Anda di halaman 1dari 19

Makalah Masyarakat, Interaksi, dan

Perubahan Sosial
22 Oktober 2011 09:20 Diperbarui: 26 Juni 2015 00:38 5 1 6

buat temen2 yg mau tau soal masyarakat, interaksi dan perubahan sosial dalam hubungannya
dengan studi masyarakat Indonesia,...ni aku share yaaa... sebagian browsing di web juga kok
tapi..hehe ini sejenis makalah gitu,...semoga bermanfaat yaaa.... :-)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada
reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs
kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu
dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi
Sosial.

Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial
dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa
melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi sosial secara
langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B meneruskan kembali ke A, ini
termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.

Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi,
indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor
meniru orang lain.

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan


dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula
perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula
perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat.

Perubahan-perubahan hanya dapat ditemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan
dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan
dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu yang lampau.Perubahan-perubahan
masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola prilaku
organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan
sebagainya.

B.RUMUSAN MASALAH

Pembahasan kami akan merujuk pada masalah masalah sebagai berikut:


1.Apakah pengertian masyarakat dan faktor-faktor atau unsur yang terdapat
didalam masyarakat?

2.Apakah pengertian interaksi sosial?

3.Apakah ciri-ciri interaksi sosial?

4.Apakah syarat terjadinya suatu interaksi sosial?

5.Apa sajakah bentuk dari interaksi sosial?

6.Apakah pengertian dari perubahan sosial?

7.Faktor-faktoryang mempengaruhi perubahan sosaial?

8.Bentuk-bentuk perubahan sosial?

A.

B.

C.TUJUAN

Makalah ini dibuat dengan maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Masyarakat
Indosesia dan sebagai bahan bacaan untuk memperluas ilmu pengetahuan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.MASYARAKAT

1.Pengertian Masyarakat

·Koentjaraningrat

Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu


sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu
rasa identitas bersama.

·Selo Soemardjan

Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan


kebudayaan.

·Paul B. Horton & C. Hunt

Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup


bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah
tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar
kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

·J.L Gillin dan J.P Gillin

Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai


kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama.

·Emile Durkheim

Masyarakat adalah suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antar anggota
sehingga menampilkan suatu realitas tertentu yang mempunyai ciri-cirinya
sendiri.

·Karl Marx

Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi


atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok
yang terbagi secara ekonomi.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah manusia yang
hidup bersama di suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama yang saling
berhubungan dan berinteraksi dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan
persatuan yang sama.

2.Faktor-Faktor / Unsur-Unsur Masyarakat

Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :

a.Beranggotakan minimal dua orang.

b.Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.

c.Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia


baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar
anggota masyarakat.

d.Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta


keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.

Dalam masyarakat pasti akan ada interaksi sosial, yang bermula dari individu
melakukan tindakan sosial terhadap orang lain. Tindakan sosial merupakan perbuatan-
perbuatan yang ditunjukkan atau dipengaruhi orang lain untuk maksud atau tujuan
tertentu.Oleh karena adanya sifat memengaruhi satu sama lain, tindakan ini
menyebabkan hubungan sosial. Jika hubungan sosial ini berlangsung timbal balik
maka akan menciptakan interaksi sosial.

B. INTERAKSI SOSIAL

1.Pengertian interaksi sosial


·Maryati dan Suryawati (2003)

Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi
dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok

·Murdiyatmoko dan Handayani (2004)

Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu


proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada
akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.

·Young dan Raymond W. Mack

Interaksi Sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan


menyangkut hubungan-hubungan antar individu, baik antara individu dengan
kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah interaksi sosial
adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama
lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu
dan kelompok.

2.Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial dalam masyarakat memiliki ciri sebagai berikut :

a.Adanya dua orang pelaku atau lebih

b.Adanya hubungan timbale balik antar pelaku

c.Diawali dengan adanya kontak sosial, baik secara langsung.

d.Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.

3.Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial dalam masyarakat terjadi apabila terpenuhi dua syarat sebagai berikut:

a.Kontak sosial, yaitu hubungan sosial antara individu satu dengan individu
lain yang bersifat langsung, seperti dengan sentuhan, percakapn, maupun tatap
muka sebagai wujud aksi dan reaksi.

b.Komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang


lain yang dilakukan secara langsung maupun dengan alat bantu agar orang lain
memberikan tanggapan atau tindakan tertentu.

