Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM

VARIABILITAS DI ANTARA INDIVIDU


Hari : Kamis Tanggal : 6 September 2018 Kelas : D4

Dosen Asistensi : Prof. Drs. Bambang Irawan, M.Sc., Ph.D.


Oleh :
Kelompok 01
1. Lillah Asritafriha 081711433011
2. Mochammad Ilham 081711433022
3. Yulia Tri Nurindah Wanti 081711433016

PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
VARIABILITAS DI ANTARA INDIVIDU

Lillah Asritafriha, Yulia Tri Nurindah Wanti, Mochammad Ilham,


Program Studi S1 Biologi, Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya
2018

ABSTRAK

Praktikum Variabilitas diantara Individu bertujuan untuk membuat deskripsi


statistik dari suatu populasi antar variabel pada Anadara granosa dan
Oreochromis mossambicus yang ditentukan untuk menggambarkan tingkat
heterogenitasnya (variabilitasnya), mempelajari hubungan antar karakter yang
digunakan untuk membuat deskripsi statistik. Praktikum ini dilaksanakan pada
hari Kamis, 5 September 2018. Lokasi praktikum dilakukan di laboratorium ruang
227 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya.
Alat yang digunakan adalah jangka sorong sebagai alat pengukur panjang
dan lebar bahan dan neraca ohauss untuk mengukur berat bahan tersebut. Bahan
yang digunakan adalah 50 kerang darah (Anadara granosa) dan 50 kerang ikan
mujair (Oreochromis mossambicus). Dari hasil praktikum yang telah dilakukan
pada Anadara granosa,diperoleh nilai deviasi standar panjang 0,5850 cm, lebar
0,6321 cm, dan berat 1,553gram. Persamaan regresi Anadara granosa antara
panjang dan lebar adalah y = 0.0134x + 1.2416 dengan koefisien korelasi
determinan (R2) sebesar 0.9396. Persamaan regresi Anadara granosa antara
panjang dan berat adalah y = 0.0826x + 3.189 dengan koefisien korelasi
determinan (R2) sebesar 0.9769. Persamaan regresi Anadara granosa antara lebar
dan berat adalah y = 0.0826x + 3.189 dengan koefisien korelasi determinan (R2)
sebesar = 0.9769.
Sedangkan pada Oreochromis mossambicus diperoleh nilai deviasi standar
panjang 0,3791 cm, lebar0,3784 cm, dan berat 0,3798 gram. Persamaan regresi
Oreochromis mossambicus antara panjang dan lebar adalah y = 0.0113x + 4.1626
dengan koefisien korelasi determinan (R2) sebesar 0.9645. Persamaan regresi
Oreochromis mossambicus antara panjang dan berat adalah y = 0.2592x + 42.647
dengan koefisien korelasi determinan (R2) sebesar 0.9115. Persamaan regresi
Oreochromis mossambicus antara lebar dan berat adalah y = 0.2592x + 42.647
dengan koefisien korelasi determinan (R2) sebesar 0.9115

Kata kunci : Anadara granosa., Oreochromis mossambicus, Karakter, Variabel


PENGANTAR

Kerang darah (Anadara granosa) adalah sejenis kerang anggota suku


Arcidae. Disebut kerang darah karena cairan yang dihasilkannya mengandung
senyawa hemoglobin yang pada umumnya ditemukan pada darah. Sejak dulu
kerang darah sudah dibudidayakan sebagai sumber pangan yang memiliki
kandungan gizi yang tinggi. Kerang darah yang telah dewasa yang berukuran
diameter 4 cm dapat memberikan sumbangan energi sebesar 59 kalori serat
mengandung 8 gram protein, 1.1 gram lemak, 3.6 gram karbohidrat, 133 mg
kalsium, 170 mg phosfor, 300 SI vitamin A dan 0.01 mg vitamin B1 (Kasry
2003).

Seperti kebanyakan hewan Bivalvia lainnya kerang darah tidak memiliki


kepala. Tubuh Kerang darah pipih secara lateral dan ditutupi oleh sepasang
cangkang . Pucak cangkang disebut umbo. Garis-garis melingkar disekitar umbo
menunjukkan garis pertumbuhan cangkang. Cangkang Bivalvia termasuk kerang
darah memiliki tiga lapisan, yaitu periostrakum (paling luar), prismatic (lapisan
kapur dibagian tengah), dan nakreas (lapisan mutiara). Dibawah cangkang
terdapat mantel berbentuk jaringan tipi dan lebar yang menutup seluruh tubuhnya.
Kerang darah makan dengan cara memasukkan air yang mengandung makan
melalui sifon inhalan (sifon air masuk), air yang mengandung makanan ini akan
disaring oleh lembaran insang dan keluar melalui sifon ekshalan (sifon air keluar).

