Anda di halaman 1dari 75

Kimia Unsur

2 Oleh : MEGAWATI
Peta Konsep

Unsur
Sifat-Sifat Unsur

Unsur mempermudah
untuk Terdapatnya di Alam
terdapat pada Tabel mempelajari
Periodik
Unsur
Unsur Kegunaan Unsur dan Senyawanya

mengelompokkan Cara Mendapatkan/Memperoleh


Unsur unsur

- Reaktif - Tidak Reaktif


- Tidak Diperoleh dalam Keadaan - Dapat Diperoleh dalam Keadaan
Bebas di Alam Bebas di Alam
- Golongan IA, IIA, VIA, VIIA - Misalnya, He, Ne, ar, Au, Pt
A. Kelimpahan Unsur di Alam
Distribusi Unsur-Unsur pada Kulit/Kerak Bumi
Kelimpahannya pada
Unsur % dalam Kerak Bumi
Kerak Bumi (g/ton)
Oksigen 455.000 45,500
Silikon 272.000 27,200
Aluminium 83.000 8,300
Besi 62.000 6,200
Kalsium 46.000 4,660
Magnesium 27.640 2,764
Sodium (natrium) 22.700 2,270
Potasium (kalium) 18.400 1,840
Titanium 6.320 0,632
Hidrogen 1.520 0,152
Fosforus 1.120 0,112
Mangan 1.060 0,106
Beberapa Contoh Bijih Logam

Logam Kelimpahannya di Alam


Natrium (Na) Sebagai NaCl banyak terdapat pada air laut, borak
(Na2B4O7.10H2O), trona (Na2CO3.NaHCO3.2H2O),
saltpeter (NaNO3), dan mirabilit (Na2SO4).
Magnesium Garam magnesium terdapat dalam air laut (0,13%),
(Mg) sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), magnesit (MgCO3),
epsomit (MgSO4.7H2O), kieserite (MgSO4.H2O),
karnalit (KCl.MgCl2.6H2O), olivin {Mg, Fe)2SiO4, talk
(Mg3(OH)2Si4O10), krisotil (Mg3(OH)4Si2O5)
(asbestos), dan mika K+[Mg3(OH)2(AlSi3O10]–.
Besi (Fe) Terdapatnya di alam sebagai hematit (Fe2O3),
magnetit (Fe3O4), limonit (Fe2O3.H2O), siderit
(FeCO3), sedikit pirit (FeS2, juga disebut ”fool’s gold”).
Pirit (Fe) Kromit (Cr) Ruby (Al)

Emas (Au) Kuarsa (Si) Krisokola (Cu)


B. Pengolahan Unsur

1. Pemisahan Secara Mekanik

Digunakan untuk memisahkan unsur-unsur yang kelimpahannya


di alam dalam keadaan bebas tidak berada sebagai senyawanya,
seperti emas (Au), platina (Pt), dan intan (C).
2. Dekomposisi Termal
Digunakan untuk mendapatkan unsur dari bijihnya dengan
pemanasan, contohnya perak (Ag).
3. Penggantian Suatu Unsur dengan Unsur yang Lain
Pada prinsipnya, suatu unsur dalam suatu senyawa dapat
digantikan oleh unsur lain yang lebih reaktif.
Contoh: Fe + Cu2+ → Fe2+ + Cu
Zn + Cd2+ → Zn2+ + Cd
4. Reduksi pada Temperatur Tinggi

a. Reduksi dengan Karbon


2 Fe2O3 + 3 C → 4 Fe + 3 CO2

b. Reduksi dengan Logam


Cr2O3 + Al → 2 Cr + Al2O3

c. Reduksi Elektrolitik (Reduksi Dilakukan secara Elektrolisis)

 Na diperoleh secara elektrolisis lelehan NaCl.


