Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tak ada orang yang ingin hidupnya tidak bahagia di dunia dan selamat di
akhirat. Semua orang ingin mendapatkannya. Namun hanya sedikit orang yang
mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya.Tidak sedikit dari mereka yang
bahagia di dunia ternyata hidup menderita karena tidak memiliki hati yang sehat.
Sedangkan hati yang sehat hanya bisa di ciptakan melalui iman dan mengikuti
petunjuk Al- Qur’an dan agamalah yang menjadi pangkalnya.

Di dalam Al-Quran banyak dijelaskan dan disebutkan oleh Allah mengenai


kebahagiaan dalam kehidupan manusia.Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha
Adil, mengetahui bahwa manusia adalah makhluk pencari kebahagiaan dan
kepuasan untuk dirinya.

Ada kalanya manusia mencari kebahagiaan sampai Ia harus menghalalkan


berbagai cara dan melupakan bentuk ibadah terhadap Allah. Akhirnya, bukan
kebahagiaan yang manusia dapatkan melainkan kesesatan dan kesengsaraan
akibat keliru dalam mendudukkan dan mencari kebahagiaan.

Untuk itu, perlu kita harus pahami bagaimana bahagia menurut Al-Quran dan
bagaimana juga cara mendapatkannya, agar kebahagiaan tersebut dapat diraih
dalam kehidupan manusia. Tentunya kebahagiaan adalah fitrah manusia, dan
diinginkan oleh setiap orang.

1. 2 Rumusan Masalah
1. Apa arti kebahagian di dunia dan keselamatan di akhirat menurut Al-
Qur’an?
2. Bagaimana agama bisa menjamin kebahagiaan di dunia dan keselamatan
di akhirat?
3. Bagaimana cara untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan
keselamatan di akhirat?

1
1. 3 Tujuan dan Manfaat

1. Dapat mengetahui arti kebahgiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.


2. Dapat mengetahui agama bisa menjamin kebahagiaan didunia dan
keselamatan di akhirat.
3. Dapat mengetahui cara untuk mendapaatkan kebahagiaan di dunia dan
keselamaatan di akhirat.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Arti Kebahagiaan Menurut Islam

Islam merupakan agama yang penuh rahmat dan barokah. Agama islam ini
termasuk agama yang lengkap. Dikatakan lengkap karena semua permasalahan
dalam hidup ada jawabannya di dalam kitab suci agama islam yaitu Al Qur’an. Di
dalam kitab suci al Qur’an ini diceritakan semua seluk beluk kehidupan manusia
baik di dunia maupun di alam akhirat. Salah satu hal yang di soroti oleh al Qur’an
adalah mengenai arti bahagia menurut islam.

Pada dasarnya, bahagia memiliki definisi sebagai sebuah perasaan senang


dalam menjalani kehidupan.Definisi bahagia ini adalah sebuah definisi secara
umum.Biasanya, gambaran secara umum orang yang bahagia adalah apabila
memiliki harta yang melimpah ruah.Atau mungkin bisa saja memiliki anak yang
pandai secara akademis atau hal lainnya. Dalam ajaran islam, kata bahagia
memiliki definisi lain. Arti bahagia menurut islam adalah perasaan tenang yang
ada dalam setiap pemeluk agama islam karena memiliki Allah SWT sebagai
tujuan hidupnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur’an
surat Al Fath ayat 4.

ِ‫ب ْال ُمؤْ ِمنِينَ ِليَ ْزدَادُوا ِإي َمانًا َم َع ِإي َمانِ ِه ْم َو ِ َّّلِل‬ َّ ‫ُه َو الَّذِي أ َ ْنزَ َل ال‬
ِ ‫س ِكينَةَ ِفي قُلُو‬
َّ َ‫ض َو َكان‬
‫َّللاُ َع ِلي ًما َح ِكي ًما‬ ِ ‫األر‬
ْ ‫ت َو‬ َّ ‫ُجنُودُ ال‬
ِ ‫س َم َاوا‬
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin
supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah
ada).Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Dalam ayat di atas terdapat kata tentara langit dan bumi. Maksud dari kata
tersebut adalah bahwa penolong bagi orang-orang mukmin adalah para malaikat ,
angin, binatang dan lain sebagainya. Dan inilah yang menyebabkan seorang
mukmin sejati merasa tentram dan senang karena mereka memiliki Allah sebagai

