Anda di halaman 1dari 15

atar Menurut Pandangan Syariat?

Pengetahuan yang selama ini diketahui umumnya orang adalah bahwa bumi itu
bulat, namun berkembang juga pemahaman bahwa bumi itu datar atau disebut
juga pemahaman flat earth

By dr. Raehanul Bahraen 14 July 2016


452 10346 0

Salah satu masalah yang sedang berkembang akhir-akhir ini adalah perdebatan mengenai bentuk
bumi kita, apakah bulat ataukah datar. Pengetahuan yang selama ini diketahui umumnya orang
adalah bahwa bumi itu bulat, namun berkembang juga pemahaman bahwa bumi itu datar atau
disebut juga pemahaman flat earth. Beberapa ulama sebenarnya telah membahas hal ini, mereka
membahas masalah bentuk bumi dari perspektif syariat. Tentunya mereka berdalil dengan yang
tersirat dalam auat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang
mengabarkan tentang alam semesta ini.

Klaim ijma bumi itu bulat

Perlu diketahui bahwa ada klaim ijma’ dari sebagian ulama bahwa bumi itu bulat. Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

‫وقال اإلمام أبو الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي من أعيان العلماء المشهورين بمعرفة اآلثار والتصانيف الكبار في فنون‬
…… ‫ ال خالف بين العلماء أن السماء على مثال الكرة‬: ‫العلوم الدينية من الطبقة الثانية من أصحاب أحمد‬
‫ ويدل عليه أن الشمس والقمر والكواكب‬: ‫ قال‬. ‫ وكذلك أجمعوا على أن األرض بجميع حركاتها من البر والبحر مثل الكرة‬: ‫قال‬
‫ بل على المشرق قبل المغرب‬، ‫ال يوجد طلوعها وغروبها على جميع من في نواحي األرض في وقت واحد‬

“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam
pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang
termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada
perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola

Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh
pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola

Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan
tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu
sebelum terbit di bara”1.

Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

‫األرض تكوير ينكروا لم عنهم هللا رضي بالعلم اإلمامة إلسم المستحقين المسلمين أئمة من أحد أن‬
‫بتكويرها جاءت قد والسنة القرآن من البراهين بل كلمة دفعه في منهم ألحد يحفظ وال‬

“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak
mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka yang membantah sama
sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”2.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

‫الكسوف وأن الشمس نور من مستفاد القمر نور وأن كذلك واألرض الشكل كروية األفالك كون في‬
‫الشمس وبين بينه األرض بتوسط القمر ضوء انمحاء عن عبارة القمرى‬

“Bahkan alam semesta dan bumi betuknya adalah bola, demikian juga penjelasan bahwa cahaya
bulan berasal dari pantulan sinar matahari dan gerhana bulan terjadi karena cahaya bulan
terhalang oleh bumi yang terletak antara bulan dan matahari”3.

Demikian juga pendapat bahwa beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz,
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan ulama lainnya.

Batalnya klaim Ijma’

Perlu diketahui juga bawa ada beberapa ulama ada yang menafikan bahwa bumi itu bulat seperti
Al-Qahthaniy Al-Andalusy dalam kitab Nuniyah-nya,

‫مدعيان هللا لعلم فهما … مثله والمنجم المهندس كذب‬

‫مقترنان القول بهذا وهما … كروية كليهما عند األرض‬

‫القرآن واضح صدق بدليل … لسطيحة النهى أولي عند واألرض‬


“Telah berbohong ilmuan dan astronom yang semisal … mereka mengklaim atas ilmu Allah”

“Bumi menurut mereka bulat … mereka bergandengan dengan pendapat ini”

“Bumi menurut ahli ilmu agama adalah datar … dengan dalil yang jelas dari Al-Quran”4.

Demikian juga dalam Tafsir Jalalain, ketika menafsirkan ayat

ِِ ‫األَر‬
‫أض وَإِلَى‬ ‫ف أ‬َِ ‫َت َك أي‬
ِ‫طح أ‬ ُ
ِ ‫س‬

“Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (Al-Ghaasyiyah: 20).

