Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL BUSINESS PLAN

USAHA RUMAH JUICE DAN CREPES

Oleh:

BINTANG FAJAR PAMUNGKAS NIM : 1810031802035


IVAN FERNANDO NIM : 1610031802049
YORY PRYA ES NIM : 1410031802289

Jurusan Teknik Informatika


Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Amik Riau
2019

DAFTAR ISI
BAB I .................................................................................................................................. 4
1.1. Latar belakang .......................................................................................................... 4
BAB II................................................................................................................................. 5
2.1. VISI ........................................................................................................................... 5
2.2. MISI .......................................................................................................................... 5
BAB III ............................................................................................................................... 6
3.1. Rencana Produk ....................................................................................................... 6
3.2. Produk/ Jasa yang dihasilkan ................................................................................... 7
3.3. Kebutuhan bahan baku dan SDM ............................................................................ 7
3.3.1. Perencanaan bahan baku ................................................................................... 7
3.3.2. Kemampuan Rencana Kebutuhan Bahan .......................................................... 8
3.3.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Bahan ..................................... 8
3.4. SDM .......................................................................................................................... 8
BAB IV ............................................................................................................................... 9
4.1. Analisa SWOT ........................................................................................................... 9
4.2. Strategi Pemasaran ................................................................................................ 10
4.3. Proyeksi Demand & Supply 5 Tahun Kedepan ....................................................... 12
4.4. Asumsi Demand & Supply ...................................................................................... 13
BAB V .............................................................................................................................. 13
5.1. Alokasi biaya .......................................................................................................... 13
5.1.1. Investasi .......................................................................................................... 14
5.1.2. Bahan Baku ..................................................................................................... 15
5.1.3. Biaya Operasional ........................................................................................... 15
5.1.4. Harga Per unit dan Rencana Penjualan Sehari ................................................ 16
5.1.5 Analisis Keuntungan ........................................................................................ 16
5.1.6 Analisa R/C ...................................................................................................... 17
5.2. Proyeksi Laba ......................................................................................................... 18
5.3. Investasi Awal ........................................................................................................ 19
5.4. Sumber Pembiayaan .............................................................................................. 19
5.5. NPV......................................................................................................................... 20
5.6. Asumsi Proyek Keuangan ....................................................................................... 21
BAB VI ............................................................................................................................. 22
6.1. Faktor Penghambat Bisnis ..................................................................................... 22
BAB VII ............................................................................................................................ 23
7.1. Kesimpulan............................................................................................................. 23
7.2. Saran ...................................................................................................................... 23
BAB I
LATAR BELAKANG

1.1. Latar belakang

Akhir akhir ini bisnis usaha makanan ringan atau cemilan sudah

banyak menjamur dan mengalami peningkatan yang signifikan. Banyak

inovasi-inovasi makanan ringan yang ditemukan, sehingga untuk menemukan

suatu usaha bisnis dengan inovasi terbaru sangatlah susah di cari. Selain

makanan berat manusia juga membutuhkan makanan ringan untuk menahan

lapar, misalnya ketika mereka berada di saat-saat tidak dalam jam makan.

Biasanya yang dipilih untuk menahan lapar tersebut adalah roti, snack, atau

cemilan yang bisa dinikmati langsung rasanya. Bisa dibilang bisnis ini cukup

menjanjikan. Alasannya, semua orang menyukai makanan, dan berbisnis di

bidang ini tidak ada patokan usia. Dari mulai anak-anak, remaja, dewasa dapat

menikmatinya. Karena segmentasi pasarnya pun mencakup berbagai kalangan.

Disini usaha bisnis yang dikembangkan adalah dengan

memgembangan usaha waralaba yang sudah ada yaitu waralaba crepes, atau

bentuk kerjasama bisnis atau usaha dengan memakai prinsip kemitraan,

sebuah perusahaan yang sudah mapan baik itu dari segi sistem manajemennya,

keuangannya maupun dari marketingnya serta adanya merek dari produk

perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan perusahaan

ataupun individu yang memakai merek dari produk. Jadi dalam usaha ini
hanya menggunakan merk dan produk dari perusahaan tersebut dalam bentuk

kerjasama produk tepung crepes yaitu “Loyal Crepes”. Cerpes atau Martabak

tipis merupakan makanan dari perancis yang mulai terkenal di indonesia tahun

90an. Makanan ringan ini cukup populer di masyarakat, karena memiliki

beragam varian rasa dan harganya cukup terjangkau. Oleh karena itu kami

tertarik untuk membuka usaha “Rumah Juice dan Cerepes” dengan

penambahan nama Rumah Juice tesebut agar ada menu-menu tambahan dan

inovasi tambahan selain makanan ringan tersebut.