 Al diperoleh secara elektrolisis Al2O3 dengan elektrolit kriolit.
 Pemurnian tembaga dilakukan dengan cara elektrolisis
larutan CuSO4 dengan anode tembaga yang tidak murni.
C. Sifat Unsur
1. Unsur Alkali
Sifat-Sifat Umum Logam Alkali
Li Na K Rb Cs Fr

Nomor atom 3 11 19 37 55 87
Konfigurasi elektron [He]2s1 [Ne]3s1 [Ar]4s1 [Kr]5s1 [Xe]6s1 [Rn]7s1
Titik leleh (oC) 179 98 63 39 28 –
Titik didih (oC) 1.336 883 762 700 670 –
Rapat jenis (20 oC, g/cm3) 0,54 0,97 0,86 1,53 1,90 –
Jari-jari ion (10–12 m) 60 95 133 148 169 –
Jari-jari atom (10–12m) 123 157 203 216 235 –
Energi ionisasi I (kJ/mol) 520 496 419 403 376 370
Energi ionisasi II (kJ/mol) 7.296 4.563 3.069 2.650 2.420 2.170
Eo, L → L+ + e– (V) 3,05 2,71 2,92 2,49 3,02 –
Elektronegativitas 1,0 1,0 0,9 0,9 0,9 –
Beberapa Reaksi Logam Alkali
1) Semua logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogen, halogen,
oksigen, belerang, dan fosforus.
2 M(s) + H2(g) → 2 MH(s) (senyawa hidrida)
2) Litium dapat bereaksi dengan nitrogen membentuk nitrida.
6 Li(s) + N2(g) → 2 Li3N(s) (nitrida)
3) Reaksi dengan air menghasilkan basa dan gas hidrogen. Reaksi
ini bersifat eksotermis.
2 M(s) + H2O(l) → 2 MOH(aq) + H2(g)

Reaksi air dengan:


(a) litium,
(b) natrium/sodium,
(c) kalium/potassium.
(a) (b) (c)
4) Logam alkali sebagai reduktor.
Al2O3 + 6 Na → 2 Al + 3 Na2O
5) Logam-logam alkali terlarut dalam amonia cair membentuk
larutan biru.
6) Reaksi nyala. Jika logam-
logam alkali dibakar, akan
menghasilkan warna nyala
yang khas.
Litium : merah
Natrium : kuning
Kalium : merah/violet
Rubidium : Merah ungu natrium kalsium litium
Sesium : biru
Contoh Senyawa

 Halides
 NaCl 50 million
tons/year in U.S.
 Preservative, used
on roads, water
softener regeneration,
feed stock for other chemicals.
 KCl from natural brines.
 Plant fertilizers, feed stock.

Slide 12 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Senyawaan Unsur Natrium

Slide 13 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Deterjen dan Sabun

Slide 14 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
2. Unsur Alkali Tanah

Sifat-Sifat Umum Logam Alkali Tanah

Be Mg Ca Sr Ba Ra

Nomor atom 4 12 20 38 56 88
Konfigurasi elektron [He]2s2 [Ne]3s2 [Ar]4s2 [Kr]5s2 [Xe]6s2 [Rn]7s2
Titik leleh (oC) 1.280 651 851 800 725 700
Titik didih (oC) 2.970 1.107 1.487 1.366 1.637 1.140
Rapat jenis (20 oC, g/cm3) 1,86 1,75 1,55 2,6 3,59 5,0
Jari-jari ion (10–12 m) 89 136 174 191 198 –
Jari-jari atom (10–12m) 31 65 99 113 135 –
Energi ionisasi I (kJ/mol) 899 738 590 549 503 509
Energi ionisasi II (kJ/mol) 1.757 1.450 1.146 1.064 965 978
Eo, L → L+ + e– (V) 1,85 2,37 2,87 2,89 2,91 2,92
 Golongan Alkali
Tanah/IIA
 Umumnya dalam bentuk :
 carbonates, sulfates and silicates.
Emerald is based on  Oksida dan hidroksidanya kurang
the mineral beryl:
3BeO·Al2O3 ·6SiO2
larut
 Bersifat basa
 Tidak terurai oleh pemanasan
a. Perbandingan Unsur Alkali dengan Unsur Alkali Tanah

