Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ergonomi adalah ilmu, teknologi dan seni untuk menyerasikan alat, cara
kerja dan lingkungan pada kemampuan, kebolehan dan batasan manusia
sehingga diperoleh kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman
dan efisien sehingga tercapai produktivitas yang setinggi-tingginya (Manuaba,
2003d).
Memperhatikan hal tersebut di atas maka pembelajaran juga merupakan
suatu aktivitas kerja yang perlu dikelola dengan pendekatan ergonomi.
Pembelajaran dengan pendekatan ergonomi dapat menyeimbangkan antara
tuntutan tugas (beban kerja) dan kapasitas (kemampuan, kebolehan dan
keterbatasan) pebelajar sehingga mereka dapat belajar secara efektif, nyaman,
aman, sehat dan efisien serta tercapai prestasi yang setinggi-tingginya.
Kombinasi antara tugas (task), organisasi (organization) dan lingkungan
(environment) merupakan kondisi kerja yang harus diterima dalam proses
belajar mengajar. Bila kombinasi antara tugas, organisasi dan lingkungan
tersebut belum ergonomis maka dapat menimbulkan gangguan pada diri
pebelajar sehingga kondisi belajar menjadi tidak sehat, tidak aman, tidak
nyaman dan tidak efektif. Kapasitas pebelajar dalam menerima tugas dan
lingkungan belajar yang tidak ergonomis berbeda-beda tergantung pada
kemampuan, kebolehan dan keterbatasan masing-masing. Tubuh akan
berusaha melakukan adaptasi terhadap perubahan tersebut. Bila tubuh tidak
mampu beradaptasi maka akan menimbulkan gangguan kualitas kesehatan,
seperti keluhan muskuloskeletal meningkat, kelelahan meningkat
dan kebosanan meningkat. Penurunan kualitas kesehatan akan berpengaruh
terhadap luaran proses belajar.
Untuk menganalisis keserasian antara tugas (task), organisasi
(organization) dan lingkungan (environment) dalam proses pembelajaran
dapat digunakan delapan aspek ergonomi yaitu status gizi mahasiswa, sikap

1
kerja, penggunaan tenaga otot, kondisi lingkungan, kondisi waktu, kondisi
informasi, kondisi sosial budaya, dan kondisi manusia-mesin.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut:
1. Apa pengertian tangga ?
2. Apa saja bentuk-bentuk tangga ?
3. Bagaimana ketentuan tangga yang ergonomis ?
4. Analisis ergonomi tangga Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai ?

C. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian tangga
2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk tangga
3. Untuk mengetahui ketentuan tangga yang ergonomis
4. Untuk mengetahui hasil analisis ergonomi tangga Universitas Pahlawan
Tuanku Tambusai

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TANGGA
Tangga adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penghubung
lantai yang berbeda ketinggian. Selain sebagai jalur sirkulasi vertical, tangga
juga dapat sebagai elemen estetika dan mempengaruhi kenyamanan. Tangga
yang aman dan nyaman berarti si pemakai tidak merasa khawatir saat berjalan
naik dan turun tangga. Merencanakan tangga yang nyaman berarti harus
memperhatikan beberapa faktor, seperti besar beban yang akan diterima oleh
tangga, jenis tangga, serta bahan yang akan digunakan.
Kita juga harus memperhitungkan bahwa tangga menyimpan potensi
bahaya. Pengguna bisa saja terpeleset dan jatuh akibat salah menginjak anak
tangga. Atau bisa juga terjatuh karena permukaan tangga yang licin dan tidak
memiliki pengaman. Itulah mengapa, selain faktor kenyamanan dan
keindahan, faktor keamanan juga penting untuk diperhatikan. Berdasar ilmu
arsitektur, untuk mencapai status ideal, sebuah tangga harus memenuhi syarat
utama. Tangga harus memiliki fungsi sesuai kebutuhan pengguna, desain dan
ukuran sesuai standar, serta material yang tidak membahayakan.
Tangga sangat dibutuhkan untuk rumah dan gedung lebih dari satu
lantai. Tangga sebagai alat transportasi vertikal yang paling sederhana dan
paling tua. Dari mulai berdirinya rumah di atas pohon, tangga sudah
digunakan. Sampai sekarang alat transportasi vertikal ini masih digunakan,
baik pada rumah bertingkat bahkan sampai gedung bertingkat. Bahkan tangga
darurat merupakan syarat mutlak yang harus disediakan oleh gedung
bertingkat tinggi.
Merencanakan tangga tidak hanya melihat dari fungsinya sebagai alat
transportasi vertikal saja. Tangga yang diletakkan menempati satu ruang yang
disebut ruang tangga. Ruang ini memang dimaksudkan tempat tangga dan
merupakan ruang prioritas. Maksudnya tangga jangan diletakkan di ruang sisa,
tapi letakkan pada ruang yang memang direncanakan bersamaan dengan ruang
lainnya yang penting. Bahkan tangga harus lebih dulu menempati posisinya

