Anda di halaman 1dari 328

Soal Prediksi Ilmu Kesehatan Anak

Batch 4 Tahun 2018

Sumber Pustaka Sesuai Dengan Daftar Referensi Resmi Yang

Dikeluarkan Panitia Nasional UKMMPD Tahun 2016

Nelson Essential of Pediatric Edisi ke 7

Pedoman Pelayanan Medis IDAI (PPM IDAI) Buku I dan II Tahun

2011

Pedoman Imunisasi Satgas Imunisasi IDAI tahun 2014

Buku Panduan Resusitasi Neonatus (Perinasia, AAP, AHA), 2011

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di RS (WHO, Kemenkes),

2009

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial (WHO, Kemenkes), 2010

Konsensus dan Rekomendasi IDAI

Disclaimer!

Pembahasan kami sajikan bila ada tambahan

atau pelengkap dari materi yang sudah kami sajikan saat fase intensif dan fase cepat.

Bila kami rasa cukup jelas, lugas, sesuai dengan materi yang sudah kami sajikan saat

FASE INTENSIF dan FASE CEPAT tidak akan

kami ulang kembali. Repetisilah materi yang sudah kami berikan!

1

Seorang anak laki-laki berusia 10 th datang ke puskesmas dengan

keluhan demam, tidak nyaman di perut, dan diare berdarah sejak 3 hari yang lalu. Pasien sebelumnya berenang di Danau Lindu sekitar satu minggu yang lalu. Dari pemeriksaan feses ditemukan telur lonjong dengan duri di lateral. Terapi yang tepat untuk kasus di atas?

a. Pirantel pamoat

b. Praziquantel

c. Metronidazole

d. Albendazole

e. Mebendazole

Seorang anak laki-laki berusia 10 th datang ke puskesmas dengan

keluhan demam, tidak nyaman di perut, dan diare berdarah sejak 3 hari yang lalu. Pasien sebelumnya berenang di Danau Lindu sekitar satu minggu yang lalu. Dari pemeriksaan feses ditemukan telur lonjong dengan duri di lateral. Terapi yang tepat untuk kasus di atas?

a. Pirantel pamoat

b. Praziquantel

c. Metronidazole

d. Albendazole

e. Mebendazole

Schistosoma sp.

Port d

Kulit

entry

Bentuk

Cercaria

Infektif

Habitat

Pleksus venosus

intestine dan

vesika urinaria

Pembawa

Siput

Gejala

Diare darah, hematuria

Terapi

Praziquantel

Schistosomiasis

vesika urinaria Pembawa Siput Gejala Diare darah, hematuria Terapi Praziquantel Schistosomiasis

Schistosoma

japonicum

Schistosoma

mansoni

Schistosoma

hematobium

Riwayat kontak dengan siput (berenang di sungai, danau Toba, danau Lindu)

Gejala : diare berdarah

Diagnosis : pemeriksaan feses didapatkan telur buat

Diagnosis : pemeriksaan feses didapatkan telur buat Gejala : diare berdarah Diagnosis : pemeriksaan feses

Gejala : diare berdarah

Diagnosis : pemeriksaan feses didapatkan telur lonjong dengan duri di tepi

feses didapatkan telur lonjong dengan duri di tepi Gejala : hematuria Diagnosis : pemeriksaan urin didapatkan

Gejala : hematuria

Diagnosis : pemeriksaan urin didapatkan telur lonjong dengan duri di tengah

urin didapatkan telur lonjong dengan duri di tengah Terapi : Praziquantel 60 mg/kg/hari (dibagi dalam 3

Terapi : Praziquantel 60 mg/kg/hari (dibagi dalam 3 dosis) selama 1-2 hari

2

Anak laki-laki 10 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan

keluhan sering lemas, pucat, dan mudah lelah. Pasien punya kebiasaan main di luar rumah tanpa alas kaki. Pemeriksaan fisik didapatkan anemis dan tampak ground itch pada kaki. Apakah

etiologi yang tepat?

a. Ascaris lumbricoides

b. Ancylostoma duodenale

c. Trichuris trichuria

d. Schistosoma hematobium

e. Enterobius vermicularis

Anak laki-laki 10 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan

keluhan sering lemas, pucat, dan mudah lelah. Pasien punya kebiasaan main di luar rumah tanpa alas kaki. Pemeriksaan fisik didapatkan anemis dan tampak ground itch pada kaki. Apakah

etiologi yang tepat?

a. Ascaris lumbricoides

b. Ancylostoma duodenale

c. Ancylostoma braziliensis

Trichuris trichuria

d. Schistosoma hematobium

e. Enterobius vermicularis

 

- Ancylostoma duodenale

Spesies

- Necator

americanus

 

Anemia,

mual/muntah,

Gejala

gangguan

Klinis

pertumbuhan,

ground itch

Bentuk

Filariform larva

Infektif

Diagnosis

Telur dinding tipis transparan berisi ovum/morula bersegmen, rhabditiform atau filariform larva

pada

Feses

Hookworm

dinding tipis transparan berisi ovum/morula bersegmen, rhabditiform atau filariform larva pada Feses Hookworm

.

Diagnosis Hookworm

A B A & B: Telur Hookworm Telur dinding tipis berisi morula bersegmen
A
B
A & B: Telur Hookworm
Telur dinding tipis berisi morula bersegmen
D
D
C
C

C & D: Rhabditiform larva Hookworm

E
E
F
F

E & F: Filariform larva Hookworm

3

Anak laki-laki usia 13 tahun datang dengan keluhan nyeri perut, BAB cair, dan gatal disekitat anus. Sebelumnya pasien mengeluh adanya peninggian kulit berwarna kemerahan di derah kaki yang kemudian hilang sendiri dalam 2 hari. Pemeriksaan feses ditemukan larva langsing panjang tidak berselubung, ujung posterior bercabang berbentuk huruf W. Spesies apakah yang

meyebabkan keluhan pasien tersebut?

A. Ascaris lumbricoides

B. Ancylostoma duodenale

C. Strongyloides stercoralis

D. Ancylostoma braziliensis

E. Necator americanus

Anak laki-laki usia 13 tahun datang dengan keluhan nyeri perut, BAB cair, dan gatal disekitat anus. Sebelumnya pasien mengeluh adanya peninggian kulit berwarna kemerahan di derah kaki yang kemudian hilang sendiri dalam 2 hari. Pemeriksaan feses ditemukan larva langsing panjang tidak berselubung, ujung posterior bercabang berbentuk huruf W. Spesies apakah yang

meyebabkan keluhan pasien tersebut?

A. Ascaris lumbricoides

B. Ancylostoma duodenale

C. Strongyloides stercoralis

D. Ancylostoma braziliensis

E. Necator americanus

Strongyloides Stercoralis

Strongyloides Stercoralis

Strongyloides Stercoralis

Cacing dewasa

Cacing jantan:

- Panjang ± 0,75 mm

- Esofagus 1/4 panjang badan, rhabditoid

- Ekor melengkung ke

ventral mempunyai 2 spikulum

Cacing betina :

- Panjang ± 1 mm

- Esofagus 1/4 panjang badan, rhabditoid

- Uterus berisi telur

- Ekor berujung lancip Telur : Mirip telur cacing tambang,

jarang ditemukan oleh karena telurnya

langsung pecah mengeluarkan larva rhabditiform

Larva rhabditiform

- Panjang ± 225 µm

- Mulut terbuka, pendek dan lebar

- Esofagus 1/4 panjang badan, bentuk

rhabditoid

- Ekor berujung lancip

- Genital premordial besar Larva filariform

- Panjang < 700 µm

- Bentuk lansing, tidak berselubung

- Mulut tertutup

- Esofagus 1/2 panjang badan, filariform

- Ekor ujungnya bercabang dua (menyerupai huruf W)

Strongyloides Stercoralis

Gejala klinis

1. Larva : Bila larva filariform dalam jumlah besar menembus kulit,

timbul rasa gatal,merah dan bengkak yg disebut creeping eruption (Cutaneous larva migrans) 2. Cacing dewasa :

- Infeksi ringan : biasanya tanpa gejala

- Infeksi berat : rasa sakit di daerah epigastrium, mual, muntah, diare, konstipasi

Terapi

- Thiabendazol

- Albendazol

- Mebendazol

4

Anak perempuan 7 tahun diantar ibunya dengan keluhan demam

sejak 5 hari yang lalu terutama pada malam hari. Nafsu makan menurun dan sulit BAB. Pemeriksaan fisik ditemukan lidah kotor. Riwayat pasien sering jajan sembarangan. Pemeriksaan tanda

vital yang mungkin ditemukan pada pasien ini adalah?

a. Takikardi

b. Hipotensi

c. Takipneu

d. Bradikardi relatif

e. Bradikardi

Anak perempuan 7 tahun diantar ibunya dengan keluhan demam

sejak 5 hari yang lalu terutama pada malam hari. Nafsu makan menurun dan sulit BAB. Pemeriksaan fisik ditemukan lidah kotor. Riwayat pasien sering jajan sembarangan. Pemeriksaan tanda

vital yang mungkin ditemukan pada pasien ini adalah?

a.

Takikardi

b.

Hipotensi

c.

Takipneu

d.

Bradikardi relatif

e.