Kerang darah dapat hidup di kedalaman air maksimal 20m tetapi sebagian
besar hidup di daerah pesisir pantai. Kerang darah adalah spesies intertidal yang
secara alami hidup di bawah lumpur dengan tingkat salinitas yang relatif rendah.

Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan jenis ikan air tawar,


bentuk badan pipih dengan warna abu abu, coklat atau hitam. Mujair memiliki
bentuk badan yang pipih dan memanjang, bersisik kecil bertipe stenoid, tubuh
memiliki garis vertikal, sirip ekor memiliki garis berwarna merah. Warna ikan ini
tergantung pada lingkungan atau habitat yang di huni (Webb et al., 2007).

Mulutnya agak besar dan mempunyai gigi-gigi yang halus. Letak mulut
terminal atau di ujung tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic.
Linea lateralis tidak sempurna atau terputus menjadi dua bagian. Jumlah sisik
pada garis rusuk bagian atas 18 -
21 buah dan pada garis rusuk bagian bawah ada 10 -15 buah. Sirip dada dan sirip
perut berwarna hitam kemerahan, sedangkan sirip punggung dan sirip ekor
berwarna kemerah-merahan pada ujung-ujungnya (Cahyono, 2000).

Ciri-ciri khas dari ikan mujair yaitu dagu berwarna kekuning-kuningan dan
tanda tersebut biasanya akan terelihat lebih jelas pada ikan jantan yang sudah
dewasa. Ikan ini memiliki panjang tubuh dua sampai tiga kali dari tinggi badannya
(Setianto, 2012).

Ciri-ciri yang perlu diperhatikan untuk membedakan induk jantan dan


induk betina yaitu pada betina terdapat tiga buah lubang pada urogenital, yaitu
dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urin. Ujung sirip berwarna pucat
kemerah-merahan, warna perut lebih putih, warna dagu putih, dan jika perut
ditekan tidak mengeluarkan cairan. (Popma dan Green, 1990)

Setiap individu dalam satu spesies populasi selalu memiliki perbedaan


artinya tidak ada ada dua individu yang kembar identic. Karakter yang ada pada
diri individu terbagi atas dua jenis, yaitu karakter kualitatif dan karakter
kuantitatif. Karakter kualitatif adalah karakter yang tidak bisa diukur seacar
objektif misalnya warna, tekstur, baik-buruk, dan sebagainya. Karakter kuantitaif
adalah karakter yang bisa diukur secara objektif misalnya panjang, lebar, berat
badan, dan sebagainya. Karena karakter kuantitatif antar individu dalam populasi
di alam, oleh karena itu pada dilakukannya praktikum ini Karakter kuantitatif
biasanya tidak 100% sama, misalnya panjang, lebar, dan berat tubuh tidak akan
100% sama antarindividu dalam suatu populasi alam (Hariyanto, 2008). Oleh
karena itu praktikum ini dilakukan untuk mengetahui besarnya varian atau standar
deviasi dengan melakukan pengukuran karakter kuantitatif untuk menggambarkan
tingkat homogenitas atau heterogenitas Anadara granosa dan Meretrix meretrix,
serta menggambarkan hubungan antarvariabel dan besar pengaruhnya terhadap
karakter lain. untuk mengetahui besarnya varian atau standar deviasi dengan
melakukan pengukuran karakter kuantitatif untuk menggambarkan tingkat
homogenitas atau heterogenitas Anadara granosa dan Meretrix meretrix, serta
menggambarkan hubungan antarvariabel dan besar pengaruhnya terhadap karakter
lain.
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Mengetahui hubungan variasi karakter dalam suatu populasi antarvariabel
pada Anadara granosa dan Oreochromis mossambicus
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi karakter kuantitatif pada
individu.
Dari rumusan masalah tersebut, dapat ditarik beberpa hipotesis, yaitu
hipotesis kerja dan hipotesis statistika.