BAB II
TUJUAN BISNIS

2.1. VISI

“Menyajikan jajanan sehat modern serta sehat dan bergizi untuk memuaskan

konsumen”

2.2. MISI

1. Memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan berusaha memaksimalkan

pelayanan yang diberikan.

2. Menjaga kualitas dan mutu Crepes Crispy agar tetap memiliki tempat di

hati pelanggan.

3. Menjaga kualitas keasilan juice buah yang segar dan bervitamin.


BAB III
DESKRIPSI PRODUK

3.1. Rencana Produk

Usaha ini rencana akan memproduksi olahan makanan ringan berupa

crepes dan tambahan menu lainnya yaitu juice. Seperti yang telah di

jelaskan sebelumnya Crepes adalah olahan makanan ringan dari perancis

yang bahan utamanya terbuat dari tepung terigu, telur, susu, mentega dan

garam. Saat ini sudah banyak perusahaan waralaba yang dapat

memproduksi bahan-bahan pembuat olahan crepes dalam bentuk bubuk atau

tepung. Untuk itu kami mempunyai rencana untuk membuka usaha crepes

tersebut dengan bermitra dengan perusahaan waralaba. Keuntungan dari

bermitra dengan perusahaan waralaba yaitu produknya sudah disediakan

oleh perusahaan tersebut hanya tinggal kita mengolah produk tersebut dan

menjualnya. Dengan persyaratan dan perjanjian yang telah di tentukan oleh

perusahaan tersebut. Sebagai contoh Walaraba Loyal Crepes, kami

diharuskan membeli produk tepung crepes, kertas pembungkus, spanduk

logo tersebut dengan sistem paket pembelian. Harga produk murah

diperkirakan berkisar Rp 6.000 sampai dengan Rp 8.000 tergantung rasa.

Ada pilihan rasa yang ditawarkan, antara lain coklat, bluberry, strawberry,

kacang, nanas, coklat keju, keju, coklat kacang. Disamping usaha penjualan

crepes tersebut, kami juga membuka juice buah sebagai minumannya. Juice
buah ini adalah usaha sendiri dengan membeli bahan-bahannya secara

pribadi. Harga juice buah ini juga Rp 6.000.

3.2. Produk/ Jasa yang dihasilkan

Adapun produk yang di hasil dalam usaha ini adalah:

a. Menghasilkan hidangan Crepes yang lezat dan bergizi

b. Harga Crepes relatif terjangkau sesuai dengan topping varian rasanya

c. Menyajikan menu minuman juice segar sebagai menu tambahan selain

crepes

d. Tidak menggunakan bahan pengawet dan produk dikemas secara

menarik dan sederhana

3.3. Kebutuhan bahan baku dan SDM

3.3.1. Perencanaan bahan baku


Ada beberapa pengertian dari Rencana Kebutuhan Bahan atau bisa disebut dengan
Material Requitmen Planning (MRP), antara lain adalah sebagai berikut:

Di kemukakan oleh Pangestu (2000) Material Requirement Planning (MRP)


adalah pembelian barang yang dibutuhkan,direncanakan sesuai dengan kebutuhan
untuk membuat barang

Di kemukakan oleh Tampubolon (2004) Material Requirement Planning (MRP)


merupakan komputerisasi system seluruh bahan yang dibutuhkan dalam proses
konversi suatu perusahaan, baik usaha manufactur maupun usaha jasa.
3.3.2. Kemampuan Rencana Kebutuhan Bahan

Ada empat kemampuan yang menjadi ciri utama rencana kebutuhan bahan, yaitu
(Ginting, 2007):

Mampu menentukan kebutuhan pada saat yang tepat. Maksudnya adalah


menentukan secara tepat ”kapan” suatu pekerjaan harus diselesaikan atau ”kapan”
bahan harus tersedia untuk memenuhi permintaan atas produk akhir yang sudah
direncanakan pada jadwal induk produksi

Membentuk kebutuhan minimal untuk setiap item. Dengan diketahuinya


kebutuhan akan produk jadi, MRP dapat menentukan secara tepat sistem
penjadwalan (berdasarkan prioritas) untuk memenuhi semua kebutuhan minimal
setiap item komponen.