Dijelaskan bahwa dzahir ayat bumi itu (ِ‫َت‬‫طح أ‬ ُ “sutihat” menunjukkan bumi itu (‫)سطحية‬
ِ ‫)س‬
“sathiyyah” yaitu bulat, dalam tafsir dijelaskan,

‫الهيئة أهل قاله كما كرة ال الشرع علماء وعليه سطح األرض أن في ظاهر سطحت‬

“Makna ‘sutihat’ zahirnya menunjukkan bahwa bumi itu datar dan dijelaskan oleh ulama, bukan
bulat sebagaimana dikatakan oleh ahli astronom”5.

Demikian juga Al-Qurthubi dalam tafsirnya, membantah bahwa bumi bulat, ketika menafsirkan
ayat,

َِ‫َاألَرأض‬ َ ‫ي فِيهَا وَأَ أل َق أينَا َم َد أدنَا‬


‫ها و أ‬ ِ ‫ن فِيهَا وَأَ أنبَ أتنَا َروَا‬
َِ ‫س‬ ِِ ‫يءِ ُك‬
ِ‫ل ِم أ‬ َ ِ‫َم أو ُزون‬
‫ش أ‬

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami
tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19).

Beliau Al-Qurthubi berkata,

‫كالكرة أنها زعم من على يرد وهو‬

“Ini adalah bantahan bagi mereka yang menyangka bahwa bumi itu seperti bola”6.

Dari sini kita ketahui bahwa ada ulama yang menyelisihi klaim ijma’ yang disebutkan di atas.

Dalil-dalil yang digunakan kedua pendapat, dari Al-Quran dan As Sunnah

Masing-masing pendapat yang ada berdalil dengan Al Quran dan Sunnah dan saling membantah.
Jika membahas dalil-dalil mereka maka cukup panjang, maka kita beri beberapa contoh saja:

1) Dalil bahwa bumi itu bulat menurut pro bumi bulat, surat Az Zumar ayat 5

Allah berfirman,

َِ ‫َار َعلَى اللَّ أي‬


َ ‫ل ُي‬
ِ‫ك ِو ُر‬ ِِ ‫الل َّ أي‬
ِِ ‫ل َعلَى ال َّنهَا َِر َو ُي َك ِو ُِر ال َّنه‬
“Dia menutupkan/menggilirkan (takwrir) malam atas siang dan menutupkan/menggilirkan siang
atas malam” (Az-Zumar : 5).

Pro bumi bulat berkata bahwa takwir itu bermakna lingkaran atau melingkari, misalnya
melingkari penutup kepala imamah, karenanya bumi itu bulat-bola bergantian siang dan malam.

Pro bumi datar membantah bahwa justru itu dalil bahwa bumi itu datar dan berbentuk lingkaran
(piring bulat), matahari dan bulan berputar melingkar di atas bumi dan menggantikan siang dan
malam.

2) Dalil bumi itu datar menurut pro bumi datar, surat At Thur ayat 6

Yaitu posisi baitul makmur (ka’bah penduduk langit) yang berada tepat sejajar di atas ka’bah
dunia di Mekkah

‫ْو أ‬
ِ ‫َال َب أي‬
ِ‫ت‬ ِ‫ور أ‬
ِ ‫م‬ُ ‫ف أالم أَع‬
ِِ ‫َالس أق‬ ِ‫مر ُأفوعِ أ‬
َّ ‫ْ و‬ َ ‫ أال‬. ‫َح ِِر‬ ‫ور و أ‬
‫َالب أ‬ ‫أالم أ‬
ُ ‫َس‬
ِِ ‫ج‬

“dan demi Baitul Ma’mur , dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya
ada api,” (QS. At-Thur: 4-6)

Al-Baghawi rahimahullah berkata,

” ‫“ المعمور والبيت‬، ‫واألهل الغاشية بكثرة‬، ‫الكعبة بحيال العرش حذاء السماء في بيت وهو‬

“Baitul Makmur: banyaknya yang memenuhi dan penduduknya, yaitu rumah di langit sekitar
‘Arsy dan sejajar dengan Ka’bah bumi” 7.

Pro bumi datar berkata: “Bagaimana mungkin bumi bulat-bola dan berputar kemudian baitul
makmur sejajar dengan baitullah di Mekkah, bagaimana bisa sejajar kalau bumi-bulat berputar?
berarti baitul makmur mutar-mutar di atas langit ikut bumi? Ini tidak masuk akal. Kalau bumi
datar maka masuk akal jika sejajar”.