 Jari-jari atom maupun jari-jari ion yang isoelektronis (jumlah


elektronnya sama) golongan alkali tanah lebih kecil dibanding
alkali.
 Kristal dari unsur-unsur golongan alkali tanah kerapatannya
lebih besar sehingga kekerasan, titik leleh, dan titik didihnya
lebih tinggi daripada golongan alkali.
 Logam golongan IIA merupakan reduktor yang cukup kuat
meskipun kurang kuat bila dibanding logam golongan IA.
 Energi ionisasi golongan IIA lebih besar daripada golongan IA.
 Logam golongan alkali tanah kurang reaktif jika dibandingkan
golongan alkali.
b. Beberapa Reaksi Logam Alkali Tanah

1) Dengan halogen (X2), membentuk halida (X = F, Cl, Br, dan I).


M + X2 → MX2
2) Dengan oksigen, membentuk oksida, kecuali Ba juga
menghasilkan BaO2.
3) Dengan belerang, membentuk sulfida, juga dengan Se dan Te.
M + S → MS
4) Dengan nitrogen, membentuk nitrida (pada temperatur tinggi).
3 M + N2 → M3N2
5) Dengan karbon, membentuk karbida, kecuali Be membentuk Be2C.
M + 2 C → MC2
Karbida ini dengan air membentuk basa dan gas asetilena (untuk
mengelas).
6) Dengan hidrogen, membentuk hidrida (pada temperatur tinggi).
M + H2 → MH2
7) Dengan asam, membentuk gas H2.
M(s) + 2 H+(aq) → M2+(aq) + H(g)
8) Kecuali berilium, logam-logam alkali tanah dengan air
membebaskan gas hidrogen.
M + 2 H2O(l) → M(OH)2 + H2(g)
9) Berilium dan oksidanya bersifat amfoter, dapat larut dalam asam
maupun basa kuat.
Be + 2 H2O + 2 OH– → [Be(OH)4]2– + H2(g)
10) Tes nyala logam alkali tanah memberikan warna yang khas.
Magnesium : nyala sangat terang Strontium : merah
Kalsium : merah bata Barium: kuning kehijauan
c. Kelarutan Basa dan Garamnya

M = Be, Mg, Ca, Sr, Ba


d. Kesadahan Air

Air lunak : air yang tidak mengandung garam-garam Ca2+


maupun Mg2+.
Air sadah : air yang mengandung garam-garam Ca2+ maupun
Mg2+.
 mengandung garam-garam
Sementara Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2.
 Hilang dengan pemanasan.

Air sadah

 Mengandung garam-garam Ca2+


Tetap dan Mg2+.
 Tidak hilang dengan pemanasan.
Kerugian penggunaan air sadah antara lain:

1) Mengurangi efektivitas pencucian dengan sabun.


2) Membentuk garam-garam kalsium dan
magnesium yang sukar larut dalam air sehingga
mengendap pada ketel atau pipa dan dapat
menyumbat pipa.

Cara untuk melunakkan air sadah:


1) Penambahan kapur (CaO) dan soda abu (Na2CO3).
2) Menggunakan resin penukar ion (Na+ untuk Ca2+ dan Cl– untuk
HCO3–). Ion HCO3– terurai pada pemanasan membentuk CaCO3(s) .
3) Menggunakan prinsip distilasi, kebalikan osmosis, dan elektrodialisis.
Proses Dow Process untuk
Menghasilkan Mg

Slide 23 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Electrolysis of Molten MgCl2

Slide 24 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Decomposition of CaCO3 (lime)
In the lime kiln: In the lime slaker:

Δ CaO + CO
CaCO3 → CaO + H2O → Ca(OH)2
2

burnt lime slaked lime


or
quicklime

Slide 25 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Stalactites and Stalagmites

CO2 + H2O → H3O+ + HCO3-


Ka = 4.410-7

HCO3- + H2O → H3O+ + CO32-


Ka = 4.710-11

CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) → Ca(HCO3)2(aq)

Slide 26 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Other Compounds
 Gypsum, CaSO4·2H2O:
 Plaster of Paris CaSO4·½H2O by
heating gypsum.
 Used in drywall and casting.
 BaSO4 used in X-ray imaging .
 Slaked lime used in mortar:
 CaO absorbs water from the
cement to form Ca(OH)2 which
subsequently reacts with CO2 to
form CaCO3.

