Anda di halaman 1dari 19

TUGAS UTILITAS BANGUNAN

LAPORAN KEGIATAN SURVEY LIFT

ONE EAST APPARTMENT

BANGUNAN LAPORAN KEGIATAN SURVEY LIFT ONE EAST APPARTMENT Dosen Pembimbing : Ir. A. Yusuf Zuhdy ,

Dosen Pembimbing

:

Ir. A. Yusuf Zuhdy , PG. DipL. Plg. MRE.

Disusun Oleh :

Shofi Al Ghozi R.

(3114041060)

Muhamad Riyan Swandana

(3114041065)

Arrahmatur Rizqi

(3114041086)

DIV TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

2

KATA PENGANTAR

3

BAB I PENDAHULUAN

4

1.1 Latar Belakang

4

1.2 Ruang Lingkup Survey

4

1.3 Tujuan dan Manfaat Survey

4

BAB II DASAR TEORI

6

2.1 Pengertian Elevator/Lift

6

2.2 Jenis-Jenis Elevator/Lift

6

2.3 Bagian-Bagian Elevator/Lift

7

2.4 Cara Kerja Elevator/Lift

7

BAB III METODE SURVEY

8

3.1 Jenis Metode Survey

8

3.2 Prosedur Survey

8

3.3 Teknik Analisis yang Digunakan

9

BAB IV HASIL SURVEY

10

4.1 Paparan Umum Elevator/Lift

10

4.2 Bagian-Bagian Elevator/Lift

10

4.3 Cara Kerja Lift

12

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

13

5.1 Kesimpulan

13

5.2 Saran

13

LAMPIRAN

14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami selaku mahasiswa D4 teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dapat menyelesaikan penyusunan laporan survey lift di One East Appartement dalam rangka memenuhi tugas Utilitas Bangunan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. A. Yusuf Zuhdy, PG. DipL. Plg. MRE. selaku dosen Utilitas Bangunan Diploma Teknik Sipil ITS, serta segenap pihak yang telah ikut andil dalam penyusunan laporan ini. Saya harap laporan ini dapat menjadi pertanggungjawaban untuk memenuhi tugas Utilitas Bangunan. Kami menyadari masih adanya kekurangan-kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, kami selalu menerima kritik dan saran yang membangun.

Surabaya, 15 November 2016

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pembangunan gedung-gedung tinggi semakin marak di kota-kota besar

akhir-akhir ini khususnya Surabaya. Pembangunan meliputi gedung-gedung

perkantoran, perumahan-perumahan, appartement, condominium dan sebagainya.

Pembangunan gedung berlantai banyak tentunya tidak luput dari penggunaan

sarana transportasi vertikal untuk mendukung nilai fungsional bangunan tersebut.

sarana transportasi vertikal yang dimaksud berupa escalator dan elevator (lift).

Kedua elemen ini sangatlah diperlukan demi menunjang kegiatan operasional

penghuni yang berada di dalam bangunan tersebut.

Escalator dan elevator (lift) merupakan sarana yang sangat efisien untuk

mendukung perpindahan baik orang maupun muatan dari lantai satu ke lantai di

atasnya. Namun, untuk mendukung perpindahan yang cepat dari lantai bawah

menuju lantai atas, tentunya elevator lebih efisien dibandingkan dengan escalator.

Hal ini menyebabkan gedung-gedung tinggi lebih memperbanyak instalasi elevator

dibadingkan dengan escalator mengingat efisiensi elevator yang lebih tinggi.

Bersaman dengan yang demikian, penggunaan transportasi vertikal (lift)

juga dibahas dalam mata kuliah Utilitas Bangunan. Untuk mendukung

pembelajaran mata kuliah Utilitas Bangunan maka ada baiknya apabila kami selaku

mahasiswa mengadakan survey lapangan berkenaan bagaimana kondisi sebenarnya

bagian-bagian lift di lapangan. One East Appartement meruapakan salah satu

proyek yang pada saat ini sedang melakukan pekerjaan pemasangan lift sehingga

dengan adanya survey lift pada One East Appartement diharapkan dapat

mendukung pemahaman mahasiswa terkait dengan lift sebagai salah satu elemen

utilitas bangunan.

1.2

Ruang Lingkup Survey

2.

Apa saja bagian-bagian dari elevator/lift?

3.

Bagaimana cara kerja lift?

1.3

Tujuan dan Manfaat Survey Tujuan :

1.

Untuk mengetahui bagian-bagian dari elevator/lift.

2.