Pro bumi bulat membantah: “bisa jadi, ini hal ghaib yang tidak bisa masuk akal manusia, banyak
hal ghaib yang tidak masuk akal kita sekarang, seperti di hari kiamat ada yang berjalan dengan
wajahnya dalam Al-Quran. Orang dahulu tidak masuk akal jika ada yang bisa pergi ke tempat
yang jauh dalam semalam saja, di zaman sekarang bisa saja dengan pesawat super cepat”.

3) Dalil bumi datar menurut pro bumi datar, surat Al Ghasyiyah ayat 20

Ayat yang menjelaskan bahwa bumi itu dihamparkan. Allah berfirman,

ِِ ‫األَر‬
‫أض وَإِلَى‬ ‫ف أ‬َِ ‫َت َك أي‬
ِ‫طح أ‬ ُ
ِ ‫س‬

“Dan (apakah manusia tidak mau memikirkan) bagaimana bumi itu dihamparkan?” (Al-
Ghasyiyah: 20).
Pro-datar berkata: “ini sangat jelas mengatakan bumi dihamparkan, menghamparkan permadani
misalnya, tentu pada benda yang datar”.

Pro-bulat membantah: “silahkan lihat penjelasan ulama semisal syaikh Al-Utsaimin8 dan fatwa
Al-Lajnah Ad-Daimah9 yang menjelaskan bahwa bumi itu datar bagi pandangan manusia dari
bumi, sedangkan bentuk sebenarnya adalah bulat-bola”.

4) Dalil bumi bulat menurut pro bumi bulat, klaim ijma’ dari Syaikhul Islam, Ibnu Hazm
dan beberapa ulama lain.

Namun klaim ijma’ ini perlu dikritik karena adanya pendapat lain dari ulama terdahulu seperti Al
Qurthuby dan penulis Tafsir Jalalain yang telah di sebutkan di atas.

Sebenarnya masih banyak lagi dalil-dalil lainnya yang menjadi pembahasan dua kubu dan kita
cukupkan saja contohnya sebagaimana di atas.

Tidak ada dalil yang tegas menyatakan bahwa bumi bulat atau datar

Setelah kita melihat pendalilan dua kelompok yang berbeda pendapat, maka kita dapatkan dalam
satu dalil yang sama, bisa mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka masing-masing
yang bertentangan padahal dalilnya sama. Memang dalam Al-Quran dan Sunnah tidak
didapatkan dalil yang tegas dan jelas mengenai hal ini yang menyebut dengan tegas “bumi bulat-
bola” atau “bumi datar”.

Kita bisa lihat yang pro-bulat menggunakan penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin mengatakan bahwa
bumi itu bulat dengan dalil dan penjelasan oleh Syaikh. Akan tetapi di sisi lain, Syaikh Al-
Ustaimin dan juga Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa bumi adalah pusat tata surya dan tidak
berputar sedangkan matahari yang mengelilingi bumi. Tentu ini bertentangan dengan sebagian
orang yang pro bumi bulat, yang mereka menyakini bahwa bumi itu bulat dan mengelilingi
matahari.

Tentunya Syaikh Al-‘Utsaimin dan Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa matahari mengelilingi
bumi dengan penjelasan dalil dalam Al-Quran dan Sunnah. Syaikh Utsaimin menjelaskan,

‫والنهار الليل تعاقب به يحصل الذي األرض على الشمس دوران حول رأينا أما‬، ‫مستمسكون فإننا‬
‫دورانا األرض على تدور الشمس أن من والسنة الكتاب بظاهر‬

“Pendapat kami, matahari yang mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam,
kami berpegang teguh dengan dzahir Al-Quran dan Sunnah bahwa matahari itu yang benar-benar
mengelilingi bumi”10.

Syaikh Bin Baz juga menafikan bahwa bumi berputar (berarti matahari yang berputar
mengelilingi agar terjadi siang dan malam), beliau berkata,

ُِ َّ‫بطالنه على األدلة وبي‬


‫نت أنكرته فقد دورانها أما‬
“Adapun perputaran bumi maka aku ingkari dan aku telah jelaskan dalil tidak benarnya
(perputaran bumi)”11.