Slide 27 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
C. Kegunaan Unsur dan Senyawanya
1. Unsur Alkali
 Litium (Li) untuk campuran logam serta memisahkan oksigen
dan nitrogen.
 Uap natrium untuk lampu penerangan jalan raya.
 Natrium cair untuk pendingin pada reaktor nuklir.
 Kalium (K) dan sesium (Cs) untuk fotosel.
 Karnalit (KCl.MgCl2.6H2O) digunakan sebagai pupuk.
 NaOH (soda kaustik) digunakan dalam pembuatan sabun,
detergen, tekstil, kertas, pewarnaan, dan menghilangkan
belerang dari minyak bumi.
 NaHCO3, dikenal sebagai soda kue, banyak digunakan orang
dalam pembuatan kue.
2. Unsur Alkali Tanah

 Kalsium(Ca) diperlukan oleh makhluk hidup untuk pembuatan


tulang, gigi, dan kulit (cangkang).
 Magnesium (Mg) penting dalam klorofil, berperan sebagai katalis
pada fotosintesis pengubahan CO2 dan H2O membentuk gula.
 Dalam bentuk garamnya, strontium (Sr) dan barium (Ba)
digunakan untuk kembang api.
 Aliase berilium (Be) dan tembaga (Cu)
digunakan untuk membuat alat-alat industri.
 Berilium oksida titik lelehnya tinggi (2.670 oC)
sehingga digunakan untuk isolator listrik
pada temperatur tinggi.
Unsur Golongan IIIA/13:
Golongan Boron

Slide 30 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Slide 31 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Production of Aluminum

Slide 32 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Aluminum and Alums

Slide 33 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Golongan VIA/14: Golongan Carbon
C Si Ge Sn Pb

Slide 34 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Carbon

Slide 36 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Carbon

Slide 37 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Kegunaan Logam Sn dan Pb
Oxides
 PbO, litharge, yellow (ceramics,
cements, batteries).
 PbO2, red brown (matches, storage
batteries).
 Pb3O4, mixed oxide known as red lead,
red (metal-protecting paints).
 SnO2 (jewelry abrasive).

Slide 38 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Halides
 SnCl2
 Good reducing agent.
 Quantitative analysis of iron ores.
 SnCl4
 Formed from Sn and Cl2, obtained
recovering Sn.
 SnF2
 Anti-cavity additive to toothpaste.

Slide 39 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 56
Lead Poisoning

 Extensive use of Pb in plumbing systems, utensils,


pottery glazes and paints, and gasoline additives.
 Pb interferes with heme metabolism.
 Mild poisoning:
 Nervousness and depression.
 Severe poisoning:
 Nerve, brain and kidney damage.

Slide 40 of 56 General Chemistry: Chapter 21 Prentice-Hall © 2007


Focus On Gallium Arsenide
 Solar Cells
 LEDs
 Diode LASERs
 CD systems.
 Fiber optic systems.
 Intrinsic
semiconductor
 Tunable band gap
(add P).
 Various emission 540-
Slide 41 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 21 890 nm. 56
Golongan VIIA/17 = Halogen

Slide 42 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Production and Uses of Halogens

Slide 43 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Inorganic Compounds of
Fluorine

Slide 44 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Bleaching with Hypochlorite Ion

Slide 45 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Structures of Interhalogen Compounds

Slide 46 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Polyhalide Ions

Slide 47 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Golongan VIA/16
 S and O are clearly nonmetallic in behavior
 Similar compounds:
 H2S and H2O CS2 and CO2 SCl2 and Cl2O
 Important differences:
 Due to properties and characteristics of O.
 Small size, high electronegativity and inability to employ an
expanded valence shell.
 Hydrogen bonding in water but not in H2S.
 OS (O) -2, -1 and 0, but OS(S) -2 to +6 inclusive.

