Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DAN PERTANIAN ORGANIK

“BIOFERTILIZER”

Nama : Khoirunnisa’ Dyah W.

NIM : 201810200311001

Kelas/Kelompok : 3A-A1/1
A. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuat praktikan dapat mempelajari
mikroorganisme yang berperan sebagai biofertilizer atau pupuk hayati dan
mengamati/ menghitung hasil dari proses metabolisme.

B. BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu


Kegiatan praktikum yang telah di lakukan praktikan dilaksanakan di
Laboratorium 1 Agronomi UMM pada pukul 13.00 – 14.40 WIB, hari Rabu tanggal
09 Oktober 2019.

Alat dan Bahan


Alat yang dipakai praktikan dalam praktikum adalah delapan tabung reaksi,
bunsen, korek api, rak tabung reaksi , pipet tetes, pipet ukur, gelas beker, timbangan, seeker,
sentrifuge, sentrifuge tube, stopwatch, kamera dokumentasi, alat tulis, spektrofotometer.

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah rhizosfer tanah TPA, tanah
alang alang, plastik wrape, kertas label, kertas timah, aquades, garam fisiologis, alkohol,
growmore merah dan hijau, reagen salsowski
Metode Praktikum
IAA
Pelaksanaan dari kegiatan praktikum IAA di laboratorium menggunakan metode
praktikum sebagai berikut. Pertama mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
selama praktikum. Kemudian menimbang tanah alang alang sebanyak 1 gram.
Selanjutnya memasukkan garam fisiologis yang telah diencerkan ke dalam 3 tabung
reaksi masing masing 9 ml memakai pipet ukur. Memasukkannya tanah kedalam
tabung reaksi pertama yang berisi garam fisiologis yang diencerkan. Lalu
menghomogenkan tabung tersebut. Setelah itu mengambil sampel sebanyak 1 ml
menggunakan pipet dari tabung pertama, dan memindahkan pada tabung kedua
hingga ketiga. Kemudian meneteskan 1 ml dari tabung ke tiga ke dalam tabung berisi
9 ml media standart yang di dekatkan pada api bunsen. Selanjutnya menutup tabung
reaksi dengan kertas timah dan plastik wrape. Setelah itu menghomogenkan dan
menghitung OD awal menggunakan spektrofotometer. Tabung reaksi di seeker
selama 24 jam, dan menghitung OD akhir setelah 24 jam di seeker. Lalu
memindahkan ke dalam setrifuge tube dan memasukkan ke sentrifuge 4000 rpm
selama 15 menit menghitung memakai stopwatch. Mengambil supernatant dari tube
700 mikrolite dan menambahkan 300 mikrolite reagen salsowski. Menghomogenkan
dan menghitung nilai absorbansi untuk menghitung IAA. Terakhir mengambil foto
untuk dokumentasi selama praktikum.

Fiksasi Nitrogen

Pelaksanaan dari kegiatan praktikum fiksasi nitrogen di laboratorium


menggunakan metode praktikum sebagai berikut. Pertama mempersiapkan alat dan
bahan yang diperlukan selama praktikum. Kemudian menimbang rhizosfer tanah
TPA sebanyak 1 gram. Selanjutnya memasukkan garam fisiologis yang telah
diencerkan ke dalam 3 tabung reaksi masing masing 9 ml memakai pipet ukur.
Memasukkannya tanah kedalam tabung reaksi pertama yang berisi garam fisiologis
yang diencerkan. Lalu menghomogenkan tabung tersebut. Setelah itu mengambil
sampel sebanyak 1 ml menggunakan pipet dari tabung pertama, dan memindahkan
pada tabung kedua hingga ketiga. Kemudian meneteskan 1 ml dari tabung ke tiga ke
dalam tabung berisi 9 ml media M63-N yang di dekatkan pada api bunsen.
Selanjutnya menutup tabung reaksi dengan kertas timah dan plastik wrape. Setelah
itu menghomogenkan dan menghitung OD awal menggunakan spektrofotometer.
Tabung reaksi di seeker selama 24 jam, dan menghitung OD akhir setelah 24 jam di
seeker. Terakhir mengambil foto untuk dokumentasi selama praktikum.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN PRAKTIKUM

