Anda di halaman 1dari 12

Nama : Nahda Yumna Andya

NIM : R0017081
Kelas : A
A. Definisi scaffolding

Perancah (scaffolding) adalah bangunan peralatan (platform) yang dibuat untuk sementara dan
digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap pekerjaan
konstruksi bangunan termasuk pekerjaan pemeliharaan dan pembongkaran.
Sumber: PERMENAKERTRANS No. PER. 01/MEN/1980

B. Jenis – jenis perancah


1. Perancah
 Perancah andang
Perancah andang kayu cara membuatnya cepat dan dapat dipindah pindahkan.
Untuk tinggi perancah tetap tidak dapat disetel. Biasanya pada pekerjaan yang
tingginya tidak lebih dari 3 m, untuk pekerjaan lebih tinggi dari 3 m menggunakan
perancah tiang.

Perancah andang bambu dapat dipindah-pindah dan sebagai pengikatnya memakai


tali ijuk, karena tali ijuk ini tahan terhadap air, panas dsb. Pada perancah andang
bambu ini sudah disetel terlebih dahulu, sehingga tinggi dan panjangnya tidak dapat
distel kembali. Biasanya andang bambu dapat dipakai pada ketinggian pekerjaan
tidak lebih dari 3 m, mengenai kaki andang bambu ada yang pakai 2 atau 3 pasang.

Perancah besi sangat praktis dan efisien karena pemasangannya mudah dan dapat
dipindah-pindahkan.Tinggi perancah besi dapat disetel untuk jarak kaki perancah
yang satu dengan yang lain hingga 180 cm dengan tebal papan 3cm.
2. Perancah Tiang

Perancah tiang digunakan apabila pekerjaan sudah mencapai diatas 3 m, Perancah tiang
bisa dibuat sampai 10 m lebih tergantung dari kebutuhan. Perancah tiang ada 3 macam:

a. Perancah tiang dari bambu.

Pada umumnya perancah bambu banyak dipakai oleh pekerja di lapangan, baik
pada bangunan bertingkat maupun tidak. Alasannya adalah:

 Bambu mudah didapat, kuat, dan murah.


 Pemasangan perancah bambu mudah dibongkar dan dapat dipasang kembali
tanpa merusak bambu.
 Bahan pengikatnya pakai tali ijuk.

b. Sistem perancah bambu dengan konsol dari besi.

Sistem perancah bambu dengan konsol besi hanya ditahan oleh satu tiang
bambu saja, berbeda dengan perancah yang ditahan oleh beberapa tiang.
Keuntungannya adalah sbb :

 Tidak terlalu banyak bambu yang dibutuhkan,


 Cara pemasangannya lebih cepat daripada perancah bambu,
 Lebih praktis dan menghemat tempat.
 Pemasangan konsol dapat dipindah dari tingkat 1 ketingkat diatasnya,
 Untuk tiang bambu tidak perlu dipotong,

c. Perancah tiang besi atau pipa.

Pada perancah tiang dari besi atau pipa alat penyambungnya memakai kopling,
untuk penyetelannya lebih cepat dibandingkan perancah tiang bambu.
3. Perancah Besi Beroda

Perancah besi beroda ini terbuat dari pipa galvanis. Pada perancah besi beroda dapat
dipasang di lapangan atau didalam ruangan. Fungsi rodanya adalah untuk memindahkan
perancah. Pada perancah besi beroda sedikit lain dari perancah yang ada, karena disini
bagian-bagian dari tiangnya sudah berbentuk kusen, sehingga penyetelan / pemasangannya
lebih mudah dan praktis.
4. Perancah Besi tanpa Roda.
Perancah ini terdiri dari komponen-komponen; Kaki pipa berulir, kusen bangunan,
penguat vertikal, tiang sandaran, sambungan pasak, papan panggung, panggung datar,
Papan pengaman, tiang sandaran, penutup sandaran, konsol penyambung, penopang,
konsol keluar, tiang sandaran tangga, pinggiran tangga, anak tangga, sandaran tangga, dan
sandaran dobel.
5. Perancah Menggantung