Menentukan pelaksanaan rencana pemesanan.Maksudnya adalah memberikan


indikasi kapan pemesanan atau pembatalan terhadap pemesanan harus dilakukan,
baik pemesanan yang diperoleh dari luar atau dibuat sendiri.

Menentukan penjadwalan ulang atau pembatalan atas suatu jadwal yang sudah
direncanakan. Apabila kapasitas yang ada tidak mampu memenuhi pesanan yang
dijadwalkan pada waktu yang diinginkan, maka MRP dapat memberikan indikasi
untuk melakukan rencana penjadwalan dengan menentukan prioritas pesanan
yang realistis.

3.3.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Bahan


Setiap sistem tertentu memiliki beberapa keterbatasan, sehingga selalu saja ada
hal-hal yang mempengaruhi tingkat kesulitan setelah sistem tersebut dioperasikan.
Lima faktor MRP yang mempengaruhi tingkat kesulitan MRP yaitu (Nasution dan
Yudha, 2008):

1. Stuktur Produk
2. Ukuran Lot
3. Lead Time yang berbeda-beda
4. Perubahan-perubahan terhadap produk akhir dalam suatu perencanaan
5. Komponen-komponen bersifat umum

3.4. SDM
SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat indentik kaitannya dengan suatu
organisasi, baik itu perusahaan maupun institusi, karena SDM merupakan salah
satu faktor yang penting di dalamnya.

Dalam menentukan perkembangan atau kemajuan suatu perusahaan SDM adalah


kunci utamanya. Sumber Daya Manusia artinya manusia/seseorang yang bekerja
menjadi penggerak, memberi pemikiran/inspirasi atu suatu perencanaan yang
secara teoitis dan prakteknya mencapai hasil atau tujuan. Jika SDM yang dimiliki
oleh seseorang dengan kemampuan atau kualitas yang baik maka perusahaan
tersebut akan maju.Saat ini, seorang karyawan telah dianggap sebagai suatu aset
penting bagi perusahaan, bukan lagi hanya dianggap sebagai sumber daya saja.
Karena alasan itu, ada banyak istilah yang bermunculan selain Human Resources
(H.R) yakni, Human Capital (H.C). Dalam istilah tersebut SDM diartikan sebagai
aset yang bernilai tinggi, dapat dilipatgandakan, dikembangkan, serta bukan lagi
sebagai liability (cost, beban) atau sumber aset utama.

BAB IV
PERENCANAAN PEMASARAN BISNIS

4.1. Analisa SWOT

Adapun analisis SWOT dalam perencanan bisinis Cepes ini terhadap dunia

kuliner adalah sebagai berikut:

a. Strength ( kekuatan)

Potensi yang dimiliki oleh usaha Crepes ini yaitu mempopulerkan

crepes yang belum terlalu dikenal di Pekabaru terlebih di kawasan kampus

sehingga besar kemungkinan usaha ini untuk menjadi usaha yang cukup

besar dan bisa berkembang, bahan produk yang terjamin sehat dan

higienis, tidak menggunakan bahan pengawet dan produk dikemas secara


menarik, sederhana dan mempunyai rasa yang bervariasi serta harga yang

cukup terjangkau.

b. Weakness (kelemahan)

Kelemahan usaha ini adalah karena baru dibangun maka belum

terlalu dikenal oleh masyarakat.

c. Oppurtinity (peluang)

Tempat lokasi yang strategis seperti kawasan kampus, sekolah,

dekat keramaian akan menjadi salah satu peluang untuk mengundang

banyak pelanggan untuk datang dan membeli produk ini karena

lingkungan kampus yang konsumtif dan belum ada yang menjual Crepes

ini sehingga mempunyai peluang besar untuk mendapatkan keuntungan

yang sebesar-besarnya.

d. Treath (ancaman)

Harga bahan baku dari Crepes dan Buah-buahan yang sewaktu-

waktu bisa naik dapat menyebabkan kenaikan harga Crepes yang mungkin

dapat mengurangi pembeli.