1. IAA ( INDOLE ASAM ASETAT )

Tabel 1. Pengamatan Hasil IAA pada Rhizosfer Tanah Alang-Alang


Sampel OD Pertumbuhan Bakteri IAA (600 nm)
OD IAA (510) IAA (ppm)
Rhizosfer Tanah Awal Akhir
Alang Alang
0,772 1,110 0,954 28,85
Kedalaman 15-20
cm
2. Fiksasi Nitrogen

Tabel 2. Pengamatan Hasil Fiksasi Nitrogen pada Rhizosfer Tanah TPA

Sampel OD Pertumbuhan Bakteri Fiksasi N (600 nm) Laju Pertumbuhan

Rhizosfer Tanah Awal Akhir


TPA OD = OD2 – OD1
1,382 1,490
= 1,490 – 1,382

= 1.108
Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil, salah satunya adalah bakteri.
Karena ukurannya sangat kecil maka hanya bisa dilihat dengan alat bantu seperti mikroskop binokuler.
Penelitian isolasi ini dilakukan untuk mencari isolat bakteri dari rhizosfer tanah TPA. Berdasakan hasil
praktikum, cirri tumbuhnya bakteri pada media adalah adanya lendir yang berbentuk cembung. Isolasi
sendiri dilakukan agar mikroba terpisah dari lingkungannya di alam bebas dan ditumbuhkan di media
buatan untuk mendapat kultur murni. Hasil yang didapatkan dari praktikum, ditemukan bakteri yaitu
Bacillus sp. Saat diamati dengan mata langsung bentuknya cembung dan berwarna putih tulang.
Dilihat dari mikroskop bakteri berbentuk batang lonjong yang bagian tengahnya transparan. Menurut
Khamid et al. (2012) Bacillus sp. merupakan bakteri anaerob yang memiliki bentuk basil, berkoloni
bulat putih dan permukaannya mengkilat.

Pengukuran laju pertumbuhan bakteri juga dilakukan dalam praktikum isolasi ini. Pengukuran
dilakukan dengan mencari berapa Optical Density (OD). OD di temukan dengan menggunakan
spektrofotometer dengan panjang gelombang 600 nm. Berdasar pengamatan di dapatkan hasil laju
pertumbuhan 0,234. Maka dapat diamati bahwa semakin tingginya optical density maka semakin
tinggi jumlah bakteri. Menurut Isnadia et al. (2013) semakin besar konsentrasi bahan organik, maka
semakin cepat laju pertumbuhan bakteri.

D. DAFTAR PUSTAKA

Khamid Mohamad Abdul et al. 2012. Identifiksi Bakteri Aerob pada Lindi Hasil Sampah Dapur di
Dusun Sukunan Yogyakarta. Yogyakarta : Universitas Ahmad dahlan. Jurnal Kes Mas Vol. 6 (1) :
1-74.

Isnadia, Dwi Ratri Mitha et al. 2013. Pengaruh Konsentrasi Bahan Organik, Salinitas, dan pH
terhadap Laju Pertumbuhan. Surabaya: Institut Sepuluh Nopember. Jurnal Seminar
Nasional Pascasarjana XIII.
E. DOKUMENTASI

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3


Mempersiapkan alat Menimbang rhizosfer Memasukkan tanah dalam
dan bahan tanahalang-alang dan TPA larutan garam fisiologis
masing-masing 1 gram yang telah diencerkan

Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6

Menutup tabung Mendiamkan tabung agar Menghitung OD


menggunakan kertas timah tanah mengendap menggunakan
spektrofotometer

Gambar 7 Gambar 8 Gambar 9


Menamati isi tabung setelah Memindahkan sampel ke Mengambil 1 ml
di seeker 24 jam dalam sentrifuge tube supernatan yang sudah di
keluarkan dari sentrifuge

Gambar 9

Menambahkan Reagen
salsowksi ke dalam sampel
IAA