Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bidang kesehatan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas utama dalam
pembangunan bangsa Indonesia dan kesehatan, salah satu faktor penting yang menjadi
perhatian banyak orang. Demikian juga dengan alat-alat kedokteran. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini dapat dilihat dengan munculnya
peralatan kedokteran yang semakin canggih serta bersifat praktis dan efisien yang memberikan
dampak positif bagi dunia kedokteran khususnya pada bidang fisioterapi.

Alat terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) merupakan perangkat


penstimulasi syaraf yang digunakan untuk meredakan nyeri pada otot. Alat terapi TENS hanya
memiliki beberapa efek samping dibandingkan dengan terapi menggunakan obat dan radiasi
seperti alergi dan iritasi kulit. TENS menghasilkan arus listrik berorde miliampere ke permukaan
tubuh melalui dua buah elektroda .

Dalam dunia fisioterapi, terdapat dua jenis terapi yaitu terapi kemampuan berjalan dan
terapi kemampuan memegang ataupun mengangkat. Terapi kemampuan berjalan digunakan
untuk mengembalikan kemampuan kontraksi otot ekstremitas bawah dan terapi kemampuan
memegang atau mengangkat digunakan untuk mengembalikan kemampuan kontraksi otot
ekstremitas atas . Proses pengembalian kemampuan kontraksi otot ini butuh kesabaran, kerja
keras dan waktu pasien dalam menjalankan fisioterapi dengan bantuan stimulator listrik.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa warga disekitar jalur rel kereta api yang
berbaring dan merentangkan tubuh mereka diatas rel kereta api. Hal ini mereka lakukan dengan
harapan dapat menyembuhkan penyakit yang mereka derita. Aktifitas ini tentu sangat
berbahaya karena setiap saat kereta api dapat melintas dan merenggut nyawa mereka. dengan
mengalirkan kejutan listrik yang berasal dari listrik rumahnya ke badan pasien. Bapak tersebut
mengaku telah lama belajar mengendalikan dan mengatur intensitas listrik yang digunakan
untuk terapi penyembuhan tersebut. Namun hal ini perlu di teliti tentang sejauh mana kejutan
listrik yang dapat diterima oleh tubuh manusia, sehingga kedepannya pemanfaatan listrik
sebagai salah satu terapi penyembuhan dapat benar-benar berguna bagi masyarakat luas dan
dapat meminimalisir efek samping sengatan listrik . Berdasarkan pembahasan kasus diatas,
maka penulis tertarik untuk meneliti sebuah alat stimulasi listrik untuk terapi penyembuhan
degenerasi pada otot.

Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk membuat sebuah simulasi alat terapi listrik
yang bersifat portable yang penulis tambahkan pada penelitian tugas akhir kali ini untuk
mempermudah terapi kontraksi otot bagi pasien yang awam dengan terapi listrik. Rancang
bangun alat Elektro Stimulator Portable , dimana alat yang akan penulis teliti ini menggunakan
program AVR dengan berbasis IC Microcontroller ATMega8.

Dari hasil identifikasi masalah tersebut, penulis ingin membuat alat “Simulasi Elektro
Stimulator Portable Berbasis Microc ontro l ler ATMega8”, dengan daya awal dari baterai,
rangkaian modul driver pulse width modulation sebagai pengontrol durasi , M icroc ontro ller
ATMega8 sirkuit sebagai generator pulsa dengan relay sebagai sumber penghasil tegangan
stimulasi dan elektroda yang menghubungkan tegangan output dari rancang bangun alat ke
pasien, serta antarmuka berupa Liquid Crystal Display (LCD) sebagai penampil karakter dan
penampil level stimulasi yang diinginkan.

1.2 Rumusan Masalah

elektrostimulator adalah alat yang memanfaatkan arus listrik untuk memberikan rangsangan. Pada
peralatan kedokteran elektrostimulator adalah suatu alat yang memberikan arus listrik pada saraf atau otot
yang mengalami
kerusakan atau kelainan fungsi agar dapat menjadi normal kembali.
BAB II

PEMBAHASAN

ELEKTROSTIMULATOR

DASAR TEORI

Elektrostimulator adalah suatu instrumen penunjang yang menghasilkan gelombang listrik


dengan bentuk gelombang, intensitas dan frekuensi rangsang tertentu. Dalam bidang medis,
elektrostimulator banyak digunakan untuk mengetahui respon sel-sel saraf dan otot terhadap
rangsangan (stimulasi) listrik yang diberikan, terutama untuk mendapatkan gambaran mengenai
mekanisme terjadinya potensial aksi pada sel-sel tertentu. Elektrostimulator banyak digunakan
dalam pengobatan akupuntur, untuk memberikan stimulasi berupa energi listrik pada titik-titik
akupuntur tertentu. Pemberian energi listrik tersebut berfungsi untuk menciptakan keseimbangan
energi (chi) dalam tubuh. Seperti halnya dalam kedokteran modern, seni pengobatan akupuntur
dengan elektrostimulator juga sangat memperhatikan bentuk gelombang, intensitas, frekuensi dan
waktu rangsang.