Dalil yang mereka gunakan untuk pernyataan “matahari mengelilingi bumi” juga banyak, salah
satunya yang menurut mereka cukup jelas bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi, yaitu
hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa matahari bergerak di peredarannya dan tatkala sampai
di bawah Arsy maka matahari bersujud.

‫ي َع أ‬
ِ‫ن‬ ِ‫ن َذرِ أَبِ أ‬ َِّ َ‫ي أ‬ َِّ ‫ل أال َّن ِب‬ َِ ‫ب أَ أينَِ أَتَ أد ُر أو‬
َِ ‫ يَ أو ًما َقا‬: ‫ن‬ ُِ ‫ه‬ َ ‫ه ِذ ِِه تَ أذ‬ َ ‫س؟‬ ُ ‫لش أم‬ َّ ‫قالُ أوا أا‬: َ ُِ‫ه َِو هللا‬ ُِ ُ‫َس أول‬ ُ ‫مر‬ ُِ َ‫أَ أعل‬. ‫ل‬ َ ‫ن‬
َِ ‫قا‬: َِّ ِ‫إ‬
‫ه ِذ ِِه‬ َ ‫ي‬ ِ‫ج ِر أ‬‫ى تَ أ‬َِّ ‫ي حَت‬ َِ ‫َه‬ ِ ‫ى تَ أنت‬َِ ‫ها إِل‬ َ ‫س َت َق ِر‬ ‫ت ُم أ‬ َِ ‫ح‬ ِ‫ال َعرأشِِ تَ أ‬,‫خ َِّر أ‬ ِ ‫ج َد ًِة َف َت‬ ِ ‫سا‬, ِ ‫ل َف‬
َ َ ‫ال‬ ُِ ‫ك تَزَا‬ َِ ِ‫ى َك َذال‬ َِّ ‫ل حَت‬ َِ ‫لَهَا ُي َقا‬:
ِ‫اِ أرتَ ِف ِع أ‬, ‫ي‬
‫ي‬ ِ‫ج ِع أ‬ ِ ‫ن اِ أر‬ِ‫ث ِم أ‬ ُِ ‫ح أي‬ َ ‫ت‬ِِ ‫ج أئ‬ِ ‫ع‬ ُِ ‫ج‬ َ ‫ح‬
ِ ‫ف َت أر‬, ُِ ‫ص ِب‬ ‫ة َف ُت أ‬ ًِ ‫ن طَالِ َع‬ ِ‫َط ِل ِعهَا ِم أ‬ ‫م أ‬, ‫م‬ َِّ ُ‫ي ث‬ ِ‫ج ِر أ‬ ‫ال َ تَ أ‬
ِ ‫ها‬ َ ‫ك ُر‬ ِ ‫َس َت أن‬ ‫اس ي أ‬ ُِ ‫أال َّن‬
ً
‫ش أيئا ِم أنهَا‬ َ ‫س َت َق ِر‬ ‫ك ُم أ‬ َِ ِ‫ت َذل‬ ‫أ‬ َ
ُِ ‫لهَا ف ُي َقا‬: ‫ي‬َ َ ِ ‫ن طَالِ َع‬
ً
َ ‫ى‬ َِّ ‫ي حَت‬ َِ ‫َه‬ ِ ‫ى تَ أنت‬
َِ ‫ها َعل‬ َِ ‫ح‬ ‫أش تَ أ‬
ِِ ‫ل ال َعر‬ ِ‫اِ أرتَ ِف ِع أ‬, ‫ي‬ ِ‫ح أ‬ ِ ‫ص ِب‬ ‫ةأ أ‬ ِ‫ِم أ‬
‫أ‬
ِِ ِ‫مَغ ِرب‬, ‫ح‬
‫ك‬ ُ ‫أ‬
ِ ِ‫ة فتصب‬ ُ َ ً َ
ِ ‫ن طالِ َع‬ ‫أ‬
ِ ‫ها ِم‬ ‫أ‬
َ ِِْ‫مَغ ِرب‬. ‫ل‬ َ
َِ ‫ل فقا‬ َ ُ ‫أ‬ ُ
ِ ‫هللا رَسو‬ ِِ : ‫ن‬ َ ‫أ‬ ‫أ‬
ِ ‫ى أتَد ُرو‬ َ َِ ‫ك ذاكم؟ مَت‬ ‫أ‬ ُ َ َ
َِ ‫حينَِ ذا‬ ‫أ‬ ِ (ِ‫ع ال‬ َ ُ
ِ ‫نَ أفسا يَن َف‬
‫أ‬ ً
‫م إِ أيمَانُهَا‬ِ‫ن لَ أ‬ ُ
ِ‫َت تَك أ‬ ِ‫ن ءَا َمن أ‬ ِ‫ل ِم أ‬ َ
ُِ ‫َت أ أِو َق أب‬ ِ‫سب أ‬ َ ‫ي َك‬ ِ‫خ أيرًا إِ أيمَانِهَا فِ أ‬ َ ) (‫األنعام‬: 158)

