Anda di halaman 1dari 28

EKONOMI MIKRO

OLEH :

KELOMPOK I

ARDIANSYAH NAING
ALI HASAN
MARLINA

ILMU EKONOMI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah

ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas

bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi

maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman

bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi

makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, Saya yakin masih

banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan

kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Ternate, 09 Otober 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUA

A. Latar Belakang .............................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 2

C. Tujuan Penelitian ........................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN

1. Model Dasar Permintaan Dan Penawaran ..................................................... 4

2. Utilitas............................................................................................................ 13

3. Teori Pilihan................................................................................................... 18

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Pada zaman moderen seperti sekarang ini kebanyakan orang menganggap bahwa

ilmu ekonomi adalah ilmu yang hanya dimulai dan diakhiri dengan hukum permintaan dan

penawaran. Tentusaja anggapan ini terlalu mengandalkan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang

sangat sederhana. Akan tetapi menurut Kami hukum yang dikenal dengan hukum

penawaran dan permintaa nmemang merupakan bagian yang terpenting dalam

pemahaman kita mengenai pasar. Apa bilakita membicarakan pasar tentunya tidak luput

dari perdagangan. Perdangan yang paling seringterjadi adalah perdangan di pasar. Di

dalam perekonomian pasar tentunya ada yang disebut permintaan dan penawaran.

Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam waktu tertentu,

sedangkan penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan

oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.

Dari sini tidak bisa dipungkiri bahwa perilaku masyarakat di jaman sekarang adalah perilaku

masyarakat yang konsumtif terhadap barang apa saja. Maka dari itu dalam kehidupan

ekonomi produsen dan konsumen adalah suatu kesatuan yang sangat sulit untuk

dipisahkan, kehidupan, konsumen berlomba-lomba untuk memperoleh penawaran yang

setinggi-tingginya, sedangkan prodesen berusaha mendapatkan keuntungan yang besar, di

sinilah muncul penentuan harga permintaan dan penawaran.

Setiap individu ataupun rumah tangga pasti mempunyai perkiraan tentang berapa

pendapatanya dalam suatu periode tertentu, misalkan satu tahun. Dan mereka juga pasti

mempunyai suatu gambaran tentang barang - barang atau jasa - jasa apa saja yang akan

mereka beli. Tugas setiap rumah tangga adalah bagaimana mereka bisa memaksimalkan

pendapatan mereka yang terbatas untuk mendapatkan dan memenuhi semua kebutuhan

1
sehingga bisa mencapai kesejahteraan. Tapi ternyata hampir tidak satupun individu atau

rumah tangga yang berhasil dalam tugasnya tersebut. Sampai pada tingkat tertentu,

kegagalan tersebut disebabkan oleh adanya keterangan - keterangan yang tidak tepat dan

ada juga alasan - alasan lain seperti pembelian - pembelian secara impulsif.

Segala usaha yang dilakukan untuk mencapai kepuasan maksimum dengan pendapatan

yang terbatas inilah yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa

di pasar. Untuk menganalisa pembentukan permintaan konsumen secara lebih akurat,

maka akan digunakan beberapa asumsi yang akan menyederhanakan realitas ekonomi.

Disini kita akan mempelajari tentang teori nilai guna ( utility ).

Secara historis, teori nilai guna (utility) merupakan teori yang terlebih dahulu dikembangkan

untuk menerangkan kelakuan individu dalam memilih barang-barang yang akan dibeli dan

dikonsumsinya. Dapat dilihat bahwa analisis tersebut telah memberi gambaran yang cukup

jelas tentang prinsip-prinsip pemaksimuman kepuasan yang dilakukan oleh orang-orang

yang berfikir secara rasional dalam memilih berbagai barang keperluannya. Disini kita juga

akan mempelajari bagaimana suatu barang bisa memmberikan kenikmatan terhadap

individu dan bagaimana barang itu akhirnya sama sekali tidak bisa memberikan kenikmatan

terhadap seseorang.

B. Rumusan Malah

1. Defenisi dari permintaan, penawaran dan keseimbangan pasar.

2. Hukum penentuan harga, permintaan dan penawaran.

3. Teori Perilaku Konsumen dan Teori Nilai Guna (utility)

4. Jenis-jenis Nilai Guna.

5. Syarat Pemaksimuman Nilai Guna

6. Teori Nilai Guna dan Teori Permintaan

7. Surplus Konsumen

8. Teori Pilihan

2
C. Tujuan

1. Mengetahui dan memahami defenisi dari permintaan, penawaran

2. Mengetahui dan memahami tentang hukum penentuan harga, permintaan dan

penawaran.