3
penolongnya. Oleh karena itu, seorang muslim sejati akan selalu mengingat Allah
SWT dalam kondisi senang maupun susah. Inilah sebuah gambaran arti bahagia
menurut islam

2.2 Arti Kebahagiaan di Dunia dan Keselamatan di Akhirat Menurut Al-


Quran

Di dalam Al-quran ditunjukkan berbagai ayat yang memberikan informasi


bahwa dunia ini hakiaktnya adalah kebahagiaan yang semu dan sementara.
Kebahagiaan dan kehidupan di dunia hakikatnya akan sering berganti antara suka,
duka dan perasaan netral atau biasa saja. Hal ini menunjukkan bahwa apapun yang
kita miliki hakikatnya akan mengalami siklus duniawi. Berikut adalah ayat-ayat
Allah mengenai kebahagiaan hidup di dunia, dan umat islam hendaknya tidak
menjadikan dunia sebagai tujuan akhir melainkan hanya sebagai kendaraan untuk
dapat mencapai kebahagiaan akhirat.

1. Kebahagiaan Dunia Tidak Kekal


“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah
kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang
yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan” (QS : An-Nahl : 96)

Dunia dalam hidup ini tentu tidak kekal, sedangkan yang kekal adalah
Allah.Balasan bagi mereka yang megusahakan dunia untuk kebaikan
adalah akhirat.Sedangkan di dunia tentu penuh ujian, silih berganti dengan
kedukaan, dan berbagai masalah.

Kita bisa melihat bahwa setiap hari ada saja yang meninggal, mengalami
kebangkrutan, penipuan, sakit, dan lain sebagainya.Hari ini manusia bisa
saja mengalami posisi yang kaya, tinggi jabatannya, namun sekali waktu
hal tersebut mudah saja bagi Allah hilang dan tidak kembali kepada
manusia.Untuk itu, pantaslah jika Allah tidak memperkenankan manusia
menjadikan kehidupan dunia di atas segala-galanya.

4
2. Kebahagiaan Dunia Adalah Ujian
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan
baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang paling
baik perbuatannya” (QS : Al Kahfi : 7)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan dunia sesungguhya


hanyalah ujian dan tidak kekal. Manusia yang membanggakan dirinya atas
harta, jabatan, dan keturunan tidak akan berguna semua hal tersebut di
akhirat jika hal tersbut dalam kehidupan di dunia tidak pernah dipotensikan
untuk mencari pahala dan kebaikan.

Di akhirat kelak hanya akan dimintai pertanggungjawaban mengenai


seberapa besar apa yang kita miliki tersebut memberikan kebaikan dan
manfaat kepada orang lain. Bukan dari seberapa besar kekayaan atau harta
yang telah dimiliki. Pahala orang miskin dan kaya bisa saja lebih besar
orang miskin jika dalam hidupnya penuh kesyukuran, suka membantu
sesama, dan berbuat baik atas apa yang ia miliki. Sedangkan kekayaan
tidak berarti ia akan selamat di akhirat dengan kekayaan yang dimilikinya.

3. Kebahagiaan Dunia Silih Berganti dengan Kedukaan


“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan
dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu
serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan
yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu
menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.
Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan
yang menipu.” (QS Al Hadid : 20)
Kebahagiaan di dunia sebagaimana ayat di atas adalah seperti analogi
musim panen dan kekeringan.Sewaktu-waktu manusia bisa saja
mendapatkan kebahagiaan yang banyak, dan suatu waktu lagi, manusia bisa

5
saja mendapat kedukaan atau kesedihan.Untuk itu, kebahagiaan dunia silih
berganti setiap waktu.Tidak kekal dan terus menerus ada.