4.2. Strategi Pemasaran

Adapun strategi pemasaran yang dapat kami lakukan adalah:

a. Dari mulut ke mulut

Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak

memerlukan banyak biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan


bercerita dengan teman-teman kita atau keluarga untuk mempromosikan

usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua konsumen/masyarakat

akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah diketahui dan

disukai, maka konsumen tersebut akan memberitahukan kepada orang lain

untuk membeli roti bakar di tempat kita.

b. Dengan media Internet

Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat

dilakukan dengan menggunakan media internet, seperti dapat melalui

facebook, twitter, instagram,dll. Karna sebagian besar masyarakat telah

menggunakan media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui usaha

kita.

c. Kerja Sama dengan media pelayanan lainnya

Karena masyarakat ini telah mengenal internet dan adanya sistem antar

jemput makanan maka, kami melakukan kerjasama dengan GOJEK.

Dimana Gojek adalah trasnsportasi antar jemput penumpang berbasis

online. Gojek ini banyak layanan yang diberikan mulai dari GO-RIDE

atau GO-CAR, GO-SEND, GO-FOOD dan lain-lain.

Go-Food merupakan sebuah fitur layanan food delivery layaknya delivery

order di sebuah rumah makan. Hanya dengan menggunakan smartphone

dan membuka fitur Go-Food di dalam aplikasi Gojek, konsumen bisa


memesan makanan dari restoran yang sudah bekerja sama dengan Gojek.

Makanan akan dipesan dan diantar langsung oleh Gojek. Singkatnya,

layanan ini sangat mirip dengan layanan delivery order dari sebuah

restoran. Sehingga kami pun bekerja sama dengan Go-Food dengan sistem

Bagi Hasil.

d. Melakukan Promosi diskon Harga

Yaitu menawarkan promosi makanan Crepes dan Juice tersebut kepada

Konsumen lewat aplikasi Go-Food yaitu memberikan diskon sebesar 10%.

Promosi tesebut ditawarkan pada tanggal-tanggal akhir bulan.

4.3. Proyeksi Demand & Supply 5 Tahun Kedepan

11,000

10,000

9,000
Supply
8,000 Demand

7,000

6,000

5,000
1 2 3 4 5
Tahun 1 2 3 4 5

Supply 7.253 7.978 8.776 9.654 10.619

Demand 7.753 8.078 8.876 9.754 10.719

4.4. Asumsi Demand & Supply

Berdasarkan grafik yang saya buat, saya mengasumsikan bahwa tahun

pertama “Rumah Juice dan Crepes” berdiri akan ada konsumen kira-kira 20

orang perhari dan belanja perorangan antara Rp 6.000,00 sampai Rp

8.000,00. Untuk ditahun pertama akan ada banyak promosi-promosi

dilakukan untuk menarik pelanggan. Untuk di tahun-tahun berikutnya kami

menargetkan peningkatan konsumen 10 %

BAB V
PERKIRAAN KEUANGAN

5.1. Alokasi biaya

Adapun alokasi biaya yang direncanakan bulan pertama untuk keperluan

pembelian perlengkapan penjualan, bahan baku jualan, promosi, sewa lokasi

dan gaji SDM sebagai berikut :


5.1.1. Investasi

Harga Total Biaya Umur Penyusutan

No Komponen Jumlah (Rp) (Rp) Ekonomis Pertahun

(tahun) (Rp)

1 Etalase 1 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 5 Rp 25.000,00


pembelian
2 1 paket Rp 2.000.000,00 Rp 2.000.000,00 1 Rp 166.666,67
paket crepes
Tempat
3 1 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 5 Rp 8.333,33
kompor
4 Meja kayu 1 Rp 300.000,00 Rp 300.000,00 4 Rp 6.250,00
Sealer gelas
5 1 Rp 850.000,00 Rp 850.000,00 4 Rp 17.708,33
plastik
6 galon 1 Rp 120.000,00 Rp 120.000,00 2 Rp 5.000,00