3. Mengetahui dan memahami pentingnya penggunaan materi ini dalam lingkungan

masyarakat.

4. Mengetahui dan memahami Teori Perilaku Konsumen dan Teori Nilai Guna (utility)

5. Mengetahui dan memahami Jenis-jenis Nilai Guna.

6. Mengetahui dan memahami Syarat Pemaksimuman Nilai Guna

7. Mengetahui dan memahami Teori Nilai Guna dan Teori Permintaan

8. Mengetahui dan memahami Surplus Konsumen

9. Mengetahui dan memahami Teori Pilihan

3
BAB II
PEMBAHASAN

1. MODEL DASAR PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. Teori Penawaran Dan Permintaan

Dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara

paracalon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan

digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat

penting untuk melakukananalisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual,

serta interaksi imereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagabi model

dan teori ekonomi lainnya.Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang

kompetitif, harga akan berfungsisebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh

konsumen dan kuantitas yangdi tawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah

keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian

adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan

ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

B. Pengertian Permintaan

Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki

pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.Permintaan dapat

dibagi menjadi 2 (dua) macam:

1. Permintaan absolut (absolut demand).

Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik

yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.

2. Permintaan efektif (effective demand)

Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai

kemampuan.

4
C. Hukum Permintaan

Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan

cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila harga

mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya

apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”.

Dalam hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat

harga barang tersebut. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah

barang yang diminta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli semakin menurun yang

disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut. Faktor-faktor lain yang tidak berubah

antara lain pendapatan, selera, harga barang substitusi atau komplementer, jumlah

penduduk. Hukum permintaan tidak berlaku pada barang-barang tertentu yaitu barang

inferior, barang prestise, barang spekulasi.

Contoh hukum permintaan pada saat ini :

 Ketika harga kedelai semakin tinggi, pengusaha tempe tahu cenderung beralih

menggunakan kedelai yang lebih rendah jenisnya, bahkan ada pengusaha yang

sampaigulung tikar karena tidak sanggup membeli bahan baku pembuatan tempe dan

tahutersebut.

 Begitu pula dengan naiknya harga bawang, mahalnya harga bawang berdampak

padakurangnya minat ibu rumah tangga untuk membeli banyak bumbu dapur yang satu

ini.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

1. Selera

Apabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi, maka akan diikuti

dengan permintaan jumlah barang dan jasa yang meningkat, demikian sebaliknya.

5
Contoh : Permintaan konsumen terhadap smartphone sedang meningkat, seperti

Blackberry,iphone, Android, tablet. Bahkan kita bisa menjumpai konsumen yang

mempunyai lebih dari-1 barang berteknologi tinggi di jaman sekarang ini.

2. Pendapatan konsumen

Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi juga daya beli nya, begitu

pulasebaliknya.

Contoh : Orang yang pendapatannya tinggi, kebutuhannya akan semakin banyak

pula.Seperti penyanyi Syahrini, kebutuhannya sangatlah banyak, mulai dari kebutuhan

kostum panggung, kebutuhan perawatan diri, serta kebutuhan lain yang menunjang

penampilannya.

3. Harga Barang Jasa Pengganti / Pelengkap

Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat

hargabarang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan

dipengaruhinya.

Contoh : Kompor dan minyak tanah adalah salah satu yang saling melengkapi. Jika

hargaminyak tanah terus menerus naik, maka konsumen akan beralih menggunakan

kompor dangas yang harganya relatif stabil.

4. Intensitas Kebutuhan Konsumen

Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/

jasa,mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding

kebutuhansekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga

pengaruhnyaterhadap jumlah permintaan berbeda.

Contoh : Menjelang lebaran kebutuhan seperti daging, ketupat dan pakaian

jumlah permintaannya akan meningkat di banding dengan hari-hari biasa.

5. Pendapatan masyarakat

6
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya

pendapatanmasyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan

6. Distribusi Pendapatan

Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat,

sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka

secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.

7. Pertambahan penduduk

Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk,

maka jumlah permintaan akan meningkat.

E. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan dalam ilmu ekonomi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan

antaraharga barang dengan jumlah barang yang diminta oleh masyarakat. Fungsi

Permintaan berasal dari dua kata, yaitu fungsi dan permintaan. Fungsi adalah

ketergantungan suatu variabeldengan variabel lainnya. Fungsi secara umum ditulis y =F (x).

