Anda di halaman 1dari 15

TURUNAN

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 11

Khotipah Adelia Lubis (5191151012)

Muhammad Ichsan (5193151010)

Dosen Pengampu:
Amirhud Dalimunthe, ST., M.Kom
NIP. 197506182008121002

PEND. TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah memberikan Nikmat serta Hidayah-Nya
terutama Nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
mata kuliah Matematika Dasar dengan materi ‘Turunan’. Makalah ini dibuat bertujuan untuk
menambah ilmu dan wawasan.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknik
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik
dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah
ini.

Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas ini.

Medan, 26 SEPTEMBER 2019

Kelompok 11

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... ii

DAFTAR ISI............................................................................................................................. iii

BAB I ......................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................................... 1

C. Tujuan ........................................................................................................................... 1

BAB II........................................................................................................................................ 2

PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 2

1. Kekontinuan di Satu Titik .............................................................................................. 2


2. Kekontinuan Pada Interval ............................................................................................. 3
3. Limit dan Kekontinuan Fungsi Komposisi .................................................................... 4
4. Konsep Turunan, Garis Singgung dan Laju Sesaat ....................................................... 5
5. Turunan Sepihak ............................................................................................................ 8

PENUTUP................................................................................................................................ 10

Kesimpulan ....................................................................................................................... 10

Saran ................................................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 11

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Konsep turunan fungsi sering sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik
dalam ilmu matematika atau ilmu yang lainnya. Sebut saja dalam bidang ekonomi :
digunakan untuk menghitung berupa, biaya total atau total penerimaan, dan masih
banyak lagi. Kegunaan tersebut yang sering kita ketahui ialah menghitung garis singgung
suatu kurva atau fungsi dan kecepatan. Selain itu juga, konsep turunan ini juga sering
digunakan untuk laju pertumbuhan organisme (biologi), keuntungan marjinal (ekonomi),
kepadatan kawat (fisika) dan laju pemissahan (kimia). Kegunaan itu semua pada
dasarnya memiliki konsep yang sama yaitu konsep turunan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu dua masalah dengan satu tema?


2. Bagaimana konsep turunan?
3. Bagaimana aturan pencarian turunan?
4. Apa itu turunan fungsi trigonometri?

C. Tujuan

1. Untuk memahami masalah dengan satu tema pada turunan


2. Untuk memahami konsep turunan
3. Untuk mengetahui aturan pencarian turunan
4. Untuk memahami turunan fungsi trigonometri

1
BAB II
PEMBAHASAN

1. DUA MASALAH DENGAN SATU TEMA

Masalah yang dimaksudkan disini adalah masalah kemiringan garis singgung.


Masalah yang kedua adalah masalah kecepatan sesaat (instantaneous velocity). Dua
masalah tersebut merupakan masalah geometri dan satunya masalah mekanis,
nampaknya tidak saling berkaitan. Namun sebenarnya, kedua masalah tersebut
merupakan masalah yang sama.

1.1 Garis Singgung


Definisi : Garis singgung pada kurva y = f(x) di titik P(c, f(c)) adalah garis yang
melalui P dengan kemiringan

asalkan bahwa limit ini ada dan bukan ∞ atau -∞.

Contoh : Carilah kemiringan garis singgung pada kurva f(x) = x2 di titik (2, 4)
Penyelesaian : mtan = lim f (2 + h) – f(2)
h
= lim (2 + h)2 - 22
h
/` = lim 4 + 4h + h2 – 4
h
= lim h(4 + h)
h
=4

2
1.2 Kecepatan Sesaat

Definisi : Jika benda bergerak disepanjang garis koordinat dengan fungsi posisi f(t) ,
maka kecepatan sesaat pada saat c adalah :
V = lim vrata-rata = lim f(c +h) – f (c)
H
asalkan bahwa limit ini ada dan bukan ∞ atau -∞.

Sebuah contoh sebuah benda P yang jatuh dalam ruang hampa udara.
Percobaan menunjukkan bahwa apabila mulai dari keadaan diam, maka P jatuh sejauh
16t2 feet dalam t detik. Jadi benda jatuh sejauh 16 feet dalam detik pertama dan 64
feet selama 2 detik pertama (pada gambar dibawah). Jelaslah P jatuh semakin cepat
dengan berlalunya waktu.

