Anda di halaman 1dari 36

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan karunianya berupa kekuatan dan kesehatan sehingga kegiatan
kunjungan belajar ke Stasiun Bumi LAPAN Pare-Pare dapat kami lakukan yang
merupakan salah satu sumber belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Oleh karma itu laporan ini di susun berdasarkan hasil kunjungan ke
obyek yang tersebut di atas yang bertujuan memberikan dasar pemahaman
tentang penginderaan jauh pada mata kuliah GIS
Sekalipun laporan in diupayakan disusun dengan sempurna, sebagai
manusia biasa tidak lupuk dari kekurangan-kekurangan dan kesalahan baik
secara kualitatif maupun kuantitatif, seandainya dari pembaca laporan ini,
berkenan memberikan saran maupun kritikan yang sifatnya membangun.
Dengan terlaksananya kegiatan kunjungn belajar ke Stasiun Bumi LAPAN
Pare- pare kami tidak lupa mengucapkan kepada :

1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang telah


merekomendasikan kunjungan ini untuk dilaksanakan.
2. Kepa;la SMA Negeri 8 Bulukumba yang telah merestui kegiatan kunjungan
belajar ke Stasiun Bumi LAPAN Pare-Pare.
3. Pimpinan Stasin Bumi LAPAN Pare-Pare yang telah menerima kami dalam
melaksanakan kunjungan
4. Bapak / Ibu Dosen yang setia mendampingi kami dalam melaksanakan
kunjungan belajar sampai selesai
5. Orang tua / Wali siswa yang telah memberikan dukungannya serta doa
restunya yang tulus selama perjalanan sampai kembali ke tempat masing-
masing
6. Kepada semua pihak yang telah membantu kami, baik dalam hal
pelaksanaan kunjungan belajar maupun sampai penulisan laporan ini

Dengan selesainya laporan ini kamisusun,harapan kami dan harapan semua


pihak mudah-mudahan dapat bermanfaat baik kepada peserta didik maupun
parapembaca terkhusus kepada pemerintah Kabupaten utamanya Pemkab
Bulukumba dalam hal pengembangan yang berwawasan lingkungan.
Makassar,18 Oktober 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan kajian mata pelajaran yang sangat luas dimana mencakup alam dan
manusia yang ditunjang oleh kurikulum 2013 yang dikenal K.13 dalam aplikasinya
mengenai pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan kontekstual dalam artian
mengarah pada hal-hal yang lebih nyata yang pada prinsipnya peserta didik
diharapkan untuk senantiasa mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi,mengasosiasi, mengkomunikasikan dan ditunjang oleh SK
MENDIKBUD No. 0461/U/1992. Ekstra kurikuler merupakan salah satu jalur
pembinaan kesiswaan , latihan kepembinaan dan wawasan wiyata mandala,
mendeskripsikan mata pelajatan dengan apa yang ada di lapangan utamanya
yang berhubungan dengan kunjungan belajar ke Stasiun Bumi LAPAN Pare-Pare
tentang Penginderaan Jauh.
Adapun alasan yang melatar belakngi tentaan kunjungan belajar ke
obyek tesebut adalah :

1. Stasiun Bumi LAPAN Pare-Pare khususnya bagian instalasi sumber daya


alam adalah merupakan salah satu obyek atau sumber belajar tentang
penginderaan jauh dan tekhnologi informatika komputer
2. Alam adalah merupakan laboratorium geografi yang merupakan sumber
belajar dari fakta dan informasi
3. Alam dapat memperlihatkan pengalaman-pengalaman secara nyata dan
membuka alampikiran dan mengkaji berbagai masalah setelah melihat
kondisi yang sebenarnya di lapangan
4. Dengan belajar di luar kelas sambil berwisata dapat membangkitkan
kembali semangat dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran di
kelas baik bagi pendidik maupu kepada peserta didik.
5. Peserta didik lebih meningkatkan sikap dan perilaku yang lebih berkarakter
untuk menghadapi kehidupan nyata saat ini terutama dalam berinteraksi
dengan lingkungan sekitar
6. Peserta didik termotivasi untuk melahirkan idea atau gagasan dalam
meningkatkan sumber daya manusia utamanya dibidang teknologi
informasi.
7. Peserta didik secara langsung tertantang dengan alam nyata sesuai dengan
perkembangan jaman yang dikenal denga globalisasi dan IPTEK.