Untuk mengetahui bagaimanakah cara lift bekerja. Manfaat :

1. Membantu mempelajari dan memahami bagian-bagian elevator/lift.

2. Membantu mempelajari dan memahami cara kerja elevator/lift.

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengertian Elevator/Lift Elevator (KBBI) adalah alat untuk membawa orang atau barang naik atau

turun dari satu lantai ke lantai lainnya (dalam gedung bertingkat). Lift (KBBI)

adalah alat untuk mengangkat yang digerakkan dengan tenaga listrik, dapat turun

naik, untuk mengangkat orang atau barang, terutama dipakai pada gedung

bertingkat.

2.2 Jenis-Jenis Elevator/Lift Elevator/lift memiliki jenis-jenis yang berbeda-beda disesuaikan dengan

fungsi dari elevator tersebut. Lift pada umumnya digunakan untuk mengangkut

manusia dan barang. Namun, tentunya tidak semua tempat memerlukan ukuran lift

yang sama. Adapaun pembagian lift sebagai berikut :

1 Lift penumpang (passengger lift)

Jenis ini digunakan untuk mengangkut manusia, biasanya terdapat pada

semua jenis gedung.

2 Lift observasi

Jenis ini merupakan lift yang banyak ditemui di mall ataupun gedung

rendah. Fungsinya sama dengan lift penumpang hanya saja desainnya

menggunakan kaca atau biasa disebut lift kapsul.

3 Lift barang (service lift)

Jenis ini merupakan lift penumpang yang fungsinya khusus untuk kegiatan

operasional gedung di mana dikhususkan seperti maintenance, cleaning

service atau membawa barang-barang kecil.

4 Lift pasien (Bed elevator)

Jenis ini digunakan untuk di rumah sakit dan dirancang supaya tempat

tidur pasien dapat masuk ke sangkar lift dengan ukuran yang disesuaikan

dengan standart rumah sakit.

5 Lift kendaraan (automobile lift)

Jenis ini hampir sama dengan lift passengger namun dirancang khusus di

mana desain dan luasnya disesuaikan dengan ukuran mobil.

2.3

Bagian-Bagian Elevator/Lift Elevator/lift terdiri dari dua komponen utama yakni :

1 Ruang mesin (machine room)

Ruang mesin adalah tempat di mana terjadi pengoperasian elevator/lift secara

keseluruhan di mana di dalamnya terdapat beberapa alat penggerak elevator.

2 Ruang luncur (hoistway).

Ruang luncur adalah tempat di mana elevator beroperasi berbentuk lorong

vertikal sehingga elevator dapat terjangkau di tiap-tiap lantainya.

2.4 Cara Kerja Elevator/Lift Elevator/lift memiliki beberapa sistem cara kerja di antaranya :

1. Sistem Geared / Gearless

Pada sistem ini sangkar lift tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel

hoist ropes, biasanya dua puli katrol dan sebuat counterweight. Bobot

sangkar dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli

katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggenggam hoist

ropes dan bergerak serta menahan sangkar tanpa slip berlebih. Sangkar

dan counterweight bergerak sepanjang relnya masing-masing sehingga

tidak berayun.

2. Sistem Hidrolis

Pada sistem ini sangkar dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang

yang bergerak naik turun di sebuah silinder. Sangkar bergerak naik saat oli

dipompa ke dalam silinder dari tangko oli, sehingga mendorong piston

naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli. Aksi pengangkatan dapat

berisfat langsung (piston terhubungkan ke sangkar) atau roped (piston

terikat ke sangkar).

BAB III

METODE SURVEY

3.1 Jenis Metode Survey Untuk mengambil data dari lapangan metode survey yang kami gunakan

adalah observasi langsung ditambahkan dengan wawancara kepada salah satu

teknisi pemasangan elevator/lift dari PT. Kone.

3.2 Prosedur Survey Adapun tahapan dari survey (observasi) kami adalah

Menentukan lokasi survey proyek.

:

Adapun yang menjadi lokasi survey kami adalah proyek One East

Appartement yang beralamat di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Kertajaya Indah

Timur no. 151 Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya.

Menentukan observers.

Adapun yang menjadi obesrvers adalah Shofi Al Ghozi (observer,

pewawancara & dokumenter) dan M. Riyan S. (observer, pewawancara

dan notulen).

Membuat surat keterangan dari kampus bahwa kami akan melakukan

survey di lokasi proyek tersebut.

Membuat surat perijinan dari kantor kontraktor Tata selaku kontraktor

utama untuk dapat ijin masuk ke dalam proyek.

Mengadakan janji dengan teknisi pemasangan lift dari PT. Kone.

Adapun janji dengan Bapak Andre, teknisi dari PT. Kone adalah pada hari

Selasa, 11 November 2016 pada jam 4 sore.