A. Alat Terapi Elektrostimulator

Pengertian
Elektrostimulator berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari kata “electro”yang artinya listrik, “stimulan”
yang artinya rangsangan, dan “tor” yang artinya alat. Jadi elektrostimulator adalah alat yang memanfaatkan arus
listrik untuk memberikan rangsangan. Pada peralatan kedokteran elektrostimulator adalah suatu alat yang
memberikan arus listrik pada saraf atau otot yang mengalami kerusakan atau kelainan fungsi agar dapat
menjadi normal kembali.

Terapi elektrik atau disebut elektroterapi merupakan metode terapi suatu penyakit atau gangguan kesehatan
dengan menggunakan sinyal elektrik sebagai sarana pengobatan. Salah satu alat terapi yang termasuk
elektroterapi yaitu elektrostimulator. Elektrostimulator ini digunakan pada penderita stroke yang digunakan pada
aktivitas kontraksi otot yang fungsional dan melibatkan fungsi system saraf pusat sehingga memiliki unsur
reedukasi.

Elektrostimulator merupakan suatu alat elektronik yang menghasilkan tegangan listrik dengan intensitas dan
frekuensi tertentu. Dalam pemakaianya elektrostimulator berfungsi sebagai sumber rangsangan listrik yang
diharapkan mampu meningkatkan atau menciptakan keseimbangan biopotensial. ES banyak jenisnya, salah
satunya adalah Functional Electrical Stimulation (FES).

FES adalah ES yag berfungsi untuk memberikan stimulasi pada jaringan tubuh untuk dapat melakukan fungsi/kerja
tertentu. Selama mengidap penyakit stroke, pasien mengalami ketidakmampuan menggerakkan organ motorik
seperti tangan dan kaki. Hal ini diakibatkan oleh terputusnya jaringan saraf antara jaringan syaraf neural dan
jaringan otot motorik. Jika hal ii berlangsung dalam kurun waktu yang lama otot-otot organ motorik akan
mengalami penurunan daya kontraksi otot, dilanjutkan dengan hilangnya kemampuan kontraksi otot dan yang
paling parah adalah terjadinya degenerasi otot.

Hal inilah yang menyebabkan pasien pasca stroke mengalami kesulitan pemulihan sehingga harus dilatih
menggerakkan organ motorik dengan fisioterapi. Jadi pokok permasalahan ini adalah tidak bekerjanya itiit dalam
waktu yang lama menyebabkan otot kehilangan kemampuan kontraksi sehingga tidak mempunyai daya untuk
melakukan pergerakan. Pada kondisi seperti ini maka pasien diperlukan melakukan terapi. Salah satu alat yang
digunakan yaitu Elektrostimulator

Efektivitas terapi menggunakan elektrostimulator bergantung pada bentuk gelombang, besarnya intensitas
(tegangan dan arus), frekuensi dan waktu rangsangan. Penentuan bentuk gelombang disesuaikan dengan jenis
terapinya. Variabel intensitas dan frekuensi merupakan variabel penentu efektivitas terapi. Disini, penentuan
intensitas selain berpengaruh terhadap efektivitas terapi juga harus mempertimbangkan ambang batas energi
listrik yang diperkenankan, agar tidak terjadi efek ionisasi dan fibrilasi jantung.

Fungsi Alat

Untuk terapi pada otot-otot yang nyeri dan melancarkan peredaran darah.

Cara kerja alat

Elektrostimulator menggunakan suatu instrument penunjang yang menghasilkan gelombang


listrik dengan bentuk gelombang, intensitas dan frekuensi rangsang tertentu untuk melakukan terapi.
Gambar Elektrosimulator

Standart Oprational Proccedure

a) Sambungkan kabel power ke PLN


b) Tekan tombol on
c) Pilih smart chart lalu pilih channel yang biasa dipakai terapi (1-2)
d) Atur intensitas dengan memutar tombol pengaturan
e) Tekan start untuk mula
f) Tekan stop untuk berhenti atau pause
g) Selesai terapi ditandai dengan bunyi alarm, kembalikan ke menu utama dengan pilih exit 6
Bagian Bagian alat Elektrostimulator

a) Body
1. Keypad : untuk tombol pemilihan
2. Selector : untuk mengatur nilai atu value dan berfungsi juga sebagai pemilihan
men
b) Probe / elektroda Terdapat 2 channel untuk elektroda, dan juga terdapat 2 tipe probe /
elektroda
c) LCD display 2

Blok Diagram Alat Elektrostimulator

Prinsip kerja blok diagram

Tegangan dari PLN yang berupa arus AC masuk ke trafo step down untuk diturunkan tegangannya menjadi lebih
rendah kemudian masuk ke power supply dimana power supply berfungsi menyearahkan tegangan menjadi DC
untuk mensupply ke komponen yang lain. Power supply memberi tegangan ke electrode dan pulse generator.
Pulse generator berfungsi untuk membangkitkan pulsa yang kemudian masuk mikrokontroller.
Di mikrokontroller data diproses yang kemudian di tampilkan pada seven segment berupa besarnya tegangan yang
digunakan. Dari mikrokontroller mengatur relay saklar kemudian ke electrode dan electrode dipasangkan pada
pasien.

