 3 MnO + SiO 2

Biloks Mn = +2 (MnSiO 3 ) +2 (MnO) = bukan reduksi atau oksidasi

Biloks Si = +4 (MnSiO 3 ) +4 (SiO 2 ) = bukan reduksi atau oksidasi

Bukan merupakan reaksi redoks. (SALAH)

4)

H 2 O 2

H 2 O

+

½ O 2

Biloks O = -1 (H 2 O 2 ) -2 (H 2 O) = reduksi

Biloks O = -1 (H 2 O 2 ) 0 (O 2 ) = oksidasi

Merupakan reaksi redoks. (BENAR)

JAWABAN: D

0 (O 2 ) = oksidasi  Merupakan reaksi redoks. ( BENAR )  JAWABAN: D
0 (O 2 ) = oksidasi  Merupakan reaksi redoks. ( BENAR )  JAWABAN: D

KODE: 116

14.

KODE: 116 14.  MATERI: ELEKTROKIMIA  Di soal diketahui data:  Volume CuSO 4 =

MATERI: ELEKTROKIMIA

Di soal diketahui data:

Volume CuSO 4 = 100 mL

[CuSO 4 ] = 0,1 M

Volume AgNO 3 = 100 mL

[AgNO 3 ] = 0,1 M (ralat soal)

i = 1 A

t = 60 detik

www.amaldoft.wordpress.com

Ingat, pada elektrolisis jumlah kuantitas yang sama adalah aliran arus listrik (i) yang

digunakan sehingga jumlah elektron (e) yang dibawa tiap satuan waktu (t) bernilai sama di katode maupun anode karena dihubungkan secara seri.

mol e =

i x t

.

96500

= 1 A x 60 detik = 0,000622 mol

96500

0,01 mol CuSO 4 serta 0,01 mol AgNO 3 di soal adalah jumlah mol total awal kedua senyawa saat dielektrolisis. Nah, di bawah ini tertera reaksi-reaksi yang terjadi di CuSO 4 dan AgNO 3 :

a) CuSO 4

Reaksi ionisasi: CuSO 4 Cu 2+ + SO 4

Reaksi katode: Cu 2+ + 2e Cu

Reaksi anode: 2H 2 O 4H + + O 2 + 4e

Reaksi elektrolisis: 2Cu 2+ + 2H 2 O 2Cu + 4H + + O 2

2-

b) AgNO 3

Reaksi ionisasi: AgNO 3 Ag + + NO 3

Reaksi katode: Ag + + e Ag

Reaksi anode: 2H 2 O 4H + + O 2 + 4e

Reaksi elektrolisis: 4Ag + + 2H 2 O 4Ag + 4H + + O 2

-

+ 4e  Reaksi elektrolisis: 4Ag + + 2H 2 O  4Ag + 4H +
+ 4e  Reaksi elektrolisis: 4Ag + + 2H 2 O  4Ag + 4H +

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

Analisis pernyataannya satu per satu!

1)

Massa Cu yang mengendap lebih besar daripada massa Ag

Massa Cu yang mengendap

0,01 mol CuSO 4 yang dielektrolisis menghasilkan 0,01 mol kation Cu 2+ juga karena perbandingan koefisien keduanya 1 : 1 sesuai reaksi:

CuSO 4

0,01 mol

Cu 2+

+

SO 4

2-

0,01 mol

Nah, dalam reaksi elektrolisis CuSO 4 di katode terbentuk padatan Cu, maka dari reaksi ini bisa didapatkan jumlah padatan Cu yang terbentuk menggunakan konsep MBS (Mula-mula, Bereaksi, Sisa).

 

Cu 2+

+

2e

Cu

M

0,01

0,000622

B

-0,000311

-0,000622

+0,000311

S

0,009689

-

0,000311

Terbentuk 0,000311 mol padatan Cu (A r = 63,5) dengan massa 0,01975 gram

Massa Ag yang mengendap

0,01 mol AgNO 3 yang dielektrolisis menghasilkan 0,01 mol kation Ag + juga karena perbandingan koefisien keduanya 1 : 1 sebagai berikut.

AgNO 3

Ag +

+

NO 3

0,01 mol

0,01 mol

2-

Nah, dalam reaksi elektrolisis AgNO 3 di katode terbentuk padatan Ag, maka dari reaksi ini bisa didapatkan jumlah padatan Ag yang terbentuk menggunakan konsep MBS (Mula-mula, Bereaksi, Sisa).