Mendatangi lokasi proyek.

Pada Selasa, 15 November 2016.

Menentukan data-data yang diperlukan

Adapun data yang diperlukan adalah seperti berapa buah unit lift, berapa

banyak kapasitas per lift, apa saja yang terdapat pada ruangan mesin lift

dan sebagainya.

Mengumpulkan data-data.

Adapaun proses mengumpulkan data dengan observasi langsung di

lapangan serta wawancara dengan teknisi pemasangan lift.

Mendokumentasikan proses survey.

3.3 Teknik Analisis yang Digunakan Dalam kegiatan survey di proyek One East Appartment ini, tim kami

menggunakan teknik deskriptif kuantitatif, yaitu dalam observasi ini sumber data

data diambil sesuai dengan spesifikasi yang ada. Proses pengumpulan data

mengutamakan pada nominal yang pasti disesuaikan dengan spesifikasi yang telah

dirancang sebelumnya atau dengan spesifikasi yang telah dikeluarkan oleh pabrik.

Survey ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung (observasi),

wawancara serta dokumentasi.

1 Dalam metode observasi langsung maka yang dilakukan adalah mengamati

secara langsung kondisi lift di lapangan baik berupa kondisi fisiknya maupun

operasionalnya. Serta pengamatan kepada fenomena yang terjadi selama survey

berlangsung.

2 Dalam metode wawancara maka dilakukan dengan menanyakan hal-hal

yang diperlukan mengenai seluk-beluk tentang lift secara langsung kepada

teknisi yang bersangkutan. Pertanyaan muncul secara spontan tanpa

dipersiapkan secara rinci terlebih dahulu sehingga mungkin ada beberapa

informasi yang luput dikarenakan sebelumnya belum dipersiapkan secara

matang pertanyaannya. Selama wawancara kami menggunakan aplikasi note

pada smartphone.

3 Dalam dokumentasi, kami mengusahakan mengambil foto pada bagian-

bagian lift sehingga setiap bagian baik yang komponen utama maupun bukan

dapat terekam dengan baik sebagai dokumen dan referensi untuk bahan laporan.

BAB IV

HASIL SURVEY

4.1 Paparan Umum Elevator/Lift Berdasarkan wawancara dengan Bapak Andre selaku teknisi pemasangan

lift di One East Appartement bahwa jumlah transportasi vertikal yang akan di

pasang berjumlah lift sebanyak 11 unit dan escalator 2 unit. Di mana 11 unit lift

tersebut terdiri dari 3 unit service lift dan sisanya passengger lift. Kapasitas service

lift lebih besar dibandingkan dengan passenger lift. Adapun lift yang sudah

terpasang adalah 1 unit service lift yang mana dikhususkan untuk transportasi

vertikal pekerja indoor. Dikarenakan hanya service lift ini saja yang sudah

terpasang maka survey kami terbatas hanya untuk lift unit ini. Servce lift ini

dilengkapi dengan 1 teknisi yang standby di dalam lift untuk melayani

pengangkutan pengguna di setiap lantai.

Beberapa lift tersebut ada yang melayani lantai-lantai tertentu saja. Ada lift

yang khusus melayani sampai lantai 10 saja. Ada juga lift yang melayani mulai dari

B3 hingga lantai 30. Untuk pemasangan lift sudah dimulai semenjak Juli 2016

dengan lama pemasangan 2 bulan untuk satu unitnya. Beberapa unit ada yang

ditargetkan selesai pada Desember 2016 dan Januari 2017.

4.2 Bagian-Bagian Elevator/Lift Elevator/lift komponen-komponen saling terkait satu sama lain demi

tercapainya fungsi lift yang ideal. Adapun bagian-bagian salah satu service lift di

One East Appartement yakni :

1. Ruang Mesin.

Ruang mesin diperuntukkan sebagai operasional service lift. Dimana

ruangan mesin ini terdapat pada lantai 30. Satu ruang mesin direncanakan

diperuntukkan 1 unit mesin service lift dan 2 unit passengger lift. Pada ruang

mesin terdapat beberapa peralatan utama dan penunjang lift seperti:

o

Mesin katrol, berfungsi sebagai tempat katrol dan sling baja

ditempatkan dan beroperasi.

o

Control panel, berfungsi sebagai monitor dan controller dari mesin

lift.

o

ERD, sebagai penyedia sumber energi cadangan apabila terjadi mati listrik.

o

Governor, sebagai penstabil kecepatan lift apabila kabel sling putus atau bila kecepatan lift melebihi kecepatan maksimal.

o

End rope, sebagai pengikat sling baja baik untuk sangakar maupun counterweight.