4. Kehidupan Dunia Tidak Sebanding Dengan Akhirat


Kehidupan di dunia jika dibandingkan dengan akhirat tentu saja tidak akan
sama dan sebanding. Untuk itu Allah menghukum mereka yang dalam
hidupnya hanya mengejar kebahagiaan dunia sesaat saja.Neraka Jahannam
ditetapkan bagi mereka yang hanya mengejar kebahagiaan dunia,
sedangkan tidak mengejar akhirat. Untuk itu, cara menyelematkan
kebahagiaan akhirat adalah dengan mendulang sebanyak-banyaknya
amalan di dunia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat di Al-Quran,

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami


segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang
kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan
memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir“. (QS Al-Isra : 18)

5. Kehidupan Bahagia adalah Akhirat


Jikalau manusia mengingkan kebahagiaan yang kekal (menurut
perhitungan dan kehendak Allah) tentu saja dunia bukanlah tempatnya,
melainkan akhirat, yaitu di surga.Berkali-kali dalam ayat Al-Quran Allah
menyebutkan bahwa kelak akhirat adalah tempat persinggahan terakhir
manusia.Untuk itu manusia harus mempersiapkan diri dan menyiapkan
amalan terbaik.

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan


berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya.Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam
surga-surga itu, mereka mengatakan, “Inilah yang pernah diberikan kepada
kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka
di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (QS
Al-Baqarah : 25)

6
Di ayat di atas dijelaskan bahwa sesungguhnya di dalam surga terdapat
banyak kebahagiaan yang disampaikan kepada manusia, sebagai orang-
orang yang bertaqwa. Tentu saja hal ini akan berbeda dengan kondisi di
dunia, yang serba terbatas, serba realtif, dan tidak ada kebahagiaan yang
diperoleh dengan pengorbanan.

Jika dilihat dari ayat-ayat tersebut, sudah jelas bahwa kehidupan bahagia
menurut islam bukanlah di dunia melainkan di akhirat. Untuk itu,
bagaimanapun caranya umat islam harus mengoptimalkan kehidupannya di
dunia untuk mengejar akhirat. Sesungguhnya Allah sudah memberikan
potensi, rezeki, dan nikmat yang sangat besar untuk manusia optimalkan
menuju kehidupan akhirat. Tinggal bagaimana umat islam
mengoptimalkannya dengan sekuat tenaga dan keikhlasan berjuang
menggapainya.

2.3 Kebahagian di Dunia dan Kebahagian di Akhirat Hanya Ada Dalam


Agama

Kejayaan dan keberhasilan kehidupan dunia dan akhirat hanya terletak pada
Agama.Setiap orang mempunyai standard yang berbeda terhadap
kesuksesan.Padahal standard kesuksesan seseorang ini telah Allah tetapkan,
namun kita tidak mampu memikirkannya.Allah telah jadikan sahabat dan
kehidupan mereka sebagai model untuk ditiru. Walaupun secara teknis cara hidup
mereka berbeda dengan kita sekarang. Kesuksesan itu hanya terjadi bila manusia
ini dapat memasuki surganya Allah.

Kesuksesan hidup di dunia adalah kehidupan yang dapat mengantar manusia


ini ke surganya Allah Ta’ala. Jika kehidupan yang kita jalani ini tidak dapat
mengantar kita ke Surganya Allah Ta’ala, maka ini bukanlah kehidupan yang
sukses. Tetapi ini kehidupan yang akan mendatangkan kecelekaan, penderitaan,
dan kemalangan lahir dan bathin, dunia dan akherat.

7
Kekurangan pada diri kita bukanlah berarti kegagalan. Bilal RA secara status
ia adalah seorang budak sebelum masuk Islam, dan banyak disiksa, tetapi setelah
agama wujud dalam diri Bilal RA, langkah kakinya saja dapat didengar oleh Nabi
SAW di surga ketika Bilal RA masih hidup. Ini baru yang namanya sukses dan
selamat dunia dan akhirat.

Sebelum mati seseorang tidak akan tau apakah ia seorang yang sukses atau
tidak. Seseorang akan mengetahui apakah dia telah sukses setelah dia mati. Saat
ini setiap manusia harus berusaha jika ingin sukses dunia dan akherat. Tanpa
usaha atas Iman dan Amal maka manusia akan celaka dunia dan akhirat.