 

Ag +

+

e

Ag

M

0,01

0,000622

B

-0,000622

-0,000622

+0,000622

S

0,009378

-

0,000622

2)

Terbentuk 0,000622 mol padatan Ag (A r = 108) dengan massa 0,067176 gram

Jelas pernyataan ini SALAH karena massa Ag yang mengendap lebih banyak daripada massa Cu yang mengendap.

Jumlah atom Cu yang mengendap sama dengan jumlah atom Ag

Jumlah atom Cu

Dari reaksi pernyataan (1) di atas terbentuk 0,000311 mol padatan Cu, sehingga banyaknya jumlah atom Cu adalah:

N = n x L N = n x 6,02 x 10 23

Cu, sehingga banyaknya jumlah atom Cu adalah: N = n x L N = n x
Cu, sehingga banyaknya jumlah atom Cu adalah: N = n x L N = n x

KODE: 116

N = 0,000311 x 6,02 x 10 23

N = 18,72 x 10 19 atom

Jumlah atom Ag

www.amaldoft.wordpress.com

Dari reaksi pernyataan (1) di atas terbentuk 0,000622 mol padatan Ag, sehingga banyaknya jumlah atom Ag adalah:

N = n x L N = n x 6,02 x 10 23 N = 0,000622 mol x 6,02 x 10 23

N = 37,44 x 10 19 atom

Jelas bahwa pernyataan ini SALAH.

3)

Volume gas O 2 yang dihasilkan pada bejana A lebih besar dibandingkan volume

gas O 2 pada bejana B

Volume gas O 2 berjana A (CuSO 4 ), misalkan pada keadaan STP

Volume gas O 2 bisa didapatkan dari reaksi di anode, lalu membandingkan mol elekron (e) dengan mol O 2 sehingga didapatkan jumlah mol oksigen sebesar 0,0001555 mol karena perbandingan koefisien O 2 banding elektron adalah 1 : 4.

 

2H 2 O

4H +

+

O 2

+

4e

 

0,000155

0,000622

 

Terbentuk 0,000155 mol oksigen jika pada keadaan STP (22,4), maka volumenya adalah 0,0034832 L

Volume gas O 2 bejana B (AgNO 3 ), misalkan pada keadaan STP

Sebenarnya reaksi di anode bejana B sama dengan reaksi di anode bejana A (lihat reaksi-reaksinya kembali!). Jadi, volume gas oksigen di bejana B juga bernilai 0,0034832 liter.

Jelas pernyataan ini SALAH.

 

4)

pH larutan dalam bejana A sama dengan pH larutan dalam bejana B

pH bejana A (CuSO 4 )

Nilai pH dapat ditentukan oleh konsentrasi [H + ] dan [OH - ]. Nah, di

bejana A ion H + maupun OH - hanya ditemukan pada reaksi di anode, yaitu kation H + atau ion proton. Jadi, besarnya mol ion proton tersebut banding mol elektron adalah 0,000622 mol karena perbandingan koefisien keduanya adalah 4 : 4 atau 1 : 1.

2H 2 O

4H +

0,000622

+

O 2

+

4e

0,000622

Nilai pH dapat ditentukan sebagai berikut. pH = log [H + ] pH = log [0,000622 mol/(0,1 L + 0,1 L)]

berikut. pH = – log [H + ] pH = – log [0,000622 mol/(0,1 L +
berikut. pH = – log [H + ] pH = – log [0,000622 mol/(0,1 L +

KODE: 116

pH = log [3,11 x 10 -3 ] pH = 3 log 3,11 pH = 2,51

www.amaldoft.wordpress.com

Terbukti bahwa pH tersebut berada pada suasana asam (pH < 7)

pH bejana B (AgNO 3 )

Nah, ion H + pada reaksi elektrolisis AgNO 3 juga ditemukan pada reaksi di anode. Reaksi di anode elektrolisis AgNO 3 ini sama dengan reaksi di anode elektrolisis CuSO 4 sehingga nilai pH kedua senyawa setelah elektrolisis bernilai sama, yaitu 2,51.

Jelas pernyataan ini BENAR.

15.