4.Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu asosiatif dan disosiatif.
a.Asosiatif

Interaksi sosial bersifat asosiatif akan mengarah pada bentuk penyatuan.


Interaksi sosial ini terdiri atas beberapa hal berikut.

·Kerja sama (cooperation)

Kerjasama terbentuk karena masyarakat menyadari bahwa mereka


mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama sehingga sepakat untuk
bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Berdasarkan
pelaksanaannya terdapat empat bentuk kerjasama, yaitu bargaining (tawar-
menawar), cooptation (kooptasi), koalisi dan joint-venture (usaha
patungan)

·Akomodasi

Akomodasi merupakan suatu proses penyesuaian antara individu dengan


individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok
guna mengurangi, mencegah, atau mengatasi ketegangan dan kekacauan.
Proses akomodasi dibedakan menjadi bebrapa bentuk antara lain :

1)Coercion yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya


dilaksanakan karena adanya paksaan

Contohnya: perbudakan.

2)Kompromi yaitu, suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak


yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai
suatu penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada.

Contohnya: kompromi antara sejumlah partai politik untuk berbagi


kekuasaan sesuai dengan suara yang diperoleh masing-masing.

3)Mediasi yaitu, cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta


bantuan pihak ketiga yang netral.

Contoh : Seorang ayah melerai anak-anaknya yg sedang berkelahi.

4)Arbitration yaitu, cara mencapai compromise dengan cara


meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak
atau oleh badan yang berkedudukannya lebih dari pihak-pihak yang
bertikai.

Contoh : konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu


badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.

5)Adjudication (peradilan)yaitu, suatu bentuk penyelesaian konflik


melalui pengadilan.
Contoh: pembelian tanah atau rumah,tetapi mempunyai masalah.
Maka harus diselesaikan di pengadilan.

6)Stalemate yaitu, Suatu keadaan dimana pihak-pihak yang


bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang dan berhenti
melakukan pertentangan pada suatu titik karena kedua belah pihak
sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur.

Contoh : Gencatan senjata antara kedua belah pihak yang terjadi


konflik.

7)Toleransi yaitu, suatu bentuk akomodasi tanpa adanya


persetujuan formal.

Contoh : Toleransi untuk saling menghormati antar satu ras dengan


ras yang lainnya.

8)Consiliation yaitu, usaha untuk mempertemukan keinginan-


keinginan pihak-pihak yang berselisih bagi tercapainya suatu
persetujuan bersama.

Contohnya: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga


legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-
perbedaan sehingga dicapai kesepakatan bersama.

·Asimilasi

Proses asimilasi menunjuk pada proses yang ditandai adanya usaha


mengurangi perbedaan yang terdapat diantara beberapa orang atau
kelompok dalam masyarakat serta usaha menyamakan sikap, mental, dan
tindakan demi tercapainya tujuan bersama. Asimilasi timbul bila ada
kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda,
saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat
laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk
kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.

·Akulturasi

proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia


dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari
suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur -
unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan
sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu
sendiri.

b.Disosiatif

Interaksi sosial ini mengarah pada bentuk pemisahan dan terbagi dalam tiga
bentuk sebagai berikut:
·Persaingan/kompetisi

Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial


tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa
menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.

·Kontravensi

Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan


pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak
senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan seperti
perbuatan menghalangi, menghasut, memfitnah, berkhianat, provokasi,
dan intimidasi yang ditunjukan terhadap perorangan atau kelompok atau
terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat
berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan
atau konflik.

·Konflik

Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu,


akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar,
sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang
mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

5.Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

a.Sugesti yaitu, proses pemberian pandangan atau pengaruh kepada orang lain
dengan cara tertentu sehingga pendangan atau pengaruh tersebut diikuti tanpa
berfikir panjang.

Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan


terlibat kenalan remaja. Tanpa memikirkan akibatnya kelak .

b.Imitasi yaitu, pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang
lain.