3
sebelum meletakkan ruangan lain pada lantai tersebut. Hubungan antara lantai
bawah dan lantai atas mengharuskan posisi tangga berada pada koordinat yang
sama antara posisinya di lantai atas dan lantai bawah.
Selain itu, ruang tangga juga punya syarat-syarat penting yaitu kuat,
aman dan nyaman bagi pemakai tangga. Ruang tangga kalau bisa memiliki
jendela dan harus cukup terang baik siang maupun malam hari.
Diharapkan pencahayaan alami dapat masuk leluasa pada siang hari dan
malam hari dibantu menggunakan pencahayaan buatan.
Tangga akan nyaman digunakan bila pemakai tidak merasa sulit dan
lelah saat menggunakannya. Karena dalam mendesain tangga, perhatikan
dulu siapa yang menggunakan tangga; apakah mereka anak -anak atau orang
lanjut usia. Intinya, siapapun yang menggunakan tangga, mereka harus merasa
nyaman. Untuk memberikan rasa nyaman ketika menaiki tangga, ada beberapa
faktor yang perlu diperhatikan saat perencanaannya, seperti :
 Tinggi dan ukuran anak (pijakan) tangga
 Kemiringan (kecuraman)
 Penggunaan pagar tangga (railing & bluster)
 Penggunaan borders
 Material anti slip, dan
 Pencahayaan pada ruang tangga

B. BENTUK – BENTUK TANGGA


Bentuk tangga yang digunakan disesuaikan dengan bentuk ruang,
ukuran ruang, dan gaya dari ruang tersebut. Berbagai bentuk tangga: tangga
lurus, tangga L, tangga U, tangga melingkar dan tangga putar.
Apapun bentuk tangga, ukuran tangga sama. Artinya, lebar tangga
disesuaikan dengan fungsi tangga tersebut. Kalau panjang tangga sesuai
dengan ruang dan bentuk tangga yang dipilih. Bentuk tangga lurus, pastinya
membutuhkan ukuran ruang yang lebih panjang dari pada bentuk tangga U.
Pada tangga U, terdapat borders untuk berbalik arah dan tempat istirahat
pemakai tangga.

4
Borders adalah bagian dari tangga berupa bidang datar yang agak luas
dibanding anak tangga dan berfungsi sebagai tempat istirahat bila terasa lelah
sehingga memungkinkan pemakai tangga bisa berhenti sebentar.
Tangga lurus pun membutuhkan bordes, sebagai tempat istirahat
pemakai tangga. Borders diletakkan setelah anak tangga ke 15. Lebih dari itu,
pemakai akan merasa lelah.

Tangga kayu L, dengan satu borders. Lebar tangga untuk sirkulasi satu orang
dengan membawa barang pada satu sisi, yaitu 80 cm.

Lebar tangga untuk dua orang tanpa membawa barang berukuran 120 cm.
Begitu pula panjang borders yaitu dua kali lebar tangga dan lebar borders =
lebar tangga.

