Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Turbin adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengkonversikan sebuah energi menjadi
energi yang lain. Turbin mengkonversikan energi yang berasal dari alam, seperti angina, air, dan
gas untuk diubah menjadi energi yang lebih bermanfaat. Salah satunya adalah turbin air. Turbin
air mengubah energi yang dihasilkan oleh aliran air menjadi energi listrik. Turbin air digunakan
di PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) untuk mengubah energi dari air yang tertampung
dibendungan untuk dikonvesrikan menjadi energi listrik yang dialirkan ke rumah masyarakat.
Berdasarkan prinsip kerjanya turbin air diklasifikasinkan menjadi dua yaitu turbin turbin
impuls dan turbin reaksi. Sedangkan jika berdasarkan arah alirannya, turbin dikelompokkan
menjadi 2 kelompok, yaitu turbin aliran radial dan turbin aliran aksial. Selain itu ada beberapa
macam turbin yang kita ketahui, diantaranya ada turbin francis, turbin pelton dan turbin kaplan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan turbin ?


2. Apa fungsi dari turbin ?
3. Apa saja macam-macam turbin air dan prinsip kerjanya?
1.3 Tujuan Penulisan

1. Menjelaskan apa itu turbin.


2. Menjelaskan tentang fungsi turbin.
3. Menjelaskan macam-macam turbin air dan prinsip kerjanya.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Turbin

Turbin adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengkonversikan sebuah energi
menjadi energi yang lain. Turbin mengkonversikan energi yang berasal dari alam, seperti angin,
air, dan gas untuk diubah menjadi energi yang lebih bermanfaat. Salah satunya adalah turbin air.
Turbin air adalah alat untuk mengubah energi potensial air menjadi menjadi energi mekanik.
Energi mekanik ini kemudian diubah menjadi energi listrik oleh generator.Turbin air
dikembangkan pada abad 19 dan digunakan secara luas untuk pembangkit tenaga listrik. Dalam
pembangkit listrik tenaga air (PLTA) turbin air merupakan peralatan utama selain
generator. Berdasarkan prinsip kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi
kinetik, turbin air dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin impuls dan turbin reaksi.

2.2 Fungsi Turbin

Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik. Gaya jatuh
air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Turbin air kebanyakan seperti
kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan
air untuk memutar turbin. Perputaran turbin ini di hubungkan ke generator.

2.3 Macam-macam Turbin

Adapun Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik.yang

sering kita ketahui diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Turbin Francis
Turbin francis bekerja dengan memakai proses tekanan lebih. Pada waktu air masuk ke
roda jalan, sebagian dari enrgi tinggi jatuh telah bekerja di dalam suddu pengarah diubah sebagai
kecepatan air masuk. Sisa energi tinggi jatuh dimamfaatkan dalam sudu jalan, dengan adanya
pipa isap memungkinkan energi tinggi jatuh bekerja di sudu jalan dengan semaksimum
mungkin.
Turbin yang dikelilingi dengan sudu pengarah semuanya terbenam dalm air. Air yang
masuk kedalam turbin dialirkan melalui pengisian air dari atas turbin (schact) atau melalui
sebuah rumah yang berbentuk spiral (rumah keong). Semua roda jalan selalu bekerja. Daya yang
dihasilkan turbin diatur dengan cara mengubah posisi pembukaan sudu pengarah. Pembukaan
sudu pengarah dapat dilakuakan dengan tangan atau dengan pengatur dari oli tekan(gobernor
tekanan oli), dengan demikian kapasitas air yang masuk ke dalam roda turbin bisa diperbesar
atau diperkecil.

Pada sisi sebelah luar roda jalan terdapat tekanan kerendahan (kurang dari 1 atmosfir)
dan kecepatan aliran yang tinggi. Di dalam pipa isap kecepatan alirannya akan berkurang dan
tekanannya akan kembali naik sehingga air bisa dialirkan keluar lewat saluran air di bawah
dengan tekanan seperti keadaan sekitarnya. Pipa isap pada turbin ini mempunyai fungsi
mengubah energi kecepatan menjadi energi tekan.

- Daerah Kerja Turbin Francis

Jenis konstruksi turbin ini pertama kali dilaksanakan sekitar tahun 1950. Sekarang turbin
francis adalah yang paling banyak dipakai, karena tinggi air jatuh dan kapasitasnya yang paling
sering terdapat/ sesuai dengan kebutuhannya. Dari hasil penggunaan dan penelitian yang terus-
menerus untuk pengembangan selanjutnya, turbin francis sekarang sudah bisa digunakan untuk
tinggi air jatuh sampai 700m dengan kapasitas air dan kecepatan air dan kecepatan putar yang
sesuai memenuhi harapan.
Pokok utama pada gambar adalah adanya daerah penggunaan tipe turbin. Untuk diketahui
pada gambar diatas di dalam daerah yang dibatasi dengan garis terdapat banyak jenis turbin yang
dibuat, jadi sebetulnya garis tersebut sudah bukan merupakan garis batas lagi. Karena ada turbin
yang titik muatan beban penuhnya terletak di bawah atau di atas daerah yang diberi tanda. Titik
beban penuh turbin dapat juga terletak di bawah daerah tersebut, bila dari kondisi tempat
membutuhkan pemasangan turbin dengan tinggi khusus dan berdasarkan alasan untuk
menghindari kavitasi, sehingga dengan demikian harus dipilih kecepatan spesifik yang kecil.