Secara grafik, digambarkan dengan y= sumbu vertikal, x= sumbu horizontal

dan F menyatakan ketergantungan y terhadap x. Sedangkan permintaan adalah banyaknya

barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam ilmu ekonomi, fungsi permintaan ditulis sebagai p = F (q). Dimana p, garis

vertikal,adalah Price (harga barang), dan q, garis horizontal, adalah Quantity of

Goods (Banyaknya barang), dan F menyatakan ketergantungan antara harga dengan

jumlah barang.

Fungsi permintaan memiliki beberapa sifat khusus, di antaranya:

1. Fungsi permintaan bersifat negatif. Artinya, jika nilai p bertambah, maka nilai q

akan berkurang, begitu juga sebaliknya. Hingga suatu saat nilai p akan menyentuh titikte

rtinggi (harga maksimal), titik q akan menyentuh titik terendah (barang tidak

ada),sebaliknya, q akan menjadi barang bebas jika titik p mencapai titik terendahnya

7
(harga 0atau gratis).Grafik fungsi linear dan kurvaKurva ini menggambarkan hubungan

fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta.Kurva ini menurun dari kiri atas

ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P),makin banyak jumlah yang

diminta (Q). Mengapa demikian, karena:

2. Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi

mampumembeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil.

3. Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya,

sekarangmenjadi membeli karena mampu.

4. Titik titik pada fungsi permintaan tidak dapat memiliki nilai negatif dan tidak

mungkin bernilai tak terhingga (~), ini berarti fungsi permintaan selalu terletak di kuadran

I.

5. Fungsi permintaan bisa berbentuk linier atau kurva.

6. Fungsi permintaan memiliki fungsi satu-satu, artinya, satu titik p hanya untuk satu titik

q, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pada tingkat harga ( p) Rp. 800,00, jumlah barang

(q) yang diminta adalah 40 unit; pada tingkat harga Rp. 200,00 jumlah barang yang

dimintanaik menjadi 100 unit.

Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat dibuat kurva yang menunjukkan jumlah

barangyang akan dibeli pada berbagai tingkat harga sebagai berikut:

Jumlah Yang
Harga
Dibeli
Rp. 200 100 unit
Rp. 300 90 unit
Rp. 400 80 unit
Rp. 500 70 unit
Rp. 600 60 unit
Rp. 700 50 unit
Rp. 800 40 unit

8
Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa

artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan

mengalami perubahan/pergeseran.Kurva permintaan dapat berubah karena:

1. Perubahan Harga

Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:a. Jika harga naik,

maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri. b. Jika harga

turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan.

Contoh 1: Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.

Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00

jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00, mak

a permintaanmeningkat menjadi 70 unit.

2. Perubahan Pendapatan Masyarakat

Pendapatan masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.

a. Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah permintaan akan bertambah dan

kurva permintaan akan bergeser ke kanan.

b. Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah permintaan akan berkurang, dan

kurva permintaan akan bergeser ke kiri.

Contoh 2:

Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan pendapatan masyarakat.

Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah yang diminta 40 unit.

Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah permintaan naik menjadi 50 unit.

Pendapatan turun menjadiRp.20,00 jumlah permintaan menjadi 30 unit.Dari data-

data yang menunjukkan perubahan berikut, cobalah buatkan kurvanya. Pada saat

harga Rp.550,00 jumlah unit yang diminta sebesar 950 unit. Harga naik menjadi

9
Rp.700,00 jumlah unit yang diminta turun menjadi 750 unit. Pada saat harga turun

dari Rp.550,00 menjadi Rp.350,00 jumlah yang diminta naik menjadi 1.300 unit.

F. Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan

untukdijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar

ekonomi.

G. Hukum Penawaran

Bila tingkat harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, Bila tingkat harga

turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun. Dalam hukum penawaran, semakin

tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya,

semakin rendah harga barang, jumlah yang ditawarkan semaki sedikit juga.

H. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

1. Biaya Produksi dan Teknologi yang digunakan

Jika biaya produksi suatu produk sangat tinggi, maka produsen hanya membuat

beberapa jenis saja dari produk tersebut.

Contoh : Produk limited edition

2. Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan yaitu ingin supaya produknya laku terjual dipasaran dan

mendapatkankeuntungan sebesar-besarnya. Produk yang laku dipasaran adalah produk

yang harganyaterjangkau tetapi dengan kualitas yang bagus.

Contoh : Produk cina lebih banyak diperdagangkan karena lebih murah sehingga

banyak konsumen yang mencarinya.

3. Pajak

Pajak naik, harga jual akan naik juga. Hal ini menyebabkan permintaan dari

konnsumenmenurun.