Dari Abu Dzar bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat
peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan
kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan
terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di
bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:
‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari
tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun
darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya:
‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi
ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum
itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”12.

Akan tetapi yang mengatakan bahwa “bumi mengelilingi matahari” bisa membantah juga:
matahari itu memang bergerak dan mengelilingi pusat tata surya. Mereka berpegangan pada
fatwa ulama yaitu Syaikh Al-Albani yang menyatakan bahwa bumi itu berputar dan beliau pun
membawakan dalil dan penjelasannya. Syaikh Al Albani berkata:

‫جدال تقبل ال علمية حقيقة األرض دوران قضية أن في نشك ال الحقيقة في نحن‬

“Kami sejatinya tidak ragu bahwa perputaran bumi merupakan fakta yang ilmiah dan tidak bisa
dibantah”13.

Demikianlah, kesimpulannya mengenai apakah bumi datar atau bulat-bola, maka tidak kita
dapatkan dalil yang tegas menyebutkan “bumi itu bulat” atau “bumi itu datar”.

Yang benar adalah sesuai dengan penelitian dan fakta ilmiah ilmu dunia
Apakah bumi datar atau bulat maka kita kembalikan lagi kepada penelitian dan fakta ilmiah. Hal
ini dicerminkan dari sikap Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di mana beliau
menggabungkan kedua ilmu yaitu fakta ilmu dunia (yang menurut beliau benar) dan “yang
tersirat” dalam Al-Quran dan Sunnah.

Simak tanya jawab beliau dan kehati-hatian beliau dalam berfatwa,

‫ بريطاني مسلم من سؤال‬/ ‫؟ مستقيم أو كروي العالم أن رأيكم في هل‬


‫ الشيخ ج‬: ‫؟ ديني وإال جغرافي السؤال هذا‬
‫ س‬/ ‫كالهما‬
‫ الشيخ ج‬: ‫كروي‬
‫ س‬/ ‫مستقيمة انها قال حينما باز ابن أخطأ هل‬
‫ الشيخ ج‬/ ‫؟ مسطحة أو مستقيمة‬
‫ س‬/ ‫مسطحة‬
‫ الشيخ ج‬/ ‫الجغرافية المسألة عند وقف الخطأ أن ليت‬

Pertanyaan untuk syaikh Al-Albani dari seorang muslim di Inggris:

Penyana: Apa pendapatmu, apakah bumi itu bulat atau datar?

Syaikh: Apakah ini pertanyaan geografi atau pertanyaan agama?

Penyanya: Keduanya

Syaikh: Bumi itu bulat-bola

Penanya: Jika demikian syaikh Bin Baz salah mengatakan bumi lurus (ingat ada klarifikasi
bahwa syaikh Bin Baz mengatakan bumi itu bulat, pent)

Syaikh: Lurus atau datar?

Penanya: Datar

Syaikh: Saya berharap itu adalah kesalahan geografi (Syaikh Al-Albani yakin Syaikh bin Baz
cerdas masalah agama sehingga, sehingga beliau berharap Syaikh bin Baz menjawab dengan
pengetahuan beliau dari ilmu geografi, pent)14.