Pada perancah menggantung digunakan pada pekerjaan pemasangan eternit, pekerjaan


finishing pengecatan eternit, plat beton, dst. Jadi perancah menggantung digunakan pada
pekerjaan bagian atas saja dan pelaksanaannya perancah digantungkan pada bagian atas
bangunan dengan memakai tali atau rantai besi.
6. Perancah Frame
Frame ini biasanya terbuat dari pipa atau tabung logam. Perancah ini dapat disusun
sedemikian rupa menjadi satu kesatuan perancah yang tinggi untuk menopang pekerja
dalam kegiatan konstruksi berlokasi tinggi.
7. Perancah Dolken

Merupakan perancah yang berbahan kayu dolken. Kayu bulat/ dolken Biasanya digunakan
untuk tiang-tiang perancah dan ukuran yang biasanya digunakan adalah berdiameter 6 – 10
cm.
8. Two Point Adjustable Suspension Scaffold

Perancah ini digunakan untuk menahan kayu yang dimana kayu tersebut untuk menahan
beban dari manusia.
9. Strip Board One Side Scaffold

Scaffolding ini di tumpu oleh jajaran tiang dan bagian sebelahnya di topan oleh gedung,
jadi tidak semua di topan oleh tiang. Jajaran tiangnya berjarak 1.5 - 2.1m dan scaffold ini
didirikan 1.2m dari dindingstruktur. Ledgernya di pasang pada tiang dengan ketinggian 1.8
- 2m, putlog tubes di pasang atau di tempelkan pada tiang. Panjang pipa sepanjang 1.5m
10. Auxiliary Fixtures For Pipe Scaffolding

Perancah ini biasanya di gunakan untuk ketinggian yang tidak terlalu tinggi sebagai
tumpuan untuk orang yang menggunakannya.
11. Bracket One Side Scaffold

12. Independent Scaffold


Yang dimaksud disini adalah perancah yang mudah untuk di pindahkan, jadi perancah
ini bisa mudah di pindahkan maupun di jadikan tumpuan untuk menumpuk perancah
yang lainnya.
13. Birdcage Scaffold

 Terdiri dari dua baris tiang yang semuanya dihubungkan dengan Ledgers, Transoms
and Brace.
 Biasanya digunakan pada pemasangan plafon dan pengecatan.
 Hand rail and toe boards dipasang di bagian luar dari perimeter dari scaffold platform
14. Access Tower Scaffold

 Scaffold yang hanya digunakan untuk access.


 Digunakan untuk menimbun material atau peralatan tidak diperbolehkan.
 Dibangun dengan pipa-pipa dan fittings atau berupa modul-modul A-Frames.
 Terutama digunakan untuk safe access to elevated areas.
 Access menggunakan tangga atau papan-papan
 Aluminium steps setiap level.
 Tidak diperuntukkan sebagai papan kerja.
 Tergantug dari tingginya access tower umumnya ringan dan digunakan untuk medium
duty.
 Bila lebih dari 15m harus diperhitungkan dan di setujui penanggung jawab.
 Handrail, mid-rails and kick boards harus dipasang pada setiap level.
 Tower harus dikencangkan (secured) dengan gedung atau structure setiap dua lift.
 Tower tidak dapat berdiri sendiri.
 Pembebanan peralatan or materials menggunakan tower ini tidak praktis.
 Ladders harus bersandar pada sudut 1-4 lean, not vertical
 Ladders harus dikencangkan pada top and bottom.

15. Cantilever Scaffold

Cantilever scaffold ditopangkan atau disangga pada salah satu ujungnya. Cantilever
scaffold umumnya dibangun dengan pipa (tubular) dan fittings, tetapi sistem lain dari
scaffod dapat digunakan juga.