Selama detik kedua (yakni, dalam interval waktu mulai t = 1 sampai t = 2). P
jatuh sejauh 64 – 16 = 48 feet. Kecepatan rata-rataya adalah :
Vrata-rata = 64 - 16 = 48 feet per detik
2 -1

Selama interval waktu dari t = 1 sampai t = 1,5, benda jatuh sejauh


16(1,5)2 – 16 = 20 feet. Kecepatan rata-ratanya adalah :
Vrata-rata = 16(1,5)2 – 16 = 20 = 40 feet per detik
1,5 – 1 0,5

3
Demikian pula, pada interval waktu t = 1 sampai t = 1,1 dan t = 1 sampai t =
1,01, kita hitung kecepatan rata-rata masing-masing adalah :
Vrata-rata = 16(1,1)2 – 16 = 3,36 = 33,6 feet per detik
1,1 – 1 0,1

Vrata-rata = 16(1,01)2 – 16 1 = 0,3216 = 32,16 feet per detik


1,01 – 1 0,01

Apa yang telah kita lakukan adalah menghitung kecepatan rata-rata interval
waktu yang semakin singkat, masing-masing mulai pada t = 1. Semakin pendek
onterval waktu, semakin baik kita mengaproksimasi kecepatan sesaat pada saat t = 1.
Dengan memperhatikan bilangan-bilangan 48; 40; 33,6; dan 32,16; kita boleh jadi
menerka bahwa 32 feet per detik adalah kecepatan sesaatnya.
Jadi kecepatan rata-rata pada interval ini adalah :
Vrata-rata = f(c + h) – f(c)
h

2. KONSEP TURUNAN

Turunan fungsi f adalah fungsi lain f 1(f aksen) yang nilainya pada sebeaang bilangan
x adalah :
f 1 (x) = lim f(x + h) – f(x)
h
asalkan limit ini ada dan bukan ∞ atau -∞.

Jika limit ini memang ada, dikatakan bahwa f terdiferensiasi di x. Pencarian turunan
disebut diferensiasi, bagian kalkulus yang berhubungan dengan turunan disebut kalkulus
diferensial.

Contoh 1
Misalkan f(x) = 13x – 6, carilah f I (4).
Penyelesaian :

4
Contoh 2
Misalkan f(x) = x3 + 7x, carilah f I (x).
Penyelesaian :

f (x) = lim f (x + h) – f (x)


h
= lim [ (x + h)3 + 7 (x + h) ] - [ x3 + 7x ]
h
= lim 3x2h + 3xh2 + h3 + 7h
h
= lim (3x2 + 3xh + h2 + 7)

= 3x2 + 7

Contoh 3
Misalkan f(x) = 1/x, carilah f I (x).
Penyelesaian :

1
Jadi f adalah fungsi yang diberikan oleh f 1(x) = -1/x 2. Daerah asalnya adalah
semua bilangan real kecuali x = 0

2.1 Bentuk – Bentuk Setara untuk Turunan


Tidak ada yang keramat tentang penggunaan huruf h dalam mendefinisikan f 1
(c). Perubahan yang lebih radikal, tetapi masih tetap hanya suatu perubahan cara

5
penulisan. Bandingkan dua gambar dibawah ini, perhatikan bagaimana x
menggantikan c + h, sehingga x – c menggantikan h.
Jadi, f 1(c) = lim f (x) – f (c)
x–c

1
Perhatikan bahwa dalam semua kasus, bilangan dimana f dihitung tidak
berubah selama operasi limit.

2.2 Keterdiferensian Mengimplikasikan Kontinuitas


Jika sebuah kurva mempunyai sebuah garis singgung di sebuah titik, maka
kurva itu tidak mungkin melompat atau sangat berayun di titik tersebut. Perumusan
yang presisi dari fakta ini merupakan sebuah teorema penting.
Teorema A : Jika f I (c) ada maka f kontinu di c.
Kebalikan dari teorema ini tidak benar. Jika fungsi f kontinu di c, maka tidak
berarti bahwa f mempunyai turunan di c. Ini dengan mudah dapat dilihat dengan
melihat f(x) = |x| di titik-asal. Fungsi ini pasti kontinu di nol. Namun tidak
mempunyai turunan di sana, seperti yang kita tunjukkan sekarang. Perhatikan bahwa
f (0 + h) – f (0) = |0 + h| - |0| = |h|
h h h

Argumentasi serupa menunjukkan bahwa di sebarang titik di mana grafik suatu


fungsi kontinu mempunyai pojok yang tajam maka fungsi tersebut tidak

6
terdiferensiasikan. Grafik dalam gambar menunjukkan sejumlah cara untuk suatu
fungsi agar tidak terdiferensiasikan di suatu titik.

Kita tegaskan dalam gambar di atas bahwa turunan tidak ada di titik c, titik tempat
garis singgung tegak. Ini disebabkan oleh
Lim f(c + h) – f (c) = ∞
h
Hal ini berhubungan dengan fakta bahwa kemiringan suatu garis tegak tidak
terdefinisi.