Slide 48 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Slide 49 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Production of Oxygen and Sulfur

Fractional Distillation The Frasch Process

Sulfur is also obtained from oil and


gas deposits and is recovered during
refining.
Slide 50 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Slide 51 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Sources and Uses of S and its Oxides

Slide 52 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Environmental Issues
 Smog consists mainly of particulate (ash and smoke),
SO2 and H2SO4 mist.
 Main contributor is the emission of SO2.
 Acid rain.
 Levels of SO2 and H2SO4 above 0.10 ppm are considered
potentially harmful.
 Especially to respiratory tract.

Slide 53 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Golongan VA/15
 Rich chemistry that can only be touched on here.
 Nitrogen can exist in many oxidation states.
 N and P are nonmetallic.
 As and Sb are metalloid.
 Bi is metallic.

Slide 54 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Table 22.7 Selected Properties
of Group 15 Elements

Slide 55 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Slide 56 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
Haber-Bosch Process

Slide 57 of
Prentice-Hall © 2007 General Chemistry: Chapter 22 60
SIFAT-SIFAT KHUSUS BEBERAPA UNSUR Gol IIIA-VIIA

1) Aluminium (Al)
 Aluminium tidak bereaksi dengan udara kering, tetapi dalam udara
lembap akan membentuk lapisan tipis oksida di permukaannya.
 Aluminium murni tidak bereaksi dengan air murni, tetapi aluminium
tak murni (bercampur dengan logam) dapat mengalami korosi jika
terkena air yang mengandung garam-garam.
 Aluminium dapat bereaksi dengan nitrogen membentuk aluminium
nitrida.
 Aluminium dapat mereduksi oksida logam menjadi logamnya,
proses termit.
 Aluminium dapat larut dalam basa kuat maupun dalam asam kuat.
 Larutan AlCl3 dalam air bersifat asam maka dapat bereaksi dengan
basa, selanjutnya dapat pula bereaksi dengan asam.
2) Silikon (Si)
 Silikon tidak ditemukan bebas di alam, tetapi ditemukan dalam
senyawanya.
 Silikon dioksida (SiO2) biasa disebut silika, banyak ditemukan
sebagai pasir dan quartz, membentuk jaringan makromolekul
struktur tiga dimensi sehingga titik lelehnya tinggi.
 SiO2 tidak berwarna, tetapi adanya campuran sedikit logam
dapat memberikan warna seperti amethyst (violet), rose quartz
(merah muda), smoky quartz (cokelat), dan citrine (kuning).
3) Fosforus (P)
 Fosforus tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam, sebagian
besar terdapat sebagai fosfat seperti batuan.
 Mempunyai beberapa bentuk alotrop, antara lain fosforus putih dan
fosforus merah.
 Fosforus putih mendidih pada 280 oC membentuk uap P4 yang
terdisosiasi di atas 700 oC membentuk P2.
 Pemanasan fosforus putih sampai 260 oC menggunakan katalis iodin
atau belerang membentuk fosforus merah yang amorf.
 Fosforus putih sangat reaktif, beracun, mudah
menguap, dan larut dalam pelarut nonpolar.
 Fosforus merah tidak reaktif, kurang beracun,
dan tidak larut dalam banyak pelarut.
 Fosforus putih jika bersentuhan dengan udara,
dapat menyala dan jika tersentuh kulit,
menyebabkan luka bakar.
4) Belerang (S)
 Belerang di alam dapat berada dalam keadaan bebas dan dalam
bentuk senyawa.
 Belerang mempunyai alotrop, yaitu rombis dan monoklin.
 Pada temperatur kamar yang stabil, belerang berbentuk rombis
yang mempunyai rumus molekul S8.
 Jika dipanaskan di atas 120 oC kemudian didinginkan perlahan-
lahan, akan terbentuk kristal belerang monoklin (titik leleh 119 oC).