REPORT THIS AD

B. Batasan Masalah
Secara umum masalah dalam pelaksanaan kunjungan belajar ke Stasiun Bumi
Lapan Pare-Pare adalah “ APAKAH STASIUN BUMI LAPAN PARE-PARE
TENTANG PENGINDERAAN JAUH DAPAT MENUNJANG PENGEMBANGAN
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL”. Dari masalah umum
tersebut di atas dapat diperinci ke dalam masalah yang lebih khusus sebagai
berikut :

1. Apakah Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare dapat


membantu pembelajaran di sekolah-sekolah.
2. Apakah Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare dapat
menunjang penggunaan sumber daya alam utamanya pengelolan dan
pengembangan kewilayahan.
3. Apakah Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare dapat
menunjang pembangunan Nasional pada umumnya dan pembangunan
Daerah pada khususnya

C. Tujuan Pelaksanaan Kunjungan


Pelaksanaan kunjungan ke Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN
Pare-pare di Pare-Pare adalah merupakan kegiatan ekstra kurikuler yang
bertujuan :

1. Untuk mengembangkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan


dalam menelaah tentang bagaimana peranan tentang keberadaan Stasiun
Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare.
2. Untuk mengetahui sampai dimana pemanfaatan Stasiun Bumi Satelit
Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare dalam pembangunan Nasional
3. Untuk mengetahui dan melihat secara langsung bagaimana peranan
Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare bagi
masyarakat sekitarnya dan peranannya terhadap pengembangan ilmu
pengetahuan.
4. Untuk mengetahui bagaimana relevansi terhadap pembelajaran di kelas
tentang penginderaan jauh dan sistim informasi geografi dengan
kenyataannya di lapangan.
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Sejarah LAPAN Pare Pare


Tahun 1993 dibangun Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh (SBSPJ)
LAPAN, yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 29 September
1993. Letak stasiun ini berada di tepi kota Parepare, sekitar 155 km sebelah utara
Kota Makassar (Provinsi Sulawesi selatan). Beberapa alasan SBSPJ dibangun di
Parepare, yaitu:

1. Daerah liputan optimal (95 % Wilayah Indonesia),


2. Tersedianya fasilitas pendukung (listrik dan telekomunikasi internasional),
dan
3. Tersedianya lokasi yang memenuhi persyaratan teknis.

Fungsi dari SBSPJ Lapan Parepare adalah :

1. Melaksanakan penerimaan, perekaman, dan pengelolaaan data satelit


penginderaan jauh,
2. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan Stasiun Bumi,
3. Menginventarisasi kebutuhan bahan penunjang dan suku cadang untuk
kelancaran operasi dan pemeliharaan dan perbaikan Stasiun Bumi, dan
4. Melakukan koordinasi dengan bidang lain dalam penelitian dan
pengembangan untuk menunjang kelancaran operasi Stasiun Bumi.
REPORT THIS AD

Pada saat itu Stasiun Bumi tersebut menerima data satelit SPOT2, LANDSAT-5,
ERS-1, dan ERS-2.Tahun 1995, dibangun Sistem penerimaan dan perekaman
data untuk satelit JERS-1. Satelit ini membawa sensor SAR dan optik. Tahun
2001, Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (SBSPJ) berubah namanya menjadi
Instalasi Penginderaan Jauh Sumber Daya Alam (IISDA) LAPAN Parepare.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala LAPAN Nomor Kep/010/II/2001, Instalasi
Penginderaan Jauh Sumber Daya Alam (Instalasi Inderaja SDA LAPAN)
mempunyai tugas melaksanakan : Penerimaan, Perekaman, dan Pengelolaan
Data satelit serta distribusi dan pelayanan teknis pemanfaatan data satelit Indraja
untuk wilayah Indonesia Bagian Tengah.
Tahun 2011 tepatnya tanggal 20 Juni 2011 IISDA LAPAN PAREPARE berubah
namanya menjadi UPT Balai Penginderaan Jauh Parepare Data satelit yang
direkam adalah data SPOT4 dan Modis (Aqua dan Terra). Saat ini Balai
Penginderaan Jauh Parepare melakukan perekaman data satelit SPOT 6, SPOT
7, Landsat 7, Landsat 8, AQUA, TERRA, dan NPP.
B. Visi & Misi Balai Penginderaan Jauh Parepare
Visi dan misi merupakan panduan yang memberikan pandangan dan arah
kedepan sebagai dasar acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam
mencapai sasaran atau target yang ditetapkan. Dalam menjalankan tugas dan
fungsinya Balai Penginderaan Jauh LAPAN Parepare berpatokan pada visi dan
misi Pustekdatja yang disesuaikan dan juga berdasarkan perkembangan dan
kondisi real di lapangan sehingga visi dan misi tersebut dapat dijadikan dasar dari
setiap tujuan dan sasaran untuk melaksanakan setiap program di lingkungan Balai
Penginderaan Jauh LAPAN Parepare.

a. Visi Balai Penginderaan Jauh Parepare :