Contoh: Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya .

c.Identifikasi yaitu, menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang


ditirunya .

Contoh: Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya
suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayah nya .

d.Simpati yaitu, perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang yang
membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain.

Contoh: mengucapkan ulang tahun pada hari ulang tahun merupakan wujud
simpati pada seseorang.
e.Empati yaitu, rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami
sesuatu yang menarik perhatian. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati
yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya.

Contoh: apabila kita melihat seseorang yang kecelakaan kita berempati untuk
ikut membantu korban kecelakaan itu.

f.Motivasi yaitu, dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan


perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalistis. Motivasi dalam diri seorang
muncul disebabkan faktor atau pengaruh dari orang lain sehingga individu
melakukan kontak dengan orang lain.

Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan


salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh
rasa tanggung jawab

C.PERUBAHAN SOSIAL

1. Definisi Perubahan Sosial

Selo Soemardjan mengatakan perubahan sosial merupakan segala perubahan pada


lembaga-lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk
didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku diantara kelompok-
kelompok dalam masyarakat.

Kingsley Davis mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang


terjadi dalam struktur dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Mac lver mengatakan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan


sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

Gillin mengatakan perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang
telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan
materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan
baru dalam masyarakat.

Ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang


material maupun immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur
kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

2.Teori-teori Perubahan Sosial


·Para ahli banyak yang berpendapat bahwa kecenderungan terjadinya
perubahan sosial merupakan gejala wajar yang timbul dari pergaulan hidup
manusia.
·Ahli lain berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya
perubahan dalam unsur-unsur geografis, biologis, ekonomis, atau kebudayaan.
Pendapat-pendapat pada umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan
lingkaran kejadian-kejadian.
·Pitirim A. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan
adanya suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan-
perubahan sosial tidak akan berhasil baik.
·Beberapa sosiolog berpendapat bahwa ada kondisi-kondisi sosial primer yang
menyebabkan terjadinya perubahan. Misalnya kondisi ekonomis, teknologis,
geografis, atau biologis menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada
aspek-aspek kehidupan sosial lainnya. Sebaliknya ada pula yang mengatakan
bahwa semua kondisi tersebut sama pentingnya, satu atau semua akan
menelorkan perubahan-perubahan sosial.

Pada dewasa ini proses-proses pada perubahan sosial dapat diketahui dari adanya
ciri-ciri tertentu, yaitu sebagai berikut :

a.Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya karena setiap


masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau cepat.
b.Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu, akan diikuti
dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
c.Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan
disorganisasi yang bersifat sementara karena berada didalam proses
penyesuaian diri.
d.Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau
bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal
balik yang sangat kuat.
3.Beberapa Bentuk Perubahan Sosial
a.Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan yang memerlukan waktu lama dan disertai perubahan kecil yang saling
mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi. Ada bermacam-macam teori tentang
evolusi, yaitu :

vUnilinear theories of evolution

Berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaan)


mengalami perkembangan sesuai tahap-tahap tertentu, bermula dari bentuk
yang sederhana, kemudian bentuk kompleks, sampai pada tahap sempurna.

vUniversal theory of evolution

Menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-


tahap tertentu yang tetap. Kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis
evolusi yang tertentu.

vMultilinied theories of evolution

Menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap


perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.
Perubahan sosial yang berlangsung cepat dinamakan revolusi. Syarat-syarat
terjadi revolusi :

vHarus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.


vAdanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap
mampu memimpin masyarakat tersebut.
vAdanya pemimpin yang dapat menampung keinginan masyarakat lalu
menjadikan program dan arah gerakan.
vPemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada
masyarakat.
b.Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur


struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung terhadap masyarakat.

Perubahan besar merupakan perubahan-perubahan yang dapat membawa


pengaruh besar pada masyarakat.

c.Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang direncanakan terlebih


dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan didalam
masyarakat. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan
yangterjadi tanpa dikehendaki, berlangsung diluara jangkauan pengawasan
masyarakat dan dapat menimbulkan akibat-akibat sosial yang yang tidak
diharapkan masyarakat.