7 Blender 1 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 4 Rp 10.416,67


Toples plastik
8 10 Rp 8.000,00 Rp 80.000,00 1 Rp 6.666,67
kecil
9 Baki plastik 3 Rp 100.000,00 Rp 300.000,00 2 Rp 12.500,00

10 Meja warung 2 Rp 350.000,00 Rp 700.000,00 2 Rp 29.166,67

11 Kursi warung 4 Rp 80.000,00 Rp 320.000,00 1 Rp 26.666,67

12 Gelas juice 8 Rp 12.000,00 Rp 96.000,00 1 Rp 8.000,00

13 Kompor gas 1 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 2 Rp 20.833,33


Tabung gas
14 1 Rp 80.000,00 Rp 80.000,00 3 Rp 2.222,22
(3kg)
15 botol saos 3 Rp 80.000,00 Rp 240.000,00 1 Rp 20.000,00

16 pisau 1 Rp 15.000,00 Rp 15.000,00 1 Rp 1.250,00

17 banner 1 Rp 200.000,00 Rp 200.000,00 1 Rp 16.666,67


Lampu +
18 Kabel + 1 Rp 200.000,00 Rp 200.000,00 1 Rp 16.666,67
colokan
19 Sendok Plastik 8 Rp 2.000,00 Rp 16.000,00 1 Rp 1.333,33

20 Termos es 1 Rp 170.000,00 Rp 170.000,00 2 Rp 7.083,33


Tempat
21 Rp 20.000,00 Rp 20.000,00 Rp 1.666,67
sampah 1 1
Total Biaya Investasi Rp 8.707.000,00 Rp 410.097,22
5.1.2. Bahan Baku

NO BAHAN JUMLAH BIAYA PER BULAN


1 tepung 5 kg Rp 350.000,00
2 telur 1 papan Rp 40.000,00
3 selai 3 rasa 3 Rp 75.000,00
4 meses 1 Rp 40.000,00
5 Gelas plastik (cup) 1 Rp 11.000,00
6 Buah Mangga 1 kg Rp 30.000,00
7 Buah Naga 1 kg Rp 30.000,00
8 Buah Alpukat 1 kg Rp 25.000,00
9 Buah wortel 1 kg Rp 12.000,00
10 Tomat 1 kg Rp 10.000,00
11 Buah Jeruk 1 kg Rp 12.000,00
12 Kantong plastik 1 Rp 20.000,00
13 Air galon 2 Rp 10.000,00
14 Susu kental 15 Rp 150.000,00
15 Mentega 1 Rp 50.000,00
16 Keju 1 Rp 120.000,00
17 Plastik tutup gelas 1 Rp 2.000,00
18 Gas kompor 3kg 2 Rp 50.000,00
Total Biaya Bahan Baku Rp 1.037.000,00

5.1.3. Biaya Operasional

NO Komponen BIAYA PER BULAN


1 sewa Tempat Rp 350.000,00
2 SDM Rp 1.500.000,00
3 Promosi Rp 150.000,00
Rp 2.000.000,00
Jadi kebutuhan Modal Awal Usaha Rumah Juice dan Crepes ini adalah

sebesar = Total Biaya Investasi + Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya

Operasional.

= Rp 8.707.000,00 + Rp 1.037.000,00 + Rp 2.000.000,00


= Rp 11.744.000,00

Total Alokasi Biaya

NO PEMBIAYAAN BIAYA KETERANGAN


1 Investasi Rp 8.707.000,00 Biaya Investasi Awal
2 Bahan baku Rp 12.444.000,00 Biaya bahan baku
selama 330
hari kerja
3 Biaya Rp 24.000.000,00 Biaya bahan baku
operasional selama 330
hari kerja
4 Biaya Rp 410.097,22 Biaya Penyusutan
penyusutan berdasarkan
perkiraan umur dari
investasi