10
Contoh : jika pajak bea cukai naik, harga barang-barang impor akan naik pula.Seperti

halnya kedelai impor yang harga nya naik, para pengusaha juga enggan

membelidengan harga yang mahal.

4. Tingkat teknologi yang digunakan

Adanya kemajuan teknologi akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi

dan produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar lagi.

5. Perkiraan harga barang di masa datang

Apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan

tingkatharga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan

jasa yangditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi

mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengu

rangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.

I. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran menghubungkan harga barang di pasar dengan jumlah yang

ditawarkan produsen. Menurut hukum penawaran, pada umumnya bila harga suatu barang

naik maka jumlahyang ditawarkan akan naik. Kurva penawaran umumnya positif, Dalam

kasus-kasus tertentumungin juga dapat terjadi bahwa kurva penawaran nol atau tak

terhingga. Seperti halnya pada kurva permintaan, sumbu y digunakan untuk harga barang

setiap unitnya dansumbu x untuk jumlah barang yang ditawarkan.

Bentuk umum fungsi penawaran :

Q = a + bP

Contoh :Jika harga kamera jenis tertentu Rp 65,- (dalam ribuan), maka ada 125 kamera

yang tersedia di pasar. Klau harganya Rp 75,- maka di pasar akan tersedia 145

kamera.Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga

dengan

jumlah barang/jasa yang ditawarkan. Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan at

11
as yangmenunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual

dalam jumlahyang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.

Tabel Penawaran

Harga Jumlah Yang Ditawarkan


Rp. 100 200 unit
Rp. 200 300 unit
Rp. 300 400 unit
Rp. 400 500 unit
Rp. 500 600 unit

Pergeseran Kurva Penawaran

Kurva penawaran akan mengalami pergeseran, tergantung pada faktor yang

mempengaruhinya. Jika harga barang naik, maka jumlah penawaran akan bertambah,

sehingga kurva bergeser kekanan.Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran akan

berkurang, kurva bergeser ke kiri.

Contoh:

Pergeseran kurva penawaran akibat perubahan harga barang.

 Pada saat harga Rp.30,00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.

 Pada saat harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah barang yang ditawarkan

meningkatmenjadi 60 unit, kurva bergeser ke kanan.

 Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00 maka jumlah yang ditawarkan

berkurangmenjadi 25 unit, kurva penawaran bergeser ke kiri.

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang

terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya

harga dankuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli

(konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan

sama besarnya. Jikakeseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan

12
bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan

harga.Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang

merupakan proses alami mekanisme pasar. Permintaan/pembeli berusaha untuk

mendapatkan barang/jasayang baik dengan harga yang murah, sedangkan

penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkankeuntungan yang sebesar-besarnya.

Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaandan penawaran, maka akan

tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.

2. UTILITAS

A. Teori Perilaku Konsumen

Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan: Pendekatan

Nilai guna (utiliti) cardinal dan pendekatan nilai guna ordinal. Dalam pendekatan nilai guna

cardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat

dinyatakan secara kuantitatif. Dalam pendekatan nilai guna ordinal, Manfaat atau

kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak

dikuantifikasi. Tingkah laku seorang konsumen untuk memilih barang-barang yang akan

memaksimumkan kepuasannya ditunjukkan dengan bantuan Kurva kepuasan sama yaitu

kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna

(kepuasan) yang sama.

B. Teori Nilai Guna (utility)

Nilai guna barang atu jasa adalah kemampuan barang dan jasa tersebut dalam memuaskan

kebutuhan dan keinginan konsumen. Oleh karena itu, maka ada kalanya suatu barang dan

jasa meningkat atau berkulang nilai gunanya bagi konsumen tergantung dari kondisi yang

dihadapi konsumen. Misalnya nilai guna karena waktu (time utilty), nilai guna karena tempat

(place utility), dan sebagainya.

13
Didalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari

mengkonsumsikan barang-barang dinamakan nilai guna atau utility. Kalau kepuasan itu

semakin tinggi maka makin tinggilah nilai gunanya atau utilitinya. Nilai guna dibedakan

diantara dua pengertian: nilai guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total dapat

diartikan sebagai jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikan sejumlah

barang tertentu. Sedangkan nilai guna marjinal berarti pertambahan (atau pengurangan)

kepuasan sebagai akibat dan pertambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit

barang tertentu.