Bradikardi

Demam Tifoid

Etiologi :
Etiologi :

Salmonella typhi

Gejala dan Tanda :
Gejala dan Tanda :

Demam lebih dari 7 hari, demam remitten (terutama malam hari), kadang disertai mengigau

Lidah tifoid (tengah kotor bagian tepi hiperemis), nyeri perut,

kembung, mual muntah, konstipasi, diare lendir darah, hepatomegali

kadang ditemukan, bradikardi relatif

Penunjang :
Penunjang :

DL (leukopeni, limfositosis relatif)

Diagnosis : Tes Widal, IgM atau IgG Anti Salmonella

Gold Standard : Kultur darah pada minggu ke 1-2

Demam Tifoid

Terapi :
Terapi :

Lini 1 : Kloramfenikol 50-100 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari

Lini 2 : Amoksisilin 100 mg/kgBB/ hari dibagi dalam 3 dosis selama 10

hari

Lini 3 : Trimetoprim Sulfametoksazol (Cotrimoxazole) 6mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari

Bila klinis tidak ada perbaikan  rawat inap :
Bila klinis tidak ada perbaikan  rawat inap :

Ceftriakson 80 mg/kgBB/hari (IV) atau Cefixime 10 mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis (PO)

Tindakan bedah, bila terjadi komplikasi perforasi usus

5

Anak perempuan usia 3 tahun datang ke RS karena panas badan 1 minggu. Awalnya terdapat luka di bokong yang tidak sembuh

dengan obat oles. Pemeriksaan fisik tampak sakit berat, kesadaran

somnolen. TD: 90/60 mmHg, N: 140x/menit, RR: 54x/menit, Tax: 39 C, akral hangat CRT normal, hepar teraba 3 cm di bawah arcus

costae, skleria ikterik. Hasil Lab Hb: 10 g/dl, WBC: 27.000, PLT:

90.000, Eo: 0, Baso: 0, stab: 5, segment: 70, Mono: 5. Apakah kondisi yang menggambarkan kasus di atas?

a.

Shock sepsis

b.

Sepsis

c.

SIRS

d.

Bakteremia

e.

Viremia

Anak perempuan usia 3 tahun datang ke RS karena panas badan 1 minggu. Awalnya terdapat luka di bokong yang tidak sembuh

dengan obat oles. Pemeriksaan fisik tampak sakit berat, kesadaran

somnolen. TD: 90/60 mmHg, N: 140x/menit, RR: 54x/menit, Tax: 39 C, akral hangat CRT normal, hepar teraba 3 cm di bawah arcus

costae, skleria ikterik. Hasil Lab Hb: 10 g/dl, WBC: 27.000, PLT:

90.000, Eo: 0, Baso: 0, stab: 5, segment: 70, Mono: 5. Apakah kondisi yang menggambarkan kasus di atas?

a.

Shock sepsis

b.

Sepsis (tanda vital dan CRT masih normal)

c.

SIRS

d.

Bakteremia

e. Viremia

6

Anak perempuan umur 7 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan

keluhan bercak merah di seluruh tubuh. Keluhan awalnya mulai dari belakang telinga, kening kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Dijumpai bercak putih di mukosa mulut. Pasien juga dikeluhkan

demam sejak 4 hari yang lalu. Apa diagnosa pasien ini?

A. Kawasaki disease

B. Rubella

C. Impetigo

D. Measles

E. Demam scarlet

Anak perempuan umur 7 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan

keluhan bercak merah di seluruh tubuh. Keluhan awalnya mulai

dari belakang telinga, kening kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Dijumpai bercak putih di mukosa mulut. Pasien juga

dikeluhkan demam sejak 4 hari yang lalu. Apa diagnosa pasien ini?

A. Kawasaki disease

B. Rubella

C. Impetigo

D. Measles E. Demam scarlet

Demam Ruam

 

Campak/Morbili/

Rubela (German measles)

Demam

Measles/Rubeola

Scarlet

Etiologi

Virus

Virus

Streptococcus Beta Hemolyticus Group A

Gejala dan

Demam

Demam

Demam

Tanda

Ruam makulo- papular dari leher/muka ke bawah

Ruam makulo- papulardari leher/muka ke bawah

Ruam papular kasar dan memucat bila ditekan

Faringitis

3C (cough, coryza,

Limfadenopati

White strawberry

conjungtivitis)

Ruam hilang 3-4 hari

tongue atau Red

Koplik spot

strawberry tongue

Ruam hilang 7 hari

Komplikasi

Diare, Otitis Media, Bronkopneumonia

Jarang

GNAPS, Demam Rematik Akut, Penyakit Jantung Rematik

Terapi

TIRAH BARING, CAIRAN DAN NUTRISI CUKUP, ANTIPIRETIK, VITAMIN A

ANTIBIOTIK (Golongan Penisilin)

7

Seorang anak perempuan usia 4 tahun datang diantar ibunya dengan keluhan sariawan sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan

fisik ditemukan adanya membran curd-like-plaques yang tampak

kemerahan setelah skraping pada pada lidah dan mukosa bukal.

Apa pemeriksaan penunjang yang diperlukan?

a. Pemeriksaan KOH

b. Pemeriksaan gram

c. Pemeriksaan Tzank

d. Pemeriksaan kultur

e. Pemeriksaan Ziehl Nielsen

Seorang anak perempuan usia 4 tahun datang diantar ibunya dengan keluhan sariawan sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan

fisik ditemukan adanya membran yang tampak kemerahan setelah

skraping pada padcurd-like-plaquesa lidah dan mukosa bukal. Apa

pemeriksaan penunjang yang diperlukan? a. Pemeriksaan KOH

b. Pemeriksaan gram

c. Pemeriksaan Tzank

d. Pemeriksaan kultur

e. Pemeriksaan Ziehl Nielsen

Candidiasis Oral/ Oral Thrush

Candidiasis Oral/ Oral Thrush • Definisi: Infeksi Candida albicans pada mukosa mulut dan lidah • Faktor
Candidiasis Oral/ Oral Thrush • Definisi: Infeksi Candida albicans pada mukosa mulut dan lidah • Faktor

Definisi: Infeksi Candida albicans pada mukosa mulut dan lidah

Faktor resiko: imunokompremais, gizi buruk, pemberian antibiotik jangka panjang

Gejala dan tanda: bercak putih kekuningan pada lidah, bukal, angit-langit rongga mulut, tonsil, gusi dengan dasar hiperemi, disebut juga cottage cheese-like appearance atau curd-like-plaques

Pemeriksaan penunjang: sediaan basah + KOH 10% atau kultur pada agar dekstrosa Saboraud

Pengobatan:

- Anti fungal topikal (gentian violet, nistatin, amfotericin B, mikonazol dll)

- Penanganan faktor resiko

8

Anak usia 3 tahun datang dibawa ibunya ke Puskesmas dengan

keluhan sariawan dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Anak demam

malas minum dan rewel. Tanda vital nadi 100x/m, RR 28x/m, suhu 37.8 O C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan papul eritema dan vesikel mudah pecah dan dangkal disekitar lidah. Papul

eritema, vesikel, krusta kecoklatan juga terdapat pada area sekitar bibir. Apakah diagnosis yang mungkin?

A.

Candidiasis oral

B.

Stomatitis afthosa

C.

Hand foot and mouth

D.

Herpangina

E.

Stomatitis herpes simplex

Anak usia 3 tahun datang dibawa ibunya ke Puskesmas dengan

keluhan sariawan dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Anak demam

malas minum dan rewel. Tanda vital nadi 100x/m, RR 28x/m, suhu 37.8 O C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan papul eritema dan vesikel mudah pecah dan dangkal disekitar lidah. Papul

eritema, vesikel, krusta kecoklatan juga terdapat pada area sekitar bibir. Apakah diagnosis yang mungkin?

A. Candidiasis oral

B. Stomatitis afthosa

C. Hand foot and mouth

D. Herpangina

E. Stomatitis herpes simplex

9

Pasien perempuan usia 17 tahun datang dengan keluhan seluruh

badan kuning sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut kanan atas, demam, mual, muntah. Teman-teman sekolah pasien juga mengalami hal yang sama. Pemeriksaan fisik didapatkan sklera

ikterik (+), hepar teraba 2 jari di bawah arcus costae. Pemeriksaan

penunjang yang mungkin positip adalah?

a.

HbsAg

b.

HbeAg

c.

Anti-HbsAg

d.

IgM-HAV

e.

IgG-HAV

Pasien perempuan usia 17 tahun datang dengan keluhan seluruh

badan kuning sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut

kanan atas, demam, mual, muntah. Teman-teman sekolah pasien juga mengalami hal yang sama. Pemeriksaan fisik didapatkan sklera

ikterik (+), hepar teraba 2 jari di bawah arcus costae. Pemeriksaan

penunjang yang mungkin positip adalah?

a.

HbsAg

b.

HbeAg

c.

Anti-HbsAg

d.

IgM-HAV

e.

IgG-HAV

Hepatitis

 

Hepatitis A (4A)

Hepatitis B (3A)

Progress

Infeksi akut

90% asimptomatis dan muncul hepatitis kronis saat dewasa

Asimptomatik >>

Self limiting

Dapat menjadi sirosis karsinoma

Transmisi

Fecal-Oral

Darah, Seksual, Perinatal

Klinis

Asimptomatis

Akut : asimptomatis

Simptomatis (anoreksia, vomit, ikterik)

Bila ada gejala : Seperti hepatitis A akut tapi lebih berat

Terapi

Suportif

Antivirus

(+) (+)

(+)

(+)

10

Anak laik-laki usia 6 tahun datang dengan keluhan bengkak

dikedua pipi samping di depan telinga sejak 3 hari disertai demam.

Dari pemeriksaan fisik TD 80/54 mmHg, Nadi 94x/m, RR 22x/m, suhu 37,9 O C, benjolan di daerah preaurikular hingga submandibula dextra dan sinistra, teraba lunak dan nyeri tekan. Apakah tatalaksana yang tepat?

A. Antibiotik+piretik

B. Anti jamur+anti piretik

C. Anti viral+antipiretik

D. Antipiretik+steroid

E. Antipiretik

Anak laik-laki usia 6 tahun datang dengan keluhan bengkak

dikedua pipi samping di depan telinga sejak 3 hari disertai demam.

Dari pemeriksaan fisik TD 80/54 mmHg, Nadi 94x/m, RR 22x/m, suhu 37,9 O C, benjolan di daerah preaurikular hingga submandibula dextra dan sinistra, teraba lunak dan nyeri tekan. Apakah tatalaksana yang tepat?