5
C. KETENTUAN TANGGA YANG ERGONOMIS
1. Tinggi dan ukuran anak (pijakan) tangga
Anak tangga adalah tempat pemakai tangga berpijak dengan stabil,
sehingga anak tangga harus benar benar datar, tidak miring sehingga
pemakai tangga aman. Begitu pula untuk lebar anak tangga cukup untuk
panjang telapak kaki pemakai. Ukuran anak tangga yang tidak tepat, dapat
mengakibatkan pemakai mudah tergelincir dan jatuh.
Untuk mencapai tingkat kenyamanan yang ideal, ukuran lebar anak
tangga pada rumah tinggal adalah 20 – 33 cm, sementara tinggi anak
tangga antara 15 – 18 cm. Sementara untuk gedung adalah Lebar anak
tangga = a = 30 cm, serta tidak boleh kurang dari 22,5 cm. Tinggi anak
tangga = o = Maksimal 19 cm serta yang baik 15 cm
Agar tidak mengganggu kenyamanan, ada sebuah rumus yang bisa
menjadi patokan dalam menentukan tinggi dan lebar anak tangga.
Tinggi anak tangga dilambangkan dengan (a) dan lebar anak
tangga (b).
Idealnya adalah 2a + b = 60 – 65 cm, atau
1 Aantrade + 2 Optrade = 60 sampai dengan 65 cm
a = lebar anak tangga = aantrede
o = tinggi anak tangga = optrede

Jika 2a + b = 60 – 65 cm, maka tangga tersebut akan sangat curam.


Sementara itu, jika 2a + b < 60, maka tangga akan sangat landai.

Tangga yang curam memang menghemat tempat, karena anak


tangganya tidak lebar. Tetapi perlu diwaspadai, tangga yang seperti ini

6
tidak nyaman dan lebih berbahaya apalagi untuk anak kecil atau orang
lanjut usia.

Selain itu, ketinggian setiap anak tangga dari bawah sampai atas
juga harus tepat sama. Karena jika terdapat satu anak tangga dengan
ukuran yang berbeda, akan menimbulkan kecanggungan bagi orang yang
melewatinya karena akan terasa tidak seirama.

2. Kemiringan tangga
Ukuran kemiringan tangga (dalam derajat) adalah perbandingan
tinggi tangga (lantai bawah dengan lantai atas) dengan panjang tangga
(ruang yang dibutuhkan untuk tangga). Koefisien kemiringan tangga dapat
dihitung dengan rumus :
z=y/x
dimana z adalah koefisien kemiringan tangga, y adalah tinggi
tangga (cm), dan x yang merupakan panjang tangga (cm).Tangga yang
ideal mempunyai koefisien kemiringan 0,44 – 1, yang itu berarti y = x.
Semakin besar koefisien tangga, maka semakin curam tangga tersebut.
Kemiringan tangga yang ideal adalah :
 Tangga rumah : kemiringan 300
 Tangga gedung : kemiringan 700

3. Lebar tangga
Terdapat standar untuk menentukan lebar tangga. Tangga untuk
dilalui 1 orang, lebar ± 80 cm, lebar ± 120 cm untuk 2 orang, dan lebar ±
160 cm untuk 3 orang. Selain itu terdapat ketinggian bebas dimana jarak
bebas vertikal saat orang berdiri di tangga mulai dari anak tangga pertama
sampai terakhir minimal kurang lebih 2 meter.

4. Penggunaan pagar tangga (railing)


Railing tangga, berfungsi sebagai pembatas antara tangga dengan
ruang bebas dan sebagai pegangan bagi pemakai tangga. Ketinggian
railing tangga disesuaikan dengan kebutuhan pemakai tangga. Railing
tangga harus cukup kuat dan ergonomis, sehingga secara konstruksi,

7
railing tangga dapat menumpu pada ibu tangga dan dihubungkan dengan
cukup kuat. Hal ini tentu diperlukan demi keamanan, tinggi pegangan
tangga biasanya 90-100 cm dan sebaiknya tidak menggunakan material
yang tajam.