1. Hipotesis kerja
a. Jika panjang cangkang kerang darah bertambah, maka berat total tubuh
kerang akan bertambah. Jika lebar cangkang kerang darah bertambah,
maka berat total tubuh kerang darah akan bertambah. Jika panjang
cangkang kerang darah bertambah maka lebarnya juga akan
bertambah.
b. Jika panjang tubuh ikan mujair bertambah, maka berat tubuhnya akan
bertambah. Jika lebar tubuh ikan mujair bertambah, maka berat
tubuhnya akan bertambah. Jika panjang tubuh ikan mujair bertambah,
maka lebarnya juga akan bertambah.
2. Hipotesis statistika
a. Hubungan antara panjang cangkang dengan berat total tubuh kerang
darah
H0 : Panjang cangkang kerang darah tidak memiliki hubungan dengan
berat total tubuh kerang darah
H1 : Panjang cangkang kerang darah memiliki hubungan dengan berat
total tubuh kerang darah
b. Hubungan antara lebar cangkang dengan berat total tubuh kerang darah
H0 : Lebar cangkang kerang darah tidak memiliki hubungan dengan
berat total tubuh kerang darah
H1 : Lebar cangkang kerang darah memiliki hubungan dengan berat
total tubuh kerang darah
c. Hubungan antara panjang dan lebar cangkang kerang darah
H0 : Panjang cangkang kerang darah tidak memiliki hubungan dengan
lebarnya
H1 : Panjang cangkang kerang darah tidak memiliki hubungan dengan
lebarnya
d. Hubungan antara panjang dan berat tubuh ikan mujair
H0 : Panjang tubuh ikan mujair tidak memiliki hubungan dengan berat
tubuh ikan mujair
H1 : Panjang tubuh ikan mujair memiliki hubungan dengan berat tubuh
ikan mujair
e. Hubungan antara lebar dan berat tubuh ikan mujair
H0 : Lebar tubuh ikan mujair tidak memiliki hubungan dengan berat
tubuh ikan mujair
H1 : Lebar tubuh ikan mujair memiliki hubungan dengan berat tubuh
ikan mujair
f. Hubungan antara panjang dan lebar tubuh ikan mujair
H0 : Panjang tubuh ikan mujair tidak memiliki hubungan dengan lebar
tubuh ikan mujair
H1 : Panjang tubuh ikan mujair memiliki hubungan dengan lebar tubuh
ikan mujair
BAHAN DAN CARA KERJA
Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum variabilitas diantara individu ini adalah
berupa 50 ekor kerang merah darah (Anadara granosa) dan 50 ekor ikan mujaer
(Oreochromis mossambicus) dengan berbagai ukuran yang nantinya akan
dijadikan sebagai objek hitung dalam praktikum ini sehingga akan diketahui
heterogenitas kedua sampel.
Deskripsi Bahan
Kerang darah (Anadara granosa) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Fillum : Moluska
Kelas : Bivalvia
Subkelas : Pteriomorphia
Ordo : Arcoida
Famili : Arcidae
Subfamili : Anadarinae
Genus : Anadara
Spesies : Anadara granosa

Anadara granosa sering disebut sebagai kerang darah karena adanya warna
merah kecoklatan dari daging Anadara. Warna ini terjadi karena adanya
hemoglobia dalam darah. Kerang darah adalah salah satu jenis kerang yang
memiliki nilai ekonomi tinggi dan pada umumnya sebagai sumber makanan lautdi
wilayah Asia Tenggara dan beberapa wilayah Pasifik (Ulysses et al, 2009).
Menurut Brotowidjoyo et al (1995) Anadara granosa banyak ditemukan di
perairan estuari dengan substrat lumpur dan pasir dengan suhu sekitar 300C untuk
merangsang Andara betina bertelur.

Anadara granosa, sumber : semedan

Bahan lain yang digunakan adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus).


Menurut Trewavas (1983) ikan mujair dapat dikalsifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis mossambicus

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan ikan air tawar yang dapat
hidup di perairan air payau. Ikan ini memiliki bentuk badan memanjang dan agak
pipih, sisik berwarna coklat kehijau – hijauan sampai coklat kehitam – hitaman
tergantung pada lingkungan hidupnya. (Murtidjo, 2001). Pada praktikum ini,
kedua bahan tersebut akan ditimbang berat, panjang, dan lebarnya untuk
kemudian dideskripsi secara statistik agar diketahui heterogenitas atau
variabilitasnya.

Oreochromis mossambicus, sumber : bahas ikan

Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain adalah jangka sorong
(gambar 1) dengan batas ketelitian 0,01 mm yang digunakan untuk mengukur
panjang dan lebar sampel serta neraca ohauss (gambar 2 dengan batas ketelitian
0,1 mg yang digunakan untuk menimbang berat sampel.