A. Antibiotik+piretik

B. Anti jamur+anti piretik

C. Anti viral+antipiretik

D. Antipiretik+steroid

E. Antipiretik

Mumps/Parotitis Etiologi : • Infeksi akut pada kelenjar parotis yang disebabkan oleh famili virus Paramyxovirus
Mumps/Parotitis
Etiologi :
• Infeksi akut pada kelenjar parotis yang
disebabkan oleh famili virus Paramyxovirus
Gejala :
• Demam
• Pembengkakan kelenjar parotis dapat terjadi
unilateral atau bilateral, teraba lunak dan nyeri
tekan
• Komplikasi : orchitis, pancreatitis, encephalitis,
meningitis, hilangnya pendengaran, inflamasi
ovarium
Terapi :
hilangnya pendengaran, inflamasi ovarium Terapi : • Simptomatis dan suportif (antipiretik/analgetik dan
hilangnya pendengaran, inflamasi ovarium Terapi : • Simptomatis dan suportif (antipiretik/analgetik dan

Simptomatis dan suportif (antipiretik/analgetik dan vitamin)

11

Anak perempuan usia 10 tahun dibawa orangtuanya ke dokter dengan keluhan demam disertai nyeri sendi sejak 3 hari yg lalu. Demam tinggi terus-menerus, turun dengan obat penurun panas namun demam naik lagi setelahnya. Pemeriksaan fisik didapatkan Nadi 88x/m, TD 110/70mmHg, RR 20x/m, Tax 38 O C, petechie di lengan kanan bawah. Hasil lab darah Hb 12, Hct 42%, Leukosit

3.200, Trombosit 110.000. Apakah diagnosis pasien?

a. DHF grade 1

b. DHF grade 2

c. DHF grade 3

d. DHF grade 4

e. DSS

Anak perempuan usia 10 tahun dibawa orangtuanya ke dokter dengan keluhan demam disertai nyeri sendi sejak 3 hari yg lalu. Demam tinggi terus-menerus, turun dengan obat penurun panas namun demam naik lagi setelahnya. Pemeriksaan fisik didapatkan Nadi 88x/m, TD 110/70mmHg, RR 20x/m, Tax 38 O C, petechie di lengan kanan bawah. Hasil lab darah Hb 12, Hct 42%, Leukosit

3.200, Trombosit 110.000. Apakah diagnosis pasien?

a.

DHF grade 1

b.

DHF grade 2

c.

DHF grade 3

d.

DHF grade 4

e.

DSS

WHO classification of dengue infections and grading of severity of DHF (2011)

WHO classification of dengue infections and grading of severity of DHF (2011)
WHO classification of dengue infections and grading of severity of DHF (2011)

12

Bayi perempuan usia 6 bulan datang dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Keluhan diawali demam dan batuk pilek sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik kesan hipertermi, didapatkan wheezing dan rhonki basah nyaring pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan rontgen thoraks didapatkan hiperaerasi dan patchy infiltrat. Apakah diagnosis pasien?

A.

Bronkopneumonia

B.

Bronkiolitis

C.

Bronkitis

D.

Asma bronkial

E. Sindroma croup

Bayi perempuan usia 6 bulan datang dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Keluhan diawali demam dan batuk pilek sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik kesan hipertermi, didapatkan wheezing dan rhonki basah nyaring pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan rontgen thoraks didapatkan hiperaerasi dan patchy infiltrat. Apakah diagnosis pasien?

A. Bronkopneumonia

B. Bronkiolitis

C. Bronkitis

D. Asma bronkial

E. Sindroma croup

Usia

Etiologi

Gejala

dan

tanda

Chest

X- Ray

Terapi

Bronkiolitis

< 2 tahun

Virus

>> Respiratory Syncytial Virus

Didahului riwayat ISPA

Batuk, sesak, demam

Wheezing +++, ronkhi +/-

Hiperinflasi paru

Hiperaerasi paru

Air trapping

Diameter AP membesar

Penebalan atau infiltrat peribronkial

AP membesar • Penebalan atau infiltrat peribronkial Menandakan proses sumbatan di bronkiolus • O2 • Nebul

Menandakan

proses sumbatan

di bronkiolus

O2

Nebul SABA

Kortikosteroid

Antipiretik bila perlu

Bronkopneumonia

Segala usia

Bakteri

>> Streptococcus pneumonia

Didahului riwayat ISPA

Batuk, sesak, demam

Rhonki +++, wheezing +/-

Konsolidasi

Penebalan pleura, efusi

Abses dll

Infiltrat

Nebul SABA

Antibiotik (Ampisilin)

Antipiretik bila perlu

O2

13

Anak perempuan 5 tahun datang dengan sesak sejak 2 jam yang

lalu, keluhan disertai demam batuk dan pilek sejak 2 hari yang

lalu. Tanda vital 120/80 N= 120 x/, RR = 40 x/m, Tax = 37,8C. Pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi dan wheezing di semua

lapangan paru. Apakah etiologi paling sering dari penyakit

tersebut?

a.

Staphylococcus aureus

b.

Streptococcus pyogen

c.

Moraxella catarrhalis

d.

Corynobacterium difteriae

e.

Haemofillus influenza

Anak perempuan 5 tahun datang dengan sesak sejak 2 jam yang

lalu, keluhan disertai demam batuk dan pilek sejak 2 hari yang

lalu. Tanda vital 120/80 N= 120 x/, RR = 40 x/m, Tax = 37,8C. Pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi dan wheezing di semua lapangan paru. Apakah etiologi paling sering dari penyakit tersebut?

a.

Staphylococcus aureus

b.

Streptococcus pyogen (Streptococcus beta hemolyticus group

A)

c. Moraxella catarrhalis

d. Corynobacterium difteriae

e. Haemofillus influenza

Nelson Essential of Pediatric Edisi ke 7
Nelson Essential of Pediatric Edisi ke 7

Nelson Essential of Pediatric Edisi ke 7

14

Anak usia 10 bulan diantar ibunya ke IGD dengan keluhan sesak

napas sejak 1 hari yang lalu. Sesak disertai batuk, demam dan suara parau. TTV HR 150 x/menit Tax 39C, RR 40x/menit. Pemeriksaan fisik wheezing (-) Rhonki (-) stridor inspirasi (+)

retraksi (+). Diagnosis?

a. Trakeitis

b. Bronkitis

c. Bronkiolitis

d. Peneumonia

e. Croup

Anak usia 10 bulan diantar ibunya ke IGD dengan keluhan sesak

napas sejak 1 hari yang lalu. Sesak disertai batuk, demam dan suara parau. TTV HR 150 x/menit Tax 39C, RR 40x/menit. Pemeriksaan fisik wheezing (-) rhonki (-) stridor inspirasi (+)

retraksi (+). Diagnosis?

a.

Trakeitis

b.

Bronkitis

c.

Bronkiolitis

d.

Peneumonia

e.

Croup

 

Sindroma Croup

Gejala

Batuk menggonggong

Sesak

Demam

Stridor

Meliputi

Laring, Trachea, Bronkus

Temuan

Edema subglotis

Klinis

Etiologi

Virus RSV

X Ray

Cervical AP : steeple sign

Terapi

Nebul epinefrin

Kortikosteroid (po/im)

Virus RSV X Ray Cervical AP : steeple sign Terapi • Nebul epinefrin • Kortikosteroid (po/im)

15

Pasien 6 bulan datang dengan keluhan demam tinggi sejak 4 hari yang lalu. Disertai sesak nafas dan tidak mau menetek. Pemeriksaan fisik tampak letargi, HR 140x/menit, RR 54x/menit, T 39.2. Pemeriksaan Lab Hb 10.2, Leukosit 52.000, Trombosit

98.000, Diffcount Eo 1%. Ba 2%, Stab 10%, Seg 80%, Mo 7%.

Apakah tatalaksana yang tepat?

a.

Makrolide

b.

Aminoglikosida

c.

Sefalosporin

d.

Golongan sulfa

e.

Penisilin

Pneumonia

Pasien 6 bulan datang dengan keluhan demam tinggi sejak 4

hari yang lalu. Disertai sesak nafas dan tidak mau menetek. Pemeriksaan fisik tampak letargi, HR 140x/menit, RR 54x/menit, T 39.2. Pemeriksaan Lab Hb 10.2, Leukosit 52.000,

Trombosit 98.000, Diffcount Eo 1%. Ba 2%, Stab 10%, Seg 80%,

Mo 7%. Apakah tatalaksana yang tepat?

a. Makrolide

b. Aminoglikosida

c. Sefalosporin

d. Golongan sulfa

e. Penisilin

Pneumonia, PPM IDAI 2011

Pneumonia, PPM IDAI 2011

16

Anak laki-laki usia 6 tahun dikeluhkan nyeri punggung sejak 2

minggu. Riwayat batuk 3 bulan disertai keringat malam. Pasien juga dikeluhkan penurunan BB drastis dalam satu bulan terakhir. Pemeriksaan fisik terdapat benjolan di punggung. Apakah

kemungkinan diagnosis?

a. TB paru

b. Spondilitis TB

c. Trauma medula spinalis

d. Spondilitis

e. Tumor myelum

Anak laki-laki usia 6 tahun dikeluhkan nyeri punggung sejak 2

minggu. Riwayat batuk 3 bulan disertai keringat malam. Pasien juga dikeluhkan penurunan BB drastis dalam satu bulan terakhir. Pemeriksaan fisik terdapat benjolan di punggung, gibbus (+).

Apakah kemungkinan diagnosis?

a.

TB paru

b.

Spondilitis TB

c.

Trauma medula spinalis

d.

