Anda di halaman 1dari 18

PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASIONAL

Manajemen Operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara


maksimal penggunaan semua faktor produksi yang ada baik itu tenaga
kerja (SDM), mesin, peralatan, raw material (bahan mentah) dan
faktor produksi yang lainnya dalam proses tranformasi untuk menjadi
berbagai macam produk barang atau jasa. Yang bisa dilakukan oleh
manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses
manajemen : planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian),
pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian.
Untuk menciptakan barang dan jasa (produk), semua organisasi bisnis
(perusahaan) paling tidak menjalankan tiga fungsi utama yaitu:
1. Fungsi Pemasaran (Marketing Function) yang berhubungan dengan
pasar untuk
dapat menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan
produk yang
dihasilkan ke pasar.
2. Fungsi Keuangan (Finance Function) yang mengelola berbagai
urusan keuangan didalam perusahaan maupun perusahaan dangan
fihak luar perusahaan.
3. Fungsi Produksi atau Operasi (Operation Function) berkaitan dengan
penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan

Tanggung Jawab Manajer Operasional :

1 Menghasilkan barang atau jasa.


2 Mengambil sebuah keputusan mengenai fungsi operasi serta sistem
tranformasi.
3 Mengkaji pengambilan sebuah keputusan dari suatu fungsi
operasinal.

Fungsi Produksi dan Operasional

Proses produksi serta operasional


Jasa penunjang dalam pelayanan produksi
Planning (Perencanaan)
Controlling (Pengendalian dan pengawasan)
Lingkup Manajemen Operasional :

1. Perancangan desain system produksi dan operasional

 Seleksi serta perancangan desain produk


 Seleksi serta perancangan proses dan peraalatan
 Pemilihan site dan lokasi perusahaan serta unit produksi
 Rancangan tata letak serta arus kerja
 Rancangan atas tugas pekerjaan
 Strategi produksi dan operasional serta pemilihan kapasitas

2. Pengoperasian sistem produksi dan operasional

 Menyusun rencana produk dan operasional


 Perencanaan dan pengendalian atas persediaan serta pengadaan
bahan
 Pemeliharaan utilitas mesin dan juga peralatan
 Pengendalian atas mutu
 Manajemen sumber daya manusia (tenaga kerja)
 Ruang Lingkup Manajemen Operasional meliputi tiga bagian
utama, Tiga bagian itu adalah Perencanaan Sistem Produksi,
Pengendalian Produksi dan Sistem Informasi Produksi

Perencanaan Sistem Produksi

Pada lingkup perencanaan sistem produksi, perencanaan sistem


produksi dimulai dari proses perencanaan produksi, Tujuannya adalah
untuk menghasilkan barang atau jasa yang dikehendaki yang sesuai
dengan kebutuhan para konsumen, baik itu mengenai kuantitas,
kwalitas, harga dan waktu

Dalam lingkup perencanaan sistem produksi, ada beberapa hal yang


patut diperhatikan:

 Penentuan Lokasi Pabrk


 Penentuan Tata Letak Fasilitas Pabrik
 Perencanaan Lingkungan Kerja
 Persoalan Persoalan Standar
Pengendalian Produksi