5. Bordes
Bordes adalah area transisi. Bordes diperlukan untuk memberikan
kenyamanan, terutama apabila tangga yang harus kita naiki terlalu
panjang. Terdapat aturan baku bagi pembuatan tangga, setiap ketinggian
maksimum 12 anak tangga (setinggi 1,5 – 2m) harus dibuat bordes, yaitu
berupa platform datar yang cukup luas untuk melangkah secara horizontal
sebanyak kurang lebih tiga atau empat langkah sebelum mendaki ke anak
tangga berikutnya.
6. Material yang aman dan anti slip seperti karet, keramik, kayu
7. Pencahayaan
Pencahayaan termasuk faktor penting yang harus dicermati.
Pencahayaan yang baik akan membuat kita lebih merasa aman dan
nyaman saat menggunakan tangga.
Pada siang hari, kita bisa memanfaatkan mencahayaan alami
dengan memberi bukaan yang cukup sehingga memungkinkan cahaya
matahari masuk dan menerangi area tangga. Pada malam hari, tentunya
pencahayaan sepenuhnya bersumber pada lampu. Selain
mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan, pemasangan lampu
pada tangga juga dapat memperhatikan aspek estetika sehingga membuat
tampilan tangga lebih bagus.

8
D. ANALISIS ERGONOMI TANGGA UNIVERSITAS PAHLAWAN
TUANKU TAMBUSAI
Tangga merupakan elemen yang sangat peting dalam setiap aktivitas
dalam perkuliahan di UPTT. Karena tangga ini sebagai penghubung
transportasi mahasiswa, dosen, maupun semua orang yang beraktifitas harus
memerlukan tangga. Universitas pahlawan tuanku tambusai memiliki tiga
lantai dan tiga unit tangga, 2 tangga terletak di ujung-ujung sisi bangunan
dan yang satunya terletak di sisi tengah bangunan kampus. Ketiga tangga
tersebut menghubungkan lantai dasar sampai lantai tiga bangunan kampus.
Tangga UPTT berbentuk seperti huruf U dari lantai 1 ke lantai 2 dan
dari lantai 2 ke lantai 3. Sekarang muncul sebuah pertanyaan, apakah
konstruksi tangga UPTT sudah ergonomis.
Dari penjelasan sebelumnya sudah kita ketahui bagaimana ketentuan-
ketentuan tangga yang ergonomis. Pada pembahasan ini kita akan
menganalisis dan menyesuaikan hasil pengukuran tangga UPTT dengan
ketentuan-ketentuan tangga yang sudah ditetapkan tersebut. Kami melakukan
pengukuran dengan beberapa indikator, yaitu : Tinggi dan ukuran anak
(pijakan) tangga, Kemiringan (kecuraman), lebar tangga, Penggunaan pagar
tangga, Penggunaan borders, Material anti slip, dan Pencahayaan pada ruang
tangga.
1. Tinggi dan ukuran anak (pijakan) tangga UPTT
Dari hasil pengukuran diketahui sebagai berikut :
 Tinggi anak tangga (optrade) : 20 cm
 Lebar anak tangga (aantrade) : 29,5 cm
Jika dilakukan perhitungan dengan rumus : 1 Aantrade + 2 Optrade =
60 - 65 cm
Sebagai berikut.
1 aantrade + 2 optrade = 29,5 + 2 (20) = 69,5 cm
Dari perhitungan diatas hasil yang diperoleh adalah 69,5 selisih 4,5
cm dari ketentuan yaitu, 65cm. Hal ini memang tidak begitu ergnomis
tetapi ukuran tinggi anak tangga dan lebar anak tangga masih tergolong ke
dalam ergonomis. Karena tinggi yang ditentukan yaitu 15 cm dan