Spondilitis

e. Tumor myelum

Gibbus pada Spondilitis TB

Gibbus pada Spondilitis TB

17

Seorang bayi laki2, usia 3 bulan, dibawa ke RS dengan keluhan

batuk ngik-ngik, batuk disertai sesak napas dan demam sejak 3 hari yg lalu. Pemeriksaan thorax didapatkan suara tambahan bronkovesikuler, wheezing dan stridor inspirasi. Diagnosis yang

paling mungkin pada kasus ini?

a. Croup

b. Pneumonia

c. Bronkhitis Akut

d. Bronkhiolitis Akut

e. Asma Bronkhiale

Seorang bayi laki2, usia 3 bulan, dibawa ke RS dengan keluhan

batuk ngik-ngik, batuk disertai sesak napas dan demam sejak 3 hari yg lalu. Pemeriksaan thorax didapatkan suara tambahan bronkovesikuler, wheezing dan stridor inspirasi. Diagnosis yang

paling mungkin pada kasus ini?

a. Croup

b. Pneumonia

c. Bronkhitis Akut

d. Bronkhiolitis Akut

e. Asma Bronkhiale

Usia

Etiologi

Gejala

dan

tanda

Chest

X- Ray

Terapi

Bronkiolitis

< 2 tahun

Virus

>> Respiratory Syncytial Virus

Didahului riwayat ISPA

Batuk, sesak, demam

Wheezing +++, ronkhi +/-

Hiperinflasi paru

Hiperaerasi paru

Air trapping

Diameter AP membesar

Penebalan atau infiltrat peribronkial

AP membesar • Penebalan atau infiltrat peribronkial Menandakan proses sumbatan di bronkiolus • O2 • Nebul

Menandakan

proses sumbatan

di bronkiolus

O2

Nebul SABA

Kortikosteroid

Antipiretik bila perlu

Bronkopneumonia

Segala usia

Bakteri

>> Streptococcus pneumonia

Didahului riwayat ISPA

Batuk, sesak, demam

Rhonki +++, wheezing +/-

Konsolidasi

Penebalan pleura, efusi

Abses dll

Infiltrat

Nebul SABA

Antibiotik (Ampisilin)

Antipiretik bila perlu

O2

18

Pasien perempuan usia 6 tahun dikeluhkan batuk sejak 3 minggu

yang lalu kemudian sesak sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan ronchi dan suara vesikular menurun pada lapang kanan bawah paru. Nadi 100x/m, rr 30x/m, suhu 37,7. Hasil Lab: Hb 11.3,

Leukosit 13.000, Trombosi 346.000. Dari pemeriksaan radiologi

thoraks didapatkan gambaran perselubungan berbatas tegas di lapang kanan bawah paru. Apakah diagnosis pasien?

a. Aspirasi pneumonia

b. Community acquired pneumonia

c. Pneumonia in immunocompromised

d. Efusi pleura kanan bawah

e. Abses paru kanan bawah

Pasien perempuan usia 6 tahun dikeluhkan batuk sejak 3 minggu

yang lalu kemudian sesak sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan ronchi dan suara vesikular menurun pada lapang kanan bawah paru. Nadi 100x/m, rr 30x/m, suhu 37,7. Hasil Lab: Hb 11.3,

Leukosit 13.000, Trombosi 346.000. Dari pemeriksaan radiologi

thoraks didapatkan gambaran perselubungan berbatas tegas di lapang kanan bawah paru. Apakah diagnosis pasien?

a. Aspirasi pneumonia

b. Community acquired pneumonia

c. Pneumonia in immunocompromised

d. Efusi pleura kanan bawah

e. Abses paru kanan bawah

19

Anak laki-laki 3 tahun datang bersama orangtuanya ke IGD. Orangtua

mengeluhkan anaknya sesak napas sejak 1 hari ini. Keluhan diawali batuk dan demam pada sejak 4 hari. Pemeriksaan fisik CM, N 110x/m, RR 30x/m, Suhu 39.5. Pemeriksaan thorax didapatkan ronki (+) pada

lapang paru kanan bawah. Pada gambaran Ro nampak gambaran

konsolidasi paru. Apakah diagnosis anak tersebut ?

A. Efusi pleura

B. Pneumonia lobaris

C. TBC

D. Bronkiolitis

E. Asma bronkial

Anak laki-laki 3 tahun datang bersama orangtuanya ke IGD. Orangtua mengeluhkan anaknya sesak napas sejak 1 hari ini. Keluhan diawali batuk dan demam pada sejak 4 hari. Pemeriksaan fisik CM, N 110x/m, RR 30x/m, Suhu 39.5. Pemeriksaan thorax didapatkan ronki (+) pada

lapang paru kanan bawah. Pada gambaran Ro nampak gambaran

konsolidasi paru. Apakah diagnosis anak tersebut ?

A. Efusi pleura

B. Pneumonia lobaris

C. TBC

D. Bronkiolitis

E. Asma bronkial

20

Anak laki-laki 4 tahun datang dibawa ke IGD oleh ibunya dengan keluhan batuk berat sejak dua minggu. Batuk terus-menerus hingga sulit bernapas dan saat batuk terjadi wajah pasien menjadi merah kebiruan. Disaat tidak batuk, keadaaan pasien biasa saja. Tanda vital TD 130/80 mmHg, HR 120 x/menit RR: 30 x/menit,Suhu 37.2 O C. Riwayat imunisasi tidak diketahui. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?

A. Cefixime

B. Cefepime

C. Eritromisin

D. Salbutamol

E. Prednison

Pertusis

Anak laki-laki 4 tahun datang dibawa ke IGD oleh ibunya dengan keluhan batuk berat sejak dua minggu. Batuk terus-menerus hingga sulit bernapas dan saat batuk terjadi wajah pasien menjadi merah kebiruan. Disaat tidak batuk, keadaaan pasien biasa saja. Tanda vital TD 130/80 mmHg, HR 120 x/menit RR: 30 x/menit,Suhu 37.2 O C. Riwayat imunisasi tidak diketahui. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?

A. Cefixime

B. Cefepime

C. Eritromisin

D. Salbutamol

E. Prednison

Pertusis

 

Etiologi :

Bordetella pertussis (cocobaccill gram negative)

Manifestasi Klinis

Fase catarrhal : demam ringan, batuk pilek ringan, mata merah

(fase infeksius)

Fase paroxysmal : whooping cough, batuk paroksismal disertai nada yang meninggi/melengking, batuk yang sering hingga anak sulit bernafas/sianosis, pada akhir batuk anak menarik nafas dengan cepat, pada bayi seringkali diikuti muntah dan apnea

Fase convalescence : batuk berkurang

Antibiotik rekomendasi :

Erythromycin 50 mg/kgBB/hari atau Ampisilin 100 mg/kgBB/hari

21

Seorang anak perempuan usia 1 tahun 10 bulan dibawa orang

tuanya ke IGD RS karena batuk berat selama 3 minggu ini. Keluhan

batuk disertai muntah. Riwayat imunisasi hanya BCG. Pada pemeriksaan fisik TD 90/60mmHg, Nadi 120x/menit, RR 60x/menit dan suhu 36 O C. Batuk paroksismal diikuti suara whoop saat inspirasi. Diagnosisnya adalah ?

a.

Pertusis fase katarhal

b.

Pertusis fase inisiasi

c.

Pertusis fase paroksismal

d.

Pertusis fase kovalen

e.

Pertusis fase rekovalen

Seorang anak perempuan usia 1 tahun 10 bulan dibawa orang

tuanya ke IGD RS karena batuk berat selama 3 minggu ini. Keluhan

batuk disertai muntah. Riwayat imunisasi hanya BCG. Pada pemeriksaan fisik TD 90/60mmHg, Nadi 120x/menit, RR 60x/menit dan suhu 36 O C. Batuk paroksismal diikuti suara whoop saat inspirasi. Diagnosisnya adalah ?

a.

Pertusis fase katarhal

b.

Pertusis fase inisiasi

c. Pertusis fase paroksismal

d.

Pertusis fase kovalen

e.

Pertusis fase rekovalen

Pertusis

 

Etiologi :

Bordetella pertussis (cocobaccill gram negative)

Manifestasi Klinis

 
   

Fase catarrhal : demam ringan, batuk pilek ringan, mata merah (fase infeksius)

Fase paroxysmal : whooping cough, batuk paroksismal disertai

 

nada yang meninggi/melengking, batuk yang sering hingga anak

sulit bernafas/sianosis, pada akhir batuk anak menarik nafas dengan cepat, pada bayi seringkali diikuti muntah dan apnea

Fase convalescence : batuk berkurang

Antibiotik rekomendasi :

 

Erythromycin 50 mg/kgBB/hari atau Ampisilin 100

mg/kgBB/hari

22

Bayi usia 2 bulan datang dengan keluhan sesak sejak 1 hari. Disertai

demam dan batuk. Ibunya baru mengetahui ketika anaknya minum ASI sambil menangis. Sebelumnya tidak ada riwayat sesak. Nadi 180x/m, RR 60x/m, Suhu 38 O C. Pemeriksaan fisik didapatkan retraksi interkostal (+), dada kanan tertinggal, suara pernafasan kanan menurun, wheezing

-/-, ronchi basah kanan (+). Pemeriksaan radiologi infiltrat di parenkim paru kanan lobus superior. Apakah diagnosis pasien?

a.

Pneumonia aspirasi

b.

Bronchitis akut

c. Atelektasis

d.

Asma bronchiale

e.

Pertusis

Bayi usia 2 bulan datang dengan keluhan sesak sejak 1 hari. Disertai

demam dan batuk. Ibunya baru mengetahui ketika anaknya minum ASI sambil menangis. Sebelumnya tidak ada riwayat sesak. Nadi 180x/m, RR 60x/m, Suhu 38 O C. Pemeriksaan fisik didapatkan retraksi interkostal (+), dada kanan tertinggal, suara pernafasan kanan menurun, wheezing

-/-, ronchi basah kanan (+). Pemeriksaan radiologi infiltrat di parenkim paru kanan lobus superior. Apakah diagnosis pasien? a. Pneumonia aspirasi

b. Bronchitis akut

c. Atelektasis d. Asma bronchiale

e. Pertusis

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia Aspirasi • Benda asing yang harus nya tertelan masuk ke dalam saluran pernapasan • Sesak
Pneumonia Aspirasi • Benda asing yang harus nya tertelan masuk ke dalam saluran pernapasan • Sesak

Benda asing yang harus nya tertelan masuk ke dalam saluran pernapasan

Sesak mendadak

Riwayat tersedak

Gejala dan tanda distress

napas

X Ray : infiltrat pada salah

satu sisi

23

Seorang ibu datang ke dokter dengan membawa anaknya berumur 1 minggu. Pasien sedang mengkonsumsi obat TB selama 3 bulan. Pasien datang karena takut anaknya tertular TB. Apa yg seharusnya pasien lakukan?

a.

Pasien tetap memberikan ASI dan anak diberikan obat INH

b.

Pasien tetap memberikan ASI dan anak diberikan obat Rifampisin

c.

Pasien tetap memberikan ASI dan anak tidak diberikan obat TB

karena tidak akan menular

d.

Pasien tidak memberikan ASI tapi diganti dgn susu formula

e.