MENJADI STASIUN BUMI SATELIT PENGINDERAAN JAUH MULTIMISI
BERSTANDAR INTERNASIONAL YANG MAMPU MEMENUHI
KONTINUITAS KETERSEDIAAN DATA NASIONAL.
b. Misi Balai Penginderaan Jauh Parepare :
Mempertahankan kontinuitas ketersediaan data penginderaan jauh resolusi
rendah, menengah dan tinggi; memperkuat kemampuan dan kemandirian dalam
penguasaan pengoperasian dan integrasi sistem stasiun bumi; serta
meningkatkan kualitas, produksi, promosi dan penyebarluasan data/informasi
penginderaan jauh.
Perubahan nama dan struktur organisasi ditujukan untuk mempertahankan
kontinuitas ketersediaan data penginderaan jauh resolusi rendah dan menengah,
memperkuat kemampuan dan kemandirian dalam penguasaan teknologi sensor,
sistem stasiun bumi dan Bank Data Penginderaan Jauh, serta meningkatkan
kualitas, produksi, promosi, dan penyebarluasan data/informasi penginderaan
jauh.
Dalam memujudkan visi Pustekdata sebagai pusat rujukan kemandirian
penguasaan teknologi dan bank data penginderaan jauh, teknis pelaksanaan
operasional penerimaan data satelit penginderaan jauh dan diseminasi data serta
informasi penginderaan jauh di Indonesia bagian tengah dilakukan oleh Balai
Penginderaan Jauh LAPAN Parepare.
REPORT THIS AD

c. Tujuan Balai Penginderaan Jauh Parepare :

1. Melaksanakan operasional dan integrasi sistem stasiun bumi multimisi


dalam rangka mendukung dan mempertahankan ketersediaan data
penginderaan jauh.
2. Melaksanakan pengembangan dan operasional sistem produksi dan
pengolahan data awal/lanjut serta distribusi data satelit penginderaan jauh
pada para pengguna.
3. Meningkatkan partisipasi stakeholder dalam pemanfaatan data satelit
penginderaan jauh untuk perencanaan dan pemantauan pembangunan
nasional.
d. Motto Balai Penginderaan Jauh Parepare :

1. Spasial : Citra satelit inderaja menggambarkan unsur-unsur permukaan


bumi yang bersifat keruangan (menggambarkan dimensi panjang, luas,
volume dan jumlah)
2. Aktual : Citra satelit inderaja mampu menyajikan informasi-informasi
terbaru.
3. Faktual : Citra satelit inderaja menyajikan informasi yang sebenarnya
mengenai objek, daerah, atau fenomena yang terjadi di bumi.Kredibel :
Kreativ, Disiplin dan Akuntabel.

C. Lokasi Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare


Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare merupakan salah
satu bentuk usaha perusahaan Non Departemen yang menempati ruang atau
wilayah di atas permukaan bumi yang tepatnya berada di wilayah kota madya
Pare-Pare provinsi Sulawesi Selatan, yang berdiri di atas tanah yang luasnya
sekitar 4 Ha termasuk lokasi perumahan karyawan yang berada di bahagian barat
sulawesi- selatan sekitar 8 km kearah barat. LAPAN Pare – Pare ini merupakan
LAPAN yang satu-satunya diwilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
REPORT THIS AD

Beberapa gambaran yang menunjukkan beberapa lokasi Satelit Bumi


Penginderaan Jauh LAPAN Pare-pare adalah sebagai berikut :

a. Lokasi Umum LAPAN


b. Antena Parabola Sebagai Sarana Perekam
Gambar diatas adalah gambar Antena Parabola yang sampai saat ini masih
digunakan. Tampak pada gambar perbedaan posisi antena parabola
membuktikan bahwa antena parabola tersebut masih digunakan dan sedang
digunkan, posisi antena parabola yang merunduk menandakan antena parabola
tersebut sedang digunakan merekam.
REPORT THIS AD

D. Struktur Organisasi Penginderaan Jauh LAPAN Pare-Pare


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional adalah lembaga pemerintah non
departemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden
Republik Indonesia.Dalam pelaksanaan tugasnya dikoordinasikan oleh Menteri
yang bertanggungjawab di bidang Rised dan Tekhnologi. Tugas pokoknya
adalah “Melaksanakan sebahagian tugas pemerintah di bidang penelitian dan
pengembangan kedirgantaraan dan pemenfaatannya sesuai dengan peraturan
yang berlaku dan melaksanakan tugas sekretariat Dewan Penerbangan dan
Antariksa Nasional Republik Indonesia ( DEPANRI)”
Bentuk organisasi dan tata kerja LAPAN saat ini didasarkan pada Kepres
no. 17 tahun 2001susuna organisasi LAPAN terdiri dari Kepala Sekertais Umum,
tiga Deputi dan Inspektorak. Tiga Deputi Lapan adalah Diputi Bidang,
Penginderaan Jauha, Deputi Bidang Sains dan pengkajian Imformasi
kedirgantaraan dan tiga DeputiBidang Teknologi Dirgantara.
Pada lingkungan Deputi Penginderaan Jauh terdapat dua pusat yaitu :
a. Pusat Data Penginderaan Jauh ( PUSDATA INDERAJA ) yang terdiri dari :