4.Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial


a.Bertambah atau berkurangnya penduduk

Pertambahan penduduk menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur


masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya
penduduk mungkin disebabkan karena adanya migrasi. Perpindahan penduduk
menyebabkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja dan
stratifikasi sosial yang mempengaruhi lembaga-lembaga masyarakat.

b.Penemuan-penemuan baru

Penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru tersebar ke lain-lain bagian


masyarakat dan cara-cara kebudayaan baru tersebut diterima, dipelajari, dan
akhirnya dalam masyarakat yang bersangkutan.

c.Pertentangan masyarakat
Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan
sosial. Pertentangan bisa terjadi antara individu dengan kelompok, bisa antara
kelompok dengan kelompok.

d.Terjadinya pemberontakan atau revolusi

Pemberontakan atau revolusi dapat menyebabkan perubahan mendasar pada


segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga
batih.

Perubahan sosial juga dapat disebabkan oleh faktor yang berasal dari luar masyarakat
itu sendiri, yaitu :

a.Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
b.Peperangan
c.Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
5.Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan :
a.Kontak dengan kebudayaan lain
b.Sistem pendidikan yang maju
c.Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginannya untuk maju
d.Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan menyimpang
e.Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
f.Penduduk yang heterogen
g.Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
h.Orientasi ke muka
i.Nilai meningkatkan taraf hidup
6.Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan :
a.Kurangnya hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain
b.Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
c.Sikap masyarakat yang tradisionalis
d.Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat
e.Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f.Prasangka terhadap hal-hal baru
g.Hambatan ideologis
h.Kebiasaan
i.Nilai pasrah

D.KAITANNYA DENGAN STUDI MASYARAKAT DI INDONESIA

Masyarakat merupakan bagian yang penting dalam suatu negara. Tanpa masyarakat, tidak
akan terbentuk suatu negara, karena masyarakat merupakan komponen penting dalam negara.

Seperti halnya di Indonesia, masyarakat di Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa,
maupun agama. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang saling berinteraksi
untuk dapat menjalin hubungan yang baik termasuk dalam pemenuhan kebutuhan. Seperti
yang dikatakan banyak ahli mengenai pengertian masyarakat, masyarakat di Indonesia
memiliki adat istiadat, norma maupun peraturan yang perlu dipatuhi agar tercapai keteraturan
dalam masyarakat. Sesuai hakikatnya, seorang individu adalah makhluk sosial yang tidak
dapat berdiri sendiri dan memerlukan orang lain, begitu pula masyarakat di Indonesia
memiliki sifat ketergantungan dan saling membutuhkan sehingga terjalin kerjasama untuk
dapat memenuhi kebutuhan.

Pada masyarakat yang majemuk, seperi di Indonesiamemiliki banyak kebudayaan dengan


standar perilaku yang berbeda dan kadangkala bertentangan. Perkembangan kepribadian
individu pada masyarakat ini sering dihadapkan pada model-model perilaku yang suatu saat
disetujui oleh beberapa kelompok namun dicela kelompok lainnya.

MasyarakatIndonesia sebagai salah satu negara berkembang mempunyai ciri , adanya


perubahan yang sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan,baik perubahan sistem
ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Dalam kenyataannya, tidak ada perubahan sosial
yang tidak menimbulkan akibat terhadap kebudayaan setempat. Kebudayaandianggap sebagai
sumberperilaku individu pada sekelompok masyarakat, karena setiap anak lahir dalam suatu
lingkungan alam tertentu dan dalam satu lingkungan kebudayaan tertentu yang keduanya
merupakan lingkungan yang berkaitan dalam menentukan proses perkembangannya. Dalam
kenyataannya, kebudayaan cenderung mengulang-ulang perilaku tertentu melalui pola asuh
dan proses belajar yang kemudian memunculkan adanyakepribadian atau perilaku yang
merupakan ciri khas dan masyarakat tertentu yang mencerminkan kepribadian masyarakat
dalam lingkungan tersebut sebagaimana terjadi di Indonesia

Kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa memicu
munculnya masalah - masalah kesuku bangsaan yang memiliki potensi pemecah belah dan
penghancuran sesama bangsa Indonesia.Konflik-konflik yang sering terjadi adalah konflik
antar etnik dan antar agama. Ini merupakan konflik yang sering terjadi akibat kemajemukan
masyarakat Indonesia yang mungkin masih belum bisa diterima oleh sebagian masyarakat di
Indonesia.