 Proses Produksi yang dijalankan oleh Manajemen Operasional


adalah pengendalian yang berdasar pada perencanaan yang
sudah diputuskan sebelumnya. Perencanaan produksi adalah
dasar dalam melakukan pengendalian produksi, Didalamnya
mencakup berbagai kebijakan dan standar yang harus dipenuhi.
Tapi, proses produksi yang sedang dijalankan harus diawasi
suapaya tidak melenceng dari perencanaan yang telah disusun,
terkendali seperti yang diharapkan. Dan perlu diingat, semua
langkah pengendalian adalah untuk memaksimalkan keuntungan
yang bisa diperoleh oleh perusahaan dengan mengurangi
kesalahan kesalahan yang bisa merugikan.
Pengendalian Bahan Baku
Bagaimana cara memindahkan barang didalam proses produksi dari
bagian satu kebagian yang lain sehingga tidak mengganggu aktivitas
produksi itu sendiri adalah suatu masalah yang umum terjadi pada
proses produksi. Proses produksi bagaimana caranya tidak terganggu
oleh keterlambatan bahan baku yang akan diproses untuk suatu
produk.Pengendalian bahan baku adalah ilmu dalam mengatur
pemindahan, membungkus, serta menyimpan bahan baku pada
berbagai macam bentuk.
Pengendalian Biaya Produksi
Umumnya analisis biaya digunakan dalam mencari tingkat
keuntungan yang maksimal sehingga pada proses produksi ada
penggolongan biaya produksi menjadi biaya variabel dan biaya
tetapBiaya variabel terbagi lagi menjadi biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung sedangkan biaya overhead perlu dilihat lebih
teliti lagi karena pada biaya overhead terdapat didalamnya biaya
variabel dan biaya tetap dan bahkan juga biaya semi variabel, Dalam
pengendalian biaya produksi, jenis jenis biaya tersebut harus dengan
jelas diketahui karena pengaruhnnya terhadap keuntungan atau laba
perusahaan sangat besar.
Pengendalian Tenaga Kerja
Kualitas tenaga kerja perlu mendapatkan perhatian serius, tenaga
kerja perlu dikendalikan baik itu kuantitas dan kualitas tenaga kerja,
dalam satu kasus, tenaga kerja yang berlebih akan mengakibatkan
membengkaknya biaya dan penurunan produktivitas dalam kasus
yang lain kekurangan tenaga kerja bisa menyebabkan proses produksi
tidak berjalan maksimal.
Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas adalah alat bagi manajemen operasional dalam
memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas produk barang atau jasa
yang dihasilkan, dan mengurangi kuantitas barang yang gagal atau
rusak dari proses produksi yang tentunya akan merugikan.
Pengawasan terhadap kualitas dalam menentukan ukuran, cara
ataupun persyaratan fungsional dari suatu produk dan spesifikasinya
juga memerksa apakah prosedur dalam proses produksi telah sesuai
standar mutu yang telah ditetapkan dalam menjaga kualitas.
Pemeliharaan
Diperlukan upaya dalam pemeliharaan alat produksi untuk mencegah
hasil produk dari proses produksi yang cacat tau tidak sesuai dengan
standar mutu yang ditetapkan akibat alat produksi yang rusak. Tapi
jika apabila produk yang dihasilkan masih juga ada produk cacat,
mungkin pergantian alat produksi adalah opsi berikutnya yang perlu
dipertimbangkan. Maintenance sangat penting, masalah teknis
mengenai alat alat hendaknya ada bagian khusus yang mengaturnya.
Sistem Informasi Produksi

Sistem Informasi Produksi umumnya terdiri dari tiga bagian, Struktur


Organisasi, Produksi Atas Dasar Pesanan dan Produksi Untuk Pasar
Struktur Organisasi
Pengorganisasian adalah suatu proses didalam membangun hubungan
antara komponen organisasi dengan tujuan organisasi agar seluruh
aktivitas diarahkan menuju pencapaian sasaran tujuan dari organsasi.
Komponen yang maksud adalah pekerjaan apa yang harusnya
dijalankan, siapakah yang harus menjalankan pekerjaan tersebut dan
apa saja alat yang nantinya akan dipergunakan dalam menjalankan
pekerjaan itu
Produksi Atas Dasar Pesanan
Umumnya, konsumen ingin diperlakukan dengan cara yang berbeda
beda antara yang satu dengan yang lain. Meskipun perusahaan sudah
menciptakan produk secara reguler, namun nyatanya masih banyak
permintaan dari konsumen yang berbeda yang ingin dilayani secara
berbeda pula. Ini menjadi tugas khusus dari Manajemen Operasional,
apalagi jika kapasitas produksi yang dimiliki ternyata masih jauh
kuantitasnya daripada yang diminta oleh para konsumen
Produksi Untuk Pasar
Umumnya, perusahaan yang sudah mempunyai basis pasar yang baik
akan melakukan aktivitas produksi secara regular. Produksi untuk
pasar biasanya ditentukan oleh permintaan oleh konsumen, ntah itu
konsumen yang sudah ada sebelumnya ataupun konsumen baru yang
potensi.
Pengertian Strategi Operasional