Hipotesis Utama Teori Nilai Guna

Hipotesis utama teori nilai guna, atau lebih dikenal sebagai Hukum nilai guna marjinal yang

semakin menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang diperoleh seseorang dari

mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus

menerus menambah konsumsinya ke atas barang tersebut. Pada akhirnya tambahan nilai

guna akan menjadi negatif yaitu apabila konsumsi ke atas barang tersebut ditambah satu

unit lagi, maka nilai guna total akan menjadi semakin sedikit. Pada hakikatnya hipotesis

tersebut menjelaskan bahwa pertambahan yang terus-menerus dalam megkonsumsi suatu

barang tidak secara terus-menerus menambah kepuasan yang dinikmati orang yang

mengkonsumsikannya.

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa

faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang

lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku

Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang

diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan

tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.

C. Jenis-jenis Nilai Guna

a. Nilai Guna Objektif

14
Adalah nilai guna yang sesuai denagan kemampuan barang dan jasa dalam

memuaskan kebutuhan, tanpa dipengaruhi oleh persepsi atau selera dari konsumen.

b. Nilai Guna Subjektif

Adalah nilai guna yang dipengaruhi oleh anggapan atau persepsi konsumen dalam

mengkonsumsi barang dan jasa yang dikonsumsinya.

c. Nilai Guna Total

Adalah nilai guna dari total atau akumulasi kemampuan barang dan jasa yang

dikonsumsinya. Nilai guna total merupakan nilai secara keseluruhan yang didapat

konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa.

d. Nilai Guna Marjinal

Nilai guna marginal adalah tambahan nilai guna karena tambahan satu unit konsumsi

barang dan jasa. Informasi mengenai nilai guna marginal ini dapat dijadikan dasar untuk

menentungkan tingkat konsumsi yang menghasilkan kepuasan maksimum. Nialai guna

semakin lama semakin berkurang, sehingga bila tambahan konsumsi ditentukan, maka

nilai guna marginal akan menjadi negatif.

1. Nilai Guna Kardinal

Tinggi rendahnya nilai guna suatu barang tergantung pada subjek yang memberikan

penilaian. Contoh: Penggunaan Dayung

Asumsi nilai guna kardinal:

 Daya guna diukur dalam satuan uang

 Daya guna marginal dari uang tetap

 Addivitas

 Daya guna bersifat independen

 Periode

15
Pada dasarnya teori nilai guna kardinal mengambil pengalaman sehari-hari dari kegiatan

konsumsi.

2. Nilai Guna Ordinal

Merupkan nilai guna yang tidak dapat diukur atau dihitung besarnya tetapi dapat

diurutkan menggunakan pendekatan nilai relatif yaitu melalui order atau rangking. Dalam

menganalisis tingkat kepuasan masing-masing individu sehubungan dengan

mengkonsumsi 2 macam barang dalam rangka memaksimalkan kepuasannya, dapat

digunakan suatu kurva tak beda (indifference curve).

D. Cara Memaksimumkan Nilai Guna

Kerumitan yang ditimbulkan untuk menentukan susunan atau komposisi dan jumlah barang

yang akan mewujudkan nilai guna yang maksimum bersumber dari perbedaan harga-harga

berbagai barang. Kalau harga barang adalah bersamaan, nilai guna akan mencapai tingkat

yang maksimum apabila nilai guna marjinal dari setiap barang adalah sama.

E. Syarat Pemaksimuman Nilai Guna

Dalam keadaan dimana harga-harga berbagai macam barang adalah berbeda. Syarat yang

harus dipenuhi agar barang-barang yang dikonsumsikan akan memberikan nilai guna yang

maksimum adalah: Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan berbagai

jenis barang akan memberikan nilai guna marjinal yang sama besarnya.

F. Teori Nilai Guna dan Teori Permintaan

Dengan menggunakan teori nilai guna dapat diterangkan sebabnya kurva permintaan

bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang menggambarkan bahwa semakin

rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaan ke atasnya. Ada 2 faktor yang

menyebabkan permintaan keatas suatu barang berubah apabila harga barang itu

mengalami perubahan: Efek penggantian dan Efek pendapatan.

1. Efek Penggantian

16
Perubahan suatu barang mengubah nilai guna marjinal per rupiah dari barang yang

mengalami perubahan harga tersebut. Kalau harga mengalami kenaikan, nilai guna

marjinal per rupiah yang diwujudkan oleh barang tersebut menjadi semakin rendah.