2.1 Grafik Turunan


Turunan f I (x) memberikan kemiringan garis singgung terhadap grafik y = f(x)
pada nilai x. Jadi ketika garis singgung miring naik ke kanan, turunan positif, dan
ketika garis singgung miring turun ke kiri, turunan negative. Karenanya kita dapat
memperoleh gambaran kasar dari turunan hanya dengan mengetahui grafik fungsi.
Contoh :
Diketahui grafik y = f(x) yang diperlihatkan dalam bagian yang pertama
Gambar, gambarkan grafik turunan f I(x).
Penyelesaian :
Untuk x < 0, garis singgung terhadap grafik y = f(x) mempunyai kemiringan positif.
Perhitungan kasar dari plot menyarankan bahwa ketika x = -2, kemiringannya sekitar
3. Ketika kita bergerak dari kiri ke kanan di sepanjang kurva dalam Gambar, kita lihat
bahwa kemiringan masih tetap positif (untuk sementara) tetapi bahwa garis singgung

7
menjadi semakin mendatar. Ketika x = 0, garis singgung mendatar, memberitahu kita
bahwa f I (0) = 0. Untuk x di antara 0 dan 2, garis singgung mempunyai kemiringan
negatif di sepanjang interval ini. Ketika x = 2, lagi-lagi kita berada pada sebuah titik
dengan garis singgung mendatar, sehingga turunan sama dengan nol ketika x = 2.
Untuk x > 2, garis singgung mempunyai kemiringan positif lagi. Grafik turunan f I (x)
diperlihatkan dalam bagian terakhir dari Gambar.

3. ATURAN PENCARIAN TURUNAN


3.1 Laju Sesaat
Misal sebuah benda bergerak sepanjang garis koordinat sehinggaposisinya setiap
saat diberikan oleh s = f(t). Pada saat t = c benda berada di f(c) dan saat t = c+ h benda
berada di f(c+h).

Sehingga kecepatan rata-rata pada selang waktu [c,c+h] adalah :

8
Jika h 0, diperoleh kecepatan sesaat di x = c :

Misal x = c + h, bentuk diatas dapat dituliskan dalam bentuk

4. TURUNAN SEPIHAK

Turunan kiri dari fungsi f di titik c, didefinisikan sebagai :

Turunan kanan dari fungsi f di titik c, didefinisikan sebagai :

bila limit ini ada.

Fungsi f dikatakan mempunyai turunan (diferensiabel) di c atau ada, jika

sebaliknya f dikatakan tidak mempunyai turunan di c.

5.1 Teorema Turunan Sepihak

Jika f diferensiabel di c f kontinu di c, yang perlu ditunjukkan adalah :

9
Perhatikan bahwa

Maka

Sifat tersebut tidak berlaku sebaliknya. Artinya, Jika f kontinu di c,maka belum tentu f
diferensiabel di c.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

10
Turunan atau Deriviatif ialah pengukuran terhadap bagaimana fungsi berubah seiring
perubahan nilai input. Secara umum, turunan menyatakan bagaimanakah suatu besaran
berubah akibat perubahan besaran yang lainnya, Contohnya: turunan dari posisi sebuah benda
bergerak terhadap waktu ialah kecepatan sesaat oleh objek tersebut. Proses dalam
menemukan sebuah turunan disebut diferensiasi. Dan kebalikan dari sebuah turunan disebut
dengan Anti Turunan. Teorema fundamental kalkulus mengatakan bahwa anti turunan yaitu
sama dengan integrasi.

Kekontinuan fungsi merupakan salah satu konsep inti topologi. Sebagai contoh fungsi
kontinu, perhatikan fungsi h(t), yang memerikan tinggi bunga yang sedang tumbuh pada
waktu t. Fungsi ini kontinu. Terdapat diktum dalam fisika klasik yang menyatakan bahwa di
alam semuanya kontinu. Sebaliknya, jika M(t) melambangkan jumlah uang di sebuah
rekening bank pada waktu t, fungsi ini melompat ketika uang disimpan atau ditarik. Karena
itu fungsi M(t) diskontinu.

Saran

Kita sebagai akademisi sebaiknya mampu memahami dengan baik masalah turunan
dan kontinuitas fungsi, serta karakteristiknya. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam
pengimplementasiannya.

DAFTAR PUSTAKA

11
Varberg, Purcell, dkk. 2010. Kalkulus Edisi Kesembilan. Jakarta : Erlangga.

12