1. Bidang produksi data Inderaja,bidang penyajian penyajian data Inderaja


yang berkedudukan di Jakarta.
2. Instalasi Penginderaan Jauh Sumber Daya Alam (IIS ) di Pare-Pare dan
Instalasi penginderaanJauh Cuaca di Biak
REPORT THIS AD

Tugas utama Penginderaan Ssumber Daya Alam

1. Penerimaan dan perekaman data satelit penginderaan jauh sumber daya


alam
2. Pengolahan data sumber daya alam
3. Distribusi data dan pelayanan teknis diwilayah Indonesia tengah.

Funsinya :

1. Penyiapan program kerja IIS


2. Penerimaan,perekaman dan pemrosesan data awal
3. pemeliharaan fasilitas instalasi
4. pengolahan data, pendistribusiandan promosi data
5. pelayanan teknis pemamfaatan data untuk wilayah Indonesia tengah
6. kerjasama dengan unit kerja / bidang lain yang terkait
7. mendukung pemasyarakatan pemamfaatan data Inderaja.
8. Evaluasi dan menyusun laporan hasilpelaksanaan kegiatan IIS

E. Struktur Organisasi LAPAN


REPORT THIS AD
BAB III
KEGIATAN PESERTA DIDK
DI LAPAN PARE – PARE
Dalam kunjungan yang dilakukan peserta didik dapat mengetahui secara
mendalam mengenai INDRAJA, tidak hanya terfokus kepada sarana maupun alat
yang terdapat di LAPAN Pare – Pare, namun bagaimana pengoprasiannya juga
dapat diketahui secara jelas.
A. Ruangan Presentasi / Aula
B. Ruangan Perekaman
REPORT THIS AD
C. Ruangan Pengolah Data
BAB IV
PROSES PEREKAMAN DAN PENGOLAHAN
DATA LAPAN PARE – PARE
A. Prosedur Permohonan Data
B. Alur Penerimaan / Perekaman Produksi Dan Pelayanan Data
REPORT THIS AD

C. Hasil Penginderaan Jauh


REPORT THIS AD

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kunjungan belajar di LAPAN Pare-pare kami dapat menarik
kesimpulan sebagai berikut :

1. LAPAN Pare-Pare adalah suatu lembaga pemerintahan departemen yang


bertanggungjawab langsun kepada Presiden Republik Indonesia dan
pelaksanaan tugasnya dikoordinasikan oleh Menteri yang
bertanggungjawab di bidang Resed dan Tekhnologi.
2. Penginderaan jauh adalah merupakan ilmu dan system perolehan informasi
tentang suatu obyek wilayah atau gejala-gejala di permukaan bumi dengan
analisis data yang diperoleh dari suatu alat tanpa menyentuh atau kontak
langsun dengan sasaran atau obyek yang dikaji.
3. Satelit Bumi LAPAN Pare-Pare merupakan sarana atau sumber belajar atau
laboratorium geografi tentang penginderaan jauh khususnya di bidang
instalasi pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia bahagian tengah,
sehingga dapat berdampak terhadap pembangunan diberbagai bidang
seperti pengembangan tata ruang kota, pertanian, perkebunan bahkan di
bidang pendidikan.

B. Saran

1. Bagi peserta didik perlu ditingkatkan kemampuan daya saing untuk


pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang rasional baik secara
kwantitatif maupun kwalitatif.
2. Bagi lembaga pendidikan dalam hal ini pihak sekolah dan Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga agar senantiasa memberikan ruang kepada peserta
didik maupun kepada Pembina untuk dapat mengintegrasikan antara teori
dengan fakta di lapangan sehingga dapat mengembangkan wawasan dan
pola pikir yang berwawasan lingkungan dan pengembangan pembangunan
masa depan.
3. Kepada Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bapak Bupati Bulukumba
untuk menjalin hubungan kemitraan dengan LAPAN Pare-Pare agar dapat
bekerja sama dibidang pembangunan dalam hal merancang,
mengidentifikasi tentang pemanfaatan sumber daya alam dan tata ruang
kota.