Misal, harga barang A bertambah tinggi, maka sebagai akibatnya sekarang MU barang

A/PA menjadi lebih kecil dari semula. Kalau harga barang-barang lainnya tidak

mengalami perubahan lagi maka perbandingan diantara nilai guna marjinal barang-

barang itu dengan harganya (atau nilai guna marjinal per rupiah dan barang-barang itu)

tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, untuk barang B misalnya, MU barang

B/PB yang sekarang adalah sama dengan sebelumnya. Berarti sesudah harga barang A

naik, keadaan yang berikut berlaku:

Dalam keadan seperti diatas, nilai guna akan menjadi bertambah banyak (maka

kepuasan konsumen akan menjadi bertambah tinggi) sekiranya konsumen itu membeli

lebih banyak barang B dan mengurangi pembelian barang A. kedaan diatas

menunjukkan bahwa kalau harga naik, permintaan terhadap barang yang mengalami

kenaikan harga tersebut akan menjadi semakin sedikit.

Dengan cara yang sama sekarang tidak susah untuk menunjukkan bahwa penurunan

harga menyebabkan permintaan ke atas barang yang mengalami penurunan harga itu

akan menjadi bertambah banyak. Penurunan harga menyebabkan barang itu

mewujudkan nilai guna marjinal per rupiah yang lebih tinggi daripada nilai guna marjinal

per rupiah dari barang-barang lainnya yang tak berubah harganya. Maka, karena

membeli barang tersebut akan memaksimumkan nilai guna, permintaan ke atas barang

tersebut menjadi bertambah banyak apabila harganya bertambah rendah.

2. Efek Pendapatan

Kalau pendapatan tidak mengalami perubahan maka kenaikan harga menyebabkan

pendapatan riil menjadi semakin sedikit. Dengan perkataan lain, kemampuan

pendapatan yang diterima untuk membeli barang-barang menjadi bertambah kecil dari

17
sebelumnya. Maka kenaikan harga menyebabkan konsumen mengurangi jumlah

berbagai barang yang dibelinya, termasuk barang yang mengalami kenaikan harga.

Penurunan harga suatu barang menyebabkan pendapatan riil bertambah, dan ini akan

mendorong konsumen menambah jumlah barang yang dibelinya. Akibat dari perubahan

harga kepada pendapatan ini, yang disebut efek pendapatan, lebih memperkuat lagi

efek panggantian didalam mewujudkan kurva permintaan yang menurun dari kiri atas ke

kanan bawah.

G. Surplus Konsumen

Teori nilai guna dapat pula menerangkan tentang wujudnya kelebihan kepuasan yang

dinikmati oleh para konsumen. Kelebihan kepuasan ini, dalam analisis ekonomi, dikenal

sebagai surplus konsumen. Surplus konsumen pada hakikatnya berarti perbedaan

diantara kepuasan yang diperoleh seseorang didalam mengkonsumsikan sejumlah

barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut.

Kepuasan yang diperoleh selalu lebih besar daripada pembayaran yang dibuat.

Contoh: Seorang konsumen pergi ke pasar membeli mangga dan bertekad membeli

satu buah yang cukup besar apabila harganya Rp.1500. Sesampainya dipasar ia

mendapati bahwa mangga yang diinginkannya hanya berharga Rp.1000. jadi, ia dapat

memperoleh mangga yang diinginkannya dengan harga Rp.500 lebih murah daripada

harga yang bersedia dibayarkannya. Nilai Rp.500 ini dinamakan Surplus Konsumen.

3. TEORI PILIHAN KONSUMEN

A. Teori Pilihan Konsumen

Manusia hidup penuh dengan pilihan, kebutuhan sandang dan pangan merupakan sumber

utama guna keberlangsungan hidup manusia. Dalam memilih suatu barang yang sesuai

dengan kebutuhan dan sesuai keuangan yang dimilikinya, misalnya membeli mobil baru,

atau menggunkan angkutan umum dan seterusnya yang pada akhirnya kita harus

18
menentukan pilihan, mana yang dianggap paling menguntungkan. Pilihan-pilihan yang

senantiasa bersaing untuk kita pilih tersebut dasarnya adalah pencarian keseimbangan

antara permintaan dan keinginan, dan penentuan pilihan adalah penentuan jalan hidup.

1. Teori pilihan konsumen dibangun atas asumsi bahwa orang-orang berperilaku secara

rasional dalam usaha untuk memaksimalkan kepuasan yang dapat diperolehnya dengan

membeli kombinasi tertentu dari barang dan jasa.

2. Pilihan konsumen mempunyai dua bagian yang saling berhubungan: studi tentang

preferensi konsumen dan analisis dari garis anggaran, yang membatasi pilihan

seseorang.

3. Jika suatu perusahaan kompetitif memperlihatkan penurunan penghindaran risiko

absolut, hal tersebut mempunyai suatu kurva penawaran miring ke atas.