Dari tanya jawab ini kita dapat dua pelajaran penting:

Pertama: Syaikh Al-Albani sangat hati-hati berfatwa sehingga beliau bertanya apakah bumi
bulat atau datar tersebut, apakah ditinjau dari segi ilmu agama atau ilmu geografi dan penanya
menjawab “keduanya”. Maka syaikh Al-Albani menjawab bahwa bumi itu bulat, karena ditinjau
dari ilmu geografi beliau bahwa bumi itu bulat, sedangkan dari ilmu agama, beliau lebih condong
dengan dalil yang tersirat (bukan dalil tegas), karena tidak ada dalil yang tegas bahwa bumi itu
bulat
Beliau menjelaskan setelah tanya jawab tadi bahwa tidak ada dalil tegasnya, beliau berkata,

‫بهذا تتعلق التي الكريم القرآن من اآليات بعض… المختلفين الوجهين أحد يؤيد قاطع نص هناك ليس‬
‫ وسطحيتها األرض ثبات منها يفهم أن يمكن الموضوع‬، ‫حركتها منها يفهم أن يمكن اآلخر والبعض‬
‫ودورانها‬

“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-
Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar dan
sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar.”

Bahkan beliau menegaskan selanjutnya, permasalahan bumi itu bulat atau datar bukanlah
permasalahan aqidah, beliau berkata

‫اعتقادية مسألة ليست هذه أن قلنا ولهذا‬

“Karenanya kami katakan bawa masalah ini bukanlah masalah i’tiqadiyah”15.

Tentunya jika memang masalah aqidah tentu sudah dibahas dan menjadi penekanan utama oleh
banyak ulama dalam berbagai kitab mereka.

Kedua: Lihat sikap Syaikh Al-Albani yang bersebrangan dengan Syaikh Bin Baz, beliau sangat
berharap Syaikh Bin Baz hanya salah dalam ilmu geografi saja dan ini wajar karena Syaikh Bin
Baz bukan ahli geografi dan hanya ikut saja dari apa info yang sampai ke beliau.

Patut direnungi oleh sebagian kecil saudara kita muslim yang mungkin saling berdebat apakah
bumi itu bulat atau datar sampai tahap mencela, menyindir dan sampai bermusuhan dalam
masalah ini, padahal mereka bersaudara dalam Islam dan yang lebih penting hal ini bukanlah
permasalahan aqidah.

Kesimpulan dari tulisan kami:

1. Tidak ada dalil yang tegas dalam Al-Quran dan Sunnah yang menyatakan bahawa bumi
itu bulat atau datar, sedangkan klaim ijma yang ada perlu dipertanyakan validitasnya,
karena diketahui ternyata ada beberapa ulama yang menyelisihi klaim ijma’ tersebut
2. Permasalahan apakah bumi bulan atau datar bukanlah permasalahan aqidah.
3. Jika memang bukan permasalahan aqidah terutama, tidak layak bagi kaum muslimin
berpecah belah dalam hal ini, saling mencela, menyindir dan bermusuhan dalam rangka
mendukung pendapatnya.
4. Karena bukan masalah aqidah maka tidak bisa menyebabkan seseorang menjadi kafir
hanya karena keyakinan apakah bumi bulat atau datar. Karenanya syaikh Bin Baz ketika
mengingkari bumi berputar (beliau berpendapat bumi diam), tetapi beliau tidak
mengkafirkan yang mengatakan bumi berputar, beliau berkata,

‫أكفر من قال به‬


ِّ ‫ولكني لم‬

“Akan tetapi aku tidak mengkafirkan mereka yang mengatakan demikian”16.


5. Apakah bumi itu bulat atau datar maka dikembalikan kepada penelitian dan fakta ilmiah
dan tentunya oleh para ahlinya dalam masalah ini. Allah berfirman,

ِّ ‫فَا ْسأَلوا أ َ ْه َل‬


َ‫الذ ْك ِّر إِّ ْن ك ْنت ْم َال تَ ْعلَمون‬

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui”
(An-Nahl:43).

6. Dalil Al-Quran dan Sunnah yang sudah pasti dan tegas (dalil qath’i) tidak akan
bertentangan dengan fakta ilmiah dan akal manusia yang sehat. Sebagaimana dijelaskan
bahwa tidak ada dalil tegas apakah bumi itu bulat atau datar. Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyyah menjelaskan,

‫كل ما قام عليه دليل قطعي سمعي يمتنع أن يعارضه قطعي عقلي‬

“Semua yang telah ada dalil pasti/qath’i maka tidak bertentangan dengan akal yang
sehat”17.