Belerang rombis Belerang monoklin


4. Halogen

 Unsur-unsur halogen meliputi fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br),


iodin (I), dan astatin (At).
 Istilah halogen berasal dari Yunani yang berarti pembentuk garam.
 Di alam, tidak pernah didapatkan dalam keadaan bebas sebagai
unsurnya, tetapi selalu terdapat sebagai garamnya akibat
besarnya kereaktifan unsur-unsur golongan halogen.
 Astatin bersifat radioaktif.
 Dalam keadaan bebas, berada dalam bentuk molekul diatomik (F2,
Cl2, Br2, dan I2).
 Semua unsur halogen mempunyai konfigurasi elektron ns2p5 pada
kulit terluarnya.
Keteraturan sifak fisik halogen:
1. Dari atas ke bawah, titik didih dan titik leleh halogen makin tinggi
2. Harga energi ionisasi halogen dari atas ke bawah makin kecil.
3. Dari atas ke bawah, harga energi ikatan halogen makin kecil.
4. Urutan kekuatan oksidator halogen: F2 > Cl2 > Br2 > I2.

a. Asam-Asam Halogen
1) Asam Halogenida (HX)
Semua asam halogenida (HX) berwujud gas, tidak berwarna,
merangsang dan berbahaya, berikatan kovalen, serta bersifat
polar. HX murni tidak dapat menghantarkan arus listrik, tetapi
larutannya dalam air bersifat elektrolit.
HF dapat bereaksi dengan kaca (SiO2) dan dapat membentuk
ikatan hidrogen sehingga memiliki titik didih yang tinggi.
2) Asam Oksihalogen

 Unsur-unsur halogen (kecuali F) dapat membentuk asam-asam


yang mengandung oksigen (asam oksihalogen) dengan
bilangan oksidasi +1, +3, +5, dan +7.
 Asam-asam oksihalogen dan garam-garamnya merupakan
oksidator kuat.
 Makin tinggi bilangan oksidasi halogen pada asam
oksihalogen, makin besar kestabilannya terhadap pemanasan,
tetapi kekuatan oksidatornya berkurang.
 Urutan kekuatan asam:
HXO4 > HXO3 > HXO2 > HXO
HClO4 > HBrO4 > HIO4
HClO3 > HBrO3 > HIO3
HClO > HBrO > HIO
b. Kegunaan, Terdapatnya dan Cara Memperoleh Halogen
1). Fluorin (F)
a) Kegunaan
- Freon-11 (CFCl3) dan freon-12 (CF2Cl2) dipergunakan
sebagai zat pendingin dalam AC.
- Teflon untuk wajan.
- HF untuk mengukir kaca.
b) Terdapatnya
Mineral fluorit (CaF2), kriolit (Na3AlF6), dan fluoroapatit,
CaF2.3Ca3(PO4)2.
c) Cara memperoleh
- Oksidasi fluoridanya karena F2 merupakan oksidator yang
sangat kuat.
- Elektrolisis lelehan campuran KF dan HF.
2) Klorin (Cl)

a) Kegunaan
Pembuatan bromin (sebagai pengelantang)
dan mensterilkan air minum serta bahan
dasar untuk pemutih, karet sintetis, DDT,
CCl4, hipoklorit, klorat, dan perklorat.

b) Terdapatnya
Berupa gas berwarna kuning kehijauan dan merupakan gas
yang beracun, NaCl dalam air laut, sebagai mineral halit (NaCl),
sylvit (KCl), dan karnalit (KCl.MgCl2.6H2O).
c) Cara Memperoleh
Secara industri dan laboratorium.
3) Bromin (Br)

a) Kegunaan
 Zat oksidator dalam sintesis zat organik.
 AgBr untuk pelat fotografi dan film.
 Etilena bromida (C2H4Br2) untuk mempertinggi efisiensi TEL
sebagai antiketukan (anti knocking).
b) Terdapatnya
Dalam keadaan bebas, bromin berwujud cair, berwarna cokelat
kemerah-merahan, dan mempunyai tekanan uap yang tinggi
pada temperatur kamar. Di alam, sebagai bromida (AgBr atau
alkali bromida). Air laut mengandung bromida sebagai MgBr2.
c) Cara Memperoleh
Oksidasi bromida dalam air laut dengan klorin
4) Iodin (I)

a) Kegunaan
 Larutan iodin dalam alkohol (yodium
tingtur) sebagai disinfektan dan antiseptik.
 Kekurangan iodin (yodium) dapat
mengakibatkan gondok