4. Jika suatu perusahaan adalah penghindar/penolak risiko, suatu ekulibrium akan terjadi,

bahkan dalam biaya marjinal yang konstan atau menurun.

5. Jika suatu perusahaan adalah penghindar/penolak risiko, ekuilibrium memerlukan

adanya profit yang positif.

6. Jika suatu perusahaan memperlihatkan penurunan penghindaran risiko absolut, output

optimalnya bervariasi berbanding terbalik dengan tingkat risiko yang dirasakannya.

7. Jika suatu perusahaan memperlihatkan penurunan penghindaran risiko absolut, output

optimalnya bervariasi berbanding terbalik dengan biaya variabelnya.

8. Dalam ketidakpastian perusahaan yang kompetitif akan memproduksi output yang lebih

tinggi daripada perusahaan non- kompetitif, yang dijual pada tingkat harga yang sama.

Pilihan adalah keputusan sadar untuk menggunakan sumber daya yang langka dengan cara

tertentu. Pilihan dapat dibuat dalam lingkup Pribadi dan Masyarakat Untuk membuat pilihan,

kita perlu menyeimbangkan manfaat yang kita peroleh jika kita memiliki sesuatu dan biaya

yang harus kita keluarkan jika kita harus mengorbankan sesuatu. Untuk mengatasi

19
kelangkaan dalam menentukan kebutuhan, setiap orang harus menentukan pilihan yang

tepat dan paling menguntungkan.

B. Prinsip Yang Mendasari Pilihan Konsumen

1. Konsumen membuat keputusan dengan mempertimbangkan alternatif. Jika biaya-biaya

produk sama, konsumen akan memilih untuk membeli produk yang diharapkan memiliki

manfaat yang lebih tinggi. Sebaliknya jika produk menghasilkan manfaat yang sama,

konsumen akan memilih produk yang lebih murah.

2. Pendapatan yang terbatas mengharuskan pemilihan. Karena kelangkaan, kita semua

memiliki pendapat yang terbatas. Karena penghasilan kita terbatas, kita membuat

pilihan tentang barang apa yang akan dan yang tidak akan kita beli.

3. Konsumen harus membuat keputusan tanpa informasi yang sempurna, tapi

pengetahuan dan pengalaman yang membantu. Waktu dan usaha yang dihabiskan

konsumen untuk mencari informasi akan berhubungan langsung dengan nilai yang

dapat diambil darinya. Pengalaman juga akan membantu kita membuat pilihan yang

lebih baik. Expektasi kita mungkin tak selalu terpenuhi setiap waktu.

4. Terjadinya hukum nilai guna marginal. Ketika jumlah konsumsi meningkat, nilai guna

marginal yang didapat dari mengkonsumsi unit tambahan, akan menurun.

5. Sebuah barang dapat digantikan yang lain Konsumen dapat mencapai kepuasan dari

banyak alternatif yang berbeda. Tidak ada satu barang yang sangat berharga sehingga

tidak dapat tergantikan oleh barang lain dalam jumlah cukup besar bahkan barang yang

tampaknya tidak berhubungan.

C. Tiga Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen

a. Konsumen Individu

Pilihan merek dipengaruhi oleh :

1. Kebutuhan konsumen

2. Persepsi atas karakteristik merek

20
3. Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi

konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

b. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh:

1. Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan)

2. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen)

3. Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)

4. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang

menggunakan mobil dan kalangan usaha).

c. Marketing strategy

Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan

mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah:

1. Barang

2. Harga

3. Periklanan

4. Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan

D. Teori Preferensi Konsumen

Preference mempunyai makna pilihan atau memilih. Istilah preferensi digunakan untuk

mengganti kata preference dengan arti yang sama atau minat terhadap sesuatu. Preferensi

merupakan suatu sifat atau keinginan untuk memilih. (Journal Planit: 2001). Menurut Doris

Grober preferensi media umunya meminta pengguna media untuk mengurutkan preferensi

pengguna terhadap suatu media (Vivian, 2010: 567).

Preferensi konsumen didefinisikan sebagai selera subjektif (individu), yang diukur dengan

utilitas, dari bundel berbagai barang. Konsumen dipersilahkan untuk melakukan rangking

terhadap bundel barang yang mereka berikan pada konsumen (Indarto, 2011).

21
Yang perlu diperhatikan adalah preferensi itu bersifat independen terhadap pendapatan dan

harga. Kemampuan untuk membeli barang-barang tidak menentukan menyukai atau tidak

disukai oleh konsumen. Terkadang seseorang dapat memiliki preferensi untuk produk A

lebih dari produk B, tetapi ternyata sarana keuangannya hanya cukup untuk membeli

produk B (besanko dan Braeutigam, 2008).