Turbin francis yang kecil sering terletak di bawah daerah tersebut, karena harus
menggerakkan generator yang mempunyai kecepatan putar yang tinggi dsan dihubungkna
langsung dengan roda gigi transmisi. Didalam daerah batas antara turbin francis dengan turbin
kaplan, Turbin kaplan lebih menguntungkan yaitu pada keadaan beban tidak penuh randemennya
lebih tinggi, karena sudu-suda turbin kaplan bisa diatur sesuai dengan beban yang ada.

2. Turbin Pelton

Turbin pelton digolongkan ke dalam jenis turbin impuls atau tekanan sama. Karena
selama mengalir di sepanjang sudu-sudu turbin tidak terjadi penurunan tekanan sedangkan
perubahan seluruhnya terjadi pada bagian pengarah pancran atau nosel.

Energi yang masuk ke roda jalan dalam bentuk energi kinetik. Pada waktu melewati roda
turbin, energi kinetik dikonversikan menjadi kerja poros dan sebagian kecil energi terlepas dan
sebagian lagi digunakan untuk melawan gesekan dengan permukaan sudu turbin.

- Instalasi dan begian utama turbin pelton

Turbin pelton biasanya berukuran besar. Hal ini dapat dimaklumi karena dioperasikan
pada tekanan yang tinggi dan perubahan momentum yang diterima sudu-sudu sangat besar,
dengan sendiri struktur turbin harus kuat.

Pada turbin pelton semua energi tinggi tempet dan tekanan ketika masuk kesudu jalan
turbin telah telah diubah menjadi energi kecepatan Seperti terlihat pada gambar dibawah ini:
- Turbin pelton terdiri dari dua bagian utama yaitu :
a. Nosel
b. Roda jalan.
- Nosel mempunyai beberapa fungsi yaitu:
 Mengarahkan pancaran air ke sudu turbin.
 Mengubah tekanan menjadi energi kinetik.
 Mengatur kapasitas air yang masuk turbin.

Jarum yang berada pada nosel bertujuan mengatur kapasitas dan mengkonsentrasikan air
yang terpancar di mulut nosel. Panjang jarum sangat menentukan tingkat konsentrasi air, makin
panjang jarum air makin terkonsentrasi.

Untuk turbin pelton dengan daya kecil, debit bisa diatur dengan hanya menggeser
kedudukan jarum sudu. Untuk instalasi yang lebih besar harus menggunakan dua buah sistem
pengaturan atau lebih, tujuan pengaturan ini adalah untuk menghindari terjadinya tekanan
tumbukan yang besar dalam pipa pesat yang timbul akibat penumpukkan nosel secara tiba-tiba
ketika beban turbin berkurang dengan tiba-tiba.

Untuk mengurangi putaran turbin pada kondisi atas, pembelokkan pancaran akan berayaun
kedepan jarum nosel terlebihdahulu sehingga pancaran air dari nosel berbelok sebagian.
Roda jalan berbentuk pelek (rim) dengan sejumlah sudu di sekelilinnya. Pelek ini
dihubungkan dengan poros dan seterusnya menggerakkan generator. Sudu turbin pelton
berbentuk elipsoida yang dibuat dengan bucket (sudu) dan di tengahnya mempunyai splitter
(pemisah air). Bentuk sudu sedemikian dimaksudkan supaya bisa membalikkan putaran air
dengan baik dan membebaskan sudu dari gaya samping.

Keuntungan turbin pelton :


a. Daya yang dihasilkan besar.
b. Konstruksi yang sederhana.
c. Mudah dalam perawatan.
d. Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir.

Kerugian turbin pelton :


Karena aliran air berasal dari atas maka biasanya reservoir air atau bendungan air, sehingga
memerlukan investasi yang lebih banyak.
Turbin pelton digolongkan ke dalam jenis turbin impuls atau tekanan sama. Karena
selama mengalir di sepanjang sudu-sudu turbin tidak terjadi penurunan tekanan, sedangkan
perubahan seluruhnya terjadi pada bagian pengarah pancaran atau nosel.

Energi yang masuk ke roda jalan dalam bentuk energi kinetik. Pada waktu melewati roda
turbin, energi kinetik dikonversikan menjadi kerja poros dan sebagian kecil energi terlepas dan
sebagian lagi digunakan untuk melawan gesekan dengan permukaan sudu turbin.