Gambar 1, sumber : cara siumi Gambar 2, sumber : blog archieve


CARA KERJA

Pada praktikum variabilitas diantara individu ini, langkah utama yang


dilakukan setelah mempersiapkan alat dan bahan adalah mengukur masing –
masing 50 ekor sampel individu. Masing – masing kerang darah (Anadara
granosa) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus) diukur panjang dan
lebarnya menggunakan jangka sorong serta beratnya dengan menggunakan neraca
ohauss. Lebar pada kerang darah adalah jarak terjauh antara sisi kiri dan kanan
karapaks, sedangkan panjangnya adalah jarak bagian anteromedial dan
posteromedial karapaks. Sedangkan untuk ikan mujair, lebar adalah jarak bagian
dorsal dan bagian ventral tepat di depan sisik punggung dan panjang adalah jarak
antara moncong lurus melalui bagian tengah badan sampai garis proyekssi bagian
ujung ekor.
Setelah diperoleh data ukuran panjang, lebar, dan berat, data tersebut
kemudian dijadikan tabel yang selanjutnya akan diukur dan dianalisis dengan
menggunakan metode statistik. Metode ini mencakup penggambaran karakteristik
suatu data dari sisi pemusatannya, penyebarannya, pengelompokannya, serta
penyajian dalam bentuk gambar atau data. Parameter statistik yang dicari pada
praktikum ini antara lain adalah simpangan rata – rata, median, modus, dan
ukuran keragaman, yaitu ragam (variance) dan simpangan baku (standart deviasi).

Untuk menghitung simpangan rata – rata data tunggal, dapat menggunakan


persamaan :
𝑛
1
𝑆𝑅 = ∑|𝑥𝑖 − 𝑥̅ | … … … … … … … … … … . . (1)
𝑛
𝑖=1
Dari persamaan (1), dapat dinyatakan rumus ragam (variance) dengan persamaan
berikut:
𝑛
1
𝑆 2 = ∑(𝑥𝑖 − 𝑥̅ )2 … … … … … … … … … … (2)
𝑛
𝑖=1

Dari persamaan (2), dapat dinyatakan rumus standar deviasi/ simpangan baku (S)
dengan persamaan :
𝑛
1
𝑆 = √𝑆 2 = √ ∑(𝑥𝑖 − 𝑥̅ )2 … … … … … … … … … . (3)
𝑛
𝑖=1

Keterangan : n = Jumlah seluruh frekuensi


𝑥𝑖 = nilai datum ke –i
𝑥̅ = rata – rata

Hubungan antar variabel yang telah diukur kemudian digambarkan dengan


persamaan regresi linear sebagai berikut :
Y = a + bX … … … … … … … … … … … … … … … … … . . (4)
Dengan Y adalah variabel terikat (dependent variabel) atau variabel yang
dipengaruhi oleh variabel lain. X adalah variabel bebas (independent variabel)
atau variabel yang mempengaruhi besarnya variabel lain. a dan b merupakan
parameter statistik untuk regresi. Nilai a menjelaskan titik potong dengan sumbu
Y bila X = 0, sedangkan b menunjukkan besar kemiringan garis regresi atau
koefisien regresi.
HASIL
Hasil pengukuran karakter kuatitatif Anadara granosa dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Data statistik Anadara granosa

No Panjang (cm) Lebar (cm) Berat (gram)


1 2.85 1.96 7.5
2 2.83 1.9 9.3
3 2.94 2.18 7.5
4 2.86 2.25 6.9
5 2.69 1.72 5.9
6 2.58 1.92 6.3
7 2.45 2.41 12.4
8 3.01 2.55 9.5
9 2.95 1.98 6.3
10 3.18 2.18 8.4
11 2.85 1.46 4.6
12 2.65 2.65 6.5
13 2.5 2.07 7
14 2.785 1.03 7.2
15 3.02 2.11 10
16 3.11 2.22 10.2
17 1.85 1.2 2.6
18 2.5 1.95 7.7
19 3.03 2.14 10.2
20 2.7 1.97 7.2
21 2.73 2.15 7.7
22 2.9 1.96 8
23 2.13 1.44 4.4
24 2.88 2.04 8.7
25 2.11 1.27 2.8
26 3 2.17 10.3
27 3.22 2.22 8.8
28 2.68 1.81 6.4
29 2.12 1.47 4.4
30 2.38 1.42 10.2
31 2.37 1.48 4.5
32 3.04 2.21 9.9
33 2.56 1.84 5.8
34 2.4 1.56 5
35 2.2 1.51 4.3
36 3.47 2.95 8.4
37 2.5 1.74 6.5
38 2.37 1.53 5.3
39 2.9 2.1 8.2
40 2.47 2.06 7.2
41 2.88 1.95 6.55
42 3.17 2.46 12
43 2.9 2.33 11.8
44 2.21 1.4 4.15
45 2.9 2.1 8.95
46 2.7 1.83 7.3
47 3 2.1 9.7
48 2.83 2 8.75
49 2.45 1.33 3.5
50 2.22 1.4 3.46
Jumlah 135.025 95.68 366.16