5.1.4. Harga Per unit dan Rencana Penjualan Sehari


Jumlah
Jenis Produk Harga satuan Total Penjualan
Terjual
Crepes 1 Rasa 4 Rp 6.000,00 Rp 24.000,00
Crepes 2 Rasa 4 Rp 7.000,00 Rp 28.000,00
Crepes 3 Rasa 6 Rp 8.000,00 Rp 48.000,00
Juice semua rasa 6 Rp 6.000,00 Rp 36.000,00
Rp 136.000,00

5.1.5 Analisis Keuntungan


Waktu berjualan yaitu hari senin s/d minggu. Berikut rinciannya :

- Pendapatan Harian = Rp 136.000,00

- Pendapatan bulanan = Rp 136.000,00 x 30 hari = Rp 4.080.000,00


5.1.6 Analisa R/C
Analisis R/C ratio digunakan untuk melihat besarnya keuntungan relatif

dari usaha dalam satu tahun terhadap biaya yang dikeluarkan. Usaha

dikatakan layak bila nilai R/C ratio lebih besar dari 1 (R/C ratio > 1).

Semakin tinggi nilai R/C ratio, tingkat keuntungan usaha akan semakin

tinggi.

Total Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku (1thn) + Biaya Operasional (1thn)

= Rp 12.444.000,00 + Rp 24.000.000,00

= Rp 36.444.000,00

Total Pendapatan (1thn) = pendapatan bulanan x 12

= Rp 4.080.000,00 x 12

= Rp 48.960.000,00

Keuntungan/thn = Total Pendapatan – Total Biaya Produksi

= Rp 48.960.000,00 - Rp 36.444.000,00

= Rp 12.516.000,00/tahun

R/C = Total Pendapatan : Total Biaya Produksi

= Rp 48.960.000,00 : Rp 36.444.000,00

= 1,34

Maka usaha ini menguntungkan jika nilai R/C > 1

ROI = Keuntungan : Total Produksi x 100%

= Rp 12.516.000,00 : Rp 36.444.000,00 x 100 %

= 34 %

Jangka Waktu Pengembalian Modal


= Biaya Investasi x Masa Produksi / Keuntungan

= Rp 8.707.000,00 x 1 tahun : Rp 12.516.000,00

= 0,7 tahun

5.2. Proyeksi Laba

Proyeksi laba di prediksi berdasarkan penjualan selama 9 jam, buka

dari jam 13.00 wib hingga jam 22.00 wib pada bulan biasa (selain bulan

ramadhan) dan pada bulan ramadhan akan buka dari jam 15.00 wib hingga

jam 21.00 wib dan jam kerja yakni 330 hari.

Untuk menghitung proyeksi laba dan karena harga dari produk ini bervariasi

maka dengan asumsi rata rata harga jual produk Rp. 6.750,00

Proyeksi Demand & Supply

Tahun Demand Supply Rata-rata Transaksi/ Tahun (Rp)

1 7.753 7.253 48.957.750,00

2 8.078 7.978 53.853.525,00

3 8.876 8.776 59.238.877,50

4 9.754 9.654 65.162.765,25

5 10.719 10.619 71.679.041,78


Proyeksi Proyeksi
Proyeksi Rata-
Tahun Pengeluaran / Keuntungan
rata Penghasilan
Tahun (CS) (Penghasilan - CS)
1 Rp 36.444.000,00 Rp 48.957.750,00 Rp 12.513.750,00

2 Rp 40.088.400,00 Rp 53.853.525,00 Rp 13.765.125,00

3 Rp 44.097.240,00 Rp 59.238.877,50 Rp 15.141.637,50

4 Rp 48.506.964,00 Rp 65.162.765,25 Rp 16.655.801,25

5 Rp 53.357.660,40 Rp 71.679.041,78 Rp 18.321.381,38

5.3. Investasi Awal

Berdasarkan proyeksi keuangan yang sudah saya jabarkan. Kebutuhan

investasi awal sebesar Rp 11.744.000,00 dengan estimasi untuk pembiayaan

selama 1 bulan berjalannya usaha Rumah Juice dan Crepes ini. Untuk

kebutuhan bulan berikutnya akan di ambil dari keuntungan bulan

sebelumnya.