3. Turbin Kaplan

Turbin Kaplan termasuk kelompok turbin air reaksi jenis baling-baling (propeller).
Keistimewaannya adalah sudut sudu geraknya (runner) bisa diatur (adjustable blade) untuk
menyesuaikan dengan kondisi aliran saat itu yaitu perubahan debit air. Pada pemilihan turbin
didasarkan pada kecepatan spesifiknya. Turbin Kaplan ini memiliki kecepatan spesifik tinggi
(high spesific speed). Turbin kaplan bekerja pada kondisi head rendah dengan debit besar . Pada
perancangan turbin Kaplan ini meliputi perancangan komponen utama turbin Kaplan yaitu sudu
gerak (runner), sudu pengarah (guide vane), spiral casing , draft tube dan mekanisme pengaturan
sudut bilah sudu gerak.
Sesuai dengan persamaan euler, maka makin kecil tinggi air jatuh yang tersedia,makin
sedikit belokannya aliran air di dalam sudu jalan. Dengan bertambahnya kapasitas air yang
masuk ke dalam turbin, maka akan bertambah besar pula luas penampang salauran yang dilalui
air, dan selain itu kecepatan putar yang demikian bisa ditentukan lebih tinggi. Kecepatan spesifik
bertambah,kelengkungan sudu, jumlah sudu, dan belokan aliran air di dalam sudu berkurang.
Pada permulaan sekali disaat pengembang pusat tenaga sungai, turbinnya menggunakan
roda baling-baling dengan sudu-sudu tetap yang dituang. Untuk tempat pusat listrik tenaga
sungai harus dihitung lebih dahulu besarnya perubahan tinggi air jatuhnya sepanjang tahun. Dan
aliran sungai tersebut bisa diatur dengan memakai bendungan. Makin besar kapasitas air yang
mengalir pada saat air tinggi, akan makin tinggi air jatuh yang bisa dimamfaatkan, karena tinggi
permukaan air atas adalah konstan sedangkan air kelebihan pada permukaan air bawah akan
naik.
Turbin yang bekerja pada kondisi tinggi air jauh yang berubah-ubah mempunyai
kerugian, karena dalam perencanaan sudu turbin telah disesuaikan bahwa perpindahan energi
yang baik hanya terjadi pada titik normal yaitu pada kondisi perbandingan kecepatan dan
tekanan yang tertentu. Bila terjadi penyimpangan yang besar baik ke atas maupun ke bawah,
seperti yang terdapat pada pusat tenaga listrik sungai, randamen roda baling-balingnya turbin
cepat atau lambat akan turun.

Keuntungan turbin baling-baling dibandingkan dengan turbin francis adalah kecepatan


putarnya bisa dipilih lebih tinggi, dengan demikian roda turbin bisa dikopel langsung dengan
langsung dengan generator dan ukurannyapun lebih kecil.

- Roda Kaplan : Kontruksi dan Keadaan Aliran Air


Konstruksinya bisa dibedakan, sampai dengan alat pengarah pada hakekatnya sama
dengan turbin francis dan pada leher poros terdapat sekitar 4 sampai 8 buah kipas sudu yang
dapat diputar.
Kipas sudu pada gambar Diatas ini sama seperti baling-baling atau sayap pesawat
terbang yaitu membawa aliran dengan belokan yang hanya sedikit. Bila untuk pesawat terbang
maksudnya adalah supaya dari gaya dorong yang ada bisa didapatkan gaya ke atas, dengan
tahanan yang sedikit mungkin. Tetapi pada turbin kaplan maksudnya adalah untuk mendapatkan
gaya tangensial yang bisa menghasilkan torsi pada pada poros.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Turbin adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengkonversikan sebuah energi
menjadi energi yang lain.
2. Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik.
3. Turbin air terdiri dari 3 macam yaitu turbin francis, turbin pelton dan turbin Kaplan
4. Turbin francis bekerja dengan memakai proses tekanan lebih.
5. Turbin pelton digolongkan ke dalam jenis turbin impuls atau tekanan sama.
6. Turbin Kaplan termasuk kelompok turbin air reaksi jenis baling-baling (propeller).
Keistimewaannya adalah sudut sudu geraknya (runner) bisa diatur (adjustable blade)
untuk menyesuaikan dengan kondisi aliran saat itu yaitu perubahan debit air.
DAFTAR PUSTAKA

-, 2010. Jenis-jenis Turbin Air, (Online)


Jenis jenis turbin turbin pelton turbin francis dan turbin kaplan.html
Diakses 16 April 2016
-.. 2013. Turbin Air (Online)
makalah turbin air. utilitas 1 teknik kimia.html
Diakses tanggal 17 April 2016