Pulse Generator adalah salah satu sirkuit elektronik atau sebuah peralatan tes elektronik yang digunakan untuk
menghasilkan pulsa persegi panjang.

Pembangkit detak atau Pulse Generator pada prinsipnya hanyalah sebuah pembangkit detak (oscilator), dengan
tambahan pengatur lebar pulsa dan pengatur frekuensi. Untuk membangun sebuah pembangkit detak (oscilator)
tidak sulit. Satu IC gerbang ditambah kapasitor dan resistor jadilah oscilator.

Ide dari pulse generator adalah satu pembangkit detak frekuensi tinggi, pembagi frekuensi dan Pengatur lebar
detak. Frekuensi detak 100Khz dibagi 10 untuk mendapatkan keluaran alternatif dan dapat dibagi menurut
keperluan. Keluaran yang terpakai di masukan pada blok pelambat (delay) dan keluaran nya akan menjadi
masukan bagi rangkaian pengatur lebar detak (Pulse Width Generator), untuk mengatur-atur bentuk gelombang
agar didapat frekuensi dan bentuk gelombang yang diperlukan .

Macam-macam jenis elektrosimulator

1. High Voltage Pulse Galvanic Stimulation (HVPGS)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan durasi perawatan yang optimal dari arus galvanik
berdenyut tegangan tinggi (HVPC) dalam mengobati ulkus tekanan kronis.

2. Transcutaneous Elecrical Nerve Stimulation (TENS)

TENS adalah metode stimulasi listrik yang terutama bertujuan untuk memberikan tingkat pereda nyeri
simtomatik dengan saraf sensorik yang menarik dan dengan demikian merangsang mekanisme gerbang nyeri
atau sistem opioid

3. Electric Muscle Stimulation (EMS)

Electrical muscle stimulation (EMS) adalah alat yang menggunakan aliran listrik untuk merangsang otot-otot
Anda agar lebih ektif. Biasanya ketika Anda melakukan latihan fisik EMS, maka alat akan tersambung ke pakaian
khusus. Pakaian khusus ini yang kemudian akan Anda gunakan selama latihan fisik dilakukan.

4. Microcurrent Stimulation (MCS)


Microcurrent Stimulation (MCS) adalah perangkat yang digunakan untuk mengirim sinyal listrik yang lemah ke
dalam tubuh.

5. Electro Acupunture (EA)

Electroacupuncture adalah bentuk akupunktur di mana arus listrik kecil dilewatkan di antara pasangan jarum
akupunkturPemeliharaan

a) Matikan catu daya, lepaskan elektroda dari pad


b) Cuci pad perlahan dengan menggunakan air mengalir
c) Cukup keringkan pad dan biarkan permukaan perekatnya kering
d) Tempelkan pad dengan lembut ke elektroda untuk penyimpanan
e) Bersihkan bagian bagian alat
f) Periksa fungsi fungsi tombol pada alat
g) Cek arus bocor pada alat
h) Kalibrasi alat
i) Periksa elektroda dan bersihkan elektroda dari sisa gel apabila telah selesai di gunakan
j) Uji fungsi alat
k) Cabut kabel power dari PLN
l) Tekan tombol power ke posisi off untuk mematikan unit

Troubleshooting

Masalah Penyebab Tindakan


- Daya tidak bias dihidupkan -Baterai dimasukan salah arah -Masukan baterai dalam arah
yang benar
- Daya mati terlalu cepat - Bantalan tidak melekat pada - Jika bantalan tidak menempel
- Daya mati saat unit digunakan kulit pada kulit. Daya akan mari
- Pads dipindahkan dari kulit secara otomatis
- Batrai using - Jika bantalan terlepas dari kulit
- Daya mati secara otomatis daya akan mati secara oto matis
dalam 15 menit
- Kabel elektroda rusak
- Permukaan pad lengket - Menggunakan padsent -Tinggalkan pad di kulkas
berkeringat semalam
- Mencuci pad terlalu lama dan
terlalu sering
- Menyimpan pad dibawah suhu
tinggi,kelembapan tinggi atau
langsung dibawah sinar matahari

- Tidak bias merasakan - Pad tidak melekat pada kulit - Pasang tutup pad pada kulit
ransangan - Pad yang meleket tumpang - Pasang pad dengan
tindih satu sama lain tidaktumpang tindih
- Istensitas yang dikeluarkan - Sesuaikan intensitas dengan
terlalu lemah kebutuhan
DAFTAR PUSTAKA

RS. Awal Bros bekasi www. Medicalitalia.com catalog product tens therapic 9400 medical italia 8