b) Terdapatnya
Dalam keadaan bebas, iodin berwujud padat dan berwarna
ungu. Sebagai iodida dalam air laut terutama dalam lumut-
lumut laut dan ditemukan sebagai iodat (IO3–) yang bercampur
dengan sendawa chili (NaNO3).
c) Cara Memperoleh
Oksidasi iodida (I–) dengan gas klorin atau reduksi iodat (IO3–).
3. Aluminium
 Alat-alat dapur, mobil, pesawat terbang dan tutup kaleng.
 Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik sehingga
digunakan untuk membuat kawat listrik.
 Untuk aliase: duralumin, magnalium, dan alnico.
 Alum atau tawas digunakan untuk mengendapkan kotoran pada
pembersihan air.
 Zeolit atau permutit (Na2O.Al2O.2SiO2O) digunakan untuk
melunakkan air sadah.

Prinsip pengolahan aluminium adalah


1. Pemurnian Al2O3 dari bauksit
2. Elektrolisis Al2O3 dengan elekrolit
kriolit cair
4. Fosforus (P)

 Fosforus penting untuk kehidupan, terutama dalam


metabolisme tumbuhan dan binatang.
 Kurang lebih 60% tulang dan gigi adalah Ca3(PO4)2 atau
[3(Ca3(PO4)2).CaF2] dan rata-rata orang mengandung
3,5 kg kalsium fosfat dalam tubuhnya.
 Batuan fosfat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
pupuk fosfat.
 Fosforus juga digunakan untuk kembang api. Pada saat
terbakar di udara, fosforus dapat memberikan awan yang
bercahaya putih.
5. Karbon (C)

 Unsur penting penyusun protein, karbohidrat, dan lemak


 Karbon dioksida (CO2) penting dalam fotosintesis, produksi
pupuk urea, pembuatan softdrink, es kering (CO2 padat) untuk
pendingin, dan bahan pemadam api.
 Grafit untuk pembuatan elektrode,
baja, pensil, pengecoran logam, dan
sebagai pelumas.
 Karbon aktif untuk pemurnian dan
penghilangan warna gula dan bahan
kimia yang lain, mengabsorpsi gas
beracun dalam masker gas, dan
untuk katalis beberapa reaksi.
6. Nitrogen (N)
Bahan pupuk, bahan peledak, untuk mengisolasi sistem dari
kontak udara, dan pendingin.

7. Oksigen (O)
 Untuk respirasi bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.
 Pembuatan TiO2 dari TiCl4. TiO2 digunakan sebagai zat pewarna
putih pada cat dan kertas serta sebagai bahan pengisi pada plastik.
 Oksidasi NH3 dalam industri HNO3.
 Industri etilena oksida (axirane) dari etena.
 Sebagai oksidan dalam roket.
 Di rumah sakit untuk membantu pernapasan.
 Untuk pernapasan penyelam di laut.
 Untuk aerasi pengolahan limbah industri.
8. Belerang (S)
Belerang terutama digunakan untuk membuat asam sulfat.
Asam sulfat banyak digunakan untuk membuat pupuk fosfat
dan amonium fosfat. Asam sulfat juga digunakan dalam
refining minyak bumi, industri baja, aki, dan reaksi-reaksi kimia
yang terlibat dalam industri cat, plastik, zat-zat yang mudah
meledak, dan obat-obatan.

9. Silikon (Si)
Silikon banyak digunakan terutama
yang berhubungan dengan elektronika,
seperti mikrokomputer dan kalkulator.
Silikon sangat murni digunakan untuk
membuat chip komputer
Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5

Tugas Metalurgi Umum


 Jelaskan pengertian mineral dan unsur
 Jelaskan pengertian mineral bijih (ore) dan mineral
gangue serta berikan contohnya masing-masing
minimal 10 mineral
 Apa yang dimaksud dengan endapan primer dan
endapan sekunder
 Berikan masing-masing 5 contoh endapan primer dan
endapan sekunder
Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5

TUGAS KIMIA DASAR 2