Untuk nilai statistik yang diperoleh dari pengukuran karakter kuantitaif Anadara
granosa, dapat dilihat pada tabel 2 berikut:
Tabel 2. Nilai statistik Anadara granosa
Parameter Panjang (cm) Lebar (cm) Berat (gram)

N 50 50 50

Rata-rata 2.7005 1.9136 7.323

Max 3.47 2.95 2.95

Min 1.85 1.03 2.6

Median 2.7575 1.965 7.25

Modus 2.9 2.1 7.2

SS 5.740 7.826 285.1

Varian 0.34227 0.3996 2.412


Deviasi 0.5850 0.6321 1.553
Standar (DS)

Untuk grafik korelasi antar karakter kuantitatif Anadora granosa dapat dilihat
pada gambar 1:
Gambar 1. Grafik regresi karakter kuantitatif Anadara granosa

a) Grafik Regresi Panjang dan Lebar Anadara granosa


3.5
3
y = 0.0134x + 1.2416
2.5
R² = 0.9396
2
Lebar

1.5 Series1
1 Linear (Series1)
0.5
0
0 50 100 150
Panjang

b) Grafik Regresi Panjang dan Berat Anadara granosa


14
12
y = 0.0826x + 3.189
10
R² = 0.9769
8
Berat

6 Series1
4 Linear (Series1)
2
0
0 50 100 150
Panjang
c) Grafik Regresi Lebar dan Berat Anadara granosa
14
12 y = 0.0826x + 3.189
R² = 0.9769
10
8
Berat

6 Series1
4 Linear (Series1)
2
0
0 50 100 150
Lebar

Gambar 1. (a) Grafik regresi panjang dan lebar Anadara granosa; (b) Grafik
regresi panjang dan berat Anadara granosa; (c) Grafik regresi lebar
dan berat Anadara granosa.
Untuk hasil pengukuran karakter kuantitatif Oreochromis mossambicus dapat
dilihat pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Data statistik Oreochromis mossambicus

No Panjang (cm) Lebar (cm) Berat (gram)


1 14.56 4.3 45.5
2 14.2 4.5 43
3 14.4 4.4 46.35
4 15.1 4.6 50.9
5 16.4 5 67.1
6 14.1 4.4 49.4
7 16.7 4 56.75
8 14.08 4.3 57.2
9 16.3 4.7 61.3
10 15.4 4.7 56.4
11 14.7 4.5 56.7
12 15 5 64.1
13 14 4.2 45
14 14.4 4.4 51.1
15 16.5 4.3 57.3
16 16.5 4.9 80.2
17 14.4 4.6 54.9
18 14.6 4 54.5
19 14.5 4.6 44.3
20 14.5 4.7 48.8
21 14.7 4.4 50
22 15.3 4.9 59.5
23 15 4.5 49.7
24 13.9 4.6 43.7
25 16.7 5.2 63.8
26 14.8 4.9 63.6
27 13.7 4.5 52.4
28 18.5 4.9 45.8
29 14.8 4.6 57.6
30 15.5 4.9 57.7
31 13.9 5 51.8
32 14.8 4.9 51.5
33 16.5 4.9 69.6
34 16.3 5.1 58.35
35 17.5 5.4 74.3
36 15.6 5.1 55.1
37 15.2 5.2 62.25
38 14.5 4.6 46.2
39 15 4.4 54.1
40 16.2 5.4 66.8
41 16 5.2 57.1
42 15 4.9 59.7
43 16.3 5 60.4
44 16.2 4.8 52.2
45 14.3 4.6 45.9
46 15.1 4.5 50.9
47 14 4.4 49.4
48 15.1 4.7 53.9
49 5.5 5.3 56.2
50 16.5 5 59.9
Jumlah 752.74 235.9 2770.2
Sedangkan, untuk nilai statistik yang diperoleh dari pengukuran karakter
kuantitaif Oreochromis mossambicus, dapat dilihat pada tabel 4 berikut:
Tabel 4. Nilai statistik Oreochromis mossambicus