Keanekaragaman Indonesia tidak hanya dilihat dari kemajemukan masyarakatnya saja.


Indonesia adalah negara kaya baik hasil bumi maupun adat dan budaya nya. Bahkan terdapat
semangat perubahan sosial yang mencakup semua aspek yang ada di Indonesia, yang lebih
difokuskan pada keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang berdampak positif dan
menghasilkan kemajuan dalam setiap aspek. Meskipun begitu, banyak sekali kendala dalam
melakukan perubahan baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain
sebagainya. Perwujudan konkrit dari perubahan itu adalah berupa upaya pembangunan yang
terencana, termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Tetapi tidak jarang, perubahan yang
akan terjadi itu justru menimbulkan konflik yang panjang.
Seperti yang terjadi ketika masa penjajahan, masyarakat Indonesia memaksa Soekarno untuk
menjadi presiden dan Bung Hatta sebagai wakil presiden. Masyrakat Indonesia memilih atas
dasar kepercayaan dan keinginan untuk terbebas dari penjajahan dengan cara mengangkat
seorang presiden dan wakil presiden untuk memproklamirkan kemerdekaan. Disinilah terjadi
revolusi yang besar yang mampu mengubah seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat
Indonesia menjadi merasa lebih tenang karen terlepas dari jajahan Jepang maupun Belanda.
Ini menjadi perubahan yang sangat cepat yang memberikan dampak yang cukup kuat bagi
masyarakat di Indonesia. Ini merupakan perubahan besar dan dikehendaki karena membawa
pengaruh dalam perubahan alam aspek ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.

Seiring berkembangnya zaman, bangsa Indonesia semakin modern dan mulai menggunakan
teknologi yang dipercaya dapat mempermudah pekerjaan manusia. Namun tidak semua
lapisan masyarakat mau menerima perubahan ini. Ada beberapa kelompok masyarakat yang
menolak perubahan secara terang – terangan. Seperti di beberapa suku terpencil di Indonesia,
jangankan menggunakan teknologi yang baru, mereka pun tidak mau menggunakan sabun
mandi yang jelas – jelas sangat bermanfaat bagi kesehatan mereka sendiri, dengan alasan agar
nenek moyang tidak marah karena keturunannya menggunakan benda – benda asing. Padahal
jika dipikir secara logika, perilaku mereka ini justru merupakan upaya pemeliharaan
lingkungan dari bahan – bahan kimia. Kelompok – kelompok yang cenderung tertutup dan
lebih memilih untuk menjunjung tinggi budayanya inilah yang akan mengalami proses yang
sangat lambat dalam menerima perubahan yang terjadi di Indonesia.

Namun lebih banyak masyarakat Indonesia memilih untuk melakukan perubahan sosial
dengan keinginan agar lebih maju, meskipun hal itu dilakukan dengan mempelajari atau
bahkan menyerap kebudayaan lain.

BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Masyarakat adalah manusia yang hidup bersama di suatu wilayah tertentu dalam
waktu yang cukup lama yang saling berhubungan dan berinteraksi dan mempunyai
kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Sedangkan interaksi
sosial adalah interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling
mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar
kelompok maupun atar individu dan kelompok.

Dan perubahan sosial adalah interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama
manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar
individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.

Jadi, didalam sebuah masyarakat terdapat interaksi sosial yang membuat mereka terhubung
antara satu dengan yang lainya dan masyarakat dapat berubah sesuai dengan faktor-faktor
lingkungan.
Interaksi Sosial, Komunitas/kelompok di Masyarakat

A. Pengertian Interaksi Sosial


Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal
balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Murdiyatmoko dan Handayani (2004:50) menyatakan bahwa ‘interaksi sosial adalah

hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang

menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial’.