Orang yang tidak beriman, ia tidak akan tau cara mendapatkan kebahagiaan
dan kesuksesan. Tetapi orang yang beriman tidak boleh tidak tau cara
mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan ini. Allah telah berikan cara kepada
orang beriman untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akhirat.
Zaman boleh berubah bahkan lebih maju, namun cara untuk mendapatkan
kebahagiaan tidak pernah berubah dari pertama manusia diciptakan sampai
manusia yang terkahir mati. Kalau ingin bahagia dari dulu hingga kini tetap sama,
yaitu hanya dengan cara mengikuti kemauan Allah.

Nabi SAW faham bahwa kebahagiaan dan kesuksesan bukan datang dari
kebendaan dan kekuasaan yang kita miliki, tetapi dari menjalankan perintah-
perintah Allah.Nabi SAW telah menafikan semua kebendaan demi usaha dakwah
ini, sementara kini kita telah menafikan usaha dakwah ini demi kepentingan
dunia.Harta dan jabatan bukanlah standard ukuran keberhasilan dan kegagalan
seseorang dalam menjalani hidup.Dalam mencapai kebahagiaan dan kesuksesan
dunia dan akherat, kita tidak perlu ilmu lain, selain yang telah diajarkan dan
dicontohkan oleh Nabi SAW.

Saat ini manusia mengira mereka dapat menghasilkan sesuatu dengan jerih
payah mereka. Mereka kira rizki akan bertambah asbab ilmu dan usaha mereka
yang meningkat pula. Mereka menyangka seluruh kebendaan dan status yang
mereka miliki adalah hasil dari pengorbanan dan usaha mereka

8
Jika kita sudah bisa meninggalkan hal-hal yang kita cintai untuk keluar di
jalan Allah, barulah Allah akan berikan kita kesuksesan dan kefahaman agama
seperti para sahabat. Setiap orang tidak akan sama tingkat kesuksesan dan
kefahamannya karena ini tergantung pada pengorbanan setiap orang. Inilah cara
Allah mendistribusikan kebahagiaan dan kesuksesan, tergantung pada Do’a dan
pengorbanan kita yang sungguh-sungguh atas agama Allah.

2.4 Kunci Utama Raih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Satu hal yang perlu diketahui bahwa hidup bukan hanya di bumi saja, ada
yang lebih kekal dan jauh lebih lama, yaitu di akhirat.Jangan menganggap jika
kita sudah menemukan kebahagiaan dalam hidup, maka pekerjaan kita sudah
selesai. Berikut ini adalah beberapa kunci utama raih kebahagiaan dunia akhirat:

1. Berdo`a
“Dan Tuhanmu berfirman; " Berdo`alah kepadaKu, niscaya akan Aku
kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari
menyembahKu akan Aku masukkan ke Neraka Jahannam dalam keadaan
yang hina dina. "[QS; 40 ayat 60]

Dari Firman Allah diatas begitu jelas bahwa ber`doa merupakan kunci
paling utama dalam mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tidak
ada alasan untuk enggan berdo`a dan menjauhiNya. Malah akibat buruk
yang akan didapat.

Maka mulailah untuk membiasakan diri berdo`a kepada Sang Pencipta,


memintalah kepadaNya akan apa yang kita kehendaki, kemudian serahkan
semuanya kepadaNya.

2. Ingatlah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik


Ini merupakan poin yang susah untuk diterima bagi sebagian besar orang,
hanya karena mengutamakan ego dan emosional negatif. Dewasa ini

9
banyak kita temukan orang-orang yang begitu tidak menerima apa yang
sedang ia hadapi. Lari dari kenyataan bukanlah jalan yang baik untuk
ditempuh.Kuncinya, percayalah bahwa Yang Maha Kuasa begitu tahu apa
yang akan terjadi dan apa yang kita inginkan. Tidak perlu mengeluh,
bertawakkal-lah dan serahkan semuanya kepadaNya.