9
maksimal 19, serta lebar anak tangga 30cm dan tidak boleh kurang dari
22,5 cm tidak terlalu banyak memiliki perbedaan dari hasil pengukuran.
2. Kemiringan ( kecuraman)
Ketentuan kemiringan tangga untuk gedung yaitu 700. Dari hasil
pengukuran, kecuraman tangga UPTT adalah 650. Dari hasil ini maka
tangga UPTT akan lebih landai.
3. Lebar tangga
Lebar tangga yang ergonomis adalah 80 cm untuk 1 orang, 120 untuk
2 orang dan 160 untuk 3 orang. Hasil pengukuran adalah 187 cm, dapat
disimpulkan bahwa lebar tangga ini diperuntukkan untuk 3 orang dengan
keleluasaan 27 cm untuk membawa beban.
4. Penggunaan pagar tangga
Tinggi pegangan tangga biasanya 90-100 cm dan sebaiknya tidak
menggunakan material yang tajam. Dari pengukuran yang kami lakukan,
tinggi pagar tangga UPTT adalah 96 cm. Tinggi pegangan tangga ini cukup
ergonomis karena tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Pagar tangga
ini terbuat dari semen/beton dengan atasnya menggunakan sejenis pipa besi
bulat agar pas dipegang oleh tangan mahasiswa ataupun para pengguna
tangga. Akan tetapi ada sedikit permasalahan, yaitu tangga kampus yang
berada di sisi kanan tidak memiliki pipa besi sebagai pegangan. Oleh sebab
itu tangga tersebut tidak ergonomis bagi pengguna tangga yang
memerlukan pegangan/ pagar tangga.
5. Borders
Borders adalah area transisi dimana pengguna tangga bisa berjalan
beberapa langkah secara horizontal supaya pengguna tangga tidak merasa
capek saat menaiki tangga. Lalu bagaimanakah dengan tangga UPTT ?
Tangga UPTT memiliki borders setelah setiap 10 anak tangga, dengan
ukuran sama dengan lebar tangga.ukuran lebar tangga adalah 187 cm jadi
lebar bordersnya yaitu 2 x 187 cm. Hal ini disebabkan oleh tangga
berbentuk U jadi bordersnya akan lebih luas. Dengan borders seperti ini
maka pengguna tangga tidak begitu kelelahan saat menaiki tangga.

10
6. Material tangga
Material tangga harus aman dan anti slip, dengan demikian orang
yang menggunakan tidak mudah terjatuh dan terpeleset. Tangga UPTT
telah menggunakan material yang aman untuk para penggunanya karena
terbuat dari keramik yang tidak licin. Sehingga pengguna tidak terpeleset
saat menuruni tangga.
7. Pencahayaan
Pencahayaan sangat diperlukan untuk menerangi tangga agar
pengguna lebih nyaman dan aman saat menggunakan tangga. Tangga
UPTT cukup memiliki penerangan yang baik karena mempunyai jendela
sebagai tempat cahaya masuk sehingga tangga aman digunakan karena
diterangi cahaya yang cukup.

11
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari analisis data pengukuran yang kami lakukan dapat disimpulkan
bahwa, tangga kampus UPTT sudah tergolong ergonomis untuk mahasiswa,
dosen atau pengguna para tangga. Hal ini dikarenakan oleh setiap elemen
tangga yang kami amati sedah tercantum kedalam ketentuan tangga yang baik
meskipun ada beberapa yang masih kurang, seperti pegangan untuk tangga
yang beada disisi kanan. Dari kesimpulan ini dapat kita ketahui bahwa
konstruksi tangga kampus UPTT telah dirancang oleh arsitekturnya sesuai
dengan ketentuan yang ergonomis untuk pembangunan sebuah gedung
perkuliahan.

B. SARAN
Dengan adanya makalah ini, kami sebagai penulis berharap agar para
pengguna tangga kampus UPTT untuk selalu berhati-hati saat menaiki dan
menuruni tangga. Dan juga untuk pembangunan kampus untuk tangga yang
berada disisi kanan agar segera dibuatkan pegangan tangga untuk para
pengguna yang membutuhkannya.

12