Faktor eksternal merupakan segala hal yang berasal dari luar diri konsumen yang mampu

mempengaruhi konsumen dalam memberikan respon seperti menentukan pemilihan

terhadap produk. Sandhusen (2000) membagi faktor eksternal menjadi dua, yaitu Marketing

Stimuli dan Environmental Stimuli. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Solomon,

bahwa faktor eksternal merupakan pembentuk dari persepsi, konsep diri dan gaya hidup

konsumen. Hal yang membedakan adalah, Solomon menjabarkan faktor eksternal menjadi

Culture, Sub culture, Demograpic, Social status, Feference group, Family dan Marketing

activity. Skala atau Fungsi preferensi Fungsi Preferensi adalah suatu sistem atau

serangkaian kaidah dalam menentukan pilihan.

Setiap individu dianggap memiliki fungsi preferensi dengan ciri-ciri sbb :

1. Untuk setiap 2 kelompok barang, konsumen bisa membuat peringkat, ex : A lebih

disukai daripada B; B lebih disukai daripada A; maka A indiferens thd B.

2. Peringkat tsb bersifat transitif, yaitu jika A lebih disukai daripada B; B lebih disukai

daripada C, maka A lebih disukai daripada C.

3. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak, sebab

konsumen tidak pernah "terpuaskan".

22
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Hukum permintaan dalam ekonomi menyebutkan makin tinggi harga suatu barang,

makinsedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang

makin banyak jumlah barang yang diminta.

Penentuan Harga, Penawaran serta Permintaan sangat diperlukan dalam

perkembangan system ekonomi. Penentuan Harga bersumber pada penawaran dan

permintaan. Penawaran bersumber pada kuantitas barang yang akan diproduksi dan

ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sedangkan Permintaan bersumber

pada kuantitas permintaan barang berdasarkanharga yang ditawarkan.

Ilmu ekonomi ini tidak selalu bisa diterapkan disetiap Negara, banyak faktor-faktor

yang mempengaruhi baik dalam penawaran maupun permintaan, diataranya harga,

mutu barang, kebutuhan, gaya hidup, dsb. Pelajaran dari teori ini menjelaskan kepada kita

bagaimana seharusnya menentukan harga,agar hukum penawaran dan permintaan dapat

berjalan seimbang, sehingga terciptanya masyarakat yang paham ekonomi dan berkualitas.

Perilaku konsumen menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang

diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan

tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.

1. Pendekatan marginal utility (kardinal), kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang

dapat dinyatakan secara kuantitatif, sehingga konsumen berusaha memaksimumkan

kepuasannya.

2. Pendekatan indifference curve (ordinal), kepuasan konsumen dari mengkonsumsi

barang tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif, sehingga perilaku konsumen dalam

memilih barang yang akan memaksimumkan kepuasan ditunjukkan dalam kurva

kepuasan sama.

23
Konsumen diasumsikan selalu memaksimalkan kepuasannya dengan kata lain

konsumen ingin berada di kurva indiferen yang paling jauh dari titik origin. Namun, untuk

mencapai kurva indiferen ini, konsumen tidak bisa bebas karena dibatasi oleh kendala

anggaran yang tersedia. Selain itu, harga barang juga turut mempengaruhi konsumen

sehingga konsumen tidak bebas untuk mencapai tingkat kepuasan yang maksimal.

Pilihan adalah keputusan sadar untuk menggunakan sumber daya yang langka dengan

cara tertentu. Pilihan dapat dibuat dalam lingkup Pribadi dan Masyarakat Untuk membuat

pilihan, kita perlu menyeimbangkan manfaat yang kita peroleh jika kita memiliki sesuatu dan

biaya yang harus kita keluarkan jika kita harus mengorbankan sesuatu.

24
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008. http://she2008.wordpress.com/2010/06/20/teori-tingkah-laku-konsumen-teori-

nilai-guna-utility/

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26286/4/Chapter%20II.pdf

http://muthiadewi28.blogspot.com/2011/10/makalah-tentang-perilaku-konsumen-dalam.html

https://www.academia.edu/36283259/ Teori_Pilihan_Konsumen

https://www.academia.edu/36492230/Makalah_Permintaan_dan_Penawaran_terlengkap

Sukirno, Sadono. 2010. Mikro ekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta: Rajawali Pers.

Sukwiaty dkk. 2006. Ekonomi SMA Kelas X. Jakrta: Yudistira.

25