Parameter Panjang (cm) Lebar (cm) Berat (gram)

N 50 50 50

Rata-rata 15.055 4.72 55.4

Max 18.5 5.4 80.2

Min 5.5 4 43

Median 15 4.7 55

Modus 15 4.9 50.9

SS 1.0129 1.0051 1.0202

Varian 0.1437 0.1432 0.1442

Deviasi Standar 0.3791 0.3784 0.3798


(DS)

Untuk grafik korelasi antar karakter kuantitatif Oreochromis mossambicus dapat


dilihat pada gambar 2:
Gambar 2.

a) Grafik Regresi Panjang dan Lebar Oreochromis


mossambicus
6
5 y = 0.0113x + 4.1626
R² = 0.9645
4
Lebar

3
Series1
2
Linear (Series1)
1
0
0 50 100 150
Panjang
b) Grafik Regresi Panjang dan Berat Oreochromis
mossambicus
100
y = 0.2592x + 42.647
80
R² = 0.9115
60
Berat

40 Series1
20 Linear (Series1)

0
0 50 100 150
Panjang

c) Grafik Regresi Lebar dan Berat Oreochromis


mossambicus
100
80
y = 0.2592x + 42.647
60 R² = 0.9115
Berat

40 Series1

20 Linear (Series1)

0
0 20 40 60 80 100 120
Lebar

Gambar 2. (a) Grafik regresi panjang dan lebar Oreochromis mossambicus; (b)
Grafik regresi panjang dan berat Oreochromis mossambicus; (c)
Grafik regresi lebar dan berat Oreochromis mossambicus.
PEMBAHASAN
Dari tabel statistik, diketahui rata-rata panjang 50 sampel Anadara granosa
adalah 2.7005 cm, dengan panjang maksimum 3,47 cm, dan panjang minimum
1,85 cm. Nilai median panjang Anadara granosa sebesar 2,7575 cm dan modus
2,9 cm. Besar Sum of Squrare (SS) untuk panjang Anadara granosa adalah
5,740cm dengan besar varian sebesar 0,34227 cm dan standar deviasi 0,5850 cm.
Diketahui pula, rata-rata lebar Anadara granosa dari 50 sampel adalah
1,9136 cm, lebar maksimum 2,95 cm, dan lebar minimum 1,03 cm. Nilai median
Anadara granosa lebar 1,965 cm dan modus 2,9 cm. Besar Sum of Square (SS)
adalah 7,826 cm. Besar varian Anadara granosa 0,3996 cm dan standar deviasi
0,6321 cm.
Untuk rata-rata berat Anadara granosa dari 50 sampel adalah 7,323 gram,
dengan berat maksimum 2,95 gram, dan berat minimum 2,6 gram. Nilai median
berat Anadara granosa adalah 7,25 gram dan modus 7,2 gram. Besar Sum of
Square (SS) adalah 285,1 gram dengan besar varian 2,412 gram dan standar
deviasi 1,553gram.
Karakter kuantitatif yang kami ukur dari kerang darah (Anadara granosa)
meliputi panjang, lebar, dan berat tubuh. Pengukuran Panjang dan lebar tubuh
Anadara granosa menggunakan jangka sorong dengan batas ketelitian 0,01 mm.
Sedangkan pengukuran berat tubuh kami menggunakan neraca ohauss. Dari
paraktikum yang kami lakukan, kami memperoleh data yang terlampir pada tabel
1. Dari pengukuran ini kami dapat menentukan variabel bebas dan variabel
terikatnya.
Berdasarkan hasil praktikum dan analisis statistik pada sampel Anadara
granosa, nilai regresi atau koefisien korelasi determinan (R2) tertinggi yaitu
0,9769 dengan nilai korelasi sebesar 0,9769 pada korelasi panjang dan berat serta
lebar dan berat. Dengan nilai koefisien korelasi determinan (R2) yang mendekati
1, berarti terdapat korelasi yang sangat erat antara panjang dan lebar dengan berat
Anadara granosa. Koefisien determinasi terendah terdapat pada korelasi panjang
cangkang dan lebar cangkang. Dari grafik regresi pada Gambar 1. Dapat
diketahui bahwa semakin panjang atau lebar cangkang, maka berat Anadara
granosa juga semakin bertambah, hal ini sesuai hipotesis kelompok kami dimana
berat dipengaruhi oleh panjang dan lebar cangkang. Nilai koefisien korelasi
determinan (R2) antara panjang dan lebar Anadara granosa sebesar 0,9396,
artinya panjang cangkang mempengaruhi sebesar 93% lebar Anadara granosa,
dan nilai koefisien korelasi determinan (R2) antara panjang dengan berat serta
lebar dengan berat Anadara granosa sebesar 0,9769 sehingga keduanya memiliki
pengaruh sebesar 97%.
Panjang dan berat memiliki korelasi yang kuat karena pertumbuhan panjang
