Anda di halaman 1dari 2

Varicella

No. Dokumen :
No. Revisi :0
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :1/2
dr. Daniar Sukmawati
Puskesmas Bangkalan NIP. 197808242006042018

1. Pengertian Infeksi akut primer oleh virus Varicella zoster yang menyerang kulit dan
mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama
berlokasi di bagian sentral tubuh.

2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam pelaksanaan Penanganan Penyakit Varicella
di UPTD Puskesmas Bangkalan

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Bangkalan Nomor ………………. Tentang


………………………
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang panduan praktik klinis bagi dokter di
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama

5. Prosedur / a. Persiapan Alat dan Bahan :


Langkah-langkah 1) Lup
b. Langkah-langkah :
1) Petugas memanggil pasien sesuai urutan.
2) Petugas mencocokkan identitas pasien dengan status pasien.
3) Petugas mencatat keluhan pasien pada kartu status pasien.
4) Petugas melakukan pengukuran tekanan darah,nadi, frekuensi nafas
dan suhu bila diperlukan.
5) Petugas menyerahkan kartu rekam medis kepada dokter untuk
dilakukan pemeriksaan.
6) Dokter melakukan Anamnesa :
Didapatkan keluhan demam, malaise, dan nyeri kepala. Kemudian
disusul timbulnya lesi kulit berupa papul eritem yang dalam waktu
beberapa jam berubah menjadi vesikel. Biasanya disertai rasa gatal.
7) Dokter melakukan Pemeriksaan Fisik: didapatkan Erupsi kulit berupa
papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi
vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drops).
Vesikel akan menjadi keruh dan kemudian menjadi krusta. Sementara
proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel-vesikel baru yang
menimbulkan gambaran polimorfik khas untuk varisela.
8) Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang mikroskopis dengan
menemukan sel Tzanck yaitu sel datia berinti banyak.
9) Dokter melakukan Penegakan Diagnosis berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.
10) Penatalaksanaan :
 Gesekan kulit perlu dihindari agar tidak mengakibatkan pecahnya
vesikel. Selain itu, dilakukan pemberian nutrisi TKTP, istirahat dan
mencegah kontak dengan orang lain.
 Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari
karena dapat menyebabkan Reye’s syndrome.
 Obat untuk mengurangi gatal.
 Pengobatan antivirus oral, antara lain:
Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB
(dosis maksimal 800 mg).
.
6. Bagan Alir
Petugas
Petugas melakukan Anamnesa : melakukan
- Apakah ada riwayat kontak Pemeriksaan
dengan penderita Varicella. fisik terhadap
- Apakah ada demam ringan. ruam khas
- Apakah timbul ruam berisi
Varicella
air yang mudah pecah di
tubuh. (Teardrop,sent
rifugal)

Pengobatan antivirus oral :


- Asiklovir: dewasa 5 x 800
mg/hari, anak-anak 4 x 20
mg/kgBB (dosis maksimal 800
mg),
- Pemberian Paracetamol jika
panas,
- Pemberian obat antigatal.

7. Hal-hal yang perlu Edukasi bahwa varisella merupakan penyakit yang self-limiting pada anak yang
diperhatikan imunokompeten. Komplikasi yang ringan dapat berupa infeksi bakteri
sekunder.
Kriteria Rujukan
1. Terdapat gangguan imunitas
2. Mengalami komplikasi yang berat seperti pneumonia, ensefalitis, dan
hepatitis.

8. Unit terkait 1. Penanggung jawab klinis (dokter, perawat, nutrisionis)


9. Dokumen terkait 1. Blangko rujukan
10. Rekaman historis
perubahan Tanggal Mulai
No Yang Diubah Isi Perubahan
Diberlakukan
1 Penambahan Kolom Penambahan
6 Bagan Alir

2 Penambahan Kolom Penambahan


7 Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
3 Penambahan Kolom Penambahan
9 Dokumen terkait