16. Putlog Scaffold

Scaffolding ini di tumpu oleh jajaran tiang dan bagian sebelahnya di topan oleh gedung,
jadi tidak semua di topan oleh tiang. Jajaran tiangnya berjarak 1.5 - 2.1m dan scaffold ini
didirikan 1.2m dari dinding struktur.
Ledgernya di pasang pada tiang dengan ketinggian 1.8 - 2m, putlog tubes di pasang atau
di tempelkan pada tiang. Panjang pipa sepanjang 1.5m.
17. Suspended Scaffold

Platform ini terdiri angkor pengaman, tali atau kabel penggantung yang kuat dan sangkar
gantung dengan lantai papan yang dilengkapi pagar pengaman, serta tidak memiliki
penyangga dari bawah. Suspended scaffolding yang digerakkan dengan mesin harus
menggunakan kabel baja.

Perancah ini sering digunakan ketika tidak memungkinkan untuk membangun perancah di
atas tanah atau suatu keadaan di mana membangun perancah dari dasar dinilai tidak praktis.
Suspended scaffolding biasanya digunakan oleh petugas pembersih jendela pada gedung-
gedung tinggi atau petugas perbaikan bagian luar gedung-gedung tinggi.

18. Mobile Scaffold

Mobile scaffolding adalah sebuah platform yang cocok digunakan untuk pekerjaan yang
berpindah-pindah dan hanya dapat digunakan pada permukaan rata dan datar. Tiang-
tiangnya dipasang roda dengan pengunci. Bagian roda biasanya dilengkapi lapisan karet
atau sejenisnya untuk memudahkan perpindahan.

Scaffold ini biasanya di gunakan untuk pekerjaan dari tempat 1 ketempat lain, di karenakan
scaffold ini bisa di pindah - pindah. Alasnya harus 2 kali lipat tingginya untuk ketinggian
lebih 3m, tiangnya di pasang dengan roda agar bisa di pindahkan tetapi penggunaan
ban(yang berisi angin)tidakdisarankan.

 Mobile work platform digunakan pekerjaan yang pindah dari satu tempat ke tempat
lain
 Alasnya harus 2 kali lipat tingginya untuk yang lebih tinggi lebih dari 3 m
 Tiang-tiangnya dipasang dengan roda
 Penggunaan ban (berisi angin) tidak diperkenankan
 Caster wheels harus mempunyai manual brake untuk lock wheels in place.
 Biasanya menggunakan concrete floors atau hard surfaces untuk mempermudah
moveability

C. Fungsi – fungsi scaffolding

Scaffolding pada dasarnya berfungsi untuk mempermudah manusia untuk melakukan


pekerjaan diketinggian yang dapat menyangga beban baik manusia maupun material pada
saat melakukan pengerjaan bangunan, serta berfungsi sebagai jalan para pekerja kontruksi
dalam melakukan pekerjaannya. Dan berikut merupakan beberapa fungsi scaffolding :

1. Scaffolding dapat membantu para pekerja dalam melakukan tugasnya di atas


ketinggian yang sulit untuk dijangkau seperti pada pemasangan bata, plesteran,
pengecatan dan lainnya. dalam hal fungsi penting dari scaffolding dapat dikatakan
sebagai akses bagi para pekerja, akses yang aman dan membuat para pekerja lebih cepat
menyelesaikan tugasnya tersebut.
2. Scaffolding juga berfungsi sebagai tatakan elevasi yang mampu menahan suatu beban
tertentu pada sebuah area tertentu, tatakan elevasi ini dapat digunakan oleh para pekerja
sebagai alat transportasi menuju bagian – bagian dari scaffolding.
3. Selain dapat memudahkan para pekerja, scaffolding juga memiliki bagian untuk
mengangkut material bahan bangunan agar mudah di jangkau oleh para pekerja.

Itulah beberapa fungsi penting dari scaffolding, pada intinya scaffolding memiliki fungsi
sebagai akses bagi para pekerja bangunan.