Pasien tetap melanjutkan pengobatan dan memberikan anak ASI dan semua obat TB

Kontak TB (+), Balita < 5 tahun PP INH

Seorang ibu datang ke dokter dengan membawa anaknya berumur 1 minggu. Pasien sedang mengkonsumsi obat TB selama 3 bulan. Pasien datang karena takut anaknya tertular TB. Apa yg seharusnya pasien lakukan?

a.

Pasien tetap memberikan ASI dan anak diberikan obat INH

b.

Pasien tetap memberikan ASI dan anak diberikan obat Rifampisin

c.

Pasien tetap memberikan ASI dan anak tidak diberikan obat TB

karena tidak akan menular

d.

Pasien tidak memberikan ASI tapi diganti dgn susu formula

e.

Pasien tetap melanjutkan pengobatan dan memberikan anak ASI dan semua obat TB

Alur Investigasi Kontak TB

Anak berkontak dengan pasien TB

Alur Investigasi Kontak TB Anak berkontak dengan pasien TB gejala TB Tidak Ada Umur > 5
gejala TB
gejala TB
gejala TB

gejala TB

gejala TB
gejala TB
gejala TB
gejala TB
Kontak TB Anak berkontak dengan pasien TB gejala TB Tidak Ada Umur > 5 thn dan
Kontak TB Anak berkontak dengan pasien TB gejala TB Tidak Ada Umur > 5 thn dan
Tidak
Tidak
Tidak

Tidak

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Kontak TB Anak berkontak dengan pasien TB gejala TB Tidak Ada Umur > 5 thn dan
Kontak TB Anak berkontak dengan pasien TB gejala TB Tidak Ada Umur > 5 thn dan

Ada

Umur > 5 thn dan

HIV (-)

pasien TB gejala TB Tidak Ada Umur > 5 thn dan HIV (-) Umur < 5

Umur < 5 thn atau HIV (+)

Umur > 5 thn dan HIV (-) Umur < 5 thn atau HIV (+) Juknis Manajemen

Juknis Manajemen dan Tatalaksana TB

Anak, Kemenkes

2016

Tidak perlu PP INH PP INH
Tidak perlu PP INH
PP INH
TB Anak, Kemenkes 2016 Tidak perlu PP INH PP INH Follow up rutin Timbul gejala atau

Follow up rutin

Kemenkes 2016 Tidak perlu PP INH PP INH Follow up rutin Timbul gejala atau tanda TB

Timbul gejala atau tanda TB

PP INH PP INH Follow up rutin Timbul gejala atau tanda TB TIDAK Observasi YA Lihat
TIDAK

TIDAK

TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
PP INH Follow up rutin Timbul gejala atau tanda TB TIDAK Observasi YA Lihat alur diagnosis
PP INH Follow up rutin Timbul gejala atau tanda TB TIDAK Observasi YA Lihat alur diagnosis

Observasi

Follow up rutin Timbul gejala atau tanda TB TIDAK Observasi YA Lihat alur diagnosis TB pada
YA
YA

Lihat alur diagnosis TB pada Anak

Lengkapi pemberian INH selama 6 bulan

24

Seorang anak laki-laki usia 1 tahun dibawa ke Puskesmas karena

batuk lama lebih dari 2 minggu. Pemeriksaan fisik anak gizi baik,

tanda vital normal dan lain-lain dalam batas normal. Riwayat ibu pasien menderita TB dengan BTA positif dan sedang dalam terapi. Setelah dilakukan tuberculin test timbul indurasi 10 mm. BB pasien

10 kg. Apa tatalaksana pada pasien ini?

a.

Terapi OAT 4 regimen selama 6 bulan

b.

Observasi dan diterapi OAT bila ada gejala

c.

Diberikan isoniazid 100 mg/hari selama 3 bulan lalu TST diulang

d.

Diberikan isoniazid 100 mg/hari selama 6 bulan tanpa mengulang TST

e.

Diberikan isoniazid 100 mg/hari selama 6 bulan lalu TST diulang

Skor TB = 7 OAT

Seorang anak laki-laki usia 1 tahun dibawa ke Puskesmas karena

batuk lama lebih dari 2 minggu (1). Pemeriksaan fisik anak gizi baik,

tanda vital normal dan lain-lain dalam batas normal. Riwayat ibu pasien menderita TB dengan BTA positif dan sedang dalam terapi (3).

Setelah dilakukan tuberculin test timbul indurasi 10 mm (3). BB

pasien 10,5 kg. Apa tatalaksana pada pasien ini? a. Terapi OAT selama 6 bulan

b. Observasi dan diterapi OAT bila ada gejala

c. Diberikan isoniazid 100 mg/hari selama 3 bulan lalu TST diulang

d. Diberikan isoniazid 100 mg/hari selama 6 bulan tanpa mengulang

TST

e. Diberikan isoniazid 100 mg/hari selama 6 bulan lalu TST diulang

Juknis Manajemen

dan Tatalaksana TB

Anak, Kemenkes

2016

Juknis Manajemen dan Tatalaksana TB Anak, Kemenkes 2016

25

Anak 12 tahun datang ke IGD dengan batuk dan sesak selama 2 hari. Keluhan terutama dirasakan pada malam hari. Pasien sering

mengalami gejala yang serupa. Orangtua anak sudah memberikan

obat warung yang biasanya dapat menangani gejala tersebut, tapi gejala tidak membaik. Pemeriksaan fisik Nadi 120x/m, RR 40x/m, Tax

36 O C, wheezing (+/+). Di IGD, dokter melakukan penanganan sesuai WHO namun tidak ada perbaikan gejala. Apa diagnosis pasien ini?

a.

Asma serangan ringan

b.

Asma serangan sedang

c.

Asma serangan berat

d.

Status asmatikus

e.

Asma episodik

Anak 12 tahun datang ke IGD dengan batuk dan sesak selama 2 hari. Keluhan terutama dirasakan pada malam hari. Pasien sering

mengalami gejala yang serupa. Orangtua anak sudah memberikan

obat warung yang biasanya dapat menangani gejala tersebut, tapi gejala tidak membaik. Pemeriksaan fisik Nadi 120x/m, RR 40x/m, Tax

36 O C, wheezing (+/+). Di IGD, dokter melakukan penanganan sesuai WHO namun tidak ada perbaikan gejala (artinya di nebul SABA tidak ada perbaikan/respon buruk). Apa diagnosis pasien ini?

a.

Asma serangan ringan

b.

Asma serangan sedang

c.

Asma serangan berat

d.

Status asmatikus

e.

Asma episodik

Penilaian derajad serangan asma berdasarkan respon paska nebul SABA

Penilaian derajad serangan asma berdasarkan respon paska nebul SABA

26

Seorang anak usia 3 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak

nafas. Riwayat demam batuk pilek 3 hari sebelumnya. Keluhan serupa telah dialami 2 bulan yang lalu. Keluhan mengganggu aktivitas namun tidak mengganggu tidur. Nadi 120x/m, RR 44x/m, Suhu 36 O C, wheezing (+). Telah dilakukan nebulisasi salbutamol 1x dan kondisi pasien membaik sesak hilang. Apakah diagnosis pasien?

A. Asma serangan ringan

B. Asma serangan sedang

C. Asma serangan berat

D. Asma ancaman henti napas

E. Asma persisten ringan

Seorang anak usia 3 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak

nafas. Riwayat demam batuk pilek 3 hari sebelumnya. Keluhan serupa telah dialami 2 bulan yang lalu. Keluhan mengganggu aktivitas namun tidak mengganggu tidur. Nadi 120x/m, RR 44x/m, Suhu 36 O C, wheezing (+). Telah dilakukan nebulisasi salbutamol 1x dan kondisi pasien membaik sesak hilang. Apakah diagnosis pasien?

A. Asma serangan ringan

B. Asma serangan sedang

C. Asma serangan berat

D. Asma ancaman henti napas

E. Asma persisten ringan

Penilaian derajad serangan asma berdasarkan respon paska nebul SABA

Penilaian derajad serangan asma berdasarkan respon paska nebul SABA

27

Seorang pasien anak usia 3 tahun mengeluh sesak sudah 3 hari

ini, sebelumnya memang mengeluh sering seperti ini kadang disertai batuk. Ayah pasien juga pernah menderita hal serupa. Pemeriksaan fisik didapatkan takipneu, retraksi dan wheezing.

Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien?

a.

NaCl inhalasi

b.

Ipratoproum inhalasi

c

Budesonid

inhalasi

d.

Salbutamol inhalasi

e.

Epinefrin inhalasi

Seorang pasien anak usia 3 tahun mengeluh sesak sudah 3 hari

ini, sebelumnya memang mengeluh sering seperti ini kadang disertai batuk. Ayah pasien juga pernah menderita hal serupa. Pemeriksaan fisik didapatkan takipneu, retraksi dan wheezing.

Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien?

a.

NaCl inhalasi

b.

Ipratoproum inhalasi

c

Budesonid

inhalasi

d.

Salbutamol inhalasi

e.

Epinefrin inhalasi

28

Anak laki-laki usia 11 bulan datang ke IGD dengan kejang 30 menit yang lalu. Kejang sekitar kurang dari lima menit. Didahului demam sejak 3 hari ini. Anak menangis sesaat setelah kejang kemudian tertidur. Tidak ada riwayat kejang sebelumnya. Pemeriksaan fisik didapatkan Nadi 120x.m, RR 30x.m, Suhu 39 O C, pemeriksaan lain dalam batas normal. BB: 9 kg. Apakah tatalaksana yg tepat?

A.

Diazepam rectal 5 mg

B.

Diazepam rectal 10 mg

C.

Diazepam IV 5 mg

D.

Diazepam IV 10 mg

E.

Diazepam oral 5 mg

Anak laki-laki usia 11 bulan datang ke IGD dengan kejang 30 menit yang lalu. Kejang sekitar kurang dari lima menit. Didahului demam sejak 3 hari ini. Anak menangis sesaat setelah kejang kemudian tertidur. Tidak ada riwayat kejang sebelumnya. Pemeriksaan fisik didapatkan Nadi 120x.m, RR 30x.m, Suhu 39 O C, pemeriksaan lain dalam batas normal. BB: 9 kg. Apakah tatalaksana yg tepat? A. Diazepam rectal 5 mg

B. Diazepam rectal 10 mg

C. Diazepam IV 5 mg

D. Diazepam IV 10 mg

E. Diazepam oral 5 mg

Algoritma Tatalaksana Kejang

Algoritma Tatalaksana Kejang

29

Anak laki laki usia 6 tahun dibawa ibunya karena tidak bisa

makan. Ia memuntahkan kembali makanannya dan sering berliur.