5.4. Sumber Pembiayaan

Beberapa sumber pembiayaan sebagai berikut:

a. Investor

Yang disebut dengan investor adalah seseorang yang berperan sebagai

penunjang bisnis yang paling banyak dicari oleh para pemilik usaha

yang memang membutuhkan suntikan dana guna mengembangkan usaha

yang dimilikinya tersebut. Tentunya dana yang dibutuhkan oleh para


pengusaha ini tidaklah sedikit dan bila hanya mengandalkan dana

pribadi, maka hasilnya tak akan maksimal.

b. Peminjaman (Hutang)

Dapat diperoleh dengan melakukan pinjaman atau hutang dari teman

atau saudara, investor perorangan lainnya, pemberian pinjaman berbasis

aset, bank-bank komersial, lembaga keuangan swadaya masyarakat dan

lainnya yang bisa digunakan sebagai pinjaman.

c. Biaya Pribadi (modal Sendiri)

Biaya pribadi yaitu biaya yang diambil dari kantong sendiri atau

inidividu disini bisa berupa biaya tabungan keluarga yang sudah ada.

Pilihan ini terakhir apabila tidak ada investor yang mau dan tidak adanya

dana peminjam dari bank atau lembaga keuangan lainnya.

5.5. NPV

𝐶1 𝐶1 𝐶1
NPV = −𝐶𝑜 + 𝑥 2 + (1+𝑟)2 + ⋯ + (1+𝑟)𝑇

-Co : Initial Investment (Total Modal)

C1 : Cash Flow (Proteksi Keuntungan)

R : Discount Rate (Suku Bunga)

T : Time

48.957.750,00 53.853.525,00 59.238.877,50


NPV= − 36.444.000,00 + ( (1+0,1)
+ (1+0,1)2 + (1+0,1)3
+

65.162.765,25 71.679.041,78
(1+0,1)4
+ (1+0,1)5
)

= − 36.444.000,00 + (44.507.045,5 + 44.507.045,5 + 44.540.509,4 +

44.632.031 +44.521.144 )
= 186.263.775

5.6. Asumsi Proyek Keuangan

Proposal usaha crepes ini harus dilakukan dengan penuh

pertimbangan. Pemilihan brand yang tepat harus dilakukan dengan hati-hati.

Sebisa mungkin memilih brand yang sudah dikenal masyarakat, sehingga

dengan leluasa kita menarik para konsumen.

Jajan adalah kesukaan orang-orang mulai dari anak-anak sampai dewasa.

Anak-anak adalah pelaku utamanya. Untuk itu, usaha kuliner sudah dipastikan

akan mendapat tempat tersendiri di hati para konsumen.

Untuk pertimbangan proyeksi rugi / laba yaitu dari peningkatan

konsumen yang datang ke ”Rumah Juice dan Crepes”. Dari awalnya

konsumen yang kecil dan akan naik terus naik >10% pertahunnya. Tentu

target ini akan tercapai dengan kami terus mengupdate varian rasa dari crepes

tersebut dan promosi yang mencapai target utama yaitu anak muda kekinian.
BAB VI
ANALISIS RESIKO BISNIS

6.1. Faktor Penghambat Bisnis

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi penghambat kami

dalam menjalankan usaha. Diharapkan dengan mengetahui beberapa faktor

penghambat tersebut akan dapat meminimalisia kegagalan.

A. Kurang dapat mengendalikan keuangan


Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama
dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan
penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan
menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak
lancar.

B. Lokasi Usaha
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan
keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
BAB VII
PENUTUP

7.1. Kesimpulan

Usaha Crepes Crispy ini mempopulerkan crepes yang berkualitas,

sehat, nikmat dengan inovasi makanan ringan yang jarang ditemukan, dan

dengan harga yang murah serta varian rasa yang banyak diharapkan Crepes

ini dapat berkembang pesat. Menyajikan menu juice buah yanng segar dan

bervitamin sehingga dapat diminati oleh masyarakat luas.

7.2. Saran

Kegagalan usaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain,

namun berasal dari diri kita sendiri, dengan demikian ketekunan dan

keuletan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.