D. Prosedur penggunaan scaffolding

1. Pastikan pekerja sudah mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan perancah yang tepat
dan pengendalian bahaya saat bekerja di atas perancah, penggunaan alat pelindung jatuh,
dan apa yang harus dilakukan apabila ada perubahan pada tempat kerja atau jenis perancah.
2. Scaffolder atau pengawas memeriksa dan memastikan perancah dalam kondisi aman
sebelum digunakan
3. Lantai kerja, bagian deck, dan pagar pengaman sudah terpasang dan dalam kondisi aman
4. Gunakan alat bantu untuk memindahkan material dari bawah ke atas
5. Gunakan tangga yang sudah terpasang kuat dan kokoh untuk naik dan turun dari perancah
6. Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sepatu keselamatan dan full body harness.
7. Perhatikan rekan kerja yang bekerja di atas atau di bawah Anda setiap saat. Jika Anda
melihat ada hal yang tidak sesuai prosedur atau ketidaknormalan pada perancah, hentikan
pekerjaan Anda dan laporkan pada atasan.
8. Periksa seluruh komponen alat pelindung jatuh yang digunakan, mencakup harness
(webbing, D-ring, buckle), lanyard, dan lifeline.
9. Jangan membawa barang berlebih saat menaiki perancah
10. Jangan menggunakan pengait silang (cross bracing) saat naik/ turun dari perancah
11. Jangan bekerja di atas perancah saat cuaca buruk
12. Jangan menyimpan bahan atau peralatan pada pagar pengaman.
13. Jangan bekerja dekat jalur aliran listrik kecuali Anda terlatih dan berwenang
melakukannya.

E. Pengawasan scaffolding

Banyak aspek yang harus diperiksa untuk memastikan perancah aman sebelum digunakan.
Setiap jenis perancah yang akan digunakan harus diperiksa terlebih dahulu oleh ahli/ petugas
perancah (scaffolder).

1. Mendirikan dan pembongkaran scaffolding yang benar harus dilakukan hanya dengan
disetujui scaffolders yang memiliki sertifikat yang sah, dan personil dan tidak memenuhi
syarat tidak boleh mendirikan atau melakukan pembongkaran scaffolding.
2. Pastikan izin kerja sudah lengkap, biasanya mencakup Job Safety Analysis (JSA), sertifikat
scaffolder, dan izin pembuatan perancah
3. Periksa material yang digunakan untuk komponen dan perlengkapan perancah dan pastikan
dalam keadaan baik, tidak rusak atau cacat. Harus terbuat dari material khusus yang
diizinkan
4. Pemeriksaan visual pada semua bagian dari perancah, di antaranya bagian fondasi, rangka,
lantai kerja, jalan masuk ke lantai kerja dan bagian paling atas dari bangunan perancah.
Pastikan tidak berkarat, rusak, cacat, melengkung/ bengkok atau terdapat bagian yang tidak
layak
5. Periksa kestabilan bangunan perancah
6. Periksa semua pengunci atau clamp berfungsi baik
7. Pastikan area untuk penempatan anchor pada full body harness minimum setinggi
pinggang.
8. Memastikan semua risiko jatuh sudah dikendalikan dengan baik, misalnya dengan
memasang railing-railing yang diperlukan
9. Memastikan perancah sudah diberi pengaman atau alat-alat pengaman yang diperlukan
10. Selanjutnya, bila perancah sudah dipastikan aman, pasang scafftag hijau di dekat akses
tangga perancah.

Jenis-jenis scafftag untuk perancah:

 Tanda hijau : aman


 Tanda kuning: aman dengan syarat (perlu tambahan alat pengaman lainnya)
 Tanda merah: tidak aman (perancah tidak boleh digunakan)

Selain melakukan pemeriksaan, pengawasan juga dapat dilakukan dengan :

1. Mendirikan dan pembongkaran scaffolding yang benar harus dilakukan hanya dengan
disetujui scaffolders yang memiliki sertifikat yang sah, dan personil dan tidak memenuhi
syarat tidak boleh mendirikan atau melakukan pembongkaran scaffolding.
2. Pastikan izin sudah lengkap, biasanya mencakup

Sumber

1. https://www.indonesiasafetycenter.org/pengertian-perancah-atau-scaffolding-dan-
jenisnya
2. Sumber: www.SafetySign.co.id
3. https://oilandgasmanagement.net/perancah-scaffolding/
4. http://www.cahayascaffoldingjakarta.com/2016/07/scaffolding.html