Riwayat lahir prematur dengan BBLR. Pasien juga mengalami kesulitan bicara. Didapatkan tangan dan kaki kaku seperti menggenggam. Pemeriksaan neurologi tonus otot meningkat,

reflek fisiologis (+), babinzky (+), reflek Moro (+). Apakah

kemungkinan diagnosis?

A. Autisme

B. ADHD

C. Retardasi mental

D. Cerebral palsy

E. Bell’s Palsy

Anak laki laki usia 6 tahun dibawa ibunya karena tidak bisa

makan. Ia memuntahkan kembali makanannya dan sering berliur.

Riwayat lahir prematur dengan BBLR. Pasien juga mengalami kesulitan bicara. Didapatkan tangan dan kaki kaku seperti menggenggam. Pemeriksaan neurologi tonus otot meningkat,

reflek fisiologis (+), babinzky (+), reflek Moro (+). Apakah

kemungkinan diagnosis?

A. Autisme

B. ADHD

C. Retardasi mental

D. Cerebral palsy

E. Bell’s Palsy

Cerebral Palsy

• Definisi : Gangguan fungsi motorik non-progesif akibat kelainan/lesi pada otak yang terjadi pada awal
• Definisi : Gangguan fungsi motorik
non-progesif akibat kelainan/lesi pada
otak yang terjadi pada awal kehidupan
• Etiologi : Kelainan kongenital, genetik,
inflamasi, infeksi, anoksia, trauma,
metabolik pada masa pre natal, natal
atau post natal
• Terbanyak adalah tipe spastik dengan
klinis gait scissors/ kaki menggunting
• Gejala penyerta : retardasi metal,
gangguan penglihatan dan
pendengaran, gangguan bicara/bahasa
• Tatalaksana : Rehabilitasi medik untuk
meningkatkan ROM (menggerakkan
ekstremitas)

30

Anak laki-laki usia 5,5 bln dibawa ibunya ke IGD karena kejang

seluruh tubuh saat di rumah. Kejang berlangsung sekitar 3 menit dan ini merupakan kejang pertama kali. Pasien dikeluhkan mengalami kejang sebanyak 3 kali sejak tadi

malam. Riwayat demam sejak 2 hari ini disertai batuk pilek.

Pemeriksaan fisik di IGD anak sudah tidak kejang, nadi 110x/m, rr 36x/m, suhu 38.9 O C. Pemeriksaan neurologis tidak didapatkan kelainan. Diagnosis?

a. Epilepsi

b. KDS

c. KDK

d. Meningitis

e. Ensefalitis

Anak laki-laki usia 5,5 bln dibawa ibunya ke IGD karena kejang

seluruh tubuh saat di rumah. Kejang berlangsung sekitar 3 menit dan ini merupakan kejang pertama kali. Pasien dikeluhkan mengalami kejang sebanyak 3 kali sejak tadi

malam. Riwayat demam sejak 2 hari ini disertai batuk pilek.

Pemeriksaan fisik di IGD anak sudah tidak kejang, nadi 110x/m, rr 36x/m, suhu 38.9 O C. Pemeriksaan neurologis tidak didapatkan kelainan. Diagnosis?

a. Epilepsi

b. KDS

c. KDK

d. Meningitis

e. Ensefalitis

Kejang Demam

 Kejang akibat peningkatan suhu tubuh (proses ekstrakranial)  sebelum/setelah kejang pasien sadar, pemeriksaan
 Kejang akibat peningkatan suhu tubuh (proses ekstrakranial) 
sebelum/setelah kejang pasien sadar, pemeriksaan neurologis
normal
 Prevalesi >> usia 6 bulan – 5 tahun
Sederhana
Sederhana

Lama kejang < 15 menit

Tidak berulang dalam 24 jam

General Seizure

Kompleks
Kompleks

Lama kejang > 15 menit*

Berulang dalam 24 jam*

Focal Seizure atau Fokal menjadi General*

31

Bayi laki-laki usia 10 hari dibawa ke IGD dengan keluhan kejang 15

menit yang lalu selama kurang lebih 2 menit. Kejang disertai dengan demam sejak 2 hari. Riwayat bayi lahir di dukun dan ibu tidak pernah melakukan ANC selama kehamilan. Pemeriksaan fisik nadi 120x/m, rr 30x/m, Tax 39 O C, didapatkan mulut mencucu seperti ikan perut teraba keras dan tonus otot kaku. Apakah kemungkinan diagnosis?

a. Sepsis neonatorum dini

b. Sepsis neonatorum lanjut

c. Defisiensi vitamin K

d. Tetanus neonatorum

e. Meningitis bakterial

Bayi laki-laki usia 10 hari dibawa ke IGD dengan keluhan kejang 15

menit yang lalu selama kurang lebih 2 menit. Kejang disertai dengan demam sejak 2 hari. Riwayat bayi lahir di dukun dan ibu tidak pernah melakukan ANC selama kehamilan. Pemeriksaan fisik nadi 120x/m, rr 30x/m, Tax 39 O C, didapatkan mulut mencucu seperti ikan, perut teraba keras dan tonus otot kaku. Apakah kemungkinan diagnosis?

a. Sepsis neonatorum dini

b. Sepsis neonatorum lanjut

c. Defisiensi vitamin K

d. Tetanus neonatorum

e. Meningitis bakterial

Tetanus Neonatorum

Faktor resiko : riwayat persalinan yang kurang higienis, perawatan talu pusat yang tidak higienis

Pemeriksaan fisik :

- Bayi sadar, spasme otot berulang

- Mulut mencucu seperti ikan

- Trismus

- Perut teraba seperti papan

- Opistotonus

- Ekstremitas spastik (boxing position)

Tatalaksana :

- Diazepan IV 10mg/kgBB/hari

- Human tetanus imunoglobulin 500 IU atau

ATS 5000 IU

- Metronidazole atau Penicilin procaine

IV 10mg/kgBB/hari - Human tetanus imunoglobulin 500 IU atau ATS 5000 IU - Metronidazole atau Penicilin

32

Anak prempuan usia 2 tahun dibawa oleh ibunya ke Puskesmas karena keluhan belum bisa apa-apa sejak lahir. Ketika dipanggil pasien tidak merespon, belum dapat miring kanan kiri, kesulitan dalam makan dan

minum. Riw. kehamilan normal, persalinan normal pervaginam dengan

lilitan tali pusar, menangis ketika dilahirkan namun sempat biru dan dirawat beberapa hari di NICU. Pemeriksaan neurologi didapatkan kontak mata kurang baik, head lag (+), tetraparese, hipertonus, refleks

fisiologi meningkat, babinski (+) bilateral. Apakah diagnosis pasien?

a.

Cerebral palsy tipe diplegi

b.

Cerebral palsy tipe quadriplegi

c.

Cerebral palsy tipe hemiplegia

d.

Cerebral palsy tipe ataksik

e.

Cerebral palsy tipe athetoid

Anak prempuan usia 2 tahun dibawa oleh ibunya ke Puskesmas karena keluhan belum bisa apa-apa sejak lahir. Ketika dipanggil pasien tidak merespon, belum dapat miring kanan kiri, kesulitan dalam makan dan

minum. Riw. kehamilan normal, persalinan normal pervaginam dengan

lilitan tali pusar, menangis ketika dilahirkan namun sempat biru dan dirawat beberapa hari di NICU. Pemeriksaan neurologi didapatkan kontak mata kurang baik, head lag (+), tetraparese, hipertonus, refleks

fisiologi meningkat, babinski (+) bilateral. Apakah diagnosis pasien?

a.

Cerebral palsy tipe diplegi

b.

Cerebral palsy tipe quadriplegi

c.

Cerebral palsy tipe hemiplegia

d.

Cerebral palsy tipe ataksik

e.

Cerebral palsy tipe athetoid

Cerebral Palsy

• Definisi : Gangguan fungsi motorik non-progesif akibat kelainan/lesi pada otak yang terjadi pada awal
• Definisi : Gangguan fungsi motorik
non-progesif akibat kelainan/lesi pada
otak yang terjadi pada awal kehidupan
• Etiologi : Kelainan kongenital, genetik,
inflamasi, infeksi, anoksia, trauma,
metabolik pada masa pre natal, natal
atau post natal
• Terbanyak adalah tipe spastik dengan
klinis gait scissors/ kaki menggunting
• Gejala penyerta : retardasi metal,
gangguan penglihatan dan
pendengaran, gangguan bicara/bahasa
• Tatalaksana : Rehabilitasi medik untuk
meningkatkan ROM (menggerakkan
ekstremitas)

33

Anak perempuan usia 3 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan

kesadaran. Riwayat demam sejak 5 hari lalu, kejang (-), muntah (-).

Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 80/45, nadi 110x/m, RR 28x/m, suhu 39 O C, meningeal sign (+). Saat dilakukan pemeriksaan lumbal pungsi didapatkan cairan cerebrospinal putih kental, protein

meningkat, glukosa turun, neutrofil 80%. Apakah diagnosis pasien?

A. Meningitis Virus

B. Meningitis Bakterial

C. Meningitis Jamur

D. Tumor otak

E. Ensefalitis

Anak perempuan usia 3 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan

kesadaran. Riwayat demam sejak 5 hari lalu, kejang (-), muntah (-).

Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 80/45, nadi 110x/m, RR 28x/m, suhu 39 O C, meningeal sign (+). Saat dilakukan pemeriksaan lumbal pungsi didapatkan cairan cerebrospinal putih kental, protein

meningkat, glukosa turun, neutrofil 80%. Apakah diagnosis pasien?