Strategi Operasional adalah fungsi operasional yang menentukan


arah dalam pengambilan sebuah keputusan yang terintegrasikan
bersama strategi bisnis. Strategi Operasional menciptakan pola pola
pengambilan sebuah keputusan operasional secara konsisten.
Ada beberapa ahli yang memberikan pendapat mengenai pengertian
Strategi Operasional

Skninner [1978]
Strategi adalah filosofi yang memiliki keterkaitan dengan alat dalam
mencapai tujuan
Hayes dan Wheel Wright [1978]
Mendefinisikan strategi operasional sebagai seluruh aktivitas yang
berada dalam ruang lingkup perusahaan termasuk pengalokasian
seluruh sumber daya perusahaan yang dimiliki
Hill [1989]
Strategi adalah sebuah cara yang memfokuskan pada suatu hal yang
berkaitan dengan aktivitas manufakture dan pemasaran. Kesemuanya
dilakukan untuk mengembangkan perspektif perusahaan melalui
agregasi

PENGENDALIAN PRODUKSI
Setelah proses produksi berjalan, kadangkala terjadi
penyimpangan atau hal-hal yang kurang sesuai dengan maksud
perencanaan produksi. Maka untuk mengatasi hal-hal itu harus
dilaksanakan Pengendalian Produksi atau Pengawasan Produksi.
A. Pengendalian Produksi :
1. Planning
Yaitu untuk menentukan produk apa dan berapa banyak akan di
produksikan dan di sini juga direncanakan seluruh kegiatan produksi
mulai saat masuknya bahan-bahan mentah sampai produk selesai
dibuat.
2. Routing
Diartikan sebagai pedoman pelaksanaan proses produksi, yaitu
merupaka urutan-urutan penyelesaian pekerjaan dari bahan mentah
sampai produk selesai.
3. Scheduling
Yakni penentuan kapan suatu pekerjaan harus dimulai dan kapan
harus selesai.

4. Dispatching
Merupakan perintah untuk mulai bekerja kepada para pekerja. Di sini
pekerja sudah diberi perintah dari Dispatcher (pemberi perintah)
sesuai dengan Routing dan Scheduling yang telah ditentukan.
5. Follow Up
Merupakan tindak lanjut dalam urutan proses produksi untuk
menjaga agar Routing, Scheduling dan Dispatching sesuai dengan
rencana serta untuk menghindari kegagalan proses produksi.