3. Bersyukur atas semua yang terjadi


Syukur merupakan salah satu kunci penting dalam rangka menemukan
kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bersyukur terhadap apapun yang
menimpa akan menuntun kita pada kepercayaan dimana Allah
merahasiakan sesuatu besar untuk kita nantinya.

Ketahuilah bahwa segala kejadian yang kita rasa buruk sedang melanda,
tersimpan hikmah dan pelajaran berharga yang akan kita dapatkan sebagai
manusia yang berpikir.

4. Bagikan sumber kebahagiaanmu


Sebuah perbuatan yang bertujujuan untuk membahagiakan dan
menyenangkan orang lain merupakan suatu hal yang bisa mendatangkan
kebahagiaan besar untuk diri kita juga. Jangan dipedulikan sebesar atau
sekecil apapun hal yang kita lakukan tersebut asal diwakili dengan niat
yang tulus.

2.5 Do’a Untuk kebahagiaan Dunia dan di Akhirat

‫اب ال َّن ِار‬ َ ‫سنَةً َو ِقنَا‬


َ َ ‫عذ‬ ِ ‫س َنةً َو ِفي‬
َ ‫اآلخ َر ِة َح‬ َ ‫َربَّنَا آ ِتنَا ِفي ال ُّد ْن َيا َح‬

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan
peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

ً‫ق َوت َْوبَة‬ ّ ِ ‫س ِد َو ِزيَادَة ً فِى ا ْل ِع ْل ِم َوبَ َر َكةً فِى‬


ِ ‫الر ْز‬ َ ‫عافِيَةً فِى ْال َج‬ َ ‫سالَ َمةً فِى ال ِدّي ِْن َو‬ َ َ‫اَللّ ُه َّم اِنَّا نَسْأَلُك‬
‫ت‬ِ ‫ت َو َم ْغ ِف َرة ً بَ ْعدَ ْال َم ْو‬
ِ ‫ت َو َرحْ َمةً ِع ْندَ ْال َم ْو‬
ِ ‫قَ ْب َل ْال َم ْو‬

10
“Ya Alloh, kami memohon keselamatan agama, dan kesejahteraan badan, dan
penambahan ilmu, berkat rizki serta taubat sebelum mati, dan rahmat di waktu
mati, dan ampunan setelah mati.”

BAB III

PENUTUP

11
3.1 Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat di simpulkan bahwa dalam menjalani


kehidupan kita harus selalu berorientasi kedepan dan akhirat. Untuk sukses pada
masa depan, kita harus berjuang pada waktu sekarang . karena orang yang
beerjuang pada waktu sekarang adalah pemilik masa depan, sedangkan yang tidak
mau berjuang pada waktu sekarang akan menjadi pemilik masa lalu.

Sebagaimana mahkluk rohani manusia membutukan ketenangan jiwa,


ketentraman hati dan kebahagiaan rohani.Dengan mempercayai Allah SWT
sebagai sumber pemberi rasa bahagia, maka kita harus dapat menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi laranga-Nya.

Al – Qur’an adalah obat untuk hati kita agar selalu tenang. Allah menjamin
bagi yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka Ia tidak akan sesat
di dunia dan tiddak akan celaka di akhirat

3.2 Saran

Jadi kita harus mempergunakan kesempatan dalam karunia kekayaan yang


diberikan Allah kepada kita dan selalu mengamalkan isi Al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hariuntuk mencapai keselamatan di dunia dan keselamatan di
akhirat

12
DAFTAR PUSTAKA

http://hakikatbisnis.blogspot.com/2015/12/4-kunci-rahasia-utama-untuk-meraih-
kebahagiaan-dunia-dan-akhirat.html

http://www.cahayaislam.id/arti-bahagia-menurut-islam/

https://mutiaraarrisalah.wordpress.com/2016/10/06/petunjuk-al-quran-mencakup-
kebahagiaan-dunia-dan-akhirat/

http://asaarham.blogspot.com/2012/03/kebahagiaan-dunia-dan-akhirat.html

https://mromi.wordpress.com/2009/07/28/doa-untuk-kebahagiaan-dunia-dan-
akhirat/

13