A. Meningitis Virus

B. Meningitis Bakterial

C. Meningitis Jamur

D. Tumor otak

E. Ensefalitis

Infeksi Sistem Saraf Pusat

Meningitis

Demam, nyeri kepala, muntah,

kejang, rewel, malas minum

Kaku kuduk/meningeal sign (+) pada anak usia > 1 thn

Pada bayi muda tanda khas

adalah UUB membonjol

Penunjang : Lumbal pungsi

Terapi :

Virus suportif

Bakterial Ceftriaxon / Cefotaxim

TB OAT

 

Encephalitis

Demam, kejang, penurunan

kesadaran, gejala serebral lain (tonus spastik, hiperrefleks, refleks patologis)

Penunjang : LP, CTscan, MRI,

EEG Terapi :

Virus suportif

Bakterial Ceftriaxon /

 

Cefotaxim

TB OAT

Kortikosteroid

Lumbal Pungsi

Bakteri

TB

Virus

Keruh

Xantochrom

Serous/Jernih

Sel PMN (neutrofil >>)

Sel MN (monosit limfosit >>)

Limfosit >>

Protein ↑↑

Protein ↑↑

Protein

N

Glukosa ↓↓

Glukosa ↓↓

Glukosa N

34

Bayi perempuan umur 10 bulan dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Pasien juga dikeluhkan demam tinggi sejak 7 hari ini. Pemeriksaan fisik kesadaran apatis, nadi 112x/m, rr 30x/m, suhu 38 O C, tanda meningeal (-), ektremitas tonus kesan meningkat. Hasil CT Scan didapatkan gambaran bulat

radio opaque dengan tepi berbatas tegas. Apakah diagnosis pasien?

A. Ensefalitis

B. Meningitis bakteri

C. Meningitis TB

D. Abses otak

E. Meningitis virus

Bayi perempuan umur 10 bulan dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Pasien juga dikeluhkan demam tinggi sejak 7 hari ini. Pemeriksaan fisik kesadaran apatis, nadi 112x/m, rr 30x/m, suhu 38 O C, tanda meningeal (-), ektremitas tonus kesan meningkat. Hasil CT Scan didapatkan gambaran bulat

radio opaque dengan tepi berbatas tegas. Apakah diagnosis pasien?

A. Ensefalitis

B. Meningitis bakteri

C. Meningitis TB

D. Abses otak E. Meningitis virus

35

Seorang anak laki laki usia 6 tahun saat bermain bersama temannya tiba-tiba bibir dan ujung jari sianosis. Riwayat sejak kecil pasien sering mengalami sianosis pada bibir dan ujung-ujung jari. Pasien dibawa ke IGD dengan kondisi sesak, kesadaran somnolen, nadi 110x/m, RR 32x/m, suhu 36.5 O C, sianosis (+), murmur (+). Apakah yang dapat ditemukan pada pemeriksaan rongten thoraks pasien?

A. Vaskularisasi paru bertambah

B. Vaskularisasi paru berkurang

C. Atrium kiri dan ventrikel kiri membesar

D. Atrium kanan dan ventrikel kiri membesar

E. Atrium kanan dan ventrikel kanan membesar

TOF

Seorang anak laki laki usia 6 tahun saat bermain bersama temannya tiba-tiba bibir dan ujung jari sianosis. Riwayat sejak kecil pasien sering mengalami sianosis pada bibir dan ujung-ujung jari. Pasien dibawa ke IGD dengan kondisi sesak, kesadaran somnolen, nadi 110x/m, RR 32x/m, suhu 36.5 O C, sianosis (+), murmur (+). Apakah yang dapat ditemukan pada pemeriksaan rongten thoraks pasien?

A. Vaskularisasi paru bertambah

B. Vaskularisasi paru berkurang

C. Atrium kiri dan ventrikel kiri membesar

D. Atrium kanan dan ventrikel kiri membesar

E. Atrium kanan dan ventrikel kanan membesar

Kelainan pada TOF :
Kelainan pada TOF :

Ventricular septal defect (VSD)

Pulmonary stenosis

Overriding aorta

Right ventricular hypertrophy

Gejala :
Gejala :

Sesak, terutama setelah aktivitas, sianosis, sering jongkok setelah aktivitas

Pemeriksaan fisik :
Pemeriksaan fisik :

Sianosis, jari tabuh, RVH, murmur

sistolik pada regio katup pulomnal

Pemeriksaan radiologis :
Pemeriksaan radiologis :

Boot shape heart sign

Tetralogy of Fallot

RVH, murmur sistolik pada regio katup pulomnal Pemeriksaan radiologis : • Boot shape heart sign Tetralogy

The boot shape heart sign

The boot shape heart sign

36

Anak laki-laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan

bibir nya sering kebiruan. Saat ini anak sering biru terutama saat

minum atau setelah aktivitas. Keluhan biru tidak muncul sejak lahir. Riwayat anak sering batuk pilek berulang terkadang disertai sesak napas. TD 100/70, nadi 88x/m, RR 28x/m, suhu 36.5 O C. Dari auskultasi didapatkan bising pansistolik pada ICS III parasternal line sinistra. Apakah diagnosis yang tepat?

A. Ventricel septal defect

B. Patent ductus arteriosus

C. Arterial septal defect

D. Tetralogy of fallot

E. Double outlet right ventricle

Anak laki-laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan bibir nya sering kebiruan. Saat ini anak sering biru terutama saat minum atau setelah aktivitas. Keluhan biru tidak muncul sejak lahir. Riwayat anak sering batuk pilek berulang terkadang disertai sesak napas. TD 100/70, nadi 88x/m, RR 28x/m, suhu 36.5 O C. Dari auskultasi didapatkan bising pansistolik pada ICS III parasternal line sinistra. Apakah diagnosis yang tepat? A. Ventricel septal defect (tepatnya VSD + sindroma Eisenmenger)

B. Patent ductus arteriosus

C. Arterial septal defect

D. Tetralogy of fallot

E. Double outlet right ventricle

Defek Septum Ventrikel (VSD)

Gejala Klinis : •
Gejala Klinis :

Gangguan pertumbuhan

Sering ISPA berulang, sesak

Pemeriksaan Fisik :
Pemeriksaan Fisik :

Murmur sistolik pada ICS 3-4 parasternal line kiri, meluas sepanjang tepi kiri sternum

Pada VSD besar dapat terjadi

peningkatan tahanan vaskuler

paru sehingga dapat menyebabkan takipneu dan retraksi

Dapat terjadi sindrom

Eisenmenger (right to left shunt sianosis)

dapat menyebabkan takipneu dan retraksi • Dapat terjadi sindrom Eisenmenger (right to left shunt  sianosis)

37

Anak laki-laki usia 6 bulan dibawa ibunya ke puskesmas dengan

keluhan berat badan yang sulit naik. Pasien juga dikeluhkan sering

sesak namun tidak disertai kebiruan. Pada pemeriksaann fisik didapatkan nadi 100x/mnt, RR 20x/mnt, suhu 36 O C, murmur

diastolik pada ICS-III linea parasternalis dextra. Apakah diagnosis

yang memungkinkan?

A.

VSD

B.

ASD

C.

PDA

D.

Stenosis pulmunal

E.

Koartasio aorta

Anak laki-laki usia 6 bulan dibawa ibunya ke puskesmas dengan

keluhan berat badan yang sulit naik. Pasien juga dikeluhkan sering

sesak namun tidak disertai kebiruan. Pada pemeriksaann fisik didapatkan nadi 100x/mnt, RR 20x/mnt, suhu 36 O C, murmur

diastolik pada ICS-III linea parasternalis dextra. Apakah diagnosis

yang memungkinkan?

A. VSD

B. ASD

C. PDA

D. Stenosis pulmunal

E. Koartasio aorta

Defek Septum Atrium (ASD)

Gejala Klinis :
Gejala Klinis :

Sebagian besar asimptomatik

Gangguan pertumbuhan

Sesak, sering ISPA berulang

Pemeriksaan Fisik :
Pemeriksaan Fisik :

Bunyi jantung S2 melebar dan

menetap pada saat inspirasi maupun

ekspirasi (splitting)

Murmur sistolik pada area katup pulmonal (ICS 2 parasternal line) atau

murmur diastolik pada area trikuspid

(ICS 3-4 parasternal line)

area katup pulmonal (ICS 2 parasternal line) atau murmur diastolik pada area trikuspid (ICS 3-4 parasternal

38

Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang dengan keluhan BAK

seperti air cucian daging. Keluhan juga disertai bengkak pada kedua

tungkai sejak 3 hari yang lalu. Riwayat pasien demam dan batuk pilek 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik TD 120/85, nadi 90xm, RR 26x.m, suhu 36 O C. Pemeriksaan UL didapatkan eritrosit +3, protein +2, silinder eritrosit (+). Apakah diagnosa pasien tersebut?

A. GNAPS

B. Sindrom Nefrotik

C. Sindrom Nefritik

D. Sistitis

E. Pielonefritis

Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang dengan keluhan BAK

seperti air cucian daging. Keluhan juga disertai bengkak pada kedua

tungkai sejak 3 hari yang lalu. Riwayat pasien demam dan batuk pilek 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik TD 120/85, nadi 90xm, RR 26x.m, suhu 36 O C. Pemeriksaan UL didapatkan eritrosit +3, protein +2, silinder eritrosit (+). Apakah diagnosa pasien tersebut?

A. GNAPS (Sindrom Nefritik + Riw. Infeksi BHSGA)

B. Sindrom Nefrotik

C. Sindrom Nefritik

D. Sistitis

E. Pielonefritis

Glomerulonephritis Acute Post Streptococcus

(GNAPS)

Sindrom Nefritik + Riwayat Infeksi Streptococcus Beta Hemolyticus Group A (scarlet fever, faringitis, infeksi kulit)

Patofisiologi

Infeksi Streptococcus Beta Hemolyticus Group A Reaksi Antigen- Antibodi molecular mimicry kompleks imuninflamasi merusak glomerulus ginjal

Diagnosis

PHAROH (Proteinuria, Hematuria, Azotemia, Red blood cast, Oliguria,

 

Hipertensi)

 

ASTO meningkat

C3 menurun

Komplikasi

Gagal Ginjal Akut, Hipertensi Ensephalopati, Gagal Jantung (ALO)

Terapi

Penisilin (Amoksisilin 50mg/kgBB dibagi 3 dosis) atau bila alergi berikan eritromisin 30mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis selama 10 hari

Anti hipertensi

Furosemid bila edema

39

Anak perempuan usia 9 tahun dibawa ke dokter karena BAK

berwarna seperti cucian daging. Keluhan disertai mual dan lemas.