B. Pengendalian Proses Bahan Baku.


standar langkah-langkah yang perlu diambil, yaitu:
1. Mempertimbangkan persaingan dan kualitas produk pesaing.
2. Mempertimbangkan kegunaan terakhir produk.
3. Kualitas harus sesuai dengan harga jual.
4. Dibentuk tim yang tetrdiri dari bagian penjualan, teknik,
pembelian, bahan baku, dan dari bagian proses produksi.
5. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan terhadap kualitas yang telah
ditetapkan.
C. PengendalianKualitas
Pengendalian kualitas merupakan sarana bagi manajemen untuk
menilai dan memperbaiki kualitas barang yang dihasilkan,
mempertahankan kualitas yang tinggi, dan menurunkan jumlah
barang yang rusak.
Langkah yang perlu diambil, yaitu:
- Mempertimbangkan persaingan dan kualitas produk pesaing.
- Mempertimbangkan kegunaan terakhir produk.
- Kualitas harus sesuai dengan harga jual.
- Dibentuk tim yang tetrdiri dari bagian penjuala, teknik, pembelian,
bahan baku, dan dari bagian proses produksi.
- Selanjutnya dilakukan pemeliharaan terhadap kualitas yang telah
ditetapkan.
Hal yang dapat mempermudah Pengendalian Produksi yakni
apabila terjalin suatu koordinasi dari seluruh kegiatan-kegiatan
pabrik. Setiap perencanaan produksi yang telah dibuat harus diikuti
dengan tindakan pengawasan/ pengendalian produksi. Perencanaan
tanpa pengendalian akan membuat hasil yang kurang tepat seperti apa
yang telah direncanakan.
Dengan Pengendalian Produksi diperoleh keuntungan-keuntungan :
1. Membantu tercapainya operasi produksi secara efisien dari
perusahaan; sebab pengawasan ini akan memberi informasi kepada
manajemen untuk keperluan perencanaan serta jadwal kerja.
2. Lebih menyederhanakan prosedur pekerjaan.
3. Mempertinggi modal pekerja karena mereka bekerja secara jelas
dengan disertai pengendalian.
METODE-METODE UNTUK MENINGKATKAN PROSES
EFISIENSI PRODUKSI
A. Memperbaiki Kualitas Produksi dengan TQM
Konsep TQM adalah tindakan memantau dan meningkatkan kualitas
barang dan jasa yang dihasilkan.
Konsep TQM dikembangkan oleh W. Edwars Deming
Beberapa panduan kunci dalam memperbaiki kualitas adalah
1.Memperbaiki pendidikan dan pelatihan para manajer dan
karyawan agar mereka unggul dalam bidang tugas mereka.
2.Memberanikan karyawan mengambil tanggung jawab dan
melaksanakan kepemimpinan.
3.Memotivasi karyawan untuk terus menerus memperbaiki proses
produksi.
Penggunaan TQM biasanya mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Menentukan tingkat kualitas yang diinginkan.
Kualitas suatu barang dan jasa yang ditentukan oleh tingkat
kehandalan (jumlah kerusakan yang rendah), daya tahannya, seberapa
mudah digunakan, bagaimana dengan reparasi atau perbaikan dan
tingkat harga semua kriteria kualitas produk akan mempengaruhi
kepuasan pelanggan.
Saat menentukan tingkat kualitas barang dan jasa, maka
perusahaan berfokus pada karakteristik kualitas yang diinginkan oleh
segmen pasar yang akan dilayaninya.
b) Mencapai tingkat kualitas yang diinginkan
Setelah tingkat kualitas ditetapkan, maka akan dibuat kelompok
karyawan yang terlibat dalam proses produksi untuk memberi saran-
saran untuk mencegah kemungkinan masalah yang mungkin timbul
dalam proses produksi.
c) Mengontrol tingkat kualitas
Kontrol oleh teknologi
Kontrol oleh karyawan
Kontrol oleh sistem pengambilan contoh
Kontrol dengan memantau keluhan
Kontrol dengan melaksanakan survey
Mengoreksi defisiensi
B. Metode Meningkatkan Efisiensi Produk
Efisiensi produksi adalah kemampuan menghasilkan produk
dengan biaya rendah. Perusahaan dapat menentukan target efisiensi
produksi dengan menggunakan sistem bench-marking. Benchmarking
adalah metode mengevaluasi kinerja dengan cara perbandingan pada
beberapa tingkat tertentu, biasanya suatu tingkat yang telah dicapai
oleh perusahaan lain.
Rentangan target :
Target-target efisiensi produksi yang tidak dapat dicapai dengan
kondisi saat ini.
Ada tiga metode untuk meningkatkan efisiensi produksi :
a) Teknologi
Otomatisasi
Pekerjaan diselesaikan oleh mesin tanpa penggunaan
karyawan.
b) Skala ekonomi
Jumlah/kualitas yang diproduksi meningkat, sehingga biaya per
unit menurun

Biaya tetap
Biaya operasi yang tak berubah jika jumlah produksi yang
dihasilkan bertambah atau berkurang. Contoh : Biaya sewa pabrik.
Biaya variabel
Biaya yang operasi yang bervariasi, berhubungan langsung dengan
jumlah produk yang dihasilkan
Titik break – even
Kualitas unit yang terjual dimana pendapatan total sama dengan
biaya total.
c) Restrukturiosasi
Revisi dari proses produksi dalam upaya meningkatkan
efisiensi,
Re-engineering
Rancangan ulang struktur organisasi dan operasi
perusahaan
- Contoh revisi kecil adalah prosedur yang dipakai untuk
menerima
pesan lewat telepon.
- Contoh revisi besar adalah operasi lini perakitan yang
baru untuk
produksi perusahaan
Perampingan
Suatu pengurangan dalam jumlah karyawan. Perusahaan
menentukan berbagai posisi pekerjaan yang dapat di eliminasi
tanpa mempengaruhi volume atau kualitas produk yang dihasilkan.
Beberapa bentuk perampingan muncul karena teknologi yang
digunakan untuk menggantikan sumber daya manusia.
Anorexia korporat
Masalah yang muncul saat perusahaan menjadi terobsesi untuk
mengeliminasi komponen mereka yang tidak efisien dan
mengakibatkan timbulnya perampingan yang terlalu banyak.