7. Yang lebih penting adalah dari “bumi datar atau bulat” adalah kita hidup di atas bumi,
akan meninggalkan bumi menuju kampung akhirat yang kekal serta bagaimana agar bumi
sebagai tempat mencari bekal untuk pulang ke kampung akhirat yaitu bekal iman, takwa,
amal kebaikan yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk di muka bumi.

Demikian pemabahasan ini, semoga bermanfaat bagi kita.

***

@Laboratorium RS Manambai, Sumbawa Besar, Sabalong-Samalewa

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

___

1. Lihat Majmu’ Fatawa: 25/ 195

2. Fashl fil Milal 2/78, Maktabah Al-Kaniwy, Koiro, Syamilah

3. Miftah Daris Sa’adah 2/212, Darul Kutub Ilmiyah, Koiro, Syamilah

4. Nuniyyah Al-Qahthani, Maktabah As-Sudaniy, Jeddah, Syamilah

5. Tafsir Jalalain 1/805, Darul Hadits, Koiro, Syamilah


6. Tafsir Al-Qurthubi 10/13, Darul Kutub Al-Mishriyyah, Koiro, 1384 H, Syamilah
7. Ma’alimut Tanzil 7/382, Darut Thayyibah, cet. IV, 1414 H, syamilah. Silahkan baca
tulisan kami selengkapnya mengenai posisinya sejajar di link https://muslim.or.id/16573-

mengenal-baitul-makmur-kabah-penduduk-langit.html

8. Lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail 8/664

9. Fatwa Al-Lanah Ad-Daimah 26/414

10. Majmu’ Fatawa wa Rasail 1/71, Darul Wathan, 1413 H, syamilah


11. Majmu Fatawa Syaikh Bin Baz 9/228, bisa di akses di link ini juga:

http://www.binbaz.org.sa/article/472

12. HR. Bukhari dan Muslim


13. Silsilah Huda wan Nur, kaset nomor 1/497. Simak juga penjelasan beliau di sini:

https://www.youtube.com/watch?v=PdBDFXtYKhU

14. Silsilah Huda wan Nur, kaset nomor 1/436

15. Silsilah Huda wan Nur, kaset nomor 1/436


16. Majmu Fatawa syaikh Bin Baz 9/228, bisa diakses juga di link:

http://www.binbaz.org.sa/article/472

17. Dar’ut Ta’arudh 1/80

Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan
pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya
Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya
Print PDF

Alhamdulillah bermanfaat

Biasa saja

In this article

 Tafsir
 Al-Quran
 bumi datar
 flat earth
 matahari mengelilingi bumi

dr. Raehanul Bahraen

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas


Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Join the Conversation






Cari Artikel
5 Artikel Terbaru
 Metode Menuntut Ilmu
 Bertaubat, Sebab Dikabulkan Doa (1)
 Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)
 Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab
 Rasa Cinta, Takut dan Berharap kepada Allah Ta’ala

Fatwa Ulama

Fatwa Ulama: Waspada Terhadap Sarana-Sarana Kristenisasi

Fatwa Ulama: Wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab


Fatwa Ulama: Bolehkah Melakukan I’tikaf Hanya Malam Hari Saja?

Fatwa Ulama: Bolehkah Orang Normal Sengaja Disurupi Jin Sebagai Media Ruqyah?

Fatwa Ulama: Pekerjaan Sopir Di Bulan Ramadhan

Dari Redaksi

Pendaftaran Warga Wisma Muslim 2017/2018

Dokumentasi Kegiatan Buka Puasa Semarak Ramadhan YPIA 1438H

Saudara-Saudara Kita di Somalia Kelaparan, Mari Kita Segera Salurkan Bantuan !

Info Kajian

Info Kajian Umum Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc – April 2017

 Kajian Rutin Pelajar #28 (Yogyakarta, 26 Februari 2017)

Kajian Umum Bersama Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA (Yogyakarta, 11-12...

Cari Tentang Apa?

akidah
Akhlak Aqidah fatwa fikih Hadits Manhaj Puasa
Al-Quran

Ramadhan Shalat Soal Jawab Syirik Tauhid ustadz