(jurnal-sdm.blogspot, 2009)

1. Macam-macam Interaksi Sosial


Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam,
yaitu:
a. interaksi antara individu dan individu;
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika
hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik
merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan). interaksi antara individu dan kelompok;
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial
individu dan kelompok bermacam – macam sesuai situasi dan kondisinya.
b. interaksi sosial antara kelompok dan kelompok.
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak
pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai pada
saat mereka sedang menegur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin
berkelahi.
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor, imitasi, sugesti, identifikasi, dan
simpati.
Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru. Dalam proses peniruan biasanya lebih
mudah terjadi dan mudah berubah, artinya proses peniruan seringkali tidak bertahan lama
karena apabila ada model baru mak berubah lagi pada model tersebut.
Sugesti adalah satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara pandang atau
pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu.
Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial adalah hampir sama.
Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan
pada sugesti seseorang mamberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang
lain diluarnya.
Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap yang lain. Orang dapat tiba-
tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya, karena keseluruhan cara-cara tingkah
laku menarik baginya.
2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat Gillin dan Gillin, mengemukakan dua macam proses sosial yang
timbul sebagai akibat adanya interkasi sosial, yaitu:
a. proses asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau
gabungan), seperti kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan alkulturasi.
b. proses disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk-bentuk persaingan seperti kontravensi,
pertentangan, dan konflik.
1) Bentuk Interaksi Asosiatif
Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan
kelompok lain. Bentuk kerjasama yaitu, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang
dan jasa antara dua organisasi atau lebih (bargaining), proses penerimaan unsur-unsur baru
dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara
untuk menghinari terjadinya terjadinya kegoncnagan dalam stabilitas organisasi yang
bersangkutan (cooperation), kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai
tujuan yang sama (coalition).
Bentuk Akomodasi beberapa diantaranya yaitu, adjudication (perselisihan perkara atau
sengketa di pengadilan), mediation (diundang pihak ketiga yang ahli dalamsoal perselisihan
yang ada).
2) Bentuk Interaksi Disosiatif
Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang
bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian
atau prasangka tanpa mempergunakan kekerasan.
Kontraversi yaitu bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan.
Kontraversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka
yang disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejala-gejala
tersebut tidak sampai menjadi pertentangan dan pertikaian.
Pertentangan adlah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha
untuk emncapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan.
3. Ciri-ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, a. jumlah pelakunya
lebih dari satu orang
b. terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
4. Syarat-syarat Terjadinya Interkasi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung
jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu. a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya
interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski
tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
. Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
B. Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok Sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan
keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat.
Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. (Wikipedia)
A. Definisi dan Ciri-Ciri Kelompok Sosial
Kelompok sosial mengandung pengertian suatu kumpulan dari individu-individu yang saling
berinteraksi sehingga menumbuhkan perasaan bersama.
Berikut ini adalah engertian kelompok sosial dari beberapa ahli.
a. Menurut Soerjono Soekanto, kelompo adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia
yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan
saling mempengaruhi.
b. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, istilah kelompok sosial diartikan sebagai
kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
c. Menurut George Homans, kelompok adalah kumpulan individdu yang melakukan kegiatan,
interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan
berhubungan secara timbal balik.
Menurut Soerjono Soekanto, suatu himpunan manusia dikatakan kelompok sosial apabila
memenuhi persyaratan berikut ini :
a. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia bagian dari kelompok tersebut.
b. Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada
kesungguhan para anggotanya dalam melaksanakan perannya.
c. Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.
d. Memiliki kepentingan bersama.
e. Adanya interaksi dan komunikasi diantara anggotanya.
2. Ciri-ciri Kelompok Sosial
Ciri-ciri kelompok sosial tersebut adalah sebagai berikut :
a. Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan
manusia yang lain.
b. Memiliki struktur sosial
c. Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.
d. Memiliki faktor pengikat.
e. Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.
Maka kelompok sosial dapat dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu kelompok sosial kecil dan
kelompok sosial besar.