Riwayat infeksi tenggorokan 10 hari sebelumnya. TTV TD 140/90 mmHG, nadi 94x/m, rr 26x/m, suhu 37 O C, BB 24 kg. Pemeriksaan fisik didapatkan palpebra edem minimal, paru-jantung-abdomen

dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis?

a.

Elektrolit darah

b.

Protein darah

c.

Urin lengkap dan feses lengkap

d.

ASTO + C3

e.

Ureum, creatinine

GNAPS

Anak perempuan usia 9 tahun dibawa ke dokter karena BAK

berwarna seperti cucian daging. Keluhan disertai mual dan lemas.

Riwayat infeksi tenggorokan 10 hari sebelumnya. TTV TD 140/90 mmHG, nadi 94x/m, rr 26x/m, suhu 37 O C, BB 24 kg. Pemeriksaan fisik didapatkan palpebra edem minimal, paru-jantung-abdomen

dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis?

a.

Elektrolit darah

b.

Protein darah

c.

Urin lengkap dan feses lengkap

d.

ASTO + C3

e.

Ureum, creatinine

40

Anak laki-laki usia 8 tahun datang dengan keluhan bengkak pada kelopak mata dan wajah sejak 1 minggu ini. Pasien juga dikeluhkan kencing nya keruh berbuih. Tidak ada keluhan demam. Pemeriksaan

fisik TD 90/65, Nadi 90x/m, RR 25x/m, Suhu 36.5 O C. Pada pemeriksaan penunjang urinalisis didapatkan protein +3, eritrosit +1, leukosit +1, oval fat bodies (+). Hasil lab darah didapatkan kadar

albumin 1,5 g/dl, kolesterol total 240 mg/d. Apakah diagnosis pada

kasus ini?

A. IgA glomerulonefritis

B. Sindrom nefrotik

C. Sindrom nefritik

D. GNAPS

E. ISK

Anak laki-laki usia 8 tahun datang dengan keluhan bengkak pada kelopak mata dan wajah sejak 1 minggu ini. Pasien juga dikeluhkan kencing nya keruh berbuih. Tidak ada keluhan demam. Pemeriksaan

fisik TD 90/65, Nadi 90x/m, RR 25x/m, Suhu 36.5 O C. Pada pemeriksaan penunjang urinalisis didapatkan protein +3, eritrosit +1, leukosit +1, oval fat bodies (+). Hasil lab darah didapatkan kadar

albumin 1,5 g/dl, kolesterol total 240 mg/d. Apakah diagnosis pada

kasus ini?

A. IgA glomerulonefritis

B. Sindrom nefrotik

C. Sindrom nefritik

D. GNAPS

E. ISK

Sindrom Nefrotik
Sindrom Nefrotik

Gejala Klinis :

Proteinuria masif (dipstick >+2)

Gejala Klinis : Proteinuria masif (dipstick >+2) Hipoalbuminemia (<2,5 g/dl) Edema Hiperlipidemia

Hipoalbuminemia

(<2,5 g/dl)

masif (dipstick >+2) Hipoalbuminemia (<2,5 g/dl) Edema Hiperlipidemia (>200 mg/dl), oval fat bodies •

Edema

(dipstick >+2) Hipoalbuminemia (<2,5 g/dl) Edema Hiperlipidemia (>200 mg/dl), oval fat bodies •

Hiperlipidemia (>200 mg/dl), oval fat bodies

Bengkak pada kelopak mata, tungkai, asites,

edema anasarka

BAK keruh

Terbanyak pada anak :

Sindroma Nefrotik Idiopatik dengan temuan Histopatologi paling banyak adalah minimal- change nephropathy

Terapi :

 

Prednison, Imunosupresan

Diuretik (furosemid atau spironolakton)

Albumin

41

Seorang anak perempuan usia 7 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan deman sejak 1 minggu. Keluhan disertai mual, muntah dan nyeri pinggang. Riwayat sebelumnya pasien nyeri saat kencing

dan sering tidak lampias. Pemeriksaan fisik anak tampak lemas,

nadi 96x/m, rr 30x/m, suhu 38.9 O C, nyeri ketok CVA (+). Hasil lab DL Hb 11.2 g/dl, Leuko 14.500, Trombo 356.000. Urinalisis:

proteinuria (+), eritrosit 0-3, leukosit 20-25, nitrit (+). Apakah

tatalaksana yang tepat?

a.

Rawat jalan + amoxicilin inj

b.

Rawat inap + cefotaxim inj

c.

Antibiotik dosis tunggal + rujuk rs

d.

Rawat jalan +antibiotik+ antipiretik

e.

Rawat inap + amoxicilin oral

Pielonefritis

Seorang anak perempuan usia 7 tahun dibawa ke dokter dengan

keluhan deman sejak 1 minggu. Keluhan disertai mual, muntah dan nyeri pinggang. Riwayat sebelumnya pasien nyeri saat kencing dan sering tidak lampias. Pemeriksaan fisik anak tampak lemas, nadi 96x/m, rr 30x/m, suhu 38.9 O C, nyeri ketok CVA (+). Hasil lab

DL Hb 11.2 g/dl, Leuko 14.500, Trombo 356.000. Urinalisis:

proteinuria (+), eritrosit 0-3, leukosit 20-25, nitrit (+). Apakah

tatalaksana yang tepat?

a.

Rawat jalan + amoxicilin inj

b.

Rawat inap + cefotaxim inj

c.

Antibiotik dosis tunggal + rujuk rs

d.

Rawat jalan +antibiotik+ antipiretik

e.

Rawat inap + amoxicilin oral

Infeksi Saluran Kemih

ISK pada neonatus

Gejala tidak spesifik :

Demam, letargi, tidak mau minum, anoreksia, gagal tumbuh, ikterik

Pielonefritis akut /

Demam, muntah, menggigil, flank pain, BAK

ISK atas

bau menyengat

PF : flank pain (nyeri ketok ginjal/CVA)

Sistitis / ISK bawah

Disuri, frekuensi, mengompol, tidak lampias, BAK bau menyengat

PF : nyeri tekan suprapubik

Pemeriksaan penunjang :

Urinalisis : lekosit urin (>5/lpb), leukosit esterase (+), nitrit (+),

 

bacteria (+)

Gold standart : kultur urin

Algoritma Tatalaksana ISK

Ampisilin +

Gentamisin

Ceftriaxone

Cotrimoxazole

Tatalaksana ISK Ampisilin + Gentamisin C e f t r i a x o n e

Pedoman Pelayanan Medis IDAI, 2011

Jenis dan Dosis Antibiotik untuk ISK

Jenis dan Dosis Antibiotik untuk ISK

42

Anak perempuan 4 tahun tampak kurus, lemas, sering diare sejak satu tahun terakhir. Riwayat pasien sulit makan. TD: 80/60, Tax:

36, N: 88, HR: 20. Pemeriksaan fisik konjungtiva anemis, jaringan lemak subkutan tipis, atrofi otot, old man face, tampak baggy pants, Hb: 9,8 g/dl, hipokrom mikrositer, leukosit: 4.000,

trombosit 210.000, GDS: 45. Pemeriksaan feses didapatkan telur

berbentuk tempayan. Penyebab lemas dan pucat anak tersebut adalah?

a.

Hipoksia dan Anemia

b.

Hipotermia dan Anemia

c.

Hipoglikemia dan Anemia

d.

Hipoglikemia dan Hipoksia

e.

Hipotermia dan Hipoglikemia

Marasmus

Anak perempuan 4 tahun tampak kurus, lemas, sering diare sejak satu tahun terakhir. Riwayat pasien sulit makan. TD: 80/60, Tax:

36, N: 88, HR: 20. Pemeriksaan fisik konjungtiva anemis, jaringan lemak subkutan tipis, atrofi otot, old man face, tampak baggy pants, Hb: 9,8 g/dl, hipokrom mikrositer, leukosit: 4.000,

trombosit 210.000, GDS: 45. Pemeriksaan feses didapatkan telur

berbentuk tempayan. Penyebab lemas dan pucat anak tersebut adalah?

a.

Hipoksia dan Anemia

b.

Hipotermia dan Anemia

c.

Hipoglikemia dan Anemia

d.

Hipoglikemia dan Hipoksia

e.

Hipotermia dan Hipoglikemia

Kekurangan Energi Protein (KEP)

MARASMUS

KWARSHIORKOR

Defisiensi karbohidrat/energi

Defisiensi protein

Terlihat sangat kurus

Wajah seperti orang tua (old man

Edema simetris pada punggung kaki atau seluruh tubuh

face)

Asites

Kulit kering, dingin, kendor,

Hepatomegali

keriput

Crazy Pavement Dermatosis

Atrofi otot

Rambut warna seperti rambut

Iga gambang

Subkutan lemak hilang (baggy

pants)

jagung dan mudah rontok

MARASMUS KWARSHIORKOR : Gejala Marasmus + EDEMA

43

Seorang anak umur 5 tahun datang bersama ibunya ke Puskesmas

karena berat badan sulit naik. Ayah pasien baru meninggal 2 bulan yg lalu dan ibu pasien hanya seorang buruh serabutan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan rambut tipis mudah rontok, mata

cowong, otot atrofi, asites pada perut dan edema pada kedua kaki.

Apakah diagnosis pasien tersebut?

a. Marasmus

b. Kwashiokor

c. Marasmus kwashiokor

d. Gizi kurang

e. Malnutrisi

Seorang anak umur 5 tahun datang bersama ibunya ke Puskesmas karena berat badan sulit naik. Ayah pasien baru meninggal 2 bulan

yg lalu dan ibu pasien hanya seorang buruh serabutan. Pada

pemeriksaan fisik ditemukan rambut tipis mudah rontok, mata cowong, otot atrofi, asites pada perut dan edema pada kedua kaki.

Apakah diagnosis pasien tersebut?

a. Marasmus