7.1 CONTOH KASUS


P.T. NYONYA MENEER

1. Sejarah Perusahaan
P.T. jamu Nyonya Meneer Semarang adalah salah satu
perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang pembuatan jamu
tradisional. P.T. jamu Nyonya Meneer merupakan salah satu
perusahaan jamu yang terbesar di Semarang. Karena produk jamu
Nyonya Meneer mempunyai mutu yang baik maka jamu produk
Nyonya Meneer mulai dikenal masyarakat. Pada awalnya P.T. jamu
Nyonya Meneer hanya dikenal di Indonesia. Setelah beberapa tahun
mengalami kemajuan akhirnya P.T. ini telah dikenal di manca
Negara. P.T. Nyonya Meneer mengalami kemajuan pesat sampai
sekarang karena kerja keras dan keuletan dari para karyawan P.T.
Nyonya Meneer.

2. Lokasi Perusahaan
P.T. jamu Nyonya Meneer telah memiliki empat lokasi untuk
kantor dan pengolahan jamu serta satu lokasi tempat perkebunan.
Untuk lokasi kantor pusat berada di jalan Raden Patah 191-199, untuk
kantor yang lain berada di jalan Raya Kaligawe Km.4. Pada lokasi
inilah terdapat tempat produksi jamu, laboratorium serta museum
jamu Nyonya Meneer. Museum jamu inilah yang dijadikan sebagai
tempat rekreasi dan sebagai informasi mengenai segala hal yang
berhubungan dengan jamu yang ada di P.T. jamu Nyonya Meneer.
Lokasi berikutnya berada di jalan Raden Patah No. 117, di lokasi
inilah hanya digunakan untuk sebagian proses jamu dan di Karangjati
yaitu untuk perkebunan.

3. Sumber Daya Yang Digunakan


A. Bahan Baku:
Rempah-rempah
Akar-akaran
Daun-daunan
Bahan kimia sehat
B. SDM (Karyawan)
1) Kualitas dan Kuantitas SDM
P.T. NYONYA MENEER mempunyai struktur organisasi yang
vertikal Saat ini P.T. NYONYA MENEER didukung lebih dari 2000
karyawan dengan tingkat pendidikan bervariasi dan ditempatkan
sesuai dengan keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masing-
masing. Sebagai pendukung, P.T. Nyonya Meneer juga memilki
tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, ekonomi,
farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik
elektro, dll.
Untuk mengembangkan kemampuan, pada waktu-waktu tertentu
kepada karyawan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan, kursus,
maupun seminar. Untuk mendukung pengembangan, P.T. NYONYA
MENEER juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya, misalnya :
apoteker, dokter umum, dokter gigi dan spesialis.
2) Hari Kerja dan Gaji Karyawan
Hari kerja karyawan adalah enam hari kerja. Gaji para karyawan
diberikan secara bulanan. Sistem pengupahan yang ada pada P.T.
NYONYA MENEER dengan sistem bulanan. Dan kompensasi lain
yang diberikan adalah tunjangan transport, tunjangan jabatan,
tunjangan asuransi jiwa, tunjangan gizi.
3) Hak-hak yang Wajib Diterima Karyawan
Hak-hak karyawan P.T. NYONYA MENEER secara umum
yang harus diterima antara lain:
a. Kesehatan dengan disediakannya klinik kesehatan perusahaan.
b. Sarana untuk olah raga
c. Tempat ibadah seperti masjid/ mushola bagi yang beragama Islam.
d. Karyawan P.T. NYONYA MENEER Mendapatkan Premi
Asuransi serta mendapat santunan bila karyawan mengalami sakit
yang harus dirawat di rumah sakit serta mendapat santunan apabila
meninggal dunia.
Kesejahteraan lainnya yang diberikan perusahaan pada
karyawan bersama masyarakat sekitar perusahaan antara lain:
a. Mengadakan mudik bersama bagi karyawan yang akan pulang
kampung pada saat lebaran
b. Pemberian Tunjangan Hari Raya
c. Mengadakan pengobatan gratis bagi karyawan
Di samping itu untuk memastikan kesejahteraan karyawan, P.T.
NYONYA MENEER memberikan pelatihan khusus untuk karyawan.
Antara lain:
a. Secara aktif menyelenggarakan pelatihan lokal karya untuk
meningkatkan Sumber Daya Manusia Karyawan
b. Mengembangkan system bonus kepada karyawan yang berprestasi
seerta mempunyai kemampuan yang tinggi