2. Sangkar Lift. Sangkar service lift bertujuan sebagai tempat beradanya pengguna lift

(manusia dan muatan) selama operasional lift. Adapun spesfikiasi service

lift sebagai berikut

:

o

Produsen PT. Kone.

o

Kapasitas maksimum 21 orang dengan berat maksimum 1600 kg.

Kecepatan 2,5 m/s.

o

Butuh daya listrik 25.80 kW.

o

Melayani mulai dari B3 hingga lantai 30.

o

Beroperasi 24 jam.

o

Digunakan untuk naik turunnya teknisi (saat ini).

o

Kabel sling baja 5 buah untuk sangkar.

o

Kabel sling baja 5 buah untuk counterweight.

3. Ruang Luncur. Ruang luncur adalah tempat di mana lift beroperasi. Ruang ini berbentuk lorong vertikal di mana terdapat rel lift di dalamnya.

4. Counterweight.

Counterweight merupakan beban yang terhubung dengan sling baja sangkar lift sehingga dapat menggerakkan lift dengan hukum perbedaan berat. Adapun berat masing-masing lempengan counterweigth seberat 26 kg.

nantinya dipasang pada rel/frame khusus untuk

Counterweight

counterweight. Penentuan total lempengan counterweight yang dipasang adalah sebesar 1,5 kali dari berat sangkar lift.

5.

Buffer.

Buffer merupakan perangkat peredam lift dan counterweight apabila telah

sampai pada lantai dasar, sehingga memberikan rasa aman pada saat lift

turun dari lantai yang tinggi. Buffer yang digunakan pada service lift adalah

buffer tipe hidrolis. Pada salah satu service lift One East Appartment buffer

terdapat pada B3.

4.3 Cara Kerja Lift

yang dapat dinaikturunkan dengan

menggunakan sling baja melalui ruang luncur di dalam bangunan. Apabila

pengguna memencet tombol lantai pada lift, maka sensor pada lantai yang dipencet

akan menyesuaikan dengan sensor pada lift sehingga lift dapat berhenti sesuai

dengan elevasi lantai tersebut. Kemudian untuk mengimbangi berat dari sangkar lift

maka digunakan counterweight seberat 1,5 kali dari berat sangkar lift. Hal ini untuk

memperingan kerja mesin penarik yakni, apabila sangkar dalam keadaan kosong

maka mesin penarik hanya akan mengangkat setengah dari beban yang berlebih

pada counterweight. Apabila lift hendak menuju ke atas maka, motor penggerak

akan bergerak menarik sangkar lift yang kemudian secara otomatis akan

menggerakkan counterweight ke bawah sehingga sangkar lift dapat bergerak ke atas

dikarenakan adanya pengaruh berat dari counterweight. Begitu pula apabila lift

hendak turun, maka motor penggerak akan menarik counterweight sehingga

sangkar lift akan turun sesuai dengan yang diinginkan. Supaya sangkar lift tetap

stabil selama operasional maka digunakan rel pemandu setinggi ruang luncur yang

terikat dengan tembok sepanjang ruang luncur.

Kemudian, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti mati listrik

maka, perangkat ERD akan menyediakan energi cadangan untuk mengantakan

pengguna lift ke lantai terdekat supaya pengguna lift dapat keluar. Apabila terjadi

sling baja putus, maka governor akan segera menyala untuk mengerem lift tersebut

sehingga lift tidak terjun bebas ke dasar. Untuk maintenance dilakukan 2 kali dalam

sebulan sesuai dengan prosedur dari divisi maintenance PT. Kone.

Konstruksi

lift

berupa

sangkar

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan One East Appartement merupakan bangunan di mana kebutuhan

akan

elevator/lift merupakan hal yang sangat vital. Dengan elevator/lift sejumlah 11 unit

ditambah dengan 2 unit escalator diharapkan dapat memenuhi kebutuhan

transportasi vertikal gedung tersebut. Adapun satu unit service lift yang bekerja

sudah bekerja dengan optimal dan baik selama 24 jam untuk pengangkutan teknisi

di tiap-tiap lantainya. Serta, init ini sudah dilengkapi dengan perangkat pengamanan

yang baik seperti ERD sebagai penyedia energi cadangan bila terjadi mati listrik

dan governor sebagai pengerem apabila lift melebihi kecepatan maksimum sebesar

2,5 m/s atau apabila terjun bebas.

5.2 Saran Dikarenakan hanya satu unit service lift sedang beroperasi, kami tidak dapat

melihat ke dalam bagian shaft lift tersebut sebab dapat mengganggu operasional lift.