B. Proses Pembentukan Kelompok Sosial


1. Faktor-faktor Pendorong Timbulnya Kelompok Sosial
a. Dorongan untuk mempertahankan hidup
b. Dorongan untuk meneruskan keturunan
c. Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
2. Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
a. Kesatuan Genealogis atau Faktor Keturunan
b. Kesatuan Religius
c. Kesatuan Teritorial (Community)
d. Kesatuan Kepentingan (Asosiasi)
C. Klasifikasi Kelompok Sosial
1. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Solidaritas Antara anggota
Istilah ini dipopulerkan oleh seorang sosiolog yang bernama Emile Durkheim.
a. Solidaritas MekanikSolidaritas mekanik adalah solidaritas yang muncul pada masyarakat
yang masih sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belujm mengenal adanya
pembagian kerja diantara para anggota kelompok.
b. Solidaritas Organik
Solidaritas organik adalah solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah kompleks dan
telah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh saling ketergantungan
antaranggota.
2. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Erat Longgarnya Ikatan dalam Kelompok.
Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Ferdinand Tonnies
a. Gemeinschaft (Paguyuban)
Gemeinschaft adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan erat dan intim.
b. Gesellschaft (Patembayan)
Gesellschaft adalah kehidupan publik yang bersifat sementara dan semu.
3. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Indentifikasi Diri
a. In-Group
b. Out-Group
4. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Hubungan diantara Para Anggotanya.
a. Kelompok Primer
Kelompok Primer adalah kelompok sosial yang memiliki hubungan saling mengenal dan
memiliki perasaan kebersamaan.
b. Kelompok Sekunder
Kelompok Sekunder adalah kelompok sosial yang terbentuk karena adanya kepentingan yang
sama sehingga kerjasama didasarkan pada hitungan untung rugi.
5. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Sistem Hubungan
a. Kelompok Formal
Kelompok Formal adalah kelompok yang memiliki sistem hubungan yang sengaja
diciptakan, sehingga unsur-unsur dalam suatu organisasi merupakan bagian-bagian
fungsional yang berhubungan.
b. Kelompok Informal.Kelompok informal adalah kelompok yang memiliki hubungan
secara pribadi, bersifat erat dan intim.

Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan
ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt
kemudian membagi kelompok menjadi empat macam.
1. Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial
dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah
kecamatan.
2. Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai
organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.

3. Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan
satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok
pertemuan, kerabat.

4. Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada
persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para
anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan
organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

C. Pengertian Masyarakat Dan Komunitas


Dalam konteks keseharian seringkali terjadi kesalahan pemahaman antara society dan
community. Dua istilah konsep tersebut sering ditafsirkan secara sama padahal artinya sangat
berbeda.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu
yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam
bahasa Arab, musyarak. Sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar
entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung
satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. (Wikipedia)
Unsur masyarakatmenurut konsep Horton dan Hunt adalah:
1. kelompok manusia;
2. yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal;
3. menempati suatu kawasan;
4. memiliki kebudayaan;
5. memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan.
Berdasarkan pengamatan dan penghayatan kita setuju bahwa manusia sejak lahir
sampai mati selalu terikat dengan masyarakat. Kita tidak akan lepas dari masyarakat, mencari
nafkah, serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kepentingan
yang melekat pada diri masing-masing menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan
masyarakat sebagai wadahnya.
Sedangkan komunitas dalam bahasa Inggrisnya community adalah sebuah kelompok
sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan
habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki
maksud, kepercayaan, sumber daya, kebutuhan, dan sejumlah kondisi lain yang serupa.
Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat
diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak".
(Wikipedia)
Komunitas merupakan bagian kelompok dari masyarakat dalam lingkup yang lebih
kecil, mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial).
Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto, istilah community dapat diterjemahkan sebagai
“masyarakat setempat”, yang mana menunujuk pada warga-warga sebuah desa, sebuah kota,
suku atau bangsa. Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik itu kelompok besar atau kecil,
hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat
memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama, maka kelompok tadi dapat disebut
masyarakat setempat. Intinya mereka menjalin hubungan sosial.
Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat atau komunitas adalah suatu wilayah
kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Dasar-dasar
dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan masyarakat sekitar. Jadi, unsu-unsu
komunitas adalah wilayah atau lokalisasi dan perasaan.

Jadi pengertian masyarakat (society) dengan komunitas (community) adalah kalau


masyarakat lebih bersifat umum dan luas, sedangkan komunitas lebih terbatas dan dibatasi oleh
areal kawasannya, serta jumlah warganay. Namun apabila ditinjau dari aktivitas hubungannya,
lebih erat pada masyarakat setempat atau komunitas daripada masyarakat (society).