Anda di halaman 1dari 2

Nama : Andi Tenri Ola

Nim : G111 16 315


Kelas :E
Kelompok :3
Pegagan (Centella asiatica (L.)
1. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Division : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Apiales
Family : Apiaceae
Genus : Centella
Spesies : Centella asiatica (L.) Urban
2. Morfologi
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.) merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh
di daerah tropis dan berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat seperti ginjal manusia,
batangnya lunak dan beruas, serta menjalar hingga mencapai satu meter. Pada tiap ruas
tumbuh akar dan daun dengan tangkai daun panjang sekitar 5– 15 cm dan akar berwarna
putih, dengan rimpang pendek dan stolon yang merayap dengan panjang 10–80 cm. Tinggi
tanaman berkisar antara 5,39–13,3 cm, dengan jumlah daun berkisar antara 5–8,7 untuk
tanaman induk dan 2–5 daun pada anakannya.
Bunga umumnya 3, yang ditengah duduk, yang disamping bertangkai pendek, daun
pelindung 2, panjang 3-4 mm, bentuk bulat telur, mahkota bunga berwarna merah lembayung,
panjang 1-1,5 mm, lebar sampai 0,75 mm. buah pipih lebar lebih kurang 7 mm dan tinggi
lebih kurang 3mm, bertekuk dua, jelas berusuk, berwarna kuning kecoklatan, berdinding agak
tebal.
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.) mempunyai batang yang pendek, sehingga
dianggap tidak mempunyai batang, dari batang tersebut tumbuh geragih atau stolon yang
tumbuh horisontal diatas tanah dan berbuku-buku. Dari buku yang menyentuh tanah tersebut
keluar akar dan tunas yang akan tumbuh menjadi tanaman baru.

3. Manfaat
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.) mempunyai banyak manfaat. Pegagan (Centella
asiatica (L.) Urban.) secara tradisional banyak digunakan untuk mengobati penyakit kulit.
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.) juga dapat digunakan untuk mengobati sakit perut,
batuk, batuk berdarah dan disentri, penyembuh luka, radang, pegal linu, asma, wasir,
tuberculosis, lepra, demam, dan penambah selera makan.

Sumber :
Rohmawati, M. Karakterisasi Morfologi dan Anatomi Pegagan (Centella asiatica L.) Di
Kabupaten Batang Sebagai Sumber Belajar Pada Mata Kuliah Praktikum Morfologi
dan Anatomi Tumbuhan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang.
4. Kerugian
Keberadaan gulma pada siklus hidup tanaman dapat berpengaruh terhadap hasil tanaman.
Gulma juga dapat menurunkan hasil panen dan lamanya waktu gulma tinggal bersama dengan
tanaman, dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (Aprianto et al, 2017).
Sumber :
Aprianto, D., Sudarso., dan Husni, T.S. 2017. Pengaruh Waktu dan Metode Pengendalian
Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal
Produksi Tanaman. Vol 5. No 2.
5. Nilai Ekonomi
Jenis gulma pegagan memiliki potensi kemanfaatan baik untuk keperluan manusia atau
untuk pakan ternak, dapat dimanfaatkan sebagai sumber obat-obatan tradisional (Suhartono
dan Aji, 2018).
Sumber :
Suhartono dan Aji Winara. 2018. Keragaman dan Potensi Pemanfaatan Jenis Gulma Pada
Agroforestri Jati (Tectona grandis L.) dan Jalawure (Tacca leontopetaloides L.).
Jurnal Penelitian dan Konservasi Alam. Vol 15. No 2.