Adapun unit service lift yang lain baru memulai pekerjaan di bagian buffer.

Sehingga untuk melihat bagian dalam shaft, kami meninjau shaft dari passengger

lift yang sedang melakukan pekerjaan pemasangan. Untuk kedepannya, supaya

survey service lift bisa lebih akurat dapat meninjau shaft pada saat pemasangan unit

service lift yang lain.

Gambar 1 Proyek One East Appartement Tampak Luar G a m b a r 3

Gambar 1 Proyek One East Appartement Tampak Luar

Gambar 1 Proyek One East Appartement Tampak Luar G a m b a r 3 K

Gambar 3 Kontraktor Utama

LAMPIRAN

3 K o n t r a k t o r U t a m a

Gambar 2 Papan Proyek

3 K o n t r a k t o r U t a m a

Gambar 4 Tombol-Tombol Service Lift

Gambar 5 Pembagian Lantai Konstruksi Lift Gambar 7 Katrol Lift Gambar 6 Motor Penggerak Gambar

Gambar 5 Pembagian Lantai Konstruksi Lift

Gambar 5 Pembagian Lantai Konstruksi Lift Gambar 7 Katrol Lift Gambar 6 Motor Penggerak Gambar 8

Gambar 7 Katrol Lift

Gambar 5 Pembagian Lantai Konstruksi Lift Gambar 7 Katrol Lift Gambar 6 Motor Penggerak Gambar 8

Gambar 6 Motor Penggerak

Gambar 5 Pembagian Lantai Konstruksi Lift Gambar 7 Katrol Lift Gambar 6 Motor Penggerak Gambar 8

Gambar 8 Sling Baja

Gambar 9 End Rope Sangkar Gambar 11 ERD Gambar 10 Spesifikasi Motor Penggerak Gambar 12

Gambar 9 End Rope Sangkar

Gambar 9 End Rope Sangkar Gambar 11 ERD Gambar 10 Spesifikasi Motor Penggerak Gambar 12 Spesifikasi

Gambar 11 ERD

Gambar 9 End Rope Sangkar Gambar 11 ERD Gambar 10 Spesifikasi Motor Penggerak Gambar 12 Spesifikasi

Gambar 10 Spesifikasi Motor Penggerak

Gambar 9 End Rope Sangkar Gambar 11 ERD Gambar 10 Spesifikasi Motor Penggerak Gambar 12 Spesifikasi

Gambar 12 Spesifikasi ERD

Gambar 13 Control Panel Lift Gambar 15 Perangkat Elektrik Gambar 14 Control Panel Lift Gambar

Gambar 13 Control Panel Lift

Gambar 13 Control Panel Lift Gambar 15 Perangkat Elektrik Gambar 14 Control Panel Lift Gambar 16

Gambar 15 Perangkat Elektrik

Gambar 13 Control Panel Lift Gambar 15 Perangkat Elektrik Gambar 14 Control Panel Lift Gambar 16

Gambar 14 Control Panel Lift

Gambar 13 Control Panel Lift Gambar 15 Perangkat Elektrik Gambar 14 Control Panel Lift Gambar 16

Gambar 16 Governor

Gambar 17 Hoisting Machinery Gambar 19 Space Dua Pintu Lift Gambar 18 Shaft Passenger Lift

Gambar 17 Hoisting Machinery

Gambar 17 Hoisting Machinery Gambar 19 Space Dua Pintu Lift Gambar 18 Shaft Passenger Lift Gambar

Gambar 19 Space Dua Pintu Lift

Gambar 17 Hoisting Machinery Gambar 19 Space Dua Pintu Lift Gambar 18 Shaft Passenger Lift Gambar

Gambar 18 Shaft Passenger Lift

17 Hoisting Machinery Gambar 19 Space Dua Pintu Lift Gambar 18 Shaft Passenger Lift Gambar 20

Gambar 20 Tirak Pemasangan Lift

Gambar 21 Rel Sangkar Gambar 23 Counterweight Gambar 22 Frame Counterweight Gambar 24 Buffer Sangkar

Gambar 21 Rel Sangkar

Gambar 21 Rel Sangkar Gambar 23 Counterweight Gambar 22 Frame Counterweight Gambar 24 Buffer Sangkar 19

Gambar 23 Counterweight

Gambar 21 Rel Sangkar Gambar 23 Counterweight Gambar 22 Frame Counterweight Gambar 24 Buffer Sangkar 19

Gambar 22 Frame Counterweight

Gambar 21 Rel Sangkar Gambar 23 Counterweight Gambar 22 Frame Counterweight Gambar 24 Buffer Sangkar 19

Gambar 24 Buffer Sangkar