dan berat cangkang berbanding lurus. Sedangkan nilai koefisien korelasi
determinan (R2) antara lebar dan berat sebesar 0,9769 atau lebar cangkang
mempengaruhi berat sebesar 97%. Hasil praktikum menunjukkan nilai yang
cenderung lebih kecil pada korelasi panjang dan lebar. Meski demikian, dari
grafik regresi pada gambar 1a, diketahui bahwa panjang cangkang mempengaruhi
lebar cangkang, dimana semakin panjang cangkang Anadara granosa, maka
semakin bertambah pula lebarnya.
Untuk pengamatan variabilitas yang kedua adalah sampel individu
Oreochromis mossambicus yang juga berjumlah sebanyak 50 sampel. Setiap
individu diukur berat, panjang, dan lebarnya untuk kemudian dianalisis
menggunakan deskripsi statistik untuk mengetahui variabilitas individu tersebut.
Pada tabel 4 mengenai nilai statistik Oreochromis mossambicus, dapat
diketahui rata - rata panjang Oreochromis mossambicus dari 50 sampel adalah
15,055 cm, dengan panjang maksimum 18,5 cm, dan panjang minimum 5,5 cm.
Nilai median panjang Oreochromis mossambicus 15 cm dan begitu pula modus 15
cm. Besar Sum of Squrare (SS) adalah sebesar 1,0129 cm. Besar varian
Oreochromis mossambicus 0,1437cm dan standar deviasi 0,3791 cm.
Rata-rata lebar Oreochromis mossambicus dari 50 sampel adalah 4,72 cm
cm, lebar maksimum 5,4 cm, dan lebar minimum 4 cm. Nilai median lebar sampel
ini 4,7 cm dan modus 4,9 cm. Besar Sum of Square (SS) adalah 1,0051 cm. Besar
varian Oreochromis mossambicus 0,1432 cm dan standar deviasi 0,3784 cm.
Rata-rata berat Oreochromis mossambicus dari 50 sampel adalah 55,4 gram,
dengan berat maksimum 80,2 gram, dan berat minimum 43 gram. Nilai median
berat Oreochromis mossambicus ini 55 gram dan modus 50,9gram. Besar Sum of
Square (SS) adalah 1,0202 gram. Besar varian Oreochromis mossambicus 0,1442
gram dan standar deviasi 0,3798 gram.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan dengan analisis
statistik pada sampel Oreochromis mossambicus, nilai regresi atau koefisien
korelasi determinan (R2) tertinggi yaitu 0,9645 dengan nilai korelasi sebesar
0,9645 pada korelasi panjang dan lebar. Dengan nilai koefisien korelasi
determinan (R2) tersebut, terdapat korelasi yang sangat erat antara panjang dan
lebar Oreochromis mossambicus. Koefisien determinasi lebih rendah terdapat
pada korelasi panjang dan berat yang memiliki nilai sama dengan korelasi lebar
dan berat. Dari grafik regresi pada Gambar 2. Dapat diketahui bahwa semakin
panjang atau lebar tubuh ikan Oreochromis mossambicus, maka beratnya juga
semakin bertambah. Nilai koefisien korelasi determinan (R2) antara panjang dan
lebar Oreochromis mossambicus sebesar 0,9645 artinya panjang tubuh
mempengaruhi sebesar 96% lebar Oreochromis mossambicus, dan nilai koefisien
korelasi determinan (R2) antara panjang dengan berat memiliki nilai yang sama
dengan koefisien korelasi determinan (R2) lebar dengan berat, yaitu sebesar
0,9155 sehingga panjang mempengaruhi berat sebesar 91%, demikian juga lebar
mempengaruhi berat 91%.
Panjang dan lebar memiliki korelasi yang kuat karena pertumbuhan panjang
dan lebar pada tubuh Oreochromis mossambicus berbanding lurus. Begitu pula
pengaruh panjang dan lebar ikan terhadap berat ikan yang memiliki pengaruh
sebesar 91%, dimana pada tabel regresi tersebut menunjukkan semakin panjang
atau semakin lebar tubuh ikan, maka semakin bertambah pula beratnya. Besarnya
pengaruh karakteristik panjang, lebar, dan berat suatu sampel populasi dapat
menunjukkan nilai yang berbeda dengan populasi sampel yang di tempat lain. Hal
ini disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan antara lain seperti suhu,
ketersediaan makanan dan nutrisi, angka kompetisi dalam populasi, serta
ketersediaan sumber daya lain yang mendukung kelangsungan hidup suatu
organisme.

KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan mengenai karakter kuantitatif berupa panjang,
lebar, dan berat sampel Anadara granosa dan Oreochromis mossambicus, dapat
diketahui bahwa setiap karakter memiliki pengaruh terhadap karakter yang lain.
Hal ini dibuktikan pada analisis statistik berupa tabel regresi kedua sampel yang
telah dicantumkan. Dimana pada Anadora granosa, nilai koefisien korelasi
determinan (R2) antara panjang dan lebar Anadara granosa sebesar 0,9396,
artinya panjang cangkang mempengaruhi sebesar 93% lebar Anadara granosa,
dan nilai koefisien korelasi determinan (R2) antara panjang dengan berat Anadara
serta lebar dengan berat Anadara granosa sebesar 0,9769 sehingga panjang dan
lebar mempengaruhi berat sebesar 97%.
Pada Oreochromis mossambicus, nilai koefisien korelasi determinan (R2)
antara panjang dan lebar sebesar 0,9645 artinya panjang tubuh mempengaruhi
sebesar 96% lebar Oreochromis mossambicus, dan nilai koefisien korelasi
determinan (R2) antara panjang dengan berat memiliki nilai yang sama dengan
koefisien korelasi determinan (R2) lebar dengan berat, yaitu sebesar 0,9155
sehingga panjang mempengaruhi berat sebesar 91%, demikian juga lebar
mempengaruhi berat 91%. Besarnya pengaruh karakteristik panjang, lebar, dan
berat suatu sampel populasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan
antara lain seperti suhu, ketersediaan makanan dan nutrisi, angka kompetisi dalam
populasi, serta ketersediaan sumber daya lain yang mendukung kelangsungan
hidup suatu organisme, sehingga memungkinkan perbedaan nilai korelasi dengan
sampel individu di habitat yang berbeda,
DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjoyo. Mukayat. 1993. Zoologi Dasar. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Brotowidjoyo, M. D., Djoko T. & Eko, M. 1995. Pengantar Lingkungan Perairan
dan Budidaya Air. Penerbit Liberty. Yogyakarta. Hlm. 64.
Cahyono, B. 2000. Budidaya Ikan Di Perairan Umum. Kanisius. Yogyakarta.
Hariyanto, S., dkk. 2008. Teori dan Praktik Ekologi. Surabaya: Airlangga
University Press.
Kasry. 2003. Struktur Komunitas Gastropoda (mollusc) di Hutan Mangove Muara
Sungai Donan Kawasan BKPH Rawa Timur,
KPH.BanyumasCilacap,Jawa Tengah. FakultasPerikanan IPB. Bogor.
Murtidjo, B. A. 2001. Beberapa Metode Pembenihan Ikan AIR Tawar. Kanisius.
Yogyakarta.
Popma, T.J and B.W. Green. 1990. Hatchery Aquaculture Manual., IICA, Alabana
Agr. Exp. Sta., Auburn Uni, p: 15.
Setianto, D. 2012. Budidaya Ikan Mujair di Be rbagai Media Pemeliharaan.
Yogyakarta. Pustaka Baru Press.
Trewavas, E. 1983. Tilapiine Fishes of The Genera Sarotherodon, Oreochromis
and Danakilia. Natural History. British Museum. London
Ulysses, M et al. 2009. Comparative PSP toxin accumulation in bivalves, Paphia
undulata and Perna viridis in Sorsogon Bay, Philippines. Nantes: Prancis
Webb A, M. Maughan and M. Knott. 2007. Pest fish profiles Oreochromis
mossambicus-Mozambiquetilapia.ACTFR, James Cook
University,Australia. p 12.