JAWABAN: D

2,51.  Jelas pernyataan ini BENAR . 15.  JAWABAN: D  MATERI: KIMIA ORGANIK 

MATERI: KIMIA ORGANIK

Isomer adalah molekul-molekul dengan rumus kimia yang sama (dan sering dengan

jenis ikatan yang sama), namun memiliki susunan atom yang berbeda (dapat diibaratkan sebagai sebuah anagram). Isomer secara umum ada dua macam, yaitu isomer struktur dan ruang. Di soal hanya ditanyakan tentang isomer struktur, yang terbagi lagi menjadi:

Isomer kerangka

Rumus molekul sama

Gugus fungsi ada yang sama dan beda

Rantai induk (panjang rantai) yang berbeda

Isomer posisi

Panjang rantai induk sama

Posisi gugus fungsi (contohnya, gugus fungsi alkohol, eter, dsb) berbeda

Rumus molekul sama

Isomer gugus fungsi

Rumus molekul sama

Panjang rantai induk berbeda

Gugus fungsi berbeda

Propilamin adalah senyawa organik turunan amonia (NH 3 ) yang bergugus fungsi

amina (NH 2 ). Dari nama senyawanya sudah pasti propilamin mengandung sebuah gugus alkil C 3 H 7 dan gugus induk NH 2 , yang digambarkan sebagai berikut.

alkil C 3 H 7 dan gugus induk NH 2 , yang digambarkan sebagai berikut. PEMBAHASAN
alkil C 3 H 7 dan gugus induk NH 2 , yang digambarkan sebagai berikut. PEMBAHASAN

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

KODE: 116 www.amaldoft.wordpress.com  Dari strukturnya, jelas bahwa propilamin memiliki rumus molekul C 3 H 7

Dari strukturnya, jelas bahwa propilamin memiliki rumus molekul C 3 H 7 NH 2 atau C 3 H 9 N. Nah, mari periksa pernyataan-pernyataan di soal! 1) Trimetilamin Berdasarkan nama senyawanya, bisa ditebak bahwa trimetilamin memiliki 3 buah gugus metil (CH 3 ) dan sebuah gugus amina (NH 2 ) seperti gambar di bawah. Berarti rumus senyawanya adalah (CH 3 ) 3 NH 2 atau C 3 H 9 N atau C 3 H 7 NH 2 . (BENAR)

2)

3 H 9 N atau C 3 H 7 NH 2 . ( BENAR ) 2)

adalah

senyawa

yang

memiliki

3

buah

Isopropilamin

yang

membentuk sudut siku-siku seperti yang terlihat pada gambar. Rumus molekul senyawa ini pun sama, yaitu C 3 H 7 NH 2

Isopropilamin

atom

C

molekul senyawa ini pun sama, yaitu C 3 H 7 NH 2 Isopropilamin atom C PEMBAHASAN
molekul senyawa ini pun sama, yaitu C 3 H 7 NH 2 Isopropilamin atom C PEMBAHASAN
molekul senyawa ini pun sama, yaitu C 3 H 7 NH 2 Isopropilamin atom C PEMBAHASAN

KODE: 116

www.amaldoft.wordpress.com

3) Etilmetilamin  Dari nama senyawanya pasti mengandung sebuah gugus etil, sebuah gugus metil, dan
3)
Etilmetilamin
Dari nama senyawanya pasti mengandung sebuah gugus etil, sebuah gugus
metil, dan sebuah gugus amina (NH 2 ) seperti pada gambar di bawah ini.
Rumus molekulnya juga sama dengan propilamin. (BENAR)
4)
Dietilamin

Dietilamin pasti memiliki dua buah gugus etil (C 2 H 5 ) dan sebuah gugus

amin (NH 2 ) seperti pada gambar di bawah. Tetapi, rumus molekul senyawa ini adalah C 4 H 9 NH 2 sehingga bukan merupakan isomer propilamin. (SALAH)

2 sehingga bukan merupakan isomer propilamin. ( SALAH )  JAWABAN: A #SBMPTN2017 PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA

JAWABAN: A

sehingga bukan merupakan isomer propilamin. ( SALAH )  JAWABAN: A #SBMPTN2017 PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017

#SBMPTN2017

sehingga bukan merupakan isomer propilamin. ( SALAH )  JAWABAN: A #SBMPTN2017 PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017
sehingga bukan merupakan isomer propilamin. ( SALAH )  JAWABAN: A #SBMPTN2017 PEMBAHASAN SBMPTN KIMIA 2017