C. Sumber Daya Lain


Mesin teknologi
Komputer
Kendaraan
Dsb.
D. Modal: Rp. 2 Milyar.
4. Pembauran Pemasaran
a. Produk aneka jamu kesehatan
b. Harga mulai dari Rp. 5000
c. Distribusi baik lokal hingga internasional
d. Promosi: periklanan, personal selling, promosi penjualan,
publisitas, dan hubungan masyarakat

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Manajemen Operasi dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan
atau aktifitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang
maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output.
2. Sumber daya yang di gunakan dalam produksi:
1. SDA (bahan baku)
2. SDM (karyawan)
3. Sumber daya lain (Peralatan dan Perlengkapan)
4. Modal
3. Memilih lokasi:
a. Letak bahan mentah
b. Lertak Pasar
c. Pengangkutan (Transportasi)
d. SuplaiTenagaKerja
e. Terdapatnya Tenaga Pembangkit listrik
4. Desain produksi perlu direncanakan dengan baik, karena fasilitas
produksi yang baik dan teratur para karyawan dapat bekerja dengan
tenang, sementara aliran produksi dari mulai bahan mentah sampai
barang jadi dapat berlangsung dengan lancar dan teratur.
5. Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan
efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang
6. Pengendalian produksi :
Planning
Routing
Scheduling
Dispatching
Follow Up
7. Metode meningkatkan efisiensi produksi:
Ada tiga metode untuk meningkatkan efisiensi produksi :
a) Teknologi
b) Skala ekonomi
c) Restrukturiosasi
Popular Posts

 Manajemen Produksi (Operasional)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah


Di dalam hidup sehari-hari kita banyak melihat barang dan jasa
yang ...

 Perencanaan Strategis

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah


Perencanaan merupakan salah satu empat fungsi manajemen
yang penting dan sal...

 Bank Indonesia (Sentral)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah


Ditinjau dari segi fungsinya,salah satu jenis perbankan yang
palin...

Penyebab Datangnya Rasa Ngantuk beserta Tips untuk


Mengatasinya.

Apa yang ada di pikiran anda bila mendengar kata


“Hoaaaammmm?” Benar, itu tanda-tanda mengantuk.
Tentunya hal ini sudah tidak asi...

Terjebak Hujan

TERJEBAK HUJAN Masa-masa duduk di bangku SMA sangat


menyenangkan. Aku menuntut ilmu dengan semangat mulai
pagi hingga siang. T...

 SELAMAT DATANG DI BLOGKU

Hai bloggers.. Perkenalkan nama lengkapku Nur Rohman Eko


Agustiyanto, teman-teman cukup memanggilku Eko. Aku lahir
di Teluk Kuantan dan sek...

Slide Profil Uin Malang

Pada umumnya ikatan alumni sering mengadakan kunjungan ke


SMA, selain silahturahmi dengan para guru, staff dan lain-lain,
para mahasiswa ...

Chocolate Made By Eko

Chocomadee merupakan produk olahan dari coklat baru yang


sangat istimewa. Terbuat dari coklat murni dan berkualitas
dengan bahan pe...

Pemasaran Jasa (Proposal Usaha Coklat Chocomadee)


PROPOSAL USAHA RUMAH COKLAT “Chocomadee”
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH Pemasaran
Jasa Yang dibina oleh Irmayanti Hasan, ...

 Contoh Outline Skripsi

FORM PENGAJUAN JUDUL OUTLINE PROPOSAL


PENELITIAN (SKRIPSI) JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA ...

Blog Archive

 ► 2015 (5)

 ► 2014 (3)

 ▼ 2012 (4)
o ▼ November (4)
 Penyebab Datangnya Rasa Ngantuk beserta Tips
untuk...
 Terjebak Hujan
 Manajemen Produksi (Operasional)
 SELAMAT DATANG DI BLOGKU

Vote
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget